• Tidak ada hasil yang ditemukan

Anatomi punggung

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Anatomi punggung"

Copied!
16
0
0

Teks penuh

(1)

ANAT

ANATOMI PUOMI PUNGGUNGNGGUNG A.

A. PePendndahahululuauann

Punggung merupakan bagian posterior dari batang tubuh, inferior dari leher, dan Punggung merupakan bagian posterior dari batang tubuh, inferior dari leher, dan superior dari bokong. Punggung merupakan bagian dari kepala, leher, dan tungkai superior dari bokong. Punggung merupakan bagian dari kepala, leher, dan tungkai menempel. Punggung secara umum terdiri dari

menempel. Punggung secara umum terdiri dari !.

!. "u"ulit dlit dan #aan #arinringagan subn subkukutitiss $.

$. OtOtot ot %a%ang ng terterdidiri ri dadari ri lalapipisan supesan superfrfisiisial al dadan n lalapipisan dalasan dalam. m. UnUntutuk k lalapipisansan sup

superfierfisial sial memmemilikiliki i funfungsi gsi utamutama a daldalam am memmemposposisikisikan an dan dan menmenggeggerakrakanan tungkai atas, sedangkan lapisan dalam atau %ang biasa disebut #uga sebagai tungkai atas, sedangkan lapisan dalam atau %ang biasa disebut #uga sebagai &trua back muscle' berfungsi untuk menggerakkan atau men#aga posisi dari &trua back muscle' berfungsi untuk menggerakkan atau men#aga posisi dari skeletal a(ial at

skeletal a(ial atau men#aga postur.au men#aga postur. ).

). "olu"olum *m *eertebra %anrtebra %ang terdiri darg terdiri dari tulang +ei tulang +ertebra, dirtebra, diskus inteskus inter+ertebr+ertebralis, danralis, dan ligament disekitarn%a

ligament disekitarn%a .

. TuTulanlang ig iga pga pada ada daedaerah rah thothoraciracicc -.

-. MeMedudula spla spininalialis dan ms dan meneniningegess .

. /ar/arat teat tepi %api %ang teng terdirdiri dari dari beri beberberapa seapa segmegmenn B.

B. KoKolulum Vm Veertrtebebrara

Punggung tersusun dari )) tulang %ang disebut +ertebra dan terbagi men#adi - bagian, Punggung tersusun dari )) tulang %ang disebut +ertebra dan terbagi men#adi - bagian, %aitu 0 ser+ikal, !$ thorakal, - lumbar, - sakral, dan  cocc%(. Pergerakan %ang %aitu 0 ser+ikal, !$ thorakal, - lumbar, - sakral, dan  cocc%(. Pergerakan %ang signifikan han%a ter#adi pada $- tulang superior. "olum +ertebra memiliki sifat %ang signifikan han%a ter#adi pada $- tulang superior. "olum +ertebra memiliki sifat %ang fl

flekeksisibebel l kakarenrena a didia a teterdrdiri iri dadari ri tutulalang ng +e+ertertebrbra a %a%ang ng didipipisahsahkakan n ololeh eh didiskskusus intra+ertebral.

intra+ertebral.

/emakin ke ba1ah ke arah sakrum, tulang +ertebra memiliki ukuran %ang semakin /emakin ke ba1ah ke arah sakrum, tulang +ertebra memiliki ukuran %ang semakin  besar. Ukurann%a

 besar. Ukurann%a pun pun akan akan mengecil mengecil kembali kembali menu#u menu#u ka ka u#ung u#ung dari dari cocc%(. cocc%(. 2al 2al iniini ter#adi karena tumpuan untuk beban berat badan terdapat di bagian ba1ah kolum ter#adi karena tumpuan untuk beban berat badan terdapat di bagian ba1ah kolum +ertebra, terutama di bagian superior dari sacrum. 3eban tersebut kemudian akan +ertebra, terutama di bagian superior dari sacrum. 3eban tersebut kemudian akan dialihkan ke sendi sacroiliac %ang terdapat pada pel+is.

(2)

Struktur dan Fungsi dari Vertebra

Tulang +ertebra memiliki berbagai ukuran dan karakteristik %ang ber+ariasi pada masing4masing bagian dari kolum +ertebra. Namun, struktur dasar tulang dari  berbagai bagian kolum +ertebra tersebut sama %ang disebut sebagai +ertebra tipikal.

*ertebra tipikal terdiri dari badan +ertebra, arkus +ertebra, dan 0 prosessus +ertebra. !. 3adan *ertebra

3agian anterior dari tulang +ertebra, berbentuk silindrikal, memberikan kekuatan pada kolum +ertebra serta berperan dalam menahan beban dari berat badan. Ukuran dari  badan +ertebra semakin besar pada bagian ba1ah dari kolum +ertebra, terutama dari T keba1ah. 3adan +ertebra terdiri dari tulang trabecular %ang memiliki suatu rangkaian #aring4#aring trabekula berisi sumsum tulang serta tulang kompak %ang mengelilingi di area luar tulang trabekula.

$. Arkus *ertebra

Merupakan bagian posterior dari badan +ertebra dan terdiri dari dua 5kanan dan kiri6  pedikel dan lamina. Pedikel berbentuk pendek, silindrikal, muncul dari bagian  posterior badan +ertebra dan akan bertemu dengan lamina, %ang mana lamina kanan dan kiri akan men%atu di tengah. 3agian posterior dari badan +ertebra dan arkus +ertebra akan membentuk suatu lubang %ang disebut +ertebral foramen.

). Prosessus

Terdapat 0 prosesus %ang terbentuk oleh arkus +ertebra, diantaran%a

• ! prosesus spinous terbentuk dari pertemuan lamina kanan dan kiri, lokasin%a terletak di bagian posterior tengah.

• $ prosesus trans+ersus terbentuk dari pertemuan antara pedikel dan lamina, terletak di bagian posterolateral.

•  prosesus articular, terbagi men#adi $ 5kanan4kiri6 superior dan inferior, terbentuk karena pertemuan lamina dan pedikel. Prosesus ini akan membentuk  sendi dengan prosesus di atasn%a maupun di ba1ahn%a. /endi tersebut adalah sendi 7%gapoph%sial.

(3)

C. Diskus Intervertebralis dan Endplates

8iskus inter+ertebralis merupakan struktur hidrodinamik elastik, penghubung utama antara dua +ertebrae %ang berurutan. Membentuk sepertiga bagian 5))96 dari seluruh  pan#ang +ertebrae lumbal 5$:9 pada +ertebrae thoraks dan cer+ical6 dan terbentuk 

dari tiga komponen, %aitu nucleus pulposusm . 8iskus inter+ertebralis berfungsi sebagai sendi uni+ersal, sehingga dapat men%ebabkan pergerakan %ang lebih besar  antara corpus +ertebrae daripada #ika tulang +ertebrae dihubungkan langsung satu dengan %ang lainn%a

!. Nukleus pulposus, merupakan suatu substansi proteoglikan %ang mengandung #aringan fibril kolagen tipe II %ang tersusun acak, berbentuk  seperti gel dan mengandung ban%ak air 5;;9 air pada ba%i baru lahir dan 0:9  pada orang tua berumur kurang lebih 0: tahun6, sehingga dapat men%erap

cukup ban%ak tekanan.

Matriks ini bersifat hidrofilik, mendapatkan air melalui mekanisme imbibisi dan osmosis. /eiring dengan pertambahan usia, kandungan air akan semakin menurun. Proses hilangn%a kandungan air ini akan men%ebabkan  berkurangn%a kemampuan nukleus pulposus untuk berfungsi seperti gel dan menahan tekanan. Nukleus pulposus mencakup :9 total area potong lintang diskus. Terletak di posterosentral dan dipisahkan dari tepi perifern%a oleh lamellae konsentrik fibrocartilagenous dan protein fibrous dari annulus fibrosus %ang membentuk komponen kedua diskus inter+ertebralis.

$. Annulus ibrosus terdiri dari !: hingga $: lamela konsentrik %ang memisahkan +ertebral endplate dengan nucleus pulposus dan men%ebabkan  pergerakan terbatas antar +ertebra %ang berdekatan. 8ari permukaan nucleo4 annular ke arah luar, ketebalan lamella bertambah secara bertahap. 8i setiap lamella, serabut kolagen ber#alan obli<ue dan helicoidal membentuk orientasi

(4)

sebesar ):: terhadap bidang sendi. /erabut dari lamellae %ang berikutn%a mempun%ai susunan %ang serupa, tetapi ber#alan dengan arah %ang berla1anan sehingga membentuk sudut !$:: satu dengan %ang lainn%a. Orientasi tersebut  berfungsi penting ketika serabut merespon ga%a %ang dipaparkan pada diskus. ). Kartilago hialin, terletak di permukaan tulang subchondral %ang mendatar 

disangga oleh bagian spongiosa corpus +ertebra. Pada permukaan tulang subchondral ini terdapat se#umlah perforasi kecil %ang men%ebabkan adan%a kontak langsung 5tidak berpenetrasi6 antara pembuluh darah pada sumsum tulang belakang dan permukaan kartilago. =alur inilah %ang merupakan #alur  nutrisi %ang utama untuk diskus. Nutrisi untuk diskus dilakukan dengan cara imbibisi %ang ter#adi karena adan%a kompresi dan relaksasi intermiten.

(5)

!igamen !ongitudinal Anterior

>igamen longitudinal anterior merupakan struktur fibrosa %ang bermula dari bagian anterior basal tulang occipital dan berakhir di bagian anterior atas sacrum. /erabutn%a  ber#alan dengan arah longitudinal dan melekat pada permukaan anterior seluruh corpus +ertebrae. >igamen ini lebar dan kuat. /erabut terdalamn%a bercampur dengan diskus inter+ertebralis dan berikatan kuat pada setiap corpus +ertebrae.

>igamen ini berfungsi untuk mencegah hiperekstensi berlebihan dari kolum +ertebra. >igamen ini satu4satun%a ligament %ang men#aga ekstensi, sedangkan ligament lain mencegah fle(i %ang berlebihan.

!igamen !ongitudinal Posterior

Terletak pada permukaan posterior corpus +ertebrae dan merupakan kelan#utan dari membran tektorial, %ang ber#alan dari bagian basal tulang occipital, pada foramen magnum. >igamen ini membentuk batas anterior canalis spinalis. Pada canalis lumbal, ligamen ini mulai men%empit saat melalui corpus pada +ertebrae >! dan men#adi setengah lebar asaln%a pada ruang antara >- dan /!, meluas ke arah lateral saat mele1ati diskus. "onfigurasi seperti ini akan men%ebabkan bagian lateral men#adi  bagian %ang paling lemah dan paling mudah untuk ter#adin%a herniasi diskus.

!igamentum Flavum

8ikatakan fla+um oleh karena 1arna kuning %ang disebabkan oleh karena kandungan elastin didalamn%a sebesar ;:9. 3agian atas melekat pada permukaan anterior lamina di atasn%a, dan bagian ba1ah melekat pada tepi posterior atas lamina diba1ahn%a. "etebalan ligament ini di bagian thoraks lebih tebal dibandingkan dengan bagian ser+ikal. Namun, bagian lumbar memiliki ketebalan %ang paling tebal dibandingkan  bagian lainn%a. Pada setiap le+el +ertebrae, perluasan ke arah lateraln%a akan

membentuk kapsul anterior sendi 7%gapoph%seal dan melekat ke arah proksimal dan distal tepi inferior pedikel diatasn%a dan tepi superior pedikel diba1ahn%a membentuk   bagian atap foramenal. /usunan khas ini dikombinasikan dengan adan%a kemiringan

ke arah anterior dari lamina dan kandungan elastik ligamen %ang menahan penekukan, sehingga akan men%ebabkan dinding posteroinferior tetap halus dan melindungi elemen s%araf dalam semua posisi pergerakan %ang men%ebabkan tulang belakang melekuk atau terputar.

!igamentum Interspinosus

>igamentum interspinosus merupakan sebuah gabungan serabut4 serabut %ang  ber#alan dari dasar processus spinosus %ang satu ke u#ung processus spinosus selan#utn%a. 3ersifat rudimenter pada tulang belakang cer+ical, dimana pada tempat tersebut ligamen interspinosus akan bergabung dengan ligamentum nuchae. >igamen ini bersifat membranous di bagian thoraks dan berukuran lebar serta tebal di bagian lumbal.

!igamentum Supraspinosus

(6)

+ertebrae ?0 hingga crista sacralis median, melekat ke setiap processus spinosus. Pada +ertebrae lumbal, ligamentum ini berukuran tebal dan lebar, tetapi lebih tipis  pada bagian thoraks. 3erfungsi membantu mengurangi ga%a putaran ke anterior %ang dipaparkan pada +ertebrae lumbal oleh karena adan%a kur+a lordotik dan sudut lumbosakral.

!igamentum Intertransversal

>igamentum ini ber#alan dari processus trans+ersus ke processus trans+ersus %ang lainn%a. Pada bagian cer+ical tidak begitu #elas, pada bagian thoraks berbentuk bundar  dan tebal sementara pada bagian lumbal lebih tipis. >igamen ini secara erat  berhubungan dengan otot4otot punggung bagian dalam.

(7)

$. Otot4Otot Punggung

Otot4otot ekstensor tersusun dalam tiga lapisan otot. >apisan paling luar terdiri dari otot besar sacrospinalis 5erector spinae6. Pada bagian dalam sacrospinalis terdapat lapisan intermediate %ang terbentuk dari otot multifidus

!. @rector spinae 5sacrospinalis6

Otot ini ber#alan naik dari perlekatann%a di bagian dorsal crista iliaca, crista sacralis median dan lateral, serta +ertebrae lumbal dan thoraks. Terbagi men#adi tiga bagian, %ang ber#alan dari lateral ke medial, %aitu ilio%ostalis5insersi  prosessus trans+erse dari cer+ical, sudut tulang iga6, longissimus 5insersi  processus trans+ersus lumbal dan +ertebrae thoraks6 dan spinalis 5insersi  bagian posterior +ertebrae6, Otot ini  berinsersi di bagian belakang iga di beberapa tempat menu#u +ertebrae thoraks dan cer+ical serta ke dasar tengkorak. Otot ini akan mengekstensikan kolum +ertebra apabila beker#a secara bilateral, rotasi dan fleksi lateral batang tubuh dan leher di sisi %ang beker#a secara unilateral.

(8)

$. /emi spinalis

Otot ini ber#alan diagonal ke atas tulang belakang. Origon%a pada processus trans+ersus +ertebrae ?4T!$. Insersin%a pada processus spinosus +ertebrae thoraks atas dan cer+ical ba1ah serta tulang oksipital. "etika dua otot beker#a bersama, maka otot ini akan membantu ekstensi batang tubuh. 3ila terpisah, otot ini akan membantu fleksi lateral batang tubuh dan merotasikann%a ke sisi %ang berla1anan.

). Multifidus

Origo otot ini terletak pada bagian posterior sacrum, bagian atas iliaca dan processus trans+ersus +ertebrae thoraks dan lumbal. Otot akan ber#alan secara diagonal ke atas dan melekat pada processus spinosus tulang belakang. 3eker#a bersama, maka otot ini akan men%ebabkan ekstensi batang tubuh dan leher bila beker#a tunggal, akan sebabkan batang tubuh dan leher berotasi ke sisi %ang berla1anan dan fleksi lateral. >apisan dalam ekstensor terdiri dari se#umlah otot4otot kecil %ang tersusun dari satu le+el ke le+el lainn%a.

!. Interspinalis terdiri dari fasciculi pendek %ang menghubungkan pasangan4pasangan  processus spinosus %ang berurutan dari +ertebrae %ang berurutan. I

$. Intertrans+ersarius 5kelompok medial, dorsal lateral, dan +entral lateral6, %ang menghubungkan pasangan dari processus tran+ersus %ang berurutan, terdiri dari dua atau tiga buah otot. 3agian +entrolateral menghubungkan processus trans+ersus %ang berdekatan, bagian dorsolateral menghubungkan antar processus accesorius dari satu +ertebra ke processus trans+ersus %ang lain, dan bagian medial %ang menghubungkan processus accesorius dari satu +ertebra dengan processus mamilaris %ang lain. Otot4otot ini akan mengekstensikan dan menekuk kolumna

(9)

+ertebralis ke sisi %ang sama.

). >e+ator ?ostarum. Origo dari otot ini terletak pada prosesu trans+ersus +ertebra ?0 dan T!4T!! %ang kemudian ber#alan secara inferolateral menu#u tulang iga 5diantara tubercle dan sudut tuang iga6.

Fleksor Anterior

Bleksor +ertebrae lumbal dapat dibagi men#adi kelompok iliothoracic 5ekstrinsik6 terdiri dari otot dinding perut, rectus abdominus, obli<ue eksternus, obli<us internus, intertrans+ersarius serta kelompok femorospinalis 5intrinsik6 5Gb.$.$6 %ang terdiri otot iliopsoas %ang merupakan otot dengan dua buah kepala otot, psoas ma#or dan iliacus

!. Cectus abdominis

8ua otot rectus abdominis ber#alan +ertikal ke atas didepan abdomen. Perlekatan  proksimal setiap ototn%a adalah diatas tulang pubis dan ligamen4ligamen %ang melapisin%a di depan pubis. Perlekatan distaln%a adalah pada kartilago iga ke lima, enam dan tu#uh. Otot ini akan menekan abdomen dan memfleksikan batang tubuh. "etika han%a satu otot %ang berkontraksi, maka otot tersebut akan membantu fleksi lateral.

$. Obli<uus abdominis eksternus

Otot ini ber#alan diagnoal melintasi bagian depan dan sisi abdomen. Perlekatan  proksimaln%a pada delapan iga terba1ah. 3er#alan secara diagonal ke ba1ah dan melekat pada crista ilium bagian atas, pubis, dan linea alba. Otot ini akan menekan abdomen dan men%ebabkan batang tubuh fleksi, lateral fleksi ke arah %ang sama dan rotasi ke sisi %ang berbeda.

(10)

Otot ini ber#alan diba1ah otot obli<uus abdominis eksternus dan serabut4serabut dari dua otot ber#alan pada sudut tegak lurus satu dengan %ang lainn%a. Perlekatan  proksimaln%a pada crista iliaca. 3er#alan longitudinal ke atas dan ke depan, melekat  pada enam iga terendah dan linea alba. Otot ini akan menekan abdomen, sebabkan

fleksi batang tubuh, fleksi lateral, dan rotasi ke sisi %ang sama. . Psoas ma#or  

Otot kuat ini ber#alan secara +ertikal melalui bagian dalam regio pel+is. Perlekatan  bagian proksimaln%a pada corpus dan processus trans+ersus +ertebrae thoraks %ang terakhir dan seluruh +ertebra lumbal. 8iantara serabut4serabut otot ini berlalu arteri dan +ena lumbal serta rami communicantes simpatetik. Otot ini akan ber#alan ke  ba1ah dan melekat di bagian dalam kepala femur. Otot ini memfleksikan dan merotasikan paha ke lateral dan membantu fleksi batang tubuh. Memegang peranan  penting dalam mempertahankan postur berdiri dan duduk.

-. Iliacus

Otot ini ber#alan dari fossa iliaca dan bersatu dengan psoas diba1ah ligamentum inguinal, men%ilang kapsul sendi pinggul dan berinsersi ke dalam trochanter minor  femur. Otot4otot ini akan memfleksikan lumbal ke sisi %ang sama.

. Duadratus lumborum

Otot ini ber#alan ke atas di bagian lateral columna +ertebralis antara ilium dan bagian  ba1ah iga. Origon%a adalah pada bagian posterior crista iliaca dan ligamen iliolumbar 

dan berinsersi ke dalam iga dua belas dan u#ung atas processus trans+ersus +ertebra lumbal ke empat. Otot ini memfiksasi iga dua belas ke ba1ah mela1an traksi %ang dihasilkan oleh diaphragma selama inspirasi. Men%ebabkan fleksi batang tubuh ke lateral dan ekstensi.

(11)

$. &edula Spinalis

/ama haln%a seperti tulang belakang %ang dibagi men#adi daerah ser+ikal, thoraks, dan lumbar, begitu pula sumsum tulang belakang 5Medula spinalis6. /etiap bagian dari sumsum tulang belakang dibagi men#adi segmen neurologis spesifik.

/umsum tulang belakang ser+ikal dibagi men#adi delapan pasang saraf. /etiap tingkat memberikan kontribusi untuk fungsi %ang berbeda di leher dan lengan. /ensasi dari tubuh sama4sama diangkut dari kulit dan area lain dari tubuh dari leher, bahu, dan lengan hingga ke otak.

Pada daerah torakal, terdiri dari !$ pasang saraf. /araf dari sumsum tulang  belakang men%uplai otot4otot dada %ang membantu dalam bernafas dan  batuk .Eila%ah ini #uga berisi saraf dalam sistem saraf simpatik.

/umsum tulang belakang lumbosakral dan saraf men%uplai kaki, panggul, usus dan kandung kemih. /ensasi dari kaki, tungkai, panggul, dan perut bagian  ba1ah ditransmisi melalui saraf lumbosakral dan sumsum tulang belakang

untuk segmen %ang lebih tinggi dan akhirn%a otak. Sara"sara spinal

a. &otorik

'tot (asal inervasi) Fungsi

(12)

M. e(tensor carpi radialis longus dan  bre+is

5?6

@kstensi pergelangan tangan

M. fle(or carpi radialis 5?06 Bleksi pergelangan tangan M. fle(or digitorum superfisialis dan

 profunda 5?;6 Bleksi #ari4#ari tangan

M. interosseus palmaris 5T!6 Abduksi #ari4#ari tangan M. illiopsoas 5>$6 Bleksi panggul

M. <uadricep femoris 5>)6 @kstensi lutut M. tibialis anterior 5>6 8orsofleksi kaki M. e(tensor hallucis longus 5>-6 @kstensi ibu #ari kaki M. gastrocnemius4soleus 5/!6 Plantarfleksi kaki

b. Sensoris protopatik

Asal inervasi Dermatom

?$4? 8ermatom occiput sampai bagian

 belakang leher

?-4T! >engan sampai #ari4#ari

T$4T!$ 3agian dada dan a(illa, beberapa titik 

 penting  T papila

mamae, T!: umbilicus, T!$ groin

>!4>- Tungkai

/!4/- Tumit, bagian belakang tungkai,

regio perinea %. Sara otonom

/araf4saraf %ang beker#an%a tidk dapat disadari dan beker#a secara otomatis.

'rgan *angsangan simpatis *angsangan

parasimpatis

=antung 8en%ut dipercepat 8en%ut diperlambat

Arteri koronari 8ilatasi "ontriksi Pembuluh darah perifer *asokontriksi *asodilatasi

Tekanan darah Naik Turun

3ronkus 8ilatasi "ontriksi

"elen#ar ludah /ekresi berkurang /ekresi bertambah "elen#ar lakrimalis /ekresi berkurang /eekresi bertambah

Pupil mata 8ilatasi "ontriksi

/istem pencernaan makanan 5/PM6

Peristaltik berkurang Peristaltik bertambah "elen#ar4kelen#ar /PM /ekresi berkurang /ekresi bertambah "elen#ar keringat @kskresi bertambah @ksresi berkurang

Biomekanik Tulang Belakang

(13)

hubungan komponen kolumna +ertebral satu dengan %ang lainn%a. Pada bidang sagital, columna +ertebral menampakkan empat buah kur+atura  cer+ical 5konkaf   posterior6, thoraks 5kon+eks posterior6, lumbal 5konkaf posterior6, dan sakral

5terfiksasi dan tidak bergerak6.

3agian thoraks dan sacral %ang memiliki kur+atur kon+eks posterior  merupakan suatu kur+atur primer. "ur+atur primer adalah kur+atur %ang terbentuk  dari masa fetal. /edangkan cer+ical dan lumbar merupakan kur+atur sekunder, %aitu kur+atur %ang terbentuk karena ter#adin%a ekstensi dari posisi fleksi pada saat masa fetal. 3entuk ser+ikal %ang kon+eks posterior mulai terlihat #elas pada saat seorang anak sudah bisa mengangkat kepalan%a dalam posisi pronasi atau dapat mempertahankan kepalan%a pada posisi duduk. 3egitu #uga dengan kur+atur area lumbar. Pada hari pertama kehidupan, +ertebrae lumbal berbentuk konkaf ke arah anterior. Pada usia - bulan, +ertebrae lumbal sedikit konkaf ke anterior, dan pada usia !) bulan bentuk konkaf tersebut menghilang. 8ari usia ) tahun dan seterusn%a, lordosis lumbal mulai tampak, menggambarkan keadaan de1asa pada usia !: tahun.

"eseluruhan tulang belakang dengan tiga kur+a fisiologisn%a diseimbangkan  pada sakrum. /akrum merupakan bagian pel+is, terdiri dari dua tulang iliaka+ pubis dan is%hium. 8ua sendi sacroiliaca dan s%mph%sis pubis dan tulang %ang melekat kepadan%a membentuk cincin tertutup %ang mentransmisikan secara +ertikal ga%a dari kolumna ke ekstremitas ba1ah. 3erat %ang disangga oleh >- didistribusikan secara merata ke dalam sa%ap pel+is, ischium dan acetabulum di kedua sisi. Tekanan pada  punggung dari berat badan mela1an dasar bumi ditransmisikan ke acetabulum oleh kepala dan leher femur. Tekanan %ang dipaparkan pada kedua tulang pubis akan dila1an oleh s%mphisis pubis.

/istem stabilitas spinal dipengaruhi oleh tiga subsistem %ang beker#a dalam koordinasi, %aitu sub sistem neural, sub sistem aktif dan sub sistem pasif. /ub sistem neural menginisiasi dan mengkoordinasikan kedua sistem lain melalui komponen motorik dan sensorik. /tabilisasi oleh sub sistem ini terdiri dari komponen columna

(14)

+ertebralis %ang pasif, %aitu diskus, ligamen, kapsul sendi sedangkan sub sistem aktif  terdiri dari otot4otot columna.

Pada posisi berdiri tegak statik di posisi %ang netral, ligamen merupakan sistem %ang bersifat sub pasif dan tidak memberikan peranann%a dalam stabilitas. /erabut kolagen dari ligamen tetap melingkar dan tidak diba1ah suatu tekanan. 2an%a pada akhir dari rentang luas gerak sendi maka ter#adi ga%a reaktif ligamen %ang menahan pergerakan tulang belakang. Pada titik ini rentang luas gerak sendi tendon bertindak sebagai transduser 5alat %ang menghasilkan sin%al6 %ang menginisiasi aspek motorik dari sub sistem aktif +ia sub sistem s%araf. 2al ini dapat  #uga ter#adi saat pembebanan minimal diberikan pada keadaan statik. 3eban %ang dapat disokong oleh sub sistem pasif sebelum adan%a penekukan disebut dengan &beban kritis dari columna spinalis'. Pada penelitian in +itro beban %ang dapat men%ebabkan ter#adin%a penekukan tulang belakang ter#adi pada berat $: N 5$kg6 di T! dan F:N 5Fkg6 di >- %ang #umlahn%a sama dengan dua hingga tiga kali berat  badan 5!:4$!:kg6. Cespon #aringan %ang timbul lebih merupakan respon otot terhadap deformasi ligamen daripada sebagai respon terhadap pembebanan. 8eformasi ligamen akan memberikan mekanisme feedback dalam mempertahankan stabilitas tulang belakang.

Pada saat tulang belakang berdiri tegak statik secara fisiologis, otot erector  spinae merupakan subsistem pasif. Otot batang tubuh beker#a han%a untuk  menghasilkan tonus dan tulang belakang secara keseluruhan konsisten dengan pusat gra+itasi. 3erat badan disokong oleh tekanan intradiskal intrinsik dan tonus ligamen. 8engan adan%a gerakan fleksi dan rotasi pel+is, keseimbangan ligamen dan sendi hilang sehingga menginisiasi se#umlah faktor neurofisiologis sehingga akan mengakti+asi sistem aktif. /istem spindle dari otot erector spinae men#adi aktif. /erabut ekstrafusal secara eksentris akan berkontraksi dan secara bertahap meman#ang. Pola aksi neuromuskular ini ter#adi secara sentral di corte( cerebral. Bascia dengan adan%a gerakan fleksi ini akan meman#ang secara pasif sesuai dengan sifat elastisitas %ang dimilikin%a, %ang merupakan konfigurasi dari serabut kolagen. /elama fleksi ter#adi #uga peman#angan ligamen ekstraspinal, ligamen longitudinal  posterior dan serabut annular posterior diskus. Nucleus diskus berubah bentuk dalam  batas fisiologis.

Pergerakan setiap segmen dikontrol secara aktif oleh otot4otot dan secara pasif  oleh ligamen. Pergerakan terbesar +ertebra lumbal tampak pada saat fleksi ke depan dan ekstensi. Pergerakan %ang lebih kompleks akan melibatkan kombinasi fleksi ke depan, menekuk ke samping, dan berputar. Pergerakan tulang belakang sendiri sering merupakan gabungan contoh ketika satu +ertebra bergerak relatif terhadap %ang lainn%a maka akan ter#adi rotasi dan translasi pada 1aktu %ang bersamaan.

Pergerakan +ertebrae lumbal dilakukan dalam hubungann%a dengan komponen4 komponen lain tulang belakang dan pel+is.  Lumbar-pelvic rhythm adalah akti+itas neuromuskuler dasar dalam proses kembalin%a secara simultan lumbar lordosis dan  perubahan posisi pel+is. "omponen lumbal dari ritme ini men%ebabkan tulang  belakang lumbosacral berubah dari konkaf, ke lurus ke konfigurasi kon+e(. /elama  perubahan %ang progresif, komponen pel+is akan merotasikan pel+is disekitar aksis trans+ersal %ang menghubungkan dua sendi pinggul untuk meningkatkan sudut lumbar.

(15)

• Pergerakan +ertebrae lumbal adalah fleksi, ekstensi, fleksi lateral, dan rotasi. "eluasan pergerakan pada bidang4bidang gerak ini dibatasi oleh ekstensibilitasligamen longitudinal, permukaan artikuler dan kapsul, cairan dalam diskus, dan kelenturan otot. @kstensi +ertebrae lumbal mempun%ai rentang luas gerak ):: dan dibatasi oleh ligamen longitudinal anterior.

• Bleksi ke depan mempun%ai rentang luas gerak untuk +ertebra lumbal -:

, %ang ter#adi paling besar 50-96 di ruang antara >-4/!.

• >ateral fleksi dibatasi $: :

hingga )::. Centang segmental maksimal antara >) dan > dan minimal antara >- dan /!.

• Untuk kolumna lumbal sebagai suatu kesatuan, rentang rotasi dihitung kurang lebih han%a sebesar !::. Cotasi sangat ta#am dibatasi oleh orientasi +ertikal  permukaan artikular sendi facet terhadap +ertebrae lumbal. /endi apoph%sial facet menahan ter#adin%a torsi sebesar - 9 dan !:9 oleh ligamen inter dan intraspinosus. /truktur capsuloligamentuous posterior serta otot erector spinae  #uga melindungi #aringan annular diskus pada gerakan rotasi.

Pada fleksi ke depan, sendi lumbal mengadakan fleksi dan otot ekstensor akan menurunkan batang tubuh. /etelah -: fleksi, tegangan ligamen meningkat dan kontraksi otot paraspinal menurun. 3ila fleksi berlan#ut, pel+is akan berotasi lebih  #auh disertai dengan adan%a relaksasi hamstring dan otot gluteus. /eiring dengan kembalin%a batang tubuh ke posisi tegak, urutan pengaktifan otot ter#adi sebalikn%a dengan kontraksi a1al dari hamstrings, lalu glutei, %ang akan merotasikan pel+is untuk fleksi sebesar -:, di titik dimana otot erector spinae men#adi aktif dan mengembalikan batang tubuh ke posisi tegak 

Diskus intervertebralis

8iskus inter+ertebralis memberikan sifat fleksibilitas tulang belakang. Bungsi  pen%okongan beban dilakukan oleh diskus dan dua sendi facet, %ang secara kolektif 

membentuk kompleks tiga sendi.

Tekanan positif tampak pada nucleus pulposus saat istirahat dan meningkat saat terdapat pembebanan tulang belakang. Tekanan ini sebesar !,- kali tekanan rata4rata %ang dipaparkan pada seluruh permukaan +ertebrae. Tekanan kompresif pada diskus akan disebarkan secara pasif berputar.

Pada kompresi aksial, peningkatan tekanan intradiskal diatasi dengan adan%a tegangan serabut annular dan penon#olan diskus, %ang dapat dianalogikan dengan  penon#olan dari sisi ban mobil. /aat nucleus pulposus menerima serapan tekanan terhadap diskus, annulus fibrosus mempertahankan fleksibilitas unit fungsional. 8engan ga%a kompresi, nucleus pulposus akan meregangkan serabut annular. Bleksi atau ekstensi dari unit fungsional men%ebabkan ter#adin%a pergeseran cairan secara horisontal dalam diskus %ang men%ebabkan ekspansi serabut annular ke arah posterior  dan anterior. /erabut annular cenderung untuk mela1an pergerakan nucleus pulposus, sehingga cenderung mempertahankan unit fungsional seperti dalam keadaan

(16)

Referensi

Dokumen terkait

Pada hari ini Jumat tanggal Empat bulan April tahun Dua Ribu Empat Belas bertempat di Pengadilan Negeri Limboto (www.lpse.mahkamahagung.go.id), Pokja Jasa Konstruksi ULP

13 Juni 2014 lalu berjalan dengan lancar, adapun maksud dan tujuan penulisan laporan ini ialah sebagai pertanggungjawaban kegiatan kursus Pamong dan Instruktur

Када је тражена информација добијена, право посланика је „конзумирано или исцрпљено“ (Марковић, 1991:188). Садржај интерпелативног захтева

Konstruk ketokohan Habib Hasan tersebut menetrasi pada masyarakat sehingga mensugesti untuk menyampaikan segala persoalan hidup; mulai dari kelahiran sampai kematian dengan

Wijaya Karya (Persero) Tbk telah melakukan perhitungan kewajiban perpajakan dengan benar karena dalam perhitungannya menggunakan tarif final sebesar 3% sesuai dengan PP

Umumnya mereka adalah anak – anak yang tidak mudah takut, berani dan memiliki motif – motif tertentu, biasanya motif yang paling utama yaitu agresifitas, akan tetapi pelaku bully

ECAcak adalah Pmsedur untuk membangkitkan parameter a dan b (persamaan kurva) dengan b tidak no1 (agar kurva tidak memuat tit&amp; [O,O]), secara acak. ECAcak :=

Grafik Pasang Surut Bulan April 2017 di Kota Serang, Banten ... Grafik Pasang Surut Bulan Mei 2017 di Kota Serang,