• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB 3 METODE PENELITIAN. Pendekatan yaitu seperangkat teori, prosedur dan asumsi yang diyakini

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB 3 METODE PENELITIAN. Pendekatan yaitu seperangkat teori, prosedur dan asumsi yang diyakini"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

33 3.1 Pendekatan dan Metodologi

Pendekatan yaitu seperangkat teori, prosedur dan asumsi yang diyakini tentang bagaimana peneliti melihat dunia. Jenis pendekatan yang disampaikan oleh teoritisi bergantung pada bagaimana teoritisi itu memandang manusia yang menjadi objek kajian (Kriyantono, 2012: 48).

Pendekatan sendiri akan menentukan jenis metodologi riset. Pendekatan adalah falsafah yang mendasari suatu metodologi riset. Dari asal kata, metodologi dibentuk dari kata “metodos” (cara, teknik atau prosedur) dan”logos” (ilmu). Jadi metodologi adalah ilmu yang mempelajari prosedur atau teknik-teknik tertentu. (Kriyantono, 2012: 49).

3.1.1 Pendekatan Objektif

Pendekatan objektif menganggap perilaku manusia disebabkan oleh kekuatan-kekuatan diluar kemauan mereka sendiri. Manusia dianggap sebagai produk lingkungan diluar diri manusia. Rangsangan dalam lingkungan tersebut mempengaruhi mereka untuk memberi respons dan bereaksi terhadap suatu objek dengan cara-cara yang teratur dan karena itu dapat diramalkan. Meskipun manusia mempunyai inisiatif untuk bertindak, manusia lebih dianggap merespons situasi dengan suatu cara yang berdasarkan hukum objektif yang nyaris seperti yang berlaku dalam dunia fisik atau ilmu alam. Lebih lanjut, manusia dalam merespons lingkungan

(2)

dipengaruhi oleh struktur sosial, seperti peran, sosialisasi, dan reference group serta pola-pola hubungan sosial (Kriyantono, 2012: 54).

3.1.2 Metodologi Kuantitatif

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif. Metode kuantitatif ialah metode yang menggambarkan atau menjelaskan suatu masalah yang hasilnya dapat digeneralisasikan. Dengan demikian tidak terlalu mementingkan kedalaman data atau analisis. Lebih mementingkan aspek keluasan data sehingga data atau hasil penelitian merupakan representasi dari seluruh populasi (Kriyantono, 2012: 55).

3.2 Metode dan Tipe Riset

3.2.1 Metode Survei

Survei adalah metode riset dengan menggunakan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan datanya. Tujuannya untuk memperoleh informasi tentang sejumlah responden yang dianggap mewakili populasi tertentu. Dalam survei proses pengumpulan dan analisis data sosial bersifat sangat terstruktur dan mendetail melalui kuisioner sebagai instrumen utama untuk mendapatkan informasi dari sejumlah responden yang diasumsikan mewakili populasi secara spesifik. Karena itu penggunaan teknik sampling yang benar sangat menentukan kualitas riset (Kriyantono, 2012: 59). Selain itu survei adalah penelitian yang mengambil sampel dari populasi dan menggunakan kuisioner sebagai alat pengumpul data yang pokok (Soefijanto, 2012: 150)

(3)

Dalam penelitian pengaruh difusi inovasi terhadap citra perusahaan menggunakan kuisioner sebagai instrumen pengumpulan datanya yang akan disebar kepada anggota Facebook fanpage CIMB Indonesia sebagai populasi penelitiannya.

3.2.2 Tipe Riset Eksplanatif

Penelitian dengan tipe riset eksplanatif merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel atau lebih. Penelitian eksplanatif yaitu menghubungkan atau mencari sebab akibat antara dua atau lebih konsep (variabel) yang akan diteliti. Penelitian ini akan membutuhkan definisi konsep, kerangka konseptual, dan kerangka teori serta perlu melakukan kegiatan berteori untuk menghasilkan dugaan awal (hipotesis) antara variabel satu dengan yang lainnya (Soefijanto, 2012: 152).

Dalam penelitian ini akan mencari dan membahas pengaruh difusi inovasi (kampanye Rekening Ponsel melalui Facebook fanpage) terhadap citra perusahaan.

3.3 Operasionalisasi Konsep

Tabel 3.1 Operasionalisasi Konsep

Variabel Dimensi Indikator Ukuran Skala

Difusi Inovasi (X) 1. Pengetahuan 2. Persuasi 1. Mengetahui kehadiran Rekening Ponsel. 2. Memahami fungsi Rekening Ponsel. 1. Menerima kehadiran Rekening Ponsel. 2. Memiliki Ketertarikan terhadap Rekening Ponsel Interval Interval Likert Likert

(4)

3. Keputusan 4. Konfirmasi 3. Mendukung kehadiran Rekening Ponsel. 1. Memutuskan mendaftarkan diri. 2. Memutuskan menggunakan Rekening Ponsel. 3. Memutuskan member tahu informasi tentang Rekening Ponsel 1. Mencari informasi pendukung mengenai manfaat Rekening Ponsel. 2. Mencari informasi pendukung mengenai kecanggihan Rekening Ponsel. 3. Mencari informasi pendukung mengenai cara mendaftarkan Rekening Ponsel Interval Interval Likert Likert Citra Perusahaan (Y) 1. Persepsi 2. Kognisi 3. Motif

1. Persepsi terhadap Bank CIMB Niaga memiliki produk perbankan yang lengkap.

2. Persepsi terhadap Bank CIMB Niaga memiliki layanan yang baik. 3. Persepsi terhadap Bank

CIMB Niaga unggul

dalam teknologi

perbankan.

1. Memiliki Pengetahuan

terhadap Bank CIMB

Niaga memiliki

jaringan yang luas

hingga ke

negara-negara ASEAN.

2. Mengetahui Bank

CIMB Niaga selalu

menghadirkan produk

perbankan yang

bermanfaat bagi

nasabahnya.

3. Mengetahui Bank

CIMB Niaga memiliki

produk Rekening Ponsel sebagai keunggulan didalam teknologi perbankan. 1. Keinginan menggunakan produk

Bank CIMB Niaga

Interval Interval Interval Likert Likert Likert

(5)

4. Sikap karena sering mengadakan program berhadiah. 2. Keinginan menggunakan produk

Bank CIMB Niaga

karena sering

memberikan promo

diskon.

3. Keinginan menjadi

nasabah Bank CIMB Niaga agar mendapat

kemudahan dalam

melakukan transaksi

perbankan dari produk

yang diberikan oleh

Bank CIMB Niaga.

1. Memiliki perasaan

senang dengan Bank CIMB Niaga karena selalu memperhati- kan kemudahan

nasabahnya.

2. Merekomendasikan

Bank CIMB Niaga

kepada teman atau

keluarga untuk

menggunakan produk

Bank CIMB Niaga. 3. Memiliki kesan positif

yang meningkat untuk

Bank CIMB Niaga

setelah melakukan kampanye Rekening Ponsel melalui Facebook Fanpage Interval Likert 3.4 Perumusan Hipotesis

Hipotesis merupakan pernyataan sementara yang perlu dibuktikan kebenarannya. Hipotesis berfungsi sebagai pegangan atau jawaban sementara yang harus dibuktikan kebenarannya didalam kenyataan (empirical verification), percobaan (experimentation), atau praktik (implementation). Berikut merupakan bentuk-bentuk hipotesis (Soefijanto, 2012: 152. Dalam penelitian pengaruh difusi inovasi terhadap citra perusahaan, maka merumuskan hipotesis dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

(6)

1. Ho: Tidak ada pengaruh difusi inovasi (kampanye Rekening Ponsel melalui Facebook fanpage) terhadap citra perusahaan.

2. Ha: Ada pengaruh difusi inovasi (kampanye Rekening Ponsel melalui Facebook fanpage) terhadap citra perusahaan.

3.5 Populasi dan Sampel

Populasi sebagai wilayah generalisasi yang terdiri dari objek atau subjek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari, kemudian ditarik kesimpulan (Soefijanto, 2012: 153).

Sedangkan sampel adalah sebagian dari populasi. Sampel terdiri atas sejumlah anggota yang dipilih dari populasi. Pengambilan sampel adalah proses memilih sejumlah elemen secukupnya dari populasi sehingga penelitian terhadap sampel dan pemahaman tentang sifat dan karakteristiknya akan membuat kita dapat menggeneralisasikan sifat atau karakteristik tersebut pada elemen populasi. (Soefijanto, 2012: 153).

3.5.1 Populasi

Populasi merupakan keseluruhan objek atau fenomena yang diriset disebut populasi (Kriyantono, 2012: 153). Populasi dalam penelitian ini ialah anggota Facebook fanpage CIMB Indonesia karena Facebook sendiri merupakan media komunikasi yang dapat menjangkau target khalayak tanpa dibatasi ruang dan waktu. Bank CIMB Niaga menggunakan Facebook fanpage CIMB Indonesia sendiri sebagai saluran informasi dan interaksi terhadap para nasabah dan publik serta sebagai bentuk media kampanye suatu produk atas suatu promo ataupun layanan tertentu sehingga dari anggota

(7)

Facebook fanpage tersebut dapat diketahui pengaruh difusi inovasi (kampanye Rekening Ponsel melalui Facebook fanpage) terhadap citra perusahaan yang menjadi pembahasan dalam penelitian ini.

Dalam penelitian ini, populasi sudah diketahui jumlah populasinya dari unit penelitiannya yaitu anggota Facebook fanpage CIMB Indonesia. Jumlah anggota Facebook fanpage itu sendiri diambil dan ditetapkan pada saat periode penelitian dan khususnya pada saat dimulai berlangsungnya kampanye Rekening Ponsel itu sendiri di Facebook pada akhir Maret 2013 dengan jumlah anggota Facebook fanpage CIMB Indonesia mencapai 576.385 fans.

3.5.2 Sampel

Dalam penelitian ini menggunakan teknik pengambilan sampling Probability Sampling ialah suatu teknik sampling untuk memberikan peluang yang sama pada setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel dan akan digolongkan menjadi Proportionate Stratified Random Sampling ialah suatu teknik pengambilan sampel dari anggota populasi secara acak dan berstrata secara proporsional, sampling ini dilakukan kepada populasi dari anggota Facebook fanpage CIMB Indonesia yang heterogen (tidak sejenis).

3.5.3 Teknik Sampling

Penelitian pengaruh difusi inovasi terhadap citra perusahaan menggunakan teknik pengambilan sampel menggunakan rumus dari Taro Yamane. Teknik pengambilan sampel rumus Taro Yamane digunakan untuk

(8)

jumlah populasi yang sudah diketahui dan untuk populasi yang besar yang didapat dari dugaan proporsi populasi. Rumus Taro Yamane yakni (Riduwan, 2004: 65): n = N N. d2 +1 Dimana: n = Jumlah sampel N = Jumlah populasi d2 = Presisi yang ditetapkan

(Presisi yang ditetapkan dalam penelitian ini sebesar 10%)

Maka, jumlah sampel dalam penelitian pengaruh kampanye Rekening Ponsel melalui Facebook fanpage terhadap citra Bank CIMB Niaga yakni: n = 576.385

576.310. 0,12 + 1 = 576.385 5764,8 = 99,98 ≈ 100

3.6 Teknik Pengumpulan Data 3.6.1 Data Primer

Data primer ialah data yang berasal dari sumber asli atau sumber pertama yang secara umum kita sebut sebagai narasumber. Data ini tidak tersedia dalam bentuk terkompilasi ataupun dalam bentuk file-file. Data ini harus dicari melalui narasumber atau dalam istilah teknisnya melalui responden, yaitu orang yang dijadikan objek penelitian atau orang yang kita

(9)

jadikan sebagai sarana mendapatkan informasi ataupun data (Sarwono, 2012: 37).

Untuk mengumpulkan data primer diperlukan metode yang disebut survei dan menggunakan instrumen tertentu. Maka dalam penelitian pengaruh difusi inovasi terhadap citra perusahaan, maka akan mengumpulkan data primernya yakni dengan cara:

1. Kuisioner (Survei)

Dalam penelitian ini, penyebaran kuisioner ini dilakukan kepada anggota Facebook fanpage CIMB Indonesia. Kuisioner yang disebar di Facebook fanpage CIMB Indonesia tersebut akan menggunakan skala instumen Likert.

Variabel-variabel dalam penelitian ini ialah difusi inovasi (kampanye Rekening Ponsel Melalui Facebook fanpage) dan citra perusahaan (citra Bank CIMB Niaga).

Dengan menggunakan skala likert, maka variabel yang akan diukur dihubungkan dengan bentuk pernyataan yang diungkapkan dengan kata-kata pilihan sebagai berikut:

Sangat Setuju (SS) = 5

Setuju (S) = 4

Netral (N) = 3 Tidak Setuju (TS) = 2 Sangat Tidak Setuju (STS) = 1 2. Observasi

Kegiatan observasi adalah kegiatan yang setiap saat kita lakukan. Dengan perlengkapan pancaindranya yang kita miliki, kita sering mengamat

(10)

objek-objek disekitar kita. Observasi disini diartikan sebagai kegiatan mengamati secara langsung tanpa mediator sesuatu objek untuk melihat dengan dekat kegiatan yang dilakukan objek tersebut (Kriyantono, 2012: 110).

Dalam penelitian ini cara mengumpulkan data primernya dengan cara observasi secara langsung dengan mengumpulkan data atau informasi dengan pihak yang melakukan berpartisipasi secara aktif terkait kampanye Rekening Ponsel dan meneliti anggota Facebook fanpage CIMB Indonesia untuk mengetahui pengaruh difusi inovasi (kampanye Rekening Ponsel melalui Facebook fanpage) terhadap citra perusahaan.

3.7 Teknik Analisis dan Interpretasi Data 3.7.1 Uji Validitas

Uji Validitas item digunakan untuk mengetahui seberapa cermat suatu item dalam mengukur objeknya. Item dikatakan valid jika ada korelasi dengan skor total. Hal ini menunjukkan adanya dukungan item tersebut dalam mengungkap suatu yang ingin diungkap. Item biasanya berupa pertanyaan atau pernyataan yang ditujukan kepada responden dengan menggunakan bentuk kuisioner dengan tujuan untuk mengungkap sesuatu (Priyatno, 2012: 117). Pengujian validitas item dalam penelitian ini menggunakan SPSS dengan metode analisi yaitu Korelasi Pearson.

Pada penelitian ini akan membandingkan nilai r hitung (nilai Pearson correlation) dengan r tabel (didapat dari tabel r). nilai r tabel dicari menggunakan tingkat signifikansi 0.1 dan N = 100/df= 98. Didapat nilai r tabel adalah 0.1654 (Kariadinata, 2012: 342).

(11)

3.7.2 Uji Reliabilitas

Reliabilitas menunjuk pada adanya konsistensi dan stabilitas nilai hasil pengukuran tertentu di setiap kali pengukuran dilakukan pada hal yang sama. Oleh karena itu reliabilitas berkonsentrasi pada masalah akurasi pengukuran dan hasilnya (Sarwono, 2012: 85). Suatu instrumen dianggap reliabel jika memiliki koefisien alpha (α) sebesar 0,6 atau lebih. Dasar pengambilan keputusan untuk instrumen yang reliable adalah (Priyatno, 2012: 123):

a. Jika Cronbach’s coefficient alpha (α) pengujian > 0,6 maka pertanyaan dalam kuesioner layak digunakan (reliabel).

b. Jika Cronbach’s coefficient alpha (α) pengujian ≤ 0,6 maka pertanyaan dalam kuesioner tidak layak digunakan (tidak reliabel).

3.7.3 Uji Korelasi

Korelasi Pearson Product Moment merupakan pengukuran parametrik akan menghasilkan koefisien korelasi yang berfungsi untuk mengukur kekuatan hubungan linier antara dua variabel (Sarwono, 2012: 129).

Jika hubungan dua variabel tidak linier, maka koefisien korelasi Pearson tersebut tidak mencerminkan kekuatan hubungan dua variabel yang sedang diteliti, meski kedua variabel mempunyai hubungan kuat.

Kekuatan hubungan yang menunjukkan derajat hubungan ini disebut dengan korelasi. Nilai koefisien korelasi ini adalah sebagai berikut (Kriyantono, 2012: 172):

a. Kurang dari 0,20 : Hubungan rendah sekali, lemas sekali b. 0,20 – 0,39 : Hubungan rendah tapi pasti

(12)

c. 0,40 – 0,70 : Hubungan yang cukup berarti d. 0,71 – 0,90 : Hubungan yang tinggi, kuat

e. Lebih dari 0,90 : Hubungan yang sangat tinggi, kuat sekali, dapat diandalkan.

3.7.4 Uji Koefisien Determinasi

Koefisien determinasi berfungsi untuk mengetahui besarnya variabilitas variabel tergantung variabel terikat yang dapat diterangkan dengan menggunakan variabel bebas.

Koefisien determinasi juga digunakan untuk menghitung besarnya peranan atau pengaruh variabel bebas terhadap variabel tergantung. Koefisien determinasi dihitung dengan cara mengkalikan r2 dengan 100% (r2 x 100%)

Sebagai catatan ialah bahwa besarnya R Square berkisar antara 0 – 1 yang berarti semakin kecil besarnya R Square, maka hubungan kedua variabel semakin lemah. Sebaliknya jika R Square semakin mendekati 1, maka hubungan kedua variabel semakin kuat (Sarwono, 2012: 205).

3.7.5 Regresi Linear Sederhana

Analisis regresi linier sederhana adalah hubungan secara linear antara satu variabel independen dengan satu variabel dependen yang digunakan untuk memprediksi atau meramalkan suatu nilai variabel dependen berdasarkan variabel independen (Priyatno, 2012: 73).

Apabila terdapat data dari dua variabel riset yang sudah diketahui yang mana variabel bebas X dan yang mana variabel terikat Y sedangkan

(13)

nilai-nilai Y lainnya dapat dihitung atau diprediksi berdasarkan suatu nilai X tertentu (Kriyantono, 2012: 184).

Rumus: Y = a + bX Dimana:

Y = variabel tidak bebas (subjek dalam variabel tak bebas / dependen yang diprediksi)

X = variabel bebas (subjek pada variabel independen yang mempunyai nilai tertentu)

a = nilai konstanta atau harga Y bila X = 0

b = koefisien regresi, yaitu angka peningkatan atau penurunan variabel dependen yang didasarkam pada variabel independen. Bila b (+) maka naik, bila b (-) maka terjadi penurunan.

nilai a dihitung dengan rumus:

α

= Y- bX , dimana Y=

dan X=

nilai b dihitung dengan rumus: b =

3.7.6 Uji T (Hipotesis)

Uji t digunakan untuk menguji tingkat signifikansi pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen secara parsial. Dengan tingkat signifikansi (10%), maka kriteria pengujian adalah sebagai berikut (Priyatno, 2012: 77):

(14)

1. Apabila nilai signifikansi t < 0,1 maka H0 ditolak, artinya terdapat pengaruh yang signifikan antara satu variabel independen terhadap variabel dependen.

2. Apabila nilai signifikansi t > 0,1 maka H0 diterima, artinya tidak ada pengaruh yang signifikan antara satu variabel independen terhadap variabel dependen.

Gambar

Tabel 3.1 Operasionalisasi Konsep

Referensi

Dokumen terkait

Adapun konsep pemasaran (marketing) : Orientasi pelanggan, menemukan apa yang diingkan oleh konsumen serta menyediakan bagi mereka (lebih memperhatikan

Pengujian terhadap abnormal return tidak dilakukan pada setiap sekuritas, tetapi dilakukan secara agregat dengan menguji rata-rata pengembalian tidak normal seluruh

Eksportir minyak atsiri di negara berkembang dapat mendekati pedagang Spanyol, perantara perusahaan pengolah (seperti rumah-produksi produk pengharum, perusahaan pemurni,

(2014:469-484), pengawasan melekat dan pengawasan fungsional merupakan suatu pola pengawasan yang dianggap efektif untuk meningkatkan akuntabilitas. Berdasarkan uraian

Adapun yang menjadi sumber data primer dalam penelitian ini ialah informan yang secara langsung menjatuhkan talak terhadap istrinya karena adanya intervensi dari

Berdasarkan data di atas, penulis menarik simpulan bahwa ada dua (2) tindakan antisosial yang dilakukan Yuno, yaitu tidak peduli dengan keselamatan orang lain

Menetapkan : KEPUTUSAN REKTOR UNIVERSITAS DIPONEGORO TENTANG PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK), PEJABAT PELAKSANA DAN PENGENDALI KEGIATAN (PPPK) DAN PEMEGANG UANG MUKA

Hasilnya menunjukkan bahwa semua jenis maksim dengan prinsip kerjasama yang digunakan dalam dialog yang ditemukan di wawancara harian dengan Jon Stewart dalam edisi