• Tidak ada hasil yang ditemukan

Kata kunci : pendidikan sekehatan, motivasi dan ASI eksklusif Kepustakaan : 20 ( )

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Kata kunci : pendidikan sekehatan, motivasi dan ASI eksklusif Kepustakaan : 20 ( )"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudi Waluyo Program studi Ilmu Keperawatan

Skripsi, Februari 2014 Supiyatun

010212a025

Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Asi Eksklusif Terhadap Motivasi Ibu Hamil Dalam Pemberian Asi Eksklusif Di Desa Sembungharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan

(xvii + 83 halaman + 2 bagan + 14 tabel + 15 lampiran)

ABSTRAK

Kurangnya dukungan dan pengetahuan ibu tentang manfaat ASI eksklusif menyebabkan rendahnya motivasi ibu untuk memberikan ASI eksklusif. Tenaga kesehatan mempunyai peranan dalam upaya meningkatkan motivasi ibu dalam memberikan ASI eksklusif dengan cara memberikan pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif sejak ibu hamil sehingga saat setelah melahirkan ibu sudah mempunyai motivasi untuk memberikan ASI eksklusif pada bayinya. Motivasi adalah dorongan yang menggerakkan seseorang untuk bertingkah laku. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif terhadap motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI eksklusif di Desa Sembungharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan.

Desain penelitian yang digunakan adalah pre eksperiment design dengan menggunakan pendekatan pretest-posttest control group design. Populasi dalam penelitian ini adalah semua ibu hamil di Desa Sembungharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan pada bulan Februari 2014 sebanyak 30 ibu hamil. Pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan kuisioner. Analisis data yang digunakan uji dependent t test dan uji independent t test.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada perbedaan Motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI Eksklusif sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan tentang ASI Eksklusif pada kelompok intervensi di Desa sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan dengan hasil pvalue = 0,000 yang berarti pvalue <α (α=0,05). Ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang ASI Eksklusif terhadap motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI Eksklusif pada kelompok intervensi di Desa sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan dengan hasil pvalue = 0,045 < α (α=0,05).

Hendaknya instansi kesehatan meningkatkan frekuensi penyuluhan kesehatan tentang ASI eksklusif, supaya ibu hamil lebih bersemangat untuk mengikuti penyuluhan sehingga motivasi mereka meningkat dalam pemberian ASI eksklusif.

Kata kunci : pendidikan sekehatan, motivasi dan ASI eksklusif Kepustakaan : 20 (2003-2013)

(2)

Ngudi Waluyo School of Health Ungaran Nursing Science study Program

Final Assignment, February 2014 Supiyatun

010212a025

The Influence of Health Education of Exclusive Breastfeeding toward the Motivation of Ekspectant Mothers to Give Eksklusive Breastfeeding at Sembungharjo Village Pulokulon Sub-district Grobogan Regency

(xvii + 78 pages + 2 charts + 14 tables + 15 appendices)

ABSTRACT

Lack of support and knowledge of mothers about the benefits of exclusive breastfeeding leads to low motivation to breastfeed exclusively. Health workers have an role in improving mothers’ motivation to give exclusive breastfeeding by providing health education about exclusive breastfeeding so that they will give exclusive breastfeeding for their baby after birth. Motivation is the basic impulse that motivated person to behave. The purpose of this study is to find the influence of health education of exclusive breastfeeding toward the motivation of ekspectant mothers to give eksklusive breastfeeding at Sembungharjo Village Pulokulon Sub-district Grobogan Regency.

This study used pre eksperiment design with pretest-posttest control group design. The population in this study was all ekspectant mothers 2014 as February as 30 ekspectant mothers. The data were collected by using questionnaires. Data analysis used dependent t test and uji independent t test.

The results of this study indicate that there is a difference in the motivation of ekspectant mothers to give exclusive breastfeeding beween before and after getting health education about exclusive breastfeeding at Sembungharjo Village Pulokulon Sub-district Grobogan Regency in the intervention group with pvalue of 0,000 < α (α=0,05). There is an Influence of Health Education of Exclusive Breastfeeding toward the Motivation of Ekspectant Mothers to Give Eksklusive Breastfeeding at Sembungharjo Village Pulokulon Sub-district Grobogan Regency with pvalue = 0,045 < α (α=0,05).

Health workers should in conducting health education so that the motivation of ekspectant mothers to give exclusive breastfeeding.

Keyword : Health education, motivation, and exclusive breastfeeding Bibliographies : 16 (2004-2013)

(3)

PENDAHULUAN

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) yang tepat merupakan bekal terbaik bagi seorang

bayi untuk menjamin proses tumbuh

kembangnya. Rendahnya pemberian ASI merupakan ancaman bagi tumbuh kembang anak (Anik, 2012). Menurut hasil penelitian Khairunniyah (2004), pemberian ASI eksklusif berpengaruh pada kualitas kesehatan bayi. Semakin sedikit jumlah bayi yang mendapat ASI eksklusif, maka kualitas kesehatan bayi dan anak balita akan semakin buruk. ASI eksklusif adalah pemberian ASI saja pada bayi umur 0-6 bulan tanpa diberikan makanan atau minuman tambahan selain obat untuk terapi (pengobatan penyakit (Maryunani, 2012).

Secara nasional cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia menurut Riskesdas (2010), bayi yanag menyusu secara eksklusif hanya 15,3 %. Berdasarkan hasil studi pendahuluan pada tanggal 25 November 2013

di Posyandu II Desa Sembungharjo

Kecamatan Pulokulon Grobogan cakupan ASI eksklusif tahun 2013 Desa Sembungharjo 21,21%.

Pengetahuan dan motivasi dari

seorang ibu diperlukan dalam pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulan. Motivasi seorang ibu untuk menyusui anaknya muncul jika seorang ibu mendapatkan dukungan dan dorongan dari semua pihak yang ada didekatnya agar manajmen laktasi ibu menyusui dapat berjalan dengan lancar. Dengan adanya dukungan dari keluarga terutama dari suami maka akan berdampak kepada peningkatan rasa percaya diri atau

motivasi dari ibu didalam menyusui

(Wirawan, 2009). Salah satu cara untuk meningkatkan kesadaran dan kemauan setiap Ibu dalam penerapan ASI eksklusif secara optimal perlu adanya pendidikan kesehatan yang diberikan pada masyarakat. Pendidkan kesehatan merupakan suatu pendekatan untuk meningkatkan kemauan dan kemampuan

seseorang untuk memelihara dan

meningkatkan kesehatan (Notoatmodjo, 2010). Berdasarkan uraian di atas, maka penulis tertarik untuk melakukan penelitian tentang Pengaruh Pendidikan Kesehatan Tentang Asi Eksklusif Terhadap Motivasi Ibu Hamil dalam Pemberaian ASI Eksklusif di

Desa Sembungharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan.

BAHAN DAN METODE

Jenis penelitian ini adalah observasional dan menggunakan Pre Ekperimental Design (Sugiyono, 2009). Desain ini dalam bentuk pretest-posttest control group design, hanya saja pada penelitian ini sampel tidak dipilih secara random.

Variabel penelitian ini meliputi : Variabel Terikat (Motivasi Ibu Hamil), Variabel Bebas (Pendidikan Kesehatan Tentang ASI Eksklusif).

Penelitian ini telah dilaksanakan pada tanggal 21 – 23 Februari 2014 di Desa

Sembungharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan Jawa Tengah.

Tehnik sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah Total sampling dengan jumlah sampel 30 responden. Dari sampel tersebut dibagi menjadi 2 kelompok, 15 kelompok kontrol dan 15 kelompok intervensi.

Instrumen atau alat yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuisioner yang terdiri dari 20 pertanyaan dengan menggunakan skala ordinal.

Analisis data yang dilakukan adalah deskriptif (univariat) dan bivariat. Pengujian statistic dilakukan dengan menggunakan uji dependent t test, independent t test, dan Wilcoxon.

(4)

HASIL

A. Karateristik Responden

Tabel 5.1Distribusi Frekuensi Berdasarkan Umur Ibu Hamil di Desa sembungharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan

Karakteristik Responden

Kel. Intervensi Kel. Kontrol n % n % Umur (thn) 16-20 20-25 >25 4 4 7 26,7 26,7 46,6 3 2 10 20 13,3 66,7 Jumlah 15 100 15 100

Berdasarkan tabel 5.1 diketahui bahwa pada kelompok intervensi terdapat responden yang berumur 16-20 tahun sebanyak 4 responden (26,7%), 20-25 tahun sebanyak 4 responden (26,7%) dan >25 tahun sebanyak 7 responden (46,6%). Sedangkan pada kelompok kontrol yang berumur 16-20 tahun sebanyak 3 responden (20%), 20-25 tahun sebanyak 2 responden (13,3%), dan >25 tahun sebanyak 10 responden (66,7%).

Tabel 5.2Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pendidikan Ibu Hamil di Desa sembungharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan

Karakteristik Responden

Kel. Intervensi Kel. Kontrol

N % n % Pendidikan SD SMP SMA 4 7 4 26,7 46,6 26,7 6 6 3 40 40 20 Jumlah 15 100 15 100

Berdasarkan tabel 5.2 diketahui bahwa pada kelompok intervensi yang berpendidikan SD sebanyak 4 responden (26,7%), SMP 7 responden (46,6%), dan yang SMA sebanyak 4 responden (26,7%). Sedangkan pada kelompok kontrol yang berpendidikan SD terdapat 6 responden (40%), SMP sebanyak 6 responden (40%), dan yang SMA sebanyak 3 responden (20%). Tabel 5.3Distribusi Frekuensi Berdasarkan Pekerjaan Ibu Hamil di Desa sembungharjo Kecamatan Pulokulon Kabupaten Grobogan Karakteristik

Responden

Kel. Intervensi Kel. Kontrol

N % n % Pekerjaan IRT Pedagang Petani 8 4 3 53,3 26,7 20 4 2 9 26,7 13,3 60 Jumlah 15 100 15 100

Berdasarkan data karakteristik subyek penelitian pada Tabel 5.3 di atas dapat diketahui pada kelompok intervensi responden yang sebagai Ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 8 responden (53,3%), yang sebagai pedagang 4 responden (26,7%), dan yang sebagai petani sebanyak 3 responden (20%). Pada kelompok kontrol responden yang sebagai Ibu rumah tangga (IRT) sebanyak 4 responden (26,7%), yang sebagai pedagang 2 responden (13,6%%), dan yang sebagai petani sebanyak 9 responden (60%).

(5)

B. Analisa Univariat

1. Motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI Eksklusif sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan tentang ASI Eksklusif pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol di Desa sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan

Tabel 5.4Gambaran Motivasi Ibu Hamil dalam memberikan ASI Eksklusif sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan tentang ASI Eksklusif pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol di Desa sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan

Dari tabel 5.4 dapat dilihat bahwa pada kelompok intervensi sebelum diberikan pendidikan kesehatan terdapat 2 responden (13,3%) dan 13 responden (86,7%) yang memiliki motivasi rendah, sesudah diberikan pendidikan kesehatan yang memiliki motivasi tinggi bertambah menjadi 15 responden (100%). Kemudian pada kelompok kontrol sebelum dibrikan pendidikan kesehatan yang memiliki motivasi tinggi untuk memberikan ASI eksklusif dan 0 responden atau tidak ada dari pada kelompok kontrol yang memiliki motivasi tinggi untuk memberikan ASI eksklusif. Kemudian hasil motivasi setelah diberikan pendidikan kesehatan pada kelompok kontrol hanya 6 responden (40%) sampel yang memiliki motivasi tinggi dan 9 responden (60%) yang memiliki motivasi rendah.

C. Uji Bivariat

1. Perbedaan Motivasi Ibu hamil dalam memberikan ASI Eksklusif sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan tentang ASI Eksklusif pada kelompok intervensi di Desa sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan Tabel 5.5 Perbedaan Motivasi Ibu hamil dalam memberikan ASI Eksklusif sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan tentang ASI Eksklusif pada kelompok intervensi di Desa sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan

Kelompok n Mean SD P

value

Intervensi Sebelum 15 13,0000 1,85164 0,000 Sesudah 15 16,8667 1,24595

Hasil uji hipotesis tersebut menunjukkan hasil rata-rata motivasi pada kelompok intervensi sebelum diberikan pendidikan kesehatan sebesar 13,0000, sedangka rata-rata motivasi ibu hamil setelah diberikan pendidikan kesehata sebanyak 16,8. Kemudian hasil pvalue = 0,000 yang berarti pvalue<α (α=0,05). Sehingga terdapat perbedaan motivasi ibu hamil sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan.

2. Perbedaan Motivasi Ibu hamil dalam memberikan ASI Eksklusif sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan tentang ASI Eksklusif pada kelompok kontrol di Desa sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan

Motiva si

Kel. intervensi Kel. Control Sebelum sesudah Sebelum Sesudah

n % n % n % n %

Tinggi 2 13,3 15 100 0 0 6 40

Rendah 13 86,7 0 0 15 100 9 60

(6)

Tabel 5.6 Perbedaan Motivasi Ibu hamil dalam memberikan ASI Eksklusif sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan tentang ASI Eksklusif pada kelompok kontrol di Desa sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan Kelompok n Mean P val ue Kontrol Sebelum -sesudah Negatif Rank Positif Rank Ties 0 7 8 0 4,00 0,0 16

Hasil uji hipotesis tersebut menunjukkan hasil pvalue =0,016 (p<α) yang berarti terdapat perbedaan secara signifikan motivasi pada kelompok kontrol sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan.

3. Pengaruh pendidikan kesehatan tentang ASI Eksklusif terhadap Motivasi ibu hamil dalam pemberian ASI Eksklusif di Desa sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan

Tabel 5.7 Pengaruh pendidikan kesehatan tentang ASI Eksklusif terhadap Motivasi ibu hamil dalam pemebrian ASI Eksklusif di Desa sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan

Kelompok n Mean SD P val ue Pretest Intrvensi 15 16,00 00 0,00 00 0,0 45 Kontrol 15 17,50 00 1,37 840

Hasil uji hipotesis tersebut menunjukkan hasil rata-rata motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI eksklusif pada

kelompok intervensi sebanyak 16,0000, sedangkan rata-rata motivasi ibu hamil pada kelompok kontrol sebanyak 17,5000 pvalue = 0,045 yang berarti p<α (α=0,05). Sehingga disimpulkan ada pengarauh pendidikan kesehatan tentang ASI Eksklusif terhadap Motivasi ibu hamil dalam pemberian ASI Eksklusif di Desa sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan.

PEMBAHASAN A. Analisa Uivariat

1. Gambaran Motivasi Ibu Hamil dalam memberikan ASI Eksklusif sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan tentang ASI Eksklusif pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol di Desa sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan

Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI Eksklusif sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan tentang ASI Eksklusif di Desa sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol dalam kategori motivasi rendah yaitu sebanyak 13 responden (86,7%). Dan pada kelompok kontrol 15 responden (100%) termasuk kategori kriteria rendah. Hal tersebut menunjukkan bahwa motivasi ibu hamil dalam pemberian ASI Eksklusif sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang ASI Eksklusif di Desa sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan pada kelompok intervensi sebagian besar dalam kategori rendah. Motivasi ibu hamil dalam pemberian ASI Eksklusif sebelum diberikan pendidikan kesehatan tentang ASI Eksklusif di Desa sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan pada kelompok intervensi dalam kategori rendah dimana responden memberikan ASI saja pada

(7)

bayi karena malu saat menyusui di tempat umum, serta karena mengikuti adat keluarga yang memberikan makanan tambahan sebelum bayi umur 6 bulan.

Menurut Mangkunegara (2006) mengemukakan bahwa faktor-faktor yang mempengaruhi motivasi yaitu adanya minat dan lingkungan. Sedangkan Menurut Mc Clelland dan Edward Murray dalam buku Notoatmodjo (2010), karakteristik motivasi rendah apabila kurang tanggungjawab, tidak percaya diri, serta tindakan yang kurang terarah pada tujuan.

Dari hasil penelitian menunjukkan rendahnya motivasi dalam pemberian ASI eksklusif dikarenakan faktor kurangnya minat dalam diri ibu untuk memberikan ASI pada bayinya di tempat terbuka sehingga menunjukkan kurangnya ibu dalam bertanggungjawab dan percaya diri dalam pengasuhan anak. Serta faktor lingkungan yang

mempengaruhi ibu yang

menyebabkan ibu kurang motivasi dalam memberikan ASI eksklusif dimana ibu terlihat kurang terarah dalam proses pengasuhan anak untuk mencapai pengasuhan anak secara maksimal.

2. Gambaran Motivasi Ibu Hamil dalam memberikan ASI Eksklusif sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan tentang ASI Eksklusif pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol di Desa sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI Eksklusif sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan tentang ASI Eksklusif pada kelompok intervensi dan kelompok kontrol di Desa sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan pada kelompok intervensi dalam kategori motivasi tinggi yaitu sebanyak 15 responden

(100%) sedangkan pada kelompok kontrol yang merupakan kriteria motivasi tinggi hanya 6 responden (40%).

Adanya pengaruh pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif terhadap motivasi ibu hamil sehingga motivasi pada kelompok intervensi meningkat diantaranya responden memberikan ASI saja pada bayi meskipun harus bekerja, responden memberikan ASI selama 6 bulan walaupun disuruh keluarga untuk memberikan makanan tambahan, selain itu responden pempersiapkan diri untuk memberikan ASI eksklusif mulai dari hamil yaitu dengan memakan makanan yang bergizi dan melakukan perawatan payudara. Hal tersebut disebabkan meningkatnya pengetahuan ibu setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif.

Pengetahuan adalah hasil pengindraan manusia atau hasil tahu seseorang terhadap objek. Dengan sendirinya pada waktu pengindraan sampai menghasilkan pengetahuan tersebut sangat dipengaruhi oleh intensitas perhatian dan persepsi terhadap objek. Sebagian besar pengetahuan seseorang diperoleh melalui indera pendengaran dan indera penglihatan. Pengetahuan seseorang terhadap objek mempunyai intensitas atau tingkatan yang berbeda-beda (Notoatmodjo, 2010).

Pengetahuan ibu dapat dipengeruhi oleh pengetahuan dan informasi yang didapat oleh ibu tentang ASI eksklusif khususnya dari pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif.Hal ini terutama tercermin dari pengetahuan ibu tentang kandungan ASI, dimana pada umumnya ibu mengetahui bahwa ASI mengandung semua zat yang dibutuhkan oleh tubuh bayi dan mengenai keunggulan ASI, para ibu menngetahui manfaat ASI bagi ibu

(8)

dan bayi. Pengetahuan atau kognitif yang baik dari ibu merupakan hal yang sangat penting dalam membentuk tindakannya. Salah satunya meningkatkan motivasi dalam pemberian ASI eksklusif.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI eksklusif di Desa Sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan pada kelompok kontrol sebagian besar masih dalam kategori motivasi rendah yaitu sebanyak 9 responden (60%), dimana responden memberikan ASI saja pada bayi karena jika disuruh suami atau bidan. Memberikan ASI saja pada bayi hanya karena jika tidak bekerja. Hal tersebut dimungkinkan karena keterbatasan informasi yaitu tidak diberikannya pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif..

B. Analisa Bivariat

1. Perbedaan Motivasi ibu hamil Sebelum dan Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan Pada Kelompok Intervensi

Hasil uji statistik menunjukkan rata-rata motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI eksklusif sebelum di berikan pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif pada kelompok intervensi sebanyak 13,0, sedangkan rata-rata motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI eksklusif setelah diberikan pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif pada kelompok intervensi sebesar 16,8. Hasil uji paired t test didapatkan nilai pvaluesebesar 0,000 oleh karena pvalue < α (0,05) maka dapat dikatakan bahwa ada perbedaan motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI eksklusif sebelum dan sesudah pemberiaan pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusi.

Motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI eksklusif di Desa

Sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan pada kelompok intervensi dalam kategori rendah di mana responden memberikan ASI eksklusif pada bayi karena faktor budaya yang memberikan makanan tambahan sebelum bayi umur 6 bulan dan ibu yang tidak minat menyusui bayinya saat lelah setelah bekerja. Yang kemudian berubah sesudah diberikan pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif. Dimana ibu mengalami peningkatan motivasi.

Setelah diberikan pendidikan kesehatan motivasi meningkat menjadi lebih baik, dimana mereka akan menyusui bayinya meskipun dalam keadaan lelah setelah bekerja, memberikan ASI Selama 6 bulan karena supaya pertumbuhan dan perkembangan bayinya bagus, serta memberikan ASI secara eksklusif tanpa menunggu disuruh bidan. Hal tersebut dikarenakan faktor informasi yang diperoleh semakin bertambah dari pendidikan kesehatan.

Menurut Machfoed (2008) pendidikan kesehatan adalah kegiatan pendidikan kesehatan yang dilakukan dengan menyebarkan pesan dan menanamkan keyakinan, sehingga masyarakat tidaak saja sadar, tahu, dan mengerti, tetapi mau dan melakukan suatu anjuran yang ada hubungannya dengan kesehatan, menurut Nugroho (2010), tujuan pendidikan kesehatan dibedakan menjadi dua yaitu mengubah sikap dan perilaku individu, kelompok, masyarakat dibidang kesehatan sebagai sesuatu yang bernilai dimasyarakat dan supaya masyarakat memiliki pngertian yang lebih baik tentang eksistensi dan perubahan-perubahan system

(9)

dan cara memanfaatkannya dengan efektif dan efisien.

Pengetahuan dan motivasi dari seorang ibu diperlukan dalam pemberian ASI secara eksklusif selama 6 bulana. Dengan memiliki pengetahuan yang cukup dan memiliki motivasi maka seorang ibu akan senantiasa dan berusaha menyusui bayinya. Dengan berbekal pengetahuan tentang ASI eksklusif kepada bayi sehingga akan berdampak kepada peningkatan rasa percaya diri keluarga terutama dari suami maka akan berdampak pada peningkatan rasa percaya diri atau motivasi dari ibu sangat menentukan di dalam pemberian ASI eksklusif selama 6 bulan. Disebutkan bahwa dukungan dan dorongan keluarga serta dari tempat ibu bekerja menjadi penentu timbulnya motivasi (Wirawan, 2009).

2. Perbedaan Motivasi Sebelum Dan Sesudah Diberikan Pendidikan Kesehatan Pada Kelompok Kontrol Hasil penelitian menunjukkan rata-rata motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI eksklusif pada kelompok kontrol sebelum sebesar 0, sedangkan rata-rata motivasi ibu hamil dalam pemberian ASI eksklusif setelah diberikan pendidikan kesehatan pada kelompok kontrol sebesar 4,00. Hasil uji paired t test didapatkan nilai dengan pvalue sebesar 0,016. Oleh karena pvalue sebesar 0,016 ( pvalue< α) maka dapat dikatakan bahwa ada perbedaan motivasi ibu hamil dalam pemberian ASI eksklusif sebelum dan sesudah pemberian pendidikan tentang ASI eksklusif.

Kelompok kontrol tidak diberikan perlakuan apapun saat penelitian. Adanya perbedaan motivasi sebelum dan sesudah diberikan pendidikan kesehatan

dikarenakan terpengaruhnya jawaban pada posttest terhadap pertanyaan yang sama antara pretest dan posttest. Hal tersebut dikarenakan pengalaman responden pada kelompok kontrol setelah pengisian kuisioner pretest. Pengalaman diartikan sebagai sesuatu yang pernah dialami (dijalani, dirasai, dan ditanggung) (KBBI, 2005). Pengalaman merupakan hal yang sangat penting bagi manusia, dan pengalaman juga tidak dapat diberikan kepada siapa saja untuk digunakan dan menjadi pedoman serta pembelajaran.

Disisi lain penyebab adanya perbedaan motivasi pada kelompok kontrol pretest dan posttest bisa dipengaruhi oleh keaktifannya responden mencari informasi tentang ASI eksklusif di media masa atau televisi. Menurut Prasetiyono (2012) persipan yang perlu dilakukan oleh ibu hamil yaitu mencari informasi tentang keunggulan ASI serta manfaat menyusui.

3. Pengaruh Pendidikan Kesehataan tentang ASI Eksklusif Terhadap Motivasi Ibu Hamil

Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan rata-rata motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI Ekskslusif pada kelompok kontrol sesudah pendidikan kesehatan sebesar 17,5, sedangkan rata-rata motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI eksklusif pada kelompok intervensi sesudah diberikan penyuluhan kesehatan tentang ASI eksklusif sebesar 16,0. Diperoleh pula bahwa hasil uji independen t-test menunjukkan nilai pvalue sebesar 0,045<α (α=0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif terhadap motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI

(10)

eksklusif di Desa Sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan.

Menurut Sardiman (2007) menyatakan bahwa motivasi merupakan suatu tenaga dinamis manusia dan munculnya memerlukan rangsangan dari dalam dan dari luar. Menurut Taufik (2007), yang mempengaruhi motivasi intrinsik atau rangsangan dari dalam yaitu adanya suatu kebutuhan, harapan dan minat. Sedangkan motivasi yang berasal dari luar yaitu dorongan dari orang lain. Dimana salah satu cara untuk meningkatkan motivasi ibu hamil untuk memberikan ASI eksklusif pada bayinya setelah melahirkan yaitu dengan diberikannya pendidikan kesehatan tentang ASI eksklusif.

Menurut Setiawan (2008), tujuan dari pendidikan kesehatan yaitu untuk menggugah kesadaran, memberikan dan meningkatkan pengetahuan seseorang. Dimana dengan diberikannya pendidikan kesehatan maka pengetahuan ibu hamil akan bertambah dan akan terpengaruh motivasinya untuk memberikan ASI secara eksklusif. A. KESIMPULAN

1. Motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI Eksklusif sebelum diberikan Pendidikan Kesehatan tentang ASI Eksklusif di Desa Sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan pada kelompok intervensi sebagian besar memiliki kriteria motivasi rendah yaitu 13 responden (86,7%). Dan pada kelompok kontrol semua masih dalam kategori motivasi rendah yaitu 15 responden (100%). 2. Motivasi ibu hamil dalam

memberikan ASI Eksklusif sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan tentang ASI Eksklusif di Desa

Sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan pada kelompok intervensi mengalami peningkatan yaitu semua dalam kriteria motivasi tinggi yaitu 15 responden (100%). Sedangkan pada kelompok kontrol rata-rata masih dalam kategori motivasi rendah yaitu 9 responden (60%).

3. Ada perbedaan Motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI Eksklusif sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan tentang ASI Eksklusif pada kelompok intervensi di Desa sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan dengan hasil pvalue = 0,000 yang berarti pvalue<α (α=0,05).

4. Ada perbedaan Motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI Eksklusif sebelum dan sesudah diberikan Pendidikan Kesehatan tentang ASI Eksklusif pada kelompok kontrol di Desa Sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan dengan hasil pvalue = 0,016 yang berarti pvalue<α (α=0,05).

5. Ada pengaruh pendidikan kesehatan tentang ASI Eksklusif terhadap motivasi ibu hamil dalam memberikan ASI Eksklusif pada kelompok intervensi di Desa Sembungharjo Kec. Pulokulon Kab. Grobogan dengan hasil pvalue = 0,045 yang berarti pvalue<α (α=0,05).

B. SARAN

Berdasarkan dari kesimpulan hasil penelitian tersebut, dapat dikemukakan beberapa saran sebagai berikut :

1. Bagi institusi pendidikan

Hendaknya institusi pendidikan menambah referensi terbaru agar mahasiswa dapat memperoleh informasi dan pengembangan ilmu kesehatan yang terbaru.

(11)

2. Bagi penelitian selanjutnya

Hendaknya peneliti meningkatkan kemampuan dalam memberikan pendidikan kesehatan sehingga dapat menambah pengalaman dan wawasan peneliti serta dapat menerapkan ilmu keperawatan yang telah didapat selama kuliah.

3. Bagi masyarakat

Hendaknya masyarakat khususnya ibu hamil terus menggali informasi khususnya tentang pentingnya ASI eksklusif dari berbagai sumber yang dapat dipertanggung jawabkan sehingga pemahaman, sikap serta perilaku dalam pemberian ASI eksklusif semakin baik.

4. Bagi instansi Puskesmas

Hendaknya instansi puskesmas meningkatkan frekuensi penyuluhan kesehatan khususnya tentang ASI eksklusif, dengan materi yang lebih menarik dan media yang lebih bervariatif supaya audien atau sasaran khususnya ibu hamil lebih bersemangat untuk mengikuti penyulihan sehingga motivasi mereka meningkat dalam pemberian ASI eksklusif.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto & Suharsimi. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik (EdisiRevisi IV). Jakarta : Rineka Cipta. Azzade Ellyn. 2011. Tentang hubungan antara pendidikan, pengetahuan dan pekerjaan ibu dengan motivasi dalam praktek pemberian ASI eksklusif di desa Lateh Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang. Semarang : Unimus

BPPSDMK_Depkes. (2009). Banyak sekali manfaat ASI bagi bayi dan ibu. 22 Januari 2014.

Dahlan, M.S. 2009. Statistik untuk Kedokteran dan Kesehata. Jakarta: Salemba Medika.

Dahlan, M.S. 2010. Langkah-langkah Membuat Proposal Penelitian Bidang Kedokteran dan Kesehatan. Jakarta: Sagung Seto.

Depkes RI. (2005). Manajemen Laktasi. Jakarta: Dirjen Binkesmas Direktorat Gizi Masyarakat.

Depkes. (2004). Profil Kesehatan Indonesia 2003. Jakarta: Departemen Kesehatan Republik Indonesia.

Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah. (2012). Profil Kesehatan Jawa Tengah Tahun 2012. Dinas Kesehatan Propinsi Jawa Tengah; Semarang

Ghozali, Imam. 2011. Aplikasi Analis Multivariat dengan Program IBM SPSS 19. Jakarta : Rineka Cipta

Hidayat, A.A.A. 2010. Metode Penelitian Kebidanan dan Tehnik Analisa Data. Jakarta: Salemba Medika.

http://www.bppsdmk.depkes.go.id/index.ph p?option=comcontent&view=article&id= 170:banyak-sekali-manfaat-asi-bagi-bayi-dan-ibu

Kementrian Kesehatan, 2012, Kinerja Kegiatan Pembinaan Gizi Tahun 2012, Dukungan ASI dan Laktasi, Yogyakarta Khairunniyah. (2004). Pemberian Air Susu Ibu Eksklusif. Tesis. Universitas Padjadjaran ; Bandung Diambil tanggal 22 Januari 2014. http://docs.google.com Lamitri. 2012. Hubungan Pengetahuan Dengan Motivasi Ibu Hamil Tentang Inisiasi Menyusui Dini (IMD) di BPS Ny. Eni Lestari Desa Serangan Kec. Mlarak Kab. Ponorogo. Semarang : Undip

Lestari, Ade. 2012. Motivasi Ibu Bekerja Dalam Memberikan ASI Eksklusif di PT.

(12)

Dewhirst Men’s wear Indonesia. Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Padjadjaran Machfoedz, I. 2008. Pendidikan Kesehatan bagian dari promosi kesehatan. Yogyakarta : Fitramaya.

Maryunan, Anik. 2012. Inisiasi menyusui Dini, ASI Eksklusif dan Manajemen Laktasi. Jakarta : TIM

Notoatmodjo. 2007. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta. Notoatmodjo. 2010. Metodologi Penelitian Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta

Notoatmodjo. 2010. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta. Ratna Novita Sari. 2011. Hubungan faktor lingkungan dengan motivasi dalam pemberian ASI di wilayah kerja Puskesmas Kendal Kabupaten Kendal. Universitas Sumatera Utara

Roesli, Utami. (2005). Mengenal ASI Eksklusif. Trubus Agriwidya, Anggota IKAPI; Jakarta

Prasetyono, Dwi Sunar. (2012). Buku Pintar ASI Eksklusif. Jogjakarta: Diva Press

Purwanti & Sri Hubertin. (2004). Konsep Penerapan ASI Eksklusif. EGC; Jakarta.Rosita, Syarifa. (2008). Panduan Lengkap Ibu Menyusui. Ayyana; Yogyakarta

Setiyowati. 2012. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Pemberian ASI Eksklusif di desa Timpik Kab. Semarang. Semarang : Undip

Sri Purwanti, Hubertin. 2004. Konsep Penerapan ASI Eksklusif. Jakarta: EGC Sugiarti. 2012. Hubungan Pendidikan dan Pengetahuan Ibu Hamil tentang Manfaat ASI Eksklusif dengan Motivasi untuk Memberikan ASI Eksklusif. Studi kasus di Semarang

Sugiyono. (2010). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Alfabeta; Bandung

Taufik. 2007. Prinsip-prinsip Promosi

Kesehatan Dalam Bidang Keperawatan.

Jakarta : CV. Info Medika

Yuliana Saptiti Sari (2013) Analisis Implementasi Program Pemberian Asi Eksklusif Di Puskesmas Brangsong 02 Kabupaten Kendaljurnal Kesehatan Masyarakat volume 2, Nomor 1, Tahun 2013

Online di

http://ejournals1.undip.ac.id/index.php/jkm Yulius, Oscar. 2010. Komplit IT Kreatif SPSS 18. Yogyakarta : poster Pustaka

Referensi

Dokumen terkait

Perhitungan biaya persediaan bahan baku berdasarkan metode POQ periode September 2014 sampai September 2015 secara rinci terdapat pada lampiran 5, sedangkan total

Penelitian ini bertujuan untuk : 1) Mendeskripsikan pemanfaatan MAPAUD Nyanyian, 2) Mengetahui tingkat penguasaan siswa terhadap program MAPAUD Nyanyian. Pene- litian ini

Berdasarkan tabel 2, terlihat ketepatan kader dari Kabupaten dalam mengggunakan lenght board baik sebelum pelatihan maupun sesudah pelatihan lebih rendah di bandingkan

Agar konsumen informasi yang jelas mengenai produk yang akan di beli maka pencantuman harga makanan dan minuman harus ada seperti yang diatur dalam Undang-Undang

Pengambilan energi listrik untuk evaporator pada sistem destilasi yang dirancang dilakukan dengan cara memindahkan koneksi listrik yang seharusnya menuju beban

Analisis Kebijakan Pendidikan Inklusif Di Kabupaten Pacitan (Studi Implementasi Peraturan Bupati Pacitan Nomor 38 Tahun 2012 Pada Sekolah Penyelenggara Pendidikan

Otomatisasi pengelompokkan buah berdasarkan jenis warnanya ini menggunakan sensor warna (sensor TCS3200) sebagai pembaca, dimana pada saat buah mengenai sensor

Hal ini berarti menunjukkan bahwa hasil dari penelitian ini dapat disimpulkan adanya pengaruh atau kontribusi antara variabel Nilai Pelanggan (Y) yang signifikan terhadap