1 A. Latar Belakang Masalah
Evaluasi adalah suatu elemen penting dalam penyelenggaraan pendidikan kearah yang lebih baik. Evaluasi merupakan bagian internal yang tidak dapat dipisahkan dari pendidikan. Sebagaimana yang dicantumkan dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 57 (ayat 1), evaluasi dalam pendidikan sangatlah penting sebagai pengendalian mutu pendidikan secara nasional sebagai bentuk akuntabilitas penyelenggara pendidikan kepada pihak-pihak yang berkepentingan. Hasil yang diperoleh dari evaluasi dapat dijadikan umpan balik bagi guru dalam memperbaiki dan menyempurnakan program dan kegiatan pembelajaran.
Pentingnya evalusi juga ditandai dengan adanya Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia nomor 53 tahun 2015 tentang penilaian hasil belajar oleh pendidik dan satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan pendidikan menengah dalam pasal 1 ayat 1 menerangkan bahwa penilaian hasil belajar oleh pendidik adalah proses pengumpulan informasi/data tentang capaian pembelajaran peserta didik dalam aspek sikap, aspek pengetahuan, dan aspek keterampilan yang dilakukan secara terencana dan sistematis yang dilakukan untuk memantau proses, kemajuan belajar, dan perbaikan hasil belajar melalui penugasan dan evaluasi hasil belajar.
Berdasarkan pemikiran-pemikiran ini, terlihatlah pentingnya penyelenggaraan kegiatan evaluasi. Oleh karena itu, sudah sepatutnya seorang guru memiliki kemampuan menyelenggarakan evaluasi. Seorang guru akan lebih menguasai kemampuan ini apabila sejak dini atau sejak sebagai calon guru sudah dikenalkan dengan kegiatan evaluasi. Salah satu alat evaluasi itu sendiri adalah tes hasil belajar peserta didik. Tes yang disusun harus memenuhi syarat atau ciri-ciri kualitas tes yang baik. Arikunto (2008:57) mengemukakan: “Sebuah tes yang dapat dikatakan baik sebagai alat pengukur harus memenuhi persyaratan tes, yaitu memiliki: Validitas, Reliabilitas, Objektivitas, Praktikabilitas dan Ekonomis”. Syarat tersebut juga disetujui oleh Sukardi (2011:8) dengan menambahkan: membedakan, norma, fair dan taraf kesukaran, daya beda. Apabila setelah dianalisa tingkat kesukaran, daya pembeda, distaktor, validitas dan reabilitas tersebut baik maka tes tersebut sudah memiliki kualitas tes yang baik dan tinggi. Oleh karena itu tes yang digunakan untuk evaluasi haruslah memenuhi kriteria tes yang baik yaitu: validitas, reliabilitas, Objektivitas, Praktikabilitas dan Ekonomis. Jika tes yang digunakan untuk mengukur hasil belajar siswa harus berkualitas baik dan tinggi, maka perlu diketahui bagaimanakah kualitas soal yang digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik selama ini, apakah sudah sesuai dengan kriteria soal yang baik atau belum.
Kualitas soal yang digunakan untuk mengukur kemampuan peserta didik selama ini masih banyak yang belum memenuhi kriteria tes atau alat evaluasi yang baik. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya soal pilihan
ganda pada mata pelajaran matematika kelas VII SMPN 9 Banda Aceh dengan 40% berkategori sangat rendah, tingkat reliabilitas rendah, 28% soal dengan kategori sukar, dan 24% soal tingkat kesukarannya sangat jelek (Suryawati dan Yulfikar, 2012). Ditemukan juga 9% soal dengan kategori jelek, 6% soal distraktornya tidak efektif pada mata pelajaran matematika kelas VII SMPN Baubau (Amrin dan Busnawir, 2014).
Pada penelitian lain ditemukan 3 butir soal dengan kategori sukar, 4 butir soal dengan validitas sangat rendah, 40% sola distraktornya tidak berfungsi dengan baik pada soal Ujian Nasional mata pelajaran matematika siswa SMPN di Kabupaten Buton Utara tahun 2011/2012 (Aliati dan Ibrahim, 2013). Hal yang sama juga terjadi dan ditemukan oleh Supani dan Farikhah, ditemukan 30% soal tidak valid, 10% soal dengan kategori sukar pada instrument uji coba materi segitiga. Begitupula dengan yang ditemukan oleh Mutmainah (2012) 44% soal tidak valid, 41% soal berkategori jelek. Untuk kualitas soal matematika buatan guru dikota padang juga telah diadakan penelitian oleh dosen Fakultas Tarbiyah dan Keguruan yang mengajar pada jurusan matematika, dimana hasil penelitian untuk kualitas soal matematika tingkat SD/MI se Kota Padang masih kurang dan masih banyak kesalahan dalam pembuatan soal (Eliza dkk, 2013). Adapun penyebab rendahnya kualitas soal pada beberapa penelitian tersebut disebabkan karena soal hannya dibuat oleh satu orang guru, tanpa didiskusikan dengan guru lain yang mengajar mata pelajaran yang sama.
Berdasarkan kualitas soal yang kurang baik tersebut maka guru di Kota Padang mencoba meminimalis peluang terjadinya pembuatan soal yang kurang baik dengan mengadakan pembuatan soal secara bersama-sama dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) matematika Kota Padang. MGMP ini adalah suatu bentuk usaha dari pemerintah dalam penyamarataan pengetahuan setiap guru mata pelajaran disetiap kota, MGMP diadakan dalam waktu satu kali seminggu dan untuk MGMP mata pelajaran matematika diadakan pada setiap hari kamis. Salah satu soal yang dibuat bersama-sama dalam MGMP adalah soal UTS matematika SMPN di Kota Padang. Soal buatan MGMP ini selanjutnya dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Kota Padang. Untuk selanjutnya dapat di gunakan dalam UTS matematika SMPN di Kota Padang.
Berdasarkan keterangan dari seorang guru matematika MGMP Kota Padang, pembuatan soal UTS dilakukan ketika waktu pelaksanaan UTS sudah semakin dekat, pembuatan soal diawali dengan menyepakati Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar yang akan di ujikan pada UTS, dan dilanjutkan dengan pembentukan SKL. Setelah itu barulah guru MGMP merancang soal serta menyediakan kunci jawaban masing-masing soal. Soal hannya divalidasi secara bersama-sama oleh guru MGMP, soal diujikan tanpa dilakukan uji coba sebelum soal di finalisasi sebagai soal UTS. Setelah soal disusun berdasarkan kesepakatan guru MGMP maka soal dikirim ketempat pengetikan yang ditentukan oleh Dinas Pendidikan Kota Padang untuk dicetak dan dikemas langsung agar dapat di sebarkan kepada sekolah.
Untuk mengetahui kualitas soal UTS Matematika buatan guru MGMP penulis akan melakukan analisis terhadap soal matematika buatan guru MGMP, dengan menjadikan SMPN 31 Padang sebagai sampel, dikarenakan SMPN 31 Padang terdapat pada urutan ke delapan di kota padang, sudah terakreditasi A, berstandar nasional. Serta SMPN 31 Padang terpilih sebagai salah satu sekolah yang ditunjuk untuk mengadakan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) secara online oleh dinas pendidikan kota padang, dengan salah satu syarat nilai rapor tiap semester mata pelajaran yang di UN kan tidak boleh di bawah 75 untuk sekolah di kota padang dan 80 untuk sekolah diluar kota padang. Sebagaimana syarat yang ditentukan oleh SMPN 31 Padang dalam penerimaan peserta didik baru yang dapat dilihat pada jadwal penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2016/2017. Hal ini menggambarkan bahwa SMPN 31 Padang hannya menginput siswa dengan kemampuan bagus sehingga outputnya pun peserta didik yang berkemampuan bagus.
Berdasarkan dokumentasi yang penulis dapatkan di SMPN 31 Padang mengenai soal matematika UTS pada tanggal 29 Maret 2017 ada beberapa permasalahan, pada saat dilaksanakan UTS peserta didik tidak dapat memahami maksud dari beberapa soal, sehingga peserta didik bertanya pada guru mengenai maksud dari soal tersebut, ada juga peserta didik yang mempertanyakan soal yang memuat dua buah option yang sama dan soal yang sama sekali tidak memuat kunci jawaban, dan pada akhirnya soal itu dianggap bonus oleh peserta didik, ada juga soal yang menurut peserta didik
mengulang-ulang kata yang sama sehingga membingungkan peserta didik, ada juga soal yang memuat option yang tidak memuat kemungkinan sebagai jawaban soal, hingga peserta didik menjawab soal tersebut dengan menebak yang paling memungkinkan. Dari segi pengetikan soal juga guru menemukan beberapa kesalahan pengetikan soal dan option yang disediakan, yang menyebabkan dicurigai ada soal buatan guru MGMP yang tidak memenuhi kriteria-kriteria tes yang baik.
Dilakukannya analisis terhadap soal UTS matematika buatan guru MGMP ini agar diketahui apakah soal tersebut sudah memenuhi aspek validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran dan daya beda soal serta distraktor sudah efektif atau belum. Sehingga diketahui butir-butir soal yang sudah berkualitas baik, kurang baik dan yang berkualitas jelek pada soal matematika UTS SMPN di kota Padang. Penulis mengharapkan hasil penelitian ini dapat dipergunakan oleh guru MGMP matematika dalam penulisan soal ujian akhir semester (UAS), sehingga kesalahan pada soal matematika UTS tidak terulang pada pembuatan soal UAS dan UTS pada semester selanjutnya. Berdasarkan permasalahan yang penulis temukan ketika UTS matematika kelas VII dilaksanakan dan berdasarkan hasil penelitian peneliti sebelumnya maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang “Analisis Soal Ujian Tengah Semester Matematika Kelas VII Tingkat SMP Negeri di Kota Padang Tahun Ajaran 2016/2017”
B. Identifikasi Masalah
Berdasarkan latar belakang, maka dapat diidentifikasi masalah-masalah berikut:
1. Peserta didik masih bertanya mengenai maksud dari soal.
2. peserta didik menemukan soal yang tidak memuat jawaban yang tepat. 3. peserta didik menemukan soal yang memuat dua buah option yang sama. 4. peserta didik menemukan soal yang memuat option yang tidak memiliki
kemungkinkan sebagai jawaban yang benar.
5. Dicurigai ada soal yang tidak memenuhi kriteria tes yang baik berdasarkan aspek validitas, reliabilitas, tingkat kesukaran, daya beda, dan distraktor soal.
C. Pembatasan Masalah
Mengingat keterbatasan kemampuan, waktu dan dana serta agar terpusatnya penelitian ini peneliti membatasi masalah penelitian ini pada analisis soal matematika UTS kelas VII tingkat SMP Negeri di Kota Padang tahun ajaran 2016/2017, yang dilakukan di SMPN 31 Padang setelah soal jadi oleh guru MGMP matematika di Kota Padang, ditinjau dari beberapa aspek sebagai berikut:
1. Kualitas soal matematika UTS kelas VII tingkat SMP Negeri di Kota Padang tahun ajaran 2016/2017 jika ditinjau dari aspek validitas.
2. Kualitas soal matematika UTS kelas VII tingkat SMP Negeri di Kota Padang tahun ajaran 2016/2017 jika ditinjau dari aspek reliabilitas.
3. Kualitas soal matematika UTS kelas VII tingkat SMP Negeri di Kota Padang tahun ajaran 2016/2017 jika ditinjau dari aspek tingkat kesukaran. 4. Kualitas soal matematika UTS kelas VII tingkat SMP Negeri di Kota
Padang tahun ajaran 2016/2017 jika ditinjau dari aspek daya pembeda. 5. Kualitas soal matematika UTS kelas VII tingkat SMP Negeri di Kota
Padang tahun ajaran 2016/2017 jika ditinjau dari aspek distraktor.
D. Rumusan Masalah
Berdasarkan pembatasan masalah di atas, maka rumusan masalah penelitian ini adalah :
1. Bagaimana kualitas soal matematika UTS kelas VII tingkat SMP Negeri di Kota Padang tahun ajaran 2016/2017 jika ditinjau dari aspek validitas ? 2. Bagaimana kualitas soal matematika UTS kelas VII tingkat SMP Negeri
di Kota Padang tahun ajaran 2016/2017 jika ditinjau dari aspek reliabilitas?
3. Bagaimana kualitas soal matematika UTS kelas VII tingkat SMP Negeri di Kota Padang tahun ajaran 2016/2017 jika ditinjau dari aspek tingkat kesukaran?
4. Bagaimana kualitas soal matematika UTS kelas VII tingkat SMP Negeri di Kota Padang tahun ajaran 2016/2017 jika ditinjau dari aspek daya pembeda?
5. Bagaimana Kualitas soal matematika UTS kelas VII tingkat SMP Negeri di Kota Padang tahun ajaran 2016/2017 jika ditinjau dari aspek distraktor?
E. Tujuan Penelitian
Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah diatas maka penelitian ini bertujuan:
1. Untuk mengetahui kualitas soal matematika UTS kelas VII tingkat SMP Negeri di Kota Padang tahun ajaran 2016/2017 jika ditinjau dari aspek validitas.
2. Untuk mengetahui kualitas soal matematika UTS kelas VII tingkat SMP Negeri di Kota Padang tahun ajaran 2016/2017 jika ditinjau dari aspek reliabilitas.
3. Untuk mengetahui kualitas soal matematika UTS kelas VII tingkat SMP Negeri di Kota Padang tahun ajaran 2016/2017 jika ditinjau dari aspek tingkat kesukaran.
4. Untuk mengetahui kualitas soal matematika UTS kelas VII tingkat SMP Negeri di Kota Padang tahun ajaran 2016/2017 jika ditinjau dari aspek daya pembeda.
5. Untuk mengetahui kualitas soal matematika UTS kelas VII tingkat SMP Negeri di Kota Padang tahun ajaran 2016/2017 jika ditinjau dari aspek distraktor.
F. Manfaat Penelitian
Penelitian ini diharapkan dapat berguna untuk :
1. Penulis, sebagai salah satu bentuk aktualisasi pengetahuan yang diperoleh dalam bidang menganalisis instrument penilaian hasil belajar peserta didik sebagai calon guru.
2. Guru–guru MGMP Padang bidang studi metematika dan guru-guru bidang studi metematika SMP di Kota Padang umunya, guna dapat dijadikan bahan pertimbangan dalam pembuatan soal dimasa yang akan datang, sehingga dapat menyempurnakan kualitas soal yang lebih baik dan sebagai referensi dalam memilih soal.
3. Soal yang sudah dianalisis berkualitas baik dapat dikumpulkan dalam bentuk bank soal sehingga dapat digunakan pada waktu selanjutnya dengan syarat dimodifikasi.