ii
ii
LAPORAN
LAPORAN
PRAKTIKUM KERJA BANGKU
PRAKTIKUM KERJA BANGKU
HMKK322
HMKK322
Disusun Oleh:
Disusun Oleh:
FITRIANNOR
H1F111054
FITRIANNOR
H1F111054
KHAIRULLAH H1F112005
KHAIRULLAH H1F112005
SUHEMI
H1F112008
SUHEMI
H1F112008
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN
FAKUTAS TEKNIK
FAKUTAS TEKNIK
UNIVERSITAR LAMBUNG MANGKURAT
UNIVERSITAR LAMBUNG MANGKURAT
BANJARBARU
BANJARBARU
2013
2013
ii ii ii ii
LEMBAR PENGESAHAN
LEMBAR PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU
LAPORAN PRAKTIKUM KERJA BANGKU
(HMKK322)
(HMKK322)
Disusun oleh: Disusun oleh: FITRIANNOR H1F111054 FITRIANNOR H1F111054 KHAIRULLAH H1F112005 KHAIRULLAH H1F112005 SUHEMI H1F112008 SUHEMI H1F112008 Telah disetujui Telah disetujui: Tgl……….: Tgl………. 2013 2013 Pembimbing Praktikum: Pembimbing Praktikum: Akhmad Syarie Akhmad Syarief, S.T,M.Tf, S.T,M.T NIP. NIP.19710523 19903 1 004
19710523 19903 1 004
Ketua Laboratorium Ketua Laboratorium Proses Manufaktur: Proses Manufaktur: Akhmad Syarie Akhmad Syarief, S.T,M.Tf, S.T,M.T NIP. NIP.19710523 19903 1 004
19710523 19903 1 004
iii iii
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN
PROGRAM STUDI TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
FAKULTAS TEKNIK
UNVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
UNVERSITAS LAMBUNG MANGKURAT
LEMBAR KONSULTASI PRAKTIKUM KERJA BANGKU LEMBAR KONSULTASI PRAKTIKUM KERJA BANGKU NAMANAMA : : FITRIANNOFITRIANNOR R H1F111054H1F111054 KHAIRULLAH H1F112005 KHAIRULLAH H1F112005 SUHEMI H1F112008 SUHEMI H1F112008 PRODI
PRODI : : TEKNIK TEKNIK MESINMESIN No
No Tanggal Tanggal Materi Materi Konsultasi Konsultasi TandaTanda Tangan Tangan Banjarbaru, 2013 Banjarbaru, 2013 Dosen Pembimbing: Dosen Pembimbing: Akhmad Syarie Akhmad Syarief, S.T,M.Tf, S.T,M.T NIP. NIP.
19710523 19903 1 004
19710523 19903 1 004
iv iv
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. karena dengan rahmat Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. karena dengan rahmat dan hidayah-Nya kepada kami berhasil menyelesaikan penyusunan laporan dan hidayah-Nya kepada kami berhasil menyelesaikan penyusunan laporan “Praktikum Kerja Bangku”
“Praktikum Kerja Bangku” ini tepat pada waktunya. Laporan ini disusun ini tepat pada waktunya. Laporan ini disusun sebagai syarat mata kuliah
sebagai syarat mata kuliah Praktikum Kerja Bangku.Praktikum Kerja Bangku.
Kami menyadari bahwa didalam penyusunan laporan ini tidak lepas dari Kami menyadari bahwa didalam penyusunan laporan ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini kami menghaturkan rasa bantuan berbagai pihak, untuk itu dalam kesempatan ini kami menghaturkan rasa hormat dan terima kasih kami yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang hormat dan terima kasih kami yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini.
membantu dalam pembuatan makalah ini.
Kami hanya manusia biasa yang banyak salah khilafnya. Kami menyadari Kami hanya manusia biasa yang banyak salah khilafnya. Kami menyadari masih banyak kekurangan dalam makalah ini, dengan kerendahan hati kami masih banyak kekurangan dalam makalah ini, dengan kerendahan hati kami memohon maaf
memohon maaf karena makalah ini karena makalah ini dalam penulisan makalah dalam penulisan makalah ini ini masih banyakmasih banyak
kekurangan-kekurangan-kekurangan baik teknis penulisan maupun materi. Untuk kekurangan baik teknis penulisan maupun materi. Untuk itu, kritik itu, kritik dandan saran dari semua pihak yang bersifat membangun sangat hari harapkan untuk saran dari semua pihak yang bersifat membangun sangat hari harapkan untuk kesempurnaa
kesempurnaan makalah n makalah ini.ini.
Demikian Laporan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebaik-baiknya. Demikian Laporan ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebaik-baiknya. Semoga laporan
Semoga laporan ini dapat ini dapat menambah pengetahuan menambah pengetahuan kita tentang Praktikum Kerjakita tentang Praktikum Kerja Bangku dan memberikan manfaat bagi siapa saja yang membacanya dan bagi Bangku dan memberikan manfaat bagi siapa saja yang membacanya dan bagi kita semua. Amien.
kita semua. Amien.
Banjarbaru,
Banjarbaru, November November 20132013
Praktikan Praktikan
v v
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN
HALAMAN PENGESAHAN
ii
LEMBAR KONSULTASI
LEMBAR KONSULTASI
iiii
KATA PENGANTAR
KATA PENGANTAR
iii
iii
DAFTAR ISI
DAFTAR ISI
iv
iv
TABEL GAMBAR
TABEL GAMBAR
vi
vi
DAFTAR TABEL
DAFTAR TABEL
viii
viii
BAB I PENDAHULUAN
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ... 1 1.1 Latar Belakang ... 1 1.2 Tujuan Praktikum ... 2 1.2 Tujuan Praktikum ... 2 1.3 Manfaat Praktikum ... 2 1.3 Manfaat Praktikum ... 2 1.4 Manfaat Praktikum ... 2 1.4 Manfaat Praktikum ... 2BAB II TINJAUAN PUSTAKA
BAB II TINJAUAN PUSTAKA
2.1 P 2.1 Peralatan eralatan utama utama Kerja Kerja Bangku Bangku ... . 33 2.1.1 2.1.1 Ragum Ragum / / Vice Vice ... ... 33 2.1.2 2.1.2 Kikir Kikir / / File ...File ... ... 55 2.1.3 2.1.3 Gergaji Gergaji ... ... 1515 2.1.4 2.1.4 Palu Palu ... 20... 20 2.1.5 2.1.5 Gerinda Gerinda ... ... 2121 2.1.6 2.1.6 Mesin Mesin Bor Bor ... ... 2222 2.2 Peralatan Pendu 2.2 Peralatan Pendukung dan Alat Ukur pada Kekung dan Alat Ukur pada Kerja Bangku rja Bangku ... 2... 255 2.2.1 Mistar Baja ... 252.2.1 Mistar Baja ... 25
2.2.2 Siku-Siku ... 26
2.2.2 Siku-Siku ... 26 2.2.3
vi vi
BAB
BAB III
III METODE
METODE PELAKSANAAN
PELAKSANAAN
3.1 Waktu dan Tempat ... 28
3.1 Waktu dan Tempat ... 28
3.2 3.2 Alat Alat dan dan Bahan ...Bahan ... ... 2828 3.3 3.3 ProsProsedur edur ... 29... 29
3.4 3.4 Gambar Gambar Kerja ...Kerja ... ... 3030
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1
4.1 Hasil ...
Hasil ...
...
...
...
...
...
... 31
31
4.1.1 Hasil Pengerjaan Praktikum
4.1.1 Hasil Pengerjaan Praktikum Pertemuan Pertama ...
Pertemuan Pertama ...
... 31
31
4.1.2
4.1.2 Hasil Pengerjaan
Hasil Pengerjaan Praktikum Pertemuan
Praktikum Pertemuan Kedua
Kedua ...
...
... 32
32
4.1.3 Hasil
4.1.3 Hasil Pengerjaan Praktikum Pertemuan
Pengerjaan Praktikum Pertemuan Ketiga
Ketiga ...
...
... 32
32
4.1.4 Hasil Pengerjaan Praktikum
4.1.4 Hasil Pengerjaan Praktikum Pertemuan Keempat
Pertemuan Keempat ...
...
... 33
33
4.1.5 Hasil Pengerjaan Praktikum Setiap Pertemuan
4.1.5 Hasil Pengerjaan Praktikum Setiap Pertemuan ...
...
... 33
33
4.2 Pembahasan ... 34
4.2 Pembahasan ... 34
4.2.1 Pemoto
4.2.1 Pemotongan Ben
ngan Benda Kerja
da Kerja ...
...
...
...
...
. 34
34
4.2.2 Pengikiran Awal ... 35
4.2.2 Pengikiran Awal ... 35
4.2.3 Pengikiran Lanjutan ... 37
4.2.3 Pengikiran Lanjutan ... 37
4.2.4
4.2.4 Penggergajian ...
Penggergajian ...
...
...
...
...
...
.. 37
37
4.2.5 Pengikiran Champer ... 39
4.2.5 Pengikiran Champer ... 39
4.2.6
4.2.6 Pengikiran
Pengikiran Akhir
Akhir ...
...
...
...
...
...
.... 39
39
4.2.7 Pengeboran ... 40
4.2.7 Pengeboran ... 40
4.2.8
4.2.8 Finishing ...
Finishing ...
...
...
...
...
...
. 42
42
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan ... 44 5.1 Kesimpulan ... 44 5.2 5.2 SaraSaran n ... ... 4545DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR PUSTAKA
vii vii
DAFTAR GAMBAR
DAFTAR GAMBAR
GambarGambar 2.1. 2.1. Ragum Ragum / / Vice Vice 33 Gambar
Gambar 2.2. 2.2. Ragum Ragum Penjepit Penjepit Belakang Belakang 44 Gambar
Gambar 2.3. 2.3. Ragum Ragum Penjepi Penjepi Depan Depan 44 Gambar
Gambar 2.4. 2.4. Kikir Kikir 55
Gambar
Gambar 2. 2. 5. 5. Bertuk Bertuk Kikir Kikir 55 Gambar
Gambar 2.6. 2.6. Kikir Kikir Gigi Gigi Tunggal Tunggal 77 Gambar
Gambar 2.7. 2.7. Dimensi Dimensi Kikir Kikir 77 Gambar
Gambar 2.8. 2.8. Posisi Posisi Ragum Ragum Untuk Untuk Pekerjaan Pekerjaan Yang Yang Teliti Teliti 88 Gambar
Gambar 2.9. 2.9. Posisi Posisi Ragum Ragum Untuk Untuk Pembuatan Pembuatan Mesin Mesin Pekakas Pekakas 99 Gambar
Gambar 2.10. 2.10. Posisi Posisi Ragum Ragum Untuk Untuk Pekerjaan Pekerjaan Mesin Mesin 99 Gambar
Gambar 2.11. 2.11. Posisi Posisi Kaki Kaki 1010 Gambar
Gambar 2.12. 2.12. Gerakan Gerakan Badan Badan Saat Saat Mengikir Mengikir 1010 Gambar
Gambar 2.13. 2.13. Posisi Posisi Tangan Tangan Kanan Kanan 1111 Gambar
Gambar 2.14. 2.14. Posisi Posisi Tangan Tangan Kiri Kiri 1111 Gambar
Gambar 2.15. 2.15. Tekanan Tekanan Pada Pada Kikir Kikir 1212 Gambar
Gambar 2.16. 2.16. Mengikir Mengikir Champer Champer 1313 Gambar
Gambar 2.17. 2.17. Mengikir Mengikir Permukaan Permukaan Bertingkat Bertingkat Dan Dan Radius Radius 1515 Gambar
Gambar 2.18. 2.18. Bagian-BagiBagian-Bagian an Gergaji Gergaji 1616 Gambar
Gambar 2.19. 2.19. Daun Daun Gergaji Gergaji 1616 Gambar
Gambar 2. 2. 20. 20. Ukuran Ukuran Daun Daun Gergaji Gergaji 1717 Gambar
Gambar 2. 2. 21. 21. Posisi Posisi Tubuh Tubuh Dan Dan Gerakan Gerakan Menggergaji Menggergaji 1818 Gambar
Gambar 2.22. 2.22. Alur Alur Pemotongan Pemotongan 1919 Gambar
Gambar 2.22. 2.22. Cara Cara Menggergaji Menggergaji 1919 Gambar
Gambar 2.23. 2.23. Palu Palu 2020
Gambar
viii viii
Gambar
Gambar 2.25. 2.25. Mesin Mesin Bor Bor 2222 Gambar
Gambar 2.26. 2.26. Mistar Mistar Baja Baja 2525 Gambar
Gambar 2.27. 2.27. Penggunaan Penggunaan Mistar Mistar Baja Baja 2626 Gambar
Gambar 2. 2. 28. 28. Siku-Siku Siku-Siku Standar Standar 2626 Gambar
Gambar 2.29. 2.29. Cara Cara Penggunanan Penggunanan Siku-Siku Siku-Siku 2626 Gambar
Gambar 2.30. 2.30. Penitik Penitik 2727
Gambar
Gambar 2.31. 2.31. Penggunaan Penggunaan Penitik Penitik 2727 Gambar
Gambar 3.1: 3.1: Gambar Gambar Kerja Kerja Praktikum Praktikum Kerja Kerja Bangku Bangku 3030 Gambar
Gambar 4.1 4.1 Benda Benda Kerja Kerja Setelah Setelah Dilakukan Dilakukan Pemotongan Pemotongan 3131 Gambar
Gambar 4.2 4.2 Benda Benda Kerja Kerja Setelah Setelah Dilakukan Dilakukan Pengikiran Pengikiran Panjang Panjang 3131 Gambar
Gambar 4.3 4.3 Benda Benda Kerja Kerja Setelah Setelah Dilakukan Dilakukan Pengikiran Pengikiran Sisi-SisinSisi-Sisinya ya 3232 Gambar
Gambar 4.4: 4.4: Benda Benda Kerja Kerja Setelah Setelah Dilakukan Dilakukan Penchamperan Penchamperan 3232 Gambar 4.5:
Gambar 4.5: Benda Kerja Benda Kerja Setelah Dilakukan Proses Setelah Dilakukan Proses PengeboranPengeboran Dan
Dan Finishing Finishing 3333
Gambar
Gambar 4.6: 4.6: Pemotongan Pemotongan Besi Besi Birkan Birkan 22x22 22x22 Mm Mm 3535 Gambar
Gambar 4.7: 4.7: Meratakan Meratakan Benda Benda Kerja Kerja Pada Pada Ragum Ragum 3636 Gambar
Gambar 4.8: 4.8: Pengikiran Pengikiran Awal Awal Benda Benda Kerja Kerja 3636 Gambar
Gambar 4.9: 4.9: Garis Garis Champer Champer 3838 Gambar
Gambar 4.10: 4.10: Penggergajian Penggergajian Benda Benda Kerja Kerja 3838 Gambar
Gambar 4.11: 4.11: Pengukuran Pengukuran Benda Benda Kerja Kerja 3939 Gambar
Gambar 4.12: 4.12: Pengikiran Pengikiran Akhir Akhir Benda Benda Kerja Kerja 3939 Gambar
Gambar 4.13: 4.13: Mengukur Mengukur Kerataan Kerataan Benda Benda Kerja Kerja 4040 Gambar
Gambar 4.14: 4.14: Proses Proses Menitik Menitik 4141 Gambar
Gambar 4.15: 4.15: Posisi Posisi Lubang Lubang Bor Bor 4141 Gambar
Gambar 4.16: 4.16: Pengeboran Pengeboran Benda Benda Kerja Kerja 4242 Gambar
ix ix
DAFTAR TABEL
DAFTAR TABEL
TabelTabel 2.1 2.1 Daftar Daftar Ukuran Ukuran Kikir Kikir Dan Dan Banyak Banyak Gigi Gigi Tiap Tiap cm cm 88 Tabel
Tabel 2.2: 2.2: Ukuran Ukuran Daun Daun Gergaji Gergaji 1717 Tabel
BAB I
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
1.1. Latar
1.1. Latar BelakangBelakang
Teknik kerja bangku adalah teknik dasar yang harus dikuasai oleh Teknik kerja bangku adalah teknik dasar yang harus dikuasai oleh seseorang dalam mengerjakan benda kerja dan sebagai dasar untuk materi seseorang dalam mengerjakan benda kerja dan sebagai dasar untuk materi teknik pemesinan pada tingkat selanjutnya. Pekerjaan kerja bangku meliputi teknik pemesinan pada tingkat selanjutnya. Pekerjaan kerja bangku meliputi berbagai jenis konstruksi geometris yang sesuai dengan perintah kerja. berbagai jenis konstruksi geometris yang sesuai dengan perintah kerja. Persyaratan kualitas terletak kepada
Persyaratan kualitas terletak kepada pemahamapemahaman seseorang n seseorang dalam praktek kerjadalam praktek kerja bangku dan pelaksanaannya di tempat kerja yang meliputi tingkat keterampilan bangku dan pelaksanaannya di tempat kerja yang meliputi tingkat keterampilan dasar penguasaan alat tangan, tingkat kesulitan produk yang dibuat dan tingkat dasar penguasaan alat tangan, tingkat kesulitan produk yang dibuat dan tingkat kepresisian hasil kerja. Kerja bangku tidak hanya menitikberatkan pada kepresisian hasil kerja. Kerja bangku tidak hanya menitikberatkan pada pencapaian hasil keja, tetapi juga pada prosesnya . Dimana pada proses pencapaian hasil keja, tetapi juga pada prosesnya . Dimana pada proses tersebut lebih menitikberatkan pada etos kerja yang meliputi ketekunan, disiplin, tersebut lebih menitikberatkan pada etos kerja yang meliputi ketekunan, disiplin, ketahanan, serta teknik sebagai dasar sebelum melanjutkan ke pengerjaan yang ketahanan, serta teknik sebagai dasar sebelum melanjutkan ke pengerjaan yang mengguna
menggunakan kan mesin-mesin produksi.mesin-mesin produksi.
Pekerjaan kerja bangku penekanan pada pembuatan benda kerja dengan Pekerjaan kerja bangku penekanan pada pembuatan benda kerja dengan alat tangan
alat tangan dan dilakukan dan dilakukan di bangku di bangku kerja. Praktikum kerja. Praktikum kerja bangku kerja bangku dilakdilakukanukan untuk melatih mahasiswa agar mampu menggunakan alat kerja yang baik dan untuk melatih mahasiswa agar mampu menggunakan alat kerja yang baik dan benar serta mampu menghasilkan benda kerja yang memiliki standar tertentu benar serta mampu menghasilkan benda kerja yang memiliki standar tertentu sesuai dengan lembar kerja yang ditentukan. Hal ini dapat tercapai jika sesuai dengan lembar kerja yang ditentukan. Hal ini dapat tercapai jika mahasiswa melakukan pekerjaan dengan baik sesuai dengan peraturan dan mahasiswa melakukan pekerjaan dengan baik sesuai dengan peraturan dan tatacara pengerjaan praktek kerja
tatacara pengerjaan praktek kerja bangku.bangku.
Pekerjaan kerja bangku meliputi mengkikir, mengebor, mengetap. Pekerjaan kerja bangku meliputi mengkikir, mengebor, mengetap. Pekembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini mengalami Pekembangan ilmu pengetahuan dan teknologi sekarang ini mengalami kemajuan yang sangat pesat. Mahasiswa dituntut untuk selalu mengembangkan kemajuan yang sangat pesat. Mahasiswa dituntut untuk selalu mengembangkan
segala potensi yang ada pada dirinya guna membentuk keterampilan yang segala potensi yang ada pada dirinya guna membentuk keterampilan yang berkualitas, profesional dan berwawasan luas.
berkualitas, profesional dan berwawasan luas.
1.2.
1.2. Rumusan Rumusan MasalahMasalah Adapun rumusa
Adapun rumusan masalah dn masalah dalam praktikum alam praktikum kerja bangku ini kerja bangku ini adala:adala: 1.
1. Bagaimana Bagaimana cara kecara kerja peralrja peralatan kerja atan kerja bangku dbangku dan fungsian fungsinya?nya? 2.
2. Bagaimana cara Bagaimana cara menggunakan peralatan menggunakan peralatan kerja bangku kerja bangku dengan baik dengan baik dandan benar?
benar? 3.
3. Bagaimana cara unBagaimana cara untuk menghasiltuk menghasilkan benda kerja ykan benda kerja yang memiliang memiliki standarki standar tertentu sesuai dengan lembar kerja yang ditentukan ?
tertentu sesuai dengan lembar kerja yang ditentukan ?
1.3. Tujuan Praktikum 1.3. Tujuan Praktikum
Tujuan dari praktikum kerja bangku
Tujuan dari praktikum kerja bangku adalah:adalah: 1.
1. Untuk Untuk mengetahui peralatan mengetahui peralatan kerja kerja bangku bangku dan dan fungsinya.fungsinya. 2.
2. Untuk melatih Untuk melatih mahasiswa agar mahasiswa agar mampu menggunakan mampu menggunakan alat kerja alat kerja dengandengan baik dan benar.
baik dan benar. 3.
3. Mampu menMampu menghasilkan bghasilkan benda kerja enda kerja yang memilyang memiliki standar iki standar tertentu sesuaiitertentu sesuaii dengan lembar kerja yang ditentukan.
dengan lembar kerja yang ditentukan.
1.4.
1.4. Manfaat Manfaat PraktikumPraktikum
Manfaat dari praktikum kerja bangku ini adalah: Manfaat dari praktikum kerja bangku ini adalah: 1.
1. Mahasiswa dapat Mahasiswa dapat mengetahui peralatan mengetahui peralatan kerja kerja bangku bangku dan dan fungsnyafungsnya 2.
2. Mahasiswa mampu Mahasiswa mampu menggunakan alat menggunakan alat kerja dengan kerja dengan baik dan baik dan benarbenar 3.
3. Mahasiswa mampu menghasilkan benda kerja Mahasiswa mampu menghasilkan benda kerja yang memiliki standaryang memiliki standar tertentu sesuai dengan lembar kerja
BAB II
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
TINJAUAN PUSTAKA
2.1.
2.1. PERALATAN PERALATAN UTAMA UTAMA KERJA KERJA BANGKUBANGKU 2.1.1 RAGUM / VICE
2.1.1 RAGUM / VICE
Ragum adalah alat yang digunakan dalam kerja bangku yang Ragum adalah alat yang digunakan dalam kerja bangku yang berfungsi untuk menjepit benda kerja pada pekerjaan yang meliputi berfungsi untuk menjepit benda kerja pada pekerjaan yang meliputi mengikir, menggergaji memahat, dll.
mengikir, menggergaji memahat, dll.
Gambar 2.1. Ragum / Gambar 2.1. Ragum / ViceVice
Ragum biasanya terpasang pada meja kerja dan terbuat terbuat dari Ragum biasanya terpasang pada meja kerja dan terbuat terbuat dari besi tuang atau besi tempa. Ada beberapa jenis ragum yang digunakan besi tuang atau besi tempa. Ada beberapa jenis ragum yang digunakan dalam kerja bangku. Pada kali ini hanya memperkenalkan 2 jenis ragum: dalam kerja bangku. Pada kali ini hanya memperkenalkan 2 jenis ragum:
a.
a. Ragum Ragum Penjepit Penjepit BelakangBelakang
Jenis ragum ini digunakan pada pekerjaan permesinan dan Jenis ragum ini digunakan pada pekerjaan permesinan dan pertukangan kayu. Pergerakan penjepitnua dilakukan oleh poros berulir pertukangan kayu. Pergerakan penjepitnua dilakukan oleh poros berulir yang menggerakkan bagian belakang ragum. Perlapis rahang ragum yang menggerakkan bagian belakang ragum. Perlapis rahang ragum dapat diganti dan dikeraskan.
Gambar 2.2. Ragum penjepit belakang Gambar 2.2. Ragum penjepit belakang Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAMMesin UNLAM
b.
b. Ragum Ragum Penjepit Penjepit DepanDepan
Ragum ini banyak digunakan untuk menjepit benda kerja yang Ragum ini banyak digunakan untuk menjepit benda kerja yang panjang pada posisi tegak. Apabila rahang digerakkan kedepan, panjang pada posisi tegak. Apabila rahang digerakkan kedepan, permukaan bawah akan bebas didepan meja kerja sehingga dapat permukaan bawah akan bebas didepan meja kerja sehingga dapat menjepit benda kerja panjang pada posisi menghadap kebawah.
menjepit benda kerja panjang pada posisi menghadap kebawah.
Gambar 2.3. Ragum Penjepi Depan Gambar 2.3. Ragum Penjepi Depan
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAMUNLAM
Catatan :
Catatan : Dilarang memukul tungkai dengan palu atau memperpanjang Dilarang memukul tungkai dengan palu atau memperpanjang dengan pipa untuk menambah tegangan penjepit.
2.1.2 KIKIR / FILE 2.1.2 KIKIR / FILE
Kikir banyak digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan akhir seperti Kikir banyak digunakan untuk pekerjaan-pekerjaan akhir seperti menghilangkan bagian-bagian yang tajam dari sisa pengerjaan mesin menghilangkan bagian-bagian yang tajam dari sisa pengerjaan mesin atau pada proses perakitan.
atau pada proses perakitan.
Gambar 2.4. Kikir Gambar 2.4. Kikir a. Jenis Kikir
a. Jenis Kikir 1.
1. Berdasarkan Berdasarkan bentukbentuk
Gambar 2. 5. Bertuk Kikir Gambar 2. 5. Bertuk Kikir
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAMMesin UNLAM
a).
a). Kikir rata (Kikir rata (plat), tebaplat), tebal kikir selurl kikir seluruhnya sama, lebuhnya sama, lebar kikirar kikir keujungnya menirus kikir. Fungsinya untuk meratakan dan keujungnya menirus kikir. Fungsinya untuk meratakan dan membuat bidang sejajar dan tegak lurus.
membuat bidang sejajar dan tegak lurus.
b). Kikir blok lebar, kikir seluruhnya sama, lebar kikir bagian b). Kikir blok lebar, kikir seluruhnya sama, lebar kikir bagian ujungnya berkurang. Fungsinya untuk membuat rata, sejajar ujungnya berkurang. Fungsinya untuk membuat rata, sejajar dan meyiku antara bidang satu dengan bidang lainya,
dan meyiku antara bidang satu dengan bidang lainya, c).
c). Kikir segi empat Kikir segi empat (square), f(square), fungsinya membuat ungsinya membuat rata danrata dan menyiku antara bidang satu dengan bidang yang lainnya.
d). Kikir segitiga (triangle) bentuknya segitiga, segitiga kikir pada d). Kikir segitiga (triangle) bentuknya segitiga, segitiga kikir pada bagian ujungnya mengecil. Fungsinya untuk meratakan dan bagian ujungnya mengecil. Fungsinya untuk meratakan dan menghaluskan bidang berbentuk sudut 60 atau lebih besar. menghaluskan bidang berbentuk sudut 60 atau lebih besar. e). Kikir pisau (knife) bentuknya mirip pisau, fungsinya untuk e). Kikir pisau (knife) bentuknya mirip pisau, fungsinya untuk meratakan dan menghaluskan bidang berbentuk sudut 60 atau meratakan dan menghaluskan bidang berbentuk sudut 60 atau lebih kecil.
lebih kecil. f).
f). Kikir Kikir setengah setengah bulat bulat (half (half round), round), funsinya funsinya untukuntuk menghaluskan dan meratakan dan membuat bidang lengkung. menghaluskan dan meratakan dan membuat bidang lengkung. g). Kikir silang (crossing) fungsinya untuk menghaluskan bidang g). Kikir silang (crossing) fungsinya untuk menghaluskan bidang
cekung, dan membuat bidang cekung. cekung, dan membuat bidang cekung. h).
h). Kikir Kikir bulat (bulat (round) round) bentuk bentuk bulatnya pbulatnya pada ujada ujung makinung makin mengekecil. Fungsinya untuk menghaliskan dan menambah mengekecil. Fungsinya untuk menghaliskan dan menambah diameter bidang bulat.
diameter bidang bulat.
2.
2. Berdasarkan Proses Berdasarkan Proses PembuatanPembuatan a). Gigi Pahatan
a). Gigi Pahatan
Gigi kikir ini dibuat dengan cara dipahat sehingga Gigi kikir ini dibuat dengan cara dipahat sehingga menghasilkan sudut tatal negative dan sudut potong lebih besar menghasilkan sudut tatal negative dan sudut potong lebih besar dari 90. Kikir ini digunakan untuk mengerjakan benda byang dari 90. Kikir ini digunakan untuk mengerjakan benda byang bahan dasarnya keras.
bahan dasarnya keras. b).
b). Gigi Yang Gigi Yang dipraisdiprais
Gigi kikir yang diprais menghasilkan sudut tatal yang Gigi kikir yang diprais menghasilkan sudut tatal yang positif dengan sudut pemotongan lebih kecil dari 90. positif dengan sudut pemotongan lebih kecil dari 90. Disebabkan karena sudut tatal yang positif itu maka kikir ini Disebabkan karena sudut tatal yang positif itu maka kikir ini hanya digunakan untuk mengerjakan bahan yang lunak.
hanya digunakan untuk mengerjakan bahan yang lunak. Catatan
Catatan : Jangan lupa kikir itu rapuh dank arena rapuhnya itu : Jangan lupa kikir itu rapuh dank arena rapuhnya itu mengakibatkan gigi kikir cepat rusak bila sejumlah kikir mengakibatkan gigi kikir cepat rusak bila sejumlah kikir
disimpan bertumpuk-tumpuk. Kikir harus disimpan secara disimpan bertumpuk-tumpuk. Kikir harus disimpan secara terpisah.
terpisah.
3.
3. BerdasarkBerdasarkan an Jumlah Jumlah GigiGigi a).
a). Kikir Gigi Kikir Gigi TunggalTunggal
Gambar dibawah ini menunjukkan kedudukan gigi kikir Gambar dibawah ini menunjukkan kedudukan gigi kikir yang menyudut 54 terhadap garis sumbu. Bram-bram tidak yang menyudut 54 terhadap garis sumbu. Bram-bram tidak mudah dan gigi itu akan terhalang. Saat ini gigi tipe ini hamper mudah dan gigi itu akan terhalang. Saat ini gigi tipe ini hamper tidak digunakan lagi.
tidak digunakan lagi.
Gambar
Gambar 2.6. Kiki2.6. Kikir Gigi r Gigi TunggalTunggal
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM b).
b). Kikir GiKikir Gigi Gandgi Gandaa
Pada kikir gigi ganda, Pahatan bagian dalam dibuat lebih Pada kikir gigi ganda, Pahatan bagian dalam dibuat lebih dalam dibandingkan pahatan pada bagian yang membentuk sudut dalam dibandingkan pahatan pada bagian yang membentuk sudut 70 terhadap garis sumbu. Dengan demikian tidak akan terjadi 70 terhadap garis sumbu. Dengan demikian tidak akan terjadi alur-alur bekas pengikiran pada benda pekerjaan.
alur bekas pengikiran pada benda pekerjaan.
b. Dimensi Kikir b. Dimensi Kikir
Gambar 2.7. Dimensi Kikir Gambar 2.7. Dimensi Kikir
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM
Dimensi kikir ini terdiri dari panjang kikir dan jumlah gigi tiap cm atau tiam Dimensi kikir ini terdiri dari panjang kikir dan jumlah gigi tiap cm atau tiam inch. Tabel dibawah ini adalah cintoh ukuran kikir :
inch. Tabel dibawah ini adalah cintoh ukuran kikir : Tabel 2.1 Daftar ukuran kikir dan banyak gigi tiap cm. Tabel 2.1 Daftar ukuran kikir dan banyak gigi tiap cm.
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM Keterangan Mitu :
Keterangan Mitu : 00
00 : : Kasar Kasar 2 2 : : sedang sedang 5 5 :Setengah :Setengah LembutLembut 0
0 : : setengah setengah Kasar Kasar 3 3 : : Setengah Setengah Halus Halus 6 6 : : LembutLembut 1
1 : : Agak Agak Kasar Kasar 4 4 : : Halus Halus 8 8 : : Lembut Lembut SekaliSekali
c. Pekerjaan Mengikir c. Pekerjaan Mengikir
Sebelum melakukan pekerjaan mengikir ada beberapa hal yang Sebelum melakukan pekerjaan mengikir ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar mendapatkan hasil yang maksimal. Hal yang harus diperhatikan agar mendapatkan hasil yang maksimal. Hal yang harus perlu di perhatikan adalah :
harus perlu di perhatikan adalah : 1.
1. Posisi Posisi RagumRagum
Tinggi ragum akan disesuaikan dengan bentuk benda kerja yang Tinggi ragum akan disesuaikan dengan bentuk benda kerja yang akan dikerjakan dengan orang yang menggunakan. Untuk pengikiran akan dikerjakan dengan orang yang menggunakan. Untuk pengikiran dengan tenaga yang besar, ragum akan dipasang dengan lebih rendah. dengan tenaga yang besar, ragum akan dipasang dengan lebih rendah.
a. Untuk Pengerjaan yang Teliti a. Untuk Pengerjaan yang Teliti
Gambar 2.8. Posisi Ragum untuk Pekerjaan yang Teliti Gambar 2.8. Posisi Ragum untuk Pekerjaan yang Teliti
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM
b. Untuk pembuatan pekakas b. Untuk pembuatan pekakas
Gambar 2.9. Posisi Ragum Untuk Pembuatan Mesin Pekakas Gambar 2.9. Posisi Ragum Untuk Pembuatan Mesin Pekakas Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM
c. Untuk Pekerjaan mesin c. Untuk Pekerjaan mesin
Gambar 2.10. Posisi Ragum untuk Pekerjaan Mesin Gambar 2.10. Posisi Ragum untuk Pekerjaan Mesin
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM
2.
2. Posisi Posisi Kaki Kaki dan dan Gerakan Gerakan BadanBadan a. Posisi Kaki
a. Posisi Kaki
Selama mengikir, berdiri disebelah kiri ragum dengan kaki tetap Selama mengikir, berdiri disebelah kiri ragum dengan kaki tetap pada tempatnya. Lutut harus dibentangkan. Jarak antara kaki harus pada tempatnya. Lutut harus dibentangkan. Jarak antara kaki harus dissuaikan dengan panjang kikir. Sudut antara poros ragum dan kaki dissuaikan dengan panjang kikir. Sudut antara poros ragum dan kaki kira-kira 30o untuk kaki kiri dan k
Gambar 2.11. Posisi Kaki Gambar 2.11. Posisi Kaki
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM
b. Gerakan Badan b. Gerakan Badan
Bada berdiri tegak pada posisi permulaan dan selanjutnya Bada berdiri tegak pada posisi permulaan dan selanjutnya dicondongkan kedepan selama gerakan pemotongan. Kaki kanan dicondongkan kedepan selama gerakan pemotongan. Kaki kanan harus tetap lurus selama pengikiran berlangsung dan lutut kiri harus tetap lurus selama pengikiran berlangsung dan lutut kiri dibengkokkan ke dalam. Pandangan mata selalu ditunjukkan kepada dibengkokkan ke dalam. Pandangan mata selalu ditunjukkan kepada benda kerja.
benda kerja.
Gambar 2.12. Gerakan Badan Saat Mengikir Gambar 2.12. Gerakan Badan Saat Mengikir
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM
3.
3. Cara Cara Memegang Memegang KikirKikir a. Kikir Besar
Tangan kanan: Peganglah gagang kikit dengan kuat dan Tangan kanan: Peganglah gagang kikit dengan kuat dan tekanlah ujung
tekanlah ujung gagang kikir gagang kikir tersebut dengan tersebut dengan telapak telapak tangan bagiantangan bagian tengah. Ibu jari terletak diatas dan jari-jari lainnya dibawah gagang. tengah. Ibu jari terletak diatas dan jari-jari lainnya dibawah gagang.
Gambar 2.13. Posisi Tangan Kanan Gambar 2.13. Posisi Tangan Kanan
Sumber:
Sumber: www.4shared.comwww.4shared.com
Tangan kiri : Tempatkan telapak tangan dan ibu jari pada ujung kikir. Tangan kiri : Tempatkan telapak tangan dan ibu jari pada ujung kikir. Jari-jari yang lain terletak diluar ujung kikir tersebut dengan keadaan Jari-jari yang lain terletak diluar ujung kikir tersebut dengan keadaan rapat satu sama lainnya dan melipat kebawah, tetapi tidak rapat satu sama lainnya dan melipat kebawah, tetapi tidak menggengga
menggenggam ujung m ujung kikir tersebut.kikir tersebut.
Gambar 2.14. Posisi Tangan Kiri Gambar 2.14. Posisi Tangan Kiri Sumber:
Sumber: www.aldongutra.blogspot.comwww.aldongutra.blogspot.com
b. Kikir Kecil b. Kikir Kecil
Bekerja dengan kkikir kecil, maka
Bekerja dengan kkikir kecil, maka gagang tersebut harus dipeganggagang tersebut harus dipegang dengan genggaman yang ringan dan tekanannya cukup oleh jari-jari dengan genggaman yang ringan dan tekanannya cukup oleh jari-jari dan ibu jari.
4.
4. Tekanan Tekanan Pada Pada KikirKikir
Tekanan pada kikir tergantung pada ukuran kikir dan ukuran benda Tekanan pada kikir tergantung pada ukuran kikir dan ukuran benda kerja.
kerja.
Jika memulai Jika memulai mengikir, tekanan mengikir, tekanan yang yang besar besar harus harus terdapat padaterdapat pada
tangan kiri dan tekanan yang ringan pada tangan kanan. tangan kiri dan tekanan yang ringan pada tangan kanan.
Tekanan kedua Tekanan kedua tangan itu tangan itu harus sama, harus sama, manakala kikir manakala kikir beradaberada
ditengah-tengah benda kerja yang dikikir. ditengah-tengah benda kerja yang dikikir.
Jika kedudukan Jika kedudukan kikir sudah kikir sudah diujung langkah, diujung langkah, tekanan tangan tekanan tangan kirikiri
harus ringan dan tekanan tangan kanan dalam keadaan maksimal. harus ringan dan tekanan tangan kanan dalam keadaan maksimal.
Pada Pada langkah langkah belakang belakang tidak tidak ada ada penekanan.penekanan.
Gambar 2.15. Tekanan Pada Kikir Gambar 2.15. Tekanan Pada Kikir
Sumber:
Sumber: www.4shared.comwww.4shared.com
5.
5. Mengikir Mengikir ChamperChamper
Gerakan mengikir champer sama dengan gerakan pada saat mengikir Gerakan mengikir champer sama dengan gerakan pada saat mengikir datar.
a.
a. Letakan benda kerLetakan benda kerja tegak pada pelat sudut dan goreslja tegak pada pelat sudut dan goreslah garisah garis dasar dengan penggores dengan jarak 4 mm dari permukaan dasar dengan penggores dengan jarak 4 mm dari permukaan patokan. Letakan benda kerja dengan permukaan yang telah patokan. Letakan benda kerja dengan permukaan yang telah digores pada meja pengukur kerataan (meja penandaan) dan digores pada meja pengukur kerataan (meja penandaan) dan goreslah pada permukaan yang berdekatan pada jarak 4 mm dari goreslah pada permukaan yang berdekatan pada jarak 4 mm dari permukaan patokan. Cekam benda kerja di ragum atau di klem permukaan patokan. Cekam benda kerja di ragum atau di klem sidut. Kikirlah sisi yang akan dichamper dengan pengikiran silang sidut. Kikirlah sisi yang akan dichamper dengan pengikiran silang dan gerakan yang
dan gerakan yang berganti-ganberganti-ganti miringnya.ti miringnya. b.
b. Selesaikan permukaan Selesaikan permukaan tersebut dengan tersebut dengan mengikir memanjang mengikir memanjang untukuntuk langkah finishing.
langkah finishing.
Gambar
Gambar 2.16. M2.16. Mengikir Cengikir Champerhamper
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM
6.
6. Mengikir Mengikir Permulaan Permulaan Bertingkat.Bertingkat. a.
b.
b. Kikirlah berbentuk champer sampai 1 Kikirlah berbentuk champer sampai 1 mm dari mm dari batas garis yangbatas garis yang akan dibuat bertingkat.
akan dibuat bertingkat.
c. Kikirlah bagian-bagian champer tadi makin kearah dalam c. Kikirlah bagian-bagian champer tadi makin kearah dalam
mendekati horizontal. mendekati horizontal. d.
d. Kikirlah kedua permuKikirlah kedua permukaan bergantiankaan bergantian, hati-hati permukaan kikir, hati-hati permukaan kikir yang tidak bergigi harus berada disebelah permukaan.
yang tidak bergigi harus berada disebelah permukaan. e.
e. Semua Semua pengikiran pengikiran harus harus dilakukan dilakukan secara secara memanjangmemanjang ..
7.
7. Mengikir Mengikir RadiusRadius
Langkah-Langkah Mengikir Radius Langkah-Langkah Mengikir Radius
Tandai Tandai batas batas radius.radius.
Pengikiran Pengikiran kasar kasar menyudut menyudut (kearah (kearah memanjang).memanjang).
Pengikiran Pengikiran kasar kasar radius.radius.
Penyelesaian Penyelesaian radius radius dengan dengan gerakan gerakan berayun berayun (arah (arah memanjang).memanjang).
a.
a. Tandai pusat Tandai pusat radius yang radius yang jaraknya R jaraknya R dari dari permukaan patokan.permukaan patokan. Pusat tersebut dititik dengan penitik dan buat radius dengan Pusat tersebut dititik dengan penitik dan buat radius dengan jangka dari pi
jangka dari pisat tersebut sepansat tersebut sepanjang R.jang R. b.
b. Kikirlah Kikirlah dengan dengan arah arah memanjang.memanjang.
Beberapa permukaan menyudut sampai 0.5 mm dari batas radius Beberapa permukaan menyudut sampai 0.5 mm dari batas radius dan sampai mendekati bentuk radius.
dan sampai mendekati bentuk radius. c.
c. Pengikiran Pengikiran kasar kasar radius, radius, kikir kikir dipegang dipegang 90o 90o dari dari permukaan permukaan yangyang lebar (arah lurus). Bersama sama dengan gerakan memanjang, lebar (arah lurus). Bersama sama dengan gerakan memanjang, kikir bergerak melingkar.
kikir bergerak melingkar.
d. Untuk penyelesaian, radius dikikir arah memanjang dengan d. Untuk penyelesaian, radius dikikir arah memanjang dengan
gerakan berayun. Mengikir mulai dari arah muka ke belakang. gerakan berayun. Mengikir mulai dari arah muka ke belakang.
e. Untuk pengikiran radius yang kecil hanya langkah ini yang e. Untuk pengikiran radius yang kecil hanya langkah ini yang
dipakai. Periksa radius dengan pengukuran radius. dipakai. Periksa radius dengan pengukuran radius.
Gambar 2.17. Mengikir Permukaan Bertingkat dan Radius Gambar 2.17. Mengikir Permukaan Bertingkat dan Radius Sumber:
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Bangku Teknik Mesin Mesin UNLAMUNLAM
2.1.3 GERGAJI 2.1.3 GERGAJI
Gergaji di pergunakan untuk emoting dan mengurangi ketebalan Gergaji di pergunakan untuk emoting dan mengurangi ketebalan benda kerja sebelum
benda kerja sebelum dilakukan pengikirandilakukan pengikiran.. a.
a. Bagian Bagian Bagian Bagian dari dari GergajiGergaji
1. Bingkai: Terbuat dari pipa baja kuat dan kaku agar mudah 1. Bingkai: Terbuat dari pipa baja kuat dan kaku agar mudah
mengarahkan daun gergaji. mengarahkan daun gergaji. 2.
2. Tangkai: Terbuat Tangkai: Terbuat dari dari logam logam lunak lunak dan dan harus nyaman harus nyaman dipegang.dipegang. 3.
3. Pasak: Bagian Pasak: Bagian untuk untuk memegang memegang daun daun gergaji.gergaji. 4.
Gambar 2.18. Bagian-bagian Gergaji Gambar 2.18. Bagian-bagian Gergaji
b.
b. Daun Daun GergajiGergaji
Daun gergaji adalah sebagai alat potong. Daun gergaji adalah sebagai alat potong.
Beberapa factor yang harus diketahui untuk memilih daun gergaji : Beberapa factor yang harus diketahui untuk memilih daun gergaji :
1.
1. Material dain gergaji Material dain gergaji terbuat dari baja terbuat dari baja karbon atau karbon atau dari HSS dari HSS (High(High Speed Steel).
Speed Steel). 2.
2. Daun gergaji Daun gergaji iini dikeraskan ada iini dikeraskan ada bagian mata bagian mata potongnya saja ataupotongnya saja atau secara keseluruhan tergantung dari k
secara keseluruhan tergantung dari kebutuhan.ebutuhan. 3.
3. Daun gergaji Daun gergaji untuk memotong untuk memotong material yang material yang keras mempunyaikeras mempunyai sudut nuang 0o, sedangkan untuk memotong material yang lunak sudut nuang 0o, sedangkan untuk memotong material yang lunak sudut buangnya 5o-20o. Bagian dalam daun gergaji dilengkapi sudut buangnya 5o-20o. Bagian dalam daun gergaji dilengkapi dengan radius untuk melingkarnya chips (sisa potongan).
dengan radius untuk melingkarnya chips (sisa potongan).
Gambar 2.19. Daun G
Gambar 2.19. Daun Gergajiergaji
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM
c.
c. Ukuran Ukuran Daun Daun GergajiGergaji
Tabel 2.2 Ukuran daun gergaji yang biasanya dipakai untuk Tabel 2.2 Ukuran daun gergaji yang biasanya dipakai untuk gergaji tangan
gergaji tangan
Tabel 2.2: Ukuran Daun Gergaji Tabel 2.2: Ukuran Daun Gergaji A = 300 mm
A = 300 mm B = 13 mm B = 13 mm C = 0.65 mmC = 0.65 mm A = 12”
A = 12” B = ½”B = ½” C = 0,025”C = 0,025”
Ket: A
Ket: A = jarak = jarak antara lantara lubang, ubang, B = LebB = Lebar daun ar daun gergaji,gergaji, C = Tebal daun gergaji
C = Tebal daun gergaji
Gambar 2. 20. Ukuran Daun Gergaji Gambar 2. 20. Ukuran Daun Gergaji
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM d.
d. Teknik Teknik MenggergajiMenggergaji 1.
1. Persiapan Persiapan gergajigergaji
Daun gergaji harus ditegangkan dibingkainya dengan gigi-gigi Daun gergaji harus ditegangkan dibingkainya dengan gigi-gigi gergaji mengarah kepada arah pemotongan. Gergaji harus kuat gergaji mengarah kepada arah pemotongan. Gergaji harus kuat menahan tekanan akibat penggergajian, jika tidak kuat akan menahan tekanan akibat penggergajian, jika tidak kuat akan mengakibatkan pemotongan tidak akurat.
mengakibatkan pemotongan tidak akurat. 2.
2. Posisi Posisi tubuh tubuh dan dan gerakan gerakan menggergajimenggergaji
Pegang bingkai gergaji dan dipegang dengan kuat dan mantap. Pegang bingkai gergaji dan dipegang dengan kuat dan mantap. Dalam menggergaji posisi tubuh sama dengan posisi tubuh saat
mengikir. Gerakan gergaji harus mantap dan kuat,
mengikir. Gerakan gergaji harus mantap dan kuat, naikkan sedikitnaikkan sedikit waktu gergaji bergerak kebelakang.
waktu gergaji bergerak kebelakang. Kecepatan gerak :
Kecepatan gerak :
5050 – – 60 : 60 : strok tiap menit digunakan untuk memotong bajastrok tiap menit digunakan untuk memotong baja
7070 – – 90 : strok tiap menit digunakan untuk bahan yang lunak 90 : strok tiap menit digunakan untuk bahan yang lunak
Gambar 2. 21. Posisi Tubuh dan Gerakan Menggergaji Gambar 2. 21. Posisi Tubuh dan Gerakan Menggergaji Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM
Catatan:
Catatan: Dilarang menggunakan oli pemotongan aau pendingin Dilarang menggunakan oli pemotongan aau pendingin selama proses pemotongan.
selama proses pemotongan.
3.
3. Permulaan Permulaan PemotonganPemotongan
Sebelum memulai pemotongan, buat alur dengan kikir segitiga Sebelum memulai pemotongan, buat alur dengan kikir segitiga pada garis yang akan digergaji. Letekan gergaji pada alur tersebut pada garis yang akan digergaji. Letekan gergaji pada alur tersebut dan dimiringkan kearah depan dengan sudut kira-kira
dan dimiringkan kearah depan dengan sudut kira-kira 1010° ° . Tekanan . Tekanan
yang tidak cukup pada permulaan pemotongan akan menyebabkan yang tidak cukup pada permulaan pemotongan akan menyebabkan gigi-gigi gergaji menggosok benda kerja yang mengakibatkan gergaji gigi-gigi gergaji menggosok benda kerja yang mengakibatkan gergaji tumpul.
Gambar 2.22. Alur pemotongan Gambar 2.22. Alur pemotongan
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM
4.
4. Cara Cara MenggergaMenggergajiji
Paling sedikit 2 Paling sedikit 2 atau 3 atau 3 gigi gergaji gigi gergaji yang mengenai yang mengenai / / menempelmenempel
pada permukaan yang digergaji. pada permukaan yang digergaji.
Menggergaji sisi Menggergaji sisi yang yang tajam tajam akan akan menyebabkan patahnya menyebabkan patahnya gigigigi
gergaji. gergaji.
benda benda kerja kerja yang yang tipis tipis harus harus dipotong dipotong dengan dengan posisi posisi mendatarmendatar..
Gambar 2.22. Cara Menggergaji Gambar 2.22. Cara Menggergaji
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM
2.1.4 PALU 2.1.4 PALU
Palu dipergunakan untuk memukul benda kerja pada pekerjaan Palu dipergunakan untuk memukul benda kerja pada pekerjaan memahat, mengeling, membengkok dan sebagainya.
memahat, mengeling, membengkok dan sebagainya.
Gambar 2.23. Palu Gambar 2.23. Palu Sember:
Sember: www.ideaonline.co.idwww.ideaonline.co.id
Menurut macam jenis palu, umumnya digunakan sebagai berikut: Menurut macam jenis palu, umumnya digunakan sebagai berikut: a.
a. Palu Palu keraskeras
Palu keras dibuat dari bahan baja yang kedua ujungnya Palu keras dibuat dari bahan baja yang kedua ujungnya dikeraskan seperti:
dikeraskan seperti: 1.
1. Palu Palu konde konde digunakan udigunakan untuk ntuk memcekungkamemcekungkan n atau atau mengelingkanmengelingkan benda kerja.
benda kerja. 2.
2. Palu Palu pen pen searah digunakan searah digunakan untuk meratakan untuk meratakan dan dan merapikanmerapikan bagiaan sisi sudut yang
bagiaan sisi sudut yang letaknya searah.letaknya searah. 3.
3. Palu Palu pen pen melintang digunakan melintang digunakan untuk meratakan untuk meratakan dan dan merapatkmerapatkanan bagian sisi/sudut yang letaknya melintang.
bagian sisi/sudut yang letaknya melintang. b.
b. Palu Palu LunakLunak
Palu lunak dibuat dari bahan kayu, plastic, karet, tembaga, dan Palu lunak dibuat dari bahan kayu, plastic, karet, tembaga, dan kuningan. Bahan tersebut hanya dipasang pada ujung pangkalnya kuningan. Bahan tersebut hanya dipasang pada ujung pangkalnya
saja. Alat ini digunakan untuk mengetok/memukul benda kerja yang saja. Alat ini digunakan untuk mengetok/memukul benda kerja yang kedudukanya kurang tepat.
kedudukanya kurang tepat.
2.1.5 GERINDA 2.1.5 GERINDA
Mesin gerinda adalah salah satu mesin perkakas yang digunakan Mesin gerinda adalah salah satu mesin perkakas yang digunakan untuk memotong / mengasah benda kerja dengan tujuan tertentu. Prinsip untuk memotong / mengasah benda kerja dengan tujuan tertentu. Prinsip kerja mesin gerinda adalah roda gerinda berputar bersentuhan dengan kerja mesin gerinda adalah roda gerinda berputar bersentuhan dengan benda kerja dan terjadi pemotongan / pengasahan.
benda kerja dan terjadi pemotongan / pengasahan. Cara menggunakan mesin gerinda:
Cara menggunakan mesin gerinda: 1.
1. Langkah Langkah persiapan persiapan :: a.
a. Pasang Pasang kaca kaca mata mata pengaman pengaman pada pada gerindagerinda b.
b. Perhatikan jarak Perhatikan jarak balok balok bantalan tehadap bantalan tehadap batu batu gerindagerinda
c. Usakan jarak balok bantalan terhadap batu gerinda sedekat c. Usakan jarak balok bantalan terhadap batu gerinda sedekat
mungkin mungkin d.
d. Periksa Periksa kondisi batu kondisi batu gerinda, apakah gerinda, apakah masih masih dapat dapat dipergunakandipergunakan e. Gunakan kaca mata pengaman dan pakaian kerja selama e. Gunakan kaca mata pengaman dan pakaian kerja selama
mengoprasikan mesin gerinda. mengoprasikan mesin gerinda. 2.
2. Langkah Langkah mengoprasikamengoprasikan n mesin mesin gerindagerinda a.
a. Tekan Tekan tombol tombol sakelar sakelar untuk untuk menyalakan menyalakan mesinmesin b.
b. Perhatikan Perhatikan posisi posisi benda benda pada saapada saat mesit mesin beken bekerja.rja. c.
c. Kedudukan posisi Kedudukan posisi antara antara pahat pahat dan dan gerinda gerinda pada pada waktu waktu diasah diasah // digerinda.
digerinda.
d. Pegang jari-jari dan ibu jari tanngan kiri sangat penting d. Pegang jari-jari dan ibu jari tanngan kiri sangat penting
pengaruhnya pada pekerjaan mengasah pahat. pengaruhnya pada pekerjaan mengasah pahat.
Gambar 2.24 mesin gerinda potong Gambar 2.24 mesin gerinda potong
2.1.6 MESIN BOR 2.1.6 MESIN BOR
Mesin bor adalah suatu jenis mesin yang gerakannya memutarkan Mesin bor adalah suatu jenis mesin yang gerakannya memutarkan alat pemotong yang arah pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin alat pemotong yang arah pemakanan mata bor hanya pada sumbu mesin tersebut (pengerjaan perlubangan). Sedangkan pengobaran adalah oprasi tersebut (pengerjaan perlubangan). Sedangkan pengobaran adalah oprasi menghasilkan lubang berbentuk bulat dalam lembaran kerja dengan menghasilkan lubang berbentuk bulat dalam lembaran kerja dengan menggunakan pemotong berputar yang disebut bor dan memiliki fungsii menggunakan pemotong berputar yang disebut bor dan memiliki fungsii untuk membuat lubang, membuat lubang ebrtingkat, membesarkan lubang untuk membuat lubang, membuat lubang ebrtingkat, membesarkan lubang chamfer.
chamfer.
Gambar 2.25. Mesin Bor Gambar 2.25. Mesin Bor
a.
a. Jenis-Jenis Jenis-Jenis Mesin Mesin BorBor 1.
1. Mesin Mesin Bor Bor mejameja
Mesin Bor meja adalah mesin bor yang diletakan diatas meja, Mesin Bor meja adalah mesin bor yang diletakan diatas meja, mesin ini digunakan untuk membuat lubang benda kerja dengan mesin ini digunakan untuk membuat lubang benda kerja dengan diameter kecil (terbatas sampai dengan diameter 16mm). Prinsip kerja diameter kecil (terbatas sampai dengan diameter 16mm). Prinsip kerja mesin bor meja adalah putaran motor listrik diteruskan ke poros mesin mesin bor meja adalah putaran motor listrik diteruskan ke poros mesin sehingga poros berputar. Selanjutnya poros berputar yang sekaligus sehingga poros berputar. Selanjutnya poros berputar yang sekaligus sebagai pemegang
sebagai pemegang mata mata bor bor dapat dapat digerakan naik digerakan naik turun turun dengandengan bantuan roda gigi lurus dan gigi rack yang dapat mengatur tekanan bantuan roda gigi lurus dan gigi rack yang dapat mengatur tekanan pemakanan saat
pemakanan saat pengeborapengeboran.n. 2.
2. Mesin Mesin Bor Bor LantaiLantai
Mesin bor lantai adalah mesin bor yang dipasang pada lantai. Mesin bor lantai adalah mesin bor yang dipasang pada lantai. Mesin bor lantai disebut juga mesin bor kolom. Jenis lain mesin bor Mesin bor lantai disebut juga mesin bor kolom. Jenis lain mesin bor lantai ini adalah mesin bor yang mejanya disangga dengan batang lantai ini adalah mesin bor yang mejanya disangga dengan batang pendukung. Mesin bor jenis ini biasanya dirancang untuk pengeboran pendukung. Mesin bor jenis ini biasanya dirancang untuk pengeboran benda-bend
benda-benda kerja yang a kerja yang besar dan berat.besar dan berat. 3.
3. Mesin Mesin Bor Bor RadialRadial
Mesin bor radial khusus dirancang untuk pengeboran Mesin bor radial khusus dirancang untuk pengeboran benda-benda kerja yang besar dan berat. Mesin ini dipasang langsung pada benda kerja yang besar dan berat. Mesin ini dipasang langsung pada lantai, sedangkan meja mesin telah terpasang secara permanen pada lantai, sedangkan meja mesin telah terpasang secara permanen pada landasan atau alas mesin.
landasan atau alas mesin. 4.
4. Mesin Mesin Bor Bor KoordinatKoordinat
Mesin bor koordinat pada dasrnya sama prinsipnya dengan mesin Mesin bor koordinat pada dasrnya sama prinsipnya dengan mesin bor sebelumnya. Perbedaannya terdapat pada sistem pengaturan posisi bor sebelumnya. Perbedaannya terdapat pada sistem pengaturan posisi pengeboran. Mesin bor koordinat digunakan untuk membuat / pengeboran. Mesin bor koordinat digunakan untuk membuat / membesarkan lubang dengan jarak titk pusat dan diameter lubang membesarkan lubang dengan jarak titk pusat dan diameter lubang antara masing-masingnya memiliki ukuran dan ketelitian yang tinggi. antara masing-masingnya memiliki ukuran dan ketelitian yang tinggi.
Untuk mendapatkan ukuran ketelitan yang tinggi tersebut digunakan Untuk mendapatkan ukuran ketelitan yang tinggi tersebut digunakan meja kombinasi yang dapat diatur dalam arah memanjang dan arah meja kombinasi yang dapat diatur dalam arah memanjang dan arah melintang dengan bantuan sistem optik. Ketelitian dan ketepatan melintang dengan bantuan sistem optik. Ketelitian dan ketepatan ukaran dengan sistem optik dapat diatur sampai mencapai toleransi ukaran dengan sistem optik dapat diatur sampai mencapai toleransi 0,001 mm.
0,001 mm.
b.
b. Bagian-Bagian Bagian-Bagian Mesin Mesin BorBor 1.
1. Cekam Cekam BorBor
Cekam bor digunakan untuk memegang mata bor bertangkai Cekam bor digunakan untuk memegang mata bor bertangkai silindris. Biasanya cekam ini memiliki 2 atau 3 rahang penjepit. Ukuran silindris. Biasanya cekam ini memiliki 2 atau 3 rahang penjepit. Ukuran cekam bor ditunjukan oleh diameter terbesar dari mata bor yang dapat cekam bor ditunjukan oleh diameter terbesar dari mata bor yang dapat dijepit.
dijepit. 2.
2. Sarung Sarung Pengurung Pengurung / / Sarung Sarung TirusTirus
Mata bor yang bertangkai tirus dapat dipegang oleh sarung Mata bor yang bertangkai tirus dapat dipegang oleh sarung pengurung yang berlobang tirus. Oleh karena tangkai dan sarung pengurung yang berlobang tirus. Oleh karena tangkai dan sarung berbentuk tirus, maka pada saat mata bor ditekan, ia akan saling berbentuk tirus, maka pada saat mata bor ditekan, ia akan saling mengunci. Lubang dan tangkai tirus dibuat menurut tirus morse, yaitu mengunci. Lubang dan tangkai tirus dibuat menurut tirus morse, yaitu ketirusan menurut standar internasional.
ketirusan menurut standar internasional.
c.
c. Pemegang Pemegang dan dan Penjepit Penjepit Benda Benda KerjaKerja 1.
1. Ragum Ragum TanganTangan
Ragum tangan dapat dibuka dan dikunci dengan kekuatan tangan. Ragum tangan dapat dibuka dan dikunci dengan kekuatan tangan. Benda kerja yang dapat dijepit oleh ragum tangan berukuran kecil dan Benda kerja yang dapat dijepit oleh ragum tangan berukuran kecil dan terbatas sampai pada diameter kurang lebih 6 mm.
terbatas sampai pada diameter kurang lebih 6 mm. 2.
2. Ragum Ragum MesinMesin
Benda kerja yang besar tidak dapat dipegang oleh tangan karena Benda kerja yang besar tidak dapat dipegang oleh tangan karena gaya pemotongannya semakin besar, maka digunakan ragum mesin. gaya pemotongannya semakin besar, maka digunakan ragum mesin.
3.
3. Meja Meja MesinMesin
Penjepitan benda kerja pada meja mesin umumnya dilakukan apabila Penjepitan benda kerja pada meja mesin umumnya dilakukan apabila benda kerja tidak mungkin dijepit oleh ragum . teknik penjepitan benda benda kerja tidak mungkin dijepit oleh ragum . teknik penjepitan benda kerja menggunakan baut penggunci T yang mana baut ini dimasukan kerja menggunakan baut penggunci T yang mana baut ini dimasukan kedalam alu meja mesin bor.
kedalam alu meja mesin bor. 4. Tangan
4. Tangan
Pemegangan benda kerja dengan tangan dapat dilakukan untuk Pemegangan benda kerja dengan tangan dapat dilakukan untuk benda kerja yang kecil dan panjang serta lubang yang dibuat tidak dalam benda kerja yang kecil dan panjang serta lubang yang dibuat tidak dalam dan berdiameter kecil.
dan berdiameter kecil.
2.2.
2.2. PERALATAN PENDUKUNG PERALATAN PENDUKUNG DAN DAN ALAT ALAT UKUR UKUR PADA PADA KERJA BANGKUKERJA BANGKU Berikut ini beberapa macam alat pendukung benda kerja umum Berikut ini beberapa macam alat pendukung benda kerja umum digunakan dalam kerja bangku :
digunakan dalam kerja bangku : 2.2.1 Mistar Baja
2.2.1 Mistar Baja
Mistar baja (gambar 2. 29) mepunyai panjang 30 cm sampai dengan Mistar baja (gambar 2. 29) mepunyai panjang 30 cm sampai dengan 100 cm dalam skala satuan mm dan inchi, digunakan untuk mengukur 100 cm dalam skala satuan mm dan inchi, digunakan untuk mengukur
panjang dan alat bantu menggores serta sebagai acuan ukuran. panjang dan alat bantu menggores serta sebagai acuan ukuran.
Gambar 2.26. Mistar Baja Gambar 2.26. Mistar Baja Sumber:
Gambar 2.27. Penggunaan mistar baja Gambar 2.27. Penggunaan mistar baja
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM
2.2.2 Siku-Siku 2.2.2 Siku-Siku
Siku-siku adalah siku-siku yang digunakan untuk menyiku benda Siku-siku adalah siku-siku yang digunakan untuk menyiku benda kerja. Siku-siku geser digunakan untuk mengetahui kesikuan atau kerja. Siku-siku geser digunakan untuk mengetahui kesikuan atau pembanding kesikuan sudut yang tidak membentuk 90, sedangkan pembanding kesikuan sudut yang tidak membentuk 90, sedangkan siku-siku standar dipergunakan untuk mengetahui sudut yang dibentuk adalah siku standar dipergunakan untuk mengetahui sudut yang dibentuk adalah tepat 90.
tepat 90.
Gambar 2. 34. Siku-siku standar Gambar 2. 34. Siku-siku standar
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM
Gambar 2.29. Cara Penggunanan Siku-siku Gambar 2.29. Cara Penggunanan Siku-siku
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM
2.2.3
2.2.3 Penitik Penitik PusatPusat
Penitik pusat (Center-punch) terbuat dari baja perkakas yang bagian Penitik pusat (Center-punch) terbuat dari baja perkakas yang bagian badannya dikartel agar tidak licin sewaktu dipegang, ujungnya lancip badannya dikartel agar tidak licin sewaktu dipegang, ujungnya lancip dengan sudut 90. Penitik digunakan untuk menandai titik pusat lubang yang dengan sudut 90. Penitik digunakan untuk menandai titik pusat lubang yang akan dibor. Untuk menandai garis yang dipotong dapat digunakan penitik akan dibor. Untuk menandai garis yang dipotong dapat digunakan penitik garis (prick-punch), penitik ini mempunyai sudut
garis (prick-punch), penitik ini mempunyai sudut lancipnylancipnya 60.a 60.
Gambar 2.30. Penitik Gambar 2.30. Penitik
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM
Gambar 2.37. Penggunaan Penitik Gambar 2.37. Penggunaan Penitik
Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM Sumber: Panduan Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UNLAM
BAB III BAB III
METODE PELAKSANAAN METODE PELAKSANAAN
3.1 Waktu dan Tempat 3.1 Waktu dan Tempat
Praktikum kerja bangku ini dilaksanakan pada setiap hari senin pukul Praktikum kerja bangku ini dilaksanakan pada setiap hari senin pukul 09.00
09.00 – – 12.00 12.00 WITA mulai WITA mulai tanggal 21 tanggal 21 Oktober 2013 Oktober 2013 sampai sampai dengan dengan tanggal tanggal 1111 November 2013 yang bertempat di laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik November 2013 yang bertempat di laboratorium Teknik Mesin Fakultas Teknik Universitas Lambung Mangkurat.
Universitas Lambung Mangkurat.
3.2 Alat dan Bahan 3.2 Alat dan Bahan
Adapun
Adapun alat alat dan dan bahan bahan yang yang dipergundipergunakan akan dalam dalam praktikum praktikum kerjakerja bangku ini:
bangku ini: a.
a. Alat Alat UtamaUtama 1. Kikir 1. Kikir 2. Gergaji 2. Gergaji 3. Ragum 3. Ragum 4.
4. Bor Bor dudukduduk
b.
b. Alat Alat TambahanTambahan 1.
1. Jangka Jangka sorongsorong 2.
2. Palu Palu besibesi 3.
3. Mata Mata borbor 4.
4. Siku Siku sikusiku 5.
5. Vernier Vernier calipercaliper
6. Penggores 6. Penggores 7. Penitik 7. Penitik 8.
8. Palu Palu BesiBesi 9. Penggaris 9. Penggaris
c. Bahan c. Bahan
Dalam kerja bangku ini jenis bahan yang digunakan adalah besi virkan Dalam kerja bangku ini jenis bahan yang digunakan adalah besi virkan (Kotak Pejal) dengan 22
29 29 3.3 Prosedur Kerja
3.3 Prosedur Kerja 1.
1. Siapkan Gerinda potong Siapkan Gerinda potong dan potong dan potong besi virkan besi virkan ukuran 22mmukuran 22mm 22mm 22mm
sepanjang 72-74 mm sepanjang 72-74 mm 2.
2. Siapkan peralatan Siapkan peralatan utama utama dan dan peralatan tambahan peralatan tambahan yang yang dibutuhkandibutuhkan 3.
3. Benda kerja Benda kerja yang sudah yang sudah dipotong dijepit pada dipotong dijepit pada ragum dan ragum dan posisikan tegakposisikan tegak lurus dengan bantuan siku-siku agar tidak terjadi kemiringan saat lurus dengan bantuan siku-siku agar tidak terjadi kemiringan saat dilakukan pengikiran
dilakukan pengikiran 4.
4. Kikir dengan rata Kikir dengan rata dan siku dan siku seluruh sisi benda seluruh sisi benda kerja hingga berukurankerja hingga berukuran panjang 70 mm dan sisi 20 mm seperti pada lembar kerja
panjang 70 mm dan sisi 20 mm seperti pada lembar kerja 5.
5. Kemudian Kemudian mengikir mengikir radius radius pada pada bidang bidang panjangnya.panjangnya.
Setelah selesai mengikir keenam bidang dan mencapai ukuran yang telah Setelah selesai mengikir keenam bidang dan mencapai ukuran yang telah di tentukan, mulailah untuk
di tentukan, mulailah untuk pembuatan champer:pembuatan champer:
1. Garis terlebih dahulu bagian yang hendak di champer dengan 1. Garis terlebih dahulu bagian yang hendak di champer dengan menggunakan penggaris sesuai dengan ukuran dan sudut kemiringan menggunakan penggaris sesuai dengan ukuran dan sudut kemiringan yang telah ditentukan
yang telah ditentukan 2.
2. Buatlah garis baBuatlah garis bayangan denyangan dengan jarak sekitagan jarak sekitar 2 mm dari garis char 2 mm dari garis champermper sebagai garis patokan untuk melakukan penggergajian champer
sebagai garis patokan untuk melakukan penggergajian champer 3.
3. Pasang benda kerja Pasang benda kerja di ragum di ragum dan gergajilah garis bayangan dan gergajilah garis bayangan tersebuttersebut dengan baik dan hati hati, jangan sampai keluar dari garis patokan dengan baik dan hati hati, jangan sampai keluar dari garis patokan penggergajian
penggergajian 4.
4. Kemudian kikir bidang Kemudian kikir bidang champer hingga mencapai champer hingga mencapai garis champer yanggaris champer yang telah ditentukan.
telah ditentukan.
Setelah selesai melakukan pekerjaan menchamper pekerjaan selanjutnya Setelah selesai melakukan pekerjaan menchamper pekerjaan selanjutnya yaitu pengeboran :
yaitu pengeboran :
1. Tentukan posisi titik pusat dari lubang yang hendak dibuat sesuai 1. Tentukan posisi titik pusat dari lubang yang hendak dibuat sesuai
ketentuan yang diinginkan dan beri tanda dengan penitik ketentuan yang diinginkan dan beri tanda dengan penitik
30 30 2.
2. Pasang benda Pasang benda kerja kerja pada pada mesin mesin borbor 3.
3. Lakukan pengeboran Lakukan pengeboran bertahap mulai bertahap mulai dari bor dari bor Ø Ø 5mm, Ø 5mm, Ø 8mm, 8mm, sampai Øsampai Ø 10mm.
10mm.
Setelah melakukan pengeboran yang terakhir melakukan pengecekan Setelah melakukan pengeboran yang terakhir melakukan pengecekan kembali dan finishing :
kembali dan finishing : 1.
1. Cek kembali Cek kembali benda jika benda jika ada yang ada yang salah atau terlewat, gunakan salah atau terlewat, gunakan alat ukuralat ukur yang di sediakan dengan benar
yang di sediakan dengan benar 2.
2. BersihkaBersihkan n bagian bagian bagian bagian yang masih yang masih kasar dengan kasar dengan menggunakan kikirmenggunakan kikir atau amplas.
atau amplas.
3.4 Gambar Kerja 3.4 Gambar Kerja
Berikut adalah gambar kerja yang akan dikerjakan dalam praktikum kerja Berikut adalah gambar kerja yang akan dikerjakan dalam praktikum kerja bangku ini:
bangku ini:
Gambar 3.1: Gambar Kerja Praktikum Kerja Bangku Teknik
Gambar 3.1: Gambar Kerja Praktikum Kerja Bangku Teknik Mesin UniversitasMesin Universitas Lambung Mangkurat Tahun Ajaran 2013/2014
31 31
BAB IV
BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN
HASIL DAN PEMBAHASAN
4.1 Hasil 4.1 Hasil 4.1.1
4.1.1 Hasil PengerHasil Pengerjaan Praktikum jaan Praktikum Pertemuan Pertemuan PertamaPertama
Pada praktikum pertemuan pertama tanggal 21 Oktober 2013 Pada praktikum pertemuan pertama tanggal 21 Oktober 2013 kami melakukan pemotongan besi virkan ukuran 22
kami melakukan pemotongan besi virkan ukuran 2222 mm sepanjang22 mm sepanjang
72mm dan dilanjutkan dengan pengikiran panjang dari benda kerja hingga 72mm dan dilanjutkan dengan pengikiran panjang dari benda kerja hingga didapat ukuran panjang 70 mm.
didapat ukuran panjang 70 mm.
Gambar 4.1 Benda Kerja Setelah Dilakukan Pemotongan Gambar 4.1 Benda Kerja Setelah Dilakukan Pemotongan
Gambar 4.2
32 32
4.1.2
4.1.2 Hasil Pengerj
Hasil Pengerjaan Praktikum
aan Praktikum Pertemuan K
Pertemuan Kedua
edua
Pertemuan kedua kami melanjutkan untuk mengikir bagian
Pertemuan kedua kami melanjutkan untuk mengikir bagian sisi-sisisisi-sisi dari benda kerja hingga didapat sisi-sisi dengan ukuran 20
dari benda kerja hingga didapat sisi-sisi dengan ukuran 2020mm. Berikut20mm. Berikut
simulasi gambar hasil pengikiran sisi-sisi benda kerja
simulasi gambar hasil pengikiran sisi-sisi benda kerja tang kami lakukan:tang kami lakukan:
Gambar 4.3
Gambar 4.3 Benda Kerja Benda Kerja Setelah Dilakukan Setelah Dilakukan Pengikiran Sisi-sisinyaPengikiran Sisi-sisinya
4.1.3
4.1.3 Hasil PengerHasil Pengerjaan Praktikum jaan Praktikum Pertemuan Pertemuan KetigaKetiga
Pada pertemuan ketiga praktikum kerja bangku ini kami Pada pertemuan ketiga praktikum kerja bangku ini kami melakukan pengerjaan penchamperan. Berikut simulasi gambar hasil melakukan pengerjaan penchamperan. Berikut simulasi gambar hasil pengerjaan penchamperan yang kami lakukan:
pengerjaan penchamperan yang kami lakukan:
Gambar 4.4: Benda Kerja Setelah Dilakukan Penchamperan Gambar 4.4: Benda Kerja Setelah Dilakukan Penchamperan
33 33 4.1. 4
4.1. 4 Hasil Pengerjaan Praktikum Pertemuan KeempaHasil Pengerjaan Praktikum Pertemuan Keempatt
Praktikum pertemuan keempat ini merupakan hari terakhir, pada Praktikum pertemuan keempat ini merupakan hari terakhir, pada tahap ini kami melakukan proses pengeboran benda kerja dengan mata bor tahap ini kami melakukan proses pengeboran benda kerja dengan mata bor
10mm dan kemudian dilanjutkan tahapan finishing.10mm dan kemudian dilanjutkan tahapan finishing.
Gambar 4.5:
Gambar 4.5: Benda Kerja Benda Kerja Setelah Dilakukan Proses Setelah Dilakukan Proses Pengeboran danPengeboran dan Finishing
Finishing
4.1.5
4.1.5 Hasil PengerHasil Pengerjaan Praktikum jaan Praktikum Setiap PerteSetiap Pertemuanmuan
Hasil pengerjaan yang didapat pada praktikum kerja bangku dapat Hasil pengerjaan yang didapat pada praktikum kerja bangku dapat dilihat dalam table 4.1:
dilihat dalam table 4.1:
Tabel 4.1. Hasil Pengerjaan Praktikum Kerja Bangku Tabel 4.1. Hasil Pengerjaan Praktikum Kerja Bangku
Pertemua Pertemua n ke n ke--Sebelum Sesudah Sebelum Sesudah p p (mm) (mm) ll (mm) (mm) tt (mm) (mm) C C B B pp (mm) (mm) ll (mm) (mm) tt (mm) (mm) C C BB II 72 72 22 22 2222 - - --70 22 22 70 22 22 - - --II II 70 70 22 22 2222 - - --70 20 20 70 20 20 - - --III
III 70 70 20 20 2020 - - -- 70 70 20 20 2020