• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Pemasaran Nenas Palembang (Kasus: Desa Paya Besar, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "Analisis Pemasaran Nenas Palembang (Kasus: Desa Paya Besar, Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera Selatan)"

Copied!
14
0
0

Teks penuh

Gambar

Gambar 1. Skema Saluran Pemasaran Nenas Palembang di Desa Paya Besar,  Kecamatan Payaraman, Kabupaten Ogan Ilir
Tabel 1. Fungsi-Fungsi Pemasaran yang Dijalankan Oleh Lembaga Pemasaran  Nenas di Desa Paya   Besar
Tabel 2 menunjukkan bahwa bagian  terbesar yang diterima petani terdapat  pada saluran tiga yaitu sebesar 41,71  persen
Tabel 4. Nilai Efisiensi Pemasaran pada Masing-Masing Saluran Pemasaran  Nenas Palembang di Desa Paya Besar

Referensi

Dokumen terkait

diperoleh petani, menganalisis saluran dan fungsi pemasaran yang dilakukan lembaga.. pemasaran wortel, dan menganalisis efisiensi pemasaran wortel yang dilihat

5.12 Perbandingan Keuntungan, Biaya, Marjin Pemasaran, Share Harga yang Diterima Petani Semangka dan Nilai (Π/C) pada Saluran Pemasaran Tiga Tingkat yang Melalui

Bagaimana saluran pemasaran Jamur Tiram Putih (Pleurotus floridae) Di Desa Tanjung Seteko Indralaya Kabupaten Ogan Ilir.. Berapa besar margin pemasaran dan bagian yang diterima

Hal ini berarti saluran pemasaran lebih efisien dari pada saluran pemasaran yang pertama, karena petani langsung menjual jagung ke pabrik pakan akibatnya share yang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk saluran pemasaran dan besarnya margin, bagian harga yang diterima oleh petani dan efisiensi pemasaran cabai merah

Berdasarkan uraian diatas maka perumusan masalahnya adalah :(1) Bagaimana saluran, margin pemasaran, efisiensi pemasaran bokar dan bagian harga yang diterima petani

Penelitian bertujuan untuk mengkaji harga, produk olahan dan saluran pemasaran yang digunakan dalam pemasaran ikan air tawar di Kabupaten Ogan Ilir, Provinsi Sumatera

Share harga yang diterima petani pada saluran I sampai IV memang dikatakan efisien karena nilainya lebih dari 40% sedangkan untuk saluran pemasaran V dan VI