• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS RHODAMIN B DENGAN PENYANGGA POLIMER SINTETIK DAN ALAMI.

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2017

Membagikan "ANALISIS RHODAMIN B DENGAN PENYANGGA POLIMER SINTETIK DAN ALAMI."

Copied!
2
0
0

Teks penuh

(1)

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS PADJADJARAN

iii ABSTRAK

Rhodamin B adalah zat pewarna sintetik yang ilegal untuk makanan tetapi sering ditambahkan. Rhodamin B merupakan bahan kimia yang digunakan untuk pewarna merah pada industri tekstil dan bersifat karsinogenik. Oleh karena itu, diperlukan suatu desain pemeriksaan rhodamin B. Hasil karakterisasi yang dilakukan dengan SEM menunjukkan terjadinya perubahan mikrostruktur. Hasil karakterisasi dengan IR menunjukkan adanya puncak pada bilangan gelombang 3000 cm-1 dengan bentuk yang lebar yang menunjukan gugus hidroksil, 2900 cm-1 yang menandakan gugus alifatik, dan 900 cm-1 menandakan gugus piranosa selain itu terjadi perubahan spektrum puncak gugus fungsi pada daerah sidik jari dari bahan yang digunakan.

(2)

FAKULTAS FARMASI

UNIVERSITAS PADJADJARAN

iv ABSTRACT

Rhodamin B is a synthetic dye that is illegal but is often added to foods. Rhodamin B is a chemical that is used for red dye on the textile industry and are carcinogenic. Therefore, we need a design examination Rhodamin B. The results of the characterization performed by SEM showed the occurrence of microstructural changes. The results of characterization by IR showed a peak at wavenumber 3000 cm-1 with a shape that shows the width of a hydroxyl group, 2900 cm-1 which denotes an aliphatic group, and 900 cm-1 signifies the group piranosa besides the peak of the spectrum changes in the functional group fingerprint of the material used.

Referensi

Dokumen terkait

Hasil karakterisasi lignin dari kayu kelapa sawit melalui FT-IR menunjukkan bilangan gelombang pada daerah serapan 3448,72 cm -1 yang merupakan serapan gugus fungsi OH..

Spektrum yang ditunjukkan dari data FT-IR memberi dukungan bahwa α -selulosa yang digunakan memiliki gugus O-H dengan munculnya puncak vibrasi pada bilangan gelombang 3448 cm -1

Keterangan: terlihat puncak pada bilangan gelombang 1736,71 cm -1 yang menunjukan adanya ikatan ester. Karakterisasi sediaan..., Nurina Rezki Pratiwi, FMIPA UI,

Analisa FT-IR menunjukkan telah terjadi reaksi antara KKS : PP-g-AM : DVB : PP : BPO puncak serapan papan partikel 3345,21 cm -1 adalah serapan gugus hidroksil dari selulosa

menunjukkan adanya gugus hidroksil (OH) yang berasal dari gliserin serta serapan pada daerah bilangan gelombang 2880,17 cm -1 menunjukkan adanya CH alifatis, dan pada edible film

Pergeseran puncak pada daerah 3000 cm -1 menuju ke bilangan gelombang yang lebih tinggi yaitu 3082 cm -1 , menunjukkan bahwa senyawa kompleks telah terbentuk dan dimungkinkan

Pada kitosan terimobilisasi ditizon masih terdapat puncak pada bilangan gelombang 3435,14 cm -1 yang dapat diprediksi sebagai gugus -OH dan gugus N-H pada bilangan gelombang

Perbandingan FT–IR selulosa asetat standar dengan selulosa asetat hasil sintesis pada puncak bilangan gelombang 3444 cm-1 gugus OH dan puncak spektrum ciri khas dari selulosa asetat: