• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diskriminasi Terhadap Masyarakat Burakumin Di Jepang Dewasa Ini

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Diskriminasi Terhadap Masyarakat Burakumin Di Jepang Dewasa Ini"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

Daftar Pustaka

Abdurrahman, Dudung. 1999. Metode Penelitian Sejarah. Jakarta: PT Logos

Wacana Ilmu.

Aminuddin. 1990. Sekitar Masalah Sastra : Beberapa Prinsip dan Model

Pengembangannya. Malang : Yayasan Asah Asuh Malang

Benedict, Ruth. 1979. Pedang Samurai dan Bunga Seruni . Jakarta: Penerbit Sinar

Harapan

Buraku Liberation Research Institute. 1983-1993. Buraku Liberation News.

Osaka: Buraku Liberation Research Institute.

Dayakisni Tri, Hudaniah. 2009. Psikologi Sosial. Jakarta : UMM Press

Donoghue. John D. 1957. "An Eta Community in Japan: The Social Persistence of

Outcaste Groups" American Anthropologist.

Douglas. Mary. 1966. Purity-Danger An analy sis of Concepts of pollution and

Taboo. Middlesex and Baltimore: Penguin Books.

Inou Kiyoshi. 1964. The Studyof Buraku Problems: History and Theory of

Emancipation. Kyoto: Buraku Mondai Kenkyusho

Koentjaraningrat. 2002. Ilmu Sosial ( Antropologi dan Kebudayaan).

Jakarta : Rineka Cipta.

Kitaguchi, Suehiro. Tran. Alastair McLauchlan. An Introduction to the Buraku

Issue: Questions and Answers. Surrey: Japan Library, 1999.

Mikiso, Hane. 2004. Peasants, Rebels, Women, and Outcastes: The Underside of

(2)

Modern Japan. New York: Rowman & Littlefield Publishers

Miyazaki. Shigeki. 1999. Kokusaika Jidai no dinken to Dowa Mondai. Tokyo:

Akashi shoten.

Neary, Ian. 2009. Burakumin in contemporary Japan“. Japan‘s Minorites: the

Illusion of Homogeneity. Ed. Michael Weiner. New York: Routledge

Totten, George O. and Hiroshi Wagatsuma. 1972. Emancipation: Growth and

Transformation of a Political Movement“. Japan‘s Invisible Race: Caste

in Culture andPersonality. Los Angeles: University of California Press

Shimahara, Nobuo. 1971. Burakumin: A Japanese Edication. Hargue: Martinus

Hijhoff

Situmorang, Hamzon. 2011: Telaah Budaya dan Masyarakat Jepang.

Medan: UsuPress

Situmorang, Hamzon. 2013: Minzoku Gaku(Ethnologi) Jepang. Medan: Usu Press

Stet, JE and Burke, Peter J. 2000. Identity Theory and Social Identity Theory.

Social Psychological Quarterly

Yanagawa, Keiichi. 1992: Religion and Society in Contemporary Japan. Nanzan

Institute for Religion and Culture

http://www.bll.gr.jp/eng.html.

http://www.tofugu.com/2011/11/18/the-burakumin-japans-invisible-race/

http://www.japantimes.co.jp/community/2009/01/20/issues/breaking-the-silence-on-burakumin-2/#.VgkBtdKqqkp

(3)

https://id.wikipedia.org/wiki/Burakumin

http://lib.ui.ac.id/file?file=pdf/abstrak-20157966.pdf

http://www.academia.edu/10357376/_FENOMENA_BURAKUMIN_PENYAKIT

_SOSIAL_DARI_POLA_PIKIR_HOMOGEN_MASYARAKAT_JEPANG_

http://belajar-nihongo.blogspot.co.id/2011/06/kaum-eta-sisi-gelap-negeri-jepang.html

http://library.binus.ac.id/eColls/eThesisdoc/Bab2/2011-02-00355-JP%20Bab%202.pdf

http://www.shindharmanet.com/writings/burakumin.html

Referensi

Dokumen terkait

Sebagian kaum muda Jepang lebih memilih menjadi freeter karena tidak memiliki keterikatan dengan perusahaan tempat mereka bekerja, seperti yang dialami para

Robot merupakan salah satu bentuk kemajuan teknologi yang mempunyai banyak ragam dan fungsi.Hampir tidak ada orang yang tidak mengenal robot.Namun, setiap orang memiliki

Ada delapan jenis robot di Jepang yang dapat menimbulkan dampak positif dan dampak negatif dalam masyarakat Jepang dewasa ini, yaitu: robot Ashimo (robot humanoid yang

Dalam penulisan skripsi ini, penulis hanya membahas lima jenis robot saja, dikarenakan kelima jenis robot tersebut sering dijumpai oleh masyarakat Jepang, lebih mudah mendapatkan

Jakarta: Universitas Indonesia (UI-Press) dan

Skripsi ini Diajukan kepada Panitia Ujian Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatra Utara Medan untuk Melengkapi Salah Satu Syarat Ujian Sarjana.. dalam Bidang Ilmu

[r]

Sebagian kaum muda Jepang lebih memilih menjadi freeter karena tidak memiliki keterikatan dengan perusahaan tempat mereka bekerja, seperti yang dialami para