ABSTRAK
Musik merupakan salah satu bagian terpenting dalam kehidupan manusia. Musik telah menjadi budaya dalam kehidupan manusia. Berdasarkan realita yang ada bahwa musik menjadi bagian yang terpenting dalam kehidupan, maka perancangan Classical Music center ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dan komunitas musik klasik dalam melakukan aktivitas bermusik.
Dalam perancangan ini digunakan konsep Elegance of Melody yang dapat menciptakan ruang dengan adanya penggabungan zaman romantik dan kontemporer yang dapat menciptakan suasana ruang yang terkesan klasik romantik tetapi adanya penggabungan bentuk dan warna yang kontemporer. Konsep ini diaplikasikan dalam pemilihan funitur, warna, material, dan bentuk pada setiap ruangan.
Dengan konsep desain yang menarik ini membuat Classical Music Center menjadi tempat yang tepat bagi para musisi maupun pecinta musik klasik di jakarta untuk belajar dan melakukan aktivitas bermusik di gendung ini.
ABSTRACT
Music is one of the essential parts of human's lives. It is culture of humans. The
reality makes Classical Music Centre have a design that caters to the needs of people of
classical music communities to have their jam session or musical activities.
The concept Elegance of Melody is applied to create a room that mixes the
romantic and contemporary era. This allows the room to look classic and romantic and
yet still owns the essence of contemporary in its style and shape. The concept is
materialized using selection of furniture, color and shapes in each room.
With this interesting concept, Classical Music Centre is the right place for
musicians and lovers of classical music in Jakarta to study and have their jam sessions
in this building.
DAFTAR ISI
COVER ... i
LEMBAR PENGESAHAN ... ii
LEMBAR ORISINALITAS LAPORAN ... iii
LEMBAR PERSETUJUAN PUBLIKASI KARYA ILMIAH ... iv
KATA PENGANTAR ... v
ABSTRAK ... vii
DAFTAR ISI ... viii
DAFTAR GAMBAR ... xii
DAFTAR TABEL ... xvii
DAFTAR BAGAN ... xvii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Identifikasi Masalah ... 3
1.3 Ide/Gagasan Perancangan ... 3
1.4 Rumusan Masalah ... 3
1.5 Tujuan Perancangan ... 4
1.6 Manfaat Perancangan ... 4
1.7 Ruang lingkup Perancangan ... 4
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Musik Klasik ... 6
2.1.1 Pengertian Musik ... 6
2.1.2 Pengertian Musik Klasik ... 7
2.1.3 Sejarah Perkembangan Music Klasik Dunia ... 7
2.2 Fasilitas Classical Music Center dan Standar Ergonomi ... 13
2.2.1 Lobby dan Resepsionis ... 13
2.2.2 Toko Musik ... 15
2.2.3 Kafe ... 18
2.2.4 Ruang Komunitas ... 21
2.2.5 Ruang Instrument Musik ... 22
2.2.6 Perspustakaan ... 33
2.2.7 Auditorium ... 34
2.3 Akustik ... 36
2.3.1 Perilaku Bunyi ... 36
2.3.2 Cacat akustik ... 38
2.3.3 Standar Akustik Untuk Auditorium ... 40
2.3.4 Standar Akustik Untuk Studio Rekaman ... 45
2.3.5 Material Akustik ... 46
2.4 Pencahayaan ... 49
2.5 Studi Banding ... 50
2.5.1 Elfa Music School ... 50
BAB III DATA PERANCANGAN
3.1 Deskripsi Site ... 62
3.2 Tinjauan Lokasi ... 62
3.2.1 Tinjauan Makro ... 63
3.2.2 Tinjauan Mikro ... 66
3.3 Daftar Kebutuhan dan Besaran Ruang ... 69
3.4 Tinjauan User ... 71
3.4.1 Identifikasi User ... 71
3.4.2 Struktur Organisasi dan Job Desk ... 72
3.4.3 Flow Activity User ... 74
3.5 Hubungan Kedekatan Ruang ... 76
3.5.1 Bubble Diagram Kedekatan Ruang ... 76
3.5.2 Zoning Blocking ... 78
3.6 Konsep Perancangan dan Implementasi ... 81
3.6.1 Konsep Bentuk ... 81
3.6.2 Konsep Warna ... 82
3.6.3 Konsep Material ... 85
3.6.4 Konsep Tekstur ... 88
3.6.5 Konsep Pencahayaan ... 88
3.6.6 Konsep Penghawaan ... 89
BAB IV PERANCANGAN DESAIN INTERIOR “CLASSICAL MUSIC CENTER”
4.1 Konsep Desain ... 91
4.2 Penerapan Interior ... 92
4.2.1 Lantai 1 ... 92
4.2.2 Lantai 2 ... 104
4.2.3 Lantai 3... 113
BAB V SIMPULAN 5.1 Simpulan ... 115
5.2 Saran ... 116
DAFTAR PUSTAKA ... 117
DAFTAR GAMBAR
Gambar 2.1 Standar Ergonomi Tempat Duduk Tamu ... 14
Gambar 2.2 Standar Ergonomi Area Meja Resepsionis ... 14
Gambar 2.3 Layout Tipe Race Track ... 16
Gambar 2.4 Layout Tipe Free Flow ... 16
Gambar 2.5 Layout Tipe Grid ... 16
Gambar 2.6 Standar Ergonomi Lebar Sirkulasi ... 17
Gambar 2.7 Standar Ergonomi Area Kasir ... 17
Gambar 2.8 Standar Ergonomi Display Barang dan Jalur Sirkulasi ... 17
Gambar 2.9 Standar Ergonomi Jalur Pelayanan Kafe... 18
Gambar 2.10 Standar Ergonomi Area Sirkulasi Bar ... 19
Gambar 2.11 Standar Ergonomi Ukuran Meja Bar... 19
Gambar 2.12 Standar Ergonomi Standar Dapur ... 19
Gambar 2.13 Standar Ukuran Tinggi Kabinet Dapur ... 20
Gambar 2.14 Standar Ergonomi Area Per Satu Orang (posisi berdiri) ... 22
Gambar 2.15 Standar Ergonomi Area Per Satu Orang (posisi duduk) ... 22
Gambar 2.16 Dimensi Piano Console ... 23
Gambar 2.17 Piano Console ... 23
Gambar 2.18 Dimensi Piano Studio ... 24
Gambar 2.19 Piano Studio ... 24
Gambar 2.20 Dimensi Baby Grand Piano ... 25
Gambar 2.21 Dimensi Medium Grand Piano ... 25
Gambar 2.23 Biola ... 26
Gambar 2.24 Dimensi Biola ... 27
Gambar 2.25 Perbedaan Biola dan Viola ... 28
Gambar 2.26 Alat Musik Cello ... 28
Gambar 2.27 Alat Musik Double Bass ... 30
Gambar 2.28 Ukuran Double Bass ... 30
Gambar 2.29 Guitar Player ... 31
Gambar 2.30 Alat Musik Trompet ... 32
Gambar 2.31 Trompet Player ... 32
Gambar 2.32 Standar Ukuran Rak Buku Perpustakaan ... 33
Gambar 2.33 Standar Ergonomi Meja Baca dan Sirkulasi ... 34
Gambar 2.34 Layout Perspustakan dengan Bentuk Melingkar ... 34
Gambar 2.35 Standar Ergonomi Tempat Duduk Berunduk ... 35
Gambar 2.36 Layout Auditorium ... 35
Gambar 2.37 Pemantulan Suara ke Langit – Langit ... 37
Gambar 2.38 Penaikan Sumber Bunyi Area Penonton ... 41
Gambar 2.39 Penempatan Langit-Langit Pemantul ... 42
Gambar 2.40 Bentuk Plafond Paralel yang tidak dianjurkan ... 43
Gambar 2.41 Area Sumbu Longitudinal ... 43
Gambar 2.42 Denah Gedung pertunjukan dengan bentuk Hexagonal ... 44
Gambar 2.43 Glass Wool dan Karpet... 46
Gambar 2.44 Plywood ... 47
Gambar 2.45 Contoh Dinding Akustik pada Theater ... 47
Gambar 2.47 Foto Bagian Facade EMS ... 52
Gambar 2.48 Foto Ruang Administrasi EMS ... 52
Gambar 2.49 Ruang Tunggu Tamu EMS ... 53
Gambar 2.50 Koridor EMS ... 53
Gambar 2.51 Ruang Kursus Vocal EMS ... 53
Gambar 2.52 Ruang kursus Gitar EMS ... 54
Gambar 2.53 Ruang Kursus Drum EMS ... 54
Gambar 2.54 Ruang kursus Piano EMS ... 54
Gambar 2.55 Façade Showroom Yamaha... 56
Gambar 2.56 Area Resepsionis Showroom Yamaha ... 57
Gambar 2.57 Area Penjualan Piano ... 57
Gambar 2.58 Area Penjualan Drum Set ... 58
Gambar 2.59 Area Penjualan Gitar Bass dan Aksesoris musik ... 58
Gambar 2.60 Area Penjualan Terompet dan Alat Musik lain ... 58
Gambar 2.61 Facade Studio Yamaha ... 59
Gambar 2.62 Resepsionis Studio Yamaha ... 59
Gambar 2.63 Koridor Studio Yamaha ... 59
Gambar 2.64 Koridor Studio 2 Yamaha ... 60
Gambar 2.65 Ruang kursus Piano ... 60
Gambar 2.66 Ruang Keyboard... 60
Gambar 2.67 Ruang Vocal dan Drum ... 61
Gambar 2.68 Ruang Kursus Gitar ... 61
Gambar 3.1 Peta Lokasi Global Jaya International School ... 63
Gambar 3.3 Eksterior Global Jaya International School... 64
Gambar 3.4 Entrance ... 64
Gambar 3.5 Koridor sekolah ... 64
Gambar 3.6 Area Pameran ... 65
Gambar 3.7 Ruang Olahraga ... 65
Gambar 3.8 Ruang seminar ... 65
Gambar 3.9 Ruang kelas ... 65
Gambar 3.10 Auditorium ... 65
Gambar 3.11 Ruang Audio Visual ... 65
Gambar 3.12 Façade Bangunan ... 66
Gambar 3.13 Lingkungan Depan Bangunan GJIS ... 66
Gambar 3.14 Lingkungan Perumahan Depan GJIS ... 66
Gambar 3.15 Lingkungan Luar Samping GJIS ... 66
Gambar 3.16 Zoning – Blocking Lantai 1 ... 78
Gambar 3.17 Zoning – Blocking Lantai 2 ... 79
Gambar 3.18 Zoning – Blocking Lantai 3 ... 80
Gambar 3.19 Bentuk Ruang Geometris ... 81
Gambar 3.20 Bentuk Ruang Geometris ... 81
Gambar 3.21 Gradasi Warna Putih - Hitam ... 83
Gambar 3.22 Gradasi Warna Coklat ... 83
Gambar 3.23 Warna Kuning dan Merah ... 84
Gambar 3.24 Warna Gold dan Silver ... 84
Gambar 3.25 Warna Netral sebagai Warna Dominan ... 84
Gambar 3.27 Tekstur Glossy ... 88
Gambar 3.28 Contoh Lampu yang akan digunakan ... 89
Gambar 3.29 Outdoor Pencahayaan Alami ... 89
Gambar 3.30 Contoh Material Peredam yang digunakan ... 90
Gambar 4.1 Denah lantai 1 ... 92
Gambar 4.2 Layout Entrance dan Lobby ... 93
Gambar 4.3 Entrance dan Lobby Potongan A-A’ & Potongan B-B’ ... 94
Gambar 4.4 Perspektif Entrance dan Lobby ... 96
Gambar 4.5 Detail Meja resepsionis ... 97
Gambar 4.6 Perspektif Meja resepsionis ... 98
Gambar 4.7 Detail Meja Bar Lobby... 98
Gambar 4.8 Perspektif Meja Bar Lobby ... 99
Gambar 4.9 Detail Kursi Bar Lobby ... 99
Gambar 4.10 Perspektif Kursi Bar Lobby ... 100
Gambar 4.11 Layout Auditorium ... 100
Gambar 4.12 Auditorium Potongan A-A’ & Potongan B-B’ ... 101
Gambar 4.13 Auditoirum – Perspektif 1 ... 102
Gambar 4.14 Auditorium – Perspektif 2 ... 103
Gambar 4.15 Denah Lantai 2 ... 104
Gambar 4.16 Layout Rehearsal Room ... 105
Gambar 4.17 Rehearsal Room Potongan A-A’ & Potongan B-B’ ... 106
Gambar 4.18 Perspektif Rehearsal Room ... 107
Gambar 4.19 Layout Community Room ... 108
Gambar 4.21 Community Room – Perspektif 1 ... 111
Gambar 4.22 Community Room – Perspektif 2 ... 111
Gambar 4.23 Detail Chairs Set Community Room ... 112
Gambar 4.24 Perspektif Chairs Set Community Room ... 113
Gambar 4.25 Denah Lantai 3 ... 113
DAFTAR TABEL Tabel 2.1 Ukuran Alat Musik Cello ... 29
Tabel 3.1 Analisa Bangunan ... 68
Tabel 3.2 Daftar Kebutuhan Ruang Zona Utama dan Luasannya ... 69
Tabel 3.3 Daftar Kebutuhan Ruang Zona Pendukung dan Luasannya ... 70
Tabel 3.4 Daftar Kebutuhan Ruang Zona Pengelola dan Luasannya ... 71
Tabel 3.5 Daftar Struktur Organisasi dan Job Desk ... 72
Tabel 3.6 Material ... 86
DAFTAR BAGAN Bagan 3.1 Flow Activity Musisi ... 74
Bagan 3.2 Flow Activity Penikmat Musik ... 75
Bagan 3.3 Flow Activity Pekerja ... 75
Bagan 3.4 Diagram Kedekatan Ruang Lantai 1... 76
Bagan 3.5 Diagram Kedekatan Ruang Lantai 2... 76
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Musik adalah sebuah fenomena yang sangat unik yang bisa dihasilkan oleh beberapa alat musik yang mengandung irama, lagu, dan keharmonisan yang dapat menghasilkan bunyi-bunyian. Musik telah menjadi budaya dalam kehidupan manusia, dan diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia akan sebuah keindahan. Musik memiliki berbagai fungsi dalam kehidupan manusia, seperti pengungkapan emosi, hiburan, komunikasi, dan sebagainya, sehingga sangat berperan dalam kehidupan manusia. Semua orang bisa menikmati, semua umur, dari anak kecil sampai manulapun senang mendengarkan musik. Meskipun jenis mereka berbeda tapi itu merupakan satu bukti bahwa musik adalah bahasa universal yang bisa diterima oleh segala kalangan.
musik dengan berbagai tempo. Masing-masing aliran musik memiliki ciri atau gaya tersendiri. Sebagai contoh macam-macam genre music ialah alternative rock, blues,
classical, country, easy listening, rock, rap, jazz, death metal, j-pop, new age, R&B,
j-rock, reggae, techno, world, dan dangdut. Salah satu genre yang dikenal secara luas
adalah musik klasik.
Pemahaman musik klasik dalam masyarakat Kota Jakarta sepenuhnya sudah
terpenuhi tetapi masih kurang dalam fasilitasnya. Pemahaman masyarakat tentang
musik klasik masih sangat sempit sehingga masyarakat tidak mengetahui apa itu
musik klasik yang sebenarnya. Tidak sedikit pula masyarakat yang menganggap
musik klasik terlalu rumit untuk dinikmati dan mayoritas masyarakat lebih
menggemari musik yang easy listening, sehingga mudah di mengerti dan dinikmati.
Pada faktanya musik klasik dapat dipadukan dengan jenis musik apapun, dan dapat
meningkatkan kualitas dari jenis musik yang dipadukan tersebut.
Saat ini banyak didirikan tempat-tempat kursus yang berusaha menjawab
kebutuhan-kebutuhan tersebut. Tetapi sayang sekali fasilitas-fasilitas yang ada
kurang memadai, banyak di antaranya mendirikan tempat kursus dengan perlataan
dan fasilitas seadanya. Bahkan pengubahan fungsi rumah tinggal menjadi tempat
kursus, hal ini menyebabkan kondisi tempat kursus tersebut kurang kondusif. Studio
yang yang sangat kecil karena minimnya lahan untuk membuat studio musik yang
masuk standar. Bahkan saat mereka akan membuat pertunjukan mereka harus
menyewa gedung untuk mengadakan pementasan. Di Jakarta sarana bermusik hanya
berupa tempat kursus dan showroom, belum ada tempat yang memiliki fungsi
sebagai pusat musik yang memenuhi semua kebutuhan bermusik.
Pada umunya tempat kursus di Jakarta mengajarkan berbagai jenis aliran musik.
Tetapi masih belum ada tempat pusat musik klasik yang khusus untuk kursus dan
belajar tentang musik klasik. Berdasarkan permasalahan yang telah disinggung,
dengan latar belakang tersebut, maka dibutuhkan gedung pusat musik klasik yang
terdapat sekolah bagi yang ingin mempelajari musik klasik dan menyediakan fasilitas
Auditorium dan yang mendukung kebutuhan musik klasik. Selain itu gedung ini
memfasilitasi masyarakat yang ini mencari inspirasi dan berdiskusi mengenai musik
1.2 Identifikasi Masalah
Berdasarkan uraian di atas, maka didapatkan permasalahan belum tersedianya sarana pecinta musik klasik yang menyatuhkan pecinta musik dan musisi musik klasik di Jakarta, untuk saling bekerjasama dan bertukar pikiran tentang musik klasik dan bagaimana merancang interior sebuah tempat yang dapat memenuhi kebutuhan user agar dapat melakukan aktivitas bermusik dengan lebih nyaman dengan fasilitas yang lengkap, seperti adanya area untuk mendengarkan musik, area lounge, dan adanya area edukasi pada satu ruangan.
1.3 Ide/Gagasan Perancangan Classical Music Center
Ide untuk merancang Classical Music Center timbul karena belum tersedianya sarana pecinta musik klasik yang menyatuhkan pecinta musik dan musisi musik klasik di Jakarta, untuk saling bekerjasama dan bertukar pikiran tentang musik klasik. Classical Music Center ini bebas untuk siapa saja yang menyukai musik klasik atau memang sudah pandai memainkan alat musik klasik. Tetapi di buat juga tempat kursus musik klasik di Classical Music Center ini untuk para pemula atau
yang mau belajar musik klasik dengan banyaknya pilihan alat musik seperti biola, piano, gitar, dll. Tempat ini juga di buat sarana auditorium buat pentas musikal. Desainer ingin membuat sebuah desain interior yang dapat merangsang kreativitas
setiap orang yang ada didalam fasilitas Classical Music Center ini. Sehingga setiap orang atau musisi klasik yang datang ke dalam pusat musik klasik, bisa mengalami suasana ruang yang dapat memberikan inspirasi dan kreativitas dalam diskusi atau bermusik.
1.4 Rumusan Masalah
Sesuai dengan pokok pembahasan makalah ini, yaitu mengenai perancangan Classical Music Center maka masalah yang dapat dirumuskan adalah :
1. Bagaimana merancang interior pada fasilitas Lobby, Auditorium, Ruang
Komunitas, Kafe, Rehearsal Room dan Ruang Instrument Musik yang dapat menarik minat masyarakat untuk belajar musik klasik ?
2. Bagaimana penerapan konsep Elegance of Melody pada fasilitas Classical
1.5 Tujuan Perancangan Classical Music Center
Adapun tujuan perancangan Classical Music Center yaitu:
1. Merancang interior pada fasilitas Lobby, Auditorium, Ruang Komunitas,
Kafe, Rehearsal Room dan Ruang Instrument Musik yang dapat menarik minat masyarakat untuk belajar musik klasik.
2. Merancang interior Classical Music Center dengan menggunakan gaya
romantik kontemporer.
1.6 Manfaat Perancangan Classical Music Center
1. Mengajak masyarakat untuk lebih mengenal musik klasik
2. Membuat tempat musik klasik yang memfasilitasi masyarakat dalam belajar musik klasik.
1.7 Ruang Lingkup Perancangan Classical Music Center
Perancangan Classical Music Center di fokuskan kepada tata ruang, dan ergonomi yang sesuai untuk fasilitas musik. Fasilitas yang disediakan antara lain
ruang resepsionis, lobby, toko musik, cafe, ruang instrument musik, ruang komunitas musik classic, perpustakaan musik, studio rekaman, auditorium dan ruang building management.
1.8 Sistematika Penulisan
Dalam penyusunan laporan perancangan Classical Music Center sistematika penulisan terdiri dari 5 bab, yaitu:
BAB I – PENDAHULUAN
Berisikan pembahasan mengenai latar belakang, ide/gagasan perancangan Classical Music Center, identifikasi masalah, rumusan masalah, tujuan perancangan, manfaat perancangan, batasan perancangan serta sistematika penulisan.
BAB II – LITERATUR PERANCANGAN CLASSICAL MUSIC CENTER Merupakan kumpulan hasil studi literatur serta hasil survey yang digunakan sebagai dasar perancangan Classical Music Center.
Pembahasan mengenai deskripsi proyek, deskripsi site, identifikasi user secara lengkap, flow activity, user activity, program kebutuhan ruang, zoning-blocking, implementasi konsep dan tema pada perancangan.
BAB IV – DESKRIPSI INTERIOR PERANCANGAN CLASSICAL MUSIC CENTER
Berisi interior perancangan Classcial Music Center berikut dengan pengaplikasian elemen interior yang didukung oleh konsep, di awali dari denah layout sampai perspektif ruang.
BAB V – SIMPULAN DAN SARAN
BAB V
SIMPULAN DAN SARAN
5.1 Simpulan
Musik merupakan sesuatu yang sudah tidak asing lagi bagi masyarakat. Hampir setiap hari kita mendengarkan musik, baik dari televisi, komputer, handphone, suara seseorang, live performance, atau dari media-media yang lain. Musik merupakan bagian penting dari kehidupan. Musik cenderung sudah menjadi gaya hidup dalam masyarakat. Di kehidupan modern ini, masyarakat seakan tidak bisa terpisah dari yang namanya musik.
Berdasarkan realita yang ada bahwa musik menjadi bagian yang terpenting dalam kehidupan, maka perancangan Classical Music center ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan masyarakat dalam melakukan aktivitas musik. Classical Music Center merupakan bangunan yang multifungsi dengan fasilitas yang lengkap dan menunjang yaitu dengan adanya fasilitas forum diskusi atau saling bertukar ide tentang musik klasik antar pengunjung dan komunitas pecinta musik klasik (community room), auditorium untuk ruang pertunjukan musik klasik, rehearsal room untuk berlatih musik, perpustakaan untuk pencarian informasi
tentang musik klasik, dan toko musik untuk menjual CD dan alat musik klasik.
area lobby, auditorium, dan ruang komunitas. Pada area tersebut dengan penggunaan warna dan finishing yang menggunakan material seperti marmer, metal, leather, dll membuat ruangan terkesan elegan dan modern.
Dalam perancangan gedung Classical Music Center ini diharapkan dapat sesuai dengan kebutuhan para pengunjung dan komunitas pecinta musik klasik. Dengan demikian perancangan desain yang menarik sesuai dengan konsep Elegance of Melody yang merancang suasana desain ruang dengan penggabungan zaman romantik dan kontemporer.
5.2 Saran
DAFTAR PUSTAKA
Sumber Acuan : Buku
Doelle, Leslie. L. 1985. Akustik Lingkungan. Terjemahan Oleh Lea Prasetya dari
Environmetal Acoustic (1975). Jakarta: Erlangga.
Mediastika, Christina E. 2009. Material Akustik Pengendalian Kualitas Bunyi Pada
Bangunan. Yogyakarta: Andi
Satwiko, Prasetyo. 2009. Fisika Bangunan. Jakarta: CV. Andi Offset
Kamien, Roger. 1990. Music An Appreciation.
Sumber Acuan : Internet
http://accoustic-board-cvliberton.com/accousticboard/category/accoustic-ceiling-board/
http://www.tabloidrumah.com/2013/09/19/ruang-kedap-untuk-bioskop-ala-rumahan/
http://www.wave-akustik.de/WAVE/EN/wave_acoustic_absorbers.html