• Tidak ada hasil yang ditemukan

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

(1)

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA

NOMOR 1186/P/2020 TENTANG

MODEL PANUTAN PENERAPAN TATA NILAI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

Menimbang : a. bahwa dalam rangka meningkatkan efektivitas pelaksanaan pengembangan budaya kerja di lingkungan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, diperlukan model panutan untuk penerapan tata nilai yang tercantum dalam Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024;

b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana dimaksud dalam huruf a, perlu menetapkan Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan tentang Model Panutan Penerapan Tata Nilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan;

Mengingat : 1. Peraturan Presiden Nomor 68 Tahun 2019 tentang Organisasi Kementerian Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 203);

2. Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2019 tentang Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 242); 3. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor

45 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2019 Nomor 1673) sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 9 Tahun 2020 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 45 Tahun 2019 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Pendidikan dan

(2)

22 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Tahun 2020-2024 (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2020 Nomor 555);

MEMUTUSKAN:

Menetapkan : KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN TENTANG MODEL PANUTAN PENERAPAN TATA NILAI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN.

KESATU : Menetapkan Model Panutan Penerapan Tata Nilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana tercantum dalam Lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan dalam Keputusan Menteri ini.

KEDUA : Model Panutan Penerapan Tata Nilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana dimaksud dalam Diktum KESATU meliputi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, seluruh pejabat pimpinan tinggi madya, dan pemimpin unit organisasi di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

KETIGA : Model Panutan Penerapan Tata Nilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana dimaksud dalam Diktum KEDUA memberikan teladan kepada seluruh pegawai di unit kerjanya dalam menerapkan Tata Nilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang merupakan dasar sekaligus arah bagi sikap dan perilaku seluruh pegawai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dalam menjalankan tugas membangun pendidikan dan kebudayaan sebagaimana tertuang dalam Rencana Strategis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan 2020-2024.

KEEMPAT : Tata Nilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagaimana dimaksud dalam Diktum KETIGA terdiri atas: a. integritas;

b. kreatif dan inovatif; c. inisiatif;

d. pembelajar;

e. menjunjung meritokrasi; f. terlibat aktif; dan

(3)

KELIMA : Semua biaya yang timbul sebagai akibat dari pelaksanaan Keputusan Menteri ini dibebankan pada anggaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang relevan.

KEENAM : Keputusan Menteri ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.

Ditetapkan di Jakarta

pada tanggal 30 Desember 2020

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

TTD.

NADIEM ANWAR MAKARIM

Telah diperiksa dan disetujui oleh: Koord. Hukum II Tgl. Salinan sesuai dengan aslinya, Kepala Biro Hukum

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, TTD.

Dian Wahyuni

(4)

SALINAN LAMPIRAN

KEPUTUSAN MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN NOMOR 1186/P/2020

TENTANG

MODEL PANUTAN PENERAPAN TATA NILAI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

MODEL PANUTAN PENERAPAN TATA NILAI KEMENTERIAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

NO. NAMA JABATAN DALAM ORGANISASI

1. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2. Sekretaris Jenderal

3. Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan

4. Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

5. Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi 6. Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi 7. Direktur Jenderal Kebudayaan 8. Inspektur Jenderal

9. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan 10. Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

11. Kepala Biro Perencanaan

12. Kepala Biro Keuangan dan Barang Milik Negara 13. Kepala Biro Sumber Daya Manusia

14. Kepala Biro Organisasi dan Tata Laksana 15. Kepala Biro Hukum

16. Kepala Biro Kerja Sama dan Hubungan Masyarakat 17. Kepala Biro Umum dan Pengadaan Barang dan Jasa

18. Sekretaris Direktorat Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan 19. Direktur Pendidikan Profesi dan Pembinaan Guru dan Tenaga

Kependidikan

20. Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pedidikan Anak Usia Dini 21. Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar

22. Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus

23. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

24. Direktur Pendidikan Anak Usia Dini 25. Direktur Sekolah Dasar

(5)

NO. NAMA JABATAN DALAM ORGANISASI 26. Direktur Sekolah Menengah Pertama

27. Direktur Sekolah Menengah Atas

28. Direktur Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus 29. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi

30. Direktur Sekolah Menengah Kejuruan

31. Direktur Pendidikan Tinggi Vokasi dan Profesi 32. Direktur Kursus dan Pelatihan

33. Direktur Kemitraan Penyelarasan Dunia Usaha dan Dunia Industri 34. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi

35. Direktur Pembelajaraan dan Kemahasiswaan 36. Direktur Kelembagaan

37. Direktur Sumber Daya

38. Sekretaris Direktorat Jenderal Kebudayaan

39. Direktur Kepercayaan Terhadap Tuhan Yang Maha Esa 40. Direktur Perfilman, Musik, dan Media Baru

41. Direktur Pelindungan Kebudayaan

42. Direktur Pengembangan dan Pemanfaatan Kebudayaan 43. Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan 44. Sekretaris Inspektorat Jenderal

45. Inspektur I 46. Inspektur II 47. Inspektur III 48. Inspektur IV

49. Inspektur Investigasi

50. Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan 51. Kepala Pusat Penelitian Kebijakan

52. Kepala Pusat Asesmen dan Pembelajaran 53. Kepala Pusat Kurikulum dan Perbukuan

54. Kepala Pusat Penelitan dan Arkeologi Nasional

55. Sekretaris Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa

56. Kepala Pusat Pengembangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra 57. Kepala Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra

58. Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi 59. Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Pegawai 60. Kepala Pusat Prestasi Nasional

61. Kepala Pusat Penguatan Karakter

62. Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan 63. Kepala Sekretariat Lembaga Sensor Film

64. Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Bahasa

(6)

NO. NAMA JABATAN DALAM ORGANISASI

65. Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Jasmani dan Bimbingan Konseling

66.

Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Kewarganegaraan dan Ilmu Pengetahuan Sosial

67. Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika

68. Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Ilmu Pengetahuan Alam

69. Kepala Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Taman Kanak-Kanak dan Pendidikan Luar Biasa

70. Kepala Lembaga Pengembangan dan Pemberdayaan Kepala Sekolah dan Pengawas Sekolah

71. Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Jawa Barat

72. Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Jawa Tengah

73. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Sumatera Utara

74. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Jawa Timur

75. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Barat

76. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Kalimantan Selatan

77. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Sulawesi Selatan

78. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Papua

79. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Aceh

80. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Sumatera Barat

81. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Riau

82. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Bengkulu

83. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Sumatera Selatan

84. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Lampung

(7)

NO. NAMA JABATAN DALAM ORGANISASI

85. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Banten

86. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

87. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Bali

88. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Nusa Tenggara Timur

89. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Kalimantan Barat

90. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Kalimantan Timur

91. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Sulawesi Barat

92. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Sulawesi Utara

93. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Sulawesi Tengah

94. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Sulawesi Tenggara

95. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Maluku

96. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Jambi

97. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Kalimantan Tengah

98. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Gorontalo

99. Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini dan Pendidikan Masyarakat Provinsi Maluku Utara

100. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sumatera Barat 101. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Tengah 102. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan 103. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Aceh

104. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sumatera Utara 105. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Riau

106. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jambi

107. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sumatera Selatan 108. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kepulauan

(8)

NO. NAMA JABATAN DALAM ORGANISASI

109. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Bengkulu 110. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Lampung 111. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Banten

112. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta

113. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat 114. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Daerah Istimewa

Yogyakarta

115. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Timur 116. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Bali

117. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Barat

118. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Nusa Tenggara Timur

119. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Barat 120. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan

Timur

121. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan

122. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Tengah

123. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara 124. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi

Tenggara

125. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Tengah 126. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Gorontalo

127. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Maluku

128. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Maluku Utara 129. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Papua

130. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Sulawesi Barat 131. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Papua Barat 132. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau 133. Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Utara 134. Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi

Seni dan Budaya

135. Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Bangunan dan Listrik

136. Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bisnis dan Pariwisata

137. Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Pertanian

(9)

NO. NAMA JABATAN DALAM ORGANISASI

138. Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Mesin dan Teknik Industri

139. Kepala Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Otomotif dan Elektronika

140. Kepala Balai Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi Bidang Kelautan, Perikanan, Teknologi Informasi dan Komunikasi

141. Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Aceh

142. Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sumatera Barat 143. Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Kepulauan Riau 144. Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Jawa Barat 145. Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Daerah Istimewa

Yogyakarta

146. Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Kalimantan Barat 147. Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Bali

148. Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sulawesi Selatan 149. Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Sulawesi Utara 150. Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Maluku

151. Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya Provinsi Papua 152. Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Aceh

153. Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Sumatera Barat 154. Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jambi

155. Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Banten

156. Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta

157. Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Tengah 158. Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Jawa Timur 159. Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Bali

160. Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Sulawesi Selatan 161. Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Gorontalo

162. Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Kalimantan Timur 163. Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Provinsi Maluku Utara 164. Kepala Museum Nasional

165. Kepala Museum Basoeki Abdullah

166. Kepala Museum Benteng Vredeburg Yogyakarta 167. Kepala Museum Kebangkitan Nasional

168. Kepala Museum Kepresidenan Republik Indonesia Balai Kirti 169. Kepala Museum Sumpah Pemuda

170. Kepala Museum Perumusan Naskah Proklamasi 171. Kepala Galeri Nasional Indonesia

(10)

NO. NAMA JABATAN DALAM ORGANISASI 173. Kepala Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran 174. Kepala Balai Arkeologi Provinsi Sumatera Utara

175. Kepala Balai Arkeologi Provinsi Sumatera Selatan 176. Kepala Balai Arkeologi Provinsi Jawa Barat

177. Kepala Balai Arkeologi Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 178. Kepala Balai Arkeologi Provinsi Bali

179. Kepala Balai Arkeologi Provinsi Kalimantan Selatan 180. Kepala Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan 181. Kepala Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Utara 182. Kepala Balai Arkeologi Provinsi Maluku

183. Kepala Balai Arkeologi Provinsi Papua 184. Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Timur 185. Kepala Balai Bahasa Provinsi Bali

186. Kepala Balai Bahasa Provinsi Aceh

187. Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Utara 188. Kepala Balai Bahasa Provinsi Riau

189. Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Barat 190. Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan 191. Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Barat

192. Kepala Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah

193. Kepala Balai Bahasa Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta 194. Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat

195. Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Tengah 196. Kepala Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Selatan 197. Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Utara 198. Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Tengah 199. Kepala Balai Bahasa Provinsi Sulawesi Selatan 200. Kepala Balai Bahasa Provinsi Papua

201. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Jambi 202. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Bengkulu

203. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Riau

204. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 205. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Lampung

206. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Banten

207. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Kalimantan Timur 208. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Barat 209. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Nusa Tenggara Timur 210. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara 211. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Gorontalo

(11)

NO. NAMA JABATAN DALAM ORGANISASI 213. Kepala Kantor Bahasa Provinsi Maluku Utara

214. Kepala Balai Pengembangan Media Televisi Pendidikan dan Kebudayaan 215. Kepala Balai Pengembangan Media Radio Pendidikan dan Kebudayaan 216. Kepala Balai Pengembangan Multimedia Pendidikan dan Kebudayaan 217. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah I

218. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah II 219. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III 220. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IV 221. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah V 222. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VI 223. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VII 224. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah VIII 225. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah IX 226. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah X 227. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XI 228. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XII 229. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIII 230. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XIV 231. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XV 232. Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XVI 233. Rektor Universitas Gadjah Mada

234. Rektor Universitas Indonesia 235. Rektor Universitas Airlangga 236. Rektor Universitas Hasanuddin 237. Rektor Universitas Sumatera Utara 238. Rektor Universitas Padjadjaran 239. Rektor Universitas Diponegoro

240. Rektor Universitas Pendidikan Indonesia 241. Rektor Institut Teknologi Bandung

242. Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember 243. Rektor Institut Pertanian Bogor

244. Rektor Universitas Sriwijaya 245. Rektor Universitas Brawijaya 246. Rektor Universitas Sam Ratulangi 247. Rektor Universitas Udayana

248. Rektor Universitas Nusa Cendana 249. Rektor Universitas Andalas

250. Rektor Universitas Mulawarman 251. Rektor Universitas Mataram 252. Rektor Universitas Riau

(12)

NO. NAMA JABATAN DALAM ORGANISASI 253. Rektor Universitas Jambi

254. Rektor Universitas Tanjungpura

255. Rektor Universitas Jenderal Soedirman 256. Rektor Universitas Lampung

257. Rektor Universitas Sebelas Maret Surakarta 258. Rektor Universitas Tadulako

259. Rektor Universitas Halu Oleo 260. Rektor Universitas Bengkulu 261. Rektor Universitas Terbuka

262. Rektor Universitas Negeri Malang 263. Rektor Universitas Negeri Yogyakarta 264. Rektor Universitas Negeri Padang 265. Rektor Universitas Negeri Semarang 266. Rektor Universitas Negeri Surabaya 267. Rektor Universitas Negeri Jakarta

268. Rektor Universitas Sultan Ageng Tirtayasa 269. Rektor Universitas Negeri Gorontalo

270. Rektor Universitas Pendidikan Ganesha 271. Rektor Universitas Lambung Mangkurat 272. Rektor Universitas Syiah Kuala

273. Rektor Universitas Pattimura 274. Rektor Universitas Cendrawasih 275. Rektor Universitas Palangka Raya 276. Rektor Universitas Jember

277. Rektor Universitas Negeri Medan 278. Rektor Universitas Negeri Makassar 279. Rektor Universitas Negeri Manado 280. Rektor Universitas Papua

281. Rektor Universitas Khairun 282. Rektor Universitas Malikussaleh

283. Rektor Universitas Trunodjoyo Madura 284. Rektor Universitas Pertahanan

285. Rektor Institut Seni Indonesia Yogyakarta 286. Rektor Institut Seni Indonesia Denpasar 287. Rektor Institut Seni Indonesia Surakarta

288. Rektor Institut Seni Indonesia Padang Panjang 289. Rektor Institut Seni Budaya Indonesia Bandung 290. Rektor Universitas Bangka Belitung

291. Rektor Universitas Borneo Tarakan 292. Rektor Universitas Musamus

(13)

NO. NAMA JABATAN DALAM ORGANISASI 293. Rektor Universitas Maritim Raja Ali Haji

294. Rektor Universitas Samudra

295. Rektor Universitas Sulawesi Barat

296. Rektor Universitas Sembilan Belas November Kolaka 297. Rektor Universitas Tidar

298. Rektor Universitas Siliwangi 299. Rektor Universitas Teuku Umar 300. Rektor Universitas Timor

301. Rektor Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta 302. Rektor Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta 303. Rektor Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur 304. Rektor Universitas Singaperbangsa Karawang

305. Rektor Institut Teknologi Sumatera 306. Rektor Institut Teknologi Kalimantan

307. Rektor Institut Seni Budaya Indonesia Aceh

308. Rektor Institut Seni Budaya Indonesia Tanah Papua 309. Direktur Politeknik Negeri Malang

310. Direktur Politeknik Negeri Bandung 311. Direktur Politeknik Negeri Jakarta 312. Direktur Politeknik Negeri Semarang 313. Direktur Politeknik Negeri Medan 314. Direktur Politeknik Negeri Sriwijaya 315. Direktur Politeknik Negeri Samarinda 316. Direktur Politeknik Negeri Bali

317. Direktur Politeknik Negeri Padang

318. Direktur Politeknik Negeri Ujung Pandang

319. Direktur Politeknik Manufaktur Negeri Bandung 320. Direktur Politeknik Negeri Manado

321. Direktur Politeknik Negeri Ambon

322. Direktur Politeknik Elektronika Negeri Surabaya 323. Direktur Politeknik Negeri Lampung

324. Direktur Politeknik Negeri Pontianak 325. Direktur Politeknik Negeri Jember

326. Direktur Politeknik Negeri Banjarmasin

327. Direktur Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya 328. Direktur Politeknik Negeri Lhokseumawe

329. Direktur Politeknik Pertanian Negeri Samarinda

330. Direktur Politeknik Pertanian Negeri Pangkajene Kepulauan 331. Direktur Politeknik Negeri Kupang

(14)

NO. NAMA JABATAN DALAM ORGANISASI 333. Direktur Politeknik Pertanian Negeri Payakumbuh

334. Direktur Politeknik Perikanan Negeri Tual 335. Direktur Politeknik Negeri Media Kreatif

336. Direktur Politeknik Manufaktur Negeri Bangka Belitung 337. Direktur Politeknik Negeri Batam

338. Direktur Politeknik Negeri Nusa Utara 339. Direktur Politeknik Negeri Bengkalis 340. Direktur Politeknik Negeri Balikpapan 341. Direktur Politeknik Negeri Madiun 342. Direktur Politeknik Negeri Madura 343. Direktur Politeknik Negeri Fakfak 344. Direktur Politeknik Negeri Banyuwangi 345. Direktur Politeknik Negeri Sambas

346. Direktur Politeknik Maritim Negeri Indonesia 347. Direktur Politeknik Negeri Ketapang

348. Direktur Politeknik Negeri Tanah Laut 349. Direktur Politeknik Negeri Subang 350. Direktur Politeknik Negeri Indramayu 351. Direktur Politeknik Negeri Cilacap 352. Direktur Politeknik Negeri Nunukan

353. Direktur Akademi Komunitas Negeri Pacitan 354. Direktur Akademi Komunitas Negeri Aceh Barat

355. Direktur Akademi Komunitas Negeri Putra Sang Fajar Blitar 356. Direktur Akademi Komunitas Negeri Rejang Lebong

MENTERI PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN REPUBLIK INDONESIA,

TTD.

NADIEM ANWAR MAKARIM

Salinan sesuai dengan aslinya, Kepala Biro Hukum

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, TTD.

Dian Wahyuni

Referensi

Dokumen terkait

Berdasarkan hasil uji normalitas yang telah dilakukan untuk mengetahui pengaruh metode bermain puzzle terhadap kemampuan cuci tangan anak tunagrahita digunakan uji

Hubungan dukungan keluarga dengan pengendalian tekanan darah pada lanjut usia penderita hipertensi di puskesmas kalimanah kabupaten purbalinnga. Family support and

Adapun Sofjan Assauri (2004:12) dalam bukunya Manajemen Produksi dan Operasi, mengemukakan pengertian manajemen sebagai berikut “Manajemen adalah kegiatan atau usaha

Gangguan konduksi jantung adalah ganguan yang terjadi pada jaringan konduksi (jalur listrik) jantung sehingga listrik jantung tidak berjalan lancar atau terhenti ditengah jalan..

(2) Penerapan instumen penilaian sikap oleh guru akidah akhlak adalah: (a) observasi digunakan untuk mengamati perilaku spiritual dan sosial siswa baik saat

Evaluasi Umum mengukur kesesuaian Prodi terhadap seluruh butir evaluasi yang tercakup dalam ABEA dan KA dari IABEE untuk siklus akreditasi yang berlaku2.  Evaluasi Interim

Disamping itu, menurut hemat penulis perkara itsbat wakaf dapat dianalogkan kepada itsbat nikah sebagaimana dalam Pasal 7 ayat (2) Kompilasi Hukum Islam, yang

Berdasarkan uraian latar belakang yang telah dijelaskan diatas, maka penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) tingkat efektivitas pajak daerah di provinsi Maluku