• Tidak ada hasil yang ditemukan

I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Perancangan. Judul yang saya angkat dalam rangka perancangan Tugas Akhir ini

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "I. PENDAHULUAN. A. Latar Belakang Perancangan. Judul yang saya angkat dalam rangka perancangan Tugas Akhir ini"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

1 I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Perancangan

1. Penjelasan Judul Perancangan

Judul yang saya angkat dalam rangka perancangan Tugas Akhir ini adalah “KEMASAN PRODUK DODOL RUMPUT LAUT CHEWYDOL”.

Dodol rumput laut menjadi salah satu ikon kuliner propinsi Nusa Tenggara Barat dan kerap menjadi buah tangan yang diincar oleh wisatawan lokal maupun luar negeri saat mengunjungi pulau Lombok.

Selain aman dan sehat untuk dikonsumsi, rasa dodol rumput laut juga segar dan tidak membuat ‘eneg’ seperti dodol kebanyakan. Penampilannya juga sangat menarik. Dalam satu kemasan dodol rumput terdiri dari beraneka warna.

Rumput laut yang dijadikan sebagai bahan baku utama dipasok dari nelayan di sekitar pesisir pantai pulau Lombok. Selain itu, produsen juga mempekerjakan warga setempat untuk menjadi pegawai di tempat pengolahan dan toko oleh-oleh miliknya. Dengan usahanya ini, secara tidak langsung meningkatkan ekonomi masyarakat dengan membuka lapangan pekerjaan.

Namun sayangnya visual kemasan produk ini masih belum tergarap dengan baik. Padahal penggarapan identitas merk yang maksimal dapat menjadikan produk dodol rumput laut ini menjadi produk yang potensial sebagai produk kuliner tradisional Indonesia unggulan, bukan hanya bagi pasar lokal tapi juga pasar internasional.

(2)

2 2. Latar Belakang Pemilihan Studi

Kemasan menuntut banyak pertimbangan dalam proses pembuatannya karena selain mempertimbangkan faktor fungsionalnya, seorang desainer grafis yang baik juga harus memikirkan bagaimana kemasan yang didesain itu dapat menarik perhatian konsumen dan memenangkan persaingan pasar.

Hermawan Kartajaya, seorang pakar di bidang pemasaran mengatakan bahwa teknologi telah membuat packaging berubah fungsi, dulu orang bilang “Packaging protects what it sells (Kemasan melindungi apa yang dijual).” Sekarang, “Packaging sells what it protects (Kemasan menjual apa yang dilindungi).” Dengan kata lain, kemasan bukan lagi sebagai pelindung atau wadah, tetapi harus dapat menjual produk yang dikemasnya.

3. Solusi Desain

Dalam era globalisasi di mana situasi persaingan dalam pasar semakin tajam, estetika dapat berfungsi sebagai “perangkap emosional” yang sangat ampuh untuk menarik perhatian konsumen. Pertarungan produk tidak lagi terbatas pada keunggulan kualitas atau teknologi canggih semata, tetapi juga pada usaha untuk mendapatkan nilai tambah untuk memberikan emotional benefit kepada konsumen.

Salah satu usaha yang dapat ditempuh untuk menghadapi persaingan perdagangan yang semakin tajam adalah dengan cara menciptakan identitas produk melalui perancangan elemen visual/grafis.

(3)

3

“All this is part of what we term visual marketing; that is, the strategic utilization by firms of commercial and noncommercial visual signs and symbols to deliver desirable and/or useful messages and experiences to consumers. An important component of visual marketing is the actual design of the visual communication, including logo,

packaging, and advertising design, and more recently web page

design.” (Introduction to Visual Marketing, oleh Michel Wedel and Rik

Pieter).

Dengan berpegang pada pakem visual marketing “seeing is

believing” dan “believing is buying”, maka dengan ini penulis berencana

melakukan perancangan kemasan terhadap produk dodol rumput laut khas Lombok.

4. Perwujudan Karya

Perwujudan karya perancangan ini nantinya akan berbentuk desain kemasan primer dan sekunder bagi dodol rumput laut yang masing-masing akan dibedakan menjadi lima macam variasi desain, mengikut kepada jumlah varian rasa dodol rumput laut itu sendiri.

5. Muatan Produk

Desain kemasan produk dodol rumput laut ini nantinya akan memuat/mengangkat kekhasan kehidupan sosial budaya lokal masyarakat setempat yang akan diwujudkan dalam bentuk ilustrasi. Selain itu desain ini akan memuat pula informasi-informasi yang selayaknya ditemukan dalam sebuah kemasan produk makanan, seperti keterangan produk, informasi gizi, komposisi, dan nama dan alamat dari produsen produk tersebut.

(4)

4 B. Orisinalitas (State Of the Art)

Jika dibandingkan dengan bidang lain, maka kuliner tradisional Indonesia adalah hal yang paling sedikit yang mampu dicitrakan sebagai produk yang berdaya jual tinggi. Branding terhadap produk kuliner Indonesia masih dapat dihitung dengan tangan.

Padahal dengan melakukan branding dari segi visual, produsen dapat menambah nilai jual karena mampu membuat pencitraan baru pada produk, dari sekedar produk makanan tradisional kelas menengah ke bawah yang dijual di pinggir jalan, menjadi makanan kelas satu yang dapat tampil di restoran-restoran modern. Sebagai contoh, salah satu produk branding kuliner tradisional yang sukses adalah Surabi Bandung.

Berdasarkan informasi yang penulis berhasil dapatkan melalui penelusuran di dunia maya maupun pengamatan di lapangan, dapat disimpulkan bahwa perancangan grafis dalam membentuk brand identity pada produk dodol pada umumnya (dan produk dodol rumput laut pada khususnya) merupakan sesuatu yang sangat jarang dilakukan.

Pemanfaatan elemen visual dalam menjual produk dodol, entah dalam bentuk kemasan maupun media promosi, merupakan sesuatu yang kurang mendapat perhatian oleh produsennya. Produk dodol kerap dikemas dalam kemasan seadanya. Walau beberapa diantaranya mungkin telah tampil dalam kemasan kotak, namun tidak dapat dipungkiri bahwa eksplorasi desain visualnya belum digarap secara maksimal.

(5)

5 Gb. 1. Berbagai macam kemasan dodol. Kemasan dodol yang saat ini beredar di pasaran

(6)

6 Gb. 2. Kemasan dodol rumput laut saat ini. Kemasan dodol rumput laut khas Lombok

produksi PT. Phoenix Food, terdiri dari berbagai varian rasa.

Di samping itu, nantinya yang membedakan kemasan dodol rumput laut Chewydol dengan kemasan dodol pada umumnya, yakni kemasan Chewydol tersebut akan mengangkat gambaran kearifan kultural dan atau kehidupan sosial budaya masyarakat lokal Kota Lombok yang dituangkan dalam bentuk ilustrasi.

(7)

7 C. Tujuan dan Manfaat Perancangan

1. Tujuan Perancangan

Tujuan dilakukannya perancangan kemasan Dodol Rumput Laut Chewydol ini di antaranya adalah:

a. Desain kemasan yang baru diharapkan dapat meningkatkan daya jual produk tidak hanya sebagai komoditi lokal tapi juga berpeluang untuk menjadi komoditi ekspor ke mancanegara.

b. Memperkenalkan kehidupan sosial budaya dan mengangkat kekhasan masyarakat Lombok melalui ilustrasi yang ditampilkan di sekeliling sisi kemasan.

c. Memperluas jangkauan target pasar dari sekedar produk oleh-oleh yang hanya bisa didapatkan di Lombok, menjadi produk yang dapat diperoleh di pasar modern (supermarket maupun minimarket) di perkotaan.

2. Manfaat Perancangan

Manfaat dilakukannya perancangan kemasan Dodol Rumput Laut Chewydol ini di antaranya adalah:

a. Membuka wawasan dan menambah pengalaman perancang dalam mengangkat kearifan sosial budaya masyarakat daerah ke dalam wujud produk grafis.

b. Meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencintai dan menggemari produk asli Indonesia.

(8)

8 D. Peluang dan Tantangan Studi di Masa Datang

1. Peluang Studi

Dalam prinsip pemasaran dikenal 4 elemen penting dalam strategi pemasaran, yaitu: Product (produk), Price (harga), Place (tempat) dan

Promotion (promosi). Namun demikian, dewasa ini banyak pakar

pemasaran yang menganggap kemasan (Packaging) sebagai P kelima dalam elemen strategi pemasaran. Oleh karena itu studi perancangan kemasan tentu memiliki peluang yang sangat luas di masa depan.

Belum lagi kini kemasan sudah berfungsi sebagai media komunikasi. Kemasan juga dapat berfungsi untuk mengkomunikasikan suatu citra tertentu. Contohnya, produk-produk makanan Jepang. Permen Jepang seringkali lebih enak dilihat daripada rasanya. Mereka berani menggunakan bahan-bahan mahal untuk membungkus produk yang dijual. Walaupun tidak ada pesan apa-apa yang ditulis pada bungkus tersebut, tapi kemasannya mengkomunikasikan suatu citra yang baik. Dengan melihat fenomena tersebut, wajar rasanya jika penulis menyebut bahwa peluang studi kemasan di masa depan sungguh terbuka lebar untuk digali dan dikembangkan lebih luas lagi dalam bentuk inovasi terbaru.

2. Tantangan Studi

Kemasan adalah salah satu bidang dalam Desain Komunikasi Visual yang mempunyai banyak tuntutan khusus karena fungsinya yang langsung berhadapan dengan konsumen, antara lain tuntutan teknis, kreatif, komunikatif dan pemasaran yang harus diwujudkan ke dalam bahasa visual. Sebagai seorang desainer komunikasi visual, hal ini merupakan suatu tantangan karena selain dituntut untuk dapat menyajikan sebuah (desain) kemasan yang estetis, kita juga dituntut untuk memaksimalkan daya tarik kemasan untuk dapat menang dalam

(9)

9 pertarungan untuk menghadapi produk-produk pesaing. Tantangan yang lain adalah klien tidak hanya mengharapkan peningkatan penjualan tetapi juga agar konsumennya tetap setia menggunakan produknya.

E. Relevansi & Konsekuensi Studi

Kemasan merupakan salah satu solusi untuk menarik perhatian konsumen karena berhadapan langsung dengan konsumen. Seiring dengan berkembangnya jaman dan meningkatnya persaingan, fungsi kemasan yang dulunya hanya sebagai wadah atau pelindung berubah menjadi alat jual yang memberikan dan menciptakan citra kepada produk yang dijualnya.

Kemasan merupakan satu bagian dari Desain Komunikasi Visual yang menuntut banyak pertimbangan dalam proses pembuatannya karena selain mempertimbangkan faktor estetis dan fungsionalnya, seorang desainer komunikasi visual yang baik juga harus memikirkan bagaimana kemasan yang didesain itu dapat menarik perhatian konsumen dan memenangkan persaingan pasar. Dengan berkembangnya jumlah produk di pasar ditambah dengan persaingan yang tajam dewasa ini, membuat pasar menjadi sebuah arena di mana setiap produk harus mampu bersaing dengan produk lainnya. Ditambah lagi dengan banyaknya pasar swalayan (self service), menuntut sebuah produk menjadi wiraniaga tan wicara (silent sales person), di mana produk tersebut harus mampu menjual. Faktor-faktor inilah yang menjadi konsekuensi studi bagi desainer yang hendak mengembangkan desain kemasan suatu produk.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini dimaksudkan untuk menyumbangkan pemikiran bagi perkembangan ilmu desain dalam hal ini Desain Komunikasi Visual ditinjau dari sudut pandang semiotika yang melihat

Berangkat dari hal tersebut, Penulis selaku mahasiswa desain komunikasi visual merasa memiliki kewajiban untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan memperkenalkan

Untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi opini perokok dalam merespon label visual peringatan bahaya merokok pada kemasan rokok.. Untuk mengetahui sejauh mana peran

Komunikasi visual adalah komunikasi menggunakan bahasa visual, dimana unsur dasar bahasa visual (yang menjadi kekuatan utama dalam penyampaian pesan) adalah segala sesuatu

Berbagai macam teori yang meliputi tentang logo, branding, packaging, teknologi pengemasan produk, dan Desain Komunikasi Visual yang semuanya digunakan sebagai

Manfaat untuk instansi Universitas Telkom adalah sebagai salah satu kontribusi ilmu dalam Desain Komunikasi Visual dan menjadikan hasil perancangan ini sebagai

Yang membedakan karya desain rancangan ini dengan desain yang sudah ada adalah buku ini berisikan mengenai pembelajaran “Tanggap Bencana Gempabumi”, yang didalamnya berisi

TUGAS AKHIR JUDUL PERANCANGAN KOMUNIKASI VISUAL PROMOSI WISATA KABUPATEN POLEWALI MANDAR Diajukan Untuk Memenuhi Sebagian Persyaratan Guna Memperoleh Gelar Sarjana Desain pada