• Tidak ada hasil yang ditemukan

3 METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "3 METODE PENELITIAN 3.1 Kerangka Pemikiran"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

3.1 Kerangka Pemikiran

Penelitian ini berangkat dari kenyataan yang dihadapi oleh industri kemasan karton dewasa ini, yaitu proses produksi dilakukan berdasarkan pesanan (make-to-order), sedangkan permintaan konsumen sangat bervariasi. Konsumen cenderung merubah spesifikasi, volume dan atribut lain dari produk yang dipesan setiap kali pemesanan. Di sisi lain terdapat kondisi persaingan yang semakin ketat pada industri kemasan karton, sehingga perusahaan harus berusaha meningkatkan kepuasan konsumen agar dapat memenangkan persaingan. Agar dapat meningkatkan kepuasan konsumen, perusahaan kemasan karton dituntut untuk mampu memenuhi permintaan sesuai spesifikasi yang diinginkan konsumen dalam jangka waktu yang telah disepakati. Dari sisi perusahaan sendiri, upaya untuk memenangkan persaingan dapat dicapai melalui produksi yang lebih efisien.

Peningkatan efisiensi merupakan fokus pada banyak perusahaan kemasan karton saat ini. Perusahaan kemasan karton berusaha meningkatkan efisiensi melalui upaya menurunkan biaya dan memperpendek waktu persiapan pesanan sebelum diproses pada lantai produksi. Proses produksi kemasan karton merupakan proses produksi yang memerlukan waktu persiapan dan set up yang panjang dibandingkan waktu proses pada mesin-mesin produksinya sendiri.

Beberapa tahap persiapan yang cukup memakan waktu pada perusahaan kemasan karton adalah tahap perancangan kemasan, pengaturan pola kemasan pada lembar karton yang tersedia (layout), dan persiapan alat bantu (tools dan dies).

Dari sisi konsumen, peningkatan kepuasan pelanggan antara lain dapat

dicapai melalui proses pemenuhan pesanan yang lebih cepat dengan

memperpendek tahap-tahap persiapan produksi, dan memberikan informasi yang

lebih akurat kepada pelanggan mengenai status pesanan mereka yang menyangkut

desain, waktu penyelesaian pesanan dan harga. Berdasarkan studi literatur,

pengamatan terhadap industri kemasan karton serta wawancara, diperoleh suatu

(2)

kerangka pemikiran model proses pemerimaan pesanan pada industri kemasan karton seperti dapat dilihat pada Gambar 10.

Waktu persiapan & setup awal yg panjang

Besarnya variasi pesanan menyebabkan tidak semua pesanan bisa

diproduksi

Konsumen memerlukan informasi yang cepat dan

tepat mengenai waktu penyelesaian pesanan

Konsumen memerlukan informasi yang akurat mengenai harga produk

yang dipesan

Model Desain dan Perhitungan Sheet

Model Evaluasi Kemampuan Proses

Produksi

Model perhitungan waktu penyelesaianan

pesanan

Model kalkulasi harga pesanan Model yang mampu

memperpendek waktu persiapan dan setup

Model yang mampu menyeleksi dan mengevaluasi

produk yang dipesan

Model yang mampu menjadwalkan dan menghitung waktu proses produksi setiap pesanan

secara cepat dan tepat

Model yang mampu mengestimasi harga pesanan

dengan akurat

Permasalahan Tujuan yang ingin dicapai Model Solusi

Gambar 10 Kerangka pemikiran penelitian

3.2 Tahapan Penelitian

3.2.1 Analisa Kebutuhan, Formulasi Permasalahan dan Identifikasi Sistem

Penelitian dimulai dengan melakukan analisa kebutuhan, formulasi

permasalahan dan identifikasi sistem pada industri kemasan karton. Hasil

formulasi permasalahan dan identifikasi sistem dilanjutkan dengan penetapan

ruang lingkup model dan batasan penelitian (Gambar 11). Sistem yang dikaji

pada penelitian ini adalah sistem yang berkaitan dengan proses penerimaan

pesanan produk kemasan karton yang diajukan oleh konsumen terhadap suatu

perusahaan kemasan karton. Proses pemesanan mencakup penerimaan input

pesanan dari konsumen, pengolahan pesanan dan pemberian informasi mengenai

status penerimaan pesanan kepada konsumen.

(3)

Mulai

Analisa Kebutuhan

Formulasi permasalahan dan identifikasi sistem pada industri kemasan karton

Penetapan ruang lingkup model dan batasan

penelitian

Model Desain dan Perhitungan Sheet

Model Evaluasi Pesanan

Model Kalkulasi Harga

Verifikasi model

Rancangan Implementasi model

Selesai Rancang Bangun Model Proses

Penerimaan Pesanan Survey lapang

Studi Pustaka

Validasi Model Wawancara

pakar

Gambar 11 Tahapan penelitian.

Analisa kebutuhan dilakukan dengan cara survey lapang dan

mewawancara para pakar yang terkait dengan bidang kemasan karton. Dari

analisa kebutuhan diketahui keinginan-keinginan dan kebutuhan dari pihak yang

terkait, dalam hal ini pihak perusahaan kemasan karton dan pihak konsumen.

(4)

Selanjutnya dilakukan formulasi permasalahan dan identifikasi sistem yang akan diselesaikan oleh model yang dirancang. Hasil identifikasi sistem akan menjelaskan apa yang menjadi masukan (input) dan keluaran (output) dari model.

Mengingat luasnya cakupan industri kemasan karton, maka penelitian ini dibatasi untuk industri kemasan karton yang memproduksi kotak karton lipat (folding carton) dan kotak karton gelombang (corrugated box). Model dirancang untuk perusahaan yang melakukan tahap produksi pembuatan karton gelombang (corrugating) dan konversi karton menjadi kemasan (corvertion). Proses konversi dibatasi untuk industri yang berproduksi dengan cara terputus-putus (sheet-fed) dan bukan secara berurutan dan kontinyu (inline).

3.2.2 Rancang Bangun Model

Model dirancang berdasarkan hasil analisis kebutuhan sistem, aktivitas pemesanan pada sistem nyata di industri kemasan karton dan kajian literatur mengenai issue-issue penting pada industri yang berbasiskan MTO. Menurut Bowersox et al. (2002) performansi proses distribusi produk antara lain ditentukan oleh aktivitas-aktivitas : penerimaan pesanan, pemrosesan pesanan, dan seleksi pesanan. Stevenson et al.(2005) mengemukakan beberapa kriteria yang perlu dipertimbangkan untuk keberhasilan proses perencanaan dan pengendalian produksi pada perusahaan berbasis MTO, antara lain kemampuan perusahaan untuk menangani variasi produk yang banyak dengan cepat dan tepat, serta adanya aspek pemeriksaan/evaluasi pesanan yang berkaitan dengan kapasitas dan tanggal pengiriman. Selanjutnya Soman et al (2004) juga menyatakan bahwa issue utama dalam industri berbasis MTO adalah bagaimana memutuskan menerima atau menolak suatu pesanan dan memenuhi batas waktu penyelesaian (due date) pesanan.

Berdasarkan kajian di atas, maka model yang dibangun memiliki tiga

fungsi atau tujuan utama, yaitu meningkatkan kemampuan perusahaan dalam

menerima dan memproses berbagai variasi pesanan, menyaring pesanan yang

mampu dikerjakan oleh perusahaan dan memberikan informasi yang akurat

kepada konsumen mengenai status pesanan. Fungsi pertama direalisasikan pada

model Desain dan Perhitungan Sheet, fungsi kedua diwujudkan pada Model

(5)

Evaluasi Pesanan dan fungsi ketiga tergambarkan pada model Evaluasi Pesanan dan Kalkulasi Harga Pesanan. Status pesanan merupakan keputusan mengenai diterima atau tidaknya suatu pesanan dan penawaran harga dari perusahaan kepada konsumen.

Proses penerimaan pesanan dimulai dari input data pesanan oleh konsumen. Model Desain dan Perhitungan Sheet terdiri dari Sub model Penentuan Desain struktur dan Kode kemasan, Sub Model Perhitungan Ukuran Kemasan dan Penentuan Jenis Sheet, serta Sub Model Perhitungan Kebutuhan lembaran karton (sheet) yang dibutuhkan untuk menghasilkan pesanan. Output dari model ini berupa desain produk, kode produk dan kebutuhan bahan baku utama (yaitu karton). Model ini bertujuan untuk mempermudah proses penentuan atau pemilihan desain pesanan oleh pelanggan, membantu pengaturan pola kemasan pada bahan baku karton (layout) dan mempercepat proses identifikasi kebutuhan bahan baku utama. Dengan adanya model ini diharapkan waktu persiapan bahan baku sebelum diproses dapat menjadi lebih singkat.

Model evaluasi pesanan bertujuan untuk menyaring dan mengevaluasi pesanan berdasarkan tiga kriteria, yaitu : kemampuan proses produksi, kelayakan jumlah pesanan dan kemampuan memenuhi batas waktu penyerahan pesanan.

Berdasarkan hasil evaluasi tersebut, perusahaan bisa memberikan keputusan mengenai status produksi suatu pesanan. Model ketiga bertujuan untuk menghasilkan kalkulasi harga pesanan berdasarkan data-data yang diperoleh dari dua model sebelumnya. Berdasarkan harga yang ditawarkan ini kemudian konsumen dan produsen bisa membuat kesepakatan mengenai pesanan. Output dari Model Penerimaan ini adalah desain dan spesifikasi pesanan, kebutuhan sheet, proses produksi, waktu penyelesaian pesanan dan harga pesanan.

Berdasarkan output tersebut dapat diberikan keputusan atau informasi kepada konsumen mengenai status penerimaan pesanan mereka.

3.2.3 Pengumpulan Data, Informasi dan Pengetahuan

Data, informasi dan pengetahuan yang diperlukan pada penelitian ini

diperoleh dari hasil wawancara, observasi dan studi pustaka. Wawancara

dilakukan terhadap para pakar dan praktisi pada industri kemasan karton dan

(6)

industri printing untuk mendapatkan data, informasi dan pengetahuan mengenai proses pemesanan kemasan karton, proses produksi kemasan karton beserta kendala dan keterbatasannya, fasilitas dan mesin-mesin yang diperlukan, bahan baku, waktu produksi serta biaya-biaya yang dikeluarkan dalam proses produksi kemasan. Observasi dilakukan pada salah satu perusahaan kemasan karton di daerah Cimanggis, Depok untuk mendapatkan kerangka pemikiran yang utuh mengenai industri kemasan karton. Observasi juga dilakukan terhadap berbagai jenis dan bentuk kemasan karton yang terdapat saat ini di pasaran dan lingkungan sekitar kita.

Studi pustaka dilakukan untuk mendapatkan data sekunder mengenai desain dan bentuk-bentuk kemasan karton yang sudah distandarisasi oleh FEFCO (The European Federation of Corrugated Board Manufacturers) dan ESBO (The European Solid Board Organization). Disamping itu juga untuk memperoleh data sekunder mengenai spesifikasi dan kemampuan mesin-mesin pengolahan kemasan dan harga-harga bahan baku kemasan.

3.2.4 Pengolahan Data

Data yang sudah berhasil dikumpulkan selanjutnya diolah dengan metode sebagai berikut :

1. Pengolahan data Model Desain dan Perhitungan Sheet dilakukan dengan menggunakan persamaan matematik.

2. Sub Model Evaluasi Kelayakan Jumlah Pesanan dan Kemampuan Proses serta Penentuan Jenis Mesin dan Urutan Proses dibangun dengan menggunakan pendekatan Sistem Pakar (Expert System) dengan menggunakan Pohon Keputusan (Decision Tree) sebagai alat formalisasi pengetahuan (knowledge formalization) dan if then rules untuk merepresentasikan pengetahuan (knowledge representation).

3. Pengolahan data Sub model Kalkulasi Penyelesaian Waktu Pesanan

dilakukan dengan mengembangkan suatu algoritma perhitungan makespan

pada lantai produksi yang bersifat hybrid dan flexible flowshop. Pengurutan

(penjadwalan) pesanan kemudian dapat dilakukan dengan bantuan algoritma

genetika untuk penjadwalan pesanan (job) yang banyak, ataupun tanpa

(7)

menggunakan algoritma genetika jika pesanan yang masuk terlalu sedikit, atau pengurutannya sudah ditentukan sejak awal.

4. Model Kalkulasi harga pesanan dibuat dengan terlebih dahulu memperhitungkan biaya produksi dengan sistem perhitungan biaya berdasarkan aktivitas (Activity Based Costing/ABC).

Tahapan pengolahan data beserta alat atau metode yang digunakan dapat dilihat pada Gambar 12 di bawah ini.

Penentuan desain struktur kemasan (menggunakan database

produk berdasarkan standar FEFCO/ESBO)

Perhitungan ukuran sheet yang dibutuhkan (menggunakan persamaan

matematik)

Perhitungan total jumlah sheet yang dibutuhkan (menggunakan persamaan

matematik)

Evaluasi kelayakan jumlah pesanan dan kemampuan

proses produksi (menggunakan expert system

dengan pohon keputusan) Kalkulasi waktu penyelesaian

pesanan

(menggunakan penjadwalan pesanan dengan Algoritma

Genetika)

Perhitungan biaya produksi (menggunakan pendekatan

Activity Based Costing)

Penentuan harga pesanan Desain & Perhitungan Sheet

Evaluasi Pesanan

Kalkulasi Harga

Gambar 12 Tahapan pengolahan data.

3.2.5 Verifikasi dan Validasi

Verifikasi dilakukan untuk menguji apakah model yang dihasilkan sudah

merepresentasikan logika konseptual dengan benar. Verifikasi pada penelitian ini

dilakukan dengan memeriksa logika operasional dari model serta algoritma yang

(8)

dihasilkan dan memeriksa apakah keluaran dari model sudah sesuai dengan tujuan perancangan model.

Validasi merupakan proses untuk memeriksa apakah model yang dihasilkan merupakan representasi yang akurat dari sistem nyata dan mewakili realitas yang dikaji dengan tepat. Proses validasi dilakukan dengan pendekatan validasi konseptual terhadap masing-masing model dan keseluruhan model.

Teknik validasi konseptual yang digunakan adalah face validity dan trace validity.

Untuk model ketiga, yaitu kalkulasi harga pesanan, dilakukan validasi operasional dengan membandingkan output yang dihasilkan model dengan output yang dihasilkan salah satu sistem nyata yang dijadikan pembanding.

3.2.6 Rancangan Implementasi Model

Rancangan implementasi model dipersiapkan untuk mengaplikasikan

model pada kondisi nyata di industri kemasan karton. Beberapa hal yang dibahas

pada rancangan implementasi model adalah syarat-syarat yang diperlukan untuk

implementasi model dan langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk

mengimplementasikan model tersebut. Rancangan implementasi model

diwujudkan dalam suatu prototype perangkat lunak Sistem Penunjang Keputusan

Cerdas Proses Penerimaan Pesanan Pada Industri Kemasan Karton.

Gambar

Gambar 10  Kerangka pemikiran penelitian
Gambar 11  Tahapan penelitian.
Gambar 12  Tahapan pengolahan data.

Referensi

Dokumen terkait

Prosedur penelitian yang dilakukan adalah, (1) mi basah matang yang telah disiapkan, ditimbang sebanyak ± 30 gram untuk masing-masing perlakuan, (2) mi basah matang dicelupkan ke

➢ Peserta didik diminta untuk mengamati dan menganalisis gambar yang sudah guru sajikan tentang potensi sumber daya hutan pada kegiatan

- Peserta merupakan siswa/siswi SMP & SMA sederajat tingkat Provinsi Riau - Terdiri dari 2 orang peserta. - Tema : -Rendahnya minat penggunaan bahasa indonesia -Penyebab

Analisis data bivariat adalah analisa yang dilakukan lebih dari dua variabel (Notoadmodjo, 2005).Analisa ini digunakan untuk menguji pengaruh terapi akupresur dalam

Penerapan metode penemuan terbimbing yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa tentang materi keliling dan luas daerah layang-layang di kelas VII A SMP Negeri 1 Toribulu

Oleh karena itu indikator–indikator kinerja dan target tahunan yang digunakan dalam pembuatan Laporan Kinerja Instansi Pemerintah (LKIP) untuk tahun 2015 ini

Pada LEACH, sensor-sensor di dalam jaringan akan dibagi ke dalam kluster dengan salah satu dari sensor ditiap kluster menjadi cluster head yang bertugas untuk

pada kitosan.Pada bilangan gelombang 1635,64 cm -1 menunjukkan terjadi ikatan amida yang terbentuk dari gugus amino dari kitosan dan gugus karboksil dari pektin dan hasil