Divisi Statistik Sektor Riil 1
TRIWULAN III-2017
gf
Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) mengindikasikan berlanjutnya ekspansi kegiatan usaha pada triwulan III-2017, meski tidak setinggi triwulan sebelumnya. Hal ini tercermin dari Saldo Bersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha yang positif sebesar 14,32%, lebih rendah jika dibandingkan triwulan II-2017 yang sebesar 17,36%. Secara sektoral, peningkatan kegiatan usaha terindikasi pada seluruh sektor ekonomi, dengan peningkatan terbesar pada sektor jasa-jasa (SBT 3,78%) dan sektor keuangan, real estate & jasa perusahaan (SBT 3,18%). Sementara itu, kinerja sektor industri pengolahan pada triwulan III-2017 juga terindikasi meningkat dengan SBT sebesar 1,76%. Kinerja tersebut sejalan dengan nilai PMI-SKDU triwulan III-2017 yang tercatat mengalami ekspansi dengan indeks sebesar 50,51%, didorong oleh ekspansi indeks volume produksi.
Sejalan dengan peningkatan kegiatan usaha, tingkat penggunaan tenaga kerja pada triwulan III-2017 meningkat dengan SBT sebesar 0,13%, meskipun lebih rendah dibandingkan 4,23% pada triwulan II-2017. Dari sisi keuangan, kondisi likuiditas dan rentabilitas dunia usaha pada triwulan III-2017 tetap baik, dengan akses terhadap kredit perbankan yang relatif lebih mudah.
Pertumbuhan kegiatan usaha pada triwulan IV-2017 diperkirakan tetap positif terindikasi dari SBT sebesar 7,63%. Namun demikian, pertumbuhan kegiatan usaha masih lebih rendah jika dibandingkan 14,32% pada triwulan III -2017. Terbatasnya kegiatan usaha terutama disebabkan oleh kontraksi pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan & perikanan sebagai akibat faktor musiman.
A. Kegiatan Usaha
Kegiatan usaha pada triwulan III-2017 tumbuh tidak setinggi
triwulan sebelumnya sesuai pola historis
. Hal tersebut tercermin dari nilai SaldoBersih Tertimbang (SBT) kegiatan usaha pada triwulan III-2017 sebesar 14,32%, lebih rendah dibandingkan 17,36% pada triwulan II-2017 (Grafik 1). Dirinci menurut sektor lapangan usaha, pada triwulan III 2017, semua sektor ekonomi terindikasi mengalami peningkatan kegiatan usaha. Peningkatan kegiatan usaha tertinggi terjadi pada sektor sektor jasa-jasa (SBT 3,78%, naik dari 3,38% pada triwulan II-2017), diikuti oleh sektor keuangan, real estate & jasa perusahaan (SBT 3,18%, naik dari 3,11% pada triwulan II-2017). Sektor pertambangan yang pada triwulan sebelumnya mencatat kontraksi (SBT -1,63%), pada triwulan laporan mengalami ekspansi (SBT 1,60%).
SURVEI KEGIATAN DUNIA USAHA
Kegiatan usaha pada triwulan IV-2014 melambat
Metodologi
Survei Kegiatan Dunia Usaha (SKDU) merupakan survei triwulanan yang dilaksanakan sejaktriwulan I-1993. Pada triwulan III-2017, jumlah responden SKDU mencapai 3.039 perusahaan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia dan dipilih secara purposive sampling. Secara statistik jumlah sample tersebut memiliki sampling error sebesar 2% pada taraf signifikansi α=5%. Pengumpulan data dilakukan melalui pengisian kuesioner oleh responden baik melalui hardcopy kuesioner maupun s ecara online melalui website. Metode perhitungan dilakukan dengan metode saldo bersih (SB-net balance), yakni dengan menghitung
a, kondisi investasi dilakukan dengan metode Saldo Bersih Tertimbang (SBT - weighted net balance) yang diperoleh dari hasil perkalian saldo bersih sektor/subsektor yang bersangkutan dengan bobot sektor/subsektor yang bersangkutan sebagai penimbangnya. Mulai triwulan I-2014, SKDU dilaksanakan pada bulan terakhir triwulan berjalan (lebih awal satu bulan dari biasanya). Selain itu dilakukan penyempurnaan kuesioner dan pengembangan aplikasi terintegrasi berbasis web. Kegiatan usaha pada triwulan
III-2017 meningkat, meski tidak setinggi periode sebelumnya sesuai pola historis.
Divisi Statistik Sektor Riil 2 Peningkatan kegiatan usaha pada periode laporan juga terindikasi pada sektor perdagangan, hotel & restoran (SBT 1,94%), sektor industri pengolahan (SBT 1,76%) dan sektor pengangkutan & komunikasi (0,72%). Namun demikian, peningkatan kegiatan usaha diketiga sektor tersebut tidak setinggi periode sebelumnya sejalan dengan berakhirnya faktor musiman Ramadhan, Idul Fitri dan liburan tahun ajaran baru yang mendorong peningkatan permintaan pada triwulan II-2017.
Grafik 1. Perkembangan Kegiatan Usaha
Pada triwulan IV-2017, kegiatan dunia usaha diperkirakan terus meningkat meski tidak setinggi pada periode sebelumnya. Hal ini tercermin dari SBT perkiraan kegiatan usaha sebesar 7,63%, lebih rendah dari 14,32% pada triwulan III-2017. Berdasarkan sektor ekonomi, kegiatan usaha pada 6 dari 9 sektor ekonomi diperkirakan masih mengalami peningkatan, terutama pada sektor keuangan, real estate & jasa perusahaan (SBT 2,89%) dan sektor jasa-jasa (SBT 2,59%). Sementara itu, kegiatan usaha pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan & perikanan diperkirakan mengalami kontraksi (SBT -2,26%) seiring dengan berakhirnya musim panen dan pengaruh kondisi cuaca yang kurang mendukung aktivitas pertanian.
B. Kapasitas Produksi
Kapasitas produksi terpakai secara rata-rata menurun. Hasil survei menunjukkan bahwa sejalan dengan pertumbuhan kegiatan usaha yang melambat, rata-rata kapasitas produksi terpakai pada triwulan III-2017 sebesar 75,99%, lebih rendah dibandingkan 77,06% pada triwulan sebelumnya (Grafik 2). Berdasarkan sektor ekonomi, tingkat penggunaan kapasitas produksi paling tinggi terjadi pada sektor listrik, gas dan air bersih (rata-rata sebesar 81,21%). Di sisi lain, penggunaan kapasitas produksi paling rendah terjadi pada sektor pertambangan & penggalian (rata-rata sebesar 73,73%).
Kegiatan usaha pada triwulan IV-2017 diperkirakan tetap tumbuh meski tidak setinggi periode sebelumnya.
Utilisasi kapasitas produksi secara rata-rata lebih rendah dibandingkan periode sebelumnya.
Divisi Statistik Sektor Riil 3 Grafik 2. Perkembangan Kapasitas Utilisasi
C. Kondisi Keuangan dan Akses Kredit
Kinerja keuangan perusahaan pada triwulan III-2017 secara umum membaik. Hal tersebut terkonfirmasi dari Saldo Bersih (SB) kondisi likuiditas perusahaan sebesar 37,86 %, meningkat dari SB 37,69 % pada periode sebelumnya. Sebagian besar responden SKDU (54,46%) menjawab kondisi likuiditas perusahaan pada triwulan III-2017 masih cukup baik. Sementara itu, sebesar 41,70% responden menjawab kondisi likuiditas pada triwulan II-2017 lebih baik dibandingkan periode sebelumnya, dan hanya 3,84% responden yang mengkonfirmasi kondisi likuiditas yang lebih buruk dibandingkan periode sebelumnya.
Dari sisi kemampuan perusahaan untuk mencetak laba (rentabilitas), hasil survei mencatat SB kondisi rentabilitas perusahaan pada triwulan III-2017 sebesar 41,41%, meningkat dari SB 41,25% pada periode sebelumnya. Sebanyak 52,77% responden menjawab kondisi rentabilitas perusahaan pada triwulan III-2017 masih cukup baik. Sementara itu, sebesar 44,32% responden menjawab kondisi rentabilitas pada triwulan III-2017 lebih baik dibandingkan periode sebelumnya, dan hanya 2,91% responden yang mengkonfirmasi kondisi rentabilitas yang lebih buruk dibandingkan periode sebelumnya.
Sementara untuk akses kredit perbankan, hasil SKDU triwulan III-2017 menunjukkan bahwa kemudahan terhadap akses kredit perbankan secara umum masih normal. SB akses kredit selama 3 (tiga) bulan terakhir sebesar 8,72%, meningkat dari 7,41% pada periode sebelumnya. Sejalan dengan kondisi keuangan perusahaan yang relatif terjaga, sebagian besar (69,06%) responden mengkonfirmasi bahwa akses kredit perbankan pada triwulan III-2017 berada pada kondisi normal. Sementara itu, sebesar 19,83% responden menjawab akses kredit perbankan pada triwulan III-2017 lebih mudah, dan sebesar 11,11% responden menilai akses kredit perbankan pada triwulan III-2017 lebih sulit dibandingkan periode sebelumnya.
Kondisi likuiditas dan rentabilitas perusahaan pada triwulan III-2017 masih cukup baik, dengan akses kredit terhadap kredit perbankan yang relatif lebih mudah.
Divisi Statistik Sektor Riil 4
D. Tenaga Kerja
Sejalan dengan peningkatan kegiatan usaha, peningkatan penggunaan tenaga kerja pada triwulan III-2017 lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal tersebut tercermin dari SBT penggunaan tenaga kerja triwulan III-2017 sebesar 0,13%, menurun dari 4,23% pada triwulan II-III-2017. Berdasarkan sektor ekonomi, peningkatan penggunaan tenaga kerja terutama terjadi pada sektor pertambangan dan penggalian (SBT 0,91%), diikuti oleh sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan (SBT 0,72%), dan sektor jasa-jasa (SBT 0,33%).
Grafik 3. Perkembangan Penggunaan Tenaga Kerja
Pada triwulan IV-2017, penggunaan tenaga kerja diindikasi tumbuh meskipun lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya. Hal ini sebagaimana terindikasi dari SBT sebesar 0,09%, lebih rendah dari SBT 0,13% pada periode sebelumnya. Peningkatan jumlah tenaga kerja terutama diperkirakan terjadi pada sektor keuangan, real estate dan jasa perusahaan (SBT 0,72%) dan sektor pengangkutan dan komunikasi (SBT 0,62%). Sementara itu, penurunan tingkat penggunaan tenaga kerja diperkirakan terjadi pada sektor industri pengolahan sebagaimana (SBT -0,75%), sektor perdagangan, hotel & restoran (SBT -0,47%), sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan & perikanan (SBT -0,39%) dan sektor pertambangan & penggalian (SBT -0,14).
E. Harga Jual
Tekanan harga jual pada triwulan III-2017 terindikasi meningkat dengan nilai SBT sebesar 12,03%, lebih tinggi dibandingkan 9,92% pada periode sebelumnya. Peningkatan harga jual terutama terjadi pada sektor perdagangan, hotel dan restoran sebagaimana terindikasi oleh SBT sebesar 2,83%, diikuti oleh sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan & perikanan (SBT 2,25%) dan sektor pertambangan & penggalian (SBT 2,13%). Secara umum responden berpendapat peningkatan harga jual terutama disebabkan oleh kenaikan biaya bahan baku. Tekanan kenaikan harga
jual berada pada kecenderungan meningkat. Peningkatan penggunaan tenaga kerja pada triwulan III-2017 lebih rendah dibandingkan triwulan sebelumnya.
Divisi Statistik Sektor Riil 5 Grafik 4. Perkembangan Harga Jual
Tekanan kenaikan harga jual diperkirakan berlanjut pada triwulan IV-2017 dengan SBT sebesar 12,84%. Peningkatan harga jual terutama diperkirakan terjadi pada sektor perdagangan, hotel & restoran (SBT 3,68%), sektor industri pengolahan (SBT 3,49%) dan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan & perikanan (SBT 2,42%). Secara umum, responden mengkonfirmasi tekanan kenaikan harga bahan baku, biaya energi, perkembangan tingkat suku bunga dan kurs sebagai faktor yang mendorong kenaikan harga jual pada triwulan IV-2017.
F. Inflasi
Secara rata-rata, responden memperkirakan inflasi pada tahun 2017 sebesar 3,24% (yoy) atau lebih tinggi dibandingkan realisasi inflasi 2016 (3,02%, yoy), namun masih berada dalam rentang sasaran inflasi 2017 sebesar 4,0% ± 1%.
Berdasarkan sektor ekonomi, perkiraan tingkat inflasi paling tinggi ditunjukkan oleh responden di sektor jasa-jasa dan sektor konstruksi yaitu secara rata-rata masing-masing sebesar 4,03% (yoy) dan 3,67% (yoy).
G. Investasi
Kegiatan investasi dunia usaha pada triwulan III-2017 terindikasi meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Hal itu tercermin dari SBT realisasi investasi pada triwulan III-2017 sebesar 10,66%, sedikit lebih tinggi dibandingkan 10,58% pada triwulan sebelumnya. Berdasarkan sektor lapangan usaha, peningkatan kegiatan investasi terjadi pada sektor keuangan, real estate & jasa perusahaan dan sektor jasa-jasa dengan SBT masing-masing sebesar 2,02% dan 1,97% (Lampiran Tabel 7).
Pertumbuhan investasi dunia usaha diperkirakan terus meningkat pada triwulan 2017. Kondisi ini diindikasikan oleh SBT perkiraan investasi triwulan IV-2017 yang meningkat menjadi sebesar 11,86%. Berdasarkan sektor lapangan usaha, peningkatan kegiatan investasi terjadi pada sektor keuangan, real estate & jasa Responden memperkirakan
inflasi 2017 sebesar 3,24%.
Kegiatan investasi dunia usaha pada triwulan III-2017 terindikasi meningkat.
Divisi Statistik Sektor Riil 6 perusahaan dan sektor jasa-jasa dengan SBT masing-masing sebesar 2,28% dan 2,09%.
H. PMI - SKDU*
Pada triwulan III-2017, sektor industri pengolahan diperkirakan akan mengalami ekspansi, meskipun lebih rendah dibandingkan triwulan II-2017. Hal ini sebagaimana terindikasi dari nilai PMI-SKDU dengan indeks sebesar 50,51%, lebih rendah dibandingkan 51,68% pada triwulan II-2017 (Grafik 5). Kondisi ini sejalan dengan perlambatan kegiatan usaha pada sektor industri pengolahan yang diindikasikan oleh SBT triwulan III-2017 sebesar 1,76%, lebih rendah dibandingkan SBT kegiatan usaha industri pengolahan pada triwulan II-2017 sebesar 3,81%.
Berdasarkan komponen pembentuk PMI-SKDU, kinerja industri pengolahan pada triwulan III-2017 didorong oleh ekspansi indeks volume produksi (54,78%), sementara itu kontraksi terjadi pada 4 (empat) komponen indeks lainnya, dengan kontraksi terdalam pada indeks jumlah tenaga kerja (48,29%) dan indeks volume persediaan barang jadi (48,64%).
Pada triwulan IV-2017, kinerja industri pengolahan diperkirakan mengalami kontraksi. Hal ini sebagaimana terindikasi dari PMI-SKDU yang berada pada fase kontraksi sebesar 49,93%. Kontraksi kinerja sektor industri pengolahan ini sejalan dengan perkembangan kegiatan usaha pada triwulan IV-2017 yang menurun (SBT -0,04%). Berdasarkan komponen pembentuknya, kontraksi sektor industri pengolahan terutama disebabkan oleh kontraksi indeks kecepatan penerimaan barang input (SBT 49,07%) indeks jumlah tenaga kerja (49,53%) dan indeks persediaan barang jadi (49,69%).
Grafik 5. PMI - SKDU PMI-SKDU mengindikasikan
ekspansi sektor industri pengolahan pada triwulan
III-2017, meski lebih rendah dibandingkan triwulan
II-2017.
*) PMI-SKDU merupakan sebuah komposit indikator yang dibuat untuk menyediakan gambaran umum mengenai kondisi sektor industri di Indonesia. PMI-SKDU merupakan indeks komposit yang diperoleh dari lima indeks yaitu volume pesanan barang input, volume produksi (output), ketenagakerjaan, waktu pengiriman dari pemasok, dan inventori. Hasil perhitungan PMI-SKDU merupakan hasil pre-assesment dari benchmarking Purchasing Managers Index (PMI) yang telah dilakukan beberapa negara. Index diatas 50 memberikan signal ekspansi usaha sedangkan dibawah 50 memberikan signal adanya kontraksi.
Divisi Statistik Sektor Riil 7
Grafik 6.
Indikator Pembentuk PMI-SKDU
Persentase Jawaban Triwulan III-2017
Indeks Volume Pesanan
Indeks Penerimaan Pesanan Barang Input Indeks Persediaan Barang Jadi
Divisi Statistik Sektor Riil 8
I.
PERKEMBANGAN UPAH/GAJI
Secara umum, tingkat upah/gaji pegawai pada semester II-2017 relatif sama dibandingkan semester sebelumnya. Hal ini terindikasi dari sebesar 79,80% responden yang mengkonfirmasi tingkat upah/gaji pegawai pada semester II-2017 tetap dibandingkan semester I-2017. Sementara itu sebesar 19,23% responden mengkonfirmasi bahwa tingkat upah/gaji pegawai pada semester II-2017 lebih tinggi dibandingkan semester I-2017, dan sebesar 0,97% responden mengkonfirmasi tingkat upah/gaji pada semester II-2017 lebih rendah dibandingkan semester sebelumnya. Berdasarkan sektor ekonomi, kenaikan upah/gaji pegawai pada semester II-2017 paling tinggi terindikasi di sektor keuangan, real estate & jasa perusahaan (SB 29,67%), diikuti oleh sektor pengangkutan & komunikasi (SB 20,61%) dan sektor industri pengolahan (SB 20,52%).
Secara rata-rata, upah/gaji pegawai dengan level setingkat mandor/supervisor pada semester II-2017 sebesar Rp 4,2 juta per bulan. Sementara itu, untuk pegawai dengan level di bawah mandor/supervisor seb esar Rp 2,7 juta per bulan. Tingkat upah upah/gaji pegawai setingkat maupun di bawah mandor/supervisor tersebut relatif
stabil jika dibandingkan dengan periode semester I-2017. Berdasarkan sektor
ekonomi, tingkat upah/gaji rata-rata paling tinggi terdapat pada sektor keuangan, real estate & jasa perusahaan yaitu sebesar Rp5,3 juta per bulan untuk pegawai setingkat mandor/supervisor. Sementara untuk pegawai dengan level di bawah mandor/supervisor, upah/gaji rata-rata paling tinggi terdapat pada sektor listrik, gas & air bersih sebesar Rp3,3 juta per bulan.
Pada semester I-2018,
responden memperkirakan kenaikan upah/gaji pegawai secara umum
sebesar 7,97% (Tabel 9).
Berdasarkan sektor ekonomi,
rencana kenaikan upah/gaji pegawai pada semester I-2018 paling tinggi terdapat pada sektor jasa-jasa yaitu secara rata-rata sebesar 10,69%,
Indeks Tenaga Kerja
Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan 8.09%
Pertambangan dan Penggalian 4.17%
Industri Pengolahan 7.16%
Listrik, Gas dan Air Bersih 7.36%
Bangunan 8.08%
Perdagangan, Hotel dan Restoran 9.29%
Pengangkutan dan Komunikasi 8.61%
Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan 8.29%
Jasa-jasa 10.69%
Rata-rata 7.97%
Perkiraan Kenaikan Upah/Gaji pada Semester I-2018
S E K T O R Semester
Divisi Statistik Sektor Riil 9 diikuti oleh sektor perdagangan, hotel & restoran (rata-rata sebesar 9,29%) dan sektor pengangkutan & komunikasi (rata-rata sebesar 8,61%). Menurut responden, kebijakan penyesuaian upah/gaji pegawai antara lain mengacu pada kebijakan UMP (dikonfirmasi oleh 34,87% responden) dengan mempertimbangkan produktivitas pekerja dan prospek kegiatan usaha.
J. PERKEMBANGAN MARGIN USAHA
Perolehan margin usaha pada semester II-2017 secara rata-rata diperkirakan sebesar 19,28%, lebih tinggi dari 18,50% sebagaimana diperkirakan pada semester I-2017. Berdasarkan sektor ekonomi, perolehan margin usaha rata-rata paling tinggi diperkirakan terjadi pada sektor pengangkutan & komunikasi sebesar 20,92%, diikuti oleh sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan & perikanan (rata-rata sebesar 20,76%) dan sektor perdagangan, hotel & restoran (rata-rata sebesar 20,45%).
Responden mengkonfirmasi bahwa perolehan margin usaha pada semester
II-2017 masih berada di atas level margin minimal yang dapat mengganggu kegiatan usaha yaitu secara rata-rata sebesar 12,73%. Berdasarkan sektor ekonomi, selisih positif perolehan margin usaha dengan level margin minimal paling tinggi terdapat pada sektor jasa-jasa yaitu sebesar 9,19%, diikuti oleh sektor pengangkutan & komunikasi (7,76%) dan sektor pertanian, perkebunan, peternakan, kehutanan & perikanan sebesar 7,47%.
Divisi Statistik Sektor Riil 10 Tabel 1. Perkembangan Realisasi dan Perkiraan Kegiatan Usaha
(Saldo Bersih Tertimbang SBT)
Ket: * Angka perkiraan
Tabel 2. Perkembangan Kapasitas Produksi Terpakai (Persentase)
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV*
Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan & Perikanan 2.14 2.10 0.81 1.63 1.94 1.12 -0.17 -0.70 1.03 2.38 1.75 -4.07 1.98 1.57 0.40 -2.26 Pertambangan dan Penggalian -3.38 1.03 -3.30 -1.76 -1.12 -1.03 -0.34 -1.18 -1.30 1.69 0.44 -1.82 -2.14 -1.63 1.60 1.44
Industri Pengolahan -2.65 3.39 1.36 1.76 -0.72 1.91 -0.84 -0.34 -0.77 3.41 1.09 1.44 -0.58 3.81 1.76 -0.04
Listrik, Gas dan Air Bersih 0.19 0.28 0.26 0.25 0.20 0.26 0.19 0.19 0.17 0.24 0.25 0.28 0.38 0.31 0.26 0.26
Konstruksi -0.67 0.42 1.03 0.57 -0.16 0.37 0.22 0.22 0.59 0.20 0.90 0.88 -0.35 0.68 0.67 1.02
Perdagangan, Hotel dan Restoran -0.19 4.04 4.02 2.44 -0.35 0.47 -0.54 0.10 -0.48 3.69 1.64 0.75 -0.99 4.32 1.94 -0.24
Pengangkutan dan Komunikasi -0.11 1.19 1.46 0.78 0.34 3.16 2.04 1.52 2.10 1.87 1.11 0.95 0.32 1.81 0.72 1.95
Keuangan, Real estate dan Jasa Perusahaan 2.47 3.65 3.29 3.39 2.53 2.92 1.93 2.10 1.77 2.58 2.45 2.47 2.31 3.11 3.18 2.89
J a s a - j a s a 4.32 4.96 2.33 2.07 2.18 2.72 2.57 1.10 2.69 2.34 3.58 2.26 3.87 3.38 3.78 2.59
T O T A L 2.11 21.05 11.25 11.13 4.83 11.90 5.06 3.02 5.80 18.40 13.20 3.13 4.80 17.36 14.32 7.63
2015 2016 2017
S E K T O R 2014
I II III IV I II III IV I II III IV I II III
PERTANIAN, PETERNAKAN, KEHUTANAN DAN PERIKANAN 79.48 75.94 78.29 81.76 71.74 79.15 78.74 76.76 78.21 77.12 77.63 75.65 74.84 77.01 74.48 - Tanaman Bahan Makanan 84.18 81.45 80.43 82.91 80.77 83.60 82.24 77.74 82.39 82.94 79.48 79.48 76.81 81.66 77.00
- Tanaman Perkebunan 77.75 77.40 80.58 81.65 73.26 78.60 77.73 75.06 75.12 74.27 73.09 73.09 78.51 77.41 74.10
- Peternakan dan Hasil-Hasilnya 84.74 77.13 77.13 81.29 79.27 86.74 82.76 80.34 86.81 82.29 80.11 76.50 72.41 73.97 76.75
- Kehutanan 80.35 65.92 76.21 81.60 63.64 78.89 76.55 76.18 78.57 75.26 78.83 78.83 78.31 76.00 71.21
- Perikanan 70.39 77.82 77.11 81.33 61.75 67.93 74.44 74.50 68.16 70.85 76.63 70.37 71.08 76.02 73.34
PERTAMBANGAN DAN PENGGALIAN 70.79 76.91 83.02 79.01 69.68 77.41 72.68 72.82 69.56 78.03 77.08 73.06 74.52 75.04 73.73
INDUSTRI PENGOLAHAN 74.21 77.37 74.65 76.70 74.33 75.89 68.46 70.47 71.23 70.33 73.15 74.59 74.02 75.65 74.53
- Makanan, Minuman dan Tembakau 74.66 77.83 75.06 79.37 75.54 77.35 73.80 76.64 75.92 77.43 75.30 76.58 75.15 76.84 74.13 - Tekstil, Brg Kulit & Alas Kaki 77.66 80.95 77.27 76.78 77.38 80.68 76.61 78.15 78.51 79.84 75.50 79.81 78.30 78.68 78.66 - Barang Kayu & Hasil Hutan Lainnya 70.00 72.23 72.38 71.23 72.57 75.77 69.77 75.94 70.47 74.24 73.34 76.61 74.05 77.49 75.36 - Kertas dan Barang Cetakan 68.57 73.61 76.59 83.91 74.96 76.75 79.50 78.45 72.58 80.06 72.97 72.97 69.37 75.74 74.97 - Pupuk, Kimia & Barang dari Karet 77.22 75.16 76.17 78.52 74.74 78.63 78.59 76.35 73.32 72.83 77.81 77.81 75.84 74.30 75.63 - Semen & Barang Galian Non Logam 83.14 69.38 71.73 74.55 76.16 80.41 85.39 87.29 75.21 77.50 77.11 69.90 73.26 73.17 73.50 - Logam Dasar Besi dan Baja 68.54 74.16 71.49 74.47 66.88 72.60 64.29 69.29 64.59 65.53 62.55 69.43 68.87 73.79 75.16 - Alat Angkut, Mesin & Peralatannya 72.41 77.70 76.11 72.11 73.72 64.26 71.26 68.42 65.52 68.78 68.42 71.55 76.04 74.00 69.67
- Barang Lainnya 72.15 75.72 75.02 79.33 76.98 76.55 75.41 79.12 76.18 77.12 75.31 76.62 75.34 76.86 73.69
LISTRIK, GAS DAN AIR BERSIH 77.67 77.67 76.75 81.65 76.51 78.84 81.56 80.88 83.98 82.56 76.98 81.81 83.70 80.53 81.21
75.54 76.97 78.18 79.78 73.06 77.82 75.36 75.23 75.75 77.01 76.21 76.28 76.92 77.06 75.99
2015
2014 2016 2017
T O T A L
Divisi Statistik Sektor Riil 11 Tabel 3. Perkembangan Indikator Lainnya
(Persentase)
Tabel 4. Perkembangan Realisasi dan Perkiraan Penggunaan Tenaga Kerja (Persentase Saldo Bersih Tertimbang SBT)
Ket: * Angka perkiraan
Tabel 5. Perkembangan Realisasi dan Perkiraan Harga Jual (Persentase Saldo Bersih Tertimbang SBT)
Ket: * Angka perkiraan
I II III IV I II III IV I II III IV I II III
Kondisi keuangan selama 3 bulan terakhir :
- Likuiditas
Baik 44.47 43.17 32.64 28.35 26.08 38.22 26.64 34.60 39.34 40.89 38.94 40.89 41.19 41.75 41.70
Cukup 52.18 54.17 63.60 66.75 63.37 56.46 64.86 60.49 56.07 55.87 57.25 55.56 53.37 54.19 54.46
Buruk 3.35 2.66 3.77 4.91 10.56 5.32 8.51 4.91 4.59 3.24 3.80 3.55 5.44 4.06 3.84
Saldo Bersih (% Baik - % Buruk) 41.12 40.52 28.87 23.44 15.52 32.90 18.13 29.70 34.75 37.66 35.14 37.35 35.75 37.69 37.86
- Rentabilitas
Baik 42.78 40.66 31.31 26.60 24.51 36.34 24.99 34.11 36.74 41.96 40.19 40.65 42.86 44.11 44.32
Cukup 54.10 56.72 64.47 68.53 65.23 58.26 66.75 60.77 58.40 55.04 56.18 56.05 52.41 53.03 52.77
Buruk 3.12 2.62 4.22 4.87 10.26 5.40 8.26 5.12 4.86 3.00 3.64 3.30 4.73 2.86 2.91
Saldo Bersih (% Baik - % Buruk) 39.66 38.04 27.09 21.74 14.25 30.95 16.73 28.99 31.88 38.96 36.55 37.35 38.13 41.25 41.41
Akses kredit selama 3 bulan terakhir :
Mudah 22.49 20.56 17.96 19.87 19.65 22.10 17.08 19.53 24.21 22.51 21.56 21.61 23.58 19.53 19.83
Normal 60.73 63.24 65.63 64.06 62.95 62.00 63.18 62.94 58.35 63.18 65.34 63.86 63.13 68.35 69.06
Sulit 16.78 16.20 16.41 16.07 17.40 15.90 19.73 17.53 17.44 14.31 13.10 14.53 13.28 12.12 11.11
Saldo Bersih (% Mudah - % Sulit) 5.71 4.36 1.55 3.81 2.26 6.20 -2.65 2.00 6.77 8.20 8.45 7.07 10.30 7.41 8.72
2015 2016
2014 2017
K E T E R A N G A N
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV*
Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan & Perikanan 0.21 0.53 0.19 0.26 0.48 -0.34 -0.11 -0.22 0.90 0.48 -0.31 -0.67 0.06 0.09 -0.35 -0.39 Pertambangan dan Penggalian 0.25 -0.22 0.21 -1.79 -2.24 -1.33 -1.34 -1.24 0.25 -0.86 -1.12 -1.76 0.15 -0.13 0.91 -0.14
Industri Pengolahan -2.08 0.13 0.01 -0.85 -0.11 -0.99 -0.90 -1.86 -1.95 -0.02 -1.35 -0.94 -0.49 0.90 -0.87 -0.75
Listrik, Gas dan Air Bersih -0.12 -0.02 0.05 -0.06 -0.03 0.01 0.01 -0.03 -0.01 0.13 0.02 0.07 0.06 0.09 0.10 0.10
Konstruksi -0.07 0.04 0.00 0.06 -0.33 0.29 0.09 0.29 0.23 0.16 0.35 0.22 -0.42 0.00 0.09 0.09
Perdagangan, Hotel dan Restoran 0.45 0.54 0.18 0.24 -0.96 -0.01 -0.57 0.00 -0.55 0.86 -0.65 0.08 -0.08 0.87 -0.76 -0.47
Pengangkutan dan Komunikasi 0.09 0.15 0.48 0.36 0.25 1.00 -0.26 0.11 0.33 0.04 0.18 0.22 0.03 0.16 -0.05 0.62
Keuangan, Real estate dan Jasa Perusahaan 2.29 1.79 1.60 1.45 1.21 1.39 0.84 0.80 0.97 0.99 0.38 0.68 1.18 0.87 0.72 0.72
J a s a - j a s a 0.58 -0.06 -0.11 0.26 -0.42 0.70 0.49 0.20 1.77 0.54 0.64 0.18 0.76 1.38 0.33 0.32
T O T A L 1.58 2.90 2.62 -0.07 -2.15 0.73 -1.75 -1.94 1.94 2.32 -1.85 -1.93 1.25 4.23 0.13 0.09
2015
SEKTOR 2014 2016 2017
I II III IV I II III IV I II III IV I II III IV*
Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan & Perikanan 2.91 4.08 3.04 6.62 4.50 4.97 5.46 4.41 2.19 2.95 2.63 2.61 1.26 0.66 2.25 2.42
Pertambangan dan Penggalian 1.25 3.77 -0.95 0.22 -0.68 -1.57 -0.59 -0.37 0.54 1.59 1.26 2.51 -1.63 0.39 2.13 0.20
Industri Pengolahan 7.07 5.53 3.88 4.96 3.03 3.25 1.71 1.30 4.19 3.35 1.66 1.80 3.17 2.84 2.09 3.49
Listrik, Gas dan Air Bersih 0.20 0.16 0.33 0.28 0.29 0.25 0.16 0.20 0.07 0.17 0.12 0.26 0.29 0.30 0.22 0.19
Konstruksi 1.45 0.88 1.58 2.25 1.68 1.57 1.54 1.52 1.37 0.82 1.67 0.71 0.95 1.04 0.78 1.05
Perdagangan, Hotel dan Restoran 4.99 5.03 4.61 6.45 4.83 5.14 5.29 4.62 4.20 3.42 3.17 2.71 4.71 2.97 2.83 3.68
Pengangkutan dan Komunikasi 0.63 0.84 0.87 1.89 0.94 1.03 0.87 0.69 0.30 0.59 0.50 0.44 0.49 0.78 0.34 0.65
Keuangan, Real estate dan Jasa Perusahaan 2.27 1.27 1.94 1.88 1.29 1.09 0.82 0.97 0.08 -1.27 -0.48 -0.13 -0.04 0.17 0.04 0.09
J a s a - j a s a 2.10 0.48 0.85 1.80 1.15 1.57 1.45 0.65 1.53 1.19 1.37 0.43 0.82 0.78 1.34 1.07
T O T A L 22.86 22.03 16.15 26.36 17.04 17.30 16.72 14.00 14.48 12.81 11.90 11.35 10.03 9.92 12.03 12.84
2016
2014 2015 2017
Divisi Statistik Sektor Riil 12 Tabel 6. Perkiraan Inflasi Tahunan
(% yoy)
Tabel 7. Realisasi Investasi
(Persentase Saldo Bersih Tertimbang SBT)
Ket: * Angka perkiraan
Survei TW I-15 Survei TW II-15 Survei TW III-15 Survei TW IV-15 Survei TW I-16 Survei TW II-16 Survei TW III-16 Survei TW IV-16 Survei TW I-17 Survei TW II-17 Survei TW III-17
Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan 6.17 4.34 4.12 3.40 3.43 3.66 3.61 3.46 3.58 3.63 3.58
Pertambangan 5.81 4.55 4.44 3.63 3.54 3.63 3.77 3.54 3.53 3.15 3.21
Industri Pengolahan 6.29 4.51 4.23 3.60 3.41 3.73 3.58 3.48 3.49 3.56 3.59
Listrik, Gas dan Air Bersih 6.06 4.27 3.91 3.54 3.61 3.42 3.53 3.23 3.50 3.54 2.29
Bangunan 6.27 4.31 4.45 3.65 3.65 3.47 3.65 3.47 3.60 3.46 3.67
Perdagangan, Hotel dan Restoran 6.20 4.42 4.36 3.45 3.59 3.63 3.51 3.45 3.54 3.56 3.62
Pengangkutan dan Komunikasi 6.26 4.44 4.31 3.46 3.47 3.71 3.56 3.33 3.51 3.50 1.67
Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan 6.31 4.60 4.59 3.74 3.71 3.64 3.64 3.60 3.69 3.63 3.47
Jasa-jasa 6.37 4.29 4.12 3.21 3.52 3.64 3.49 3.28 3.39 3.55 4.03 6.19 4.42 4.28 3.52 3.55 3.61 3.59 3.43 3.54 3.51 3.24 PERKIRAAN INFLASI 2015 4,0 ± 1 4,0 ± 1 PERKIRAAN INFLASI 2017 4,0 ± 1 PERKIRAAN INFLASI 2016 S E K T O R TOTAL Sasaran Inflasi Tahunan
I II III IV I II III IV I II III IV*
Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan & Perikanan 2.03 0.93 1.25 1.26 0.99 1.58 0.51 1.08 0.67 1.15 0.82 1.20
Pertambangan dan Penggalian 1.34 0.94 0.71 0.23 -0.48 1.79 -0.02 0.06 -0.89 1.29 1.94 1.44
Industri Pengolahan 1.69 0.56 0.16 -0.02 -0.64 1.00 0.95 2.44 -0.21 1.36 1.31 1.48
Listrik, Gas dan Air Bersih 0.10 0.22 0.18 0.13 0.12 0.22 0.21 0.20 0.29 0.29 0.24 0.19
Konstruksi 0.46 0.49 0.47 0.49 0.03 0.46 0.83 0.54 0.58 0.49 0.32 0.48
Perdagangan, Hotel dan Restoran 1.01 1.80 0.94 1.33 1.08 1.83 1.42 1.76 1.82 1.88 1.30 1.75
Pengangkutan dan Komunikasi 0.79 0.81 0.77 1.04 0.69 0.78 0.77 0.92 1.15 0.71 0.74 0.94
Keuangan, Real estate dan Jasa Perusahaan 2.28 2.23 1.45 2.61 2.24 1.83 1.90 2.24 1.82 2.28 2.02 2.28
J a s a - j a s a 1.23 1.61 0.79 1.38 2.07 1.34 1.34 1.64 1.99 1.13 1.97 2.09
T O T A L 10.93 9.60 6.71 8.44 6.10 10.82 7.92 10.88 7.21 10.58 10.66 11.86
2016
Divisi Statistik Sektor Riil 13 Tabel 8. PMI - SKDU
Tabel 9. Perkembangan Upah Rata-rata (%, SB) Volume produksi Volume total pesanan
Penerimaan barang pesanan input Volume persediaan barang jadi Total Jumlah Karyawan 2011 I 49.11 46.18 46.67 48.70 46.42 47.28 II 56.35 49.91 48.43 49.48 50.61 51.40 III 54.21 50.51 47.98 49.58 48.91 50.64 IV 53.89 51.07 47.18 48.44 49.22 50.56 2012 I 51.15 47.51 47.07 47.96 49.73 48.85 II 59.64 51.39 47.57 50.26 51.65 52.82 III 50.00 48.86 47.36 50.26 49.47 49.18 IV 54.51 49.08 46.78 49.54 46.69 49.66 2013 I 50.18 45.41 45.76 48.23 46.64 47.18 II 59.86 50.10 48.51 50.80 50.10 52.37 III 51.12 49.23 47.41 48.97 47.07 48.97 IV 57.99 55.17 47.37 50.66 48.87 52.99 2014 I 49.83 46.66 48.63 49.74 49.40 48.60 II 59.80 50.00 48.47 51.38 50.38 52.43 III 52.78 47.29 48.24 50.37 48.98 49.45 IV 53.25 45.93 47.20 49.73 48.73 48.89 2015 I 41.89 45.08 45.12 49.87 46.04 44.96 II 60.03 44.96 47.75 50.39 47.91 50.28 III 46.32 45.94 46.32 49.34 46.10 46.46 IV 52.64 45.11 47.67 49.02 47.44 48.23 2016 I 47.20 45.21 47.35 49.04 46.61 46.69 II 59.08 50.22 48.39 52.42 50.22 52.38 III 52.39 47.01 48.28 48.95 47.01 48.74 IV 55.12 51.04 48.64 48.08 48.56 50.91 2017 I 47.70 48.17 48.31 49.16 48.62 47.93 II 57.53 48.23 49.41 50.74 51.70 51.68 III 54.78 49.79 49.07 48.64 48.29 50.51 IV* 51.01 49.79 49.07 49.69 49.53 49.93 Periode
Komponen PMI - SKDU
Divisi Statistik Sektor Riil 14 Tabel 10. Tingkat Upah/Gaji Rata-rata (Rp)
Tabel 11. Perkembangan Margin Usaha
Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan 19.46% 13.32% 20.43% 14.49% 20.48% 14.24% 20.76% 13.29%
Pertambangan 21.94% 19.22% 21.81% 16.47% 17.26% 8.99% 19.10% 11.86%
Industri Pengolahan 16.92% 11.48% 14.69% 11.21% 19.34% 13.13% 15.07% 11.54%
Listrik, Gas dan Air Bersih 17.81% 16.75% 17.34% 13.78% 15.62% 11.56% 15.10% 12.41%
Bangunan 17.33% 12.18% 18.90% 12.22% 15.90% 9.77% 19.27% 12.81%
Perdagangan, Hotel dan Restoran 19.87% 13.89% 20.49% 13.81% 19.86% 12.93% 20.45% 14.01%
Pengangkutan dan Komunikasi 20.86% 11.72% 18.61% 11.38% 23.51% 14.03% 20.92% 13.16%
Keuangan, Persewaan dan Jasa Perusahaan 16.99% 11.36% 16.53% 10.16% 16.72% 10.02% 16.98% 11.42%
Jasa-jasa 19.26% 13.81% 19.80% 14.42% 17.83% 10.11% 20.36% 11.17%
Rata-rata 18.94% 13.75% 18.73% 13.10% 18.50% 11.64% 19.28% 12.73%
Semester I-2016 Semester II-2016 Semester I-2017 Semester II-2017
S E K T O R Margin Minimum yg Tidak Mengganggu Kegiatan Usaha Margin Minimum yg Tidak Mengganggu Kegiatan Usaha Perkiraan Margin Usaha Margin Minimum yg Tidak Mengganggu Kegiatan Usaha Perkiraan Margin Usaha Margin Minimum yg Tidak Mengganggu Kegiatan Usaha Perkiraan Margin Usaha Perkiraan Margin Usaha