• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA. Aditya, Adrianus. Social Media Nation. Jakarta : Prasetya Mulya Publishing

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA. Aditya, Adrianus. Social Media Nation. Jakarta : Prasetya Mulya Publishing"

Copied!
58
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

Aditya, Adrianus. Social Media Nation. Jakarta : Prasetya Mulya Publishing. 2013.

Alimandan. Teori Sosiologi Modern.Jakarta : Prenada Media. 2004

Andrew F. Wood dan Matthew J. Smith. 2005. Online Communication : Linking Technology, Identity and Culture. New Jersey: Lawrance Erlbaum Associates, Inc. 2005.

Benedictus. Konstruksi Diri dan Pengelolaan Kesan pada Ruang Riil dan Ruang Virtual. Jurnal ASPIKOM Volume 1 Nomor 1. 2010.

Brent D Rubent. Komunikasi dan Perilaku Manusia. Jakarta : Rajawali Pers. 2014 Bungin, Burhan. Penelitian Kualitatif. Jakarta : Kencana Prenada Media Group.

2007.

Iskandar. Metodologi Peneltiian Kualitatif. Jakarta : Gaung Persada. 2009. Little, W, Stephen, Foss, A, Karen. Teori Komunikasi. Jakarta : Salemba

Humainika. 2009.

Mohammad, Adib. Filsafat Ilmu Ontologi, Epistemologi, dan Logika Ilmu Pengetahuan. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Moleong, Lexy. Metodologi Penelitian Kualitatif.Bandung : Remaja Rosdakarya. 2004.

Mulyana, Dedy. Ilmu Komunikasi : Suatu Pengantar. Bandung: Remaja Rosdakarya. 2005.

Piliang, Amir, Yasraf. Teknologi Informasi dan Perubahan Sosial. Jurnal Sosioteknologi, Edisi 27 Tahun 11, Des. 2012.

Prasetyo, Hendri.Cyber Community, Cyber Cultures : Arsitektur Sosial Baru Masyarakat Modern. Jurnal Imu Komunikasi Volume IV Nomor 1. . 2012 Rachmat, Jallaludin. Psikologi Komunikasi. Bandung : PT. Remaja Rosadakarya.

2012.

Kriyantono, Rachmat. Teknik Praktis Riset Komunikasi. Jakarta : Kencana Prenada Group. 2006.

(2)

Ruslan, Rosady. Manajemen Humas dan Komunikasi (Konsepsi dan Aplikasi).Jakarta : PT. Raja.2002.

Scott M. Cutlip, Allen H. Center dan Glen M. Broom. Effective Public Relation. Jakarta. 1985.

Suparno, Agus, Basuki, Sosiawan, Arief, Edwi dan Tripambudi, Sigit. Computer Mediated Communication :Situs Jejaring Sosial dan Identitas Diri Remaja .Jurnal Ilmu Komunikasi Volume 10 Nomor 1. 2012.

Shelly,Gary B, Thomas J. Cashman, Misty E, Vermaat. DiscoveringComputers Conscepts For a Digital World. USA : Course Technology. 2002.

Syam,W,Nina. Psikologi Sebagai Akar Ilmu Komunikasi. Bandung : Simbiosa Rekatama Media. 2011.

Thurlow, Crispin, Laura Lengel and Alice Tomic. Computer Mediated Communciation Social Interaction and The Internet. California : SAGE Publication. 2004.

Ward, Hanson. Pemasaran Online. Jakarta : Salemba. 2000.

http://dailysocial.id/post/path-ceo-dave-morin-announces-path-for-blackberry-indonesia-the-most-active-country-on-path/ (diakses oleh Ofi, tanggal : 20/06/2015, waktu : 13:43 WIB)

http://path.com/about (diakses oleh Ofi, tanggal : 20/06/2015, waktu : 16.00 WIB)

http://www.ardilas.com/2014/11/kenali-aplikasi-path-dan-fiturnya.html (diakses Oleh Ofi, tanggal : 20/06/2015, waktu : 19.15 WIB)

http://www.mercubuana.ac.id/id/tentang-umb/sejarah-umb (diakses oleh Ofi, tanggal : 13/11/2015, Waktu : 12:30 WIB)

http://www.webometrics.info (Diakses oleh Ofi, Tanggal : 31/11/2015, Waktu : 14.00 WIB)

http://www.mercubuana..ac.id/id/tentang-umb/visi-dan-misi (diakses oleh Ofi, tanggal : 13/11/2015, Waktu : 14.30 WIB)

(3)
(4)

DRAFT WAWANCARA

1. Apakah motif awal Anda menggunakan Path ?

2. Menurut Anda apa yang menarik dari media sosial Path? 3. Berapa banyak jumlah teman Anda di Path ?

4. Apakah Anda memilih-milih orang pada saat Anda menyetujui permintaan pertemanan di Path ?

5. Apakah Anda setiap hari pasti membuka Path?

6. Aktivitas atau kegiatan apa yang sering Anda bagikan pada Path Anda ?

7. Setiap kegiatan yang Anda lakukan sehari-hari, apakah selalu dibagikan dipath atau Apakah hanya pada moment tertentu saja yang Anda bagikan ?

8. Pada saat Anda update pada Path, apakah Anda berfikir terlebih dahulu hal apa yang akan Anda bagikan atau sudah direncanakan sebelumnya atau memang moment Path Anda mengalir begitu saja mengikuti mood Anda pada saat itu ? 9. Apakah Anda pernah pergi kesuatu tempat atau membeli sesuatu yang

tujuannya hanya untuk update Path ?

10. Seberapa seringkah Anda berbagi moment di Path ? 11. Apa yang Anda lakukan setelah update Path ?

12. Apakah Anda punya tujuan tertentu pada saat Anda update Path ?

13. Menurut Anda, apakah Path tepat untuk dijadikan tempat curhat pada dunia maya?

14. Apakah Anda mempunyai daftar pertemanan yang Anda tandai menjadi inner circle Anda?

15. Dan pernahkah Anda membagikan moment hanya untuk teman-teman inner circle saja ?

16. Mengapa Anda membagikan moment hanya untuk teman yang Anda tandai pada inner circle

17. Dari sekian banyak moment di Path yang Anda bagikan, Pernahkah Anda mem-private moment tersebut?

(5)

19. Pernahkah Anda menghapus moment pada Path Anda ? 20. Jika pernah, mengapa Anda menghapus moment tersebut ?

Note : Draft wawancara ini bersifat tidak berstruktur sehingga bisa berubah dan disesuaikan dengan jawaban narasumber

(6)

Nama : Mey Fany

Jurusan : Public Relations Universitas Mercu Buana

Tempat Wawancara : Hoka-Hoka Bento Puri Indah Mall Tanggal Wawancara : 17 Januari 2016

TRANSKRIP WAWANCARA

1. Q : Apakah motif awal Anda menggunakan Path ?

A : Motif awal menggunakan Path ikut ikutan temen, awalnya temen-temen belum banyak juga temen yang pake Path. Selain itu awalnya pengen eksis soalnya semuanya mulai punya path soalnya kalo kita sosialisasi dengan orang lain pasti nanya sosmed kita apa, pasti kita sebutin medsos yang paling baru yaitu Path karena kan Path termasuk media sosial yang baru.

2. Q : Menurut Anda apa yang menarik dari media sosial Path?

A : Awalnya temennya gak bisa banyak Cuma 150 orang jadi lebih private, kalo medsos lain kan setiap orang bisa liat profile kita kalo path Cuma orang-orang tertentu yang bisa liat aktivitas kita biasanya temen-temen deket jadinya gak terlalu umum banget.

3. Q : Apakah Anda memilih-milih orang pada saat Anda menyetujui permintaan pertemanan di Path ?

A : Pas masih pertemenan 150 orang awalnya milih-milih, karena sekarang udah lebih banyak jumlah pertemanan di Path jadi udah gak terlalu milih banget tapi yang pasti yang diapprove Cuma orang-orang kenal kalo ngga kenal sama sekali ngga di accept karena terlalu penuh kalo ngeliat timeline orang lain yang gak dikenal

(7)

4. Q : Apakah Anda setiap hari pasti membuka Path?

A : Setiap hari pasti buka, kadang buka Path palingan Cuma liat beberapa time line yang pengen diliat aja kaya kepo sama gebetan.

5. Q : Aktivitas atau kegiatan apa yang sering Anda bagikan pada Path Anda ? A : Lebih sering membagikan foto yang lucu atau foto lagi nongkrong sama temen-temen. Soalnya kalo update musik jarang ada yang ngelove jadi jarang update musik.

6. Q : Setiap kegiatan yang Anda lakukan sehari-hari, apakah selalu dibagikan dipath atau Apakah hanya pada moment tertentu saja yang Anda bagikan ? A : Cuma moment tertentu, misalnya kalo mau makan dan mandi selalu update bikin orang risih ngeliatnya.

Palingan biasanya Aku update tentang naik kereta karena kan setiap hari Aku berangkat dan pulang kerja naik kereta commuterline jadi suka ada kejadian lucu dan menarik yang bisa dibagikan di Path atau update yang lucu biar bisa bikin orang ketawa biar ada yang ngasih emoticon love atau ketawa kalo standard biasanya jarang yang ngasih emoticon.

7. Q : Pada saat Anda update pada Path, apakah Anda berfikir terlebih dahulu hal apa yang akan Anda bagikan atau sudah direncanakan sebelumnya atau memang moment Path Anda mengalir begitu saja mengikuti mood Anda pada saat itu ?

A : Tergantung momentnya , kalo lagi sama temen-temen yang lagi bisa seru-seruan terus ada yang bisa dibagikan ya langsung dibagikan di Path tapi kalo engga seru ya engga dibagikan di Path. Terus kalo hape engga lowbet ada yang seru langsung update.

Biasanya yang difikirin itu kalo mau ngeshare foto atau lagu mikir captionnya dulu.

(8)

8. Q : Kenapa Anda harus memikirkan captionnya ?

A : Karena kalo ngeshare foto atau lagu ngga sinkron sama kata-kata kita jadi kaya engga nyambung walaupun itu Cuma foto doang kalo captionnya lucu kan bisa menghibur kalo Cuma standar doang jadi kaya apa sih nih orang.

9. Q : Apakah setelah update moment di Path, Anda suka memikirkan kira-kira banyak teman yang memberikan emoticon atau komentar pada moment Path Anda ?

A : Kebetulan aku punya temen-temen yang orangnya sering nge-bully jadi selalu ada teman-teman di Path yang selalu nge-bully atau selalu nimpalin apa yang kita share. Tapi ya Aku sih berharap banyak yang ngasih emoticon kalo abis update moment di Path. Kayak tadi Aku bilang jarang membagikan musik di Path karena jarang yang ngasih emoticon jadi males update musik.

Tapi sebenernya banyak atau enggaknya emoticon yang teman kita kasih itu timbal balik, kalo kita sering ngasih emoticon atau komentar ketemen pasti nanti mereka ngasih emoticon juga.

10.Q : Apakah yang Anda rasakan ketika update moment tapi tidak ada yang memberikan emoticon atau komentar ?

A : Rasanya engga mau buka Path lagi hehe karena berharapnya si ada yang ngerespons, jadi berasa sedih aja gak ada yang ngasih emoticon. Tapi kadang aku bercanda ketemen suruh ngasih emoticon di moment Path Aku, biar enggak sepi momentnya.

11.Q : Emoticon apa yang sering Anda berikan pada update moment teman Anda di Path?

(9)

12.Q : Mengapa Anda memberikan emoticon tersebut kepada teman Anda ? A : Karena biar anti mainstream aja. Soalnya kan kebanyakan orang ngasih emoticon love nah itu udah mainstream banget, sedangkan kalo yang ngasih emoticon frowned jarang banget.Emoticon frowned itu kan gambar mukanya sedih.

Jadi, kalo temen lagi jalan-jalan pasti kan lagi happy tapi aku engga ngasih emoticon love atau smile atau laughed tapi Aku kasih emoticon frowned. Karena aku mikirnya ngasih emoticon frowned itu kaya ngeledek aja gitu, abisnya temen lagi jalan-jalan pas hari kerja, yaa Aku lagi kerja eh dia lagi seneng seneng jadi kaya ngasih tanda ketemen itu “ih lo enak banget si jalan jalan tapi gue lagi kerja” kaya gitu.

13.Q : Apakah Anda pernah pergi kesuatu tempat atau membeli sesuatu yang tujuannya hanya untuk update Path ?

A : Pernah. Contohnya pergi ke mall buat update di Path tapi tetep si walopun lagi di mall buat update di Path, captionnya dipakein yang lucu-lucu biar bisa mengundang orang ngasih emoticon atau komentar.

14.Q : Seberapa seringkah Anda berbagi moment di Path ?

A : Tergantung momentnya. Kadang sehari gak pernah update sampe berhari-hari, tapi kalo lagi banyak yang bisa dishare atau banyak foto-foto yang lucu buat dishare sehari bisa 3x kaya pagi, siang terus malem

15.Q : Apa yang Anda lakukan setelah update Path ?

A : Ditinggal dulu si. Tapi kadang suka nungguin seseorang, kira kira dia udah liat update moment Aku apa belom ya. Nah kalo nungguin kaya gitu langsung deh aku liat di daftar yang udah melihat update moment Aku siapa aja.

(10)

16.Q : Apakah Anda punya tujuan tertentu pada saat Anda update Path ?

A : Tujuan supaya dilihat sama seseorang yang memang sudah aku tandai, tapi terkadang memang pengen update lagi pergi sama temen atau ngeshare foto-foto lucu yang kita mau buat iseng-iseng aja.

17.Q : Update moment seperti apakah yang ingin dilihat oleh orang yang Anda tandai ?

A : Jadi, ada seseorang yang gak suka sama aku. Aku dulu punya pacar dan orang yang gak suka sama Aku ini mantannya pacar aku. Dulu pernah Aku unshare tapi nge-add lagi berkali-kali sampe akhirnya yaudahlah aku approve aja. Nah, dia itu kepo sama Aku, terus suka nyindir-nyindir gak jelas jadi Aku cuma mau nunjukin aja kemantannya pacar Aku kalo sekarang aku udah bahagia.

18.Q : Menurut Anda, apakah Path tepat untuk dijadikan tempat curhat pada dunia maya?

A : Kalo menurut Aku, di Path memang lebih private dibandingkan dengan media sosial lainnya. Jadi, kalo untuk curhat sedikit-sedikit sih masih lebih nyaman dan lebih tepat di bandingkan twitter yang hanya ada 140 karakter terus kalo facebook kan terlalu luas jangkauannya. Tapi sih saran Aku tetep ya jangan terlalu mendalam dan terlalu sering curhat di Path karena pasti ada hal-hal yang seharusnya bukan untuk diketahui oleh orang lain.

19.Q : Apakah Anda mempunyai daftar pertemanan yang Anda tandai menjadi inner circle Anda?

A : Ada. Semua temen-temen aku masuk kedalam inner circle kecuali satu orang itu mantannya pacar Aku yang engga Aku suka. Hanya dia aja yang gak aku masukin innercircle

(11)

20.Q : Dan pernahkah Anda membagikan moment hanya untuk teman-teman inner circle saja ?

A : Aku tidak pernah membagikan moment hanya kepada teman innercircle saja kalo update moment dan pastinya Aku share kesemuanya, karena aku pengen seseorang itu tau tentang aktvitas aku.

Tapi aku mempergunakan innercircle itu supaya tidak melihat timeline mantannya pacar Aku. Jadi setiap Aku membuka Path langsung dinyalain fitur innercircle supaya aku gak liat updatean orang itu. Karena aku pengennya dia liat updatean ku tapi aku engga pengen liat updatean dia.

21.Q : Kenapa tidak mau liat updatean orang tersebut ?

A : Karena updatean dia isinya secara tidak langsung menyindir aku dan kadang dengan bahasa kasar, jadi daripada emosi mending gak usah liat updatean dia. Awalnya sebelom Aku unshare dia, Aku selalu liat updatean dia yang nyinyir gitu terus pas Aku unshare dan dia Add berkali-kali yaudah Aku aprrove dengan cara Aku gak mau liat updatean dia. Pastikan kesel tuh, kalo kita update ngomel-ngomel di Path buat seseorang tapi orang yang dimaksud gak liat updatean kita. Makanya biarin aja dia capek sendiri update moment di Path nyinyir gak jelas tapi Aku gak pernah liat updatean itu.

22.Q : Apakah Anda juga sering bikin update moment Path untuk menyindir orang tersebut ?

A : Ya kadang sih Aku update di Path buat nyindir orang itu tapi nyindirnya masih dengan bahasa halus dan Cuma buat ngasih tau aja kalo aku udah bahagia. Tapi itu gak sering sih dan kejadian itu udah setahun lalu jadi sekarang-sekarang udah jarang banget dan udah hampir gak pernah update nyindir orang itu.

23.Q : Dari sekian banyak moment di Path yang Anda bagikan, Pernahkah Anda mem-private moment tersebut?

(12)

A : Ga pernah, karena aku menggunakan Path untuk berbagi informasi dan lucu-lucuan aja jadi gak pernah memprivate moment aku.

24.Q : Kalau Path hanya untuk lucu-lucuan saja, apakah Anda pernah galau di Path?

A : Engga pernah galau banget sih, tapi sesekali galau aja pernah. Dan biasanya kalau lagi galau itu ngeshare foto/gambarnya galau tapi captionnya tetep dilucuin biar engga keliatan galau banget. Jadi, mungkin kalo teman yang baca kaya lagi membully diri sendiri. Dengan begitu kan teman gak tau secara persis kalau sebenernya Aku lagi galau.

25.Q : Mengapa Anda tidak mau menunjukan kalau Anda galau atau mengeluh di Path?

A : Karena gak jauh-jauh dari pencitraan, kalau keseringan update galau dimedia sosial nanti akan berdampak dikehidupan realitas kita. Jadi, nanti image diri kita kok galau terus sih nanti diledekin Miss Galau. Jadi, aku gak mau punya image tukang galau. Mending membagikan hal yang seneng-seneng aja jadi kan orang liatnya kita senang, kuat padahal sebenernya dalamnya belum tentu juga hehe, tapi biar orang lain juga senang liat kita.

Karena waktu itu pernah ngeshare ngeluh gitu jadi dibully dan jadi main ledek-ledekan becandaan gitu. Dari situ si Aku sadar kalo sebenernya menunjukan kegalauan atau mengeluh di Path engga berguna malah nanti bikin teman males liatnya dan berfikir kok ni orang gak bersyukur banget sih ngeluh mulu.

26.Q : Selama menggunakan Path apakah Anda menunjukan apa yang Anda rasakan didunia nyata?

A : Berjalan apa adanya aja, tapi ya kaya yang tadi aku ungkapin kalau sedih jarang banget di share di Path karena pasti dibecandain sama temen-temen, tapi kalo lagi bahagia ya aku tunjukin si kebahagian aku. Lebih seneng kalo ngeshare perasaan lagi seneng dibanding lagi sedih.

(13)

27.Q : Selain mantannya pacar Anda, Pernahkah Anda unshare teman yang lainnya?

A : Pernah, yaitu teman deket Aku. Waktu itu lagi berantem sama temen deket sebenernya masalahnya sepele tapi karena waktu itu belum dewasa masih emosional dan masih labil jadi ada masalah sedikit langsung Aku unshare aja tapi pas udah baikan dan berfikir lebih dewasa akhirnya Aku add dia lagi dan sekarang udah temenan lagi di Path.

28.Q : Apakah Anda pernah show off atau cari perhatian di Path karena ada seseorang yang Anda sukai ?

A : Pernah si dulu, tapi kalau sekarang mulai dikurangi karena kalo engga jadi kan malu juga. Soalnya waktu itu pernah show off gitu eh terus gak deket lagi sama orang itu jadinya diledekin. Jadi sekarang lebih sembunyi-sembunyi dan gak terlalu nunjukin di Path.

29.Q : Teman dari mana yang paling banyak temenan di Path Anda?

A : Temen kampus, temen komunitas KRL gading serpong dan nebengers, temen SMA, temen SMP, tapi sedikit banget kalo temen kerja. Soalnya waktu itu pernah temenan sama temen kerja di facebook dan aku update tentang ngeluh kerjaan dan sempet jadi masalah karena updatean kaya gitu.

Jadi, pas sekarang udah pake Path, gak terlalu banyak temen kerja, cuma beberapa aja yang emang orangnya asik terus juga engga pernah update tentang kerjaan di Path.

30.Q : Informasi apakah yang Anda dapatkan dari media sosial Path ?

A : Berhubung pengguna Path Cuma berteman sama sesama teman dekat bukan akun official instansi perusahaan tertentu, jadi informasi yang didapat antara

(14)

penting dan gak penting. Informasinya diantaranya yang bersifat viral. Informasi kejadian terkini, gosip-gosip terbaru, undangan acara dari komunitas atau undangan acara dari teman.

31.Q : Adakah sisi negatif dan positif dari media sosial Path ?

A : Sisi negatifnya memudahkan penggunanya untuk update apapun, terkadang ada beberapa orang yang updatenya asal posting aja tapi gak dipikir baik dan buruknay buat orang-orang yang baca. Misalnya nyindir atau share gambar yang gak semestinya.

Sisi positifnya jadi lebih update kabar teman-teman dan jadi mudah interaksi sama teman. Karena saat ini orang-orang lebih tertarik ngeshare kegiatan mereka di Path dibanding sosial media lainnya

(15)

Nama : Meiryosha Dwi Putri

Jurusan : Public Relations Universitas Mercu Buana

Tempat Wawancara : Kungfu Tea Jl. Anggrek (Daerah Kampus Binus) Tanggal Wawancara : 22 Januari 2016

TRANSKIP WAWANCARA

1. Q : Apakah motif awal Anda menggunakan Path ?

A : Karena ngikutin trend, jadi waktu itu agak terlambat punya android dan masih bertahan pake blackberry karena sok idealis gitu pengennya pas 3 tahun baru ganti hp soalnya waktu itu blackberry-nya belum 3 tahun jadi masih nahan diri untuk gak ganti hape dulu. Tapi akhirnya beralih dan tergoda ke android, pada waktu android dan iphone mulai booming banyak temen yang nanyain akun Path gw, terus ya gw bilang belum punya Path. Dan ya mau gak mau jadilah aku bikin akun Path biar bisa di-tag sama temen pas lagi kumpul-kumpul.

2. Q : Apakah Anda membeli handphone berbasis android hanya untuk menggunakan Path ?

A : Enggaklah. Motivasinya bukan itu, karena biar kekinian aja sih. Terus dari segi function, android ini lebih banyak kegunaan dan lebih bisa diandalkan dibandingkan blackberry. Dan oh iya akhirnya kenapa yakin pindah ke Android karena akhirnya bbm ada di android.

3. Q : Menurut Anda apa yang menarik dari media sosial Path?

A : Basicly sama aja, waktu itu Path eksklusif, jumlah pertemanan cuma dibatasi sebanyak 150 orang dan misalnya kalo lo tag sesuatu di path gw maka gak semua temen Path gw tau tag-an itu kecuali gw repost lagi dan muncul di home Path gw. Jadi, Path lebih private.

(16)

4. Q : Berapa banyak jumlah teman Anda di Path ? A : Kurang lebih diatas 200 sampe 300 orang

5. Q : Apakah Anda memilih-milih orang pada saat Anda menyetujui permintaan pertemanan di Path ?

A : Ya, gw mensortir teman-teman di Path. Yang diapprove cuma bener-bener yang gw kenal atau paling engga yang gw approve itu orang yang pernah ketemu. Misal lo ngenalin temen ke gw nah walaupun gw engga terlalu kenal sama teman lo itu ya paling engga masih gw approve kalo dia ngeadd. Tapi kadang gw pertimbangin lagi kira-kira ini anak nyambung apa engga terus kira-kira penting gak yah buat temenan di Path.

6. Q : Apakah Anda setiap hari pasti membuka Path?

A : Kalo buka Path Iya, biasanya cuma liat updatean temen-temen terus ngasih emoticon di moment temen-temen.

Tapi kalo posting di Path semenjak punya anak udah engga terlalu sering. Rata-rata seringnya 2 hari sekali.

7. Q :Apakah Anda sering menghitung berapa kali Anda sudah posting di Path? A : Engga juga sih, biasanya tergantung mood kalo lagi pengen narsis sehari bisa beberapa kali posting, engga harus mikir misalnya tadi pagi gw udah posting terus nanti malam jangan posting lagi. Enggak gitu juga si soalnya berjalan apa adanya aja. Tapi ya engga sering banget dan engga jarang banget.

8. Q : Apakah Anda sering berfikir “menyampah” di Path kalau sering berbagi moment ?

A : Enggak, karena gunanya sosial media seperti itu untuk mengekspresikan diri tapi kalo orang lain merasa gw nyampah yaudah tinggal unshare aja daripada terganggu sama postingan gw.

(17)

9. Q : Aktivitas atau kegiatan apa yang sering Anda bagikan pada Path Anda ? A : Sejak punya anak, 90% sosial media gw isinya Ziva anak gw, mungkin kebanyakan ibu yang baru punya anak akan melakukan hal yang sama kali ya. Tapi selain itu gw juga suka membagikan meme lucu atau repath dari postingan temen gw, share movie sama lagu. Kalo lagu kan bisa tiba-tiba curcol atau nyindir seseorang dari lirik lagunya itu. Sedangkan kalo movie itu biasanya kalo lagi nonton drama favorit gw biasanya juga suka dishare.

10.Q : Kenapa semenjak punya anak lebih sering membagikan moment tentang anak dibanding diri Anda sendiri ?

A : Karena gw merasa diri gw tidak layak untuk dipublikasikan hehe.. karena kalo gw perhatiin kalo membagikan moment tentang foto atau kegiatan Ziva banyak yang respon, kayak banyak yang ngelove dan banyak yang komen. Tapi pernah sesekali ada saatnya gw ngepost foto selfie diri sendiri, yang ngasih respon gak sebanyak dan gak seantusias kalo membagikan foto atau kegiatan Ziva. Ya paling kalo membagikan foto gw, yang ngasih emoticon cuma itu-itu doang pada gak terlalu antusias.

11.Q : Apakah disetiap Anda posting Path berharap banyak yang memberikan emoticon dan memberikan komentar dimoment Anda ?

A : Gw rasa semua orang pasti kaya gitu, termasuk gw sendiri. Sebenernya ngarepnya si iya, terus karena udah terbiasa banyak yang ngasih emoticon jadi ya suka nungguin, gimana respon dari temen-temen. Kira-kira orang pada komen apa terus siapa aja yang ngelove. Selain itu juga kan emoticon di Path banyak bentuknya, kayak love, frowned, sad, smile, gasped, dll jadi bisa beraneka ragam temen-temen ngasih emoticonnya. Jadi si sebenernya seru aja kalo banyak yang ngasih emoticon di Path.

(18)

12. Q : Menurut Anda biasanya orang yang banyak memberikan emoticon itu karena postingannya menarik atau supaya dilove balik saja atau supaya tetap menjaga interaksi dengan teman di Path ?

A : Menurut gw, ada beberapa orang yang gw perhatiin teman gw di path pada saat dia membagikan moment cuma ada satu atau dua orang yang ngasih emoticon dan komentar padahal menurut gw orang ini lumayan sering membagikan moment di Path tapi pada akhirnya respon dari postingan dia gak terlalu banyak itu kan sebenernya jadi kaya tanda tanya aja kenapa kok dia jarang banget yang ngerespon momentnya dia. Jadi sebenernya medsos itu sebagai salah satu alternatif interaksi kita antara teman dan keluarga. Dan menurut gw juga sebagai ajang untuk bukti bahwa hubungan gw dengan teman-teman yang ada di Path beneran deket karena balik lagi teman-teman yang aku approve di Path cuma yang beneran kenal. Sekarang misalnya kamu punya temen 1.000 terus yang komen cuma dia-dia doang jadi mending teman dikit tapi respon dan interaksi dengan teman-teman yang berbeda di path lebih banyak, jadi pada saat kita update moment di Path banyak yang ngerespon

13.Q : Pada saat Anda update pada Path, apakah Anda berfikir terlebih dahulu hal apa yang akan Anda bagikan atau sudah direncanakan sebelumnya atau memang moment Path Anda mengalir begitu saja mengikuti mood Anda pada saat itu ?

A : Tergantung occationnya, kalo misal ada teman gw yang besok ulang tahun dan dari sehari sebelumnya gw udah nentuin foto apa yang mau diposting terus captionnya gimana. Tapi selebihnya sih engga pernah direncanain dulu, kaya misalnya ini tadi gw pesen minum dan rasanya gak enak nah gw gak rencanain mau update tapi pas ngerasain rasanya baru deh kepikiran buat update path.

(19)

14.Q : Setiap kegiatan yang Anda lakukan sehari-hari, apakah selalu dibagikan di Path atau Apakah hanya pada moment tertentu saja yang Anda bagikan ? A : Sebenernya kan di Path juga termasuk salah satu ajang pencitraan jadi ya ge mau mencitrakan diri gw yang baik-baik, jadi ya sebisa mungkin gw posting yang positif-positif aja dan menghindari atau jarang banget update yang negatif-negatif.

15.Q : Kenapa Anda ingin membentuk citra yang positif ?

A : Supaya ya orang-orang ngeliat gw bahwa hidup gw menyenangkan gak susah engga nelongso gak rese.

16.Q : Tapi apakah Anda pernah membagikan moment yang galau ?

A : Pernah sih tapi secara implisit. Biasanya kalo cewe menjelang datang bulan kan suka galau gak jelas nah biasanya untuk menyalurkan rasa bete atau galau itu gw sindir lewat musik, karena kan di Path ada now listening dan nanti gw ambil lirik yang bisa mewakili perasaan gw.

17.Q : Apakah Anda pernah pergi kesuatu tempat atau membeli sesuatu yang tujuannya hanya untuk update Path ?

A : Kalo dateng kesuatu tempat cuma buat update di path enggak sih, tapi biasanya karena penasaran mau dateng kesuatu tempat yang lagi ngehits nah terus pas udah dateng ketempat itu ya mau engga mau gw bagiin moment di Path kaya sekedar ngasih review tentang tempat itu gimana. Jadi ya intension gw dateng kesitu bukan buat update doang karena mau tau juga dan penasaran dengan tempat itu.

18.Q : Menurut Anda, apakah Path tepat untuk dijadikan tempat curhat pada dunia maya?

A : Tergantung konteks curhatnya apa. Kalo gw gak terlalu senang mengumbar sesuatu yang terlalu pribadi yang seharusnya cuma dikonsumsi untuk gw dan beberapa teman dekat aja. Karena walaupun di Path teman-teman yang gw kenal

(20)

tapi belum tentu semuanya punya kedekatan secara emosional belum tentu masalah rumah tangga gw ceritain kesemua teman gw, jadi ya perlu disaring dulu. Pernah waktu itu sekali curhat karena gw lagi kesel soal kerjaan, jadi gw nyindir temen kerja tanpa menyebut namanya dengan gambar yang berisi kata-kata yang bisa membuat orang itu merasa tersendir, tapi ya curhatnya cuma sekedar nyindir kaya gitu aja gak sampe secara blak-blakan banget. Karena ada beberapa teman gw kerjaannya curcol di Path dan dia ngeluh mulu tentang mertuanya dia. Nah gw sebenernya gak gitu suka sama orang-orang yang kaya gitu karena terlalu vulgar banget kalo ngeshare di medsos. Tapi ya balik lagi sih keorangnya masing-masing. Tapi kalo buat gw pribadi enggak sampe dan engga mau curhat secara mendalam di medsos karena ada beberapa hal yang seharusnya ditelen sendiri.

19.Q : Apabila Anda ingin berbagi moment di Path, sering memikirkan tentang captionnya atau tidak ?

A : Kalo gw si suka memikirkan hal itu, karena gw kepengen sebisa mungkin semenarik dan selucu mungkin, tergantung konteksnya. Karena gw pernah loh setengah jam buat mikir captionnya yang cocok dan sesuai buat foto atau lokasi yang mau gw share.

20.Q : Kenapa Anda harus memikirkan caption sedemikian rupa ?

A : Ya karena biar menarik temen-temen supaya banyak yang ngasih respon kalo datar-datar aja kan orang juga males. Misal meme udah lucu terus captionnya ditambahin lagi dengan yang lucu-lucu jadi kan lebih menarik. Soalnya kalo meme itu kan buatan orang sedangkan captionnya itu kreasi diri kita sendiri, jadi biar banyak yang ngasih emoticon dan komentar.

21.Q : Kalau banyak yang memberikan emoticon dan komenentar itu biasanya sering timbal balik atau tidak ?

(21)

A : Pernah, soalnya kalo gw jarang ngasih komen dan emoticon ke temen-temen yaa temen-temen juga jarang ngasih emoticon dan komentar ke moment yang gw bagikan di Path. Karena balik lagi gw memfilter teman-teman di Path jadi yang eksklusif aja yang emang selalu berinteraksi di Path, karena ada juga gw temenan sama temen yang gw gak pernah liat dia udpate di Path yaudah gw unshare. Karena buat apa kalo engga pernah berinteraksi, gak pernah ngasih emoticon atau komentar walaupun cuma sekali atau dua kali gitu.

22.Q : Apakah Anda mempunyai daftar pertemanan yang Anda tandai menjadi inner circle Anda?

A : Ada

23.Q : Dan pernahkah Anda membagikan moment hanya untuk teman-teman inner circle saja ?

A : Pernah

24.Q : Mengapa Anda membagikan moment hanya untuk teman yang Anda tandai pada inner circle ?

A : Kalo kita pake inner circle berarti kan kita menandai temen yang udah deket dan yang lebih deket lagi, temen-temen yang lebih eksklusif. Kadang kalo path udah lama postingnya makin lama makin lama ngga ke track jadi baru deh nyalain inner circle biar gw cuma liat moment dari temen gw yang emang deket aja. Terus kalo gw mau update nyindir seseorang ya gw updatenya pake inner circle biar orang itu gak liat.

25.Q : Teman apa yang anda masukin kedalam inner circle Anda ?

A : Teman kuliah, teman rumah dan semua jenis teman yang menurut gw masuk kedalam area eksklusifitas gw dan yang layak tau segala hal tentang gw.

(22)

26.Q : Dari sekian banyak moment di Path yang Anda bagikan, Pernahkah Anda mem-private moment tersebut?

A : Pernah, tapi bukan cuma gw doang yang liat. Jadi, gw kan ngga install path talk, tapi ada beberapa temen di Path yang Aku gak punya pin BBM dan nomor Whatsapp, jadi gw minta nomor hp/pin bbm keorang itu dengan cara gw minta di Path dan gw gembok jadi yang bisa liat cuma gw sama orang itu doang. Karena gw itu orang yang cukup menghargai privacy orang lain. Kan bisa aja kalo gw punya temen 1000 terus gw minta nomer hape lo, nah gw kan gak tau kalo ada temen gw yang sales asuransi atau MLM yang emang berniat prospek lo buat jadi nasabah atau downlinenya. Nah kan berarti nanti lo gak nyaman ditelponin mulu gara-gara liat nomer hape lo ada di Path gw.

27.Q : Pernah Anda menghapus moment pada Path Anda ? A : Pernah

28.Q : Aktivitas apa yang Anda hapus pada moment tersebut ?

A : Menghapus foto, jadi ada foto gw sama temen kantor gara-gara fotonya temen gw disitu jelek dan dia minta hapus. Yaudah deh gw apus sesuai permintaan dari dia padahal sebenernya kalo gw egois dan gak menghapus foto itu gapapa kan tapi karena kasian yaudah deh gw turutin aja gw hapus momentnya.

Selain itu pernah lagi karena gw lagi kesel lagi emosi gw update moment di Path tapi gw lupa waktu itu keselnya karena apa, nah tapi pas emosinya udah reda dan gw bacanya ini apaan si.. yaudah akhirnya gw hapus.

29. Q : Menurut Anda apakah Path efektif dalam pembentukan citra diri ? A : Tergantung si citra kaya gimana dulu, kalo buat gw balik lagi yang banyak gw posting kebanyakan Ziva, nah pas gw ketemu temen gw pasti nanyain Ziva tentang yang kemarin gw posting kegiatan Ziva di Path. Jadi sebenernya kalo

(23)

pembentukan citra iya, jadi temen-temen taunya gw sayang anak, perhatian sama anak.

30.Q : Tapi dalam kehidupan sehari-hari benarkan Anda sayang dengan anak Anda ?

A : Nah sekarang gini, kadang orang suka salah mengartikan mengenai pencitraan, misal pencitraan itu kata kerja dan karena ada fauzi bowo kemarin yang menjadikan pencitraan itu jadi konotasi negatif. Nah contohnya pada saat mau membentuk citra perusahaan yang green berarti kan kita berusaha untuk membentuk citra perusahaan menjadi perusahaan green dan ramah lingkungan. Jadi, terkadang orang berfikir bahwa pencitraan itu membentuk sesuatu tetapi tidak seperti pada kenyataannya. Tapi kalo gw si engga ya menurut diri gw sendiri karena gw belum pernah denger secara langsung pendapat dari temen gw, tapi yang gw rasain si pencitraan gw berhasil karena dalam kehidupan sehari-hari gw sayang dengan Ziva. Dan kenapa gw katakan pencitraan gw cukup berhasil karena ketika gw membagikan foto di Path tentang Ziva dan langsung banyak yang nanyain dan antusias di dunia nyata maupun dunia maya tentang Aku dan Ziva. Jadi, membangun respon dari teman-teman di Path dan dari respon itu membantu dalam pembangunan citra.

31. Q : Apakah Anda pernah mengeluh tentang pekerjaan ?

A : Ngeluh kerjaan enggak pernah karena menurutku pekerjaan sama dengan rumah tangga, karena kan kalo hubungan kita dengan bos kita baik pasti gak akan posting di Path. Selain itu kalo gw berusaha membatasi diri untuk bisa memfilter mana yang harus dibagikan dan mana yang gak harus disbagikan. Pernah waktu itu gw udah mau ngeluh di Path udah ngetik panjang lebar tapi pas gw fikir lagi engga penting juga si kalo gw ngeluh di Path, yaudah akhirnya gak jadi dibagiin di Path dan lebih baik ditelen sendiri aja atau cerita ketemen yang ngerti keadaan kantor.

(24)

32.Q : Mengapa Anda begitu berhati-hati untuk membagikan sesuatu tentang pekerjaan ?

A : Karena sekarang dengan berkembangnya sosial media, kalo kamu melamar pekerjaan sebagai PR Officer banyak perusahaan yang pada saat ingin menerima karyawan baru, maka bagian HR akan mencari tau mengenai sosial medianya dulu kaya gimana. Itu yang terjadi di kantor gw. Karena waktu itu pernah ada kasus di kantor gw, ada satu perusahaan konsultan PR gitu yang kerjasama dengan perusahaan gw nah terus si AE/PR Officer dari agency ini ngepost di medsosnya, di twitter waktu itu. Jadi dia bilang kalo dia mau meeting sama klien dan males meeting sama klien ini bla bla bla gitu, terus abis itu ada salah satu orang kantor gw yang baca postingan dia dan sehabis kejadian itu kantor stop kerjasama sama agency itu dan si AE itu di pecat dari perusahaannya. Jadi, media sosial saat ini sudah banyak berpengaruh kekehidupan nyata kita jadi harus lebih berhati-hati lagi.

33.Q : Info apa saja yang Anda dapatkan dari Path ?

A : Ya info seputar kegiatan temen aku, misal anaknya lagi ngapain, liburan kemana. Tapi kadang juga suka dapat informasi terkini dari Path, contohnya kaya bom Thamrin kemaren kan pada update main dulu-duluan tuh jadi lumayan cepet updatenya, terus abis itu info-info tentang musik-musik baru, film-film yang lagi ngehits apa terus info meme meme yang lucu-lucu kaya apa.

(25)

Nama : Aulia Yusrina Asmarani

Jurusan : Marketing Comm & Adv Universitas Mercu Buana

Tempat Wawancara : A&W Taman Kedoya Baru Tanggal Wawancara : 21 Januari 2016

TRANSKRIP WAWANCARA

1. Q : Apakah motif awal Anda menggunakan Path ?

A : Motif awal pake Path itu karena teman-teman gw sudah punya Path, nah jadi ikut-ikutan deh biar pas ditanya sama teman akun Path-nya apa bisa ngasih akun Path gw. Dan selain itu tertarik menggunakan Path karena kita harus berkembang dan mengikuti perkembangan zaman biar gak ketinggalan update tentang teman-teman dan biar bisa eksis update kegiatan sehari-hari di Path.

2. Q : Menurut Anda apa yang menarik dari media sosial Path?

A : Menurut gw yang menarik dari Path itu dari awal munculnya dia sudah memberikan konsep untuk sharing moment, seperi contohnya bisa share judul film yang lagi kita tonton terus share lagu yang lagi didengerin. Jadi pada saat temen kita ngeklik lagu tersebut akan muncul lagu dibagian reff biasanya. Dengan begitu bisa share lagu-lagu baru dan bisa tau film dan lagu yang lagi booming saat ini.

3. Q : Apakah Anda memilih-milih orang pada saat Anda menyetujui permintaan pertemanan di Path ?

A : Iya pasti. Karena Path lebih privacy daripada beberapa media sosial lain, kalo di media sosial lain temennya banyak bisa ratusan orang tapi belum tentu dari sekian ratus atau sekian ribu itu gw kenal semua paling hanya beberapa aja yang dikenal tapi kalo di Path pasti orang-orangnya kenal semua. Karena di Path gw cuma approve orang-orang yang emang dikenal biar gak menuh-menuhin timeline ngeliat update moment orang yang gak dikenal.

(26)

4. Q : Apakah Anda setiap hari pasti membuka Path?

A : Tiap hari pasti buka Path, karena kalo engga buka Path rasanya kaya ada yang kurang gitu. Walaupun gak update moment ya paling cuma liat-liat updatean dari temen-temen aja.

5. Q : Aktivitas atau kegiatan apa yang sering Anda bagikan pada Path Anda ? A : Kegiatan yang paling sering dibagiin di Path gw itu foto dan share location lagi kumpul dimana sama teman.

6. Q : Mengapa Anda lebih sering membagikan foto dan berbagi lokasi ?

A : Karena menurut gw kalo cuma share tulisan apa yang difikirin bosen banget, kurang seru aja tapi kalo share foto dan lokasi lebih enak aja ada jadi lebih seru aja

7. Q : Apakah anda suka memikirkan caption yang akan anda share di Path ? A : Iya Pasti. Karena kalo disosmed kita gak ngobrol secara tatap muka, jadi cara paling efektifnya itu diliat dari caption yang ditulis disetiap updatean kita. Kalo misalnya captionnya gak bagus kan orang lain bisa berfikiran ih ini orang kok kata katanya kasar banget dan kok cara fikirnya gak bagus. Dengan begitu kan jadi orang berfikir macem-macem makanya sebelum di update harus mikirin captionnnya seperti apa supaya sinkron juga apa yang kita maksud sama apa yang mau kita sampein.

8. Q : Pada akun media sosial Anda lebih sering membagikan hal untuk lucu-lucuan, curhat atau hanya iseng-iseng saja ?

A : Keseringan sih buat lucu-lucuan dan iseng-iseng aja menghilangkan stress, karena kalo buat curhat mungkin lebih baik gak usah disosmed, tapi lebih ke personal chatting karena kalo di sosmed walaupun di Path isinya orang yang dikenal semua tapi agak risih aja kalo curhat di Path.

(27)

9. Q : Setiap kegiatan yang Anda lakukan sehari-hari, apakah selalu dibagikan di Path atau Apakah hanya pada moment tertentu saja yang Anda bagikan ? A : Engga selalu dishare di Path karena cuma mau share di Path hal-hal yang seneng-seneng aja dibanding yang sedih-sedih. Kalo nge-share yang sedih sedih gak bisa ngasih solusi juga. Dan males juga sih kalo share yang sedih sedih nanti dibilang galau, ni orang labil banget galau mulu mending jarang update yang sedih atau galau gitu. Jadi, Cuma moment-moment tertentu aja gak semua hal dan kegiatan harus selalu dibagiin di Path.

10.Q : Apakah Anda Pernah lagi sedih tapi tidak mau memperlihatkan kalau Anda sedang sedih ?

A : Pernah. Karena ya seperti yang dibilang tadi, berusaha untuk gak memperlihatkan kesedihan di medsos. Tapi kalo in case lagi sedih banget cara mewakilinya biasanya lewat lagu, karena dengan cara membagikan lagu di Path itu lebih halus cara penyampaiannya, misal lewat judul lagu atau lirik lagunya. Jadi gak terlalu keliatan galau.

11.Q : Pada saat Anda update di Path, apakah Anda berfikir terlebih dahulu hal apa yang akan Anda bagikan atau sudah direncanakan sebelumnya atau memang moment Path Anda mengalir begitu saja mengikuti mood Anda pada saat itu ?

A : Pernah mikir beberapa kali. Tapi engga setiap hari dan engga setiap mau update udah dipikirin dan dikonsepin dari jauh-jauh waktu.

Yang paling sering sih misal lagi kumpul sama temen terus foto-foto nah mau bagiin foto di Path baru deh mikir captionnya kaya gimana ya..

(28)

12.Q : Apa yang Anda lakukan setelah update Path ?

A : Tergantung abis update kaya gimana. Kalo update di Path buat bikin heboh pasti langsung liat siapa yang udah view dan siapa yang ngelove jadi kaya tetep

standby memantau Path gitu. Tapi kalo yang cuma jalan sama temen terus share

lokasinya biasanya abis update udah gw tinggalin gitu aja paling nanti beberapa jam kemudian pas liat notifikasi baru deh ngecek siapa aja yang ngelove atau ada komentar apa.

13.Q : Apakah Anda pernah update Path untuk menyindir seseorang ?

A : Pernah. Waktu itu lagi kesel sama temen lagi dalam keadaan emosi dan gak tau lagi harus menyampaikan kekeselan itu gimana, yaudah deh update di Path aja biar orangnya nyadar dan ngerasa soalnya kalo engga digituin dia engga nyadar dan gak enak juga negornya nanti yang ada malah berantem terus masalahnya tambah gede.

14.Q : Setelah Anda update di Path gitu apakah teman Anda merasa kalau Anda sedang menyindir dia ?

A : Ngerasa sih, soalnya di grup whatsapp dia langsung minta maaf walopun minta maafnya juga engga langsung ditujuin buat gw doang. Tapi ya seenggaknya dia udah sadar diri. Tapi setelah itu beberapa hari kemudian setelah gw udah engga kesel gw apus moment yang nyindir dia.

15.Q : Kenapa Anda menghapus moment tersebut ?

A : Karena gw sadar pada saat Aku membagikan moment di Path nyindir temen, gw lagi emosi dan lagi gak kekontrol jadi pas udah reda yaudah gw apus aja, takutnya nanti kalo gak diapus pas udah baikan terus dia baca nanti dia berfikir yang lain-lain tentang moment itu. Dan gak enak juga dibacanya moment lagi marah-marah gitu.

(29)

16.Q : Selain moment itu, apakah Anda pernah menghapus moment yang lainnya ?

A : Pernah

17.Q : Moment apa lagi yang Anda hapus dari Path Anda ?

A : Moment lagi jalan sama pacar yang udah jadi mantan. Itu gw hapus karena males aja nginget-ngingetnya lagi dan takutnya pacar gw yang sekarang cemburu atau berfikir gw masih berharap sama mantan. Jadi mending dihapus aja hal-hal yang udah jadi masa lalu kaya gitu.

18.Q : Tapi kalau mantan Anda sendiri apakah masih temenan di Path sama Anda ?

A : Kalo mantan yang gw hapus momentnya itu udah gw unshare juga karena putusnya engga baik-baik. Tapi kalo mantan yang jaman SMA atau SMP sekarang masih temenan di Path karena kita udah biasa aja.

19.Q : Selain mantan, adakah yang lainnya yang Anda unshare di Path ?

A : Ada, palingan waktu itu ada yang add di Path kirain temen SMP gw, ternyata bukan. Cuma mirip aja namanya. Terus suka gak jelas juga update Path-nya yaudah gw unshare aja.

20.Q : Apakah Anda pernah pergi kesuatu tempat atau membeli sesuatu yang tujuannya hanya untuk update Path ?

A : Pernah. Jadi gw lagi jalan sama temen padahal tujuan nongkrongnya itu ketempat A, tapi tempat A kurang ngehits dan deket dari tempat A, ada tempat B yang lebih ngehits yaudah gw berbagi lokasi di Path lagi di tempat B, padahal mah sebenernya gw ada di tempat A.

Atau misal lagi nyari barang di daerah Gandaria City ternyata yang dicari gak ada. Yaudah gw update lagi di Gandaria City padahal sebenernya abis dari Gandaria

(30)

perginya ke BlokM dan dapet barangnya di BlokM tapi engga update lagi di BlokM yang di update pas lagi di Gandaria City-nya aja.

21.Q : Apa tujuan Anda update Path dengan berbagi lokasi seperti itu ?

A : Biar eksis aja, biar keliatan gaul dan keliatan cool, abis ke Mall dan tempat-tempat ngehits di Jakarta.

22.Q : Kenapa Anda ingin terlihat gaul, eksis dan cool di Path ?

A : Ya, biar teman-teman gw bisa melihat dan menilai bahwa ya gw engga kuper-kuper banget, bisa mengikuti perkembangan zaman. Karena kalo kita hidup di Jakarta tapi kuper dan gak bisa mengikuti perkembangan di Jakarta yang sangat dinamis dan cepat jadi ya orang berfikirnya kok ini anak biasa banget sih gak gaul gak keliatan anak Jakarta. Dan biar tetep eksis juga si, jadi pas nanti lagi ketemu sama temen lagi diajak ngobrol juga nyambung misal gw ke Mall pas lagi ada discount atau hal-hal lain supaya kalo diajak ngobrol tentang kehidupan di Jakarta juga nyambung.

23.Q : Apakah Anda suka berharap ketika Anda update di Path banyak yang memberikan emoticon love dan yang mengomentari moment Anda ?

A : Pastilah, pasti berharap. Karena kalo engga ada yang ngasih love dan komen kaya gak punya temen. Daftar yang melihat updatean di Path banyak tapi gak ada satupun yang ngasih emoticon love atau emoticon apapun itu kaya nyesel udah update Path soalnya gak ada yang naggepin dan berasa sepi aja gitu update gak ada yang naggepin.

24. Q : Apakah Anda mempunyai cara-cara agar banyak yang memberikan emoticon love atau emoticon lainnya dan mengomentari moment di Path Anda ?

(31)

A : Ada sih.. yang pertama jangan sering update di Path hal-hal yang gak penting dan kurang menarik, kaya tiap bangun tidur membagikan bangun jam berapa, terus mau tidur juga berbagi tidurnya jam berapa, terus juga keseringan curhat dengan tulisan yang panjang banget orang males bacanya. Dan yang kedua harus sering juga ngasih love atau emoticon lainnya ke teman supaya nanti teman juga ngelove dan ngasih emoticon pada saat kita update moment di Path. Jadi kaya ada timbal baliknya gitu.

25.Q : Seberapa seringkah Anda berbagi moment di Path ?

A : Gak tentu juga, tergantung ada hal yang lagi seru buat dibagikan atau tidak. Misal dalam sehari menurut gw ada hal-hal unik untuk dibagikan, ya bisa sehari itu 2-3 kali ngepost. Atau kalau lagi sibuk dan memang lagi gak ada yang bisa untuk dibagikan bisa seminggu gak update sama sekali.

26.Q : Seberapa sering Anda memberikan emoticon atau mengomentari moment Path teman Anda ?

A : Setiap mereka update pasti gw love, jadi kan walopun gw gak update moment di Path tapi setiap hari selalu update Path jadi tiap mereka update ya kadang gw kasih emoticon love aja, atau emoticon lainnya sesuai dengan yang teman update kalo lucu gw kasih emoticon ketawa. Kalo sedih ya dikasih emoticon muka cemberut gitu.Yang paling standard ngasih emoticon, kalau komentar jarang sih kadang kalo lagi iseng aja atau lagi nanya sesuatu baru deh gw kasih komentar.

27.Q : Menurut Anda, apakah Path tepat untuk dijadikan tempat curhat pada dunia maya?

A : Menurut gw sih belom tepat, karena sebenarnya gak ada dunia maya yang bisa dijadiin tempat curhat tapi mungkin lebih tepat untuk dijadikan tempat berbagi informasi, berbagi pengalaman. Karena cukup bahaya kalo medsos jadi tempat curhat.

(32)

28.Q : Apakah Anda mempunyai daftar pertemanan yang Anda tandai menjadi inner circle Anda?

A : Ada tapi temen yang gak masuk kedaftar inner circle itu cuma teman-teman kerja.

29.Q : Dan pernahkah Anda membagikan moment hanya untuk teman-teman inner circle saja ?

A :Pernah, beberapa kali. Biasanya berbagi moment Path yang diinner circle itu terkait dengan kerjaan. Karena males aja hal pribadi diketahui sama orang-orang kantor, selain itu misalnya lagi ngeluh kerjaan dikantor terus orang-orang kantor ngeliat kan gak enak. Karena di Path gw temenan sama Supervisor dikantor jadi kalo lagi ngeluh tentang kerjaan terus dia tau kan gak enak. Soalnya kalo udah berhubungan sama orang kantor suka panjang urusannya. Terus juga kadang lagi cuti kerja buat jalan-jalan kadang suka dibagiin buat inner circle aja soalnya kalo orang-orang kantor liat updatean gw main mulu, jalan-jalan mulu, nanti jadi bahan omongan dan mikir tentang gw yang macem-macem.

30.Q : Dari sekian banyak moment di Path yang Anda bagikan, Pernahkah Anda mem-private moment tersebut?

A : Belum pernah sih karena kalo diprivate terus cuma kita sendiri yang tau, buat apa kan. Mending gak usah update sekalian kalo cuma kita doang yang liat.

31.Q : Informasi apa yang bisa dapatkan dari Path ?

A : Informasinya lebih ke gosip teman teman, jadi kita bisa tau teman kita abis dari mana, kuliah dimana, kerja dimana, sekarang pacaran sama siapa.

(33)

32.Q : Apakah Path bisa membantu dalam hal pekerjaan atau kuliah ?

A : Sejauh ini belum membantu dalam hal pekerjaan dan kuliah karena Path itu lebih kearah pribadi kita. Karena arus pertukarang informasi di Path gak secapat media sosial lain. Misalnya dengan searching menggunakan hashtag bisa dapet berbagai macam berita tapi kalo di Path cuma bisa searching moment yang dibagikan oleh teman Path kita.

(34)

Nama : Naomi Priscilla

Jurusan : Marketing Comm & Adv Universitas Mercu Buana

Tempat Wawancara : Kantin Universitas Mercu Buana Tanggal Wawancara : 23 Januari 2016

TRANSKRIP WAWANCARA

1. Q : Apakah motif awal Anda menggunakan Path ?

A : Karena banyak temen-temen aku yang pake jadi aku ikutan pake Path. Jadi awalnya saking penasarannya sama Path yang lagi booming banget dan cuma ada di android dan iphone, waktu itu belom punya android yaudah aku sign up dari PC nah karena lewat PC cuma bisa buat sign up aja, yaudah deh aku gak buka-buka lagi sampe akhirnya punya android dan baru rajin main Path.

2. Q : Menurut Anda apa yang menarik dari media sosial Path ?

A : Karena dengan Path kita bisa tau orang lagi dimana, jadi setiap kita update path atau komen itu keliatan lagi di Tangerang atau Jakarta Selatan atau Bandung jadi gak bisa boong juga kan. Terus dari Path juga bisa misalnya baru sampe bandara atau baru sampe keluar kota Path itu ada update otomatis arrived dimana.

3. Q : Apakah Anda memilih-milih orang pada saat Anda menyetujui permintaan pertemanan di Path ?

A : Iya pasti cuma temen deket yang di approve, begitu juga pas aku nge-add

orang cuma yang bener-bener aku kenal aja.

4. Q : Kenapa Anda hanya menyetujui dan menambahkan teman yang Anda kenal ?

A : Menurut pribadi aku, Path itu lebih privacy kalo medsos lain semua orang bisa liat moment kita, misal diinstagram semua orang bisa dengan mudah melihat foto

(35)

apa yang kita posting sedangkan kalo di Path bener-bener cuma orang yang udah ada didaftar pertemenan kita yang sudah disetujui baru deh bisa melihat moment kita.

5. Q : Apakah Anda setiap hari pasti membuka Path?

A : Ya, setiap hari pasti aku buka Path. Walaupun gak update tetep aja aku buka.

6. Q : Apa yang Anda lakukan ketika update Path ?

A : Ya cuma liat-liatin moment temen-temen, liat lagi pada dimana, lagi ngapain,

trending topic apa yang lagi banyak diposting di Path terus ngasih-ngasih emoticon di moment temen-temen. Tapi yang aku kasih emoticon cuma moment yang menurutku menarik dan gak semua moment dikasih emoticon dan dikomentarin.

7. Q : Berapa kali Anda update moment ?

A : Ya tergantung ya, kalo menurutku moment aku lagi banyak yang bagus ya aku update tapi kalo lagi gaada yang menarik ya pernah sampe bisa semingguan gak update Path. Meskipun ya menurutku moment itu gak akan jadi moment kalo keseringan dibagiin, karena orang pasti ngeliatnya itu bukan sebagai suatu moment lagi. Karena pernah sih aku update sehari sampe 3x dan aku ngerasa itu moment walopun gak tau temen-temen di Path nganggepnya moment apa engga. Tapi jarang banget aku update sehari sampe 3x gak setiap hari Cuma waktu itu pernah sekali atau dua kali gitu update sehari sampe 3x di Path.

8. Q : Aktivitas atau kegiatan apa yang sering Anda bagikan pada Path Anda ? A : Lebih sering membagikan gambar. Biasanya kalo aku bagiin gambat yang ngasih motivasi gitu. Jarang update gambar-gambar yang lucu-lucu atau biasanya gambarnya gak lucu tapi aku buat captionnya lucu walopun gak lucu banget sih.

(36)

Sama misalnya lagi makan apa atau lagi ditempat yang bagus pemandangannya gitu nah terus aku foto dan Aku bagiin ke Path.

Selain gambar aku juga sering membagikan location, misal aku lagi digedung apa, lagi di mana.

9. Q : Apakah Anda pernah memikir caption pada updatean Anda ?

A : Iya pasti aku mikirin captionnya soalnya media sosial kan kita gak bisa ngeliat mimik mukanya gak bisa denger nada suara seseorang takutnya nanti orang salah ngartiin terus dari updatean yang dibagiin di Path keliatannya kita sombong atau nge-sok gitu. Padahal maksudnya bukan kearah situ tapi cuma pengen ngasih info aja. Terus juga kalo misalnya update tentang suatu hal jangan sampe ada yang kesindir kan kita juga gak tau siapa tau lagi ada yang mau datang bulan jadi sensitif banget perasaannya dan merasa kesindir.

10.Q : Apa tujuan Anda membagikan gambar dan lokasi pada Path Anda ? A : Ya biar orang-orang tau aku lagi dimana soalnya nanti temen nanya eh ini lagi dimana tempatnya bagus makanannya enak gitu.

Atau engga kalo aku update kata-kata yang motivasi gitu biar temen-temen di Path aku engga pada galau buat nyemangatin aja.

11. Q : Tapi, apakah Anda sendiri pernah galau di Path ?

A : Enggak sih, aku jarang banget update galau di Path. Karena menurutku ya ngapain gitu galau di Path yang ada temen yang baca pasti juga males kan. Jadi ya aku engga suka membagikan moment sedih di Path. Dan kalaupun misal lagi bete banget atau lagi sedih paling lewat lagu aja ngungkapinnya karena dari lagu itu kan ada maksud tersembunyi. Jadi gak keliatan banget lagi galaunya.

(37)

12. Q : Pernah ngomel-ngomel atau nyindir di Path ?

A : Engga pernah, kalo aku mending langsung ngomong langsung sama orangnya kali ya. Soalnya kalo ngomel atau nyindir di Path nanti orangnya gak sadar ya percuma aja nyape-nyapein diri sendiri. Terus nanti malah maksudnya mau nyindir si A eh malah si B yang merasa kesindiri kan jadi gak enak juga.

Ya paling kalo kesel sama temen ya diomongin langsung aja biar cepet selese juga. Udah gitu kalo di Path nyindir dan ngomel keliatannya gak profesional banget kaya masih kekanak-kanakan.

13. Q : Pada saat Anda update pada Path, apakah Anda berfikir terlebih dahulu hal apa yang akan Anda bagikan atau sudah direncanakan sebelumnya atau memang moment Path Anda mengalir begitu saja mengikuti mood Anda pada saat itu ?

A : Engga pernah berfikir seperti itu, kalo aku spontan aja kalo menurutku momentnya bagus ya pasti aku bagiin. Walaupun misalnya tadi pagi udah update terus siang update lagi, selama menurutku moment itu menarik.

14.Q : Pernah berfikir untuk mendapatkan banyak emoticon disetiap update Path ?

A : Sebenernya sih iya berharap makanya caption dan gambar yang dibagiin kalo bisa yang menarik dan bagus biar banyak yang ngerespon. Tapi kalo misalnya emang gak banyak yang ngasih emoticon atau komentar yaudah gapapa, gak harus nyuruh temen buat eh love moment gue dong. Gak sampe kaya gitu si

15. Q : Pernah berfikir kenapa ada moment yang dilove-nya banyak dan kenapa gak dilove ?

A : Mungkin karena menurut temen-temen di Path ada moment yang memang menarik dan ngasih banyak informasi jadinya banyak yang ngelove dan mungkin ada juga moment yang kurang menarik atau lebih tepatnya moment itu gak jelas

(38)

kayak misalnya ngebagiin awake/sleep jadi temen-temen ngerasa ya gak perlu direspon. Karena menurutku gak penting sih ngebagiin awake jam berapa dan sleep jam berapa, jadi ngga perlu dilove ya engga apa apa.

16.Q : Apakah Anda pernah pergi kesuatu tempat atau membeli sesuatu yang tujuannya hanya untuk update Path ?

A : Kalo cuma buat update Path si engga, tapi misalnya aku dateng kesuatu tempat dan ternyata tempatnya bagus ya aku share deh. Misalnya kaya kemarin aku lagi ada di istana Presiden dan menurutku tempatnya bagus ya udah aku bagiin di Path. Walaupun ya pengen juga temen-temen liat Aku lagi di Istana Presiden tapi itu maksud kedua kalo maksud pertama ya itu tadi karena bagus dan menurutku suatu kebanggan aja.

17.Q : Menurut Anda, apakah Path tepat untuk dijadikan tempat curhat pada dunia maya?

A : Menurut aku si enggak ya karena gunanya path buat ngeshare moment kalo curhat si engga terlalu moment kaya cuma ngasih motivasi aja. Tapi buat ngeluh si engga karena gak suka liat orang suka ngeluh gitu. Dan dari pribadiku sendiri gak suka menunjukan perasaan galau gue kecuali lagi bahagia

18.Q : Apakah Anda mempunyai daftar pertemanan yang Anda tandai menjadi inner circle Anda?

A : Pernah

19.Q : Mengapa Anda membagikan moment hanya untuk teman yang Anda tandai pada inner circle ?

A : Jadi di Path itu kan aku temenan sama keluargaku, kayak kakak, adek, sepupu gitu nah jadi waktu itu aku jalan sama cowo tapi aku gak mau keluarga aku tau kalo aku lagi jalan sama cowo ini. Terus juga waktu itu lagi nyiapin surprise buat

(39)

kakakku yang lagi ulang tahun nah pas lagi beli kue sama nyiapin kadonya aku bagiin moment di Path tapi biar kakak gak tau jadi aku inner circle.

20.Q : Dari sekian banyak moment di Path yang Anda bagikan, Pernahkah Anda mem-private moment tersebut?

A : Enggak pernah. Ya karena kan Path itu media sosial tujuannya kita pake Path buat sharing moment sama temen-temen terus kalo diprivate dan gak ada yang bisa liat ya buat apa mending gak usah update sekalian aja. Atau kalo mau curhat ya jangan di Path dan diprivate gitu mending cerita aja keorang yang emang bisa ngerti kondisi kita saat itu.

21.Q : Pernahkah Anda menghapus moment pada Path Anda ? A : Pernah

22.Q : Jika pernah, mengapa Anda menghapus moment tersebut ?

A : Waktu itu aku lagi gak jelas deh kurang kerjaan gitu terus update moment di Path nah pas dibaca-baca lagi terus mikir ini apaan si kok gak jelas banget yaudah aku apus aja. Sama waktu itu update gambar dan captionnya pake bahasa inggris gitu eh pas dibaca lagi ada typo yaudah diapus aja, terus dibenerin dulu tuh caption yang typo nah abis itu diposting ulang. Karena kalo engga diapus pas orang baca captionnya gak enak dan nanti orang malah engga ngerti sama apa yang aku bagiin di Path.

23.Q : Info apa saja yang Anda dapatkan pada media sosial Path ?

A : Infonya itu biasanya yang lagi trending topic saat itu. Kaya info polisi nilang sopir taksi waktu itu kan lagi happening banget nah aku tau pertama kali dari postingan temen aku, waktu itu dia nampilin video antara polisi dan sopir taksi itu terus aku tonton deh. Nah abis itu aku baru baca beberapa portal online yang banyak ngebahas berita itu. Soalnya kan jarang banget nonton tv karena harus

(40)

ngebagi waktu buat kuliah sama kerja jadi sebisa mungkin memanfaatkan media sosial yang digunakan buat bisa terus tau berita terkini.

Selain itu juga dari Path aku bisa tau info-info masa kini kaya lagu yang lagi hits, film yang lagi booming dan tempat-tempat nongkrong baru yang punya konsep unik dan asik. Soalnya kalo temen update location di Path itu kita bisa langsung searcing map-nya ada dimana. Jadi bisa cepet tau ini tempatnya lokasinya dimana

24. Q : Menurut Anda apa sisi positif dan negatif dari Path?

A : Kalo sisi positifnya yaitu bisa dapet info berita terkini, bisa tau gaya hidup di Jakarta masa kini. Pokoknya bisa up to date kalo pake Path dan dijamin gak ketinggalan jaman. Sedangkan untuk sisi negatifnya itu kadang orang berfikir apa yang kita share sombong, ngesok lah. Kaya yang tadi aku bilang padahal kita gak maksud sombong pada saat update Path tapi kadang kan persepsi orang beda-beda ada yang iri dengan apa yang kita lakukan jadi berfikirnya negatif terus.

(41)

Nama : Rahmat Hidayat

Jurusan : Broadcasting Universitas Mercu Buana

Tempat Wawancara : 711 Kebon Jeruk Tanggal Wawancara : 20 Januari 2016

TRANSKRIP WAWANCARA

1. Q : Apakah motif awal Anda menggunakan Path ?

A : Motif awal menggunakan Path, ikut teman-teman yang sudah lebih dulu menggunakannya. Karena banyak temen-temen yang mulai nanya akun Path Saya apa. Yaudah karena penasaran juga akhirnya bikin akun Path deh.

2. Q : Menurut Anda apa yang menarik dari media sosial Path?

A : Yang menarik dari Path menurut saya cuma di sistem sharing-nya yang hanya bisa dilihat secara khusus. Jadi pada saat kita sharing moment, hanya si pemiliki akun dan teman-teman yang sudah di apptove yang bisa liat momen apa yang dibagikan. Bisa dibilang Path merupakan salah satu media sosial tertutup. Sehingga gak semua orang bisa lihat apa yang kita bagikan, hal ini yang menurut Saya belum dimiliki oleh media sosial lain, meskipun dari setiap media sosial pasti ada plus dan minusnya.

3. Q : Berapa banyak jumlah teman Anda di Path ?

A : Jumlah teman saya di Path total mencapai 70 orang, itupun tidak semuanya aktif menggunakan Path. Karena di Path tidak ada yang menginformasikan secara resmi berapa jumlah pertemenan, sehingga kurang lebih 70 orang itu dilihat dari berapa banyak teman yang melihat moment yang saya update.

(42)

4. Q : Apakah Anda memilih-milih orang pada saat Anda menyetujui permintaan pertemanan di Path ?

A : Ya, saya termasuk orang yang pemilih untuk menyetujui atau meng-add teman di Path. Karena seperti yang dikatakan sebelumnya bahwa Path merupakan media sosial tertutup sehingga saya hanya ingin teman yang ada di Path merupakan teman-teman yang memang saya kenali, karena pada awalnya Path juga membatasi jumlah pertemanannya sehingga mungkin masih kebawa dari persepsi awal mengenai Path yang memang hanya diperuntukan untuk berbagi informasi dengan orang-orang terdekat saja. Sampai sekarang pun begitu saya hanya mengapprove teman yang saya kenal dan add orang yang saya kenal.

5. Q : Apakah Anda setiap hari pasti membuka Path?

A : Ya saya setiap hari pasti membuka Path, meskipun hanya melihat updatean dari teman dan saya engga update. Tapi karena Path merupakan media sosial tertutup jadi sebenernya kurang dapet informasi dari Path. Biasanya kalo mau dapet info yang cepet melalui twitter.

6. Q : Aktivitas atau kegiatan apa yang sering Anda bagikan pada Path Anda ? A : Lebih banyak soal joke atau banyolan-banyolan yang menurut saya lucu (80%), sisanya kegiatan saya pribadi, kegiatan bersama teman-teman, dan opini pribadi.

7. Q : Setiap kegiatan yang Anda lakukan sehari-hari, apakah selalu dibagikan di Path atau Apakah hanya pada moment tertentu saja yang Anda bagikan ? A : Hanya moment tertentu saja, tidak setiap kegiatan selalu saya bagikan di Path. Moment yang menurut saya menarik dan lucu aja. Kalo nge-share kegiatan sehari-hari nanti jadinya spamming.

(43)

8. Q : Pada saat Anda update pada Path, apakah Anda berfikir terlebih dahulu hal apa yang akan Anda bagikan atau sudah direncanakan sebelumnya atau memang moment Path Anda mengalir begitu saja mengikuti mood Anda pada saat itu ?

A : Saat update konten di Path, saya melakukannya mengalir begitu saja, sesuai

mood. Yang saya fikirkan hanya captionnya seperti apa. Karena caption itu penting, misalnya dapet gambar meme lucu tapi captionnya gak nyambung dan gak lucu jadinya garing kan. Makanya saya kalau memikirkan captionnya tuh harus mateng banget.

9. Q : Apakah Anda pernah pergi kesuatu tempat atau membeli sesuatu yang tujuannya hanya untuk update Path ?

A : Tidak pernah. Teman-teman saya jauh lebih informatif di Path kalau soal pergi ke suatu tempat baru atau yang sedang hits, bahkan dalam membeli barang sekalipun.

10.Q : Seberapa seringkah Anda berbagi moment di Path ?

A : Tidak tentu, kalo lagi ada yang seru ya saya update di Path tapi kalo lagi engga ada yang lucu dan seru engga di update. Karena kan arus informasi di Path tidak telalu cepat tidak seperti di Twitter, Vine dan portal berita online. Jadi, kadang bingung juga sih mau update apa di Path.

11.Q : Apa yang Anda lakukan setelah update Path ?

A : Apa ya... mungkin langsung di log out kali ya.. Karena mau ngapain lagi juga bingung. Atau biasanya abis update Path liat timeline updatean dari temen-temen.

(44)

12.Q : Suka nungguin siapa aja yang ngasih emoticon ?

A : Engga suka si, karena setiap moment yang saya bagikan di Path engga berharap dapet banyak emoticon. Kalo ada yang ngasih ya bagus kalo engga ada yaudah.

13.Q : Apakah Anda suka memberikan emoticon di moment teman Path Anda ? A : Tergantung si, kalo momentnya menarik ya dikasih emoticon atau komentarin. Tapi kalo momentnya biasa aja ya engga dikasih emoticon atau komentar. Mungkin ada beberapa orang yang memang selalu memberikan emoticon di updatean temannya supaya nanti dikasih love balik. Tapi kalo saya engga seperti itu, objektif aja kalo memang bagus ya dikasih emot love kalo engga bagus ya engga dikasih emot love.

14.Q : Apakah Anda punya tujuan tertentu pada saat Anda update Path ?

A : Tidak ada. Kecuali jika saya berprofesi sebagai digital marketing yang memanfaatkan hampir seluruh platform digital untuk kegiatan promo. Makanya saya membagikan moment di Path Cuma buat lucu-lucuan aja buat hiburan.

15.Q : Menurut Anda, apakah Path tepat untuk dijadikan tempat curhat pada dunia maya?

A : Menurut saya kurang tepat, walau saya pun pernah sesekali curhat di Path lebih ke arah banyolan. Teman-teman saya banyak yang melempar opini di Path untuk membuka diskusi, sengaja di Path, karena opini tersebut bersifat off the record yang tidak bisa dibagikan ke kebanyakan orang, dan saya senang bergabung di dalamnya untuk sekedar berbagi opini.

(45)

16.Q : Apakah Anda mempunyai daftar pertemanan yang Anda tandai menjadi inner circle Anda?

A : Sampai saat ini saya belum memanfaatkan fitur inner cirle di Path, karena saya tidak ambil pusing mengenai portingan saya akan dilihat oleh siapa. Mengingat di Path adalah teman-teman saya yang sudah cukup saya kenal.

17.Q : Dari sekian banyak moment di Path yang Anda bagikan, Pernahkah Anda mem-private moment tersebut?

A : Sampai saat ini, tidak ada satupun moment yang saya private selama menggunakan Path.

18.Q : Pernahkah Anda menghapus moment pada Path Anda ? A : Pernah.

19.Q : Jika pernah, mengapa Anda menghapus moment tersebut ?

A : Karena saya juga pernah beberapa kali mendapat complaint dari teman mengenai moment yang saya bagikan. Kebanyakan moment kegiatan bersama teman yang saya hapus, karena mereka meminta saya terlebih dahulu mengirimkannya via WhatsApp agar menurut mereka resolusi gambarnya tidak berkurang, dan mereka ingin update lebih dahulu moment tersebut. Ini konyol, ya.

20.Q : Teman apa yang paling banyak di Path ? A : Teman kerja, teman kuliah

21. Q : Pernah gak update Path dan ditujukan untuk seseorang ?

A : Pernah, jadi waktu itu saya ada masalah sama temen kerja ditempat lama, dia itu suka nyindiri saya dengan bahasa kasar dipath soal kerjaan. Nah saya kesel kan jadinya saya sindir balik lagi eh pas saya ketemu orangnya secara langsung, dia

Referensi

Dokumen terkait

Sebagai contoh, sekolah yang memiliki jumlah siswa yang besar dan menarik biaya pendidikan yang besar pula, akan membutuhkan dana bantuan yang lebih sedikit

Mula-mula trombus hanya merupakan suatu bercak yang tidak menyumbat aliran darah dan melekat pada dinding pembuluh darah atau aorta jantung,

dewa, sifat dewa, atau kedewaan. Jadi “pulau dewata” mengandung arti pulau yang berhubungan dengan sifat dewa atau sifat kedewaan. Penduduk Bali sangat kuat berpegang pada

Penggunaan Konjungsi Korelatif pada Surat Kabar Harian Rakyat Bengkulu: Konjungsi korelatif tidak ditemukan dalam wacana kriminal kolom borgol pada surat kabar harian

material5material ini terlempar keluar dan terakumulasi pada sutau cekungan terendapkan dan terlitifikasi membentuk Vitric Crystal Tuff .. +erdasarkan proses yang

Gejala klinis gizi buruk ringan dan sedang tidak terlalu jelas, yang ditemukan hanya pertumbuhan yang kurang seperti berat badan yang kurang dibandingkan dengan anak

Kunci 8 : Kumpulkan fakta dan data dalam bacaan untuk melakukan inferasi atau penyimpulan Tidak semua jawaban dari sebuah pertanyaan dalam tes TOEFL dapat ditemukan secara

Kemudian lembar penegang (spanvel) ditarik kencang lalu dijepit dengan klem, maka selesailah pembuatan leger. Kemudian vorm dicetakkan pada leger. Pada gambar yang