BAB IV METODE PENELITIAN. menjadi 2 kelompok, yaitu 16 orang sebagai kelompok kontrol dan kelompok

Teks penuh

(1)

4. 1 Rancangan Penelitian

Penelitian ini menggunakan penelitian Eksperimental dengan metode Pre-postest Control Group Design.

Pada subyek kelompok penelitian ditentukan pengambilan sampel yang memenuhi persyaratan inklusi secara random sebanyak 32 orang yang dibagi menjadi 2 kelompok, yaitu 16 orang sebagai kelompok kontrol dan kelompok perlakuan 16 orang. Pada kelompok kontrol diberikan plasebo vitamin neurotropin injeksi 2ml, intramuskular, 3x seminggu selama 14 hari, sedangkan kelompok perlakuan diberikan ekstrak plasenta sebanyak 2ml, intramuskular, 3 kali seminggu selama 14 hari. Semua parameter diukur sebelum dan sesudah diberikan perlakuan.

Rancangan penelitian dapat digambarkan sebagai berikut:

(2)

Bagan 4. 1 Skema Rancangan Penelitian

Keterangan : P = Populasi S = Sampel RA = Random

O1 = Kadar E2 dan FSH sebelum perlakuan pada kelompok kontrol O2 = Kadar E2 dan FSH setelah pemberian plasebo vitamin neorotropin injeksi selama 14 hari pada kelompok kontrol O3 = Kadar E2 dan FSH sebelum perlakuan pada kelompok perlakuan O4 = Kadar E2 dan FSH setelah pemberian ekstrak plasenta selama hari pada kelompok perlakuan

P1 = Diberi perlakuan ekstrak plasenta selama 14 hari

P0 = Diberi plasebo vitamin neurotropin injeksi selama 14 hari 4. 2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian dilakukan di Bagian / SMF Kebidanan dan Penyakit Kandungan RS Sanglah Denpasar. Waktu penelitiaan dari tanggal 3- 18 Januari 2011, selama 14 hari, berdasarkan penelitian terdahulu yang dilakukan selama 2 minggu (14 hari).

4. 3 Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini adalah wanita menopause usia 45-60 tahun yang bekerja di RS Sanglah Denpasar.

(3)

Pemilihan sampel dilakukan secara random , yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi sebagai berikut :

4. 3. 1. 1 Kriteria Inklusi :

1. Wanita menopause yang bekerja di RS Sanglah dimana tidak mengalami haid dalam 12 bulan terakhir, yang sehat tanpa adanya riwayat penyakit ovarium

2. Umur 45-60 tahun yang telah mengalami menopause

3. Kadar FSH > 30mIU/ml dan kadar Estradiol (E2) < 30 pg/ml

4. Bersedia mengikuti penelitiaan dengan menandatangani pernyataan setelah mendapat penjelasan (inform concent)

4. 3. 1. 2 Kriteria Eksklusi :

1. Wanita dengan prematur menopause karena ooforektomi, kemoterapi, dan terapi radiasi

2. Sedang menggunakan terapi sulih hormon, terapi heparin, obat anti kejang, tiroksin dan kortikosteroid

3. Wanita perokok 4. Wanita vegetarian

5. Tidak bersedia mengikuti penelitiaan

4. 3. 1. 3 Kriteria Drop out : Apabila wanita yang menjadi sampel tidak datang lagi ke klinik

4. 3. 2 Besar Sampel

Pada penelitian, perhitungan jumlah sampel dihitung dengan rumus (Pocock, 2008).

(4)

Keterangan:

n = jumlah sampel

p1 = persentase keberhasilan pada kelompok kontrol

p2 = persentase keberhasilan pada kelompok perlakuan

α = tingkat kesalahan I ( ditetapkan 0,05) tingkat kemaknaan ( 1-α) = 0.95 ß = tingkat kesalahan II ( ditetapkan 0,1 ) f (α,ß ) = nilai pada tabel

Dari penelitiaan sebelumnya (Yoshida, 2001), diperoleh p2=77,4% , p1=25%

maka besar sampel:

5 , 10 ) 25 4 , 77 ( ) 4 , 77 100 ( 4 , 77 ) 25 100 ( 25 2 x x x n − − + − = 5 , 10 76 , 2745 1749 1875 x n= + n =13,9 → 14

Berdasarkan rumus di atas didapatkan sampel tiap kelompok sebesar 14 orang.Untuk menghindari droup out maka ditambah 15% sehingga sampel menjadi 16 tiap kelompok, sehingga jumlah sampel menjadi 32 orang.

(5)

4. 3. 3 Teknik Penentuan Sampel

Teknik penentuan sampel dilakukan dengan cara sebagai berikut :

a.Dari populasi wanita menopause diadakan pemilihan sampel berdasarkan kriteria inklusi: wanita menopause yang bekerja di RS Sanglah dimana dalam 12 bulan terakhir tidak mengalami haid , sehat tanpa adanya riwayat penyakit ovarium, umur 45-60 tahun

b.Dari jumlah sampel yang telah memenuhi syarat diambil secara random untuk mendapatkan jumlah sampel

c.Dari sampel yang telah dipilih kemudian dibagi 2 kelompok secara random, yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan, masing

-masing kelompok sesuai dengan perhitungan jumlah sampel yaitu16 orang untuk tiap kelompok

4. 4 Variabel Penelitian

4. 4. 1 Klasifikasi Variabel

Variabel dalam penelitian ini adalah :

1. Variabel bebas : dosis ekstrak plasenta dan plasebo (vitamin ne urotropin)

2 . Variabel tergantung : kadar Estradiol, FSH dan gejala menopause 3. Variabel kendali : pola hidup

(6)

Bagan 4. 2 Skema Hubungan Antara Variabel Penelitian 4. 4. 2 Definisi Operasional Variabel

Variabel bebas

• Dosis ekstrak plasenta dengan nama dagang (Melsmon®) adalah bentuk sediaan berupa cairan jernih, berwarna kuning pucat dalam kemasan ampul 2 ml yang diberikan perinjeksi intramuskular sebesar 2 ml , seminggu 3x, selama 2 minggu.

• Dosis plasebo adalah bentuk sediaan berwarna merah, dalam kemasan ampul 2 ml yang diberikan perinjeksi intramuskular sebesar 2 ml, seminggu 3x selama 2 minggu.

Variabel tergantung

• Kadar Estradiol (E2) adalah konsentrasi estradiol bebas darah, dimana kadar Estradiol rendah jika < 30 pg/ml dan kadar Estradiol normal > 30 pg/ml (Baziad, 2003).

• Kadar FSH adalah konsentrasi FSH bebas darah, dimana kadar FSH normal > 30 mIU/ml (Baziad, 2003).

(7)

• Gejala menopause adalah gejala yang terdiri dari psikologik, somatik dan vasomotor yang dapat diukur dengan “Menopause Rating Scale” dari Greene, yang dikenal dengan istilah Skala Klimakterik Greene, dimana tiap-tiap gejala dinilai derajatnya sesuai dengan berat ringannya gejala dengan memakai 5 tolok ukur skala nilai, yaitu: a. Tidak ada : bila tidak ada keluhan sama sekali (nilai 0).

b. Ringan : bila keluhan timbul sekali-kali dan tidak mengganggu aktivitas sehari-hari (nilai 1).

c. Menengah : bila keluhan sering timbul tetapi belum mengganggu aktivitas sehari-hari (nilai 2).

d. Berat : bila keluhan sering timbul dan sudah mengganggu aktivitas sehari-hari (nilai 3).

e. Sangat Berat : bila keluhan sangat mengganggu aktivitas seharir-hari (nilai 4) (Greene, 2003).

Variabel kontrol

• Pola hidup adalah kebiasaan yang dilakukan secara rutin sebagai aktivitas sehari-hari, yaitu makan teratur 3x sehari, berolahraga 3x seminggu dan nutrisi yang sesuai dengan angka kecukupan gizi (AKG).

(8)

4. 5 Bahan dan Alat Penelitian 4. 5. 1 Bahan :

1. Wanita menopause yang bekerja di RS Sanglah, dalam 12 bulan terakhit tidak mengalami haid, sehat tanpa menderita penyakit ovarium, umur 45-60 tahun

2. Ekstrak plasenta

3. Vitamin neurotropin injeksi 4. 5. 2 Alat Penelitian :

1. Pemeriksaan kadar Estradiol dan FSH 2. Buku dan data pencatatan

3. Kuesioner

4. 6 Prosedur dan Alur Penelitiaan

Wanita menopause berumur 45-60 tahun, setelah memenuhi kriteria sampel diberikan informed consent yang menjelaskan secara rinci, mengenai :

1. Latar belakang dan tujuan penelitian

2. Pemeriksaan-pemeriksaan yang akan dilakukan 3. Manfaat pemeriksaan dan penelitian ini

4. Efek samping pemeriksaan

Setelah diberikan penjelasan, jika wanita tersebut tidak bersedia dijadikan sampel, maka dieksklusi dari penelitian. Bila setuju, maka informed consent sebagai sampel penelitian ditandatangani, kemudian dilakukan anamnese, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium untuk Estradiol dan FSH.

(9)

Pemeriksaan Estradiol dan FSH dilakukan di laboratorium Patologi Klinik RSUP Sanglah Denpasar.

4. 6. 1 Prosedur Penelitian

A. Prosedur Anamnese dan Pemeriksaan Fisik

Anamnese sesuai dengan kuisoner dan pemeriksaan fisik mengenai tinggi dan berat badan.

B. Prosedur pemeriksaan Estradiol (E2) dan FSH

1. Darah vena cubiti diambil sebanyak 3 cc dengan menggunakan spuit disposibel sekitar pukul 10.00, kemudian dimasukan ke dalam

tabung vacutainer tutup warna merah.

2. Semua tabung vacutainer disentrifuge dengan kecepatan 3.000 rpm selama 5 menit.

3. Pipet 200 µl sampel dan dimasukkan pada sumur reagen. 4. Pilih menu utama lalu klik ‘ Loading ‘.

5. Masukan data penderita pada kolom yang tersedia.

6. Klik ‘ Create ‘ lalu data akan masuk dalam ‘ Job List ‘ atau ‘ Predifined Section ‘.

7. Untuk memulai memeriksa, klik ‘ Work List ‘ hingga berubah menjadi merah.

8. Klik Vidas 1 atau Vidas 2 jika menggunakan 2 modul. Jika hanya 1 modul klik pada Vidas yang aktif.

(10)

9. Klik Individual Mode jika pemeriksaan hanya pada section tertentu, dan klik Complete Mode jika ingin pemeriksaan secara serentak.

10. Tunggu ± 40 menit.

11. Hasil dapat dibaca pada layar atau dicetak oleh alat.

12. Ketik hasil pada formulir hasil, ditandatangani oleh pemeriksa. 13. Angka normal Estradiol (menopause) : < 58 pg/ml.

FSH (menopause) : 17,0 – 95,0 mIU/ml

(11)

4. 6 . 2 Pemberian Perlakuan

Wanita menopause dibagi menjadi 2 kelompok secara random :

Kelompok 1 sebagai kontrol (O1) diukur estradiol dan FSH lalu dicatat kemudian diberikan plasebo vitamin neurotropin injeksi, intramuscular, dosis 2ml selama 14 hari, lalu diukur kembali estradiol dan FSH. Kelompok 2 sebagai perlakuan (O3) diukur estradiol dan FSH lalu dicatat, kemudian diberikan ekstrak plasenta dengan dosis 2ml , 3x seminggu, intramuskular selama 14 hari lalu diukur kembali estradiol dan FSH.

(12)

4. 6. 3 Alur Penelitian

Bagan 4. 4 Skema Alur Penelitian

4 .6. 4 Prosedur Pengambilan Data

Pada awal penelitian untuk mendapatkan data pre-test ,dari kelompok kontrol dan kelompok perlakuan masing-masing diambil 16 orang sampel wanita menopause dengan mengukur kadar Estradiol dan FSH sebelum diberikan perlakuan dengan pemberian ekstrak plasenta dan vitamin injeksi.

(13)

Untuk mendapatkan data post-test, pada kelompok kontrol, setelah pemberian vitamin injeksi selama 14 hari, Demikian juga dengan kelompok perlakuan, setelah diberikan perlakuan berupa pemberian ekstrak plasenta selama 14 hari, lalu diukur kadar Estradiol dan FSH. Kemudian dilanjutkan dengan wawancara terstruktur pada sampel dan pengisian kuisoner.

4. 7. Analisis Data

Data yang di dapatkan dianalisis sebagai berikut: 1. Analisis Deskriptif

2. Analisis Normalitas dan Homogenitas:

a. Uji Normalitas data dengan uji Shapiro- Wilk, didapat data berdistribusi normal.

b. Uji Homogenitas = F test ( Levene’s test) , didapat data homogen (Archambault, 2008).

3. Analisis Komparatif

• Karena data berdistribusi normal dan homogen, maka analisis komparatif dipakai independent- t test .

Untuk data skor Menopause Rating Scale (MRS) maka digunakan Uji Mann-Whitney ( Nonparametric Test ) (Schoonjans., 2008). 4. Uji Efek Perlakuan

• Untuk mengetahui peningkatan kadar E2 dan FSH masing-masing kelompok antara pre dengan post digunakan uji paired-test karena data berdistribusi normal.

(14)

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :