JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART. Support level Resistance level Major trend Minor trend

11 

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Loading....

Teks penuh

(1)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Pag

es

|

1

Valbury Daily Report

Valbury Asia Securities

HEADLINES

JAKARTA COMPOSITE INDEX CHART

Support level Resistance level Major trend Minor trend 3765/3724/3698 3791/3828/3854 Down Up

JAKARTA INDICES STATISTICS

CLOSE

CHANGE

VOLUME (Mn)

VALUE (Bn)

IHSG

3780.162

-5.781

8,527

4,013.88

LQ-45

672.409

-1.127

6,367

3,046.01

MARKET REVIEW

MARKET VIEW

Bursa domestik ditutup melemah tipis pada perdagangan kemarin menyusul kekhawatiran akan perlambatan ekonomi dunia serta melemahnya bursa Asia. IHSG tercatat turun sebesar 5,781 poin (0,153%) ke level 3.780,162 dari posisi sebelumnya pada level 3.785,943. Indeks Nikkei ditutup melemah sebesar 54,29 poin (0,57%) ke level 9.422,88 dari posisi sebelumnya pada level 9.477,17 dan indeks Hang Seng ditutup menguat tipis sebesar 16,50 poin (0,07%) menuju level 22.747,28 dari posisi sebelumnya pada level 22.730,78. Indeks utama Shanghai masih tercatat turun sebesar 0,9% ke level 2.741,74 untuk hari kelima perdagangannya secara berturut-turut setelah Standard & Poor’s memperingatkan bahwa perubahan kebijakan kredit dan moneter Beijing akan menurunkan profitabilitas peminjam. Sektor perdagangan saham kembali ditutup beragam dan asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp259 miliar. Sektor infrastruktur mencatatkan kenaikan tertinggi dibandingkan sektor lainnya yaitu sebesar 0,472%. Kenaikan ini dipimpin oleh saham Sarana Menara Nusantara yang tercatat naik sebesar 2,32%. Sedangkan sektor yang tercatat mengalami penurunan terbesar adalah sektor keuangan. Sektor keuangan melemah sebesar 0,773% yang disebabkan oleh penurunan saham perbankan. Saham Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJBR) dan saham Bank Mandiri (BMRI) tercatat turun masing-masing sebesar 2,11% dan 2,42%.

IHSG diperkirakan bergerak mixed dengan kecenderungan menguat. Dominasi masih dari sentimen global dan regional yang akan mempengaruhi pergerakan indeks pada hari ini. Faktor dari krisis utang negara Eropa dan rilis data ekonomi dari sejumlah negara cukup kuat memberikan pengaruh bagi pergerakan IHSG. Sementara minimnya sentimen positif dari internal, yang belum nampak mengakibatkan sulit bagi IHSG terangkat ke zona hijau. Faktor-faktor dari eksternal yang diperkirakan dapat berdampak bagi pergerakan indeks bursa domestik, salah satunya sentimen dari Jepang dimana, Bank Sentral negara ini akan memperluas program pinjaman guna mendorong usaha rekontruksi paskah gempa bumi dan tsunami. BOJ tengah mempertimbangkan program pinjaman 3 triliun Yen guna mendorong pertumbuhan ekonomi. Sebelumnya, ekonomi Jepang mengalami kontraksi hampir dua kali lipat atau diatas perkiraan pasar dan diperkirakan menurun kembali pada kuartal kedua. Kebijakan dari Bank Sentral Jepang, berpotensi dapat mendorong membaiknya indeks bursa negara ini dan imbasnya bagi indeks bursa Asia. Kendati pada sisi lainnya isu krisis utang negara Eropa masih bisa membayangi indeks global dan dampaknya bagi IHSG. Perkiraan kisaran gerak IHSG berada dalam rentang 3765-3828.

c

c

p

p

• PGAS rencana akuisisi blok Coal Bed Methane

• PGAS bangun terminal LNG di Jawa Barat & Sumatera Utara • PGAS telah distribusikan gas sebanyak 70% di 2010 • KLBF bagikan dividen Rp 70 per saham

• LSIP bagikan dividen Rp 61 per saham • CPIN bagikan dividen Rp 39,8 per saham • APLI bagikan dividen Rp 20 per saham

• MDRN akan kebembangkan 50 gerai 7 Eleven di Jakarta • Capex SSIA tahun ini sekitar Rp 500– 600 miliar • INDY jajaki lepas 30% saham PTRO

• PTRO bagi dividen final Rp 1.195,5/saham • PGAS segera akuisisi blok gas

• CPIN anggarkan capex Rp 1,5 triliun • Quarading akan jual 25,68% saham KDSI • SKLT bagi dividen sebesar Rp 2/saham • LTLS bagikan dividen Rp34/saham

• Akuisisi BNLI terhadap GE Finance disetujui KPPU • MTDL dirikan anak usaha ICT Retail

• Dividen MDRN Rp10/saham dibagi 22 Juli • BTPN akan menerbitkan obligasi

(2)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Pag

es

|

2

Daily News

Indika Energy (INDY) berencana melepas 20-30% saham Petrosea (PTRO) ke publik pada Juli-Agustus 2011. Sebelum itu, PRTO akan memecah nilai saham (stock split) dengan rasio 1:10. Perseroan akan menggunakan dana hasil penjualan saham PTRO untuk membiayai ekspansi batubara.

Petrosea (PTRO) menyetujui pembagian dividen final sebesar Rp 1.195,5 per saham. Total nilai dividen tersebut sebesar Rp 120,57 miliar, sekitar 33,3% dari laba bersih 2010 sebesar USD 42,2 juta. Tanggal pembagian dividen belum ditentukan, sekitar 2 bulan seteleh RUPS. Tahun ini, perseroan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 100 miliar untuk pembelian dan pergantian alat.

Perusahaan Gas Negara (PGAS) segera merealisasikan akuisisi blok gas dan mengalokasikan dana USD 350 juta tahun ini. Seluruh dana akuisisi berasal dari kas internal. Lokasinya dekat dengan pipa gas perseroan.

Perusahaan Gas Negara (PGAS) berencana melakukan akuisisi blok Coal Bed Methane (CBM) untuk mengamankan pasokan gasnya. Untuk melakukan akuisisi ini perseroan bekerja sama dengan sebuah konsorsium. Dana akuisisi ada kemungkinan dari kas internal, karena per akhir tahun kita punya dana cash sekitar Rp 1,3 miliar.

Perusahaan Gas Negara (PGAS) akan membangun terminal LNG di atas kapal tanker guna meningkatkan efektifitas penyaluran gasnya ke dalam negeri. Dengan terminal di kapal tanker ini, PGN mengklaim hemat hingga sepertiga jika dibangun di darat. Pembangunan terminal LNG yang akan dibangun di Jawa Barat dan Sumatera Utara ini ditargetkan akan selesai di 2012-2013. Pasokan gas akan lebih mudah disalurkan ke dalam negeri dengan adanya terminal LNG ini. Perusahaan Gas Negara (PGAS) telah mendistribusikan pasokan gas untuk industri dan rumah sebanyak 70% dari kontrak yang telah disepakati dengan BPH Migas sepanjang 2010. Selama 2010 perseroan telah menyalurkan sekitar 780 juta kubik dari kontrak beli dan distribusi yang berhasil disepakati sebanyak 930 juta kubik. Kontrak PGAS kepada PLN yang telah direalisasikan sebanyak 200 kontrak dari 360 kontrak yang disepakati. Sementara di industri sendiri, perseroan memiliki sekitar 500 kontrak.

Charoen Pokphan Indonesia (CPIN) menganggarkan belanja modal Rp 1,5 triliun tahun ini, naik 150% dibanding tahun lalu Rp 600 miliar. Capex akan dialokasikan ke 3 divisi bisnis yakni pakan ternak, anak ayam usia sehari dan daging ayam olahan. Masing-masing akan mendapatkan dana Rp 500 miliar. Perseroan tengah melakukan pengembangan divisi pakan ternak, yakni dengan merelokasi pabrik di Lampung. Kapasitas pabrik mencapai 30 ribu ton setahun dan diprediksi membutuhkan dana USD 16 juta. CPIN menargetkan penjualan tahun ini meningkat 15% menjadi Rp 17,25 triliun. Adapun laba bersih diproyeksikan naik 10% menjadi Rp 2,4 triliun. Target pertumbuhan laba tahun ini lebih rendah dibanding realisasi 2010 karena margin tertekan, seiring naiknya harga bahan baku berupa jagung dan kedelai.

Quarading Ltd, perusahaan yang berbasis di Hong Kong akan menjual 104 juta (25,68%) saham Kedawung Setia Industrial (KDSI). Sekar Laut (SKLT) akan membentuk 2 perusahaan joint venture dengan Sheil Jedang Corporation. Perusahaan joint venture itu bernama Sekar Cheil Jedang Manufacturing, produsen bumbu masak, tepung bumbu, dan saus. Sedangkan 1 perusahaan lagi adalah Cheil Jedang Lestari Distrindo, perusahaan yang akan mendistribusikan produk Sekar Cheil Jedang Manufacturing. Dua perusahaan joint venture tersebut akan beroperasi akhir Juni 2011, dengan modal masing-masing USD 800 juta.

Sekar Laut (SKLT) menyetujui pembagian total dividen sebesar Rp 1,38 miliar atau setara Rp 2/saham, sekitar 28,6% dari laba bersih 2010 senilai Rp 4,8 miliar. Tahun ini, perseroan optimis dapat mencetak laba bersih sebesar Rp 5,28 miliar atau naik 10%.

Lautan Luas (LTLS) membagikan dividen senilai total Rp26,5 miliar atau setara dengan Rp34/lembar saham. Jumlah tersebut merupakan 30% dari laba bersih perseroan tahun buku 2010. Dividen tersebut akan mulai dibagikan pada pertengahan Juli 2011.

Lautan Luas (LTLS) akan menginvestasikan USD 85,2 juta untuk 8 proyek baru selama 2010-2012. Dana tersebut akan dialokasikan dalam belanja modal 2010 dan 2011 serta pinjaman bank. 8 proyek baru yang sedang digarap oleh LTLS antara lain unit pengolahan air di kawasan industri dan perkotaan dengan investasi USD 2,4 juta, proyek terminal linc tahap 2 senilai USD 13 juta, proyek penyediaan air bersih di Cikampek dengan investasi USD 2,5 juta, proyek edible ethanol senilai USD 21 juta di Lampung, pengembangan pabrik krimmer di Mojokerto dengan biaya USD 25,3 juta.

Akuisisi yang dilakukan Bank Permata (BNLI) terhadap General Electric Indonesia (GE Finance) mendapat persetujuan dari Komite Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). KPPU menilai, tidak ada dugaan praktik monopoli atau persaingan usaha tidak sehat dalam kesepakatan bisnis tersebut.

Bank Tabungan Negara (BBTN) menginvestasikan dana sebesar Rp135 miliar untuk sistem teknologi infomrasi (TI) tahun ini. Investasi ini merupakan bagian dari upaya perseroan meminimalisasi risiko operasional berupa penipuan (fraud) dan human error.

Bank Negara Indonesia (BBNI) bekerja sama dengan PT Taspen (Persero) mengenai pembayaran tabungan hari tua, tabungan hari tua multiguna, dan pension melalui rekening BNI secara nasional. Intiland Development (DILD) melalui anak usaha Whiz International menganggarkan dana sebesar Rp 320 miliar pada 2011 untuk membangun enam hotel Whiz. Seluruh hotel ditargetkan beroperasi tahun depan yakni di Surabaya, Lampung, Balikpapan, Pekanbaru, Legian dan dua unit di Jakarta.

Intiland Development (DILD) melalui anak usahanya PT Intiwhiz International, membangun Whiz Hotels di Legian, Bali. Hotel ini ditargetkan mulai beroperasi pada pertengahan 2012. Perseroan memperkirakan pembangunan hotel ini akan menelan investasi hingga Rp50 miliar. Hotel ini dibangun di atas lahan seluas 2.600 meter persegi. Gedung hotel setinggi empat lantai ditambah satu basement ini akan menyediakan 165 kamar.

Metrodata Electronics (MTDL) mendirikan anak perusahaan, PT My Icon Technology (MIT) yang bergerak di bidang usaha ICT retail. Tahun ini , anak usaha yang didirikan dengan modal dasar sebesar Rp20 miliar itu ditargetkan bisa meraih pendapatan Rp75 miliar. Dividen Modern International (MDRN) sebesar Rp10/saham akan dibagikan pada 22 Juli 2011. Jadwal cum dan ex di pasar reguler/negosiasi pada 5-6 Juli dan di pasar tunai pada 8-11 Juli 2011. Bank Tabungan Pensiunan Nasional (BTPN) akan menerbitkan obligasi berkelanjutan I senilai Rp 500 milyar yang terdiri dari seri A dan seri B. Masa penawaran dilakukan pada 26 Mei – 9 Juni 2011. Multi Bintang Indonesia (MLBI) berencana meningkatkan kapasitas produksi dua pabrik mencapai 1.6juta hektoliter untuk mencapai target penjualan yang diprediksi tumbuh 20% menjadi Rp2triliun. Dibandingkan dengan penjualan periode akhir tahun lalu sebesar Rp1.79triliun.

(3)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Pag

es

|

3

RUPS Kalbe Farma (KLBF) menyetujui untuk membagikan dividen sebesar Rp 70 per saham atau setara 51% dari laba bersih tahun 2010.

London Sumatera Indonesia (LSIP) membagikan dividen tunai dengan total nilai Rp 416,19 miliar dari kinerja di 2010 setara Rp 61 per saham.

RUPS Charoen Pokphand Indonesia (CPIN) menyetujui untuk membagikan dividen sebesar total Rp 652,64 miliar atau Rp 39,8 per saham setara dengan 29,5% dari laba bersih tahun 2010. Perseroan menargetkan pertumbuhan laba sebesar 10% YoY, karena rencana penambahan kapasitas produksi dari 13 juta DOC (day old chick) menjadi 15,6 juta pada tahun 2011.

Asiaplast Industries (APLI) membagikan dividen Rp 20 per saham, atau setara dengan Rp 30 miliar dari total laba bersih perseroan di 2011. Pembagian dividen pada Agustus 2011.

BI mengharuskan Bank Mega (MEGA) untuk membentuk rekening penampung senilai dana hilang Elnusa (ELSA) yang sebesar Rp111 miliar dan dana milik PemKab Batubara Sumatera Utara sebesar Rp80 miliar. Dana tersebut nantinya tidak dapat dicairkan hingga tak ada lagi gugatan dari kedua nasabah. Kewajiban membentuk rekening penampung tersebut akan menggerus laba MEGA sekitar Rp191 miliar dikarenakan kewajiban tersebut seperti pencadangan penuh.

Bank Mega (MEGA) menyatakan siap menjalankan sanksi yang diberikan oleh Bank Indonesia (BI) terkait dengan kasus pembobolan dana nasabahnya yaitu Elnusa (ELSA) dan Pemkab Batubara, Sumut. Perseroan menyatakan bahwa sanksi penghentian pembukaan kantor cabang Bank Mega selama 1 tahun tidak akan mengganggu bisnis perseroan, karena Bank Mega masih tetap bisa melayani nasabahnya melalui kantor cabangnya yang saat ini berjumlah 313 cabang. Sedang penghentian sementara produk deposit on call (DOC) disebutkan tidak akan mengganggu bisnis perseroan, karena produk tersebut (deposit on call) bukan merupakan produk utama Bank Mega dan kontribusinya juga sangat kecil bagi keseluruhan dana pihak ketiga Bank Mega.

Elnusa (ELSA) bersedia mencabut gugatan terhadap Bank Mega (MEGA) apabila permasalahan pembobolan dana Rp111 miliar dapat diselesaikan melalui mediasi. Perseroan berharap masalah tersebut dapat diselesaikan secepatnya dan akan melakukan mediasi dalam waktu dekat.

Elnusa (ELSA) mengapresiasi penuh Bank Indonesia (BI) yang memberikan sanksi kepada Bank Mega (MEGA). Terutama dalam hal pengembalian dana Elnusa sebesar Rp 111 miliar di Bank Mega. Ada pencairan escrow account dan akan diganti.

Bank Rakyat Indonesia (BBRI) dan Bank Negara Indonesia (BBNI) berencana akan membuka cabang penuh di luar negeri guna memudahkan layanan perbankan bagi TKI. BBNI saat ini memiliki 5 cabang di luar negeri seperti di Singapura, Hongkong, Tokyo, London dan New York. Sementara BBRI saat ini memiliki 2 cabang penuh di Hongkong dan New York dan cabang remitansi di Kuala Lumpur, Arab Saudi dan UEA.

Dynaplast (DYNA) akan segera melakukan tender offer saham publik yang sebesar 33.25% dengan periode tender offer dimulai pada hari ini (26/5) hingga 27 Juni 2011 dan tanggal pembayaran pada 7 Juli 2011. Harga tender offer sebesar Rp4500/saham. Perseroan telah menunjuk PT Ciptadana Securities sebagai penjamin pelaksana.

Akuisisi atau merger Indosiar Karya Media (IDKM) yang dilakukan Elang Mahkota Teknologi (EMTK), selaku induk usaha Surya Citra Media (SCMA) masih dalam proses. Meski demikian Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat menegaskan jika akuisisi itu terjadi akan ada sanksi seperti yang diatur dalam Undang Undang Penyiaran.

Modern Internasional (MDRN) menyiapkan Rp 150 miliar untuk

ekspansi yang dilakukan anak usahanya, yaitu PT. Modern Putra Indonesia guna mengembangkan 50 gerai Seven Eleven di Jakarta. Saat ini perseroan telah memiliki 31 gerai. Sekitar 70%-80% dari dana tersebut diperoleh dari pinjaman bank dan sisanya dari kas internal. Seven Eleven juga akan mengkonversi bisnis ritel Fuji Film. Hingga bulan Mei perseroan telah mengkonversi 4 outlet Fuji Film ke dalam bisnis Seven Eleven.

Surya Semesta Internusa (SSIA) menganggarkan belanja modal (capex) tahun 2011 sekitar Rp 500 miliar – Rp 600 miliar. Sebesar Rp 350 miliar akan digunakan untuk unit usaha kawasan industri, Rp 40 miliar untuk unit usaha konstruksi yaitu untuk pembelian alat berat, Rp 110 miliar untuk renovasi hotel Gran Melia Jakarta dan Rp 40 miliar – Rp 50 miliar untuk budget bisnis hotel. Sekitar 80% dari capex menggunakan dana perusahaan dan sisanya dari pinjaman bank.

Lippo Karawaci (LPKR) menandatangani kerja sama dengan Pembangunan Perumahan (PTPP) sebagai main constractor pembangunan menara apartemen The New Royal Suite Tower, menara apartemen ke-4 di kawasan hunian dan bisnis terpadu (mixed-used) The St. Moritz Penthouse & Residences, Puri Indah, CBD Jakarta Barat.

PT Semen Baturaja menyatakan perseroan belum bisa memastikan kelanjutan rencana pelepasan saham perdana.

PT Semen Baturaja (Persero) sedang mengkaji konsultan independen untuk menentukan pelaksanaan pelepasan saham perdana. Hingga saat ini perseroan belum memastikan realisasi rencana aksi korporasi itu apakah tahun ini atau tahun depan. Semen Baturaja berencana menunjuk konsultan independen sebelum melangkah lebih jauh dengan penjamin pelaksana emisi (underwriter). Toyota Motor Corporation melalui PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN) menginvestasikan Rp 1,7 triliun atau setara 16,5 miliar yen untuk meningkatkan kapasitas produksi dari 100.000 unit menjadi 140.000 unit per tahun di Karawang International Industrial City (KIIC), Jawa Barat dengan target produksi pada awal 2013. Asia Anti Fraud (AAF), Organisasi yang bernaung meminimalkan risiko fraud (pembobolan) di Kawasan Asia, akan membuat rating khusus tingkat fraud di industri perbankan Indonesia. Hal ini dilakukan terkait maraknya kasus pembobolan di industri perbankan belakangan ini.

(4)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Pag

es

|

4

Market Data

COMMODITIES

DUAL LISTING

DESCRIPTION PRICE (USD) CHANGE DESCRIPTION PRICE (USD) PRICE (IDR) CHANGE (IDR)

CRUDE OIL (US$) / BARREL 101.32 1.73 TLKM (US) 35 7,568 95

NATURAL GAS (US$) / mmBtu 4.38 0.03 ISAT (US) 30 6,557 71

GOLD (US$) / OUNCE 1525.33 -1.31 ANTM (GR) 0.18 2,116 -36

NICKEL (US$) / MT 23400.00 505.00 BLTA (SP) 0.06 381 35

TIN (US$) / MT 27700.00 450.00

COAL (NEWC) (US$) / MT * 116.80 --

COAL (RB) (US$) / MT* 119.59 --

CPO (ROTH) (US$) / MT 1175.00 45.00

CPO (MYR) / MT 3420.50 13.00

Rubber (MYR/Kg) 1541.75 8.00

Pulp (BHKP) (US$) / per ton 876.69 0.08

* weekly

GLOBAL INDICES VALUATION

PRICE CHANGE PER (X) PBV (X) MARKET CAP

COUNTRY INDICES

26-Mei-11 % Day % YTD 2011E 2012F 2011E 2012F (USD Bn)

USA DOW JONES INDUS. 12394.66 0.31 7.06 12.44 11.23 2.53 2.26 3,771.5

USA NASDAQ COMPOSITE 2761.38 0.55 4.09 17.21 14.18 3.17 0.00 4,489.1

ENGLAND FTSE 100 INDEX 5870.14 0.20 -0.51 10.36 9.32 1.84 1.52 1,180.2 CHINA SHANGHAI SE A SH 2871.30 -0.91 -2.34 12.60 10.55 2.29 1.68 2,696.9 CHINA SHENZHEN SE A SH 1186.98 -1.46 -12.15 21.12 16.01 3.50 2.65 1,170.1 HONG KONG HANG SENG INDEX 22747.28 0.07 -1.25 12.14 10.60 1.91 1.47 1,541.8

INDONESIA JAKARTA COMPOSITE 3780.16 -0.15 2.07 14.89 12.56 3.81 2.67 374.4

JAPAN NIKKEI 225 9530.14 1.14 -6.83 16.31 12.99 1.26 1.07 2,289.2

MALAYSIA KLCI 1533.57 0.09 0.97 15.12 13.41 2.44 2.04 266.5

SINGAPORE STRAITS TIMES INDEX 3118.65 0.18 -2.24 14.28 12.86 1.74 1.46 402.0

FOREIGN EXCHANGE

DESCRIPTION RATE (IDR) CHANGE DESCRIPTION RATE (USD) CHANGE

USD/IDR 8,602.50 31.50 1000 IDR/ USD 0.12 -0.0004

EUR/IDR 12,091.04 17.13 EUR / USD 1.41 0.0047

JPY/IDR 104.97 0.03 JPY / USD 81.96 -0.0145

SGD/IDR 6,919.37 26.03 SGD / USD 1.24 -0.0047

AUD/IDR 9,067.41 21.93 AUD / USD 1.06 0.0036

GBP/IDR 13,997.20 18.00 GBP / USD 1.63 0.0040

CNY/IDR 1,324.65 5.64 GBP / USD 6.49 -0.0034

MYR/IDR 2,824.20 16.59 MYR / USD 3.05 -0.0180

KRW/IDR 7.88 0.07 100 KRW / USD 10.92 -0.0955

CENTRAL BANK RATE

INTERBANK LENDING RATE

DESCRIPTION COUNTRY RATE (%) DESCRIPTION COUNTRY RATE (%)

FED Rate (%) US 0.25 JIBOR (IDR) Indonesia 6.91

BI Rate (%) Indonesia 6.75 LIBOR (GBP) England 0.63

ECB Rate (%) Euro 1.25 SIBOR (USD) Singapore 0.20

BOJ Rate (%) Japan 0.10 D TIBOR (YEN) Japan 0.18

BOE Rate (%) England 0.50 Z TIBOR (YEN) Japan 0.18

(5)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Pag

es

|

5

INDONESIAN ECONOMIC INDICATORS

SBI

DESCRIPTION APRIL’11 MARCH’11 DESCRIPTION RATE (%)

Inflation YTD % 0.39 0.70 SBI (1M) 6.26

Inflation YOY % 6.16 6.65 SBI (3M) 6.37

Inflation MOM % -0.31 -0.32 SBI (6M) 6.08

Foreign Reserve (USD Bn) 113.8142 105.71 GDP (IDR Bn) 1,732,323 1,669,146

BUSINESS & ECONOMIC CALENDAR

DATE AGENDA EXPECTATION

26 May* US GDP QoQ Naik menjadi 2.2% dari 1.8% 26 May* US GDP Price Index Tetap 1.9%

26 May* US Personal Consumption Naik menjadi 2.8% dari 2.7% 26 May* US Initial Jobless Claims Turun menjadi 402 ribu dari 409 ribu 27 May* US Personal Income Turun menjadi 0.4% dari 0.5% Ket: (^) Waktu setempat. (*) Tentatif

LEADING MOVERS

LAGGING MOVERS

STOCK PRICE CHANGE (%) INDEX pt STOCK PRICE CHANGE (%) INDEX pt

ADRO IJ 2375 2.15 1.88 BMRI IJ 6950 -2.11 -4.08 BBCA IJ 7100 0.71 1.44 DSSA IJ 13400 -13.55 -1.91 BUMI IJ 3400 1.49 1.22 BBRI IJ 6150 -0.81 -1.44 AMRT IJ 3500 9.38 1.21 AALI IJ 22750 -2.57 -1.11 TLKM IJ 7700 0.65 1.19 UNTR IJ 22000 -0.68 -0.66 BORN IJ 1530 2.68 0.83 BNII IJ 590 -1.67 -0.66 BYAN IJ 17100 1.18 0.79 INCO IJ 4800 -1.03 -0.59 PGAS IJ 4000 0.63 0.71 ANTM IJ 2100 -2.33 -0.56 INDF IJ 5350 0.94 0.52 BBNI IJ 3775 -0.66 -0.54 SMAR IJ 6950 2.21 0.51 BDMN IJ 5850 -0.85 -0.49

(6)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Pag es | 6

Emiten Info

DIVIDEND

STOCK DPS (IDR) STATUS CUM DATE EX DATE RECORDING PAYMENT

ASGR 25.00 Cash Dividend 27-May-11 30-May-11 01-Jun-11 13-Jun-11

ASII 1130.00 Cash Dividend 27-May-11 30-May-11 01-Jun-11 16-Jun-11

ADRO 20.50 Cash Dividend 27-May-11 30-May-11 01-Jun-11 09-Jun-11

BBRI 70.04 Cash Dividend 27-May-11 30-May-11 01-Jun-11 15-Jun-11

DLTA 10500.00 Cash Dividend 27-May-11 30-May-11 01-Jun-11 16-Jun-11

JSPT 8.00 Cash Dividend 27-May-11 30-May-11 01-Jun-11 16-Jun-11

TURI 5.00 Cash Dividend 30-May-11 31-May-11 03-Jun-11 17-Jun-11

HRUM 244.10 Cash Dividend 30-May-11 31-May-11 03-Jun-11 17-Jun-11

AKRA 2.00 Cash Dividend 31-May-11 01-Jun-11 06-Jun-11 20-Jun-11

* USD

CORPORATE ACTIONS

STOCK ACTION RATIO EXC. PRICE (IDR) CUM DATE EX DATE TRADING PERIOD

BRAU Tender offer -- 540 -- -- 11 May – 03 Jun 2011

UNTR Rights Issue 33:4 15050 09-May-11 10-May-11 16 May - 30 May 2011

APIC Rights Issue 1:1 102 01-Jun-11 02-Jun-11 08 Jun – 14 Jun 2011

KREN Rights Issue 4:1 700 15-Jun-11 16-Jun-11 22 Jun – 28 Jun 2011

DOID Rights Issue 500:79-112 850-1200 20-Jun-11 21-Jun-11 27 Jun – 04 Jul 2011

TPIA Rights Issue 100:27 2300-4350 23-Jun-11 24-Jun-11 01 Jul – 07 Jul 2011

BVIC Rights Issue 200:85 100 24-Jun-11 27-Jun-11 04 Jul – 12 Jul 2011

IMAS Rights Issue 3:1 7500-9500 30-Jun-11 01-Jul-11 07 Jul – 13 Jul 2011

DYNA Tender offer -- 4500 -- -- 25 May - 27 Jun 2011

ANTA Tender offer -- 300 -- -- 11 Jun - 12 Aug 2011

UPCOMING IPO’S

COMPANY BUSINESS IPO PRICE (IDR) SHARES (Mn) ISSUED OFFERING DATE LISTING UNDERWRITER

PT. Metropolitan

Land Property 240-300 2,273.8 TBA TBA • PT Danareksa Sekuritas • DBS Vickers Securities PT. Salim Ivomas

Pratama Agriculture 1100 3,163.26 30 May-1 Jun 2011 09 Jun 2011 • PT. Kim Eng Securities • PT. Deutche Securities PT. Jaya Agra

Wattie Agriculture 500 1,132.4 23-24 May 2011 30 May 2011 • PT. Mandiri Sekuritas • PT. OSK Nusadana

GENERAL MEETING

EMITEN AGM/EGM DATE AGENDA

FREN RUPST/LB 26-May-11

MITI RUPST 26-May-11

SCMA RUPST 26-May-11

RALS RUPST 26-May-11

KBRI RUPST/LB 27-May-11

ICBP RUPST 27-May-11

MICE RUPST 27-May-11

SCCO RUPST/LB 27-May-11

INDX RUPST 27-May-11

ERTX RUPST 27-May-11

(7)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Pag

es

|

7

Technical Analysis

PGAS

TRADING BUY

S1

3950

R1

4025 TREND GRAFIK Major

DOWN

Minor

UP

S2

3875

R2

4100

Closing

Price 4000

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi negatif • Stochastics fast line & slow golden cross

pattern

• Candle chart menunjukan sinyal positif • Rsi sinyal uptrend dalam area neutral • Harga berada dalam area lower band

Prediksi • Trading range Rp3925 – Rp4100 • Entry Rp4000, take Profit Rp4100

INDIKATOR Posisi Sinyal

MACD +3.9 Negatif

RSI 48.7 Positif

Stochastics 18.2 Positif

Bollinger Band (Mid) 4067 Negatif

MA5 3970 Positif 3,600 3,800 4,000 4,200 4,400 4,600

November December 2011 February March April May

PGAS - Daily 25/05/2011 Open 3975, Hi 4000, Lo 3950, Close 4000 (0.6%) Vol 19,213,500 MA(Close,5) = 3,970.00, Mid MA(Close,20) = 4,067.50, BBTop(Close,20,2) = 4,265.05, BBBot(Close,20,2) = 3,869.95, MA1(Close,7)

3,978.57 3,970 3,869.95 4,000 4,067.5 4,265.05 -144% 114% 100% -100% PGAS - MACD(13,26) = 3.97, Signal(13,26,9) = 26.79

3.96929 26.7902 0.0 100.0 30.0 70.0 PGAS - %K(16,4) = 18.27, %D(16,4,4) = 15.95 15.9512 18.2692 0.0 100.0 30.0 70.0

November December 2011 February March April May

PGAS - RSI(14) = 48.72

48.7188

Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com

INDF

TRADING BUY

S1

5250

R1

5400 TREND GRAFIK Major

DOWN

Minor

UP

S2

5050

R2

5650

Closing

Price 5350

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi negatif • Stochastics fast line & slow indikasi negatif • Candle chart menunjukan sinyal positif • Rsi sinyal uptrend dalam area neutral • Harga berada dalam area lower band

Prediksi • Trading range Rp5300 – Rp5500 • Entry Rp5350, take profit Rp5500

INDIKATOR Posisi Sinyal

MACD +14.7 Negatif

RSI 41.8 Positif

Stochastics 31.6 Negatif

Bollinger Band (Mid) 5572 Negatif

MA5 5480 Negatif 4,400 4,600 4,800 5,000 5,200 5,400 5,600 5,800

November December 2011 February March April May

INDF - Daily 25/05/2011 Open 5300, Hi 5400, Lo 5250, Close 5350 (0.9%) Vol 7,301,000 MA(Close,5) = 5,480.00, Mid MA(Close,20) = 5,572.50, BBTop(Close,20,2) = 5,788.08, BBBot(Close,20,2) = 5,356.92, MA1(Close,7) 5,480 5,356.92 5,350 5,528.57 5,572.5 5,788.08 -115% 206% 100% -100% INDF - MACD(13,26) = 14.75, Signal(13,26,9) = 58.24

14.7507 58.2427 0.0 100.0 30.0 70.0 INDF - %K(16,4) = 31.67, %D(16,4,4) = 53.96 31.6667 53.9583 0.0 100.0 30.0 70.0

November December 2011 February March April May

INDF - RSI(14) = 41.84

41.8362

Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com

c

c

p

p

(8)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Pag

es

|

8

TLKM

TRADING BUY

S1

7650

R1

7750 TREND GRAFIK Major DOWN Minor

UP

S2

7450

R2

7850

Closing

Price 7700

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi negatif • Stochastics fast line & slow indikasi positif • Candle chart menunjukan sinyal positif • Rsi sinyal uptrend dalam area neutral • Harga berada dalam area lower band

Prediksi • Trading range Rp7650 – Rp7850 • Entry 7700, take Profit Rp7850

INDIKATOR Posisi Sinyal

MACD +60.5 Negatif

RSI 56.4 Positif

Stochastics 59.3 Positif

Bollinger Band (Mid) 7645 Positif

MA5 7630 Positif 1,800 1,900 2,000 2,100 2,200 2,300 2,400 2,500 2,600

November December 2011 February March April May

SMCB - Daily 24/05/2011 Open 2050, Hi 2125, Lo 2050, Close 2100 (2.4%) Vol 3,048,500 MA(Close,5) = 2,120.00, Mid MA(Close,20) = 2,170.00, BBTop(Close,20,2) = 2,306.56, BBBot(Close,20,2) = 2,033.44, MA1(Close,7)

2,103.57 2,100 2,033.44 2,120 2,170 2,306.56 -88% 74% SMCB - MACD(13,26) = -2.10, Signal(13,26,9) = 11.68 -2.10284 11.6768 0.0 100.0 30.0 70.0 SMCB - %K(16,4) = 42.74, %D(16,4,4) = 38.04 38.0366 42.7399 0.0 100.0 30.0 70.0

November December 2011 February March April May

SMCB - RSI(14) = 47.15

47.1455

Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com

ASII

TRADING BUY

S1

57550

R1

58350 TREND GRAFIK Major

DOWN

Minor

UP

S2

56250

R2

59450

Closing

Price 58100

Ulasan

• MACD line dan signal line indikasi positif • Fast line & slow line indikasi negatif • Candle chart indikasikan sinyal positif • RSI indikasi uptrend dalam area neutral • Harga berada dalam area upper band

Prediksi • Trading range Rp57900 – Rp59450 • Entry Rp58100, take Profit Rp59450

INDIKATOR Posisi Sinyal

MACD +893.6 Positif

RSI 52.0 Positif

Stochastics 56.0 Negatif

Bollinger Band (Mid) 57767 Positif

MA5 59700 Negatif 48,000 50,000 52,000 54,000 56,000 58,000 60,000 62,000 64,000

November December 2011 February March April May

ASII - Daily 25/05/2011 Open 58000, Hi 58100, Lo 57300, Close 58100 (0.0%) Vol 1,998,500 MA(Close,5) = 59,700.00, Mid MA(Close,20) = 57,767.50, BBTop(Close,20,2) = 61,397.96, BBBot(Close,20,2) = 54,137.04, MA1(Close,7 58,100 57,767.5 54,137 59,607.1 59,700 61,398 -1,573% 2,002% 100% -100% ASII - MACD(13,26) = 893.69, Signal(13,26,9) = 862.47

862.467 893.691 0.0 100.0 30.0 70.0 ASII - %K(16,4) = 56.05, %D(16,4,4) = 77.77 56.0472 77.7701 0.0 100.0 30.0 70.0

November December 2011 February March April May

ASII - RSI(14) = 52.03

52.0328

(9)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Pag

es

|

9

BUMI

TRADING BUY

S1

3350

R1

3450 TREND GRAFIK Major

UP

Minor

UP

S2

3175

R2

3575

Closing

Price 3400

Ulasan

• MACD line & signal line indikasi negatif • Fast line & slow line dalam indikasi negatif • Candle chart mengindikasikan trend positif • RSI sinyal uptrend dalam area neutral • Harga saham berada di area lower band

Prediksi • Trading range Rp3350 – Rp3500 • Entry Rp3400, take Profit Rp3475

INDIKATOR Posisi Sinyal

MACD +26.2 Negatif

RSI 47.5 Positif

Stochastics 23.7 Negatif

Bollinger Band (Mid) 3490 Negatif

MA5 3430 Negatif 2,200 2,400 2,600 2,800 3,000 3,200 3,400 3,600

November December 2011 February March April May

BUMI - Daily 25/05/2011 Open 3350, Hi 3425, Lo 3325, Close 3400 (1.5%) Vol 79,204,000 MA(Close,5) = 3,430.00, Mid MA(Close,20) = 3,490.00, BBTop(Close,20,2) = 3,679.34, BBBot(Close,20,2) = 3,300.66, MA1(Close,7) 3,430 3,400 3,300.66 3,446.43 3,490 3,679.34 -83% 196% 100% BUMI - MACD(13,26) = 26.28, Signal(13,26,9) = 54.68

26.2778 54.6781 0.0 100.0 30.0 70.0 BUMI - %K(16,4) = 23.76, %D(16,4,4) = 41.36 23.7637 41.3622 0.0 100.0 30.0 70.0

November December 2011 February March April May

BUMI - RSI(14) = 47.51

47.5065

Created with AmiBroker - adv anced charting and technical analy sis sof tware. http://www.amibroker.com

LSIP

TRADING BUY

S1

2350

R1

2400 TREND GRAFIK Major

DOWN

Minor

UP

S2

2250

R2

2450

Closing

Price 2375

Ulasan

• MACD line & signal line indikasi negatif • Fast line & slow line golden cross pattern • Candle chart mengindikasikan trend positif • RSI sinyal uptrend dalam area neutral • Harga saham berada di area lower band

Prediksi • Trading range Rp2350– Rp2450 • Entry Rp2375, take profit Rp2450

INDIKATOR Posisi Sinyal

MACD -1.0 Negatif

RSI 47.6 Positif

Stochastics 29.3 Positif

Bollinger Band (Mid) 2416 Negatif

Ma5 2375 Positif 2,100 2,200 2,300 2,400 2,500 2,600

November December 2011 February March April May

LSIP - Daily 25/05/2011 Open 2375, Hi 2375, Lo 2325, Close 2375 (0.0%) Vol 13,199,000 MA(Close,5) = 2,375.00, Mid MA(Close,20) = 2,416.25, BBTop(Close,20,2) = 2,504.67, BBBot(Close,20,2) = 2,327.83, MA1(Close,7) 2,375 2,375 2,327.83 2,378.57 2,416.25 2,504.67 -58% 120% 100% LSIP - MACD(13,26) = -1.03, Signal(13,26,9) = 8.36

-1.03412 8.36014 0.0 100.0 30.0 70.0 LSIP - %K(16,4) = 29.37, %D(16,4,4) = 24.70 24.7024 29.3651 0.0 100.0 30.0 70.0

November December 2011 February March April May

LSIP - RSI(14) = 47.61

47.6068

(10)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Page

s |

10

Trading View

Price Support Resistance Indicators 1 Month

Ticker Rec

25/05/11 Entry Exit S2 S1 R1 R2 MACD Stoc * Boll ** High Low

AGRICULTURE

AALI Trading Sell 22750 22750 22400 21650 22550 23200 24250 Negatif Negatif Negatif 24200 22350 LSIP Trading Buy 2375 2375 2450 2250 2350 2400 2450 Negatif Positif Positif 2525 2300 SGRO Buy on Weakness 3375 3325 3450 3300 3350 3400 3500 Negatif Negatif Negatif 3600 3125

MINING

BUMI Trading Buy 3400 3400 3475 3175 3350 3450 3575 Negatif Negatif Positif 3650 3150 PTBA Trading Buy 21200 21200 21450 20700 21050 21300 21700 Negatif Positif Positif 22800 20600 ADRO Trading Buy 2375 2375 2475 2200 2325 2400 2500 Positif Positif Positif 2400 2200 MEDC Trading Buy 2600 2600 2675 2450 2550 2650 2750 Negatif Negatif Positif 2875 2575 INCO Buy on Weakness 4800 4750 4850 4650 4750 4850 4950 Negatif Positif Positif 5100 4775 ANTM Buy on Weakness 2100 2100 2050 2125 2100 2125 2225 Negatif Negatif Positif 2425 2100 TINS Buy on Weakness 2600 2575 2675 2500 2575 2625 2700 Negatif Negatif Positif 2925 2575

BASIC INDUSTRY AND CHEMICALS

SMGR Trading Buy 9700 9700 9950 9400 9600 9750 10000 Positif Positif Positif 9800 9200 INTP Trading Buy 16950 16950 17250 16450 16800 17050 17450 Negatif Positif Positif 17900 16000 SMCB Trading Buy 2100 2100 2200 2000 2075 2125 2200 Negatif Positif Negatif 2300 2000

MISCELLANEOUS INDUSTRY

ASII Trading Buy 58100 58100 59450 56250 57550 58350 59450 Positif Negatif Positif 62150 53600 GJTL Trading Sell 3025 3025 2900 2800 2975 3100 3300 Positif Negatif Negatif 3275 2275

CONSUMER GOODS INDUSTRY

INDF Trading Buy 5350 5350 5500 5050 5250 5400 5650 Negatif Negatif Positif 5750 5250 GGRM Trading Sell 43500 43500 43000 42900 43350 43700 44300 Positif Negatif Positif 44900 40000 UNVR Trading Sell 14800 14800 14600 14450 14700 14900 15250 Positif Negatif Negatif 15400 14650 KLBF Trading Buy 3375 3375 3450 3275 3350 3400 3475 Negatif Negatif Positif 3725 3225

PROPERTY, REAL ESTATE AND BUILDING CONSTRUCTION

BSDE Trading Buy 910 910 940 850 890 920 970 Negatif Positif Positif 960 840 ELTY Buy on Weakness 163 160 165 149 160 167 177 Positif Negatif Positif 182 135 WIKA Trading Buy 680 680 700 640 670 690 720 Negatif Negatif Negatif 710 660 ADHI Trading Sell 750 750 730 730 740 760 770 Negatif Negatif Negatif 900 740

INFRASTRUCTURE, UTILITIES & TRANSPORTATION

PGAS Trading Buy 4000 4000 4100 3875 3950 4025 4100 Negatif Positif Positif 4250 3875 JSMR Trading Buy 3450 3450 3525 3275 3400 3475 3575 Negatif Negatif Positif 3525 3250 ISAT Trading Sell 5250 5250 5100 5050 5200 5300 5450 Negatif Negatif Negatif 5500 5150 TLKM Trading Buy 7700 7700 7850 7450 7650 7750 7850 Negatif Negatif Positif 7850 7000 BLTA Trading Sell 370 370 355 340 360 380 400 Negatif Negatif Negatif 435 360

FINANCE

BMRI Trading Buy 6950 6950 7100 6650 6700 7050 7250 Negatif Negatif Positif 7350 6550 BBRI Trading Buy 6150 6150 6300 5950 6100 6200 6350 Negatif Negatif Positif 6650 6000 BBNI Buy on Weakness 3775 3725 3800 3675 3750 3800 3875 Negatif Negatif Positif 4175 3750 BBCA Buy on Weakness 7100 7000 7200 6850 7050 7150 7250 Negatif Negatif Positif 7700 6950 BDMN Buy on Weakness 5850 5750 5950 5700 5800 5900 6100 Negatif Negatif Positif 6600 5800

TRADE, SERVICES & INVESTMENT

UNTR Trading Sell 22000 22000 21800 21450 21850 22150 22650 Negatif Negatif Negatif 23603 21151 MPPA Trading Sell 1330 1330 1310 1300 1320 1340 1380 Positif Negatif Negatif 1440 1330

Support dan resistance hanya untuk jangka pendek dengan menggunakan ;

Pivot Point, dan/atau

Standard deviation (tingkat resiko)

Keterangan; *) Stochastics **) Bollinger band

c

c

p

p

(11)

____________________________________________________________________________________________________________________________________________ Disclaimer : Laporan ini dibuat oleh Departemen Riset PT. Valbury Asia Securities hanya sebagai informasi dan bukan ditujukan untuk memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk membeli atau

menjual suatu efek tertentu. Informasi yang ada pada laporan ini diambil dari sumber yang dianggap bisa dipercaya. Namun demikian Kami tidak menjamin dan tidak bertanggung jawab atas kebenaran dan keakuratan dari informasi dan pendapat yang ada pada laporan ini

Page

s |

11

RESEARCH TEAM VP Research & Analysis Nico Omer Jonckheere

Head of Research Alfiansyah Alfiansyah@valbury.com Research Analyst Reny Susanti reny.susanti@valbury.com Michael Handisurya michael.handisurya@valbury.com Budi Rustanto budi.rustanto@valbury.com Winny Rahardja winny.rahardja@valbury.com Research Support Selly Handayani selly.handayani@valbury.com

PT. VALBURY ASIA SECURITIES (Member of Indonesia Stock Exchange) Menara Karya bldg 10th Floor. Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5, Kav. 1-2, Jakarta 12950 Telp : +6221- 255 33 600 (H), Fax : +6221- 255 33 662, E-mail : valburyriset@bloomberg.net

www.vas.co.id BRANCH OFFICES

JAWA

JAKARTA , Wisma Valbury Asia, Jl. Pluit Putra Raya No. 2, Jakarta 14450, (021) 669-2119 JAKARTA , Jl. Kencana Utama II Blok M8 No. 32 C, Puri Indah, Jakarta Barat. (021) 5835 6938 JAKARTA , Komplek Rukan Kelapa Gading Square, Blok D No. 028, Kelapa Gading, (021) 4586-7377,

JAKARTA , Gedung Niaga Mediterania (GNM), Blok M8L Pantai Indah Kapuk ,(021) 5596-4533 SURABAYA, Menara Mandiri, Lantai 7, Jl. Basuki Rakhmat No. 8A - 12A, (031) 295-5788

MALANG, Jl. Pahlawan Trip No. 7, (0341) 585-888 BANDUNG, Jl. Diponegoro No. 40, Bandung, (022) 872-55800 JEMBER, Gedung Telkom, Jl. Gajahmada No. 182 - 184 Lt. 6, (0331) 410-551

SEMARANG, Candi Plaza Building, Lantai Dasar, Jl. Sultan Agung No. 90-90A(024) 850-1122 YOGYAKARTA, Jl. Magelang KM 5.5 No. 75, (0274) 623-111

SOLO, Jl.Slamet Riyadi No.88, Solo, (0271) 632-888 BALI

DENPASAR, Komplek Teuku Umar Indah Blok 7, Jl. Teuku Umar No. 2-4, Denpasar – Bali 80114 (0361) 225-229

SUMATERA

MEDAN, Gedung Uniplaza Lt. 3, East Tower, Jl. M. T. Haryono No. A1, (061) 455-4635 PADANG, Jl. M. H. Thamrin No. 1 Petak 5 (0751) 841-888 PALEMBANG, Komplek Taman Mandiri Blok B1 No. 10-11 (0711) 359-319 PEKANBARU, Gedung Surya Dumai, Lantai 3, Jl. Jend. Sudirman No. 395, (0761) 344-93

KALIMANTAN

PONTIANAK, Jl. Tanjungpura No. 261, Pontianak (0561) 733-299, (0561) 735-468 BANJARMASIN, Jl. Jend. Ahmad Yani, No. 218D, KM 3.5, (0511) 326-5918

GALERI VAS

• JAKARTA : Universitas Mercu Buana • BANDUNG : Universitas Sangga Buana (USB) YPKP • YOGYAKARTA : Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) • YOGYAKARTA : Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) • BANJARMASIN : Universitas Lambung Mangkurat (UNLAM)

• SAMARINDA : Universitas Mulawarman • PALEMBANG : STIE Musi • PEKANBARU : Poltek Caltex • PADANG : Universitas Negeri Padang

• MENADO : Universitas Klabat

PRODUK REKSA DANA

PASAR UANG CAMPURAN PENDAPATAN TETAP SAHAM

Figur

Memperbarui...

Referensi

Memperbarui...

Related subjects :