• Tidak ada hasil yang ditemukan

Laporan Praktikum Biologi id. pdf

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2018

Membagikan "Laporan Praktikum Biologi id. pdf"

Copied!
70
0
0

Teks penuh

  • Penulis:
    • Alfonsus Rodriques Tampung
    • Anggi Kusuma Wardani
    • Eduardus Dimas Satyo P
  • Sekolah: Universitas Katolik Widya Karya Malang
  • Mata Pelajaran: Biologi
  • Topik: Laporan Praktikum Biologi
  • Tipe: laporan praktikum
  • Tahun: 2012
  • Kota: Malang

I. Pengenalan Penggunaan Mikroskop

Bab ini membahas penggunaan mikroskop, alat penting dalam biologi untuk mengamati objek renik. Diskusi meliputi berbagai jenis mikroskop, prinsip kerja mikroskop cahaya dan elektron, serta detail bagian-bagian mikroskop dan fungsinya masing-masing. Analisis mendalam diberikan pada pembentukan bayangan, perbesaran, dan pengukuran panjang mikroskop.

1.1 Pendahuluan

Bagian pendahuluan menjelaskan pentingnya mikroskop dalam penelitian biologi karena keterbatasan indera manusia. Diuraikan berbagai jenis mikroskop, mulai dari yang sederhana hingga mikroskop riset canggih, menekankan perbedaannya berdasarkan sumber cahaya dan kompleksitas pengamatan. Penjelasan mengenai mikroskopi sebagai ilmu yang mempelajari benda renik juga diberikan, menunjukkan pentingnya mikroskop dalam berbagai bidang penelitian.

1.2 Alat dan Bahan

Subbab ini mencantumkan daftar alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum pengenalan mikroskop. Daftar tersebut mencakup berbagai peralatan laboratorium standar seperti gunting, gelas arloji, jarum preparat, pinset, pisau, cutter, pipet tetes, kaca preparat, kaca penutup, beaker glass, yang masing-masing fungsinya dijelaskan secara singkat dan jelas. Informasi ini penting untuk memastikan keberhasilan praktikum dan reproduksibilitas hasil.

1.3 Cara Kerja

Subbab ini menjelaskan prosedur langkah demi langkah penggunaan mikroskop. Petunjuk meliputi cara membawa dan meletakkan mikroskop, pemasangan lensa, pengaturan cahaya, persiapan preparat, dan pengamatan. Penjelasan terperinci tentang penggunaan makrometer dan mikrometer untuk pengaturan fokus diberikan untuk memastikan pengamatan yang akurat dan efektif. Prosedur ini penting untuk memastikan semua praktikan memahami teknik penggunaan mikroskop dengan benar.

1.4 Pembahasan

Bagian pembahasan memberikan analisis mendalam tentang berbagai aspek penggunaan mikroskop. Sub-sub bagian membahas detail bagian-bagian mikroskop dan fungsinya (lensa okuler, tabung, revolver, cermin, objektif, makrometer, mikrometer, kondensor, diafragma, meja mikroskop, penjepit kaca, lengan, kaki, sendi inklinasi), perbesaran dan rumusnya, pembentukan bayangan (mikroskop cahaya dan elektron), panjang mikroskop dan cara menghitungnya, serta macam-macam mikroskop (UV, fase kontras, elektron). Analisis ini memberikan pemahaman komprehensif tentang prinsip dan aplikasi mikroskop.

II. Benda-Benda Hidup Dalam Sel

Bab ini membahas sel sebagai unit dasar kehidupan, menjelaskan struktur dan fungsi berbagai organel sel pada tumbuhan dan hewan. Diskusi meliputi perbedaan sel prokariotik dan eukariotik, bentuk dan tipe sel, serta analisis hasil pengamatan mikroskopis terhadap sel bawang merah, Canna, Hydrilla, dan wortel.

2.1 Pendahuluan

Pendahuluan menjelaskan definisi sel, peranannya sebagai unit terkecil kehidupan dan satuan hereditas, serta konsep totipotensi sel. Bagian ini juga membahas variasi bentuk, ukuran, dan sifat sel, menjelaskan tiga komponen utama sel (membran/dinding sel, sitoplasma, nukleus) dan fungsi mitokondria. Perbedaan struktural dan fungsional antara sel hewan dan tumbuhan juga disinggung sebagai pengantar untuk pengamatan mikroskopis selanjutnya.

2.2 Alat dan Bahan

Subbab ini menjabarkan alat dan bahan yang diperlukan untuk pengamatan sel hidup. Daftar alat mencakup mikroskop, kaca preparat, kaca penutup, beaker glass, pipet tetes, dan cutter. Bahan yang digunakan meliputi sampel sel dari bawang merah, Canna, Hydrilla, dan wortel. Kejelasan daftar ini penting untuk memastikan bahwa praktikum dapat diulangi dengan hasil yang konsisten dan dapat direplikasi di tempat lain.

2.3 Cara Kerja

Subbab ini menjelaskan prosedur pembuatan preparat dan pengamatan mikroskopis sel hidup. Prosedur meliputi penyayatan tipis sampel, penempatan pada kaca preparat, penambahan air, dan penutupan dengan kaca penutup. Pengamatan dilakukan dengan mikroskop pada perbesaran lemah dan kuat. Penjelasan langkah kerja yang sistematis memastikan agar praktikum dilakukan dengan metode yang benar dan memberikan hasil yang akurat dan dapat diandalkan.

2.4 Hasil Pengamatan

Subbab ini menyajikan hasil pengamatan mikroskopis sel dari keempat sampel. Informasi yang diberikan meliputi nama preparat, famili tumbuhan, bahan yang digunakan untuk pembuatan preparat, perbesaran yang digunakan, dan gambar atau deskripsi visual hasil pengamatan. Penyajian hasil secara terstruktur memastikan kemudahan pembacaan dan interpretasi data.

2.5 Pembahasan

Subbab pembahasan menganalisis hasil pengamatan mikroskopis. Penjelasan rinci struktur sel tumbuhan dan fungsinya masing-masing (dinding sel, membran plasma, badan golgi, ribosom, vakuola, nukleus, nukleolus, retikulum endoplasma, mitokondria, peroksisom, mikrotubulus, mikrofilamen, sitoplasma, sentriol/sentrosom, kloroplas, tonoplas, membran inti, plasmodesmata, plastida) diberikan. Analisis komparatif antara sel hewan dan tumbuhan juga dijelaskan secara detail.

III. Benda-Benda Mati Dalam Sel

Bab ini berfokus pada komponen non-protoplasmik dalam sel, meliputi substansi organik dan anorganik. Diskusi mencakup jenis-jenis benda mati (kristal Ca-oksalat, butir aleuron, amilum) dan analisis hasil pengamatan mikroskopis pada berbagai sampel seperti kentang, singkong, ketela rambat, jagung, daun jeruk, dan Begonia sp.

3.1 Pendahuluan

Pendahuluan mendefinisikan sel mati dan menjelaskan perbedaan antara protoplas dan non-protoplasmik. Klasifikasi benda non-protoplasmik berdasarkan fase (cair dan padat) dan jenisnya (kristal Ca-oksalat, tepung amilum, butir aleuron) dijelaskan. Informasi ini menyiapkan pembaca untuk memahami pengamatan mikroskopis dan analisis berikutnya.

3.2 Alat dan Bahan

Subbab ini mencantumkan daftar alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum pengamatan benda mati dalam sel. Daftar alat serupa dengan praktikum sebelumnya, sementara bahan yang diamati meliputi kentang, singkong, ketela rambat, jagung, daun jeruk, dan Begonia sp. Daftar yang komprehensif memastikan bahwa prosedur praktikum dapat diulang dan hasilnya direplikasi.

3.3 Cara Kerja

Subbab ini menjabarkan secara detail langkah-langkah pembuatan preparat dan pengamatan mikroskopis benda mati dalam sel. Prosedur mirip dengan praktikum sebelumnya, meliputi penyayatan sampel, penempatan pada kaca preparat, penambahan air (jika diperlukan), dan penutupan dengan kaca penutup. Pengamatan dilakukan dengan mikroskop pada perbesaran lemah dan kuat. Detail prosedur memastikan akurasi dan reproduksibilitas hasil.

3.4 Hasil Pengamatan

Subbab ini menyajikan ringkasan hasil pengamatan mikroskopis dari berbagai sampel. Informasi meliputi nama preparat, famili tumbuhan, bahan yang digunakan, perbesaran yang digunakan, dan deskripsi atau gambar visual hasil pengamatan. Format yang terstruktur memungkinkan pembaca untuk dengan mudah memahami dan menganalisis data yang dikumpulkan.

3.5 Pembahasan

Subbab ini memberikan analisis mendalam tentang hasil pengamatan, dengan fokus pada berbagai jenis benda mati dalam sel. Penjelasan terperinci tentang kristal Ca-oksalat dan berbagai bentuknya (prisma, jarum, butir-butiran kecil, rafida, druse), butiran aleuron dan komponen-komponennya (protein amorf, kristal, globoid), serta amilum dan karakteristiknya (hilus, lamella, jenis-jenis berdasarkan letak hilus dan susunan, amilopektin, amilose, korosi, sfæro Kristal, trikit) diberikan. Analisis ini memberikan pemahaman komprehensif tentang struktur dan fungsi benda mati dalam sel.

IV. Stomata dan Fotosintesis

Bab ini membahas stomata dan perannya dalam proses fotosintesis. Diskusi mencakup struktur stomata, fungsi sel penutup, dan analisis hasil pengamatan mikroskopis pada rumput, daun kedelai, dan daun jagung.

4.1 Pendahuluan

Pendahuluan menjelaskan proses fotosintesis dan lokasi terjadinya pada tumbuhan. Penjelasan singkat tentang klorofil dan kelarutannya serta fungsi stomata dalam pertukaran gas juga diberikan. Bagian ini mempersiapkan pembaca untuk memahami pengamatan mikroskopis yang akan dibahas selanjutnya.

4.2 Alat dan Bahan

Subbab ini mencantumkan alat dan bahan yang dibutuhkan untuk praktikum pengamatan stomata dan fotosintesis. Alat yang digunakan standar laboratorium, sementara bahannya meliputi rumput, daun kedelai, dan daun jagung. Daftar yang jelas memastikan reproduksibilitas praktikum.

4.3 Cara Kerja

Subbab ini menjabarkan langkah-langkah pengamatan mikroskopis. Prosedur pembuatan preparat dari ketiga sampel dan pengamatan menggunakan mikroskop pada perbesaran lemah dan kuat dijelaskan. Detail prosedur ini penting untuk memastikan keakuratan dan reproduksibilitas hasil pengamatan.

4.4 Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan mikroskopis stomata pada ketiga sampel dijelaskan dalam subbab ini. Informasi mencakup nama preparat, famili tumbuhan, bahan yang digunakan, perbesaran, dan gambaran atau deskripsi hasil pengamatan. Presentasi yang sistematis memudahkan interpretasi data.

4.5 Pembahasan

Subbab ini memberikan analisis mendalam tentang hasil pengamatan dan membahas struktur daun dan fungsinya. Penjelasan rinci tentang epidermis atas, jaringan palisade, xilem, floem, epidermis bawah, dan stomata serta fungsinya masing-masing diberikan. Analisis ini membantu memahami hubungan antara struktur anatomi daun dan proses fotosintesis.

V. Pembelahan Sel

Bab ini membahas proses pembelahan sel, khususnya mitosis. Diskusi mencakup tahapan pembelahan sel, perbedaan antara amitosis, mitosis, dan meiosis, dan analisis hasil pengamatan mikroskopis pada akar bawang merah.

5.1 Pendahuluan

Pendahuluan menjelaskan reproduksi seluler melalui pembelahan, menekankan pentingnya pertumbuhan sel sebelum pembelahan. Tiga jenis pembelahan sel (amitosis, mitosis, meiosis) dijelaskan secara singkat, dengan fokus pada mitosis sebagai fokus utama praktikum. Penjelasan ini mempersiapkan pembaca untuk memahami pengamatan mikroskopis yang akan dibahas selanjutnya.

5.2 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan dalam praktikum pengamatan pembelahan sel tercantum dalam subbab ini. Daftar alat mencakup mikroskop, kaca preparat, kaca penutup, beaker glass, pipet tetes, dan petridish. Bahan yang digunakan meliputi akar bawang merah, alkohol 96%, aceto carmin, dan larutan Carnoy. Daftar yang lengkap memastikan bahwa praktikum dapat diulang dan direplikasi.

5.3 Cara Kerja

Subbab ini menjabarkan secara detail prosedur preparasi sampel akar bawang merah dan pengamatan mikroskopisnya. Langkah-langkah meliputi perlakuan dengan larutan HCl dan alkohol, pewarnaan dengan aceto carmin, dan pengamatan menggunakan mikroskop pada perbesaran lemah dan kuat. Prosedur yang terperinci memastikan keakuratan dan reproduksibilitas hasil.

5.4 Hasil Pengamatan

Hasil pengamatan mikroskopis pembelahan sel pada akar bawang merah disajikan dalam subbab ini. Informasi mencakup nama preparat, famili tumbuhan, bahan yang digunakan, perbesaran, dan gambaran atau deskripsi visual hasil pengamatan. Penyajian data yang terstruktur memudahkan interpretasi.

5.5 Pembahasan

Pembahasan menganalisis hasil pengamatan dan menjelaskan proses pembelahan sel, terutama mitosis. Penjelasan mengenai pentingnya pembelahan sel untuk pertumbuhan dan reproduksi pada organisme uniseluler dan multiseluler diberikan. Perbedaan antara amitosis, mitosis, dan meiosis juga dijelaskan secara singkat. Analisis ini memberikan pemahaman yang komprehensif tentang proses pembelahan sel dan signifikansi biologisnya.

Gambar

Gambar Fungsi
Gambar 1.1 Mikroskop Cahaya
Gambar Susunan sel tumbuhan pada umumnya
Gambar Penampang Jaringan Batang Monokotil (kiri) dan Dikotil (kanan)

Referensi

Dokumen terkait

Susunan xylem berselingan dengan floem 3.Epidermis pada akar berdeferensiasi menjadi rambut akar pada daun berdiferensiasi sel kipas yang terkadang ditutupi oleh kutikula

Anatomi batang monokotil sangat berbeda dengan anatomi batang dikotil. Epidermis tanaman monokotil memiliki dinding sel yang tebal. Di bawah epidermis terdapat jaringan tipis

Plasmolisis adalah peristiwa terlepasnya protoplasma dari dinding sel karena konsentrasi di luar sel lebih tinggi daripada di dalam sel, begitu sebaliknya dengan proses

adalah suatu celah pada epidermis yang dibatasi oleh dua sel penutup yang berisi kloroplas dan mempunyai bentuk serta fungsi yang berlainan dengan epidermis.

Dinding sel hidup kadang dikelilingi oleh larutan cair yang sinambung dari satu sel ke sel lainnya, sehingga membentuk suatu jalinan pada seluruh tumbuhan.Jika

Jumlahnya 1 pasang, terletak di dalam rongga perut, berfungsi untuk pembentukan sel telur dan menghasilkan hormon estrogen dan progesteron. Pembentukan sel telur terjadi

Dalam pengamatan kami, sel hewan dapat teramati bahwa tidak memiliki dinding sel, ukurannya yang lebih kecil dari sel tumbuhan, dan bentuknya yang tetap.. Sel tumbuhan lebih

Jaringan Pelindung Epidermis • Jaringan epidermis adalah jaringan yang tersusun dari lapisan sel-sel yang menutupi permukaan organ tumbuhan seperti akar, batang, daun, bunga, buah,