• Tidak ada hasil yang ditemukan

Gambaran Kualitas Tidur pada Kelompok Obesitas

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Gambaran Kualitas Tidur pada Kelompok Obesitas"

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

ii

ABSTRAK

Latar Belakang: Telah ditemukan bahwa tidur memberi pengaruh besar terhadap kesehatan tubuh manusia. Penelitian sebelumnya menyatakan bahwa kualitas tidur yang buruk dapat memicu obesitas dan obesitas dapat memperburuk kualitas tidur akibat berbagai gangguan tidur yang sering dijumpai pada orang obesitas. Salah satu gangguan tidur yang berkaitan erat dengan obesitas adalah Obstructive Sleep Apnea (OSA). Kualitas tidur yang buruk juga dapat mengurangi pengeluran energi melalui aktivitas olahraga sehingga hal tersebut mendukung

terjadinya obesitas. Penelitian ini dilakukan untuk menilai kualitas tidur pada orang-orang obesitas.

Metode : Penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan cross sectional dengan sampel sebanyak 100 orang. Pengambilan data diambil mulai bulan Oktober 2015 sampai dengan November 2015 di tempat-tempat umum di kota Medan. Data diperoleh melalui pemeriksaan fisik (Pengukuran tinggi badan, berat badan, dan indeks massa tubuh), kuesioner PSQI, kuesioner Berlin, dan kuesioner aktifitas fisik.

Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebanyak 78 orang (78%) dinyatakan memiliki kualitas tidur yang buruk. Kualitas tidur yang buruk lebih banyak dijumpai pada jenis kelamin laki-laki (81,4%) dan pada usia dewasa awal (78%). Dari 100 orang obesitas diperolah bahwa sebanyak 71 orang (71%) dinyatakan sebagai golongan risiko tinggi menderita OSA dan sebanyak 74 orang (74%) orang obesitas

tergolong jarang berolahraga.

Kesimpulan: Kualitas tidur pada orang obesitas tergolong buruk dan disertai dengan risiko tinggi OSA serta aktifitas fisik yang kurang. Disarankan pada kelompok obesitas

agar memerhatikan dan mencapai kualitas tidur yang baik serta meningkatkan kebiasaan olahraga.

Kata kunci: Kualitas tidur, Obesitas, PSQI, Kuesioner Berlin, OSA

(2)

iii

ABSTRACT

Background: It has been found that sleep has wide implications in human body. Previous studies suspected that poor sleep quality was able to induce obesity; furthermore,

obesity was also able to worsen the previous poor sleep quality through the various sleep

disorder that was strongly related with obesity. One of the strongly-obesity-related sleep disorder is Obstructive Sleep Apnoea. Poor sleep quality was also suspected to reduce

body’s energy expenditure from exercise activity; then, this situation would induce obesity. This research was conducted to assess sleep quality in obese people.

Method: This study is a descriptive study with cross-sectional approach with sample size

of 100 obese. The data was collected from October 2015 until November 2015 in some public spots in Medan. Data was obtained by doing physical examination (body mass index), Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI), Berlin’s questionnaire, and physical activity questionnaire.

Result: This research showed that 78 obese people (78%) had a poor sleep quality. Poor sleep quality was more common in male group (81.4%) and in young adults group

(78%). From 100 obese people, it was found that 71 people (71%) was a high-risk of OSA and 74 people (74%) was categorized as lack of physical activity.

Conclusion: Overall sleep quality in obese people was mostly poor with a high-risk of OSA also with a lack of physical activity. We suggest the obese people to pay attention and try to achieve good sleep quality and also to increase physical activity through routine exercise.

Keywords: Sleep quality, Obesity, PSQI, Berlin’s questionnaire, OSA

Referensi

Dokumen terkait

Hubungan durasi tidur, asupan energi dan aktivitas fisik dengan kejadian obesitas pada tenaga kesehatan puskesmas di Kabupaten Pidie Jaya Provinsi Aceh. J Gizi

Berdasarkan hasil penelitian, meskipun tidak menunjukkan adanya perbedaan antara kelompok obesitas dan non obesitas tapi pada kelompok obesitas cenderung memiliki durasi tidur

Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara obesitas, pola makan, aktifitas fisik, merokok dan lama tidur dengan kejadian hipertensi pada lansia

Penelitian ini dilaksanakan untuk menganalisis hubungan kualitas tidur dengan kondisi obesitas pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya

Hubungan durasi tidur dengan kejadian obesitas Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa durasi tidur yang kurang dengan asupan energi yang tinggi tidak memberikan pengaruh

Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan hubungan antara pola makan, asupan energi, aktivitas fisik, dan durasi tidur dengan kejadian obesitas pada polisi di Kepolisian Resort Kota

Tabel 5.4 Analisis bivariat hubungan obesitas dan risiko OSA Hasil penelitian prevalensi responden obese pada kategori high risk yaitu 24 orang 80,0% lebih besar daripada responden

Bagi Tempat Penelitian Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan didapatkan bahwa kualitas tidur lansia sebagian besar buruk, kualitas tidur lansia yang buruk dapat disebabkan karena