• Tidak ada hasil yang ditemukan

Farmakoterapi Stroke (tugas)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Farmakoterapi Stroke (tugas)"

Copied!
29
0
0

Teks penuh

(1)

FARMAKOTERAPI STROKE FARMAKOTERAPI STROKE

I. EPIDEMIOLOGI I. EPIDEMIOLOGI

Setiap tahun, kira-kira 700.000 jiwa di Amerika mengalami infark serebral Setiap tahun, kira-kira 700.000 jiwa di Amerika mengalami infark serebral dan

dan kira-kkira-kira ira 160.160.000 meninggal akibat 000 meninggal akibat strokstroke. e. PenyaPenyakit kit serebrserebrovaskovaskular adalahular adalah  penyebab ketiga yang paling umum menyebabkan kematian pada orang dewasa  penyebab ketiga yang paling umum menyebabkan kematian pada orang dewasa dan merupakan satu dari banyak penyebab disfungsi neurologik. Namun, secara dan merupakan satu dari banyak penyebab disfungsi neurologik. Namun, secara repere

reperesentatisentatif f terjadterjadi i penurpenurunan dramatis unan dramatis pada tingkat pada tingkat kematkematian ian akibaakibat t strokstrokee is

iskekemimia a dadari ri 8888,8,8/1/10000.0.000 00 jujumlmlah ah pependndududuk uk papada da tatahuhun n 191950 50 memenjnjadadii 54,3/100.000 pada tahun 2003 (Koda-kimble

54,3/100.000 pada tahun 2003 (Koda-kimble et al et al , 2009)., 2009).

Di Amerika, stroke iskemia merupakan tipe infark yang paling umum. Di Amerika, stroke iskemia merupakan tipe infark yang paling umum. Penyakit aterotrombotik pembuluh darah besar serebral adalah penyebab iskemia Penyakit aterotrombotik pembuluh darah besar serebral adalah penyebab iskemia dan infark serebral. Penyakit arteri kecil juga bertanggung jawab terhadap proses dan infark serebral. Penyakit arteri kecil juga bertanggung jawab terhadap proses oksigenasi dan asupan nutrisi pada sistem saraf pusat. Tromboembolik (

oksigenasi dan asupan nutrisi pada sistem saraf pusat. Tromboembolik (atrial atrial   fibrillation

 fibrillation ) ) dadan n pepenynyebebab ab lalain in sesepepertrti i ininfefeksksi i atatau au ininflflamamasasi i ararteteri ri jujugaga  bertanggung jawab terhadap stroke iskemia.Terdapat hubungan yang kuat antara  bertanggung jawab terhadap stroke iskemia.Terdapat hubungan yang kuat antara

terjadinya

terjadinya Transient Ischemic AttacksTransient Ischemic Attacks (TIA) dengan peningkatan resiko infark (TIA) dengan peningkatan resiko infark  serebr

serebral al di kemudian hari. Resiko stroke iskemia adalah di kemudian hari. Resiko stroke iskemia adalah yang paling tinggi padayang paling tinggi pada 30 hari pertama (Koda-kimble

30 hari pertama (Koda-kimble et al et al , 2009)., 2009).

Menurut Yayasan Stroke, di indonesia diperkirakan setiap tahun terjadi Menurut Yayasan Stroke, di indonesia diperkirakan setiap tahun terjadi 50

500.0.00000 0 ororanang g teterkrkenena a seseranrangagan n ststrorokeke. . SeSekikitatar r 2,2,5% 5% ataatau u 12125.5.00000 0 ororanangg men

meninginggalgal, , dan dan sissisanyanya a caccacat at rinringan gan maumaupun pun berberat. at. JumJumlah lah penpenderderita ita strstrokeoke cenderung terus meningkat setiap tahun, bukan hanya menyerang penduduk usia cenderung terus meningkat setiap tahun, bukan hanya menyerang penduduk usia tua, tetapi juga dialami oleh mereka yang berusia muda dan produktif.

tua, tetapi juga dialami oleh mereka yang berusia muda dan produktif.

Populasi usia lanjut diperkirakan meningkat hampir 300% di beberapa Populasi usia lanjut diperkirakan meningkat hampir 300% di beberapa negara berkembang di Amerika Latin dan Asia dalam 30 tahun mendatang yang negara berkembang di Amerika Latin dan Asia dalam 30 tahun mendatang yang tentunya akan meningkatkan juga penyakit-penyakit seperti stroke. Peningkatan tentunya akan meningkatkan juga penyakit-penyakit seperti stroke. Peningkatan kejadian stroke ini merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat serta kejadian stroke ini merupakan salah satu tantangan kesehatan masyarakat serta   berh

  berhubunubungan gan dengadengan n kesakkesakitan, itan, ketidketidakmamakmampuan, puan, kemankemandirian dirian serta serta mobimobilitaslitas  populasi usia lanjut. (Anonim, 2010)

(2)

II. DEFINISI II. DEFINISI

Cerebravasaular Disease

Cerebravasaular Disease (CVD)(CVD) Cerebravasaular Disease

Cerebravasaular Disease (CVD) atau stroke adalah istilah yang digunakan(CVD) atau stroke adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan terjadinya penurunan sitem syaraf secara tiba-tiba selama untuk menggambarkan terjadinya penurunan sitem syaraf secara tiba-tiba selama 24 jam. Stroke disebabkan oleh gangguan pada aliran darah ke otak baik karena 24 jam. Stroke disebabkan oleh gangguan pada aliran darah ke otak baik karena  penyumbatan pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah yang menyebabkan  penyumbatan pembuluh darah atau pecahnya pembuluh darah yang menyebabkan  perdarahan pada otak dan daerah di sekitarnya (Dipiro

 perdarahan pada otak dan daerah di sekitarnya (Dipiro et al et al , 2008), 2008)

Transient ischemic attacks

Transient ischemic attacks (TIA)(TIA) Ketik

Ketika a gejala stroke tidak gejala stroke tidak menyemenyebabkbabkan an keruskerusakan permanen pada akan permanen pada otak,otak, kea

keadaadaan n ini ini disdisebuebutt TranTransiensient t ischischemic emic attaattackscks (TI(TIA) A) ataatau u serserangangan an iskiskemiemiaa sementara. TIA merupakan gejala yang terjadi tidak lebih dari 24 jam (biasanya sementara. TIA merupakan gejala yang terjadi tidak lebih dari 24 jam (biasanya 5-30 menit). Beberapa profesi kesehatan menyebut TIA sebagai “

30 menit). Beberapa profesi kesehatan menyebut TIA sebagai “mini strokemini stroke”. Akan”. Akan tet

tetapi api TIA TIA menmengingindikdikasiasikan kan bahbahwa wa strstroke oke akaakan n segsegera era terterjadjadi i (Si(Silvelvermarman n && Rymer, 2009).

Rymer, 2009).

 Infark serebral 

 Infark serebral ((Cerebral infarctionCerebral infarction))

Infark serebral adalah gangguan permanen yang dikarakterisitikkan oleh Infark serebral adalah gangguan permanen yang dikarakterisitikkan oleh gejala yang serupa dengan gejala pada TIA. Pasien dengan infark serebral akan gejala yang serupa dengan gejala pada TIA. Pasien dengan infark serebral akan mengalami penurunan neurologikal yang disebabkan oleh kematian syaraf pada mengalami penurunan neurologikal yang disebabkan oleh kematian syaraf pada dae

daerah rah fokfokal al otaotak. k. InfInfark ark stastabil bil menmenggaggambambarkarkan n penpenuruurunan nan funfungsgsi i sarsaraf af yanyangg  permanen, tidak akan membaik, dan tidak akan memburuk (Koda-kimble

 permanen, tidak akan membaik, dan tidak akan memburuk (Koda-kimble et al et al ,, 2009).

2009).

 Pendarahan serebral 

 Pendarahan serebral ((Cerebral hemorrageCerebral hemorrage)) Pen

Pendardarahaahan n serserebrebral al adaadalah lah ganganggugguan an serserebrebrovaovaskuskular lar yanyang g melmelipuiputiti keluarnya darah dari pembuluh darah ke otak dan sekitarnya. Kebocoran darah keluarnya darah dari pembuluh darah ke otak dan sekitarnya. Kebocoran darah da

dapapat t memenynyebebababkakan n gegejaljala a klklininik ik yayang ng seserurupa pa TITIA A dadan n ininfafarkrksisi. . DiDisfsfunungsgsii neorologis yang dikaitkan dengan TIA atau infarksi serebral adalah hasil dari neorologis yang dikaitkan dengan TIA atau infarksi serebral adalah hasil dari kurangnya aliran darah yang diberikan pada bagian-bagian otak (Koda-kimble kurangnya aliran darah yang diberikan pada bagian-bagian otak (Koda-kimble et et  al 

(3)

III. PATOFISIOLOGI III. PATOFISIOLOGI

Strok

Stroke e dapat berupa iskemia dapat berupa iskemia atau hemoragikatau hemoragik. . Secara sistematik penyakiSecara sistematik penyakitt str

stroke oke dapdapat at dikdiklaslasifikifikasiasikan kan berberdasdasarkarkan an mekmekanianisme sme terjterjadiadinya nya sepseperti erti padpadaa gambar 1 (Dipiro

gambar 1 (Dipiro et al et al , 2008)., 2008).

Gambar 1. Klasifikasi stroke berdasarkan mekanisme terjadinya Gambar 1. Klasifikasi stroke berdasarkan mekanisme terjadinya

Stroke iskemia Stroke iskemia

Ter

Terdapdapat at 3 3 mekmekanianisme sme patpatofiofisiosiologlogi i utautama ma yanyang g menmendasdasari ari terterjadjadinyinyaa stroke iskemik meliputi penyakit pembuluh darah besar (aterosklerosis), penyakit stroke iskemik meliputi penyakit pembuluh darah besar (aterosklerosis), penyakit  pembuluh darah kecil (arteriosklerosis) dan adanya emboli (kardioembolik). Pada  pembuluh darah kecil (arteriosklerosis) dan adanya emboli (kardioembolik). Pada

str

stroke oke iskiskemiemia a terdterdapaapat t ganganggugguan an susuplaplai i dardarah ah ke ke otaotak k baibaik k disdisebaebabkabkan n oleolehh  pembentukan trombus atau emboli. Kurangnya aliran darah serebral menyebabkan  pembentukan trombus atau emboli. Kurangnya aliran darah serebral menyebabkan

hipoperfusi jaringan, hipoksia jaringan dan kematian sel otak (Chisholm-burns hipoperfusi jaringan, hipoksia jaringan dan kematian sel otak (Chisholm-burns et et  al 

al , 2008)., 2008).

Penumpukan lipid pada dinding pembuluh darah menyebabkan turbulensi Penumpukan lipid pada dinding pembuluh darah menyebabkan turbulensi al

aliriran an dadararah h dadan n mememimicu cu teterjarjadidinynya a kekerurusasakakan n sesehihingngga ga kokolalagegen n pepembmbululuhuh terekspose oleh darah. Kerusakan pembuluh ini memulai proses agregasi platelet terekspose oleh darah. Kerusakan pembuluh ini memulai proses agregasi platelet yang

yang disebdisebabkan abkan oleh oleh terpapterpaparnya arnya subesubendotendotelium. lium. PlatelPlatelet-plateet-platelet let melepmelepaskanaskan ad

adenenososin in didiphphososphphat at (A(ADPDP) ) yayang ng memenynyebebababkakan n agagreregagasi si plplatatelelet et dadann   peng

  penggabungabungan gan agregaagregat t tersebtersebut. ut. TrombTromboksan A2 oksan A2 dilepdilepaskan dan askan dan mempmemperbesar erbesar   pembentukan platelet dan vasokonstriksi (Chisholm-burns

(4)

Ke

Kerurusasakakan n pepembmbululuh uh jujuga ga dadapapat t memengngakaktivtivasasi i jajalulur r kokoagagululasasi i yayangng memic

memicu u terbenterbentukntuknya ya trombtrombin. in. TromTrombin bin mengmengubah ubah fibrinfibrinogen ogen menjadmenjadi i fibrinfibrin,, memicu pembentukan suatu bekuan berupa molekul fibrin, platelet dan agregat memicu pembentukan suatu bekuan berupa molekul fibrin, platelet dan agregat selsel darah (Chisholm-burns

darah (Chisholm-burns et al et al , 2008)., 2008).

Gamba

Gambar r 2. 2. AgregAgregasi plateletasi platelet. . GambaGambar r ini menunjukkini menunjukkan proses agregasan proses agregasi i plateplatelet. Kerusaklet. Kerusakanan  jaringan menghasilkan pelekatan platelet-platelet pada dinding pembuluh. Hal ini  jaringan menghasilkan pelekatan platelet-platelet pada dinding pembuluh. Hal ini

me

memimicu cu pepelelekakatatan n plplatatelelet et yayang ng beberkrkelelananjujutatan n dadan n teterjrjadadi i agagreregagasi si plplatateleletet membentuk trombus.

membentuk trombus.

Gambar 3. Jalur fisiologi pembekuan darah Gambar 3. Jalur fisiologi pembekuan darah

(5)

Bekuan darah dapat terjadi di jantung, di sepanjang dinding pembuluh Bekuan darah dapat terjadi di jantung, di sepanjang dinding pembuluh darah utama (

darah utama (aorta, carotid, basilar arteryaorta, carotid, basilar artery ) atau arteri kecil yang masuk ke dalam) atau arteri kecil yang masuk ke dalam otak. Jika bekuan tersebut terletak dekat dengan bagian yang mengalami infark  otak. Jika bekuan tersebut terletak dekat dengan bagian yang mengalami infark  maka disebut sebagai trombus; akan tetapi jika bekuan tersebut bergerak ke otak  maka disebut sebagai trombus; akan tetapi jika bekuan tersebut bergerak ke otak  dari sumber yang jauh maka disebut sebagai emboli (Koda-kimble

dari sumber yang jauh maka disebut sebagai emboli (Koda-kimble et al et al , 2009)., 2009).

Gambar 4. Tempat-tempat terjadinya bekuan pemicu stroke iskemia Gambar 4. Tempat-tempat terjadinya bekuan pemicu stroke iskemia

Ateroskelrosis serebral adalah faktor penyebab dalam kebanyakan masalah Ateroskelrosis serebral adalah faktor penyebab dalam kebanyakan masalah stroke iskemia. Emboli dapat muncul dari arteri intra dan ekstra kranial. 20 % stroke iskemia. Emboli dapat muncul dari arteri intra dan ekstra kranial. 20 % emboli muncul dari jantung. Aliran darah normal serebral pada otak orang dewasa emboli muncul dari jantung. Aliran darah normal serebral pada otak orang dewasa ada

adalah lah 30–30–70 70 ml/ml/100 100 g/mg/menienit. t. KetKetika ika bekbekuan uan trotrombombotik tik atau atau embemboliolik k secsecaraara  parsial menghambat arteri serebral

 parsial menghambat arteri serebral lairan darah akan menurun <20 ml/100 g/menitlairan darah akan menurun <20 ml/100 g/menit (terjadi iskemia). Jika terus berlanjut dan aliran darah menjadi <12 ml/100g/menit (terjadi iskemia). Jika terus berlanjut dan aliran darah menjadi <12 ml/100g/menit

(6)

dapat terjadi kerusakan yang

dapat terjadi kerusakan yang irreversibleirreversible (infark). Dengan demikian hasil akhir (infark). Dengan demikian hasil akhir    baik pembentukan trombus dan embolisme adalah hambatan arteri, penurunan   baik pembentukan trombus dan embolisme adalah hambatan arteri, penurunan

aliran darah serebral, menyebabkan iskemia dan akhirnya infark (Koda-kimble aliran darah serebral, menyebabkan iskemia dan akhirnya infark (Koda-kimble et et  al 

al , 2009)., 2009).

Stroke hemoragik  Stroke hemoragik 

St

Strorok k pependndararahahan an (h(hememororagagikik) ) memelilipuputi ti pependndaraarahahan n susubabararakhkhnonoidid,,   pend

  pendarahan arahan intrasintraserebral erebral dandan hematomas subdural hematomas subdural . . PendaPendarahan rahan subasubarakhnrakhnoidoid dap

dapat at terjterjadi adi dardari i lukluka a berberat at atau atau rusrusaknaknya ya aneaneuriurisme sme intintrakrakranranial ial atau atau caccacatat arterio

arteriovena. Pendarahan intraserebvena. Pendarahan intraserebral ral terjadi ketika terjadi ketika pembpembuluh darah uluh darah rusak dalamrusak dalam   pa

  parenrenkim kim otaotak k menmenyebyebabkabkan an pempembenbentuktukan an hemhematoatoma.ma.   Hema  Hematoma toma subdsubdural ural  kebanyakan terjadi karena luka berat (Dipiro

kebanyakan terjadi karena luka berat (Dipiro et al et al , 2008, 2008))

Adanya darah dalam parenkim otak menyebabkan kerusakan pada jaringan Adanya darah dalam parenkim otak menyebabkan kerusakan pada jaringan sekitar melalui efek masa dan komponen darah yang neorotoksik dan produk  sekitar melalui efek masa dan komponen darah yang neorotoksik dan produk  urain

urainya. ya. PenekPenekanan anan terhadterhadap ap jaringjaringan an yang dikelilingyang dikelilingi i hematohematoma ma dpat dpat mengmengaraharah   p

  padada a isiskekemimia a sesekukundnder. er. KeKemamatitian an kakarerena na ststroroke ke pependndaraarahahan n kekebabanynyakakanan dis

disebaebabkabkan n oleoleh h penpeningingkatkatan an kerkerususakaakan n daldalam am penpenekaekanan nan intintrakrakranranial ial yanyangg mengarah pada herniasi dan kematian (Dipiro

mengarah pada herniasi dan kematian (Dipiro et al et al , 2008, 2008))..

Gamba

Gambar r 5.5. BagiaBagian-bagn-bagian ian otak otak yang umumnya yang umumnya mengamengalami lami stroke hemoragikstroke hemoragik. . (1) (1) PercaPercabangabangann kortikal dari arteri intrakranial utama, (2) Percabangan lentikulostriat, (3) Percabangan kortikal dari arteri intrakranial utama, (2) Percabangan lentikulostriat, (3) Percabangan termoperfolator, (4) Percabangan pontin paramedian, (5) Percabangan arteri serebral termoperfolator, (4) Percabangan pontin paramedian, (5) Percabangan arteri serebral utama

(7)

Pat

Patofiofisiosiologlogi i strstroke oke hemhemoraoragik gik leblebih ih komkomplepleks ks dibdibandandingingkan kan dendengangan st

stroroke ke isiskekemimik. k. BaBanynyak ak dadari ri prprososes es inini i terterkakait it dedengngan an kekebeberaradadaan an dadararah h didi   ja

  jarinringan gan otaotak k dandan/at/atau au ruaruang ng seksekitaitarnyrnya a sehsehingingga ga menmengakgakibaibatkatkan n komkomprepresi.si. Hematoma yang terbentuk akan terus tumbuh dan membesar setelah perdarahan Hematoma yang terbentuk akan terus tumbuh dan membesar setelah perdarahan awa

awal l dan dan perpertumtumbuhbuhan an awaawal l hemhematoatoma ma dikdikaitaitkan kan dendengan gan hashasil il yanyang g burburuk.uk. Pembengkakan jaringan otak dan kerusakan akibat dari peradangan disebabkan Pembengkakan jaringan otak dan kerusakan akibat dari peradangan disebabkan oleh trombin dan produk darah lainnya. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan oleh trombin dan produk darah lainnya. Hal ini dapat mengakibatkan peningkatan tekanan intrakranial dan herniasi. (Chisholm-burns

tekanan intrakranial dan herniasi. (Chisholm-burns et al et al , 2008)., 2008).

Faktor resiko (Dipiro

Faktor resiko (Dipiro et al et al , 2008), 2008) Fa

Faktktor or reresisiko ko titidadak k dadapapat t didimomodidididikakasi si ununtutuk k ststroroke ke anantatara ra lalainin   p

  peneniningkgkataatan n ususia, ia, jejeninis s kekelalamimin, n, raras s dadan n tutururunanan. n. ReResisiko ko ststroroke ke isiskekemimiaa meningkat pada usia lebih dari 55 tahun pada pria dan pada ras amerika-afrika, meningkat pada usia lebih dari 55 tahun pada pria dan pada ras amerika-afrika, amerik

amerika a latin dan latin dan asia-paasia-pasifiksifik. . ResikResiko o strokstroke e iskemiskemia ia juga meningkjuga meningkat at pada orangpada orang dengan histori keluarga yang pernah mengalami stroke.

dengan histori keluarga yang pernah mengalami stroke. Fakto

Faktor r resiko yang dapat resiko yang dapat dimoddimodifikasifikasi i melipmeliputi gaya uti gaya hidup yang sangathidup yang sangat mempengaruhi terjadinya stroke secara keseluruhan. Hipertensi adalah satu dari mempengaruhi terjadinya stroke secara keseluruhan. Hipertensi adalah satu dari   ba

  banyanyak k fakfaktor tor resresiko iko baibaik k strstroke oke iskiskemiemia a maumaupun pun strstroke oke hemhemoraoragikgik. . SecSecaraara kh

khususus us ununtutuk k ststroroke ke hehemomoraragigik, k, hihipepertrtenensi si yayang ng titidadak k teterkrkenendadali li dadapapatt menyebabkan kasus perdarahan pada 60–70% pasien. Faktor resiko lainnya untuk  menyebabkan kasus perdarahan pada 60–70% pasien. Faktor resiko lainnya untuk  strok

stroke e hemorhemoragik agik melipmeliputi uti traumtrauma, a, kebiakebiasaan saan merokmerokok, ok, mengmengonsuonsumsi msi alkohalkohol,ol, aneuirisme serebral.

aneuirisme serebral.

IV. MANIFESTASI KLINIK (Silverman & Rymer, 2009) IV. MANIFESTASI KLINIK (Silverman & Rymer, 2009)

Gejala stroke yang dapat ditimbulkan tergantung pada daerah sistem saraf  Gejala stroke yang dapat ditimbulkan tergantung pada daerah sistem saraf   pusat yang mengalami kerusakan.

 pusat yang mengalami kerusakan. 1

1.. SSaakkiit kt keeppalalaa

Sakit kepala yang

Sakit kepala yang berat dan berat dan tiba-ttiba-tiba iba bisanbisanya ya berhuberhubungbungan an dengdengan an strokstrokee iskemia dan hemoragik. Tetapi lebih tampak luar biasa pada kasus stroke iskemia iskemia dan hemoragik. Tetapi lebih tampak luar biasa pada kasus stroke iskemia kecuali yang disebabkan oleh penyempitan arteri karotid atau vertebral yang mana kecuali yang disebabkan oleh penyempitan arteri karotid atau vertebral yang mana sakit kepala, nyeri pada bagian wajah dan leher bersifat khas.

(8)

2.

2. MegMegalalamami kei kelelemamahahan tun tububuhh

Penurunan kekuatan motorik secara mendadak adalah gejala stroke yang Penurunan kekuatan motorik secara mendadak adalah gejala stroke yang  pa

 palinling g umuumum. m. OrgOrganianisassasii   Nat  Nationaional l InstInstituitutes tes of of HealHealth th StroStroke ke ScalScalee (NIHSS)(NIHSS) men

menila ila kemkemampampuan uan motmotoriorik k (0–(0–4) 4) sebsebagaagai i cara cara yanyang g baibaik k daldalam am menmenententukaukann derajat kelemahan tubuh seseorang. Derajat kelemahan biasa bergantung pada derajat kelemahan tubuh seseorang. Derajat kelemahan biasa bergantung pada sis

sistem tem motmotoriorik k manmana a yanyang g menmengalgalami ami leslesi. i. LesLesi i korkortiktikal al dapdapat at menmenyebyebabkabkanan kel

kelemaemahan han fokfokus, us, palpaling ing umuumum m melmelipuiputi ti wajwajah ah dandan/at/atau au tantangan gan atau atau jarjari-jai-jariri se

secacara ra teterprpisisahah. . LeLesi si susubkbkorortitikakal l atatau au babatatang ng ototak ak bibiasasananya ya memenynyebebababkakann kelemahan yang lebih seragam pada wajah, tangan dan kaki di salah satu sisi. kelemahan yang lebih seragam pada wajah, tangan dan kaki di salah satu sisi. 3

3.. AAttaakkssiiaa Ataks

Ataksia ia dapat terjadi dengan atau dapat terjadi dengan atau tanpa kelemahatanpa kelemahan n tubutubuh h dan merupakadan merupakann k

keaeaddaaaan n ddi i mamana na titiddak ak adadananyya a kkoooordrdininasasi i ddalalam am pepergrgererakakan an (h(hililanangg keseimbangan), biasanya berhubungan dengan infark pada belahan

keseimbangan), biasanya berhubungan dengan infark pada belahan otak.otak. 4.

4. GaGangngguguan an pepengnglilihahatantan   Amaurosis fugax

  Amaurosis fugax, , menggmenggambarkambarkan an kebutkebutaan sementara pada aan sementara pada salah satusalah satu ma

mata ta yayang ng beberlarlangngsusung ng seselamlama a 2-2-10 10 memeninit. t. KeKehihilalangngan an pepengnglilihahatatan n yayangng   p

  permermananen en papada da sasalalah h sasatu tu mamata ta bibiasasananya ya teterjrjadadi i keketitika ka artartereri i reretitina na pupusasatt diham

dihambat. bat. Tetapi kehilangTetapi kehilangan an pengpenglihatalihatan n ini ini secara umum secara umum tidak berhubuntidak berhubungangan dengan gejala stroke yang lain.

dengan gejala stroke yang lain.   Hemmifiel

  Hemmifield d visual lossvisual loss, , merupmerupakan kehilangaakan kehilangan n penglpenglihatan pada ihatan pada keduakedua mata terhadap satu sisi. Hal ini dapat diditeksi dengan uji luas penglihatan.

mata terhadap satu sisi. Hal ini dapat diditeksi dengan uji luas penglihatan. Cort

Corticaical l bliblindnendnessss, , memerurupapakakan n kokondndisisis is klklininik ik yayang ng jajararang ng teterjarjadidi,, disebabkan oleh infark pada kedua

disebabkan oleh infark pada kedua lobus oksipital.lobus oksipital.  Diplopia

 Diplopia (penglihatan ganda), gambar ganda yang terlihat dapat secara(penglihatan ganda), gambar ganda yang terlihat dapat secara hor

horizoizontantal, l, ververtiktikal al atau atau mirmiringing. . KetKetika ika salsalah ah satsatu u matmata a ditditutuutup p tidtidak ak terjterjadiadi diplopia.

diplopia.

 Forced gaze

 Forced gaze, ketajaman penglihatan hanya terjadi pada salah satu sisi dan, ketajaman penglihatan hanya terjadi pada salah satu sisi dan mer

merupaupakan kan keakeadaadaan n kliklinik nik yanyang g penpentinting g padpada a kaskasus us strstroke oke akuakut. t. ForForced ced gazgazee  berarti bahwa kedua mata pasien dideviasikan pada salah satu sisi dan tidak akan  berarti bahwa kedua mata pasien dideviasikan pada salah satu sisi dan tidak akan  berpindah

(9)

5.

5. Visuospatial neglect Visuospatial neglect 

Pasien dengan infark pada sisi kanan belahan otak, tidak dapat merasakan Pasien dengan infark pada sisi kanan belahan otak, tidak dapat merasakan sisi kiri tubuhnya

sisi kiri tubuhnya 6.

6. GanGanggugguan an daldalam am berberkomkomuniunikaskasii  Dysarthria

 Dysarthria, , paspasien ien terdterdengengar ar salsalah ah daldalam am penpengucgucapaapan n suasuatu tu katkata a ataatauu kalim

kalimat. at. DysaDysarthria dapat rthria dapat didendidengar pada gar pada pendependerita dengan rita dengan kelemkelemahan wajah ahan wajah atauatau lidah dan juga terjadi pada stroke meliputi otak kecil dan batang otak. Penderita lidah dan juga terjadi pada stroke meliputi otak kecil dan batang otak. Penderita  berbicara seperti sedang dalam keadaan mabuk.

 berbicara seperti sedang dalam keadaan mabuk.  Aphasia

 Aphasia, kesulitan dalam proses berbahasa. Penyebabnya adalah stroke, kesulitan dalam proses berbahasa. Penyebabnya adalah stroke yang terjadi pada belahan otak biasanya sebelah kiri.

yang terjadi pada belahan otak biasanya sebelah kiri. 7.

7. PePenunururunanan funn fungsgsi kogi kogninititif f 

Keadaan ini meliputi apraksia, kehilangan ingatan, demensia, kelelahan, Keadaan ini meliputi apraksia, kehilangan ingatan, demensia, kelelahan, depresi dan beberapa gangguan psikis.

depresi dan beberapa gangguan psikis.

V. DIAGNOSIS (Walter

V. DIAGNOSIS (Walter et al et al , 2004), 2004) Dia

Diagnognosis sis yanyang g dapdapat at dildilakuakukan kan yaiyaitu tu pempemerieriksaksaan an riwriwayaayat t medmedis is dandan   pemeriksaan fisik termasuk 

  pemeriksaan fisik termasuk   pemeriksaan neurologis  pemeriksaan neurologis untuk mengevaluasi tingkatuntuk mengevaluasi tingkat kesad

kesadaran, sensasi, aran, sensasi, fungfungsi si (visu(visual, al, motomotor, r, bahasbahasa) a) dan dan menenmenentukan penyebab,tukan penyebab, lokasi, dan luasnya stroke.

lokasi, dan luasnya stroke.

Pemeriksaan fisik  Pemeriksaan fisik 

Pe

Pememerikriksasaan an fisfisik ik memelilipuputi ti pepeninilalaiaian n jajalan lan nanapapas, s, pepernrnapapasasanan, , dadann sirkulasi, tanda-tanda vital (yaitu, nadi, respirasi, suhu). Kepala (termasuk telinga, sirkulasi, tanda-tanda vital (yaitu, nadi, respirasi, suhu). Kepala (termasuk telinga, mata, hidung, dan tenggorokan) dan ekstremitas juga diperiksa untuk membantu mata, hidung, dan tenggorokan) dan ekstremitas juga diperiksa untuk membantu men

menententukaukan n penpenyebyebab ab dardari i strstroke oke dan dan menmengesgesampampingingkan kan konkondisdisi i lailain n yanyangg memproduksi gejala yang sama (misalnya,

memproduksi gejala yang sama (misalnya, Bell's palsyBell's palsy ).).

Tes darah Tes darah

Tes darah (misalnya, hitung darah lengkap). Untuk sebagian besar, tes darah Tes darah (misalnya, hitung darah lengkap). Untuk sebagian besar, tes darah membantu dokter mencari penyakit yang diketahui meningkatkan risiko stroke, membantu dokter mencari penyakit yang diketahui meningkatkan risiko stroke, termasuk:

(10)

1.

1. Kolesterol tinggiKolesterol tinggi

2.

2. DiabetesDiabetes

3.

3. Gangguan pembekuan darahGangguan pembekuan darah

Pemeriksaan neurologis Pemeriksaan neurologis

Tes

Tes ini ini dildilakuakukan kan oleolehh doktdokter er untuuntuk menk menemukaemukan kekn kekurangurangan dalan dalamam fun

fungsi gsi otaotak k yanyang g munmungkigkin n dapdapat at memmembukbuktiktikan an diadiagnognosis sis bahbahwa wa sesseseoreorangang mengalami stroke. Pemeriksaan neurologis mencakup :

mengalami stroke. Pemeriksaan neurologis mencakup : 1.

1. AwAwareareneness ss (K(Kesesadadararanan)) 2.

2. KemKemampampuan buan berberbicaricara dan fa dan fungungsi mesi memormorii 3.

3. KemKemampampuan uan melmelihat ihat dan dan gergerakaakan man matata 4.

4. SenSensassasi dan gi dan gerakerakan paan pada lenda lengan wgan wajaajah dan kah dan kakiki 5

5.. RReefflleekkss 6.

6. KemKemampampuan uan berberjaljalan an dan dan keskeseimeimbanbangangan

Prosedur imaging Prosedur imaging

Pro

Prosedsedur ur imaimaginging g (mi(misalsalnynya, a, CT CT scascan, n, USGUSG, , MRIMRI) ) memmembanbantu tu dokdokter ter  menentukan jenis stroke dan mengesampingkan kondisi lain, seperti infeksi dan menentukan jenis stroke dan mengesampingkan kondisi lain, seperti infeksi dan tumor otak.

tumor otak. USG

USG

USG menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan USG menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambar aliran darah melalui arteri di leher yang mensuplai darah ke otak (yaitu, gambar aliran darah melalui arteri di leher yang mensuplai darah ke otak (yaitu, arteri carotid) dan dapat digunakan untuk mendeteksi penyumbatan

arteri carotid) dan dapat digunakan untuk mendeteksi penyumbatan Computed Tomography

Computed Tomography Scan Scan (CT (CT Scan)Scan)

Teknik ini biasanya merupakan tes pertama yang dilakukan ketika pasien Teknik ini biasanya merupakan tes pertama yang dilakukan ketika pasien datang ke ruang gawat darurat rumah sakit dengan

datang ke ruang gawat darurat rumah sakit dengan gejala strokegejala stroke, bukan hanya, bukan hanya karena dapat dengan mudah mendeteksi perdarahan di dalam otak, tetapi juga karena dapat dengan mudah mendeteksi perdarahan di dalam otak, tetapi juga karena dapat dilakukan dengan cepat.

karena dapat dilakukan dengan cepat.

Tes menggunakan dosis rendah sinar-X untuk menampilkan gambar x-ray Tes menggunakan dosis rendah sinar-X untuk menampilkan gambar x-ray otak dan dapat menentukan apakah suatu

otak dan dapat menentukan apakah suatu strokestroke disebabkan oleh penyumbatandisebabkan oleh penyumbatan (iskemia) atau pendarahan

(11)

CT scan biasanya tidak dapat menghasilkan gambar yang menunjukkan CT scan biasanya tidak dapat menghasilkan gambar yang menunjukkan tanda

tanda-tanda strok-tanda stroke iskemik sampae iskemik sampai 48 i 48 jam setelah onsetjam setelah onset, jadi pengulan, jadi pengulangan gan scanscan dap

dapat at dildilakuakukankan. . Tes Tes ini ini dildilakuakukan kan di di ruaruang ng dardaruraurat t untuntuk uk menmendetdetekseksii strokestroke hemoragik 

hemoragik . CT scan juga dapat mengungkapkan. CT scan juga dapat mengungkapkan stroke iskemik stroke iskemik tetapi hanya 6-12tetapi hanya 6-12  jam setelah onset.

 jam setelah onset.

Magnetic Resonance Imaging (MRI) Magnetic Resonance Imaging (MRI)

Ini adalah salah satu tes paling membantu dalam diagnosis stroke karena Ini adalah salah satu tes paling membantu dalam diagnosis stroke karena dapat mendeteksi stroke dalam beberapa menit onset mereka. Gambaran otak juga dapat mendeteksi stroke dalam beberapa menit onset mereka. Gambaran otak juga ungg

unggul dalam kualiul dalam kualitas dibantas dibandingdingkan dengan gamkan dengan gambar CT. bar CT. Karena inilKarena inilah, MRIah, MRI adalah uji preferensi dalam

adalah uji preferensi dalam diagnosis stroke. Suatu jenis khusus yang disebut MRIdiagnosis stroke. Suatu jenis khusus yang disebut MRI an

angigiogograraphphy y resresononanansi si mamagngnetetikik, , atatau au MRMRA, A, mememumungngkikinknkan an dodoktkter er tetepapatt memvisualisasikan penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah di otak.

memvisualisasikan penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah di otak.

Magnetic Resonance Imaging (MRI) - Perangkat ini menggunakan medan Magnetic Resonance Imaging (MRI) - Perangkat ini menggunakan medan magnet untuk mendeteksi perubahan halus dalam jaringan otak. MRI berguna magnet untuk mendeteksi perubahan halus dalam jaringan otak. MRI berguna ketika stroke melibatkan pembuluh darah kecil. Hal ini membutuhkan waktu yang ketika stroke melibatkan pembuluh darah kecil. Hal ini membutuhkan waktu yang lebih lama daripada CT scan. Uji tanpa rasa sakit dilakukan tanpa memasuki lebih lama daripada CT scan. Uji tanpa rasa sakit dilakukan tanpa memasuki tubuh dan membutuhkan waktu antara 30 dan

tubuh dan membutuhkan waktu antara 30 dan 90 menit.90 menit.  Lumbar Puncture

 Lumbar Puncture Tes ini

Tes ini kadankadang-kadag-kadang dilakukan di ng dilakukan di ruang darurat ketika ada ruang darurat ketika ada diagndiagnosisosis ku

kuat at ununtutuk k ststroroke ke hehemomoraragigik k papada da seseseseororanang g yayang ng hahasisil l CT CT scscan an titidadak k  menu

menunjukknjukkan an darah jelas. Tes darah jelas. Tes ini melibatkan penggunini melibatkan penggunaan aan jarum ke jarum ke suatu daerahsuatu daerah di

di dadalam lam babagigian an babawawah h susumsmsum um tutulanlang g bebelaklakanang g di di mamana na ia ia amaman an ununtutuk k  mengumpulkan cairan cerebrospinal (CSF). Ketika ada pendarahan di otak, darah mengumpulkan cairan cerebrospinal (CSF). Ketika ada pendarahan di otak, darah dapat dilihat pada CSF.

dapat dilihat pada CSF.

Transcranial Doppler (TCD) Transcranial Doppler (TCD)

Adalah tes portable yang dapat dilakukan di samping tempat tidur untuk  Adalah tes portable yang dapat dilakukan di samping tempat tidur untuk  menilai aliran darah melalui pembuluh di otak. Sebuah probe kecil ditempatkan menilai aliran darah melalui pembuluh di otak. Sebuah probe kecil ditempatkan ter

terhadhadap ap tentengkogkorakrak. . Tes Tes ini ini menmengguggunaknakan an gelgelombombang ang suasuara ra untuntuk uk menmengukgukur ur  aliran darah melalui pembuluh darah utama di

aliran darah melalui pembuluh darah utama di otak. Penyemotak. Penyempitan daerah dalampitan daerah dalam   pe

  pembumbuluh luh dardarah ah menmenunjunjukkukkan an aliraliran an dardarah ah leblebih ih cepcepat at dibdibandandingingkan kan dendengangan dae

(12)

 perkembangan pembuluh darah tersumbat.

 perkembangan pembuluh darah tersumbat. Penggunaan penting bagi TCD adalahPenggunaan penting bagi TCD adalah  pe

 penilnilaian aian alialiran ran dardarah ah melmelalualui i pempembulbuluh uh dardarah ah di di daedaerah rah hemhemorrorrhaghagic ic strstrokeoke,, karena pembuluh darah memiliki kecenderungan untuk menjalani "vasospasme" karena pembuluh darah memiliki kecenderungan untuk menjalani "vasospasme" kontraksi berbahaya dari dinding pembuluh darah yang dapat menyumbat aliran kontraksi berbahaya dari dinding pembuluh darah yang dapat menyumbat aliran darah .

darah .

 Doppler Ultrasound   Doppler Ultrasound 

Tes tanpa rasa sakit noninvasive di mana gelombang suara di atas rentang Tes tanpa rasa sakit noninvasive di mana gelombang suara di atas rentang   pendengaran manusia dikirim ke leher. Gaung dari gelombang memantul dari   pendengaran manusia dikirim ke leher. Gaung dari gelombang memantul dari

dar

darah ah berbergergerak ak dan dan jarijaringangan n dan dan dibdibententuk uk menmenjadjadi i susuatu atu gamgambarbar. . MetoMetoda da iniini cepat, tanpa rasa sakit dan risiko-bebas tetapi tidak akurat sebagai arteriografi. cepat, tanpa rasa sakit dan risiko-bebas tetapi tidak akurat sebagai arteriografi. Carotid Ultrasound 

Carotid Ultrasound 

Tes ini dilakukan tanpa memasuki tubuh dan mengevaluasi aliran darah Tes ini dilakukan tanpa memasuki tubuh dan mengevaluasi aliran darah ar

arterteri i kakarorotitid. d. GeGel l didigugunanakakan n papada da kukulilit t ununtutuk k memengngiriirim m sisinynyal al USUSG G dadann komputer dapat menghitung seberapa cepat darah tersebut mengalir dalam tubuh. komputer dapat menghitung seberapa cepat darah tersebut mengalir dalam tubuh. Ini membantu dokter menentukan berapa sempit arteri telah menjadi.

Ini membantu dokter menentukan berapa sempit arteri telah menjadi. Cerebral Angiography

Cerebral Angiography

Penggunakan tes ini dilakukan untuk memvisualisasikan pembuluh darah Penggunakan tes ini dilakukan untuk memvisualisasikan pembuluh darah di

di leleheher r dadan n ototakak. . SeSelamlama a pepengngujujiaian n inini i pepewawarnrna a khkhususus us yayang ng dadapapat t didilihlihatat menggunakan sinar-X disuntikkan ke dalam

menggunakan sinar-X disuntikkan ke dalam arteri karotisarteri karotis,, yang membawa darahyang membawa darah ke otak. Pada seseorang yang memiliki sebagian atau obstruksi total salah satu ke otak. Pada seseorang yang memiliki sebagian atau obstruksi total salah satu  pembuluh darah, atau dalam pembuluh darah lainnya di dalam otak, sedikit atau  pembuluh darah, atau dalam pembuluh darah lainnya di dalam otak, sedikit atau

tidak ada pewarna dapat dilihat mengalir melewatinya. tidak ada pewarna dapat dilihat mengalir melewatinya.

Penyebab umum dari stroke adalah penyempitan arteri karotid,

Penyebab umum dari stroke adalah penyempitan arteri karotid, stenosisstenosis karotis,

karotis, yanyang g biabiasansanya ya mermerupaupakan kan hashasil il dardari i depdeposiosito to kolkolestesteroerol l di di sepsepanjanjangang din

dindinding g pempembulbuluh uh dardarah. ah. KonKondisdisi i ini ini jugjuga a dapdapat at diddidiagiagnosnosis is dendengan gan tes tes yanyangg disebut

disebut Duplex CarotidDuplex Carotid, dimana gelombang suara digunakan untuk mengevaluasi, dimana gelombang suara digunakan untuk mengevaluasi aliran darah melalui pembuluh darah. Tergantung dari tingkat penyempitan dan aliran darah melalui pembuluh darah. Tergantung dari tingkat penyempitan dan   pada gejala dirasakan oleh seseorang, pembedahan mungkin diperlukan untuk    pada gejala dirasakan oleh seseorang, pembedahan mungkin diperlukan untuk  menghilangkan plak dari arteri yang terkena. Cerebral angiography juga dapat menghilangkan plak dari arteri yang terkena. Cerebral angiography juga dapat membantu dokter mendiagnosa kondisi umum berikut diketahui terkait dengan membantu dokter mendiagnosa kondisi umum berikut diketahui terkait dengan stroke hemoragik 

(13)

1.

1. AneurismaAneurisma

2.

2. Arterio-Venous MalformationsArterio-Venous Malformations

 Electrocardiogram  Electrocardiogram

Uj

Uji i inini, i, jujuga ga didikekenanal l sesebabagagai i EKEKG G atatau au ECECG, G, memembmbanantu tu dodoktkter er  meng

mengidentiidentifikasi fikasi masalamasalah h dengadengan n kondkonduksi uksi listrilistrik k jantujantung.. ng.. NormNormalnya, alnya, jantujantungng  berdetak dalam pola, teratur berirama yang mempromosikan aliran darah lancar   berdetak dalam pola, teratur berirama yang mempromosikan aliran darah lancar  ke otak dan organ tubuh lainnya. Tetapi ketika hati telah cacat dalam konduksi ke otak dan organ tubuh lainnya. Tetapi ketika hati telah cacat dalam konduksi listrik, pemukulan berhenti berirama dan dikatakan menderita

listrik, pemukulan berhenti berirama dan dikatakan menderita aritmia,aritmia, atau detak atau detak    j

  janantutung ng yayang ng titidadak k teteraratutur. r. BeBebeberarapa pa ararititmimia, a, sesepepertrtii fibfibrilrilasi asi atriatrium,um, menyebabkan pembentukan bekuan darah di dalam bilik jantung. bekuan darah ini menyebabkan pembentukan bekuan darah di dalam bilik jantung. bekuan darah ini kadang-kadang bermigrasi ke otak dan

kadang-kadang bermigrasi ke otak dan menyebabkan stroke.menyebabkan stroke. Transthoracic echocardiogram (TTE)

Transthoracic echocardiogram (TTE)

Uji ini, juga dikenal sebagai 'echo' menggunakan gelombang suara untuk  Uji ini, juga dikenal sebagai 'echo' menggunakan gelombang suara untuk  men

mencari cari gumgumpalpalan an dardarah ah atau atau sumsumber ber lailainnynnyaa emboliemboli di dalam hati. Ini jugadi dalam hati. Ini juga dig

digunaunakan kan untuntuk uk menmencari cari kelkelainainan an funfungsi gsi janjantuntung g yanyang g dapdapat at menmenyebyebabkabkanan  pemb

 pembentukentukan an bekuabekuan n darah di darah di dalam bilik dalam bilik jantujantung.. TTEs ng.. TTEs juga digunakjuga digunakan an untuk untuk  menyelidiki apakah gumpalan darah dari kaki dapat melakukan

menyelidiki apakah gumpalan darah dari kaki dapat melakukan perjalanan melaluiperjalanan melalui hati dan mencapai otak.

hati dan mencapai otak.  Leg Ultrasound 

 Leg Ultrasound 

Dokter biasanya melakukan tes pada penderita stroke didiagnosis dengan Dokter biasanya melakukan tes pada penderita stroke didiagnosis dengan foramen ovale paten.

foramen ovale paten. pengujian menggunakan gelombang suara untuk mencaripengujian menggunakan gelombang suara untuk mencari  bekuan darah di pembuluh darah dalam kaki, yang juga dikenal sebagai

 bekuan darah di pembuluh darah dalam kaki, yang juga dikenal sebagai trombosistrombosis ven

vena a daldalamam ataatau u DVTDVTs. s. DVTDVTs s dapdapat at menmenyebyebabkabkan an strstroke oke dendengan gan memmembuabuatt sebuah perjalanan panjang yang berakhir di otak.. Pertama, sebuah fragmen kecil sebuah perjalanan panjang yang berakhir di otak.. Pertama, sebuah fragmen kecil dari DVT

dari DVT istirahistirahat at off dan off dan perjalperjalanan ke anan ke jantujantung melalui sirkulasi venaSeteng melalui sirkulasi venaSetelah dilah di  jantung bekuan darah salib dari sisi kanan ke sisi kiri jantung melalui PFO, di  jantung bekuan darah salib dari sisi kanan ke sisi kiri jantung melalui PFO, di mana ia didorong keluar melalui aorta dan carotids terhadap otak, di mana ia mana ia didorong keluar melalui aorta dan carotids terhadap otak, di mana ia dapat menyebabkan stroke.

(14)

VI. HASIL TERAPI YANG DIINGINKAN (Dipiro

VI. HASIL TERAPI YANG DIINGINKAN (Dipiro et al et al , 2008), 2008) Tujuan pengobatan stroke akut adalah

Tujuan pengobatan stroke akut adalah 1.

1. MenMengurgurangangi i lukluka a sissistem syaratem syaraf f yanyang g sedsedang berlang berlangangsunsung g dan menudan menurunrunkankan kematian dan cacat jangka panjang.

kematian dan cacat jangka panjang. 2.

2. MencegMencegah kompah komplikaslikasi sekundi sekunder untuer untuk imobilk imobilitas dan diitas dan disfungsfungsi sistsi sistem syarafem syaraf.. 3.

3. MenMencegcegah ah berberulaulangnngnya ya strstrokeoke..

VII. PENANGANAN VII. PENANGANAN

Terapi nonfarmakologi (Dipiro

Terapi nonfarmakologi (Dipiro et al et al , 2008), 2008) Pad

Pada a strstroke oke iskiskemiemia a akuakut, t, penpenanganganaanan n melmelalualui i jalajalan n opeoperasrasi i terterbatbatas.as. Operas

Operasi i dekomdekompresi presi dapat menyelamatkdapat menyelamatkan an hiduhidup p dalam kasus dalam kasus pembepembengkangkakankan signifikan yang berhubungan dengan infark serebral. Pendekatan interdisipliner  signifikan yang berhubungan dengan infark serebral. Pendekatan interdisipliner  untuk penanganan stroke yang mencakup rehabilitasi awal sangat efektif dalam untuk penanganan stroke yang mencakup rehabilitasi awal sangat efektif dalam  pengurangan kejadian stroke berulang pada pasien tertentu. Pembesaran karotid  pengurangan kejadian stroke berulang pada pasien tertentu. Pembesaran karotid dapat efektif dalam pengurangan resiko stroke berulang pada pasien komplikasi dapat efektif dalam pengurangan resiko stroke berulang pada pasien komplikasi  beresiko tinggi selaam endarterektomi.

 beresiko tinggi selaam endarterektomi. Pe

Pendndararahahan an susubabararakhkhnonoid id didisesebababkbkan an ololeh eh rurusasaknknya ya ananeueurirismsmee in

intrtrakakraraninial al atatau au cacacacat t ararteteririinintrtravavenena, a, opopererasasi i ununtutuk k mememomototong ng atatauau mem

memindindahkahkan an pempembulbuluh uh dardarah ah yanyang g abnabnormormal, al, penpentinting g untuntuk uk menmengurgurangangii kematian dari pendarahan. Keuntungan operasi tidak didokumentasikan dengan kematian dari pendarahan. Keuntungan operasi tidak didokumentasikan dengan   ba

  baik ik daldalam am kaskasus us penpendardarahaahan n intintrasrasereberebral ral priprimermer. . PadPada a paspasien ien hemhematoatomasmas int

intrasrasereberebralral, , insinsersersi i padpada a salsalurauran n pempembulbuluh uh dardarah ah dendengan gan pempemantantauaauan n ataatauu tek

tekanaanan n intintrakrakranranial ial umumum um dildilakuakukankan. . OpeOperasrasi i dekdekomomprepresi si hemhematoatoma ma masmasihih diperdebatkan sebagai penyelamat terakhir dalam kondisi terancamnya hidup. diperdebatkan sebagai penyelamat terakhir dalam kondisi terancamnya hidup.

Terapi farmakologi Terapi farmakologi Stroke iskemia Stroke iskemia

  A

  Amemeriricacan n StStroroke ke AsAssosociciatatioionn memempmpubublilikakasisikakan n pepedodomaman n dadalamlam   p

  penenanangagananan n kakasusus s ststroroke ke isiskekemimia. a. SeSecacara ra umumum um adada a 2 2 jejeninis s obobat at yayangng direkomendasikan yaitu

direkomendasikan yaitu tPA intravena pada 3 tPA intravena pada 3 jam onset strojam onset stroke dan aspirin ke dan aspirin padapada 48 jam onset.

(15)

Telah ditunjukkan bahwa pemberian lebih awal (<3 jam) tPA intravena Telah ditunjukkan bahwa pemberian lebih awal (<3 jam) tPA intravena dap

dapat at menmenuruurunkankan n resresiko iko caccacat at yanyang g disdisebaebabkabkan n oleoleh h strstroke oke iskiskemiemia. a. SecSecaraara ringkas esensi dari protokol penanganan stroke iskemia adalah sebagai berikut : ringkas esensi dari protokol penanganan stroke iskemia adalah sebagai berikut : 1.

1. DiDitatangnganani oli oleh seh suauatu tu titimm 2.

2. OnOnseset gt gejejalala ada adalalah 3 ah 3 jajamm 3.

3. CT sCT scan ucan untuk ntuk pengpengecualiaecualian terhn terhadap adap strokstroke heme hemoragioragi 4.

4. MemenuMemenuhi khi kriteria riteria inkluinklusi dsi dan ekan eksklussklusi (ti (tabel abel 2)2) 5.

5. DiDibeberirikakan n tPtPA A 0,0,9 9 mgmg/k/kg g sasampmpai ai sasatu tu jajam m seseteltelah ah bobolulus s 1010% % dodosisis s tototatall diberikan sampai 1 menit.

diberikan sampai 1 menit. 6.

6. Terapi aTerapi antikontikoagulan dagulan dan antipan antiplatelet selatelet seharusnharusnya dihiya dihindari sendari selama 24 jlama 24 jamam 7.

7. PemPemantantauaauan lebih den lebih dekat lagkat lagi terhai terhadap pedap pendandarahrahanan

Terapi aspirin lebih awal juga menunjukkan penurunan resiko kematian Terapi aspirin lebih awal juga menunjukkan penurunan resiko kematian dan cacat tetapi tidak boleh diberikan selama 24 jam dari waktu pemberian tPA dan cacat tetapi tidak boleh diberikan selama 24 jam dari waktu pemberian tPA karena dapat meningkatkan resiko pendarahan pada setiap pasien.

karena dapat meningkatkan resiko pendarahan pada setiap pasien. Te

Telalah h didikeketahtahui ui babahwhwa a teterarapi pi anantitiplplateatelet let adadalalah ah dadasasar r dadari ri teteraprapii an

antittitrorombmbototik ik ununtutuk k pepencncegegahahan an sesekukundnder er ststroroke ke isiskekemimia, a, dadan n sesebabaikiknynyaa digunakan pada stroke nonkardioembolik. Terdapat tiga obat yang sekarang ini digunakan pada stroke nonkardioembolik. Terdapat tiga obat yang sekarang ini digu

digunakan yaitu nakan yaitu aspiriaspirin n klopklopidogridogrel, el, kombkombinasi dipiradaminasi dipiradamol ol dan dan aspiriaspirin n yangyang dip

dipertertimbimbangangkan kan sebsebagaagai i antantipliplatelatelet et pilpilihaihan n perpertamtama a oleoleh h ACCACCP P (( American American College of Chest Physicians

College of Chest Physicians ).).

Pada pasien yang mengalami fibrilisasi atrial dan kemungkinan adanya Pada pasien yang mengalami fibrilisasi atrial dan kemungkinan adanya embolik, warfarin adalah antitrombotik pilihan pertama. Farmakoterapi lainnya embolik, warfarin adalah antitrombotik pilihan pertama. Farmakoterapi lainnya mer

merekoekomenmendasdasikan ikan untuntuk uk penpencegcegahaahan n seksekundunder er terjterjadiadinya nya strstrokoke e melmelipuiputiti  penurunan tekanan darah dan terapi statin. Saat ini rekomendasi untuk terapi akut  penurunan tekanan darah dan terapi statin. Saat ini rekomendasi untuk terapi akut

dan pencegahan sekunder penyakit stroke tercantum pada tabel 2 dan pencegahan sekunder penyakit stroke tercantum pada tabel 2

Men

Mengengenali ali dan dan mermerespespon on dendengan gan segsegera era gejgejala ala strstroke oke adaadalah lah sansangatgat  penting untuk memperoleh hasil terapii yang optimal. Segera setelah gejala stroke  penting untuk memperoleh hasil terapii yang optimal. Segera setelah gejala stroke itu dikenali, sistem penanganan emergensi harus dilakukan. Dalam hal ini harus itu dikenali, sistem penanganan emergensi harus dilakukan. Dalam hal ini harus da

dapapat t didibebedadakakan n anantatara ra gegejaljala a ststroroke ke dedengngan an gagangngguguan an lailainnnnyaya, , hihipepertrtenensisi enselopati, hipoglikemi, komplikasi, migren (Koda-kimble

(16)

Tabel 1. Farmakoterapi yang dianjurkan untuk stroke iskemik  Tabel 1. Farmakoterapi yang dianjurkan untuk stroke iskemik 

Terapi pendukung yang umum diperlukan untuk pasien di rumah sakit. Terapi pendukung yang umum diperlukan untuk pasien di rumah sakit. Beberapa masalah adalah penting untuk penanganan yang tepat terhadap stroke. Beberapa masalah adalah penting untuk penanganan yang tepat terhadap stroke. Perhatian khusus perlu diberikan pada pengontrolan cairan dan elektrolit. Terlalu Perhatian khusus perlu diberikan pada pengontrolan cairan dan elektrolit. Terlalu   b

  bererlelebibihahan n dadalalam m hihidrdrasasi i atatau au kukurarangngnynya a susuplplememenentatasi si nanatrtriuium m dadapapatt menyebabkan hiponatremia, dengan demikian memaksa cairan masuk ke dalam menyebabkan hiponatremia, dengan demikian memaksa cairan masuk ke dalam ne

neururon on dadan n kekemumudidian an dadapapat t memeniningngkakatktkan an kekerurusasakakan n papada da isiskekemimia. a. JaJadidi sebaiknya dilakukan terapi cairan

sebaiknya dilakukan terapi cairan dengan menggunakan larutan yang mengandungdengan menggunakan larutan yang mengandung minimal 0,45% saline dan yang paling disukai adalah 0,9% saline (Koda-kimble minimal 0,45% saline dan yang paling disukai adalah 0,9% saline (Koda-kimble et al 

et al , 2009)., 2009). Per

Perhathatian ian terhterhadaadap p temtemperperatuatur r tubtubuh uh jugjuga a harharus us dibdiberierikankan. . PenPenelitelitianian menu

menunjukknjukkan an bahwa bahwa peninpeningkatagkatan n kecil kecil tempertemperatur atur tubuh berhubuntubuh berhubungan gan dengdenganan semakin memburuknya keadaan. Hipotermia adalah neuroprotektif dan beberapa semakin memburuknya keadaan. Hipotermia adalah neuroprotektif dan beberapa   pene

  penelitian litian mengimengindikandikasikan sikan bahwa menrunkan bahwa menrunkan suhu tubuh suhu tubuh 0,260,26ºF ºF membmemberikanerikan ma

manfnfaat aat papada da papasisien en ststrorokeke. . PePengnggugunanaan an anantitipipiretretik ik sesepepertrti i asasetaetamiminonofenfen disarankan untuk menormalkan suhu tubuh

disarankan untuk menormalkan suhu tubuh (Koda-kimble(Koda-kimble et al et al , 2009)., 2009).

Parameter metabolik yang lain yang harus diperhatikan adalah kadar gula Parameter metabolik yang lain yang harus diperhatikan adalah kadar gula darah, karena hiperglikemi memberikan efek yang buruk terhadap kondisi infark  darah, karena hiperglikemi memberikan efek yang buruk terhadap kondisi infark 

(17)

iskemia. Jika hiperglikemia dideteksi, terapi insulin yang tepat harus dilakukan iskemia. Jika hiperglikemia dideteksi, terapi insulin yang tepat harus dilakukan un

untutuk k memempmperertatahahanknkan an kokonsnsenentrtrasasi i glglukukososa a dadararah h <1<140 40 mgmg/d/dl l tatanpnpaa menyebabkan hipoglikemik (Koda-kimble

menyebabkan hipoglikemik (Koda-kimble et al et al , 2009)., 2009). Da

Dalalam m memengngatatur ur tetekakananan n dadararah h papasisien en haharurus s didilalakukukakan n hahatiti-h-hatati.i. Penurunan tekanan darah yang terlalu cepat dapat membahayakan aliran darah ke Penurunan tekanan darah yang terlalu cepat dapat membahayakan aliran darah ke otak dan memperluas daerah yang mengalami iskemia dan infark. Sedangkan otak dan memperluas daerah yang mengalami iskemia dan infark. Sedangkan hipertensi dapat menempatkan pasien pada resiko yang besar untuk terjadinya hipertensi dapat menempatkan pasien pada resiko yang besar untuk terjadinya hem

hemoraoragik gik khukhusususnysnya a jikjika a digdigunaunakan kan zat zat trotrombombolitilitik. k. UntUntuk uk paspasien ien dendengangan tekanan sistol >185 mmHg atau tekanan diastol >110 mmHg yang akan diberikan tekanan sistol >185 mmHg atau tekanan diastol >110 mmHg yang akan diberikan fibrinolitik intravena, labetalol, tempelan nitrogliserin dan nikardipin intravena fibrinolitik intravena, labetalol, tempelan nitrogliserin dan nikardipin intravena seharusnya diberikan untuk menurunkan tekanan darah. Hal ini merupakan tujuan seharusnya diberikan untuk menurunkan tekanan darah. Hal ini merupakan tujuan yang tepat untuk memulai terapi tPA. Setelah pemeberian tPA, tekanan darah yang tepat untuk memulai terapi tPA. Setelah pemeberian tPA, tekanan darah ha

harurus s didijajaga ga di di babawawah h 18180/0/10105 5 mmmmHgHg. . TeTerjarjadi di pepenrnrununan an fufungngsi si neneururolologogii   berh

  berhubunubungan gan dengadengan n penupenurunan runan tekantekanan an darah, kecepatan darah, kecepatan infus antihiperteinfus antihipertensinsi dit

dituruurunkankan n ataatau u bilbila a perperlu lu obaobat t tidtidak ak dildilanjanjutkutkan. an. TerTerapi api antantihiihiperpertenstensi i dapdapatat dilakukan kembali dengan menggunakan obat oral seperti antagonis kanal kalsium dilakukan kembali dengan menggunakan obat oral seperti antagonis kanal kalsium atau ACE inhibitor (Koda-kimble

atau ACE inhibitor (Koda-kimble et al et al , 2009)., 2009).

Tabel 2. Kriteria inklusi dan ekslusi pada pemberian altaplase Tabel 2. Kriteria inklusi dan ekslusi pada pemberian altaplase

(18)

Symtomp onset Symtomp onset within 3 hours within 3 hours Symtomp onset Symtomp onset longer than 3 hours longer than 3 hours

Give aspirin 325 Give aspirin 325 mg in 24-48 hours mg in 24-48 hours Meets NIH criteria for 

Meets NIH criteria for  thrombolytic therapy thrombolytic therapy Provide Provide appropriate appropriate supportive and supportive and  preventive care  preventive care Provide appropriate Provide appropriate supportive and supportive and  preventive care  preventive care Begin Begin antiplatelet antiplatelet therapy 24-48 therapy 24-48 hours after tPA hours after tPA Initiate tPA Initiate tPA according to NIH according to NIH  protocol  protocol Onset of stroke-like Onset of stroke-like symtomps symtomps

Activate emergency medical Activate emergency medical

system system

Initiate respiratory and Initiate respiratory and

cardiovascular  cardiovascular 

support and transport immediately support and transport immediately to the emergensy department for  to the emergensy department for 

further care further care Symtomps Symtomps not not consistent consistent with stroke with stroke Symtomps Symtomps consistent consistent with stroke with stroke

Initiate appropriate therapy Initiate appropriate therapy and transport to emergensy and transport to emergensy department for further  department for further 

evaluation evaluation

Emergensy department assessment Emergensy department assessment

History of symtomp onset History of symtomp onset  Neurogical examination  Neurogical examination

Physical examination Physical examination CT or M

CT or MRI RI scan of scan of headhead

Assessment with NIH Stroke Scale Assessment with NIH Stroke Scale Appropriate laboratory test Appropriate laboratory test

Subarachnoid Subarachnoid hemorrage hemorrage Other Hemorrhagic Other Hemorrhagic strokes strokes Control Control  blood  blood  pressure  pressure Surgical Surgical clipping clipping of aneurysm of aneurysm Initiate appropriate Initiate appropriate therapy to prevent therapy to prevent rebleeding delayed rebleeding delayed vasospasm, vasospasm, hydrocephalus, hydrocephalus, and zeizures and zeizures Plan for  Plan for  rehabilitation rehabilitation Plan for  Plan for  rehabilitation rehabilitation Give aspirin 325 mg Give aspirin 325 mg in 24-48 hours in 24-48 hours Provide appropriate Provide appropriate supportive and supportive and  preventive care  preventive care Plan for  Plan for  rehabilitation rehabilitation Provide appropriate Provide appropriate supportive and supportive and  preventive care  preventive care Plan for  Plan for  rehabilitation rehabilitation Hemorrhagic Stroke

Hemorrhagic Stroke IschemicIschemic

Stroke Stroke Yes Yes Maintain blood Maintain blood  pressure <180/110  pressure <180/110 mmHg mmHg  No  No

(19)

Terapi trombolitik  Terapi trombolitik   Alteplase

 Alteplase Altep

Alteplase lase adalah tromboliadalah trombolitik tik (fibri(fibrinolitnolitik) ik) intra vena intra vena yang diterima yang diterima untuuntuk k    pe

  penannanganganan an strstroke oke akuakut t padpada a tahtahun un 1991996 6 berberdasdasarkarkanan   Nat  Nationaional l InstInstitutitute e of of    Ne

  Neurourologlogicical al DisDisordorderers s and and StStrokrokee (NI(NINDSNDS). ). PedPedomomanan   Amer  American ican StroStrokeke  Association

 Association memasukkan alteplase dalam penanganan stroke iskemia akut yangmemasukkan alteplase dalam penanganan stroke iskemia akut yang disetujui oleh FDA dan sangat dianjurkan bila diagnosis telah dilakukan lebih disetujui oleh FDA dan sangat dianjurkan bila diagnosis telah dilakukan lebih awal. Alteplase adalah efektif dalam membatasi perluasan infark dan melindungi awal. Alteplase adalah efektif dalam membatasi perluasan infark dan melindungi  ja

 jarinringan gan otaotak k dardari i iskiskemiemia a dan dan kemkematiatian an sel sel dendengan gan mermerestestoraorasi si alialiran ran dardarah.ah. Pemberian antiplatelet, antikoagulan, pemasangan NGT harus dihindari selama 24 Pemberian antiplatelet, antikoagulan, pemasangan NGT harus dihindari selama 24  jam setelah infus alteplase untuk mencegah komplikasi pendarahan. Pemasangan  jam setelah infus alteplase untuk mencegah komplikasi pendarahan. Pemasangan

kateter seharusnya dihindari selama 30 menit setelah pemberian infus. kateter seharusnya dihindari selama 30 menit setelah pemberian infus. Ef

Efek ek sasampmpining g yayang ng papaliling ng umumum um dadari ri pepengnggugunanaan an anantititrtromombobotitik k adadalalahah  pendarahan meliputi hemoragik intraserebral dan pendarahan sistemik. Perubahan  pendarahan meliputi hemoragik intraserebral dan pendarahan sistemik. Perubahan status mental dan sakit kepala yang berat yang dapat mengindikasikan hemoragik  status mental dan sakit kepala yang berat yang dapat mengindikasikan hemoragik  intraserebral.

intraserebral. Sterptokinase Sterptokinase

Streptokinase tidak diindikasikan untuk penggunaan dalam terapi iskemia Streptokinase tidak diindikasikan untuk penggunaan dalam terapi iskemia akut. Berdasarkan evaluasi streptokinase telah dihentikan karena

akut. Berdasarkan evaluasi streptokinase telah dihentikan karena tingginya insidentingginya insiden hemoragik pada pasien yang diberi streptokinase. Saat ini tidak ada indikasi untuk  hemoragik pada pasien yang diberi streptokinase. Saat ini tidak ada indikasi untuk    p

  penenggggununaaaan n ststrepreptotokikinanase se dadan n trtromombobolitlitik ik lalain in dadari ri papada da alaltepteplaslase e papadada  penanganan stroke iskemia akut.

 penanganan stroke iskemia akut.   Intraarterial Trombrolitik 

  Intraarterial Trombrolitik  Int

Intraarraarteriterial al trotrombombolitlitik ik dapdapat at menmeningingkatkatkan kan hashasil il terterapi api paspasien ien strstrokeoke isk

iskemiemia a yanyang g disdisebaebabkabkan n oleoleh h penpenyumyumbatbatan an pempembulbuluh uh besbesar. ar. KarKarena ena hanhanyaya ter

terbatbatas as padpada a trotrombombolislisis is intintraarraarteriterial al pedpedomaoman n saasaat t ini ini mermerekoekomenmendasdasikaikann  penanganan dengan alteplase intravena pada pasien yang memenuhi kriteria tidak   penanganan dengan alteplase intravena pada pasien yang memenuhi kriteria tidak   perlu ditunda menunggu trombolisis intraarterial

(20)

Heparin Heparin

Heparin biasanya digunakan pada terapi stroke akut. Akan tetapi tidak ada Heparin biasanya digunakan pada terapi stroke akut. Akan tetapi tidak ada   perco

  percobaan baan yang cukup yang cukup untuk memastiuntuk memastikan kan efikasefikasi i dan dan keamakeamanannynannya. a. PedomPedomanan  penanganan stroke iskemia akut saat ini tidak merekomendasikan antikoagulan  penanganan stroke iskemia akut saat ini tidak merekomendasikan antikoagulan  pada keadaan gawat dengan heparin atau heparin bobot molekul rendah karena  pada keadaan gawat dengan heparin atau heparin bobot molekul rendah karena kurangnya bukti yang menguntungkan pada peningkatan fungsi neurologik dan kurangnya bukti yang menguntungkan pada peningkatan fungsi neurologik dan karena resiko terjadinya pendarahan. Heparin dapat mencegah berulangnya stroke karena resiko terjadinya pendarahan. Heparin dapat mencegah berulangnya stroke   p

  padada a papasisien en dedengngan an atatheherorotrtromombobosisis s pepembmbululuh uh dadararah h bebesasar r atatau au ststrorokeke kardi

kardioembooembolik. lik. Akan tetapi Akan tetapi perlu dilakukaperlu dilakukan n penenpenenlitian lebih litian lebih lanjutlanjut. . KompKomplikaslikasii umum dari heparin meliputi perubahan dari stroke iskemia ke

umum dari heparin meliputi perubahan dari stroke iskemia ke strokstroke e hemohemoragik,ragik,  pendarahan dan trombositopenia (Chisholm-burns

 pendarahan dan trombositopenia (Chisholm-burns et al et al , 2008)., 2008).

Aspirin Aspirin

Aspirin pada kasus stroke iskemia akut telah diteliti oleh

Aspirin pada kasus stroke iskemia akut telah diteliti oleh International  International  Stroke Trial 

Stroke Trial  dandan Chinese Acute Stroke Trial Chinese Acute Stroke Trial . Pasien yang menerima aspirin tidak . Pasien yang menerima aspirin tidak  lebih 24-48 jam dari onset gejala kurang mengalami berulangnya stroke lebih lebih 24-48 jam dari onset gejala kurang mengalami berulangnya stroke lebih awal, kematian dan cacat. Terapi lebih awal dengan aspirin tidak lebih dari 24-48 awal, kematian dan cacat. Terapi lebih awal dengan aspirin tidak lebih dari 24-48   ja

  jam m setsetelaelah h onsonset et gejgejala ala harharus us dildilanjanjutkutkan an selselama ama palpaling ing kurkurang ang 2 2 minmingguggu (Chisholm-burns

(Chisholm-burns et al et al , 2008)., 2008).

Pencegahan sekunder Pencegahan sekunder

Asp

Aspiriirin n secsecara ara khukhusus sus dipdipertiertimbambangkngkan an sebsebagaagai i pilpilihaihan n perpertamtama a padpadaa   pe

  pencencegahgahan an seksekundunder er untuntuk uk strstroke oke iskiskemiemia a dan dan menmenuruurunkankan n resresiko iko strstroke oke didi kem

kemudiudian an harhari i padpada a 25% pria 25% pria dan wanitdan wanita a yanyang g menmengalgalami ami TIA atau TIA atau strstrokeoke sebelumnya. Aspirin salut enterik 325 mg perhari adalah dosis yang paling umum sebelumnya. Aspirin salut enterik 325 mg perhari adalah dosis yang paling umum digu

digunakan dan nakan dan telah direkomendtelah direkomendasikanasikan. . FDA telah FDA telah menermenerima ima dosis 50-325 mgdosis 50-325 mg untuk pencegahan stroke iskemia sekunder. Pada kasus dimana terjadi kegagalan untuk pencegahan stroke iskemia sekunder. Pada kasus dimana terjadi kegagalan ter

terapi api dendengan gan aspaspiriirin, n, penpeningingkatkatan an dosdosis is aspaspirin irin ataatau u menmenggaggantintinya nya dendengangan klo

klopidpidogrogrel, el, ataatau u komkombinbinasi asi pelpelepaepasan san dipdiperlerluas uas kloklopidpidogrogrel el dendengan gan aspaspiriirin.n. Klopidogrel adalah alternatif yang sesuai jika aspirin tidak dapat ditolerir.

(21)

Warfarin belum cukup diteliti pada kasus stroke nonkardioembolik, tetapi Warfarin belum cukup diteliti pada kasus stroke nonkardioembolik, tetapi ser

sering ing dirdirekoekomenmendasdasikaikan n setsetelaelah h pempemberberian ian antantipliplatelatelet et gaggagal. al. SecSecara ara umuumumm   pasien tanpa atrial fibrilasi terapi antiplatelet lebih direkomendasikan daripada   pasien tanpa atrial fibrilasi terapi antiplatelet lebih direkomendasikan daripada warfarin. Pada pasien dengan atrial fibrilasi, antikoagulasi jangka panjang dengan warfarin. Pada pasien dengan atrial fibrilasi, antikoagulasi jangka panjang dengan warfarin direkomendasikan dan efektif baik untuk pencegahan primer maupun warfarin direkomendasikan dan efektif baik untuk pencegahan primer maupun sekunder (Chisholm-burns

sekunder (Chisholm-burns et al et al , 2008)., 2008).

Tiklopidin akan dicadangkan untuk pasien yang gagal atau tidak dapat Tiklopidin akan dicadangkan untuk pasien yang gagal atau tidak dapat men

menerierima ma teraterapi pi lailain n karkarena ena efek efek samsampinpingnygnya a (ne(neutrutropeopeniania, , aneanemia mia aplaplastastik,ik,   purpura trombositopenia trombosis, ruam, diare, hiperkolesterolemia) (Sukandar    purpura trombositopenia trombosis, ruam, diare, hiperkolesterolemia) (Sukandar 

dkk, 2009) dkk, 2009)

Stroke hemoragik  Stroke hemoragik 

Saat ini belum tersedia standar farmakologi untuk menangani hemoragik  Saat ini belum tersedia standar farmakologi untuk menangani hemoragik  intraserebral. Penggunaan zat hemostatik pada kasus hiperakut (< 4 jam) dapat intraserebral. Penggunaan zat hemostatik pada kasus hiperakut (< 4 jam) dapat mencegah perluasan hematoma tetapi tidak meningkatkan hasil terapi. Pedoman mencegah perluasan hematoma tetapi tidak meningkatkan hasil terapi. Pedoman  pengobatan untuk mengatur tekanan darah, peningkatan tekanan intrakranial dan  pengobatan untuk mengatur tekanan darah, peningkatan tekanan intrakranial dan   p

  penenggobobatatan an kkomomplplikikasasi i inintrtrasasererebebraral l hehemmororagagik ik ddibibuututuhhkakan n ununtutuk k   penatalaksanaan

 penatalaksanaan penyakit akut ppenyakit akut pasien di unasien di unit pelayanan neurointenit pelayanan neurointensif.sif. Pe

Pendndararahahan an susubabararakhkhnonoid id didisesebababkbkan an ololeh eh rurusasaknknya ya ananererususimimee  berhubungan dengan kejadian iskemia serebral yang tertunda dalam dua minggu  berhubungan dengan kejadian iskemia serebral yang tertunda dalam dua minggu

set

setelaelahtehterjadrjadinyinya a penpendardarahaahan. n. VasVasosospaspasmus mus vasvaskulkulatuatur r sereserebrabral l adaadalh lh yanyangg  bertanggung jawab untuk iskemia tertunda dan terjadi antara 4 dan 21 hari setelah  bertanggung jawab untuk iskemia tertunda dan terjadi antara 4 dan 21 hari setelah   pe

  pendandarahrahan. an. BloBloker ker kankanal al kalkalsiusium m nimnimopiopidindine e diadianjunjurkarkan n untuntuk uk menmengurgurangangii ke

kejadjadiaian n dadan n kekepaparahrahan an pepenunururunanan n neneururolologogi i efefek ek dadari ri isiskekemimia a teterturtundnda.a.   N

  Nimimododipipinine e 60 60 mg mg sesetitiap ap 4 4 jajam m sesehaharurusnsnya ya didiawawalali i dedengngan an didiagagnonosisis s dadann  berkelanjutan untuk 21 hari pada semua pasien pendarahan subarakhnoid. Jika  berkelanjutan untuk 21 hari pada semua pasien pendarahan subarakhnoid. Jika hipotensi terjadi, dosis dikurangi hingga30 mg setaip 4 jam sementara itu volume hipotensi terjadi, dosis dikurangi hingga30 mg setaip 4 jam sementara itu volume intravaskuler dipertahankan (Sukandar dkk, 2009).

(22)

VIII. EVALUASI HASIL TERAPI

VIII. EVALUASI HASIL TERAPI (Dipiro(Dipiro et al et al , 2008), 2008)

Pasien stroke akut seharusnya dipantau secara ketat terhadap kemungkinan Pasien stroke akut seharusnya dipantau secara ketat terhadap kemungkinan  peningkatan keparahan neurologi, komplikasi tromboemboli atau infeksi, dan efek   peningkatan keparahan neurologi, komplikasi tromboemboli atau infeksi, dan efek 

sampi

samping ng dari dari pengapengaruh ruh farmakfarmakologologi i atau atau non-fnon-farmakoarmakologi. Pertimbanglogi. Pertimbangan an umumumum lainnya untuk pasien stroke meliputi

lainnya untuk pasien stroke meliputi 1.

1. PerluaPerluasan ksan kerusakerusakan pan pada oada otak (tak (iskemiskemia ataia atau hemu hemoragikoragik)) 2.

2. TimbuTimbulnya edlnya edema seema serebral rebral dan pdan peningeningkatan katan tekantekanan intan intrakranrakranialial 3.

3. HiHipepertrtenensi ysi yanang dg dararururatat 4.

4. InfInfekseksi (si (sististem urem urin din dan pan pernernapaapasansan)) 5.

5. TrTromomboboemembobolislisme me vevenana 6.

6. ElektElektrolit yrolit yang ang abnorabnormal dmal dan gan gangguangguan ritan ritme jame jantunntungg 7.

7. BeBerurulalangngnynya stra strokokee

Tabel 2. Pemantauan pasien stroke Tabel 2. Pemantauan pasien stroke

IX. CONTOH KASUS DAN SOLUSINYA (Dodds, 2010) IX. CONTOH KASUS DAN SOLUSINYA (Dodds, 2010) Skenario hari pertama

Skenario hari pertama

Bapak DF, 62 tahun, dibawa ke rumah sakit setelah

Bapak DF, 62 tahun, dibawa ke rumah sakit setelah collaps dan mengalamicollaps dan mengalami hilang kesadaran singkat 3 jam sebelumnya. Saat masuk ia dalam keadaan sadar. hilang kesadaran singkat 3 jam sebelumnya. Saat masuk ia dalam keadaan sadar. Dia

Dia teltelah ah kehkehilanilangan gan kemkemampampuan uan gergerak ak padpada a kedkedua ua lenlengan gan kirkirinyinya a dan dan kakkaki.i. Tekanan darahnya 160/100 mmHg.

(23)

Ri

Riwawayayat t memedidisnsnya ya mememimililiki ki hihipepertrtenensisi, , di di mamana na didia a teltelah ah didibeberirikakann  bend

 bendroflumroflumethiaziethiazide de 2,5 mg 2,5 mg setiap hari selama 6 setiap hari selama 6 tahuntahun. . Dia juga Dia juga telah diberikatelah diberikann carbamazepine 400 mg dua kali sehari selama 10 tahun untuk epilepsi. Dia tinggal carbamazepine 400 mg dua kali sehari selama 10 tahun untuk epilepsi. Dia tinggal di rumah dengan istrinya, dan merokok 15 batang per hari dan kadang-kadang di rumah dengan istrinya, dan merokok 15 batang per hari dan kadang-kadang mengkonsumsi alkohol. Hasil uji serum biokimianya adalah:

mengkonsumsi alkohol. Hasil uji serum biokimianya adalah:

o

o  Natrium 137 mmol/l (normalnya kisaran 135-145) Natrium 137 mmol/l (normalnya kisaran 135-145) o

o Urea 4,7 mmol/l (2,5-7,0)Urea 4,7 mmol/l (2,5-7,0) o

o Kalium 4.9 mmol/l (3,5-5,0)Kalium 4.9 mmol/l (3,5-5,0) o

o Kreatinin 95 mikromol/l (50-130)Kreatinin 95 mikromol/l (50-130)

Diagnosis stroke iskemik sudah dilakukan. Bapak

Diagnosis stroke iskemik sudah dilakukan. Bapak DF diresepkan aspirin 300DF diresepkan aspirin 300 mg secara oral dan dirujuk ke Unit Stroke Akut. A Computed Tomography (CT) mg secara oral dan dirujuk ke Unit Stroke Akut. A Computed Tomography (CT) scan telah dilakukan.

scan telah dilakukan. Pertanyaa

Pertanyaan n untuk didiskusikanuntuk didiskusikan 1.

1. ApApakakah ah fafaktktor or reresisiko ko yayang ng didimimililiki ki BaBapapak k DF DF teterhrhadadap ap peperkrkemembabangnganan strokenya?

strokenya? 2.

2. Alasan Alasan apa yapa yang ang mendamendasari sari dilakdilakukannukannya CT ya CT scan?scan? 3.

3. Kapan Kapan aspiriaspirin dapn dapat dibat diberikanerikan, dan , dan berapaberapakah dkah dosisnosisnya?ya? 4.

4. HaruskHaruskah Bapaah Bapak DF direk DF diresepkasepkan profin profilaksis laksis terhadterhadap ulseap ulserasi lambrasi lambung?ung? 5.

5. AdaAdakah golkah golongongan obat lain, selaan obat lain, selain aspirin aspirin, yang telain, yang telah h terbterbuktukti i berbermanmanfaafaatt dalam pengobatan stroke iskemia?

dalam pengobatan stroke iskemia? 6.

6. ApApakakah ah BaBapapak k DF DF dadapapat t didirekrekomomenendadasisikakan n ununtutuk k memengnggugunanakakan n obobatat golongan trombolitik?

golongan trombolitik? 7.

7. Bagaimana Bagaimana jika jika terapi terapi karbamazepin karbamazepin dihentikan?dihentikan? 8.

8. Bagaimana Bagaimana seharusnya seharusnya penanganan penanganan hipertensi hipertensi Bapak Bapak DF?DF? Skenario hari ke 3

Skenario hari ke 3

Bapak DF masih mengalami hilangnya gerakan dan nyeri di lengan kirinya Bapak DF masih mengalami hilangnya gerakan dan nyeri di lengan kirinya dan kaki. Dia juga mengalami kesulitan menelan, dan dianjurkan untuk mengikuti dan kaki. Dia juga mengalami kesulitan menelan, dan dianjurkan untuk mengikuti fis

fisiotioteraperapi, i, teraterapi pi bicbicara ara dan dan bahbahasa asa dan dan ahlahli i diediet. t. SebSebuah uah tabtabung ung nasnasogaogastrstrik ik  dimasukkan

Gambar

Gambar 3. Jalur fisiologi pembekuan darahGambar 3. Jalur fisiologi pembekuan darah
Gambar 4. Tempat-tempat terjadinya bekuan pemicu stroke iskemiaGambar 4. Tempat-tempat terjadinya bekuan pemicu stroke iskemia
Gambar  r 5. 5. Bagia Bagian-bag n-bagian  ian  otak  otak  yang  umumnya  yang  umumnya  menga mengalami  lami  stroke  hemoragik stroke  hemoragik
Tabel 1. Farmakoterapi yang dianjurkan untuk stroke iskemik Tabel 1. Farmakoterapi yang dianjurkan untuk stroke iskemik 
+2

Referensi

Dokumen terkait

Articulatio genus atau sendi lutut adalah articulatio composite karena lebih dari dua tulang yang bersendi, yaitu: condylus femoris, condylus tibiae, menisci, dan

Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh kesimpulan bahwa buku ajar kimia yang dikembangkan dalam penelitian ini efektif dalam meningkatkan hasil

Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan taraf ameliorasi dan pemupukan dari 0 hingga 100 % dosis rekomendasi sangat nyata meningkatkan secara linier pH-H 2 O,

Ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam penurunan angka kematian ibu dan anak ini antara lain pengambilan keputusan pada tingkat keluarga, aksesibilitas pelayanan

Puji syukur kepada Allah SWT atas rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan penyusunan skripsi dengan judul “FAKTOR - FAKTOR YANG MEMPENGARUHI

Penelitian ini dilakukan di LAZ PT Semen Padang dnagan tujuan untuk mengetahui : (1) Untuk mengetahui pelaksanaan dari pengelolaan serta pengunaan dana yang

Justifikasi Produk furniture yang diproduksi CV Noble Gallery Indonesia tidak termasuk dalam produk yang yang berasal dari bahan baku yang dibatasi

Hambatan utama pada pengelompokan berdasarkan mekanismenya adalah bah*a 466 tidak bisa hanya dikarakterisasi dengan hanya kerusakan a*al tetapi uga melibatkan banyak