• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III TEKNIK PRODUKSI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III TEKNIK PRODUKSI"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

BAB III

TEKNIK PRODUKSI

3.1 Rencana Pra Produksi

3.1.1 Para Pihak Berkepentingan (sides)

Para pihak yang berkepentingan dalam film dokumenter “Dalang Wayang Kulit Betawi”adalah:

A. Dalang Ki. Naman Sanjaya B. Keluarga Ki. Naman Sanjaya C. Masyarakat Umum

D. Para Ahli (Pakar Sosiologi, Ahli Bahasa) E. Ridwan Saidi (Budayawan Betawi) F. Dalang Profesional Betawi

Pihak tersebut berkepentingan dikarenakan mereka adalah Narasumber yang berperan (berpartisipasi) dalam pembuatan film dokumenter “Wayang Kulit Betawi”.

3.1.2 Kutipan Wawancara yang akan diambil (soundbite)

Pencipta menggunakan wawancara untuk mendapatkan informasi dari sumber terpercaya, perihal hubungan yang terkait dengan Tugas Akhir. Sehingga mempunyai data yang valid dan akurat demi kesempurnaan ini. Berikut pencipta melakukan wawancara dengan pihak terkait.

DAFTAR NARASUMBER DAN PERTANYAAN 1. Dalang Wayang kulit Betawi ( Naman Sanjaya )

 Sejak tahun berapa awal mula menjadi dalang ? bisakah diceritakan tentang sejarah wayang kulit betawi ?

 Bisa diceritakan pak, kenapa wayang kulit betawi mengalami kemunduran di zaman sekarang ?

(2)

 Lalu langkah apa saja yang sudah di lakukan bapak dalam melestarikan wayang kulit betawi ?

 Lalu saat ini, berapakah jumlah dalang wayang kulit yang ada dizaman sekarang ?

 Apa yang bapak inginkan kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk pelestarian wayang kulit ini ?

 Kalau Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tidak ada perkembangan langkah apa yang bapak lakukan sebagai awal dari pelestrian wayang kulit betawi ini ? 2. Badan bahasa (Ganjar , M.Sc)

 Bahasa apa yang di gunakan dalam pementasan wayang ?

 Apa komentar bapak, mengenai wayang dengan penggunaan satra lisan ?  Menurut bapak, kenapa wayang di zaman sekarang kurang mendapat

perhatian dari masyarakat ? apa alasan tersebut?

 Apa komentar bapak mengenai para pedalang agar harus tetap bertahan ?  Hal yang paling terpenting dari dalang dalam pementasan wayang kulit betawi  Lalu solusi apa yang tepat untuk para pedalang agar wayang kulit betawi tetap

bertahan ?

3. Sosiolog kebudayaan (Prof. Dr. Paulus Wirutomo, M.Sc)

 Apakah yang menyebabkan wayang kulit betawi harus di lestarikan ?

 Dari sudut pandang bapak sebagai seorang sosiolog kebudayaan, apa yang menyebabkan permasalahan wayang kulit betawi kurang diminati masyarakat?

 Secara sosiologi, langkah seperti apa yang dilakukan pemerintah sehingga menjadi permasalahan sosial seperti ini?

 Dikaitkan dengan permasalahan kebuyaan tradisional seperti wayang golek, apa yang menjadi masalah sosial perkotaan pada jaman sekarang ini?

4. Lembaga kebudayaan betawi (Dr. Yahya)

 Sejak kapan perkembangan wayang kulit betawi dan dipengaruhi oleh apa wayang kulit betawi ?

 Apa perbedaan wayang kulit betawi dengan wayang kulit yang lainya seperti: wayang kulit jawa?

 Apa keunikan dari wayang kulit betawi ini?

 Cerita apa yang sering dimainkan pada wayang kulit betawi?  Perlu tidak adanya revitalisasi wayang kulit betawi ini?

(3)

3.1.3 Naskah

Judul : Wayang Kulit Betawi

SEGMEN 1

DI BALIK KE INDAHAN IBU KOTA TERNYATA MASIH BEGITU

BANYAK PERMASALAHAN YANG ADA / MULAI DARI

PERMASALAHAN SOSIAL SAMPAI FINANSIAL SEPERTINYA KURANG TERSUSUN RAPIH // DI ZAMAN YANG MODERN SERTA

BEGITU GAMPANG NYA MASYARAKAT MENDAPATKAN

INFORMASI ATAU MENCARI HIBURAN ///

SEHINGGA MENYEBABKAN BUDAYA TRADISIONAL SUDAH MULAI DI LUPAKAN / WAYANG KULIT BETAWI ADALAH SALAH SATU ICON YANG DIMILIKI KOTA JAKARTA / SELAIN ONDEL-ONDEL DAN PENCAK SILAT // WAYANG KULIT BETAWI SUDAH ADA KEBERADAANNYA SEJAK TAHUN 1925 ///

ASAL USUL WAYANG KULIT BETAWI TIDAK DIKETAHUI SECARA JELAS KARENA TIDAK ADA KETERANGAN PASTI / KEMUDIAN DI CERITAKAN KEPADA MASYARAKAT SEHINGGA BANYAK MASYARAKAT YANG TERTARIK PADA WAYANG KULIT

BETAWI TERSEBUT / BANYAK VERSI-VERSI SEJARAH

BERMUNCULAN MENGENAI WAYANG KULIT BETAWI // DAN

KEBANYAKAN SEJARAH TERSEBUT DI KAITKAN DENGAN

PASUKAN MATARAM DI BETAWI MENURUT PARA AHLI ///

SAAT INI/ SEMAKIN BERKEMBANGNYA ZAMAN MEMBUAT WAYANG KULIT SUDAH SULIT UNTUK DI TEMUKAN // KI BONANG SALAH SATU DALANG YANG MASIH TERSISA SAMPAI SAAT INI /

ORANG YANG MASIH PEDULI TERHADAP KEBUDAYAAN

TRADISIONAL SAMPAI SAAT INI // BERKAT BELIAU LAH WAYANG KULIT MASIH ADA WALAU PUN SUDAH SANGAT LANGKA DI TEMUKAN ///

(4)

SEGMEN II

PAGI HARI DIMANA SETIAP ORANG SIBUK DENGAN

KESEHARIANNYA / YANG BEGITU BERBEDA DENGAN

KESEHARIAN KI BONANG YANG SELALU MERAWAT BONEKA WAYANG NYA SATU-PERSATU // DI SORE HARI KETIKA KI BONANG SEDANG BERADA DI DEPAN RUMAH MELIHAT ANAK-ANAK BERMAIN DI DEPAN RUMAH NYA ///

MELIHAT ITU SEMUA TERBESIT HARAPAN UNTUK INGIN MENGAJARI ANAK-ANAK MENDALANG / SEHINGGA WAYANG KULIT BETAWI TIDAK PUNAH BEGITU SAJA / KESIBUKAN KI

BONANG BERTAMBAH SELAIN MENDALANG

KEKAMPUNG-KAMPUNG YANG DIADAKAN SETIAP PANEN PADI // AKAN TETAPI SEKARANG KI BONANG MEMPUNYAI KESIBUKAN LAIN YAITU MENGAJARI ANAK – ANAK MENDALANG DAN BERKEINGINAN SEPERTI KI BONANG ///

SEGMEN III

HASIL DARI KERJA KERAS KI NAMAN YANG TIDAK MENGENAL PUTUS ASA UNTUK MELESTARIKAN WAYANG KULIT //SEDIKIT-DEMI SEDIKIT MEMBUAHKAN KAN HASIL DENGAN ADANYA MURID-MURID KI BONANG YANG BERKEINGINAN BELAJAR MENDALANG / SEDIKIT MEMBERIKAN SPIRIT UNTUK KI NAMAN DALAM MELESTARIKAN WAYANG KULIT ///

PENDAPAT DARI BADAN BAHASA YANG MENJELASKAN BAHASA DALAM WAYANG MEMANG TIDAK GAMPANG / DALAM PENYAMPAIAN PESAN AKAN TETAPI SEMUA BISA DI PELAJARI SECARA PERLAHAN CARA MENANGGULANGI MURID-MURIDNYA AGAR SELALU BELAJAR MENDALANG SEPERTI MEMODIFIKASI///

(5)

BAHASA YANG DI GUNAKAN DALANG // YANG DI DALAM NYA MERINGKAS ISI CERITA PEWAYANGAN DENGAN ALASAN AGAR MURID-MURIDNYA TIDAK JENUH DENGAN BAHASA PEWAYANGAN //

WAYANG YANG KITA KENAL BERISIKAN TENTANG NILAI-NILAI KEHIDUPAN DARI PETUAH-PETUAH DAHULU YANG MEMBUAT MASYARAKAT BEGITU MEMEGANG TEGUH ISI DARI CERITA WAYANG// PENDAPAT SOSIAL YANG MENJELASKAN BAHWA WAYANG ADALAH/ SALAH SATU SUMBER YANG TEPAT DI ZAMAN ITU ///

KARENA MASYARAKAT BELUM MENGENAL TULISAN SEHINGGA// ORANG TERDAULU SELALU MEMBUAT CERITA-CERITA DENGAN DAYA IMAJINASI NYA YANG HASIL NYA DISUKAI BANYAK MASYARAKAT //

PADA ZAMAN MODERN DIMANA SETIAP MASYARAKAT

DENNGAN MUDAHNYA MENDAPATKAN HIBURAN YANG

MEMBUAT MEREKA NYAMAN DENGAN KEADAANNYA //

STRATEGI YANG HARUS DIGUNAKAN SEORANG DALANG AGAR WAYANG KULIT BETAWI TETAP BERTAHAN DI ERA MODERNISASI INI // ADALAH / SANG DALANG HARUS MEMPERLUAS JARINGAN AGAR WAYANG KULIT BETAWI INI SELALU HIDUP DARI GENERASI KE GENERASI //

DENGAN CARA MEMPROMOSIKAN WAYANG KULIT BETAWI KE MENTERI KEBUDAYA DAN PARIWISATA //AGAR WAYANG INI BISA DI JAGA DAN DILESTARIKAN KEMBALI// DENGAN PROGRAM KERJA YANG SUDAH DI RENCANAKAN DAN DI SUSUN OLEH MENTERI KEBUDAYA DAN PARIWISATA ///

SEPERTI MEMPERTUNJUKAN WAYANG KULIT BETAWI KE

TEMPAT-TEMPAT HIBURAN YANG MENJADI DAYA TARIK

(6)

3.1.4 Gambar-gambar yang dibutuhkan (shot list) Visualisasi yang di butuhkan yaitu:

SEGMEN T TOS (TYPE OF SHOT) VIDEO 1 VT (VIDEO TAPE) KEBUDAYAAN BETAWI : ONDEL-ONDEL,LENONG,GAMBANG KROMONG,PALANG PINTU) VT (SEJARAH WAYANG KULIT BETAWI)

MCU (MEDIUM

CLOSE UP)

WWC: BUDAYAWAN &

DALANG PROFESIONAL

WAYANG KULIT BETAWI

VT (PERKEMBANGAN

WAYANG BETAWI DARI

ZAMAN DAHULU HINGGA

SEKARANG)

MCU (MEDIUM

CLOSE UP)

WWC: MASYARAKAT UMUM (TAU ATAU TIDAK WAYANG KULIT BETAWI)

CUT TO

2 LS (LONG SHOT) ESTABLISH KOTA JAKARTA

LS (LONG SHOT) GAMBAR DALANG SEDANG

(7)

MCU (MEDIUM CLOSE UP)

WWC: KI. NAMAN SANJAYA (SIAPA & PROFESINYA APA)

MS (MEDIUM

SHOT),SLIDER,CU (CLOSE UP), LS (LONG SHOT)

GAMBAR KEHIDUPAN SEHARI-HARI KI. NAMAN SANJAYA DI RUMAH & DI LINGKUNGAN SEKITAR

MCU (MEDIUM

CLOSE UP)

WWC: KELUARGA KI. NAMAN

SANJAYA & ORANG

TERDEKAT KI. NAMAN

SANJAYA (SEPERTI APA KI. NAMAN SANJAYA ITU)

SLIDER, LS(LONG SHOT),CU(CLOSE UP)

GAMBAR KI. NAMAN SANJAYA

YANG SEDANG DUDUK

SANTAI SAMBIL MEMAINKAN WAYANG KULIT BETWAI

CU(CLOSE UP), MS(MEDIUM

SHOT), OS (OVER SHOULDER)

GAMBAR BETAPA

SAYANGNYA KI. NAMAN

SANJAYA TERHADAP

WAYANG TERSEBUT SLIDER, CU(CLOSE

UP), MS(MEDIUM SHOT)

GAMBAR KI. NAMAN SANJAYA SEDANG MEMBUAT WAYANG

CU(CLOSE UP), LS(LONG

SHOT),CHANGE FOCUS

GAMBAR KI. NAMAN SANJAYA

YANG SEDANG MERATAPI

WAYANG DENGAN

OPTIMISNYA BAHWA

WAYANG INI BISA EKSIS KEMBALI

(8)

FOLLOW, MS(MEDIUM SHOT), PORTA JIP

GAMBAR IA

MEREVITALISASIKAN

WAYANG DI

KAMPUNG-KAMPUNG ATAU DI TEMPAT YANG LAIN LS(LONG SHOT), TILL DOWN, TRACK IN GAMBAR DIMANA IA MEMBUKA SANGGAR FOLLOW,OS(OVER SHOULDER),2S(TW O SHOT),CS(CLOSE UP), LS(LONG SHOT) GAMBAR IA KEDATANGAN

MURID-MURID YANG INGIN BELAJAR MENDALANG

SLIDER, CHANGE FOCUS,GoPro

GAMBAR MURID-MURID

SANGGAR YANG SEDANG

MENDALANG WAYANG KULIT BETAWI

CUT TO

3 TIME LIPSE GAMBAR PROSES

PEMENTASAN WAYANG KULIT BETAWI

MCU(MEDIUM CLOSE UP)

WWC: AHLI BAHASA (ARTI REVITALISASI ITU SENDIRI) LS(LONG SHOT), GS(GROUP SHOT),SLIDER GAMBAR DALANG MENGAJARI MURID-MURIDNYA

(9)

CLOSE UP) (PENGAPLIKASIAN CARA,UPAYA REVITALISASI) FOLLOW,LS(LONG SHOT),SLIDER FOREGROUND GAMBAR DALANG MENSOSIALISASIKAN WAYANG KULIT KE MASYARAKAT UMUM, DLL MCU(MEDIUM CLOSE UP) WWC: MENTRI KEBUDAYAAN(CARA & UPAYA) LS(LONG SHOT),BCU(BIG CLOSE UP)

GAMBAR DALANG YANG

YANG KURANG PERHATIAN DARI PEMERINTAH

FOLLOW, MS(MEDIUM SHOT),BCU(BIG CLOSE UP)

GAMBAR DALANG LAGI

BERUSAHA UNTUK

MELESTARIKAN WAYANG

MCU(MEDIUM CLOSE UP)

WWC: KI. NAMAN SANJAYA (HARAPANNYA)

BCU(BIG CLOSE

UP), LS(LONG

SHOT)

GAMBAR PARA DALANG

DAPAT TEMPAT DI HATI

MASYARAKAT MS(MEDIUM

SHOT),CS(CLOSE UP),TRACKING

GAMBAR PEMENTASAN

DALANG DALAM

(10)

3.1.5 Jadwal Produksi Keseluruhan (time schedule)

Jadwal Produksi secara keseluruhan akan dilaksanakan sebagai berikut; TIME SCHEDULE

(11)

3.1.6 Rencana Anggaran Biaya (budgeting)

Target biaya produksi “Wayang Kulit Betawi” dengan rincian biaya sebagai berikut :

Dana Pra Produksi:

 Observasi : Rp. 150.000  Transportasi : Rp. 100.000  Lain-lain : Rp. 50.000 Dana Produksi:  Narasumber : Rp. 200.000  Konsumsi : Rp. 150.000  Peralatan : Rp. 700.000  Lain-lain : Rp. 100.000

Dana Pasca produksi:

 PRINT COVER : Rp. 10.000

 PRINT LABEL : Rp. 10.000

 DVD (@Rp. 15.000,-) x 2 buah : Rp. 30.000

+

TOTAL : Rp. 1.500.000,-

(12)

3.2 Rencana Produksi 3.2.1 Garis Besar (outline)

Garis besar dari produksi film dokumenter “Wayang Kulit Betawi ” Tayangan dokumenter ini mengisahkan betapa langkanya wayang kulit betawi yang sudah sangat jarang kita dengar atau pun jumpai. Sampai saat ini masyarakat kurang mengenal sejarah tertua Indonesia yang isinya mengenai nasihat-nasihat yang disampaikan oleh petuah-petuah, membuat keterkaitan tradisi wayang kulit betawi berkurang dengan sendirinya. Yang mempunyai sehingga sangat menarik untuk di angkat sebagai subjek penelitian dan di dokumentasikan sebagai subjek, dalam pagelaran wayang dimana kita tahu wayang dimainkan dengan berbagai cerita dan setiap wayang mempunyai karakter yang berbeda-beda, dalam tayangan ini akan menambah pengetahuan bagi orang-orang yang menonton tayangan “wayang kulit betawi” ini terhadap audiens yang sering dianggap sudah hampir punah akan tetapi bisa menghasilkan suatu karya yang indah, unik, dan memiliki daya jual yang tinggi.

Alasan penulis mengembil topic ini adalah sebuah tayangan dokumenter mengenai suatu karya yang dibuat oleh pemikiran-pemikiran yang tulus atau seniman yang hasilnya pun bisa dijadikan sebuah contoh atau karya seni. Pada saat ini semakin banyak kesenian di Indonesia sangat popular baik didalam negeri maupun di luar negeri. Kesenian di Indonesia sangat beragam mulai dari kesenian tradisional sampai kesenian modern. Kesenian tradisional kebanyakan berasal dari kesenian daerah, dan setiap daerah mempunyai kesenian tradisional dengan cirri khas tersendiri. Salah satu diantaranya adalah kesenian yang berasal dari Jakarta yaitu wayang kulit betawi. Kesenian ini merupakan warisan budaya yang sudah turun temurun dijakarta.

(13)

3.2.2 Pihak-Pihak yang Turut Mendukung Proses Produksi

Pihak yang mendukung proses produksi “Wayang Kulit Betawi ” adalah Universitas Mercu Buana khususnya Program Studi Broadcasting.

3.2.3 Teknik Pengambilan Gambar (shooting technique)

Pengambilan gambar yang digunakan dalam proses produksi Wayang Kulit Betawi adalah sebagai berikut ;

1. Panning (kamera tidak bergerak, tetapi tripot penyangga kaki tiga

digerakkan ke kiri dan ke kanan), teknik pergerakan ini dilakukan untuk memperlihatkan gambar mendatar(horizontal) secara berurutan dan halus. Jika ke kiri disebut pan left, jika ke kanan disebut pan right.

2. Tilting, teknik pergerakan ini dilakukan untuk memperlihatkan gambar

dari bawah ke atas atau dari atas ke bawah. Jika pergerakan dari bawah ke atas disebut tilt up dan sebaliknya jika pergerakan kamera dari atas ke bawah maka disebut tilt down.

3. Follow, teknik gerakan kamera mengikuti objek yang bergerak searah.

4. Zoom In, teknik pergerakan ini dilakukan untuk mendekati objek dengan

menekan tombol zooming pada bagian depan.

5. Zoom Out, teknik pergerakan ini dilakukan untuk menjauhi objek

dengan menekan tombol zooming pada bagian belakang.

6. Framing, adalah objek memasuki framing shot. Jika objek ke luar

bingkai (frame) shot namanya frame outi, sementara itu jika objek masuk ke dalam bingkai shot disebut frame in.1

(14)

3.2.4 Perangkat dan Peralatan Shooting yang Digunakan Perangkat dan Peralatan shooting yang digunakan adalah ;

1. Camera DSLR 60D

2. Lensa Super Wide 17-40mm F2.8 L 3. Lensa Tele 70-200mm F2.8 L 4. Lensa fix 50mm F1.4 5. Lensa 24-70mm F2.8 L 6. Tripod 7. MMC : 32GB (2unit) : 16GB (2unit)

8. Batre Canon DSLR 60D (3unit) 9. Slider

10. LED (4unit) 11. Clip on 12. Mac book Pro

(15)

3.3 Rencana Pasca Produksi

Naskah / Skrip berdasarkan hasil liputan :

No. VIDEO AUDIO

COLOUR BAR TONE COLOUR BAR

LOGO UMB

“UNIVERSITAS MERCU BUANA”

COUNTDOWN

TEASER+TITLE “WAYANG KULIT BETAWI”

BACK SOUND

INSERT PEMENTASAN DALANG BACK SOUND

WAWANCARA: Bpk. Dr. Yahya Statement :

“Wayang kulit betawi mendapat pengaruh yang cukup kuat dari wayang kulit purwa yang dating dari jawa tengah .”

INSERT GAMBAR SEJARAH

PERKEMBANGAN WAYANG KULIT BETAWI

Narasi :

SEJARAH PERKEMBANGAN WAYANG KULIT BETAWI DIMULAI DARI

PENYERANGAN KERAJAAN MATARAM KE BATAVIA PADA TAHUN 1628-1629// ATAS PERINTAH SULTAN AGUNG HANYOKROKUSUMO PASUKAN

MATARAM MENYERANG BELANDA KE BATAVIA//

TENTARA MATARAM MELAKUKAN PENYERBUAN MENDIRIKAN POS DAN BERSOSIALISASI DENGAN PENDUDUK SETEMPAT/ /

SEHINGGA MENIMBULKAN CERITA-CERITA TENTANG WAYANG KULIT BETAWI//

(16)

WAWANCARA: Bpk. Yahya

INSERT PEMAIN MUSIK & WAYANG

BACK SOUND Pembahasan :

Ketika pada gilirannya mereka telah

meninggalkan lokasi itu dan sisa-sisanya di ketahui oleh masyarakat lokal. yaitu

masyarakat betawi pada saaat itu dan mulailah dia mengekspresikan wayang kulit itu mulai saat itu.

INSERT NAMA SANGGAR,WAYANG & TUGU BEKASI

Narasi :

SANGGAR KI NAMAN ADALAH SALAH SATU SANGGAR YANG MASIH

MELESTARIKAN WAYANG KULIT BETAWI// YANG TERLETAK DI WILAYAH TAMBUN//

BACK SOUND 3

WAWANCARA: Ki. Naman Sanjaya INSERT GAMBAR PETA BEKASI

Statement :

“Kota Bekasi yang kecamatanya masih tambun menjadi salah satu alasan, mengapa warga jakarta menganggap wayang kulit tambun sebagai wayang kulit betawi. memang kecamatannya masih di lokasi tambun.”

INSERT PEMENTASAN DALANG

Narasi : KEUNIKAN DARI WAYANG KULIT BETAWISELAIN DARI

TEKTURNYA JUGAPADA BAHASANYA JIKA CERITA YANG DIBAWAKAN TENTANG PARA PEMIMPIN MAKA BAHASA JAWA DAN SUNDA//

(17)

KISAH RAKYAT JELATA MAKA BAHASA YANG DIGUNAKAN ADALAH BETAWI

BACK SOUND

INSERT DALANG ATMOSFER

FADE OUT

INSERT SINDEN ATMOSFER

INSERT SINDEN

INSERT GAMBAR PEMAIN MUSIK

WAWANCARA: Bpk. Yahya

Statement :

Kalau kita melihat wayang kulit betawi yang paling menonjol ada 2 bahasa yang pertama dia di pengaruhi oleh sunda dikarenakan sinden yang membawakan lagu-lagu untuk mengiringi penampilan wayang kulit dengan bahasa sunda gunung sementara itu bahasanya adalah bahasa betawi, dalang menggunakan bahsa betawi sebagai bahsa narasi dan bahasa dialog dalam pertunjukannya.

INSERT GAMBAR SINDEN BACKSOUND LAGU SINDEN

CUT AWAY: SUANSA PAGI HARI, AYAM, ANAK NAIK SEPEDAH & INSERT PERSIAPAN PERALATAN DALANG

(18)

INSERT GAMBAR PERSIAPAN DALANG PENTAS

Narasi :

Di sebuah rumah tampak kesibukan sudah terlihat sejak pagi hari itu, sanggar kinaman akan menggelar pementasan wayang kulit untuk mengisi sebuah acara berbagai keperluan pun telah disiapkan

INSERT GAMBAR PERSIAPAN & PEMAIN MUSIK

Narasi :

Kenong dan gambang kromong menjadi music pendukung seni pertunjukan wayang kulit betawi

INSER GAMBAR TUNAS JAYA DALANG PENTAS

DALANG PENTAS

BACK SOUND SIDEN

ATMOSFER

WAWANCARA: DALANG Ki. Naman Sanjaya

Statement : Cerita yang dibawakan dalam wayang kulit betawi ada juga yang pakem ada juga yang sempalan atau carangan.

Carangan adalah cerita yang di ambil dari cerita pakem yang tidak menyimpang dari alur atau pakem

WAWANCARA: Bpk. Yahya INSERT DALANG PENTAS INSERT PENONTON

Statement :

Yang lebih khas lagi dari wayang kulit betawi ini lebih bebas menafsirkan peristiwa-peristiwa khusus nya ketika tokoh punakawan muncul demikian bebasnya dari adegan-adegan kecil misal petruk menjadi raja itu. Dijadikan cerita carangan tersendiri yang mempunyai wana lokal betawi dan memiliki ungkapan-ungkapan pribahsa kata nilai-nilai yang berdasarkan dan dijiwai oleh masyarakat betawi.

(19)

INSERT WAYANG KULIT BETAWI INSERT DALANG MEMBUAT WAYANG

NARASI

BENTUK TEKTUR WAYANG KULIT BETAWI TERLIHAT LEBIH KASAR DIBANDINGKAN DENGAN WAYANG KULIT JAWA// HAL INI DISESUAIKAN DENGAN KARAKTER ORANG BETAWI YANG APA ADA NYA//

GAMBAR PROSES PEMBUATAN WAYANG KULIT BETAWI

BACKSOUND+ATMOSFER

GAMBAR DALANG NGAMPLAS WAWANCARA: KI NAMAN SANJAYA GAMBAR DALANG NGECAT

WAYANG

Statement

Proses pembuatan wayang kulit betawi menggunakan kulit sapi dan kulit kerbau sebagai bahan utama, wayang, wayang jawa memang lebih halus dibandingkan dengan wayang kulit betawi, yang bentuknya agak kasar serta tatahan dan sungginganya. Hal ini dikarenakan selalu menggunakan catminyak.

DALANG PENTAS ATMOSFER

WAWANCARA: Bpk. Ganjar INSERT DALANG PENTAS INSERT PENONTON

Statement

Bahasa juga mencerminkan perkembangan masyarakat, jadi kalau kita hubungkan dengan beberapa kesenian contohnya diwayang pasti bahasa yang di gunakan dimasyarakat

pendukung wayang tersebut bisa di cerminkan dibahasa itu. Tercermin dipementasan itu mungkin dalam percakapan yang istilahnya humor/ guyon pasti keluar bahasa.bahasa gaul yang pada saat itu sedang populer, jadi bahasa dalam hal ini menjadi cerminan dalam

perkembangan masayarakat itu sendiri.

Masyarakat yang dinamis pasti bahasanya pun dinamis, masyarakat yang akomodatif terhadap bahsa asing atau bahasa di daerah lain pasti

(20)

bahasa nya pun berkembang karena ke akomodatifan itu.

GAMBAR SILUET WAYANG Backsound

WAWANCARA: Bpk. Ganjar INSERT WAYANG

INSERT NASKAH WAYANG

Statement

Kalau dilihat dari tradisi atau tidak atau modern selau di kontra kan antara tradisi dan modern sastra yang ada dalam wayang kulit betawi itu adalah sastra tradisional. Apakah itu termasuk sastra tradisional dalam bentuk lisan atau tertulis pasti karena disampaikan secara lisan maka menjadi jelas itu termasuk sastra lisan. INSERT GAMBAR DALANG PENTAS Backsound

INSERT DALANG PENTAS

WAWANCARA: Ki. Naman Sanjaya

Statement

Alasan ki naman mendalang dikarenakan untuk memikirkan kepentingan bersama seluruh umat yang ada, kita menjadi salah satu contoh dan tontonan apalagi kalau kita kalau kita yang dapat diyakini penonton itu betul-betul memperhatikan seorang dalang menggerakan atau mementaskan wayang kulit

CUT AWAY: KOTA JAKARTA Backsound

INSERT KERAMAIN MASYARAKAT SEKARANG

Narasi

SEIRING PERKEMBANGAN ZAMAN DAN TEKHNNOLOGI //

MASYARAKAT KOTA JAKARTA MULAI BERALIH KEPADA MODERNISASI// SENI BUDAYA DAN PERLAHAN MENINGGALKAN SENI BUDAYA

(21)

//

AKTIFITAS MASYARAKAT MODERN Backsound INSERT MASYARAKAT MODERN

WAWANCARA: Bpk. Sigit

Statement

Kalau kita melihat semua orang menyukai seni modern terus kemudian beralih keseni-seni modern lainnya, ya tentu kiita akan kalah. Artinya apa yang kita miliki mungkin akan dipelajari oleh orang dan di lestarikan oleh orang dan kita akan belajar ke orang lain itu menjadi suatu kejadian yang real.

CUT AWAY: MASYARAKAT MODERN

Backsound

WAWANCARA: Ki. Naman Sanjaya Statement

Ya, kalau misalnya kita ingatkan dengan yang lain banyak sudah pengaruh-pengaruh budaya asing

INSERT GAMBAR SENI MODERN Backsond

WAWANCARA: Bpk. Sigit Statement

Perkembangan tekhnologi, perkembangan pilihan-pilihan oarang terhadap seni itu semakin banyak salah satunya tekhonologi. INSERT MASYARAKAT YANG

SEDANG MENIKMATI TEKHNOLOGI MODERN

Backsound

WAWANCARA: Bpk. Sigit Statement

Tekhnologi ini merupakan perkembangan terhadap manusia yang tidak bisa di tolak

(22)

INSERT GAMBAR WAYANG KULIT BETAWI

ATMOSFER

WAWANCARA: Bpk. Yahya INSERT ORANG MAIN KENONG

Statement

Memang konsep pewarisan wayang kulit betawi ini sampai sekarang masih mencari-cari bentuknya. Karena suguhan-suguhan kepada generasi muda sedah sangat berbeda dengan masa lalu mereka yang dengan mudahnya di ajak bermain gamelan kenong dan lain-lain. Sedang kan sekarang anak-anak muda tidak semudah itu maka dari itu pengenalan

kemudian mencintai dan mencoba memahami apa kekayaan yang mereka miliki aoa kearifan lokal yang ada di balik itu jika mereka ketahui maka mudah-mudahan kita aman menuju era kedepan dengan kesenian-kesenian lokal kedepannya.

INSERT GAMBAR WAYANG ATMOSFER

WAWANCARA: Ki. Naman Sanjaya

INSERT DALANG PENTAS

Statement

Hanya sebatas pengaruh yang memungkinkan zaman perubahan-perubahanini dan memang kalau dulu dibilangnya wayang kulit betawi ini kuno. Dan tetapi kalau yang mengingat sejarah ini masih banyak yang membutuhkan cerita wayang kulit betawi.

ATMOSFER WAWANCARA: Bpk Sigit

INSERT GAMBAR ORAG MAININ MUSIK

Statement

Mungkin kalau dahulu di dalam ada yang mencoba menyesuaikan itu dengan

perkembangan anak-anak muda dan tidak pada pakemnya itu tidak menggunakan pakem kaku. Tapi mengikuti zaman yang kemudian di revitalisasi sesuai dengan konteks zaman, pada

(23)

saat itu .

WAWANCARA: Ki Naman Sanjaya INSERT SINDEN & PEMAIN MUSIK

Statement

Yang pertama pentingnya keturunan kalau bukan kita-kita ini selaku keturunan siapa sih yang mau melanjutkan?

INSERT PENTAS DALANG

WAWANCARA: Bpk. Yahya

INSERT DOKUMENTASI DISPARBUD INSERT BAYANGAN WAYANG

Statement

Semua kesenian pada saat ini perlu di revitalisasi karena kita menghadapi dengan dunia modern, dengan kebudayaan modern, dengan kebudayaan populer yang setiap detik menyerang kita. Kalau tidak kita rubah

penampilannya, durasinya, kemudian pola-pola management nya pertunjukan di atas panggung maka kita akan tertinggal. Hal-hal yang seperti itu harus kita pikirkan sehingga dengan konsep pertunjukan baru dengan management

pertunjukan baru dengan senantiasa melibatkan keterkinian dan isu-isu masuk pada konsep-konsep pertunjukan mereka saya rasa kita akan mudah kedepannya.

GAMBAR DOKUMENTASI DISPABUD ATMOSFER

WAWANCARA: Bpk Ganjar INERT GAMBAR DISPARBUD

Statement

Revitalisasi itu adalah menghidupkan kembali budaya seni, seni sastra,seni musik atau apa yang memang hampir punah atau sudah punah kalau hampir revitalisasinya berarti

menggairahkan kembali masyarakatnya untuk mendukung seni itu. Mengadakan lagi

pertunjukan menggunakan lagi

dimasyarakatnya untuk menghidupkan kembali.

WAWANCARA: Bpk Sigit Statement

Apakah ini bisa di kontektualisasikan dengan masyarakat sekarang? Di Revitalisasi nilai-nilainya di kaitkan dengan nilai-nilai sekarang

(24)

nyambung atau tidak ? sehingga masyarakat itu menjadi tertarik kalau misalkan tidak dan itu tidak didorong maka akan semakin hilang GAMBAR CUCU DALANG

MEMAINKAN WAYANG

Backsound

WAWANCARA: Ki Naman Sanjaya

Statement

Sampai saat ini sudah mendekatkan kepada cucu untuk wayang kulit betawinya. Mudah-mudahan kedepan pun anak cucu ini masih tetap melanjutkan wayang kulit betawi khususnya kesenian yang ada di kita ini. INSERT GAMBAR BOCAH

MEMAINKAN WAYANG

Backsound

WAWANCARA: Ki Naman Sanjaya Statement

Harapannya mudah-mudahan pemerintah setempat membantu dengan adanya

perkembangan kesenian yang bersejarah ini. Seperti wayang kulit betawi saya kira selain wayang kulit betawi memang tontonan ini jarang mempunyai nilai-nilai bersejarah seperti cerita wayang kulit betawi.

FADE OUT INSERT GAMBAR KEHIDUPAN

WAYANG KULIT BETAWI

NARASI: SENI DAN KEBUDAYAAN ADALAH IDENTITAS SEBUAH BANGSA/WAYANG KULIT BETAWI MENGANDUNG NILAI-NILAI DAN MAKNA DI SETIAP SENDI-SENDI KEHIDUPAN MASYARAKAT BETAWI/MODIFIKASI DAN

REVITALISASI BERBICARA UNTUK DAPAT MEMPERTAHANKAN DIRI DI TENGAH ERA GLOBALISASI PADA SAAT INI ///

(25)

BACK SOUND

CREDIT TITLE

Gambar

GAMBAR KI. NAMAN SANJAYA  YANG  SEDANG  DUDUK  SANTAI  SAMBIL  MEMAINKAN  WAYANG KULIT BETWAI
GAMBAR  IA
GAMBAR  DALANG  YANG  YANG  KURANG  PERHATIAN  DARI PEMERINTAH
GAMBAR DALANG NGAMPLAS  WAWANCARA: KI NAMAN SANJAYA  GAMBAR DALANG NGECAT
+3

Referensi

Dokumen terkait

Collaborative Learning Method: Enhancing Students’ Reading Comprehension (A Classroom Action Research at Ninth Grade Students of Ciwaru One Junior High School Kuningan

Sampel sponge yang memiliki potensi terbaik sebagai antibakteri adalah Unidentified (KKLWRF1-1) dengan konsentrasi sampel 0,65 mg/mL mampu menghambat pertumbuhan

Hal itu disebabkan keanekaragaman hayatinya yang tinggi, namun se- makin bertambahnya jumlah penduduk di sekitar hutan yang hidupnya bergan- tung pada hutan tersebut,

Latasir adalah lapis penutup permukaan jalan yang terdiri atas agregat halus atau pasir atau campuran keduanya dan aspal keras yang dicampur, dihamparkan dan dipadatkan dalam

seluruh masyarakat di daerah Yogyakarta namun hal itu dirasakan wajar dikarenakan mereka berfikir hari itu adalah hari dimana Angkatan Perang RI mengadakan

Dengan produk-produk seperti pinjaman pribadi tanpa jaminan atau kredit pemilikan rumah, kreditur akan mengenakan suku bunga yang tinggi terhadap konsumen yang berisiko

Adapun rata- rata nilai stabilitas keuangan bank yang diproksikan dengan rasio ROA pada bank umum syariah adalah sebesar 1,87 angka tersebut lebih kecil dari

Dari hasil penelitian didapat hasil bahwa secara simultan keterampilan berpengaruh signifikan terhadap kinerja yaitu sebesar 46,20%, sisa persentase sebesar 53,80% lebih