• Tidak ada hasil yang ditemukan

Manfaat Analisis Fundamental Dan Analisis Teknikal

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Manfaat Analisis Fundamental Dan Analisis Teknikal"

Copied!
12
0
0

Teks penuh

(1)

MANFAAT ANALISIS FUNDAMENTAL DAN ANALISIS TEKNIKAL DALAM MANFAAT ANALISIS FUNDAMENTAL DAN ANALISIS TEKNIKAL DALAM

MEMBUAT KEPUTUSAN MEMBUAT KEPUTUSAN

Untuk menghadapi pergerakan harga di bursa saham ada dua macam pendekatan, yaitu Untuk menghadapi pergerakan harga di bursa saham ada dua macam pendekatan, yaitu analisis fundamental dan analisis teknikal.

analisis fundamental dan analisis teknikal.

Pada masing-masing pendekatan ada penganut yang agak fanatik sehingga menimbulkan Pada masing-masing pendekatan ada penganut yang agak fanatik sehingga menimbulkan antagonisme seolah-olah yang satu lebih unggul daripada yang lain. Para penganut haluan antagonisme seolah-olah yang satu lebih unggul daripada yang lain. Para penganut haluan fundam

fundamental (fundamentental (fundamentalisalist) t) menganmenganggap ggap bahwa harga bahwa harga bergerbergerak ak secarsecara a acak acak (rando(random)m) sehingga arahnya tidak mungkin bisa diduga sebelumnya. Upaya untuk berbuat demikian sehingga arahnya tidak mungkin bisa diduga sebelumnya. Upaya untuk berbuat demikian tidak lain adalah spekulasi belaka, yang tentu tidak bisa diterima oleh para teknisi pasar  tidak lain adalah spekulasi belaka, yang tentu tidak bisa diterima oleh para teknisi pasar  (m

(mararkeket t ttecechnhniicicianan)), , sesehihingngga ga ssukuka a mmememplplesesetetkakan n nanamma a ffunundadammenenttalalisistt menjadi

menjadi funnymentalist  funnymentalist daldalam am ucapucapan an yang yang dipdipercercepatepat. . AntAntagoagonisnisme me demdemikiikian an tidtidak ak   perlu terjadi bila kita mempertimbangkan aspek-aspek berikut.

 perlu terjadi bila kita mempertimbangkan aspek-aspek berikut.

Analisis fundamental adalah analisis terhadap fundamental suatu negara yang didasarkan Analisis fundamental adalah analisis terhadap fundamental suatu negara yang didasarkan  pada

 pada situasi situasi ekonomi, ekonomi, politik, politik, keamanan keamanan secara secara global global dan dan juga juga tiap-tiap tiap-tiap Negara Negara yangyang mengeluarkan indek saham. Prinsipnya analisis fundamental membutuhkan keahlian seni mengeluarkan indek saham. Prinsipnya analisis fundamental membutuhkan keahlian seni tersendiri untuk memperhitungkan penting tidaknya suatu informasi menjadi faktor yang tersendiri untuk memperhitungkan penting tidaknya suatu informasi menjadi faktor yang akan mempengaruhi fluktuasi nilai tukar suatu mata uang.

akan mempengaruhi fluktuasi nilai tukar suatu mata uang. Prinsip-prinsip analisis fundamental:

Prinsip-prinsip analisis fundamental: 1.

1. Reaksi berantaiReaksi berantai, , semakin besar semakin besar dampak berantai suatu dampak berantai suatu informasi, semakiinformasi, semakin besar n besar   pula pengaruhnya terhadap nilai indek saham.

 pula pengaruhnya terhadap nilai indek saham. 2.

2. Jarak informasi,Jarak informasi, semakin dekat informasi dengan suatu indek saham, semakinsemakin dekat informasi dengan suatu indek saham, semakin  besar

 besar pengaruh pengaruh informasi informasi tersebut. tersebut. Misalnya, Misalnya, informasi informasi yang yang berasal berasal dari dari dalamdalam negeri Indonesia akan lebih besar pengaruhnya terhadap nilai Indek Harga Saham negeri Indonesia akan lebih besar pengaruhnya terhadap nilai Indek Harga Saham Gabungan (IHSG) disbanding informasi dari luar negeri.

Gabungan (IHSG) disbanding informasi dari luar negeri. 3.

3. SumSumber ber beriberitata, , sesemamakikin n reresmsmi i susumbmber er beberiritata, , sesemamakikin n kukuat at pepengngararuhuhnyanya terhadap nilai indek saham.

(2)

4. Jenis berita, berita ekonomi lebih kuat pengaruhnya terhadap indek saham suatu  Negara disbanding berita lainnya, seperti politik, social atau budaya.

Biasanya dalam menggali berita kadang hal-hal yang tidak rasionalpun dijadikan alat untuk memprediksi pergerakan indek saham. Pada intinya informasi tersebut akan mempengaruhi supply dandemand atas indek saham suatu negara.

Metode untuk melakukan analisis fundamental adalah dengan terus menerus meng update informasi yang ada. Media yang menyediakan informasi tersebut tergantung ketersediaan fasilitas yang ada di tempat tersebut. Biasanya untuk informasi perdagangan indek saham tersedia di koran, televisi dan juga internet.

Dalam analisis fundamental, yang dijadikan dasar perkiraan harga (intrinsic value) adalah faktor-faktor fundamental seperti laporan keuangan, informasi penting lain yang sewaktu-waktu harus diumumkan perusahaan publik dan perkembangan ekonomi makro, mau pun  berita dalam bidang-bidang lain seperti politik, sosial, cuaca, dsb. yang dianggap perlu, semuanya selama paling tidak dua tahun terakhir. Tentu pekerjaan yang terlibat adalah kolosal, bila ingin ditinjau secara mendalam dan tuntas.

Tidak mungkin bagi siapa saja untuk menyerap semua informasi yang ditawarkan secara total. Perlu untuk meletakkan perbatasan menurut urutan prioritas dan keterbatasan waktu maupun sumber daya masing-masing. Pembatasan yang ditetapkan oleh analis menurut kebutuhan masing-masing adalah berbeda-beda. Di samping itu akses kepada informasi yang tersedia tidaklah sama bagi semua pihak yang sedang terlibat, dari segi waktu maupun jumlah. Perbedaan dalam pembatasan ruang gerak analis akan berpengaruh terhadap proses pembentukan harga, sehingga akan timbul perbedaan persepsi tentang tingkat harga yang dianggap wajar.

Bila yang ikut ditinjau juga adalah motivasi berbagai pihak untuk terjun ke bursa saham, maka gerak harga akan dipengaruhi juga oleh pertimbangan yang tidak fundamental atau rasional. Pihak yang dianggap menggunakan pendekatan fundamental adalah investor   jangka panjang yang adakalanya perlu melaksanakan penyesuaian portfolio, namun selalu  berusaha untuk memilih saham dengan kinerja terbaik. Golongan yang tidak selalu

(3)

karena kewajibannya untuk mencipta permintaan pada saham tertentu. Dalam golongan "market maker" termasuk "specialist" yang oleh peraturan bursa dilarang untuk mencipta  permintaan yang menyesatkan, karena saham yang ditanganinya sebetulnya tidak 

memenuhi persyaratan fundamental sama sekali. Para "specialist" ditugaskan untuk  memelihara perdagangan yang hidup dan liquid bagi saham-saham tertentu berdasarkan imbalan perlakuan istimewa (privileges) dari pihak bursa di Amerika Serikat.

Perbedaan motivasi antara investor dan para penggerak pasar sudah bisa menyebabkan saham yang terbaik tidak mendapatkan harga tertinggi. Bisa saja terjadi bahwa saham yang tidak begitu baik fundamentalnya, dikejar pelaku bursa karena permintaan yang lebih tinggi.

Pelaku bursa dengan persentase rendah di bursa yang sudah maju, namun justru lebih tinggi di bursa yang belum berkembang dengan baik, adalah para spekulator yang tidak  rasional. Para spekulator terdiri dari dua kelompok yang termakan isu bahwa mencari untung di bursa adalah lebih mudah dan cepat daripada terjun ke dalam bisnis normal.

Kelompok yang satu memang mempunyai uang lebih, sehingga secara menyeluruh tidak  akan kehilangan segala-galanya secara menyakitkan. Kerugian akan membuat mereka mendapatkan pelajaran pahit yang mudah-mudahan dapat menjadi pendorong untuk mau  berlelah-lelah dalam membuat analisis sebelum terjun di bursa, daripada mengandalkan

rumor atau naluri saja.

Kelompok yang satu lagi adalah mereka yang sebetulnya tidak mempunyai uang lebih, namun yang tersedia hanya belum dibutuhkan dengan segera. Karena sama sekali tidak  mempunyai pengertian tentangmanajemen dana, tidak ada cadangan untuk menghadapi kerugian yang tiba bersamaan dengan atau lebih cepat dari kebutuhan penggunaannya. Pengalaman demikian akan membuat mereka jera masuk ke bursa lagi.

Dari latar belakang materi fundamental dan pelaku bursa saham dapat ditarik kesimpulan  bahwa upaya untuk menetapkan harga di muka, tidak mungkin bisa berhasil dengan baik. Harga yang telah dihitung dan diperkirakan tidak bisa diharapkan untuk muncul di bursa. Apa yang dapat diharapkan adalah pedoman untuk tindakan jual atau beli berdasarkan

(4)

 perbandingan antara analisis dan kenyataan yang dihadapi pelaku bursa. Juallah saham yang disebut "overvalued" (harga berada di atas nilai yang telah dihitung/diperkirakan), sebaliknya belilah saham yang "undervalued" (harga berada di bawah nilai yang telah dihitung/diperkirakan). Sikap yang rasional demikian memang akan menghasilkan keuntungan bila jangka waktu yang digunakan adalah cukup lama. Namun apakah suatu strategi "buy-and-hold" untuk saham yang "undervalued" bisa menghasilkan keuntungan yang maksimal

Analisis Teknikal.

Ada suatu kelompok pelaku bursa saham yang belum diulas sampai kini, ialah mereka yang memanfaatkan analisis teknikal.

Keunikan dengan cara analisis ini adalah bahwa pekerjaan baru dimulaisetelah harga terbentuk di bursa. Ingatlah bahwa pekerjaan dalam analisis fundamental dilaksanakansebelumharga terbentuk di bursa . Tindakan jual-beli kemudian didasarkan  perbandingan antara hasil analisis dan kenyataan di bursa, yang bisa ditetapkan sebagai

"over" atau "undervalued."

Praktisi yang menggunakan analisis teknikal beranggapan bahwa analisis fundamental terlalu bervariasi dan pemakaiannya sulit diperhitungkan. Selain itu informasi berita hanyalah penyebab dan bukan penentu arah pergerakan saham. Karena itu orang beranggapan bahwa cara analisis yang paling tepat adalah dengan mempelajari tingkah laku dari pelaku pasar dan ini tercermin dalam pola grafik harga.

Meyers yang banyak menggunakan aplikasi komputer dalam melakukan analisis teknikal dan banyak dikutip oleh majalah bisnis terkemuka, seperti Wall Street Journal, Financial Time, Fortune dan lain sebagainya mendefinisikan analis teknikal sebagai studi tentang sekuritas secara individual dan pasar sebagai keseluruhan berdasar  supply dan demand. Yang menjadi data utama dalam analisis teknikal adalah harga dan volume perdagangan historis.

(5)

Asumsi yang Mendasari Analisis Teknikal.

Para analis teknikal percaya bahwa mereka biasa mengetahui pola-pola  pergerakan harga saham di masa datang dengan berdasarkan pada observasi pergerakan harga saham di masa lalu, yang bertentangan dengan hipotesis efisiensi pasar yang menyatakan bahwa harga saham di pasar mencerminkan semua informasi yang ada di  pasar. Kinerja saham di masa lalu tidak mempengaruhi kinerja saham di masa datang.

Keputusan analis teknikal dalam menjual atau membeli saham didasari data-data harga dan volume perdagangan saham di masa lalu,. Informasi data masa lalu tersebut akan mendasari prediksi mereka atas pola perilaku harga saham di masa datang.

Asumsi yang mendasarinya adalah “ nilai pasar barang dan jasa, ditentukan oleh interaksi  permintaan dan penawaran” (Levy 1966). Interaksi permintaan dan penawaran ditentukan oleh berbagai faktor, baik faktor rasional maupun faktor yang tidak rasional. Faktor-faktor tersebut meliputi berbagai variabel ekonomi dan variabel fundamental, serta faktor-faktor, seperti opini yang beredar, mood investor, dan ramalan-ramalan investor. Harga-harga sekuritas secara individual dan nilai pasar dapat berubah karena perubahan hubungan permintaan dan penawaran. Hubungan-hubungan tersebut akan dapat dideteksi dengan melihat diagram reaksi pasar yang terjadi. Hampir semua pihak dapat menerima asumsi bahwa nilai produk ditentukan oleh kekuatan tarik menarik antara permintaan dan  penawaran. Yang kurang dapat diterima oleh semua semua pihak mungkin asumsi bahwa  permintaan dan penawaran dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bersifat tidak rasional

(irrational factor).

Asumsi yang berkaitan dengan kecepatan penyesuaian harga saham ( speed of  adjustment) dari harga keseimbangan yang lama menuju harga keseimbangan yang baru. Para analis teknikal selalu berharap bahwa penyesuaian harga saham yang lama menuju harga keseimbangan yang baru, akan terjadi dalam jangka waktu yang cukup panjang karena informasi yang menyebabkan perubahan harga biasanya memerlukan beberapa waktu sebelum informasi tersebut diserap secara penuh oleh pasar. Pola penyerapan informasi seperti ini disebabkan karena adanya informasi yang tidak simetris (asymetris information), di mana hanya beberapa investor saja yang mampu mengakses informasi

(6)

dan dapat memprediksi apa yang akan terjadi pada harga saham disbanding investor  lainnya. Seiring dengan tindakan menjual dan membeli saham yang dilakukan pihak- pihak yang menguasai informasi untuk memperoleh keuntungan maka harga saham juga

akan bergerak menuju harga keseimbangan baru.

Disamping informasi di atas ada tiga prinsip yang dapat digunakan sebagai patokan dalam memahami analisis teknikal yaitu:

1. Refleksi semua kejadian, segala sesuatu yang terjadi yang dapat mempengaruhi  baik yang rasional maupun irrasional sudah direfleksikan dalam harga yang terbentuk. Menguat dan melemahnya indek saham merupakan fakta, tetapi nilai sesungguhnya suatu indek saham ditentukan oleh kekuatan permintaan dan  penawaran yang tercermin pada indek saham. Jika permintaan meningkat dan  penawaran menurun atau tetap, maka harga akan naik, dan akan terjadi kebalikannya  jika kondisi berbalik.

2. Tren, harga bergerak dalam suatu tren, dan tren tidak mungkin dimanipulasi. Jika tren bergerak ke arah naik, tidaklah mungkin membuatnya turun, kecuali dalam suatu titik tertentu akan terjadi puncak untuk kemudian berbalik arah (reversal).

3. Selalu berulang, aksi pasar (market action) selalu berulang, artinya para analis teknikal percaya bahwa investor akan mengulangi tindakan yang sama jika kondisi  pasar yang terjadi juga sama. Keadaan ini akan dipetakan dalam suatu diagram yang  populer dengan sebutanchart.

Keuntungan dan Kritik Terhadap Analis Teknikal

Jika seorang investor mampu mengakses informasi secara cepat, punya kemampuan analisis yang tinggi dan punya insting yang tajam atas apa yang terjadi terhadap pasar jika ada informasi baru maka investor tesebut akan mampu mendapatkan return abnormal yang melebihi return pasar dan return investor lainnya. Dari pernyataan tersebut dapat diartikan bahwa jika investor akan mendapatkan abnormal return, mereka harus mampu mendapatkan informasi secara lebih cepat dibanding investor lainnya, dan menterjemahkan informasi tersebut ke dalam tindakan membeli atau menjual saham sehingga investor dapat memperoleh keuntungan.

(7)

Kritik yang timbul untuk analisis teknikal adalah yang berkaitan dengan asumsi yang mendasarinya dan keefektivan pendekatan analisis teknikal dalam memprediksi harga saham. Kritik yang paling tajam muncul dari penganut hipotesis efisiensi pasar, yang sama sekali tidak percaya harga saham di masa mendatang akan dipengaruhi oleh  pergerakan harga saham masa lalu, karena apabila pasar efisien maka tidak seorang investor pun dapat memperoleh keuntungan abnormal dari pasar. Hal ini dibuktikan dari  beberapa penelitian yang membuktikan bahwa harga saham secara statistik tidak bergerak 

mengikuti tren seperti yang dikemukan analis teknikal.

Kritik selanjutnya menyangkut keefektivan analisis teknikal untuk jangka waktu yang  panjang. Maksudnya adalah jika analisis teknikal mampu memberikan keuntungan bagi  beberapa investor karena mampu menemukan pola pergerakan saham dalam merespon informasi baru, maka tentu saja pendekatan ini akan menjadi popular dan banyak  diadopsi oleh investor lainnya akan berdampak pada penyesuaian harga yang lebih cepat dari biasanya. Jika ini terjadi dalam jangka yang panjang keefektivan penggunaan analis teknikal sudah tidak akan bermanfaat lagi.

Teknik Analisis Teknikal

Para pengguna analisisi teknikal disebut juga chartist karena mereka biasanya menggunakan grafik (chart) dalam aktivitasnya untuk merekam data pergerakan harga saham dan volume perdagangan. Dari grafik tersebut mereka akan mencari pola  pergerakan harga saham maupun volume perdagangan serta celah-celah keuntungan dari  pola tersebut.

Analisis teknikal mengamati pembentukan grafik harga dengan berbagai varian yang mungkin terjadi dibandingkan dengan perilaku harga sebelumnya. Sekalipun analisis teknikal mempertimbangkan data-data statistik lainnya, namun perangkat utama analisis teknikal adalah pada grafik harga yang dianggap dapat memenuhi prediksi harga terkini dan kecenderungannya.

Tujuan pokok mengamati grafik adalah:

 Secepat mungkin menemukan kecenderungan harga

 Memperkirakan kemungkinan waktu dan jarak kecenderungan itu

(8)

Teknik Penggunaan Grafik  1. The Dow Theory.

Teori ini ditemukan oleh Charles H. Dow pada tahun 1800-an. Teori ini bertujuan untuk mengidentifikasi tren harga pasar saham dalam jangka panjang dengan  berdasar pada data-data historis harga pasar saham di masa lalu, yang

dikelompokkan mejadi tiga yaitu:

•  Primary Trend , yaitu pergerakan harga saham dalam jangka waktu  panjang

• Secondary Intermediate Trend, yaitu pergerakan harga saham yang terjadi selama pergerakan harga dalam primary tren. Bersifat penyimpangan dari pergerakan primer yang terjadi dalam beberapa minggu atau bulan.

•  Minor Trend atau day to day move merupakan fluktuasi harga saham yang terjadi setiap hari.

(9)

2. Chart Pola Pergerakan Harga Saham

•  Support Level.

Support level berarti tingkat harga atau kisaran harga, pada saat para analis teknikal mengharapkan akan terjadinya peningkatan yang signifikan atas  permintaan saham di pasar. Biasanya terjadi ketika banyak investor melakukan tindakan “ambil untung” dengan melakukan penjualan saham-saham karena tertarik pada harga jual yang cukup tinggi, dan biasanya diikuti oleh penurunan harga saham. Dampak selanjutnya adalah banyak pembeli saham yang tertarik  untuk melakukan pembelian-pembelian saham sehingga permintaan saham kembali meningkat. Sesuai dengan hukum permintaan penawaran, peningkatan  permintaan saham ini nantinya diharapkan menjadi support level yang menjaga

agar harga saham bergerak naik.

•  Resistance Level 

Resistance level berarti kisaran harga di mana para analis teknikal berharap akan terjadi peningkatan yang signifikan atas jumlah saham yang ditawarkan di pasar. Dengan kata lain, resistance level  menggambarkan batas atas tingkat harga (upper boundary) yang dapat membuat para penjual saham segera menjadi  penahan atas gerakan naik harga saham karena jika banyak pihak yang ingin

menjual saham di pasar maka diharapkan harga akan bergerak turun, dan tidak  melewati batas atas harga. Hal ini biasa terjadi ketika harga saham turun terus setelah mencapai harga tertinggi. Investor yang memiliki saham tentunya tidaka akan mau rugi akibat harga sahamnya selalu turun. Mereka akan menunggu waktu yang tepat untuk menjual sahamnya agar kerugian berkurang. Biasanya pada saat harga saham mencapai titik balik (recovery point ).

Grafik Pola Pergerakan Saham yang sering digunakan:

a. Bar Chart  

Bar Chart merupakan cara paling sederhana dalam analisis teknikal yang menggambarkan pergerakan harga saham. Sumbu vertikal merupakan harga saham, sedangkan sumbu horizontal menunjukkan waktu. Pergerakan harga

(10)

saham setiap harinya ditunjukkan oleh diagram batang vertikal (bar vertikal), yang ujung atasnya menunjukkan harga tertinggi saham dan ujung bawahnya menunjukkan harga terendah saham setiap hari.

b. Point-and-Figure Chart  

Penggunaan grafik dengan angka dan gambar ini untuk menggambarkan  pergerakan harga saham dan lebih komplek dari bart cahart karena menggambarkan perubahan harga saham yang berubah secara signifikan. Perubahan harga yang signifikan biasanya dapat dilihat dalam bentuk angka yang menunjukka perubahan harga saham.

3. Rata-rata Bergerak  

Teknik rata-rata bergerak (moving average) adalah salah satu teknik untuk  mendeteksi dan menganalisis pergerakan harga saham baik saham individual maupun seluruh saham di pasar modal. Tujuannya adalah untuk mendeteksi arah  pergerakan harga saham dan besarnya tingkat pergerakan tersebut. Data yang digunakan adalah data harga penutupan saham (closing price) untuk waktu tertentu misal untuk masa waktu 3 bulan. Dari informasi tersebut menghasilkan sebuah garis trend rata-rata bergerak yang menunjukkan tren pergerakan harga saham, yang selanjutnya dipakai untuk memprediksi arah pergerakan saham di masa depan. Setelah dianalisis akan menghasilkan keputusan menjual dan membeli saham, dengan anjuran sebagai berikut:

• Dianjurkan membeli saham jika:

a. garis rata-rata bergerak secara mendatar dan harga pasar saham melampaui garis tersebut

 b. harga saham berada di bawah garis rata-rata bergerak yang sedang menaik  c. harga saham saat ini berada di atas garis rata-rata bergerak yang cenderung

menurun, namun kembali menaik sebelum mencapai garis tersebut.

• Disaran menjual jika:

(11)

 b. harga saham bergerak naik di atas garis rata bergerak, namun garis rata-rata bergerak tersebut justru sedang menurun

c. harga saham yang cenderung mengalami kenaikan (berada di bawah garis rata-rata bergerak) tetapi kembali menurun sebelum mencapai garis rata-rata  bergerak tersebut.

4. Relative Strength

Teknik ini menggambarkan rasio antara harga saham dengan indek pasar atau industri tertentu. Hasil perbandingan biasanya digambarkan dengan plot-plot yang menunjukkan perbandingan harga relatif saham selama jangka waktu tertentu. Dari gambar yang tersusun investor akan dapat melihat perbandingan kekuatan saham-saham tersebut terhadap industrinya atau terhadap indek pasar.

Dalam penggunaan relative strength jika terjadi trend pergerakan harga saham yang meningkat maka bagi investor pergerakan tersebut merupakan sinyal akan terjadinya peningkatan rasio harga saham dibanding indeks pasar, dan memungkinkan akan memberikan return yang melebihi return pasar dan akan menarik minat investor untuk menjadikan saham tersebut sebagai alternatif  investasi yang baik.

Dari ulasan di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa analisis fundamental dan analisis teknikal saling membutuhkan: yang pertama untuk pembentukan harga dan yang kedua untuk kelanjutan gerak harga. Perbedaan mendasar antara kedua cara analisis ini adalah dominannya segi eksakta dalam analisis fundamental dan hadirnya intuisi—   berdasarkan pengalaman di masa lampau—dalam kadar tertentu pada analisis teknikal.

Jack D. Schwager sebagai pengaran buku The Market Wizards (1989, New York  Institute of Finance/Simon & Schuster) dan The New Market Wizards: Conversations with America's Top Traders (1992, Harper Business), setelah mengadakan wawancara dengan puluhan pakar dalam perdagangan di bursa saham dan komoditi, ia menulis  bahwa analisis fundamental dan teknikal bisa digunakan terpisah atau tergabung, dengan  berhasil.

(12)

Dalam bukunya yang terakhir Schwager on Futures (1996, John Wiley & Sons), ia mengakui di kata pengantarnya bahwa mula-mula ia merupakan "pure fundamentalist" dan sangat meremehkan analisis teknikal. Namun setelah mencoba memanfaatkan analisis grafik, ia berubah 180 derajat dari skeptisismenya yang semula. Perubahan sikap demikian telah dialami banyak fundamentalist lain melalui pandangan terbuka (open mindedness) yang memungkinkan mereka mengadakan percobaan. Dengan demikian maka analisis fundamental dan teknikal tidak perlu dipertentangkan, karena saling membutuhkan untuk hasil yang maksimal.

Referensi

Dokumen terkait

Untuk itu uluran tangan semua pihak akan dapat m elancarkan program pem bangunan Dayah Jeumala Amal dalam program pendidikan terpadu guna mempersiapkan generasi

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat kasih karunia-Nya penulis dapat menyelesaikan Tugas Perencanaan Unit Pengolahan Pangan

Mengembangkan Budaya Lokal (Jawa) Dalam Meredam Konflik Sosial.. Jantra : Jurnal Sejarah dan

Penelitian ini bertujuan menerapkan hukum Torricelli untuk mendapatkan nilai kecepatan cairan yang mengalir, dengan cara menghitung laju perubahan volume air galon dengan

Sustav za upravljanje bazama podataka (engl. DBMS - DataBase Management System) je programska podrška koja omogućava rad s bazama podataka odnosno definiranje baza

Sesudah merger, rata-rata tingkat capital ratio yang dimiliki bank sebesar 12,57% diatas standar yang ditetapkan Bank Indonesia (BI) sebesar 10% - 20% yang

Makawingbang, (2013: 95) Dalam pelaksanaan supervise klinis ini merupakan tahap awal dalam supervise klinis, suatu tahap antara guru- guru dan supervisor mengadakan pertemuan

mortar dengan berbahan tambah polimer untuk perbaikan beton khususnya ditinjau dari nilai rangkak (creep) dan untuk mengetahui data prediksi beserta nilai