• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM PERSARAFAN. Ns. Muhamad Zulfatul A la, M.Kep Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM PERSARAFAN. Ns. Muhamad Zulfatul A la, M.Kep Program Studi Ilmu Keperawatan Universitas Jember"

Copied!
57
0
0

Teks penuh

(1)

ANATOMI DAN FISIOLOGI SISTEM

PERSARAFAN

Ns. Muhamad Zulfatul A’la, M.Kep

(2)

Muhamad Zulfatul A’la

- Mahasiswa mampu menjelaskan tentang anatomi fisiologi CNS - Mahasiswa mampu mengetahui tentang anatomi fisiologi PNS

(3)

- Termasuk sistem pengendali

- Merupakan rangkaian organ yang kompleks yg membentuk sistem, terdiri dr : jaringan saraf tersebar di seluruh tubuh - Sistem informasi yang terintegrasi, berfungsi menerima data,

mengolahnya, menentukan respon dan memberi perintah ke setiap organ tubuh untuk melakukan tindakan yang penting demi keadaan homeostasis

(4)

Muhamad Zulfatul A’la

Stimulus

Setiap perubahan yang terjadi di luar dan di dalam tubuh yang memicu pengiriman pesan ke sistem saraf

(5)

Fungsi kewaspadaan

Membantumengetahui perubahan2 yang terjadi di sekitar untuk disampaikan ke alat indera. Pada alat indera terdapat saraf

sensorik yg berfungsi khusus sebagai penginput data Fungsi integrasi

Menerima pesan (input data) sensorik dari lingkungan luar , interpretasi oleh CNS, mengatur informasi dan

mengintegrasikandengan informasi yang telah ada untuk menentukan jenis respon yang akan diberikan

Fungsi koordinasi

(6)

Muhamad Zulfatul A’la

Sistem saraf sebagai jalur utama informasi biologis, bertanggung jawab mengendalikan seluruh proses biologi dan gerakan tubuh dan dapat menerima informasi dan menginterpretasinyamelalui sinyal elektrik di dalam sistem

Terdiri atas sistem saraf pusat (CNS) dan sistem saraf perifer (PNS).

CNS merupakan tempat proses berlangsung dan PNS bekerja mendeteksi dan mengirimkan impuls elektrokimia yang

digunakan pada sistem saraf

PNS terdiri dari saraf2 yang membawa impuls antara CNS dengan otot, kelenjar, kulit dan organ2 lain

(7)

CNS merupakan pusat sistem saraf, dimana bagiannya memproses informasi yang diterima oleh PNS

CNS terdiri atas otak dan tulang belakang. Bertanggung jawab menerima dan menginterpretasi sinyal dari PNS dan dan

pengirimkan sinyal itu kembali, baik sadar maupun tidak sadar . Otak dan sumsum tlg belakang merupakan CNS, sedangkan saraf sensorik dan saraf motorik membentuk PNS

(8)
(9)

- Sistem saraf somatik dan otonomikmerupakan bagian dari saraf motorik

- Sistem saraf berperan seperti sistem telepon.

Informasiditransmisikan dari dan ke otak, otak menerima

informasi dari saraf sensorik dan dikirimkan ke saraf motorik. - Informasi dari lingkungan sekeliling diterima oleh saraf

sensorik lalu dikirimkan ke otak. Pada waktu yang sama informasi ttg tubuh kita (mis.lapar) diterima oleh saraf motorik dan dikirimkan ke otak

(10)
(11)

OTAK

- Merupakan pusat kendali tubuh

- Bobot + 2% dari total BB (+1-1,5 kg)

- Memerlukan 20% dari oksigen dalam tubuh - Terdiri dari batang otak, serebrum, serebelum

- Terdapat jaringan kelabu (gray matter) dan putih (white matter)

SUMSUM TL BELAKANG - Panjang + 45 cm

(12)

Muhamad Zulfatul A’la

- Gray Matter – bagian SSP yang mengandung serabut

saraf yang tidak bermyelin – sel saraf korteks

serebral, bag dalam sumsum tlg belakang

- White Matter – bagian SSP yang mengandung

serabut saraf (akson) yang bermyelin (warna putih)

lapisan dalam serebrum

(13)

Tengkorak dan sum-sum tulang belakang Dilindungi

oleh 3 lapisan meninges

1. Duramater (lap. luar): terdiri atas jaringan

penghubung, pembuluh darah, dan saraf

2. Lapisan arachnoid (lap. tengah): elastis

3. Piamater (lap.dalam): mengandung saraf &

pembuluh darah

(14)
(15)
(16)

Muhamad Zulfatul A’la

- Disekresi oleh pleksus khoroid ke ventrikel2 di otak

- Cairan bening/seperti air

- Sebagai penahan goncangan

- Tempat pertukaran nutrien antara darah dan sistem

saraf

- Digunakan untuk deteksi penyakit meningitis

(17)
(18)

Muhamad Zulfatul A’la

- Merupakan bagian terbesar otak

- Fungsi : mengendalikan mental, tingkah laku, pikiran,

kesadaran, kemauan, kecerdasan, kemampuan

berbicara, bahasa

- Terdiri dari 2 hemisfer : kiri dan kanan

- Mengandung substansi/jaringan kelabu dan putih

- Hemisfer dipisahkan suatu celah yang dalam dan

dihubungkan kembali oleh corpus callosum

(19)

- Sebelah kiri mengendalikan bagian sebelah kanan tubuh, begitu sebaliknya

- Bagian luar substansi kelabu : korteks

- Korteks serebri bergulung2/berlipat tidak teraturluas permukaan >>

- Lekukan diantaranya : sulkus

- Sulkus yang terdalam membentuk fisura longitudinalis dan lateralis

- Fisura dan sulkus membagi otak menjadi beberapa lobus, yg letaknya sesuai dengan tulang yang berada di atasnya

(20)

Muhamad Zulfatul A’la

- Terbagi menjadi bagian2 : LOBUS

1. Lobus frontalis

2. Lobus parietalis

3. Lobus oksipitalis

4. Lobus temporalis

- Substansi putih terletak lebih dalam

- Korteks serebri juga terbagi bagian yang memiliki

fungsi

(21)
(22)

Muhamad Zulfatul A’la

- Bagian otak terbesar kedua bag otak belakang

- Berada di bawah serebrum, pada belakang tengkorak

- Berperan dalam koordinasi otot & menjaga

keseimbangan

sikap tubuh

- Susunan substansi kelabu & putih = serebelum

- Hemisfer serebeli mengendalikan tonus otot dan

sikap pada sisinya sendiri >< korteks serebrum

(23)

Menghubungkan otak dengan sumsum tulang belakang Terdiri dari 2 daerah :

- Medulla Oblongata – bag bawah batang otak,

menghubungkan pons dg sumsum tlg blkg, mengendalikan denyut jantung , kecepatan bernafas dan aliran darah dalam pembuluh

- Pons – menyampaikan sinyal dari serebrum keserebelum

(24)

Muhamad Zulfatul A’la

Thalamus

menerima impuls dari reseptor sensorik menyampaikan informasinya ke bagian yang tepat di serebrum

Hypothalamus

mengatur suhu tubuh rasa lapar , haus, marah, lelah,dll Mengendalikan kelenjar pituitari untuk fungsi endokrin Keduanya berada di otak bagian depan

(25)
(26)

Muhamad Zulfatul A’la

Otak mengendalikan bagaimana tubuh manusia

bekerja.

Gerakan sadar : Otak

SS somatik (mengendalikan

bisep, trisep dan otot2 sadar lainnya

Gerakan tidak sadar : mis detak jantung. Jika olah raga

otak bekerja

SS otonom meningkatkan detak jantung

lebih cepat.

(27)

Medula spinalis

- Berawal dari medula oblongata ke arah kaudal mll

foramen magnum, berakhir diantara vertebra L1 dan

L2

- Penghubung otak dengan seluruh tubuh/perifer

(PNS)

- Berperan langsung dalam proses/ gerak refleks

- Mengandung 31 psg saraf spinal

(28)

Muhamad Zulfatul A’la

- Serviks

- Thoraks

- Lumbal

- Sakral

- Koksigeal

- Penebalan serviks + lumbal

- Kauda equina

- Konus medullaris

- Filum terminale

(29)

- Refleks

- • Cepat, otonom, respon yang tidak disadari

- • Hasil dari reflex arcs/lengkung refleks – jalur saraf

terpendek

(30)

Muhamad Zulfatul A’la

- Sistem saraf terdiri dari neuron/sel saraf & sel glia

- Sel saraf berfungsi menghantarkan impuls, dari

lingkungan atau dalam tubuh, diolah & respon akan

disampaikan ke sel saraf atau organ lainnya. Tidak

dapat membelah

- Sel2 glia merupakan sel pendukung pada otak dan

sumsum tulang belakang, mengisi ruangan di antara

sel2 saraf, tidak mengkonduksi impuls listrik.

- Pada sel2 saraf, sel glia ini membentuk mielin bagi

akson sehingga mempengaruhi kecepatan

penghantaran impuls dari saraf. Dapat membelah.

(31)

- Merupakan satuan dasar sistem saraf

- Mempunyai ciri struktur tertentu yang membedakan dengan sel tubuh lainnya

- Pada bagian tengah neuron ada serabut tipis menjulur :

Akson melalui serabut inilah neuron melaksanakan fungsinya - Fungsi serabut/akson : menyampaikan isyarat ke & dari otak,

serta sumsum tlg belakang

- Isyarat disampaikan dari neuron ke neuron lain disebelahnya melalui sinapsis

- Pasokan energi untuk neuron berasal dari penguraian

(32)

Muhamad Zulfatul A’la

- Setiap neuron  satu badan sel yang di dalamnya

terdapat sitoplasma dan inti sel. Dari badan sel keluar dua macam serabut saraf, yaitu dendrit dan akson.

- Dendrit berfungsi mengirimkan impuls ke badan sel saraf, sedangkan akson berfungsi mengirimkan impuls dari badan sel ke sel saraf yang lain atau ke jaringan lain. Akson biasanya sangat panjang. Sebaliknya, dendrit pendek. Pada ujung akhir dari akson terdapat sinapsis yang merupakan celah antara ujung saraf di mana neurotransmitter dilepaskan untuk menghantar impuls ke saraf selanjutnya atau organ yang dituju.

(33)

- Serabut panjang pada sel saraf/neuron yang bekerja membawa keluar pesan (efferent)

- Neuron2 mengirim impuls listrik dari dalam sel melalui akson ke sel sasaran/target - Setiap sel saraf memiliki 1

akson, panjang + 20 cm

Struktur menyerupai tabung &

(34)

Muhamad Zulfatul A’la

- Lapisan lemak berwarna putihmelapisi akson

- Sebagai isolator elektrik Tidak semua sel

mengandung myelin

- Tersusun oleh sel schwan

- Akson yang tidak dilapisi myelin disebut

dengan nodus ranvier

(35)

1. Neuron unipolar : mempunyai 1 kaki pada soma berkembang menjadi bipolar dengan 2 kaki

2. Neuron bipolar : mempunyai 2 kaki (ada di retina, mukosa

penciuman, telinga dalam & alat pengecap)

3. Neuron multipolar : mempunyai 1 kaki panjang dan banyak kaki pendek. Somanya terdapat di bagian tengan zat abu2 sistem saraf tulang belakang

(36)

Muhamad Zulfatul A’la

The CNS has two kinds of tissue:

grey matter

and

white

matter

,

Grey matter

, which has a pinkish-grey color in

the living brain, contains the cell bodies, dendrites and

axon terminals of neurons, so it is where all synapses

are.

White matter

is made of axons connecting

different parts of grey matter to each other.

(37)

- 31 pasang saraf spinal (serabut motorik, sensorik

menyebar pada ekstremitas & dinding tubuh)

- 12 pasang saraf kranial (serabut motorik saja,

sensorik saja, atau campuran keduanya menyebar di

daerah leher & kepala)

(38)

Muhamad Zulfatul A’la

Tiap pasang saraf terletak pada segmen tertentu (serviks, toraks, lumbar, dll.)

Tiap pasang saraf diberi nomor sesuai tulang belakang di atasnya - 8 pasang saraf spinal serviks; C1-C8

- 12 pasang saraf spinal toraks; T1-T12 - 5 pasang saraf spinal lumbar; L1-L5 - 5 pasang saraf spinal sakral; S1-S5 - 1 pasang saraf spinal koksigeal; C0

(39)
(40)

Muhamad Zulfatul A’la

- Saraf kranial I: olfaktorius - Saraf kranial II: optikus

- Saraf kranial III: okulomotorius - Saraf kranial IV : trokhlearis - Saraf kranial V: trigeminalis - Saraf kranial VI: abdusens - Saraf kranial VII: fasialis

- Saraf kranial VIII: vestibulokohlear - Saraf kranial IX: glosofaringeal

- Saraf kranial X : vagus

- Saraf kranial XI : asesorius - Saraf kranial XII: hipoglosus

(41)

DISTRIBUSI

No Saraf Mempersarafi

I O serabut sensorik, menerima & menghantarimpuls pada sensasi penciuman

II O transmisi impuls dari dan ke retina mata

III O serabut motorik mensuplai otot ekstrinsik mata. IV T serabut motorik mensuplai otot ekstrinsik mata. V T saraf kranial terbesar, serabut campuran

VI A serabut motorik mensuplai otot ekstrinsik mata.

VII F Serabut motorik & sensorik mempersarafi otot wajah, kelenjar ludah & lakrimal

(42)

Muhamad Zulfatul A’la DISTRIBUSI

No Saraf Mempersarafi

IX G saraf campuran, mempersarafi lidah & farings

X V serabut campuran, terdistribusi paling luas, mensuplai farings, larings, organ dalaman di rongga leher, dada & abdomen

XI A bergabung dan terdistribusi dengan serabut vagus XII H saraf motorik, mensuplai otot intrinsil dan

(43)

• Neurotransmitters are types of hormones in the brain that transmit information from one neuron to another.

• They are made by amino acids.

• Neurotransmitters control major body functions including movement, emotional response, and the physical ability to experience pleasure and pain.

• The most familiar neurotransmitters, which are thought to play a role in mood regulation, are serotonin,

norepinephrine, dopamine, acetylcholine, and GABA.

(44)

Muhamad Zulfatul A’la

Excitatory neurotransmitterson switcheslike a car’s accelelator

Without a functioning inhibitory system to put on the brakes, things can get out of control.

Inhibitory neurotransmitters are the nervous system's "off switches  Regulate the activity of the excitatory

neurotransmitters, much like the brakes on a car.

(45)

- Dopamine - Histamine - Norepinephrine - Epinephrine - Glutamate - Acetylcholine Excitatory Nerotransmitters

(46)

Muhamad Zulfatul A’la - GABA - Dopamine - Serotonin - Acetylcholine - Taurine INHIBITORY NEUROTRANSMITTER

(47)

- Mahasiswa mampu menjelaskan tentang anatomi fisiologi CNS

(48)

Muhamad Zulfatul A’la

- ANS together with the endocrine system controls the body's internal organs . It innervates smooth muscles, cardiac muscle , and glands , controlling the circulation of blood , activity of the G.I . Tract and body temp .

(49)
(50)

Muhamad Zulfatul A’la - toracolumbar - Short preganglionic fibers. - Long postganglionic fibers. - Postganglionic fibers are distributed

throughout the body. - Postganglionic fibers

run from the ganglion to the organs that

they supply.

(51)

- kraniosakral

- Generally inhibits the effector organ (except in digestive tract).

- All pre and postganglionic fibers product Ach and are cholinergic.

- Location of ganglia (terminal ganglia) is in or near effector organ.

- Pregarglionic fibers arise from the CNS (brain stem) and sacral region of spinal cord (S2 – S4).

- Long preganglionic fibers. - Short postganglionic fibers.

(52)
(53)
(54)
(55)
(56)

Muhamad Zulfatul A’la

Gambarlah organ di bawah ini di kertas A4 menggunakan pensil warna semenarik mungkin. Scan gambar tersebut dan upload di Instagram.

Kelompok 1 : gambar otak bidang sagital (memotong otak secara vertikal) Kelompok 2 : gambar segmen tulang belakang

Kelompok 3: gambar neuron lengkap dari berbagai sisi

Kelompok 4 : gambar 31 saraf spinal dan area yang mempersarafinya Kelompok 5: gambar 12 saraf kranial dan organ yang mempersarafinya.

Kelompok 6 : gambar otak dalam bidang transversal (memotong otak secara horisontal)

(57)

Referensi

Dokumen terkait

tersebut dapat menyulitkan dokter dalam pengambilan data anamnesis, demikian pula dalam pengobatan dan tindak lanjut adanya gangguan kognitif tentu akan mempengaruhi kepatuhan

Komunikasi eksternal yang efektif Dalam menyusun kebijakan komunikasi eksternal yang efektif diarahkan agar pihak di luar organisasi, seperti masyarakat, rekanan, konsultan, DPR,

KOLESTEROL PADA MENCIT (Mus musculus) 2017.. Rubrun) DAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia )TERHADAP PENURUNAN KADAR KOLESTEROL TOTAL MENCIT (Mus. musculus)

Apabila ada peneliti atau penulis yang mempublikasi dua artikel atau lebih, yang memba- has sifat atau karakter yang berbeda dari kelompok ternak yang dipelihara pada waktu yang

Dari hasil penelitian dan pembahasan dapat di- simpulkan (1) ada peningkatan penguasaan materi matematika 39,45 poin dan peningkatan kemampuan pemecahan masalah 47,48; (2)

dapat dilihat bahwa hasil rata-rata persentase pelaksanaan praktikum pada indikator minat siswa terhadap praktikum di SMAN 1 lebih tinggi dari pada SMAN 2, hal

(2009) juga menemukan bahwa siswa kelas akselerasi memiliki prestasi belajar yang lebih tinggi dibanding siswa reguler, namun hal tersebut terjadi jika siswa akselerasi

Berkat Rahmad dan Ridho-Nya penulis dapat menyelesaikan skripsi yang berjudul “ Hubungan Pola Asuh Ibu dengan Perkembangan Motorik Halus Anak di TK ABA Kendangan Caturharjo