• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Calon TKI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Tenaga Kerja Indonesia (TKI) Calon TKI"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

Tenaga Kerja Indonesia (TKI) adalah setiap warga

negara Indonesia yang memenuhi syarat untuk bekerja

di luar negeri dalam hubungan kerja untuk jangka

waktu tertentu dengan menerima upah.

Calon TKI adalah setiap warga negara Indonesia yang

memenuhi syarat sebagai pencari kerja yang akan

bekerja di luar negeri dan terdaftar di instansi

Pemerintah Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab

di bidang ketenaga-kerjaan.

(3)

 Undang-Undang RI Nomor 39 tahun 2004 tentang Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia di Luar Negeri;

 Peraturan Presiden RI Nomor 81 tahun 2006 tentang Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia;

 Instruksi Presiden RI Nomor 06 tahun 2006 tentang Kebijakan Reformasi Sistem Penempatan dan Perlindungan TKI di Luar Negeri;

 Peraturan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Nomor: PER 43/KA/SU-OKH/XII tahun 2007 tentang Tugas Fungsi dan Uraian Tugas Unit Eselon I, II, III dan IV di lingkungan BNP2TKI;

 Peraturan Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Nomor PER-44/KA/XI/2008 tentang Petunjuk Teknis Mekanisme Pelayanan Kartu Tenaga Kerja Luar Negeri (KTKLN);  Surat Edaran Kepala Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia Nomor: SE

(4)

1. Mencari Peluang Pasar Kerja di Luar Negeri Secara Mandiri

Calon TKI Perseorangan diharuskan mencari peluang pasar kerja di luar negeri secara mandiri dan tidak dibenarkan melalui pihak lain, seperti perusahaan outsourching di dalam dan luar negeri maupun melalui perorangan, sehingga Calon TKI berhubungan langsung dengan pengguna di luar negeri. 2. Pengguna Berbadan Hukum Menjadi Keharusan

Pengguna di luar negeri haruslah pengguna yang berbadan hukum dan Calon TKI Perseorangan tidak dibenarkan bekerja pada pengguna perseorangan.

3. Mempelajari dan Memahami Perjanjian Kerja

Sebelum Penandatanganan Perjanjian Kerja, pihak pengguna akan mengirimkan Rancangan Perjanjian Kerja. Perjanjian ini harus dipelajari dan dipahami secara baik sebelum memutuskan untuk menerima pekerjaan yang ditawarkan.

4. Manfaat Menjadi TKI Perseorangan

a. Calon TKI dapat memilih sendiri jenis pekerjaan sesuai dengan kemampuan dan ketrampilan (kompetensi) yang dimiliki.

(5)

1. Di Indonesia :

a. Calon TKI aktif mencari informasi peluang pasar kerja di luar negeri melalui media

informasi (internet) atau media lainnya.

b. Melapor ke Dinas Kabupaten/Kota yang membidangi ketenagakerjaan dan mendaftarkan

diri sebagai pencari kerja untuk didata dan mendapatkan kartu kuning (AK 1),

c. Calon TKI perseorangan mengajukan permohonan dengan melampirkan daftar riwayat

hidup dan bukti kompetensi kerja kepada pengguna.

d. Setelah melewati proses seleksi dan persetujuan, pengguna akan mengirimkan Rancangan

Perjanjian Kerja.

e. Setelah kedua belah pihak bersepakat, pengguna mengirimkan Rancangan Perjanjian

Kerja dan Visa Kerja kepada Calon TKI.

f. Calon TKI mendatangi Perwakilan negara tujuan penempatan untuk mendapatkan

informasi mengenai keberadaan dan legalitas pengguna dan Visa Kerja. Selanjutnya

dimintakan pengesahan.

g. Calon TKI memasukkan biodata melalui aplikasi KTKLN

2. Di Negara Tujuan Penempatan

TKI harus melapor ke Perwakilan RI. Laporan ini dimaksudkan agar para TKI diketahui

keberadaannya di luar negeri, sehingga berhak mendapatkan perlindungan yang akan dilakukan

oleh Perwakilan RI sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

(6)
(7)

 Menerima gaji atas pekerjaan yang telah Anda lakukan

 Menerima perawatan kesehatan, jika Anda sakit atau dalam kondisi darurat

 Bebas dari diskriminasi ras, kebangsaan atau etnik asal, jenis

kelamin, agama, atau status lainnya

 Kesamaan dalam hukum dan dalam perlindungan hukum

 Bebas dari kerja paksa

 Jam kerja yang masuk akal, istirahat, dan libur

 Bebas dari siksaan, eksploitasi, dan ke-kerasan seksual di tempat kerja

 Bebas bergerak

 Standar kehidupan yang cukup untuk ke-sehatan dan hidup

 Lingkungan dan kondisi kerja yang aman

(8)

Tahun Laki-Laki Perempuan Total 2012 194.851 255.750 450.601 2011 210.116 376.317 586.433 2010 275.454 584.632 860.086 2009 103.188 528.964 632.152 2008 200.188 548.637 748.825 2007 152.887 543.859 696.746

(9)

Negara Penempatan

2009

2010

2011

2012

Arab Saudi

276.633

228.890

137.643

11.814

Malaysia

123.886

116.056

134.108

46.296

Taiwan

59.335

62.048

73.498

30.669

Singapura

33.077

39.623

47.781

20.430

Uni Emirat Arab

40.391

37.337

39.857

14.274

Hong Kong

32.417

33.262

50.283

18.237

Kuwait

23.041

563

2.723

693

Qatar

10.010

13.559

16.578

8.476

Yordania

10.932

5.695

134

29

Oman

9.700

9.259

7.292

3.375

Sumber : BNP2TKI

(10)

No

Provinsi

2011

2012

1

Jawa Barat

145.603

119.620

2

Jawa Tengah

122.814

115.456

3

Jawa Timur

110.497

100.368

4

NTB

72.846

46.245

5

Banten

27.963

10.853

6

DKI Jakarta

18.204

15.021

7

Lampung

17.790

16.259

8

Bali

15.056

14.082

9

Sulawesi Selatan

13.911

13.875

10

Sumatra Utara

12.938

13.728

(11)
(12)

Tahun

Kepulangan

TKI Bermasalah ( Presentase )

2006

376.782

57.971

15,4

2007

354.921

58.085

16,4

2008

447.016

50.765

11,4

2009

492.073

53.168

10,8

2010

466.497

67.318

14,4

2011

494.212

72.880

14,7

2012*

150.748

19.413

12,9

Total

2.782.249

379.600

13,6

Sumber : BNP2TKI

(13)

Negara Penempatan

Bulan

Total

Januari

Februari

Maret

April

Mei

Arab Saudi

226

171

1

160

218

776

Mesir

-

-

10

3

-

13

Malaysia

133

56

9

54

-

252

Taiwan

-

-

-

-

-

-Singapura

-

-

-

1

-

1

Hongkong

-

-

-

2

2

Uni Emirat Arab

15

13

18

24

-

70

Qatar

-

1

1

-

-

2

Syria

5

77

83

31

-

196

Kuwait

1

9

1

-

-

11

Yordania

24

5

42

13

-

84

Yemenia

-

-

-

-

-

-Sudan

-

-

-

1

-

1

Turki

1

-

-

1

-

2

Libanon

-

-

-

1

-

1

Jumlah

405

332

165

290

218

1410

Sumber : BNP2TKI

(14)

Negara

Jumlah TKI yang bebas

Malaysia

65

Arab

41

China

22

Iran

12

Singapura

12

Sumber: Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Direktorat Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri

Malaysia Arab Saudi China Iran Singapura 65

41

22

12 12

Jumlah TKI Yang Bebas Hukuman Mati

(2011 – 15 Juli 2013)

(15)

Eksekusi Mati TKI

 9 Desember 2005 : Agus Agil, kasus narkoba

 11 Januari 2008

: Yanti Sukardi, kasus pembunuhan dan pencurian

 19 Juni 2011

: Ruyati binti Sapubi, kasus pembunuhan majikan

5 TKI yang Menunggu Pelaksana Hukuman Mati di Arab Saudi

1. Satinah binti Jumadi, kasus pembunuhan dan pencurian

2. Siti Zaenab, kasus pembunuhan

3. Tuti Tursilawati, kasus pembunuhan

4. Aminah, kasus pembunuhan sesama TKI

5. Darmawati, kasus pembunuhan sesama TKI

(16)

11.814 137.643 228.890 276.633 234.644 257.217 281.087 2012 2011 2010 2009 2008 2007 2006

Penempatan TKI di Arab Saudi

(Data di Publikasi Juni 2012)

Jumlah WNI yang mengurus SPLP

 Mendapatkan kontrak kerja

17,306 orang

 Pulang ke Tanah Air

6.700 orang

 Overstayer

2011 : 2.200 orang

2012 : 3.000 orang

Keterangan :

SPLP = Surat Perjanjian Laksana Paspor Overstayer = Orang yang ijin tinggalnya melebihi

batas yang ditentukan

(17)

No Tahun TKI Bermasalah

1 2010 31.676

2 2011 18.977

3 2012 8.940

(18)

1. Malaysia

 Penandatanganan protokol amandemen MoU PLRT RI-Malaysia 2006 dilakukan di Gedung Sate, Bandung pada 30 Mei 2011.

 Dilaksanakan Joint Working Group (JWG) VII RI-Malaysia 2. Yordania

 Pertemuan Joint Working Group (JWG) pertama antara Indonesia dan Yordania telah dilaksanakan tanggal 15 dan 16 Mei 2011 di Amman, Yordania.

 Pertemuan kedua JWG dilaksanakan pada 29 dan 30 September 2011 di Yogyakarta. 3. Arab Saudi

 Preliminary Senior Official Meeting Indonesia-Arab Saudi

 Pada 28 Mei 2011 di Jeddah, Delegasi Indonesia telah bertemu Delegasi Pemerintah Arab Saudi pada

Preliminary SoM untuk membahas mengenai isu ketenagakerjaan secara khusus

 Joint Working Committee (JWC) RI-Arab Saudi di Bidang Ketenagakerjaan

(19)

4. Kuwait

 Pemerintah RI telah melakukan moratorium pengiriman TKI PLRT ke Kuwait sejak 1 September 2009

 Pemerintah RI memiliki MoU Ketenagakerjaan secara umum pada tahun 1996. Atas permintaan Pemerintah RI telah dilakukan negosiasi MoU khusus mengenai domestic workers dari tahun 2007-2009. Namun dalam perundingan terakhir bulan November 2010, delegasi Kuwait secara pihak menyampaikan draft baru dan mengesampingkan isi MoU yang telah disepakati sebelumnya. Perundingan tidak dapat dilanjutkan (dead lock)  Pemerintah Kuwait melalui Dubesnya di Jakarta melakukan pendekatan ke berbagai pihak untuk mengamankan

kepentingannya dan meminta perundingan mengenai MoU dibuka kembali. Saat ini sedang dikoordinasikan untuk langkah-langkah lebih lanjut.

 Penanganan perlindungan dilakukan oleh Perwakilan secara optimal, Pemri terus meningkatkan kapasitas SDM dan anggaran.

5. Suriah

 Pemerintah RI melakukan moratorium pengiriman TKI PLRT ke Suriah sejak 9 Agustus 2011

 Situasi politik di Suriah sedang tidak kondusif pada tahun 2012 dilakukan proses evakuasi WNI yang mayoritas TKI: Tahap Pertama sebanyak 7 orang (3 Feb 2012), Tahap Kedua sebanyak 37 orang (16 Feb 2012), dan Tahap Ketiga (98 TKI di shelter KBRI)

 Penanganan perlindungan dilakukan oleh Perwakilan secara optimal, Pemri terus meningkatkan kapasitas SDM dan anggaran.

Upaya Diplomasi Perlindungan TKI PLRT di Luar Negeri

(20)
(21)
(22)
(23)
(24)

Referensi

Dokumen terkait

Hasil pengujian tarik sambungan dengan berbagai arah gaya terhadap arah serat didapatkan bahwa kekuatan lem lebih tinggi dari kekuatan bahan (kayu kamper) dan kerusakan yang

yang membutuhkan logika seperti terdapat dalam function tidak perlu menuliskan ulang akan tetapi cukup.. memanggil

[r]

Al- Qur’an sebagai dasar dari tujuan pendidikan Islam tidak hanya berisi mengenai ajaran-ajaran agama Islam melainkan juga membahas tentang awal mula penciptaan

Evaluasi Penawaran dilaksanakan berdasarkan Dokumen Pengadaan Nomor : 167/ Jalan/ DAU- BM / VIII/ 2014 tanggal 20 Agustus 2014 , Berita Acara Penjelasan Pekerjaan,

Deep Learning algorithms are being used across a broad range of industries – as the fundamental driver of AI, being able to tackle Deep Learning is going to a vital and valuable

Ketidakhadiran Saudara dalam proses pembuktian kualifikasi dapat menyebabkan perusahaan Saudara dinyatakan gugur. Demikian untuk

Ketidakhadiran Saudara dalam proses pembuktian kualifikasi dapat menyebabkan perusahaan Saudara dinyatakan gugur. Demikian untuk