BAB I PENDAHULUAN. I.1. Latar Belakang Latar Belakang Proyek

10  Download (0)

Teks penuh

(1)

BAB I

PENDAHULUAN

I.1. Latar Belakang

I.1.1. Latar Belakang Proyek

Kemajuan yang semakin maju dan berkembang banyak menuntut masyarakat untuk terus meningkatkan kinerja mereka dalam bekerja sehingga sebagian besar waktu dan energi mereka terserap oleh pekerjaan yang dilakukan setiap hari. Sebagai masyarakat yang memiliki kesibukan tinggi tahu membutuhkan waktu untuk merefleksikan diri serta menyegarkan kembali fisik dan psikis dengan perawatan tubuh dimana memperhatikan dari segi kecantikan (beauty) dan kesehatan (wellness).

Dengan kemajuan di bidang kesehatan maka semakin marak pula yang menawarkan perawatan tubuh. Hal ini, dikarenakan masyarakat yang semakin menyadari pentingnya penampilan dan kecantikan dari hari ke hari 1. Banyak cara yang dapat dilakukan untuk merawat tubuh yaitu salah satunya dengan memberikan perawatan dan penyembuhan melalui air. Sekarang ini spa dapat digabung dengan perawatan kecantikan dimana menjadi beauty and spa. Tempat perawatan semacam ini banyak mengalami perkembangan yang pesat di Indonesia 2. Hal ini dapat dibuktikan bahwa pada akhir tahun 2007 indonesia terpilih menjadi wisata spa yang terbaik didunia, sehingga Indonesia dianugrahkan International Wallness Awards yang penghargaannya diserahkan kepada penyelenggara pameran pariwisata tahunan International Travel Bourse di Berlin, Jerman 3. Hal tersebut menjadi pertimbangan MARTHA TILAAR GROUP untuk menempatkan frencise Martha Tilaar salon dan spa, dengan menawarkan perawatan kecantikan dan tubuh yang dapat menampung 1 Dunia-kita.com 2 Jurnal Arsitek-perpuspetraonline-arsitektur.net 3 Seputar-indonesia.com

(2)

kebutuhan serta minat para wanita karier dan para wanita kalangan menengah atas. Memiliki Fasilitas yang meliputi area perawatan rambut, area perawatan kuku, area perawatan wajah, area spa, beauty and art gallery, ruang penyimpanan dan kantor.

Untuk perawatan kecantikan (beauty) itu sendiri dapat meliputi bagian wajah, rambut, dan kuku. Untuk perawatan wajah itu sendiri terdiri dari : facial, face massage, masker wajah, totoki wajah, dan

make up. Sedangkan untuk perawatan rambut terdiri dari : creambath, hair spa, pemotongan rambut, pewarnaan rambut, penataan rambut, waxing, untuk rambut utbuh, dan lain-lain, dan untuk perawatan kuku

seperti manicure, pedicure, nail polish, dan lain-lain.

Untuk perawatan tubuh seperti spa sudah ada sejak jaman dahulu yang merupakan singkatan dari salus per aqua dan berasal dari sebuah nama kota yaitu spa, Belgia 4. Salus adalah pengobatan atau perawatan. Per artinya dengan, aqua berarti air. Jadi spa adalah perawatan dengan metode air. Ada juga beberapa pakar mengatakan spa adalah Hidroterapi.

Spa merupakan terapi bagi masyarakat untuk memberikan perawatan kecantikan dan kesehatan yang dapat memberikan relaksasi sehingga dapat membuat pikiran tenang dan lebih berenergi. Perawatan spa itu sendiri terdiri dari lulur, scrub, body massage, dan mandi susu.

Sejak dulu leluhur Indonesia sudah mengenal perawatan kecantikan dan kesehatan seperti spa dimana masih memelihara kebudayaan asli, termasuk warisan-warisan raja kuno. Dan biasanya spa banyak didominasi oleh kaum bangsawan, namun pada jaman sekarng masyarakat mulai memahami manfaatnya dan mengikuti tradisi kaum bangsawan itu. Saat ini spa menyediakan berbagai macam jenis perawatan modern, ala timur, sampai perawatan ala barat. Namun

4

(3)

spa yang modern sampai jaman dahulu hamper sama ritualnya yaitu berhubungan dengan air.5

Oleh sebabnya bagi sebagian orang yang berdomisili dikota-kota besar, Spa merupakan perawatan kecantikan sudah menjadi kebutuhan pokok. Khususnya pada daerah Gading Serpong Tangerang Selatan banyak terdapat perkantoran serta tingkat kemakmuran masyarakatnya adalah kalangan menengah keatas. dan rutinitas masyarakat yang bekerja dan kondisi jalan yang padat membuat masyarakat di daerah tersebut mengalami kelelahan fisik, jenuh, atau bahkan mengalami stress.

I.1.2. Latar Belakang Tema / Budaya

Di Indonesia terutama di daerah Jawa, prinsip dan konsep spa sudah ada sejak jaman kerajaan-kerajaan di Jawa. Salah satunya yang paling menonjol adalah Taman Sari, peninggalan kesultanan Yogyakarta, yang dibangun sekitar tahun 1759 oleh Sri Sultan Hamengkubuwono I, yang berlokasi ditengah-tengah kota tua Yogyakarta, sebelah barat daya keraton Yogyakarta sekarang. Taman Sari bangunan yang berarsitektur campuran antara gaya Portugis dan

gaya Jawa, atau lebih dikenal dengan “istana air” ini merupakan

tempat pemandian raja dan putra-putri raja. Taman sari merupakan bangunan tiga tingkat, yang terdiri dari beberapa kolam air untuk mandi yang dilengkapi dengan air mancur (fountain) sebagai sumber air kolam, dan sekitar 50 ruangan. Istana ini tidak hanya digunakan untuk bersenang-senang, tetapi juga untuk bermeditasi dean menenangkan pikiran. Satu bagian didalam kompleks Taman Sari ini disebut dengan Pula Kenanga, karena di halaman bagian depan istana tumbuh pohon-pohon kenanga (Canangium Odorantum). Bunga-bunga yang tumbuh harum, menyebarkan keharumannya keseluruh bagian istana. Disisi lain, ada sebuah ruang yang konsepnya menyerupai sauna di jaman sekarang, dimana ruang tersebut tertutup, memiliki

5

(4)

tempat tidur dari batu, dan pada bagian bawahnya terdapat tempat untuk membakar bara, sehingga menghasilkan tingkat suhu udara yang sedemikian rupa tinggi. Konon, ruangan ini juga digunakan oleh raja untuk menenangkan pikiran.

Mengingat bahwa SPA merupakan tempat untuk relaksasi, maka interior bergaya ekletik akan sangat menunjang kebutuhan akan kebugaran tersebut. Ditinjau dari segi produk-produk SPA dan perawatan kecantikan yang sebagian besar berasal dari alam, seperti rempah-rempah, tumbuh-tumbuhan, maka gaya ekletik yang merupakan perpaduan antara gaya modern dengan tradisional Jawa (khususnya Yogyakarta) benar-benar merupakan pilihan yang tepat untuk diterapkan pada interior Beauty and SPA ini. Pilihan material alami dapat menciptakan kehangatan bagi konsumen.

Eklektisisme adalah sikap berfilsafat dengan mengambil teori yang sudah ada dan memilah mana yang disetujui dan mana yang tidak sehingga dapat selaras dengan semua teori itu. Hal ini dilakukan agar dapat mengambil nilai yang berguna dan dapat diterima. Dari sana diciptakan sistem terpadu. Para filsuf dengan sikap semacam ini membatasi usaha berpikirnya dengan menguji hasil karya intelektual orang lain, mengadakan penggabungan kebenaran-kebenaran tanpa usaha yang serius dalam berfilsafat. Eklektisisme mengarah kepada sinkretisme, dan dalam menggabungkan ide-ide yang ada kurang melihat konteks dan kesahihan ide. Para eklektikawan memandang upaya semacam ini adalah cara terbaik agar dapat memakai semua teori yang bernilai dan ini diterapkan dalam banyak bidang kehidupan. Misalnya dalam bidang pendidikan, sosial, politik, masyarakat dan sebagainya.6

Salah seorang warga Roma yang dapat digolongkan dalam filsafat ini adalah Cicero (106-43)SM. Dia adalah seorang orator tersohor di Roma. Tokoh lain misalnya Philo (25 SM - 50 M), seorang pemikir

6

(5)

Yahudi dari Aleksandria. Pemikiran utamanya adalah mempertemukan dan mendamaikan agama Yahudi dengan pemikiran filsafat Yunani terutama Plato. Filsafat yang paling dekat dengan Eklektisisme adalan filsafat Stoa pada awal masehi. Sedangkan dalam Zaman Pencerahan, tokoh yang tampak adalah Victor Cousin (1792-1867).7

I.2. Identifikasi Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas dapat dirumuskan permasalah yang ada sebagai berikut :

1. Bagaimana merancang interior Beauty and Spa dengan penataan layout yang sesuai dengan fungsi ruang masing-masing ?

2. Bagaimana merancang Beauty and Spa yang memberikan kenyamanan melalui pengolahan tata ruang dalamnya dengan gaya tema Eklektik dengan lokal content budaya Jawa ?

3. Bagaimana menciptakan interior yang dapat memberikan suasana yang nyaman untuk relaksasi pada customer ?

I.3. Maksud, Tujuan, Sasaran I.3.1. Maksud

a. Seiring dengan berkembangnya dunia usaha, maka jumlah SPA sebagai sarana kebugaran, perawatan, serta terapi kesehatan semakin bertambah jumlahnya. One stop solution untuk masyarakat urban sehat agar tampak cantik. Oleh karena itu persaingan untuk menyajikan pelayanan dan fasilitas yang lengkap serta suasana yang mendukung menjadi prioritas utama. Dalam hal ini perancangan interior sangat dibutuhkan.

b. Menciptakan interior bangunan yang dapat memberikan pelayanan perawatan tubuh (kesehatan dan kebugaran) dan kecantikan serta menawarkan suasana yang myaman didalamnya sehingga pengunjung dapat benar-benar merasakan suasana yang tenang dan rileks.

7

(6)

I.3.2. Tujuan

Ditinjau dari fungsi beauty and spa yang merupakan tempat untuk terapi kesehatan, kebugaran tubuh, memanjakan diri serta sebagian tempat untuk perawatan kecantikan dan peremajaan wanita, maka perencanaan interior didalamnya bertujuan untuk :

a. Merancang interior bangunan sebagai Beauty and Spa dimana sebagai wadah untuk menyediakan fasilitas kecantikan dan perawatan tubuh.

b. Merancang interior dimana dapat menciptakan suasana yang nyaman, tenang dan rileks didalamnya agar pengunjung dapat merasa betah didalam Beauty and Spa ini.

c. Memberi suatu kenyamanan dan kepuasan bagi tamu sebagai pengguna SPA agar menetap lebih lama dan berharap ingin kembali lagi.

d. Membantu mengatasi masalah kelelahan, masalah psikis maupun stress yang dialami oleh konsumen, sehingga konsumen dapat merasa rileks, dan dapat merasakan arti perawatan SPA yang sesungguhnya.

e. Memberikan suasana ruang yang rileks dengan pemberian warna dan material yang membuat nyaman, serta penghawaan ruang dengan menggunakan aromatherapy untuk membuat nyaman dan menenangkan fikiran konsumen saat berada di ruangan.

I.3.3. Sasaran

1. Mengidentifikasi dan merumuskan fungsi – fungsi yang ada pada

Beauty and spa "Martha Tilaar" ini yang rekreatif dan memberikan

kenyamanan berdasarkan tema dan gaya yang akan dijadikan landasan dalam konsep perancangan.

2. Mewujudkan konsep perancangan Beauty and spa "Martha Tilaar" yang rekreatif dan memberikan kenyamanan mencakup bentuk, jenis bahan, warna, tekstur, ukuran/ skala/ proporsi pada elemen – elemen interior.

(7)

I.4. Ruang Lingkup Perancangan

Dalam sebuah perancangan, pembahasan masalah merupakan tahap yang sangat menentukan dalam dalam perancangan secara kualitatif walaupun sifatnya dapat diubah sesuai dengan situasi latar penelitian.

Ruang lingkup dari perancangan ini adalah “Spa and Beauty” ini

merupakan pusat perawatan kecantikan dan kebugaran diperuntukan untuk

“umum”, remaja hingga dewasa. Dimana dalamnya terdapat ruang-ruang

seperti ruang konsultasi, spa, sauna, refleksiologi, manicure, pedicure, shop in body (counter), dan salon. Adapun hal-hal yang akan dikaji Spa and Beauty disini, yaitu reseptionis, ruang spa, manicure, pedicure,

massage room, jamu bar dan salon.

I.5. Metode Perancangan

Metodologi disini meliputi 4 cara, yaitu : a. Studi Pustaka yang berupa literature – literature

Studi keperpustakaan terbagi menjadi 2, yaitu studi mengenai beauty

and spa, serta studi kebudayaan Yogyakarta. Studi ini merupakan usaha

untuk mencari literature yang lengkap baik dari buku maupun majalah, yang dapat mendukung studi mengenai rancangan beauty and spa. b. Studi Banding lapangan

Teknik pengumpulan data dengan cara mengadakan pengamatan langsung kepada objek yang memiliki kesamaan fungsi dengan yang dirancang. Antara lain Beauty and Spa, survey lokasi, mengamati kegiatan ditempat survey.

c. Teknik Wawancara

Teknik pengumpulan data dengan cara Tanya jawab dengan pengelola tempat survey.

d. Teknik pencatatan

Teknik pengumpulan data dengan cara menatat data-data yang berhubungan dengan objek yang akan dirancang (baik dari buku maupun internet).

(8)

Skema 1.1 Metode Perancangan

I.6. Terminology

Aerobic : Senam dinamis

Air Conditioner : Alat pendingin ruangan

Aromatic Massage : Pijat dengan menggunakan minyak beraroma

Aromatherapy : Terapi dengan menggunakan wewangian

Beauty : Kecantikan

Body Scrub : Perawatan tubuh dengan mengangkat sel kulit mati

Ceiling : Langit-langit atau Plafon

Entrance Hall : Tempat keluar masuknya tamu

Extract : Sari

Facial : Perawatan kulit wajah

Foot Massage : Pijat kaki

Beauty and Spa

Data Literatur Survey Lapangan

Analisa Analisa

Kesimpulan

Permasalahan

Analisa fisik dan Non

Kriteria Desain

(9)

Hair Treatment : Perawatan rambut

Hydrotherapy : Pijat dengan menggunkan tekanan air

Interior : Bagian ruang dalam

Interior Design : Perencanaan ruang dalam yang

memperhatikan masalah teknik fungsional dan estetika emosional

Jacuzzi : Kolam gelembung air panas

Lay-out : penyusunan tata letak

Lighting : Pencahayaan

Loker : Lemari Penyimpanan

Manicure : Perawatan kuku tangan

Massage : Pijat

Massage Oil : Minyak yang digunakan khusus untuk memijat

Pedicure : Perawatan kuku kaki

Plunge pool : Kolam bilasan setelah sauna / steam

Sauna : Kamar mandi uap sifatnya basah

Steam : Kamar mandi uap sifatnya kering

Shiatsu : Pijat tradisional Jepang

Traditional Massage : Pijat tradisional

I.7. Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan ini terbagi dalam empat bab dan beberapa lampiran serta dokumentasi dan gambar kerja. Adapun keempat bab tersebut adalah :

 BAB I – PEMDAHULUAN

Bab ini menguraikan latar belakang pemilihan proyek, identifikasi masalah, maksud dan tujuan, metode perancangan, sistematika penulisan, dan skema pemikiran.

 BAB II – TINJAUAN DATA

Bab ini berisikan tinjauan data umum dan khusus mengenai tentang

(10)

 BAB III - DATA PROYEK

Bab ini berisikan data proyek dan profile company proyek Beauty and

spa "Martha Tilaar"

 BAB IV– ANALISA PROYEK

Bab ini membahas penganalisian proyek Beauty and spa "Martha Tilaar" yang akan didesain sehingga dapat menghasilkan konsep yang akan dibahas di bab selanjutnya.

 BAB V – KONSEP PERANCANGAN

Bab ini berisi tentang konsep programatik dan konsep perencanaan dari Beauty and spa "Martha Tilaar".

Figur

Memperbarui...

Referensi

Pindai kode QR dengan aplikasi 1PDF
untuk diunduh sekarang

Instal aplikasi 1PDF di