• Tidak ada hasil yang ditemukan

Perancangan Bandung Classical Music School Dengan Tema White In Harmony.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "Perancangan Bandung Classical Music School Dengan Tema White In Harmony."

Copied!
21
0
0

Teks penuh

(1)

vii

ABSTRAK

Sekolah musik klasik merupakan sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran musik klasik kepada siswa di bawah pengawasan guru dan memiliki kurikulum khusus. Seiring ditemukannya “Mozart Effect”, musik klasik semakin hari semakin digemari. Tidak sedikit orang tua yang mulai memasukkan anak-anaknya ke dalam sebuah institusi musik sejak dini, juga anak-anak yang memiliki bakat dalam bidang musik dan memiliki minat untuk memperdalam kemahiran bermain musiknya khususnya musik klasik.

Bandung Classical Music School merupakan sebuah sekolah yang ditujukan kepada orang-orang yang memiliki minat dibidang musik klasik. Dengan penerapan konsep Greek Revival dan tema White in Harmony, diharapkan dapat menambah gairah bermusik bagi user-nya sehingga membedakan sekolah musik ini dengan sekolah musik lainnya.

(2)

viii

1.1 Latar Belakang Kerja Praktek...1

1.2 Gagagsan Proyek...3

1.3 Identifikasi Masalah...4

1.4 Tujuan Perancangan...4

1.5 Sistematika Penulisan...5

Bab II MUSIK KLASIK DAN AKUSTIK RUANG...6

(3)

ix

2.6.1.3 Difusi dan Difraksi Bunyi...20

2.6.1.4 Dengung...20

2.8 Sistem Akustik Ruang………...…27

2.8.1 Bahan Penyerap Bunyi………27

2.8.2 Persyaratan Akustik dalam Rancangan Auditorium………..28

2.8.3 Ruang Konser……….30

2.8.4 Studio………32

2.9 Arsitektur Yunani Kuno……….32

2.10 Bangunan Kuil……….33

2.10.1 Kuil Parthenon………...33

2.10.2 Kuil Athena Nike……….34

BAB III BANDUNG CLASSICAL MUSIC SCHOOL...36

3.1 Deskripsi Site...36

3.1.1 Lokasi Tapak...36

3.1.2 Pengaruh Lingkungan Sekitar Terhadap Tapak...37

3.2 Deskripsi Fungsi...39

3.2.1 Sekolah Musik Klasik...39

3.2.2 Kurikulum Sekolah Musik Klasik...39

3.2.3 Kebutuhan Ruang...40

3.3 Identifikasi User...40

3.3.1 Staff Pengajar...40

3.3.2 Struktur Organisasi...41

3.4 Tema dan Konsep...41

(4)

x

3.4.2 Konsep...42

3.5 Site and Building Analysis………50

3.5.1 Site Analysis……….………..50

3.5.2 Building Analysis……….53

3.6 Studi Banding...58

3.7 Tabel Analisis Kebutuhan dan Besaran Ruang...61

3.8 Flow of Activity...63

3.8.1 Aktivitas Siswa...63

3.8.2 Aktivitas Pengajar...63

3.9 Bubble Diagram, Zonning dan Blocking...64

3.9.1 Buble Diagram……….………..………64

3.9.2 Zoning... 65

3.9.2 Blocking... ...66

(5)

xi

DAFTAR GAMBAR, BAGAN DAN TABEL

Gambar 2.1 Harpsichord………13

Gambar 2.13 Evolusi Bentuk Arsitektur Teater………26

Gambar 2.14 Concert Hall Mode………..………26

Gambar 2.15 Berbagai Macam Pantulan Bunyi………27

Gambar 2.16 Orde Doric, Ionic, dan Corinthian……….33

Gambar 2.17 Kuil Parthenon………33

Gambar 2.18 Ornamen Parthenon……….34

Gambar 2.19 Kuil Athena Nike………34

Gambar 3.1 SMPK-SMAK Kalam Kudus………36

Gambar 3.2 Lingkungan SMPK-SMAK Kalam Kudus………37

Gambar 3.3 Ruko Kawasan Mekar Puspita………37

Gambar 3.4 Denah Lantai 1 SMPK-SMAK Kalam Kudus……….38

Gambar 3.5 Denah Lantai 2 SMPK-SMAK Kalam Kudus………38

Gambar 3.6 YDACC……….58

Gambar 3.7 Yamaha Musik Indonesia Auditorium……….58

Gambar 3.8 360C Yamaha Communication Center………59

Gambar 3.9 360C Yamaha Communication Center………59

(6)

xii

Gambar 3.11 Flow of Activity Siswa………63

Gambar 3.12 Flow of Activity Pengajar………...63

Gambar 3.13 Bubble Diagram………64

Gambar 3.14 Zoning Lantai 1………65

Gambar 4.5 Denah Khusus………70

Gambar 4.6 Denah Ceiling Khusus……….………71

Gambar 4.7 Potongan Khusus A-A’………72

Gambar 4.8 Potongan Khusus B-B’………73

Gambar 4.9 Denah Auditorium………73

Gambar 4.10 Denah Ceiling Auditorium………74

Gambar 4.11 Potongan Auditorium C-C’………75

Gambar 4.12 Potongan Auditorium D-D’………76 Gambar 4.13 Sumber Referensi Bentuk Ceiling..…………..………76

Gambar 4.14 Potongan Auditorium E-E’ & F-F’…………..………77 Gambar 4.15 Perspektif Lobby………..78 Gambar 4.16 Perspektif Waiting Area………..78 Gambar 4.17 Perspektif Area Sirkulasi………..79 Gambar 4.18 Sumber Referensi Koridor (Stoa)………79

Gambar 4.19 Perspektif Koridor Program for The Very Young………..80

Gambar 4.20 Perspektif Koridor Program for The Very Young………..80

Gambar 4.21 Perspektif Junior Program……….81

(7)

xiii

Gambar 4.26 Perspektif Auditorium.……….….82

Gambar 4.27 Kuil Appolo…………..……….….83

Gambar 4.28 Perspektif Koridor Auditorium.… ………..…….84

Gambar 4.29 Perspektif Auditorium.……….….84

Gambar 4.30 Perspektif Gazebo……..……….….85

Bagan 3.1 Bagan Staff Pengajar………...………40

Bagan 3.2 Bagan Struktur Organisasi………...………41

Bagan 3.3 Hubungan Tema, Konsep, dan Proyek………43

(8)

1

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1Latar Belakang

Masyarakat pada awalnya menganggap bahwa musik klasik hanya pantas dinikmati oleh golongan tertentu saja. Musik klasik dianggap sebagai sebuah musik kuno yang dinikmati oleh kalangan orang tua, dan juga yang menganggap bawah musik klasik merupakan musik untuk kaum bangsawan. Tetapi anggapan

itu mulai berubah sejak ditemukannya fenomena “Mozart Effect”. Penemuan yang diakui Don Champbell ini menggemparkan dunia musik dengan pernyataannya yang menyebutkan bahwa musik Mozart dapat meningkatkan kreatifitas dan kecerdasan seseorang.

Fenomena “Mozart Effect” yang dinyatakan oleh Don Champbell ternyata salah. Musik Mozart maupun musik klasik lainnya tidak dapat meningkatkan

(9)

2

et al, ia menyatakan bahwa dengan mendengarkan musik Mozart dapat meningkatkan kemampuan spasial secara temporal.

Selain itu, Rauscher et al juga menyatakan bahwa musik klasik dapat meningkatkan kemampuan seseorang bukan dengan cara diperdengarkan tetapi dengan berinteraksi dengan musik tersebut. Salah satu cara untuk berinteraksi dengan musik adalah memainkannya, sehingga orang yang berinteraksi dengan musik tersebut mendapatkan fungsi positif dalam jangka panjang.

Fenomena “Mozart Effect” yang ditemukan oleh Rauscher et al diketahui dan kemudian “digembar-gemborkan” oleh Don Champbell dengan membuat

sebuah situs resmi untuk “Mozart Effect”. Dalam situs ini, Don Champbell menyatakan banyak dampak positif seperti membuat bayi lebih aktif apabila musik klasik diperdengerkan kepada bayi ketika masih dalam masa fetus yang sebenarnya tidak ada. Don Champbell akhirnya menjadi pemilik hak cipta dari

Mozart Effect” sehingga banyak yang mengira bahwa ia merupakan penemu dari

fenomena “Mozart Effect”.

Dengan adanya pernyataan tersebut, musik klasikpun mendunia. Tidak hanya menyebar di benua Eropa yang merupakan tempat kelahiran musik Klasik tetapi juga masuk ke negara Indonesia. Banyak orang tua yang memperkenalkan musik klasik kepada anak-anaknya dengan harapan bahwa kemampuan dari segi kreatifitas maupun kecerdasan anak-anaknya meningkat. Tidak sedikit juga orang tua yang mulai memasukkan anak-anaknya ke dalam sebuah institusi musik sejak dini.

(10)

3

1.2Gagasan Proyek

Perkembangan musik klasik semakin meningkat di Indonesia sehingga dibutuhkannya sebuah fasilitas yang menunjang agar Indonesia dapat berprestasi di mata dunia. Salah satu kota yang mendukung berkembangnya industri musik di Indonesia adalah kota Bandung karena Bandung merupakan barometer perkembangan musik Indonesia. Dengan adanya lokasi yang menunjang untuk pertumbuhan musik, diharapkan para peminat musik klasikpun dapat berprestasi lewat fasilitas Bandung Classical Music School.

Bandung Classical Music School merupakan sebuah institut musik yang menyediakan fasilitas pembelajaran tentang musik klasik. Sekolah musik ini memiliki kurikulum basic program untuk para siswanya. Siswa yang ditargetkan pada Bandung Classical Music School berada dalam usia 4-17 tahun, range usia ini diambil dari usia anak-anak yang masih dalam tahap sekolah. Pada masa ini, anak-anak diperkenalkan dengan musik klasik dan mengalami proses pembelajaran sampai pada saatnya nanti ketika mereka sudah dapat memutuskan untuk melanjutkan menjadi musisi atau mengambil jurusan akademik lain.

Bandung Classical Music School sama seperti sekolah musik lainnya, sekolah musik dapat berfungsi secara maksimal apabila dirancang dengan baik. Karena ruang yang dirancang dengan baik dapat mendukung aktifitas penggunanya secara maksimal. Rancangan akustik sangat diperlukan sebuah sekolah musik, bunyi yang keluar dari sebuah alat musik dalam ruangan akustik yang baik akan menghasilkan sebuah bunyi yang baik pula.

Alat musik yang diajarkan pada Bandung Classical Music School terdiri dari piano, biola, saxophone, terompet, gitar klasik dan flute. Untuk mempelajari alat-alat musik tersebut dibutuhkan sebuah ruangan yang mendukung, baik dari segi material maupun dari segi ukuran. Seluruh ruangan yang disediakan untuk pembelajaran alat musik berbeda besarannya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Selain itu juga dibuka kelas untuk vocal dan beberapa teori yang mendukung musik klasik.

(11)

4

klasik, listening room dimana para siswa dilatih agar lebih peka dengan musik klasik, dan juga auditorium untuk mempertunjukkan hasil pendidikan dari Bandung Classical Music School yang akan diadakan secara rutin untuk evaluasi.

1.3 Identifikasi Masalah

Permasalahan yang timbul dari perancangan sekolah musik klasik ini adalah :

1. Bagaimana penerapan konsep “Greek Revival” pada setiap area kelas yang dibagi berdasarkan tingkatan umur?

2. Bagaimana merancang sebuah ruangan yang dapat menambah minat belajar anak terhadap musik klasik?

3. Bagaimana penerapan konsep “Greek Revival” pada area yang memiliki ceiling rendah?

1.4Tujuan Perancangan

Adapun tujuan perancangan interior “Bandung Classical Music School” ini adalah :

1. Merancang area kelas yang dibagi berdasarkan tingkatan umur dengan menerapkan konsep “Greek Revival”.

2. Merancang interior akademik musik yang dapat memberikan inspirasi bagi para muridnya untuk terus belajar dan berkarya.

3. Merancang area yang memiliki ceiling rendah dengan memasang beberapa treatment agar tercipta suasana “Greek Revival”.

1.5Sistematika Penelitian

Bab I merupakan pemaparan latar belakang percangan sekolah musik klasik beserta penggambaran ide perancangan secara global. Bab ini juga menguraikan permasalahan desain yang dihadapi dalam perancangan beserta tujuan yang ingin dicapai.

(12)

5

membuat perancangan sekolah musik untuk menghasilkan sekolah musik yang baik bagi seluruh usernya.

Bab III menguraikan objek yang tengah dikerjakan. Bab ini juga menjelaskan analisis site yang akan membantu perancangan.

Bab IV memuat konsep desain dan penerapannya pada perancangan sekolah musik klasik. Konsep desain ini dijelaskan melalui berbagai faktor yang diterapkan pada perancangan.

(13)

86

BAB V

SIMPULAN

5.1 Simpulan

Bandung Classical Music School merupakan sebuah sekolah yang ditujukan kepada orang-orang yang memiliki minat dibidang musik klasik. Dengan penerapan konsep Greek Revival dan tema White in Harmony, diharapkan dapat menambah gairah bermusik bagi user-nya sehingga membedakan sekolah musik ini dengan sekolah musik lainnya.

Selain itu, fasilitas sekolah musik yang cukup lengkap seperti auditorium, perpustakaan, studio dan ruang ear training diharapkan dapat memudahkan proses pembelajaran sehingga para siswa dapat mengembangkan bakatnya dengan baik.

(14)

87

(15)

i LAPORAN TUGAS AKHIR

PERANCANGAN BANDUNG CLASSICAL MUSIC SCHOOL

DENGAN TEMA WHITE IN HARMONY

Karya tulis ini dibuat sebagai salah satu persyaratan dalam mata kuliah Tugas Akhir Semester VIII

Disusun oleh : Novie Yanti

0763051

Dosen Pembimbing : Yuma Chandrahera, S.Sn., M.Ds. Tiara Isfiaty, S.Sn., M.Sn.

JURUSAN DESAIN INTERIOR

FAKULTAS SENI RUPA DAN DESAIN

UNIVERSITAS KRISTEN MARANATHA

BANDUNG

(16)

ii

LEMBAR PENGESAHAN

Perancangan Bandung Classical Music School dengan Tema White in Harmony

Dengan ini, saya menyatakan bahwa

isi Laporan Tugas Akhir sama dengan hasil revisi akhir.

Bandung, 18 Juni 2011

(Novie Yanti)

0763051

Menyetujui,

Pembimbing I Pembimbing II

Yuma Chandrahera, S.Sn., M.Ds. Tiara Isfiaty, S.Sn., M.Sn.

NIK : 630040 NIK : 600345L

Mengetahui,

Ketua Jurusan S1 Desain interior

Krismanto Kusbiantoro, ST,MT

(17)

iii

PERNYATAAN ORISINALITAS LAPORAN TUGAS AKHIR

Dengan ini saya yang bertanda tangan dibawah ini

Nama : Novie Yanti

NRP : 0763051

Fakultas : FSRD / S1 Desain Interior

Menyatakan bahwa laporan tugas akhir ini adalah benar merupakan hasil karya saya sendiri dan bukan duplikasi dari orang lain.

Apabila pada masa mendatang diketahui bahwa pernyataan ini tidak benar adanya, saya bersedia menerima sanksi yang diberikan dengan segala konsekuensinya.

Demikianlah pernyataan yang saya buat.

Bandung, 18 Juni 2011

(18)

iv

PERNYATAAN PUBLIKASI LAPORAN TUGAS AKHIR

Saya yang bertanda tangan di bawah ini Nama : Novie Yanti

NRP : 0763051

Fakultas : FSRD / S1 Desain Interior Dengan ini menyatakan bahwa

Demi pengembangan ilmu pengetahuan, saya menyetujui untuk memberikan kepada Universitas Kristen Maranatha Hak Bebas Royalti non eksklusif ( Non – Exclusive Royalty – Free Right ) atas laporan penelitian saya yang berjudul Perancangan Bandung Classical Music School dengan Tema White in Harmony.

1. Universitas Kristen Maranatha Bandung berhak menyimpan, mengalih-mediakan / mengalih-formatkan, mengelola dalam bentuk pangkalan data (database), mendistribusikannya, serta menampilkannya dalam bentuk soft copy untuk kepentingan akademis tanpa perlu meminta ijin dari saya selama tetap mencantumkan nama saya sebagai penulis atau pencipta.

2. Saya bersedia dan menjamin untuk menanggung secara pribadi, tanpa melibatkan pihak Universitas Kristen Maranatha Bandung, segala bentuk tuntutan hukum yang timbul atas pelanggaran Hak Cipta dalam laporan tugas akhir saya ini.

Demikian pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan untuk dapat dipergunakan sebagaimana semestinya.

Bandung, 18 Juni 2011

(19)

v

KATA PENGANTAR

Puji syukur ke Hadirat Tuhan Yang Maha Esa atas rahmat dan pertolongannya penulis dapat menyelesaikan laporan Tugas Akhir yang berjudul Bandung Classical Music School.

Karya tulis ini disusun untuk memenuhi persyaratan Tugas Akhir (Fakultas Seni Rupa dan Desain, Jurusan Interior, Universitas Kristen Maranatha tahun akademik 2010-2011).

Karya tulis ini merupakan laporan Tugas Akhir tentang sekolah musik klasik. Berbagai kesulitan dan hambatan yang dihadapi oleh penulis dalam pembuatan laporan ini,namun berkat adanya bantuan,bimbingan dan arahan dari berbagai pihak, penulis dapat menyelesaikan penyusunan laporan ini. Untuk itu penulis juga turut menyampaikan rasa terima kasih kepada :

1. Tuhan Yesus Kristus yang telah menuntun dan memberikan hikmah kepada penulis untuk mengetahui apa yang harus penulis buat.

2. Bapak Gai Suharja, Ph.D. selaku Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha.

3. Bapak Krismanto Kusbiantoro, selaku Ketua Jurusan Desain Interior Fakultas Seni Rupa dan Desain, Universitas Kristen Maranatha, Bandung. 4. Bapak Yuma Chandrahera, S.Sn., M.Ds., selaku dosen pembimbing 1. 5. Ibu Tiara, S.Sn., M.Sn., selaku dosen pembimbing 2.

6. Ibu Irawati Carolina Hartono, S.T., M.T., selaku dosen pembimbing 3. 7. Dosen-dosen Fakultas Seni Rupa dan Desain Universitas Kristen Maranatha lainnya yang telah mendidik dan memberikan ilmu pengetahuan selama penulis menuntut ilmu di universitas.

8. Keluarga dan orang tua yang selalu mengasihi, mendampingi dan mendukung secara jasmani dan rohani.

9. Teman-teman dan pihak-pihak lain yang tidak dapat penulis sebutkan satu-persatu.

(20)

vi dan pengalaman penulis. Saran dan kritik yang bersifat membangun sangat penulis harapkan untuk penyampurnaan laporan ini.

Akhir kata penulis berharap agar laporan kerja praktek ini dapat bermanfaat bagi penulis itu sendiri dan pembaca pada umumnya.

Bandung , 18 Juni 2011

(21)

vii

DAFTAR PUSTAKA

Neufert Ernst, Sunarto Tjahjadi. Data Arsitek. 1997. ERLANGGA. Jakarta Neufert Ernest and Peter. Architects’ Data 3rd Edition. 2000

Doelle Leslie. Akustik Lingkungan. 1986. ERLANGGA. Jakarta McConville John T, Ph. D. Dimensi Manusia dan Ruang Interior.

Appleton Ian. Buildings for the Performing Arts. 2008. Elsevier Limited.

Kustap Moh. Muttaqin. Seni Musik Klasik. 2008. Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan.

Referensi

Dokumen terkait

Penelitian ini berjudul “ Metode ANTIM ( Academy of Networked Thinking in Music) Dalam Pembelajaran Piano Tingkat Dasar di Indra Music School Bandung.. Fokus permasalahan

Fasilitas B.H.S.A akan menjadi tempat akademi dan wadah komunitas pertama di Bandung dengan acuan standar fasilitas ruang, keamanan material lantai, dinding, dan

adalah “Bagaimana menyediakan fasilitas aksesibilitas bangunan pendidikan bagi anak usia dini dengan sistem inklusi”..

METODE ANTIM ( ACADEMY OF NETWORKED THINKING IN MUSIC) DALAM PEMBELAJARAN PIANO TINGKAT DASAR DI INDRA MUSIC SCHOOL BANDUNG.. Universitas Pendidikan Indonesia | repository.upi.edu |

Minus one digunakan sebagai media pembelajaran bass elektrik di Swara Harmony Music School dengan pemilihan materi yang sesuai dan melalui tahapan yang sistematis untuk

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memahami metode latihan vokal yang sesuai untuk diberikan pada seorang siswa yang mengalami amusia di kursus musik Jogja