• Tidak ada hasil yang ditemukan

Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi lampung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi lampung"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

I n fl a si d a n Per t u m bu h a n

Ekon om i l a m pu n g

Yoke Muelgini**

Senin, 19 Desember 2005

SEJAK pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) rata-rata di atas 100 persen, pada 1 Oktober lalu, sampai akhir tahun ini dan semester pertama 2006 tampaknya kita masih merasakan berlangsung sesuatu fenomena inflasi yang juga terbukti meningkatkan faktor risiko yang mengancam stabilitas makroekonomi. Terutama, tingginya ekspektasi inflasi dan belum pulihnya kondisi eksternal.

Akibatnya, inflasi yang sedang terjadi dan secara umum kita rasakan, tidak hanya menyebabkan turunnya daya beli masyarakat (konsumsi) yang berpendapatan tetap dan miskin tetapi juga memperlebar perbedaan distribusi pendapatan. Sebab itu, hal ini berpotensi mengancam terjadinya stagnasi pertumbuhan ekonomi.

Menyikapi hal tersebut, Bank Indonesia melalui rapat dewan gubernur (RDG), 1 November 2005, memutuskan menaikkan BI rate

125 basis poin menjadi 12,25% yang diikuti langkah memperkuat

stance kebijakan moneter cenderung ketat (tight bias), guna

mendukung kelangsungan proses pemulihan ekonomi serta menjaga stabilitas di pasar keuangan.

(2)

Yo k e M u el g i n i

2

deposito. Akibatnya, terjadi penurunan investasi (dan permintaan kredit investasi di sektor perbankan), yang pada akhirnya menambah besarnya potensi penurunan pertumbuhan ekonomi.

(3)

Yo k e M u el g i n i

3

seiring-sejalan dengan kebijakan moneter yang bertujuan mencapai dan memelihara kestabilan rupiah, terutama sasaran inflasi yang mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

(4)

Yo k e M u el g i n i

4

Referensi

Dokumen terkait

Fungsi anggaran sebagai alat perencanaan dan pengawasan pada Fakultas Ekonomi Universitas Sumatera Utara telah efektif dan efisien, sebaiknya dipertahankan dan bila perlu

Pengelolaan keuangan daerah melalui kinerja keuangan daerah yang dilakukan secara ekonomis, efisien, dan efektif atau memenuhi value for money serta partisipasi,

Inflasi yang sangat parah ini disebabkan oleh berbagai kekacauan yang terjadi pada era orde lama seperti dampak negatif dari kebijakan sanering yang mengakibatkan bank-bank

Formulasi kebijakan publik harus sesuai dengan UU No.32 tahun2004 tentang Pemerintahan Daerah, sehingga tidak terjadi penyimpangan penyusunan Perda dari ketentuan yang

Jika inflasi, kurs dan suku bunga mengalami peningkatan, maka akan memberi pengaruh terhadap penurunan pertumbuhan ekonomi. Untuk ini diperlukan kebijakan

Inflasi yang sangat parah ini disebabkan oleh berbagai kekacauan yang terjadi pada era orde lama seperti dampak negatif dari kebijakan sanering yang mengakibatkan bank-bank

Mekanisme transmisi kebijakan moneter melalui saluran uang secara implisit beranggapan bahwa semua dana yang dimobilisasi perbankan dari masyarakat dalam bentuk uang

Pengeluaran pemerintah daerah diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan publik dan pertumbuhan