KAJIAN DAN TEORI
ANTROPOLOGI HUKUM
Secara umum Kajian dan Teori AntropologiHukum
Perspektif pada fase ini adalah adanya anggapan hukum
berevolusi/berkembang sesuai dengan perkembangan
Studi evolusionistik Antropologi Hukum
dimulai oleh
Sir Henry Maine
dalam bukunya
Mengatakan
bahwa perkembangan
hukum menyesuaikan dengan perkembangan masyarakatnya,
yang dimulai dari masyarakat purba, masyarakat suku, dan masyarakat
Teori Kedua Oleh
J.J. Bachofen
dengan bukunya
Menurut Bachofen
perkembangan masyarakat dimulai dari Gemeinschaft
Pada fase fungsionalisme ini, terjadi perdebatan apa itu
hukum, apakah hukum ada pada semua masyarakat, dari para
Dimulai dari
A.R. Radcliffe Brown yang mengatakan hukum adalah
suatu sistem pengendalian
sosial yang hanya muncul dalam kehidupan masyarakat yang
Bronislaw Malinowski dalam bukunya
Crime and Punishment in Savage Society
Hukum bukan ditaati karena adanya tradisi ketaatan yang bersifat otomatis,
tetapi hukum harus diberi pengertian luas, yaitu sebagai suatu sistem
pengendalian sosial (legal order system) yang didasarkan pada prinsip
timbal-balik (principle of reciprocity) dan publisitas (principle of publicity) yang
Terbagi menjadi sub-sub fase
1. Fase antropologi hukum penyelesaian sengketa (1940 – 1950 - an)
2. Fase pluralisme hukum penyelesaian sengketa dan non sengketa (1960
-1970 - an)
Pada fase Antropologi Hukum penyelesaian sengketa,
teori-teori evolusionisme dan fungsionalisme mulai
bergeser ke arah untuk memahami mekanisme-mekanisme penyelesaian
Pada Fase Pluralisme Hukum Penyelesaian Sengketa dan Non
Sengketa, tema kajian
pluralisme hukum pada awalnya difokuskan pada fenomena
cara penyelesaian sengketa dalam masyarakat melalui mekanisme
dan institusi tradisional yang dikenali masyarakat setempat
Pada tahun 1970-an tema
studi-studi Antropologi Hukum cenderung lebih diarahkan untuk