• Tidak ada hasil yang ditemukan

MANAGER PENTAS VIOLET ORCHESTRA DIES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "MANAGER PENTAS VIOLET ORCHESTRA DIES"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

DESKRIPSI GENERAL MANAGER PENTAS VIOLET ORCHESTRA DALAM RANGKA DIES NATALIS UNY KE-45 TH 2009 DI AUDITORIUM UNIVERSITAS NEGERI YAOGYAKARTA

I Pendahuluan

Dies Natalis UNY ke-45 ini mengambil thema: Revitalisasi Kebangkitan Kemajuan UNY menuju World Class. Perbagai kegiatan Dies diarahkan agar bangkit dalam semangat dan berkarya untuk kemajuan UNY mencapai secara bertahap Universitas Kelas Dunia. Rancangan pementasan Orkes dibuat lebih detail dalam pemilihan lagu-lagu orchestra agar sesuai dengan semangat jiwa civitas akademika untuk membangkitkan semangat berkarya demi UNY sebagai World Class.

Dalam Upacara Dies UNY ke-45 di Auditorium ini dipersiapkan lagu Indonesia Raya, Hymne UNY, Mars UNY , Lagu Medley Maju Indonesia serta lagu We are The Champion. Semua karya music menyatu dengan nuansa upacara , Indonesia Raya merupakan lagu kebangsaan kita untuk semakin rela berjuang demi kemajuan bangsa Indonesia. Setelah pengabdian kepada Negara di lanjutkan dengan kondisi kongkrit yang harus dimajukan dengan mengumandangkan lagu Hymne UNY, karunia Tuhan yang Maha Kuasa membimbing membangun bangsa; selanjutnya lagu Mars, bangkitkan semangat berkarya dan mengabdi. Lagu Medley Indonesia dikumandangkan setelah sambutan Gubernur, karya ini menyatukan lagu-lagu perjuangan Api Kemerdekaan karya Joko Lelono dan Lagu Maju Indonesia karya C.Simanjuntak dengan aransemen oleh A.M.Susilo Pradoko, karya ini bermaknakan semangat laksana api berkobar dalam dada satria dan memajukan bangsa, sumbangkan tenga kapada dunia tanda kamu Indonesia. Lagu penutup dengan semangat sebagai juara: We are the Champion bermaksud bekerja dan berkarya di UNY menuju World Class University.

(2)

Selanjutnya latihan-latihan serta gladi kotor dan bersih sehingga menyatu antara upacara serta ekspresi karya-karya musiknya.

II Pembahasan

1.Panitia

Guna pelaksanaan tugas pentas upacara Dies ke-45 ini pertama dilakukan dengan membentuk panitia Inti, panitia inti ini terdiri para dosen music dengan personalia : A.M.Susilo Pradoko, Dr.Kun Setyaning Astuti, M.Pd: Sritanto, Drs Agustianto selunjutnya disepakati bertuturut-turut berurutan dengan tugas jabatan sebagai: Ketua, Sekretaris, Bendahara, dan Conductor selanjutnya rapat memantapkan karya-karya music yang akan dipentaskan dan memantapkan tugas dan tanggung jawab masing-masing. Pada pertemuan berikutnya dibuat secara lengkap kepanitiaannya serta nama-nama peserta orkesnya, untuk selangkapnya dapat dilihat dalam lampiran.

2.Karya Lagu-Lagu dan Aransemen Paduan suara dan Orkestra

General manager kemudian merencanakan lagu-lagu yang sesuai dengan thema Dies UNY ke-45, selanjutnya disampaikan gagasan lagu-lagunya dalam rapat panitia, dan selanjutnya lagu-lgunya disetujui dengan merancang mementaskan lagu Wajib Indonesia Raya, Hymne dan Mars UNY, Medley lagu-lagu perjuangan dengan Judul Maju Indonesia, dan We are The Champion.

Lagu Medley Maju Indonesia.

(3)

akhir lagu Api Kemerdekaan dengan nada dasar As disambung dengan masuk lagu Maju Indonesia dengan nada dasar yang sama, As selanjutnya diakhiri dengan bagian lagu yang bersemangat lagi yaitu pada birama ke-48 hingga birama ke 60 dan codanya dibuat kembali ke nada dasar Do = F lagi.

Instrumen music, instrument music dalam ansemen ini melibatkan sebanyak 18 instrumen orchestra. Keluarga tiup kayudigunakan: Flute, Oboe, Clrinet, Saxhopone, dan Horn; sedangkan tiup logam digunakan: Trompet, Trombone. Perkusi digunakan Drum set dan Timpani dan juga piano; Alat gesek terdiri dari Biola, Alto, Cello, dan Contra Bas; guna memperkuat suara Bas maka ditambahkan Gitar Bas electric.

Harmoni, pada saat intro lagu dibuat dengan harmoni balikan kedua, sedangkan akornya adalah tinggkat V7 dari Tn F Mayor sehingga nada-nadanya adalah C,E,G,Bb dengan Basnya G sehingga terkesan berbeda serta Bas berurutan dari nada F di bar pertama, dilanjutkan G dan selanjutnya A dan c sehingga terkesan meningkat maju progresi harmoninya pada saat intro.

Pada saat lagu dengan penggunaan akor-akor mayor, minor, dan diminished khususnya saat lagu bennuansa sedih merenung dari akor-akor tersebut selanjutnya divariasi dengan balikan satu atau dua sehingga harmoninya tersa kaya dan guna mengekspresikan semangat juan dan kegembiraan di buat akor-akor mayor. Pada birama ke-21 tempo lagu dilambatkan serta terjadi modulasi ke nada dasar f minor dan diberi akor minor dan dim serta balikannya sehingga nuanssa sedih makin kental dan hal ini juga diperkuat dengan pilihan instrument yaitu biola dan piano yang sementara alat music lain banyak yang diam.

Setelah bagian sedih berakhir pada birama ke 27 maka diberi akor mayor dengan nada-nada c,e,g, bes g mayor sehingga memudahkan masuk ke lagu sambungan medley Maju Indonesia dengan nada dasar As Mayor. Lagu Maju Indonesia banyak menggunakan akor mayor dan minor serta balikannnya, bagian bar ke 44 dibuat akor minor dan kemudian di mayorkan sehingga pada bar 48 dengan akor mayor sekaligus mulai masuknya modulasi dari As kembali ke nada dasar Famayor sampai lagu selesai dengan koda dibuat accelerando, selangkapnya karya ini ada dalam lampiran.

(4)

Hymen UNY baik pengarang maupun aransemennya dibuat oleh Heni Kusumawati, score musiknya menggunakan arsip yang sudah ada di Jurusan demikian pula untuk Lagu Mars UNY yang dibuat Oleh Agus Untung Yulianto dan aransemen juga dibuat oleh Agus Untung Yulianto.Lagu penutup adalah The Champion, lagu ini diaransemen dalam format orchestra dengan 16 instrumen music dan dipadukan dengan Paduan Suara.

3.Pemain Orchestra

Pemain orchestra ada sebanyak 43 orang dengan sebanyak 5 dosen dan sebanyak 38 mahasiswa music. Pemain Biola 1 sebanyak 8 orang , pemain biola 2 sebnyak 8 orang, pemain biola alto sebnyak 4 orang, cello ada 3 orang. Contra Bas 2 orang Piano= 1 orang, Ba electric sebanyak 1 orang, Saxophone satu orang, Flute, oboe, Horn Trompet, Trombone masing-masing sebanyak 2 orang dan pemain perkusi sabanyak 3 orang , tim pelatih sebanyak 7 orang sehingga seluruh personal orchestra ada sebanyak 50 orang, susunan selengkapnya pemain ada dalam lampiran deskripsi ini. Anggota Paduan Suara sebanyak 50 mahasiswa yang semuanya diambil dari Unit Kegiatan Paduan Suara UNY, sehingga jumlah keseluruan pemantasan ada sebanyak 100 pemain.

4.Sumber Dana

Panitia Dies secara keseluruhan pada Dies Ke-45 ini ditangani oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi UNY , panitia konser menganggarkan sebanyak Rp 14.965.000,- namun kemudian FiISE UNY hanya memberikan Rp 12.000.000,- maka selanjutnya Panitia Konser mencukupkan biaya tersebut dengan mengurangi jatah transport dan konsumsi.

5.Proses Latihan

Latiahan untuk pementasan ini dirancang sebanyak 11 kali termasuk gladi kotor dan gladi bersih, latihan dilakukan di Sudio music UNY setiap pukul 18.00 hingga pukul 21.00, jadwal selengkapnya sebagai berikut:

Jadwal Latihan Orkes Dalam Rangka Dies ke-45 UNY

No Hari/Tanggal Waktu Tempat Keterangan

(5)

2 Selasa, 14 April 2009 18.00-21.00 Studio Musik Latihan 3 Selasa, 21 April 2009 18.00-21.00 Studio Musik Latihan 4 Selasa,28 April 2009 18.00-21.00 Studio Musik Latihan 5 Selasa, 5 Mei 2009 18.00-21.00 Studio Musik Latihan 6 Jumat, 8 Mei 2009 18.00-21.00 Studio Musik Latihan 7 Selasa, 12 Mei 2009 18.00-21.00 Studio Musik Latihan 8 Jumat, 15 Mei 2009 18.00-21.00 Studio Musik Latihan 9 Senin, 18 Mei 2009 10.00 –

13.00

Auditorium Gladi Kotor

10 Selasa, 19 Mei 2009 10.00 – 13.00

Auditorium Gladi Bersih

11 Rabu, 20 Mei 2009 07.00- selesai

Auditorium Pentas

6.Penataan Panggung

Penataan formasi orchestra menggunakan formasi model b, dimana biola alto, cello serta contra bas ditempatkan di sebelah kanan dirigen ( Pradoko, 1996: 98). Posisi model ini digambarkan sebagai berikut:

Tenor Bas Electrik Timpani Bas Sax Trompet Trombone

Sopran French Horn Clarinet Alto

Piano Flute Oboe Biola Alto Biola 2 Cello

Biola 1 Contra

Bas

(6)

Pada saat pelaksanaannya , paduan suara diletakkan disamping sebab ruangan Auditorium yang tidak muat sahingga posisi pentas menjadi sebagai berikut:

Bas Electrik Timpani Sax Trompet Trombone

French Horn Clarinet

Piano Flute Oboe Biola Alto Biola 2 Cello

Biola 1 Contra Bas

Dirigen/Conductor

6.Susunan Acara Dies.

Waktu Kegiatan

07.00 - 08.00 Stem alat dan cehk Sound 09.15 – 09.40 Gubernur memasuki ruangan

Lagu Indonesia Raya, Conductor Agustianto

Lagu Hymne, Conductor Agustianto, Lagu Heni Kusumawati 09.40 – 10.10 Rapat Senat Terbuka

10.10 – 10.15 Persembahan Lagu Mars UNY, Conductor Agustiano, Lagu Agus Untung Y. 10.15 – 10.45 Pidato Dies Natalis ke-45

10.45 – 11.00 Sambutan Gubernur

11.00 – 11.10 Persembahan Lagu Medley Maju Indonesia, Conductor Agustianto; Aransemen A.M.Susilo Pradoko

11.10 – 11.25 Penyerahan Piagam Penghargaan 11.25 – 11.30 Doa

(7)

11.30 Rapat Senat UNY ditutup

11.30 – 11.45 Rektor, Ketua Senat, Senat meninggalkan tempat Upacara Gubernur dan Tamu VVIP meninggalkan tempat upacara

Lagu Penutup : We are The Champion, Conductor Agustianto, Aransemen: Yuwana Arifin

11.45 Ucapan terima kasih dan Salam.

III. Kesimpulan

Pementasan Orchestra – Paduan suara yang melibatkan sebanyak 100 pemain dan vokalis ini memang perlu perencanaan dalam hal ini dilakukan oleh General Manager pentas bersama sekretaris dan bendahara panitia, pengorganisasian dengan membentuk seksi yang bertugas, pendelegasian wewenang dengan memberikan job description khususanya saat rapat awal, pengontrolan jalannya pendelegasian serta saat-saat latihan music, mengontrol latihan sehingga target materi musik yang harus dipentaskan tercapai.

(8)

Daftar Pustaka

Kawakami, Genichi. 1975. Arraging Popular Music. Tokyo: Yamaha Music Foundation Kahn, Emil. 1975. Elements of Conducting .New York: Schirmer Books.

Korsakov, Rimsky N. 1964. Principles of orchestration. New York: Dover Publication Inc. Pizer, Russel A. 1976. How to Improve the High School Band Sound. New York: Parker

Publishing Company Inc.

Pradoko, Susilo. 1996. Conductor Paduan Suara dan Orkestra. Yogyakarta: Diktat Mata Kuliah Direksi

____________, 2008. Cara Mudah Arransemen Lagu. Yogyakarta: Neo Books

Soucier Gene A. 1981. Woodwinds Fundamental Performance Technique. New York: Schirmer Books

Referensi

Dokumen terkait

Dua faktor utama dalam pendekatan ini adalah biaya yang dikeluarkan, baik untuk pembangunan jalan maupun operasi dan pemeliharaan jalan, serta biaya yang diperoleh dari

Manajerial Kepala Sekolah di SMK Merdeka Bandung dapat dikatakan tinggi. Gambaran kinerja guru di SMK Merdeka Bandung, yang terdiri dari 5 dimensi. yaitu: 1) Kualitas Kerja; 2)

Bu günlerden birinde i ş inizin parças ı olarak orta derecede fiziksel aktivite yaparak genellikle ne kadar zaman geçirdiniz6. Günde___ saat

Di Indonesia, sejak bangku SD sampai perguruan tinggi, bahkan mungkin sejak play group atau sebelumnya ( baby school) , syarat penguasaan terhadap matematika

It is expected that this model displays so-called self-organised critical behaviour as the lightning rate λ goes to zero.. If we start from any configuration with infinitely many

Pemanfatan lahan untuk dijadikan sebagai kawasan perkebunan juga belum terdeteksi oleh citra landsat ETM, dimana lahan perkebunan merupakan bentang lahan yang ditanami

Dalam UU tersebut, peran politik dan ekonomi daerah ditingkatkan, sehingga pemerintah daerah dapat merancang suatu kebijakan publik yang efisien, efektif, dan kondusif bagi

Validasi pada pemodelan ini dilakukan dengan mengambil titik-titik sepanjang suatu garis dari lepas pantai hingga garis pantai pada hasil pemodelan untuk mendapatkan