ASPEK PENGGUNA DALAM
SISTEM TEMU KEMBALI INFORMASI
MATERI PERKULIAHAN :
INFORMATION RETRIEVAL SYSTEM
KE-9
Disusun Oleh :
Nama : Nuning Kurniasih, S.Sos., M.Hum.
NIP. 197606252000122001
Departemen Ilmu Informasi dan Perpustakaan
Fakultas Ilmu Komunikasi
Universitas Padjadjaran
PENGGUNA DALAM IRS
- IRS mentransfer
informasi dari sistem
temu kembali informasi
atau
database
kepada
pengguna.
- Pengguna adalah pemeran
utama atau pemegang
JENIS-JENIS PENGGUNA IRS
1.
Actual users / real users :
Pengguna yang sesungguhnya
dari sebuah IRS
2. Potential users : potensi pada
target pengguna IRS.
3. Expected users : orang-orang
yang diharapkan menggunakan
IRS.
4. Beneficaly users : Pengguna
yang mendapatkan keuntungan
dari IRS yang dipergunakannya.
5. End users : menggambarkan
siapa yang dituju oleh
pengembang sebuah
IRS. “End”
di sini menunjukkan bahwa
sebuah IRS melibatkan rantai
produksi.
Sumber Gambar :
TINGKAT KEMAMPUAN PENGGUNA IRS
Pengguna IRS dibagi menjadi 3 kategori (Rossett) yaitu :
1.
Pengguna pemula (
novice user
),
TINGKAT KEMAMPUAN PENGGUNA IRS
1. Pengguna ahli (
Expert User
) :
Memiliki pengetahuan yang lengkap tentang sistem. Mereka
dapat mengorganisasikan materi-materi secara luas, memblok
informasi secara koheren, memandang sistem sebagai
seperangkat prosedur, konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang
saling berhubungan cukup tinggi. Mereka memecahkan
masalah menggunakan strategi yang dapat diidentifikasi dan
biasanya mecurahkan periode awal untuk menganalisis
pemecahan masalah.(Borenstein).
Menurut penulis
, “
Pengguna ahli dalam konteks temu kembali
informasi adalah mereka yang sangat memahami informasi
apa yang mereka butuhkan, dimana dan bagaimana cara
mencari informasi tersebut dengan cepat dan tepat serta
TINGKAT KEMAMPUAN PENGGUNA IRS
2. Pengguna berkemampuan sedang (
Intermediate User
) :
Yaitu pengguna yang mengetahui sesuatu tentang
sistem, tetapi tidak seluruhnya. Dalam tataran luas, yang
masuk dalam kategori ini adalah disainer sistem.
http://ergotmc.gtri.gatech.edu
Menurut penulis
, “
Pengguna berkemampuan sedang
dalam konteks temu kembali informasi adalah mereka
yang memahami informasi apa yang mereka butuhkan,
dimana mencarinya, tetapi belum tahu betul
bagaimana cara mencarinya serta bagaimana
menggunakan dan menyebarkan informasi yang telah
diperolehnya tersebut sehingga memerlukan waktu lebih
lama untuk memprosesnya daripada pengguna ahli
”.
TINGKAT KEMAMPUAN PENGGUNA IRS
3. Pengguna pemula (
Novice User
) :
Yaitu mereka yang memiliki tidak memiliki atau hanya sedikit
pengetahuan tentang sistem. Mereka tidak dapat mengorganisasikan
materi-materi kedalam struktur yang tepat dan memandang sistem
sebagai seperangkat prosedur yang terisolasi, biasanya tidak
memahami konsep-konsep dan prinsip-prinsip di balik sebuah
prosedur. Pemula biasanya memecahkan masalah menggunakan
metode yang sama dengan pengguna ahli, tetapi butuh waktu yang
lebih lama untuk sampai pada metode yang tepat dan meluangkan
sedikit waktu untuk menganalisa permasalahan sebelum menemukan
solusi.
Menurut penulis
, “
Pengguna pemula dalam konteks temu kembali
informasi adalah mereka yang tidak memahami dengan baik
informasi apa yang mereka butuhkan, tidak tahu dimana mencarinya
dan bagaimana cara mencari informasi tersebut dengan cepat dan
tepat serta kurang memahami bagaimana menggunakan dan
MODEL-MODEL PERILAKU PENCARIAN INFORMASI
1. Marchionini & White
2. Wilson (2 models) (1981, 1999)
3. Krieklas (1983)
4. Leckie, Pettigrew and Sylvain (1996)
5. Bystrom and Jarvelin
6. Savolaienen (1995)
7. Johnson (1997)
8. Ellis (1989)
9. BigSix
MODEL PERILAKU PENCARIAN INFORMASI DARI MARCHIONINI & WHITE
•
Menurut Marchionini, 1989,
pencarian informasi adalah
sebuah pemecahan masalah
untuk sebuah kasus tertentu.
Mencakup mengenali dan
menginterpretasikan
masalah informasi,
menyusun rencana
penelusuran, melakukan
penelusuran, memeriksa
hasil dan apabila diperlukan
mengulangi proses kembali.
1. Mengenali kebutuhan
informasi
2. Menerima tantangan untuk
melakukan aksi dalam
memenuhi kebutuhan
informasi
3. Memformulasi masalah
4. Mengekspresikan kebutuhan
informasi ke dalam sebuah
sistem penelusuran.
5. Memeriksa hasil
6. Mereformulasi masalah dan
ekspresinya, dan
7. Menggunakan hasil
MODEL PERILAKU PENCARIAN INFORMASI DARI SUTCLIFFE & EBBIS
1. Mengidentifikasi Masalah
2. Mengartikulasikan kebutuhan
informasi
MODEL PERILAKU PENCARIAN INFORMASI DARI SUTCLIFFE & EBBIS
1. Formulasi Query
2. Aksi (menjalankan query)
3. Review hasil,
MODEL PERILAKU PENCARIAN INFORMASI DARI KRIKELAS
Information gathering
Information giving
Need-creating
event/environment
Needs
(deferred)
Needs
(immediate)
Source preference
Internal
External
Memory
Direct
(structured)
observations
Direct (interper-sonal) ContactRecorded
(literature)
Personal
files
ELLIS
BIG6
MODEL INTERAKSI DENGAN
SEARCH ENGINE
Close-up Interaksi Langsung dengan a search engine: keempat grup (pemula dan ahli dari kategori pengetahuan rendah dan tinggi) dari Gabungan Studi EURO. (memungkinkan transisi) Christoph Hölscher
& Gerhard Strube.
Level Global dari Model Proses Pencarian Informasi: keempat
grup (pemula dan ahli dari kategori pengetahuan rendah dan tinggi) dari Gabungan Studi EURO. (memungkinkan transisi) Christoph
INFORMATION SEEKING THEORIES
1.George Zipf
–
Principle of
Least Effort
(1949)
Each individual will adopt a course of action
that will involve the expenditure of the
probable least average
of his work.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
PERILAKU
USERS
1.
Latar belakang pendidikan dan
profesi pengguna, lingkungan,
dsb.
2.
Kepedulian dan kemampuan
pengguna dalam mengakses
sumber-sumber informasi.
3.
Hubungan diantara pengguna
dengan unit-unit informasi.
4.
Kondisi tempat kerja.
5.
Ketersediaan waktu
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERILAKU
USERS (LANJUTAN)
7.
Tingkat kompetisi.
8.
Pengalaman
9.
Pengetahuan
10. Ragam produk dan jasa
informasi.
11. Formulasi query