33
4.1.1 Pelaksanaan Tindakan
Pada bagian pelaksanaan tindakan, akan diuraikan empat subbab yaitu kondisi awal, siklus 1, siklus 2 dan pembahasan antar siklus 1 dan siklus 2. Subbab kondisi awal membahas tentang kondisi awal siswa termasuk di dalamnya hasil belajar pada mata pelajaran IPA sebelum dilakukannya tindakan penelitian.
Selanjutnya pada subbab siklus 1 dan siklus 2 membahas tentang rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, hasil tindakan dan refleksi. Pada subbab pembahasan antar siklus 1 dan siklus 2, akan dibahas tentang perbandingan pelaksanaan dan hasil dari siklus 1 dan siklus 2.
4.1.1.1 Kondisi Awal (Pra Siklus)
Sebelum penelitian dilakukan, dalam kegiatan pembelajaran IPA di kelas 4 SDN Candirejo 02 guru lebih banyak menggunakan metode pembelajaran tradisional. Dalam menyampaikan pelajaran guru lebih banyak menggunakan metode ceramah dan mengharapkan siswa duduk, diam, dengar, catat dan hafal sehingga kegiatan pembelajaran menjadi monoton, kurang menarik, tampak membosankan, serta membuat siswa jenuh.
Selain itu, guru dalam mengajarkan materi IPA juga kurang memanfaatkan media pembelajaran. Media merupakan salah satu sarana untuk meningkatkan kegiatan proses belajar mengajar. Penggunaan media secara kreatif akan memungkinkan siswa untuk belajar lebih baik. Dengan demikian guru yang efektif dalam menggunakan media dapat meningkatkan minat siswa dalam proses pembelajaran dan siswa akan lebih cepat dan mudah memahami dan mengerti terhadap materi pelajaran yang disampaikan guru.
Kondisi kegiatan belajar mengajar pada pra siklus belum menunjukkan kondisi pembelajaran yang menyenangkan. Hal ini dapat dilihat kurangnya semangat siswa dalam mengikuti pembelajaran. Siswa merasa jenuh dan bosan
dalam mengikuti pembelajaran. Selain itu, siswa juga menganggap pembelajaran IPA yang dilaksanakan guru di kelas masih kurang menyenangkan.
Aktivitas siswa akan berpengaruh besar terhadap keberhasilan siswa dalam belajar sehingga keadaan ini merupakan masalah yang cukup penting untuk dicari solusinya sehingga hasil belajar siswa akan meningkat. Keaktifan, inisiatif, kosentrasi dan kerjasama merupakan beberapa faktor yang dapat mempengaruhi hasil belajar siswa.
Kondisi awal merupakan kondisi sebelum dilaksanakan tindakan. Pada kondisi awal dapat diketahui bahwa dari total jumlah siswa yaitu 19, diketahui presentase ketuntasan hanya 47,37% dari jumlah siswa dan hanya 9 yang mendapat nilai di atas KKM yaitu 70. Sedangkan sisanya 52,63% atau 10 siswa mendapatkan nilai di bawah KKM yaitu 70 dinyatakan tidak tuntas pada mata pelajaran IPA. Dari pernyataan tersebut dapat diketahui jumlah siswa yang sudah mencapai KKM dan yang masih berada di bawah KKM. Hasil belajar pada prasiklus diperoleh dari tes formatif saja, secara rinci disajikan melalui Tabel 4.1.
Tabel 4.1
Distribusi Frekuensi Nilai Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas 4 SDN Candirejo 02 Tuntang
Kondisi Awal
NO Skor Ketuntasan Frekuensi Presentase Keterangan
1 ≥ 70 9 47,37% Tuntas 2 < 70 10 52,63% Tidak Tuntas Jumlah 19 100% Nilai rata-rata 70.53 Nilai Tertinggi 79 Nilai Terendah 56
Berdasarkan Tabel 4.1, terlihat dengan jelas bahwa nilai hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA pada pra siklus masih rendah. Hal ini ditunjukkan dari nilai ketuntasan belajar siswa yang baru mencapai 47,37% atau baru 9 siswa yang mencapai nilai KKM IPA 70.
Pada kondisi awal, nilai rata-rata yang diperoleh adalah sebesar 65,69 dengan nilai tertinggi 94 dan nilai terendah 45.
4.1.1.2 Siklus I
Pada subbab siklus 1, akan diuraikan tentang rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, hasil tindakan dan refleksi. Kegiatan pembelajaran pada siklus 1 dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, masing-masing pertemuan berlangsung selama dua kali 35 menit.
4.1.1.2.1 Rencana Tindakan
Berdasarkan gambaran umum tentang kondisi awal (pra siklus) siswa dapat disimpulkan adanya masalah pokok dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) di kelas yang diteliti, yaitu aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran masih rendah. Hal ini akhirnya menyebabkan nilai ketuntasan belajar siswa pada mata pelajaran IPA menjadi rendah.
Berdasarkan permasalahan di atas, peneliti membuat suatu rencana tindakan penelitian untuk siklus I dengan menyusun skenario pembelajaran. Dalam skenario ini mulai dicoba penggunaan metode Time Token untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tentang sumber daya alam. Materi yang digunakan pada tindakan siklus I ini adalah sesuai dengan Kompetensi Dasar yaitu menjelaskan hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan.
Skenario pembelajaran secara terinci tertuang dalam Rencana Pelaksanaan pembelajaran (RPP) yang terdapat dalam lampiran. Namun, secara garis besar skenario pembelajaran melalui penerapan metode Time Token untuk pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) tentang Sumber Daya Alam dapat dijelaskan seperti Tabel 4.2.
Tabel 4.2
Skenario Pembelajaran Siklus I
No Tahap Kegiatan Guru Kegiatan Siswa Alokasi
Waktu 1 Pendahuluan 5,5 menit Guru mengucapkan salam
Siswa menjawab salam 0,5 menit
Guru memeriksa kehadiran siswa Siswa diperiksa kehadirannya oleh guru 1 menit
kesiapan belajar siswa kesiapan belajarnya oleh guru Guru memberikan motivasi belajar.
Siswa diberi motivasi belajar oleh guru.
1 menit
Guru
menyampaikan apersepsi.
Anak-anak apakah yang kalian ketahui tentang sumber daya alam? Coba
perhatikan lingkungan sekolahmu apakah terdapat sumber daya alam?
Siswa menjawab apersepsi dari guru.
2 menit Guru menyampaikan kegiatan dan tujuan pembelajaran Siswa disampaikan tentang kegiatan dan tujuan pembelajaran
1 menit
2 Kegiatan Inti 50 menit
Eksplorasi 10 menit
Guru memberikan gambaran umum tentang
materi/topik yang akan dipelajari yaitu:
macam- macam sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.
Siswa mendapat
gambaran umum tentang materi/topik yang akan dipelajari yaitu: macam- macam sumber daya alam yang tidak dapat
diperbarui dan tidak dapat diperbarui.
5 menit
Guru bertanya pada siswa “anak-anak apa yang dimaksud dengan sumber daya alam?”
Siswa menjawab pertanyaaan dari guru.
2 menit
Guru mengajak siswa menyebutkan macam- macan sumber daya alam. Siswa menyebutkan macam-macam sumber daya alam. 1 menit Guru menampilkan gambar macam- macam sumber daya alam berdasarkan sumber daya alam yang dapat diperbarui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui.
Siswa memperhatikan gambar macam- macam sumber daya alam yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui.
Guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran time token.
Siswa mendengarkan penjelasan guru tentang langkah- langkah pembelajaran time token
1 menit Elaborasi 39 menit Tahap 1 (Mengkondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi )
Guru membagi kelas menjadi 5 kelompok, dengan anggota 3-4 siswa.
Siswa dibagi menjadi 5 kelompok, dengan anggota 3-4 orang. 4 menit Tahap 2 (Pemberian tugas) Guru membagikan LKS kepada setiap kelompok.
Siswa diberi tugas untuk mengerjakan LKS dengan anggota kelompoknya. 2 menit Tahap 3 Permainan Time Token (Kartu berbicara)
Guru memberi sejumlah kupon berbicara dengan waktu ±30 detik per kupon pada tiap siswa.
Siswa diberi kupon berbicara dengan waktu ±30 detik per kupon.
3 menit
Guru membimbing setiap kelompok berdiskusi sesuai dengan model time token untuk
menyelesaikan LKS.
Siswa berdiskusi sesuai dengan model time token dalam kelompoknya untuk menyelsaikan LKS.
10 menit
Guru meminta setiap siswa untuk
berpendapat/ berbicara menggunakan kartu bebicara pada saat berdiskusi dengan anggota kelompoknya.
Siswa berpendapat/ berbicara menggunakan kartu berbicaranya pada saat berdiskusi dengan anggota kelompoknya. 10 menit Tahap 4 (Memprentasikankan hasil diskusi) Guru menunjuk perwakilan siswa untuk mempresentasikan hasil diskusi kelompoknya.
Siswa menanggapi presentasi hasil diskusi kelompok yang maju.
10 menit Siswa mengangkat kuponnya untuk berpendapat. Konfirmasi 3 menit Tahap 5 (Evaluasi)
Guru bersama siswa melakukan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan.
Siswa bersama guru melakukan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan.
1,5 menit
Guru memberikan reward berupa hadiah dan pujian pada kelompok yang
Siswa diberi reward oleh guru bagi kelompok yang telah menggunakan kupon berbicara dengan benar.
menggunakan kupon berbicara dengan benar( habis semua dalm satu kelompok)
3 Penutup 12.5
menit Guru bersama siswa
membuat rangkuman atau kesimpulan tentang kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan.
Siswa bersama guru membuat rangkuman atau kesimpulan pelajaran
1 menit
Guru memberikan tidak lanjut dengan
memberikan tugas rumah (PR).
Siswa diberikan tugas rumah/ PR sebagai tindak lanjut. 10 menit Guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya. Siswa disampaikan rencana pembelajaran berikutnya. 1 menit Guru mengucapkan “selamat siang” sebagai salam penutup.
Siswa menjawab salam penutup.
0.5 menit
4.1.1.2.2 Pelaksanaan Tindakan
Subbab pelaksanaan tindakan mendeskripsikan tentang rincian proses pelaksanaan tindakan dari kegiatan awal sampai kegiatan penutup. Rincian pelaksanaan tindakan siklus 1 sebagai berikut:
a. Pertemuan Pertama
Pelaksanaan tindakan pada siklus 1 pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 6 April 2016 pukul 09.45-10.45 WIB oleh Ibu Purwanti selaku guru kolaborator dan guru kelas 4. Guru yang ditunjuk sebagai observer untuk mengamati kegiatan guru dan siswa adalah Ibu Husnul Khotimah, S.Pd. Selaku guru kelas 6. Kegiatan pembelajaran terdiri dari tiga kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan penutup.
1) Kegiatan awal
Pada pertemuan pertama, guru mengawali kegiatan dengan memberikan salam, mengabsensi siswa, dan mengecek kerapian serta kelengkapan alat dan sumber belajar yang disiapkan oleh siswa. Agar siswa menjadi bersemangat
belajar, guru memberikan motivasi dengan menyampaikan bahwa belajar dengan giat merupakan modal yang baik pada masa depan.
Setelah berhenti sejenak, selanjutnya guru memberikan apersepsi dalam bentuk pertanyaan yaitu anak-anak apakah yang kalian ketahui tentang sumber daya alam? Coba perhatikan lingkungan sekolahmu apakah terdapat sumber daya alam? Guru mempersilahkan siswa menjawab apersepsi yang diberikan. Beberapa siswa mengacungkan tangan. Agar tidak berebutan dalam menjawab, guru mempersilahkan satu per satu siswa untuk memberikan jawabannya.
Setelah siswa selesai menjawab apersepsi, guru memberikan penguatan lewat pujian, agar siswa terus memiliki keberanian dalam menyampaikan hal-hal yang diketahui. Setelah siswa menjawab pertanyaan apersepsi, guru menjelaskan tujuan pembelajaran yang hendak dicapai dari materi yang akan dipelajari.
Selanjutnya guru menjelaskan bahwa hari ini akan mempelajari tentang macam-macam sumber daya alam dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Time Token. Siswa mendengarkan penjelasan dari guru.
2) Kegiatan Inti
Setelah menjelaskan tujuan pembelajaran, selanjutnya Guru memberikan gambaran umum tentang materi/topik yang akan dipelajari yaitu: macam- macam sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dan sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui. Siswa mendengar/menyimak penjelasan yang guru sampaikan dengan tenang. Dalam memberikan penjelasan materi guru kadang-kadang masih menggunakan Bahasa Jawa.
Setelah itu, guru melakukan tanya jawab kepada siswa. Siswa menjawab pertanyaan guru dengan serentak. Guru mengajak siswa menyebutkan macam-macam sumber daya alam berdasarkan sumber daya alam yang dapat diperbarui dan tidak dapat diperbarui dengan memperhatikan gambar- gambar pada slide powerpoint tentang macam- macam sumber daya alam.
Selanjutnya guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran Time Token. Siswa menyimak penjelasan yang disampaikan oleh guru dengan tenang.
Guru membagi siswa dalam 5 kelompok (tahap pertama), yang terdiri dari empat kelompok beranggotakan 4 siswa dan satu kelompok beranggotakan masing-masing 3 siswa. Selama pembagian kelompok, suasana berubah menjadi ricuh, karena siswa hendak berkelompok dengan teman dekatnya sendiri. Mengantisipasi hal tersebut, guru mengatur pembagian kelompok, dengan cara berhitung. Selanjutnya, guru memberikan tugas yang harus didiskusikan di kelompok (tahap kedua).
Guru melanjutkan pada tahap tiga Permainan Time Token (Kartu berbicara), guru membagikan kupon berbicara kepada setiap siswa masing-masing siswa mendapatkan 2 kupon berbicara dengan waktu ±30 detik per kupon pada tiap siswa. Setelah semua siswa menerima kupon berbicara , Guru menjelaskan cara menggunakan kupon tersebut. Kupon berbicara digunakan saat mengeluarkan pendapat pada saat berdiskusi kelompok. Setelah kuponnya habis digunakan, kuponnya tidk dapat digunakan lagi.
Setelah membagikan kupon berbicara, guru berkeliling kelas untuk melihat apakah siswa sudah menggunakan kupon tersebut atau belum. Guru membimbing setiap kelompok dalam berdiskusi mengerjakan LKS.
Selanjutnya, guru melanjutkan pada tahap empat yaitu mempresentasikan hasil diskusi. Guru meminta anggota perwakilan mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas. Siswa mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas dan siswa lainnya menyimak hasil diskusi temannya.
Pada tahap lima (evaluasi), guru melakukan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang sudah diilakukan. Guru memberikan reward berupa hadiah dan pujian pada kelompok yang menggunakan kupon berbicara dengan benar ( habis semua dalam satu kelompok).
3) Akhir Pertemuan
Sebelum mengakhiri pelajaran, guru bersama-sama siswa mengambil kesimpulan dan guru memberikan evaluasi individual berupa pekerjaan rumah (PR) kepada siswa. Setelah itu, guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya “Anak- anak pada pertemuan selanjutnya kita akan mempelajari
tentang hubungan sumber daya alam dengan lingkungan” dan mengucapkan salam.
b. Pertemuan Kedua
Sama halnya dengan pertemuan pertama, pada pertemuan kedua peneliti bersama guru kolaborator mendiskusikan tentang penyusunan RPP dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Time Token. Diskusi yang dilakukan meliputi penentuan standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, media yang akan digunakan serta penentuan waktu penelitian. Pelaksanaan tindakan pada siklus 1 pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 13 April 2016 pukul 09.45-10.45 WIB oleh Ibu Purwanti selaku guru kolaborator dan guru kelas 4. Guru yang ditunjuk sebagai observer untuk mengamati kegiatan guru dan siswa adalah Ibu Husnul Khotimah, S.Pd. Selaku guru kelas 6. Kegiatan pembelajaran terdiri dari empat kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan penutup.
1) Kegiatan Awal
Pada pertemuan kedua, guru mengawali kegiatan dengan memberikan salam, mengabsensi siswa, dan mengecek kerapian serta kelengkapan alat dan sumber belajar yang disiapkan oleh siswa. Agar siswa menjadi bersemangat belajar, guru memberikan motivasi dengan menyampaikan bahwa belajar dengan giat merupakan modal yang baik pada masa depan.
Setelah itu, guru memberikan apersepsi dalam bentuk pertanyaan mengenai pertemuan sebelumnya. ”kalian sudah mempelajari macam-macam sumber daya alam , siapa yang masih ingat macam- macam sumber daya alam?”. Siswa mengancungkan tangan menjawab pertanyaan tersebut. Agar suasana tidak menjadi ricuh, guru memilih beberapa anak menjawab pertanyaan apersepsi tersebut.
Selanjutnya guru menjelaskan tujuan dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Suasana kelas sangat tenang dan siswa mendengarkan penjelasan guru dengan baik.
2) Kegiatan Inti
Pada kegiatan inti, guru memberikan gambaran umum tentang materi/topik yang akan dipelajari tentang sumber daya alam berdasarkan jenisnya dan hubungan sumber daya alam dengan lingkungan dengan bantuan gambar jenis sumber daya alam pada powerpoint. Siswa mendengarkan penjelasan dari guru dan memperhatikan gambar.
Setelah itu guru bertanya kepada siswa “anak- anak coba sebutkan jenis-jenis sumber daya alam apa saja yang terdapat pada gambar?” Siswa menjawab pertanyaan tersebut dengan ricuh. Agar tidak ricuh guru menunjuk salah satu siswa untuk menjawabnya.
Selanjutnya pada tahap 1 (Guru mengkondisikan kelas untuk melaksanakan diskusi) ,guru membagi kelas menjadi 5 kelompok, dengan anggota 3-4 siswa. Agar tidak ricuh guru yang memilih kelompoknya dengan berhitung.
Pada tahap 2 ((Pemberian tugas), setelah selesai membagikan kelompok , guru memberikan tugas/LKS pada setiap kelompok. Di dalam LKS terdapat beberapa soal yang harus dibahas dan dikerjakan bersama kelompoknya masing- masing. Siswa diminta menuliskan 10 nama sumber daya alam pada tabel yang terdapat di LKS, kemudian siswa harus menentukan mana yang termasuk sumber daya alam yang dapat diperbarui dan mana sumber daya alam yang tidak dapat diperbarui dari 10 sumber daya alam yang telah ditulis. Masuk ke tahap 3 (Permainan Time Token /Kartu berbicara), guru memberi sejumlah kupon berbicara dengan waktu ±30 detik per kupon pada tiap siswa, guru membimbing setiap kelompok berdiskusi sesuai dengan model Time Token untuk menyelesaikan LKS, dan guru meminta setiap siswa untuk berpendapat/ berbicara menggunakan kartu bebicara pada saat berdiskusi dengan anggota kelompoknya. Pada saat berdiskusi masih ada siswa yang sibuk sendiri, tidak mau bekerjasama atau mengeluarkan pendapatnya.
Selanjutnya, guru melanjutkan pada tahap 4 yaitu mempresentasikan hasil diskusi. Guru meminta anggota perwakilan mempresentasikan hasil kerja
kelompok di depan kelas. Siswa mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas dan siswa lainnya menyimak hasil diskusi temannya.
Pada tahap 5 (evaluasi), guru melakukan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang sudah diilakukan. Guru memberikan reward berupa hadiah dan pujian pada kelompok yang menggunakan kupon berbicara dengan benar (habis semua dalam satu kelompok).
3) Akhir Pertemuan
Pada kegiatan penutup, guru bersama siswa membaca ringkasan materi yang ada di papan tulis. Setelah itu guru memberikan tindak lanjut berupa soal evaluasi. Siswa mengerjakan soal dengan baik sesuai dengan alokasi waktu. Setelah selesai mengerjakan, guru meminta siswa untuk mengumpulkan ke depan kelas. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan salam penutup.
4.1.1.2.3 Hasil Tindakan
Pada subbab ini, akan diuraikan tentang hasil tindakan pada Siklus I. Hasil tindakan menguraikan hasil analisis data dari lembar observasi kegiatan guru dan kegiatan siswa sesuai dengan model pembelajaran Time Token serta hasil belajar siswa yang diperoleh dari nilai soal evaluasi yang diberikan pada pertemuan kedua.
a. Hasil Analisis Lembar Observasi 1) Pertemuan Pertama
Kegiatan observasi bertujuan untuk mengamati keterlaksanaan model pembelajaran Time Token. Pada pertemuan pertama, observasi dilakukan oleh teman sejawat dari Ibu Purwanti. yaitu Ibu Husnul Khotimah, S.Pd. dengan mengisi lembar observasi kegiatan guru dan kegiatan siswa sesuai dengan model pembelajaran Time Token.
Hasil dari analisis lembar observasi terhadap kegiatan guru dan siswa sesuai dengan model pembelajaran Time Token secara rinci disajikan dalam Tabel 4.3 dan 4.4.
Tabel 4.3
Hasil Observasi Kegiatan Guru Pada Siklus I NO Indikator Total Skor Nilai Kinerja Kriteria 1 Kegiatan Pendahuluan
2 Kegiatan Inti 80 83,3% Baik
3 Kegiatan Penutup
Keseluruhan yang diamati dari aktivitas guru ada 24 item dalam lembar observasi mengenai kegiatan/ aktivitas yang dilakukan guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Time Token. Setiap item di beri skor mulai dari skor terendah 0 hingga tertinggi 4.
Skor 0 merupakan skor yang tidak dilaksanakan sama sekali. Skor 1 merupakan skor yang dilaksana dalam kategori sangat kurang, skor 2 adalah skor dalam kategori kurang. Sedangkan skor 3 masuk dalam kategori cukup baik dan skor 4 adalah skor yang masuk dalam kategori sangat baik.
Kinerja guru dalam menerapkan model Time Token pada siklus I pertemuan pertama dihitung dengan cara sebagai berikut:
Dengan kriteria nilai sebagai berikut: 90-100% = baik sekali
80 –89% = baik 70–79% = cukup baik >69% = kurang
Berdasarkan penghitungan hasil kinerja guru pada siklus I pertemuan pertama, maka kinerja guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Time Token berada pada kategori baik dengan perolehan skor 80 dan persentase 83,3%. Dari 24 item terdapat 3 item yang tidak dilaksanakan sama sekali ( skor 0), 8 item dilaksanakan yang masuk dalam kategori cukup baik dan 14 item dilaksanakan masuk dalam kategori sangat baik (skor 4).
Kegiatan guru yang belum nampak antara lain terdapat dalam kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup. Pada kegiatan pendahuluan, hanya terdapat satu kegiatan yang tidak dilakukan guru yaitu guru tidak menyampaikan motivasi belajar kepada siswa. Pada kegiatan inti, guru tidak membimbing setiap kelompok berdiskusi sesuai dengan model Time Token. Pada kegiatan penutup, guru tidak menyampaikan rencana pembelajaran selanjutnya. Hal ini terjadi karena guru baru mengenal dan belum terbiasa menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Time Token.
Tabel 4.4
Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus 1 Pertemuan Pertama NO Indikator Total Skor Nilai Kinerja Kriteria 1 Kegiatan Pendahuluan
2 Kegiatan Inti 85 81,7% Baik
3 Kegiatan Penutup
Aktivitas siswa yang diamati adalah aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Time Token. Aktivitas ini meliputi antusias, keberanian, ketekunan, kemampuan bekerjasama, menyimak, dan kemampuan menghargai rekan kelompoknya. Hasil pengamatan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Time Token disajikan pada Tabel 4.4 berada pada kategori baik dengan perolehan skor 85 (85%) dari 26 item dengan skor maksimun 104.
Aktivitas siswa dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe
Time Token pada siklus I pertemuan pertama dihitung dengan cara sebagai
berikut:
Dengan kriteria nilai sebagai berikut: 90-100% = baik sekali
80 –89% = baik 70–79% = cukup baik >69% = kurang
Kegiatan siswa yang belum nampak antara lain adalah pada kegiatan pendahuluan yaitu siswa tidak disampaikan atau mendapat motivasi belajar. Pada kegiatan inti, siswa tidak dijelaskan langkah-langkah model pembelajaran Time
Token. Siswa bersama guru tidak melakukan refleksi pembelajaran. Pada kegiatan
penutup, siswa tidak disampaikan rencana pembelajaran selanjutnya.
Berdasarkan hasil lembar observasi kegiatan siswa, terdapat beberapa catatan yang dituliskan oleh observer. Siswa nampak kesulitan di dalam menyusun atau membuat pertanyaan. Siswa masih binggung menggunakan kupon berbicara.
Beberapa siswa nampak sibuk sendiri atau bercanda dengan teman sehingga kurang memperhatikan presentasi kelompok. Selain itu, siswa juga belum aktif dalam menanggapi presentasi kelompok ketika diberikan kesempatan oleh guru disetiap akhir presentasi kelompok.
2) Pertemuan Kedua
Pada pertemuan kedua, observasi masih observasi dilakukan oleh teman sejawat dari ibu Purwanti. yaitu Ibu Husnul Khotimah, S.Pd. dengan mengisi lembar observasi kegiatan guru dan kegiatan siswa sesuai dengan model pembelajaran Time Token. Kegiatan observasi bertujuan untuk memeriksa keterlaksanaan model pembelajaran.
Hasil dari analisis lembar observasi terhadap kegiatan guru dan siswa sesuai dengan model pembelajaran Time Token secara rinci disajikan dalam Tabel 4.5 dan 4.6.
Tabel 4.5
Hasil Observasi Kegiatan Guru Siklus I Pertemuan Kedua NO Indikator Total Skor Nilai Kinerja Kriteria 1 Kegiatan Pendahuluan
2 Kegiatan Inti 85 88,5% Baik
3 Kegiatan Penutup
Berdasarkan Tabel 4.5 tentang hasil observasi kegiatan guru pertemuan kedua, dapat ditarik analisis bahwa dari tiga indikator kegiatan pembelajaran
terdapat beberapa kegiatan yang belum terlalu nampak atau belum dilakukan oleh guru. Dari 24 butir pengamatan terdapat 19 butir pengamatan sudah terlaksana dengan kategori sangat baik (skor 4) dan terdapat 3 butir pengamatan dengan kategori baik (skor 3). Hal ini terjadi karena adanya upaya perbaikan dari kekurangan-kekurangan yang ada pada pertemuan pertama pada siklus 1 yang dilakukan oleh peneliti bersama guru kelas. Pada pertemuan kedua siklus 1 ini masih terdapat 2 item yang tidak terlaksana ini terjadi karena guru lupa memeriksa kehadiran siswa dan menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya. Kinerja guru dalam menerapkan model Time Token pada siklus I pertemuan kedua dihitung dengan cara sebagai berikut:
Dengan kriteria nilai sebagai berikut: 90-100% = baik sekali
80 –89% = baik 70–79% = cukup baik >69% = kurang
Berdasarkan penghitungan hasil kinerja guru pada siklus I pertemuan kedua, maka kinerja guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe
time token berada pada kategori baik dengan perolehan skor 84 dan persentase
87,5%.
Hasil dari pengamatan kegiatan guru secara umum pembelajaran sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan model Time Token. Namun masih terdapat beberapa kegiatan guru yang tidak terlaksana sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada pertemuan kedua.
Beberapa kegiatan guru yang belum nampak antara lain adalah pada kegiatan pendahuluan yaitu guru tidak melakukan kegiatan untuk memeriksa kesiapan belajar siswa. Pada kegiatan penutup, guru tidak menyampaikan rencana pembelajaran selanjutnya.
Tabel 4.6
Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus 1 Pertemuan Kedua NO Indikator Total Skor Nilai Kinerja Kriteria 1 Kegiatan Pendahuluan
2 Kegiatan Inti 87 83,6% Baik
3 Kegiatan Penutup
Berdasarkan Tabel 4.6 tentang hasil observasi kegiatan siswa pertemuan kedua, dapat ditarik analisis bahwa dari 3 indikator kegiatan pembelajaran terdapat beberapa kegiatan yang belum nampak atau belum dilakukan oleh siswa. Dari keseluruhan 26 butir pengamatan, 18 butir pengamatan sudah terlaksana dengan sangat baik (skor 4) , 5 butir pengamatan sudah terlaksana baik (skor 3) dan terdapat 3 butir pengamatan yang tidak dilaksanakan sama sekali (skor 0).
Hasil dari pengamatan kegiatan siswa secara umum pembelajaran sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan model Time Token. Namun masih terdapat beberapa kegiatan siswa yang tidak terlaksana sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada pertemuan kedua.
Beberapa kegiatan siswa yang belum terlaksana antara lain adalah pada kegiatan pendahuluan yaitu siswa tidak diperiksa kesiapan belajarnya oleh guru. Pada kegiatan penutup, Siswa tidak menangggapi hasil diskusi temanya dan siswa tidak mendengarkan penyampaian guru tentang rencana pembelajaran selanjutnya. Aktivitas siswa dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe
Time Token pada siklus I pertemuan kedua dihitung dengan cara sebagai berikut:
Dengan kriteria nilai sebagai berikut: 90-100% = baik sekali
80 –89% = baik 70–79% = cukup baik >69% = kurang
Berdasarkan penghitungan hasil aktivias siswa pada siklus I pertemuan kedua, maka aktivitas siswa dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Time Token berada pada kategori baik dengan perolehan skor 87 dan persentase 83,6%.
b. Hasil Analisis Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar siswa pada Siklus I diperoleh dari nilai soal evaluasi yang dikerjakan siswa pada pertemuan kedua. Soal evaluasi berbentuk pilihan ganda yang terdiri dari 20 butir soal. Nilai siswa diperoleh dengan menghitung skor yang diperoleh kemudian mengubahnya menjadi nilai akhir. Hasil dari analisis hasil belajar siswa secara rinci disajikan dalam Tabel 4.7.
Tabel 4.7
Distribusi Frekuensi Nilai Mata Pelajaran IPA Siswa Kelas 4 SDN Candireo 02 Tuntang
Siklus 1
NO Rentang Nilai frekuensi % Keterangan
1 50- 59 - - Belum tuntas 2 60- 69 7 36,84% Belum tuntas 3 70- 79 2 10,53% Tuntas 4 80- 89 4 21,05% Tuntas 5 90- 100 6 31,58% Tuntas Jumlah 19 100% Rata- rata 77.10 Nilai Tertinggi 95 Nilai Terendah 60
Berdasarkan Tabel 4.7 distribusi frekuensi nilai mata pelajaran IPA pada Siklus 1, maka dapat dikaji tentang rentang nilai, frekuensi, presentase dan juga perolehan nilai rata-rata, nilai tertinggi dan juga nilai terendah. Terdapat 7 siswa (36,84%) yang memperoleh nilai pada rentang 60-69, pada rentang 70-79 juga diperoleh oleh 2 siswa (10.53%). Selanjutnya , terdapat 4 siswa (21.05%) yang memperoleh nilai pada rentang 80-89. Pada rentang nilai 90-100 diperoleh oleh 6 (31,58%) . Pada Siklus 1, nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 77.10 dengan nilai tertinggi 95 dan nilai terendah 60.
Berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≥ 70) maka dapat dialakukan analisis untuk menentukan jumlah siswa yang tuntas dan belum tuntas.
Analisis ketuntasan hasil belajar siswa pada Siklus 1 dapat disajikan dalam Tabel 4.8.
Tabel 4.8
Total Jumlah dan Presentase Ketuntasan Belajar Siklus I
NO Skor Ketuntasan Frekuensi Presentase Keterangan
1 ≥ 70 12 63,16% Tuntas 2 <70 7 36,84% Tidak Tuntas Jumlah 19 100% Nilai rata-rata 77.10 Nilai Tertinggi 95 Nilai Terendah 60
Berdasarkan Tabel 4.8 analisis ketuntasan belajar Siklus 1, maka dapat dianalisis bahwa jumlah siswa yang tuntas adalah 12 siswa atau mencapai 63,16%. Sedangkan untuk siswa yang belum tuntas adalah 7 siswa atau mencapai 36,84% .
4.1.1.2.4 Refleksi Siklus I
Setelah dilakukannya kegiatan pembelajaran siklus 1 dari pertemuan pertama dan kedua, maka selanjutnya diadakan refleksi atas tindakan pembelajaran di siklus 1. Refleksi digunakan sebagai bahan perbaikan dengan membandingkan hasil tindakan selama proses pembelajaran dengan indikator aktivitas yang telah ditetapkan.
Kegiatan refleksi diadakan dalam bentuk diskusi yang dilakukan oleh peneliti, guru kolabolator, dan guru observer. Refleksi didasarkan atas temuan baik temuan observer maupun temuan guru selama proses pembelajaran dilaksanakan. Refleksi dimaksudkan agar kekurangan-kekurangan selama tindakan pada siklus I, dapat diperbaiki sewaktu melaksanakan tindakan pada siklus II. Adapun kekurangan-kekurangan yang ditemui selama tindakan pada siklus I, adalah sebagai berikut:
1. Penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Time Token belum terbiasa dilakukan oleh guru dan siswa. Pada pertemuan pertama guru lupa menyampaikan langkah-langkah kegiatan sehingga siswa nampak
kebingungan dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran. Siswa masih bingung menggunakan kupon berbicara.
2. Guru belum mengkoordinir dengan baik, baik dalam pembentukan kelompok, diskusi kelompok maupun presentasi tiap-tiap anggota kelompok.
3. Hampir sebagian siswa masih pasif dalam mengikuti pembelajaran dan ada juga yang masih sibuk sendiri saat berdiskusi.
4. Masih banyak siswa yang belum menghabiskan kupon berbicara untuk mengeluarkan pendapatnya saat berdiskusi mengerjakan LKS dalam kelompok.
5. Beberapa siswa belum bekerjasama dengan baik saat mengerjakan tugas kelompok dan saat presentasi kelompok, ada beberapa siswa yang justru bermain atau bergurau dengan temannya dan siswa juga belum aktif bertanya atau menganggapi presentasi kelompok.
6. Terdapat beberapa kegiatan yang belum nampak dilakukan oleh guru.
Hasil evaluasi yang diperoleh siswa dengan ketuntasan belajar pada Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≥ 70) pada pelaksanaan tindakan siklus 1 terdapat 12 siswa yang tuntas atau ketuntasan klasikal mencapai 63,16%. Artinya hasil dari tindakan belum memenuhi indikator keberhasilan yang peneliti tentukan sebesar 85%. Berdasarkan hasil analisis, masih terdapat 7 siswa yang memperoleh nilai dibawah Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≥ 70).
4.1.1.3 Siklus II
Pada subbab siklus 2, akan diuraikan tentang rencana tindakan, pelaksanaan tindakan, hasil tindakan dan refleksi. Kegiatan pembelajaran pada Siklus 2 dilaksanakan dalam dua kali pertemuan, masing-masing pertemuan berlangsung selama dua kali 35 menit.
4.1.1.3.1 Rencana Tindakan
Subbab tahap rencana tindakan menjelaskan tentang perencanaan yang dilakukan oleh peneliti bersama guru kolaborator (guru kelas 4) yaitu ibu
Purwanti sebelum pelaksanaan tindakan pembelajaran dengan model pembelajara kooperatif Time Token. Tahapan perencanaan tindakan Siklus 2 merupakan upaya perbaikan pelaksanaan pembelajaran siklus 1.
a. Pertemuan pertama
Kegiatan perencanaan yang dilakukan pada pertemuan pertama meliputi penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) dengan menggunakan model Time Token. Penyusunan RPP didiskusikan dengan ibu Purwanti selaku guru kelas 4 dan sebagai guru kolaborator. Diskusi yang dilakukan meliputi penentuan standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, media yang akan digunakan serta penentuan waktu penelitian.
Berdasarkan RPP yang telah susun, materi pembelajaran yang akan diajarkan pada pertemuan pertama adalah tentang manfaat sumber daya alam dan contoh-contoh manfaat sumber daya alam bagi kehidupan manusia. Selanjutnya peneliti menyiapkan perlengkapan pembelajaran seperti media yang akan digunakan dalam pembelajaran yaitu gambar macam- macam sumber daya alam dan video manfaat sumber daya alam. Selain itu peneliti juga mempersiapkan lembar observasi kegiatan guru dan lembar observasi kegiatan siswa sesuai dengan model pembelajaran kooperatif tipe Time Token.
b. Pertemuan kedua
Kegiatan perencanaan pada pertemuan kedua adalah tindak lanjut dari pertemuan pertama, yang membedakan adalah materi yang dipelajari. Pada pertemuan kedua materi yang dipelajari adalah tentang hubungan antara sumber daya alam dengan teknologi yang digunakan.
Pada pertemuan kedua peneliti bersama guru kolaborator mendiskusikan tentang penyusunan RPP dengan menggunakan model Time Token. Diskusi yang dilakukan meliputi penentuan standar kompetensi, kompetensi dasar, indikator, tujuan pembelajaran, media yang akan digunakan serta penentuan waktu penelitian.
Peneliti menyiapkan perlengkapan pembelajaran seperti media yang akan digunakan dalam pembelajaran. Selain itu peneliti juga mempersiapkan lembar
observasi kegiatan guru dan lembar observasi kegiatan siswa sesuai dengan model
Time Token.
Peneliti juga menyusun soal evaluasi berupa soal pilihan ganda soal yang akan diteskan pada siswa pada akhir siklus atau pertemuan kedua. Soal evaluasi disusun berdasarkan materi yang sudah dipelajari siswa pada pertemuan pertama dan pertemuan kedua.
4.1.1.3.2 Pelaksanaan Tindakan
a. Pertemuan Pertama
Pelaksanaan tindakan pada siklus 2 pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 20 April 2016 pukul 09.45-10.45 WIB oleh Ibu Purwanti selaku guru kolaborator dan guru kelas 4. Guru yang ditunjuk sebagai observer untuk mengamati kegiatan guru dan siswa adalah Ibu Husnu Khotimah, S.Pd. Selaku guru kelas 6. Kegiatan pembelajaran terdiri dari tiga kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan penutup.
1) Kegiatan Awal
Pada pertemuan pertama, guru mengawali kegiatan dengan memberikan salam, mengabsensi siswa, dan mengecek kerapian serta kelengkapan alat dan sumber belajar yang disiapkan oleh siswa. Agar siswa menjadi bersemangat belajar, guru memberikan motivasi dengan memberikan yel- yel “ siapa yang semangat belajar tepuk tangan.
Setelah itu, guru memberikan apersepsi menyanyikan lagu “Naik-Naik ke Puncak Gunung” dan guru bertanya: “siapa yang pernah naik gunung? Digunung kita banyak melihat pepohonan, pohon- pohon besar itu dapat diolah menjadi apa anak- anak?”. Siswa sangat antusias menyanyikan lagu naik- naik kepuncak gunung dan siswa mengacungkan tangan menjawab pertanyaan tersebut. Agar suasana tidak menjadi ricuh, guru memilih beberapa anak menjawab pertanyaan aperepsi tersebut. Siswa menjawab: “pohon- pohon itu dapat diolah menjadi meja, kursi, dan lemari”.
Selanjutnya guru menjelaskan tujuan dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Suasana kelas sangat tenang dan siswa mendengarkan penjelasan guru dengan baik.
2) Kegiatan Inti
Setelah menjelaskan tujuan pembelajaran, selanjutnya siswa memperhatikan video yang ditayangkan di powerpoint tentang manfaat sumber daya alam dari pohon kelapa. Setelah itu guru melakukan tanya jawab berdasarkan video yang telah ditonton siswa. Seperti “anak- anak apa –apa saja manfaat dari pohon kelapa?”. Kemudian siswa menjawab pertanyaan tersebut. Selanjutnya, siswa menyimak gambar pada powerpoint tentang contoh- contoh sumber daya alam bagi kehidupan manusia. Guru mengajak siswa untuk menyebutkan manfaat dari sumber daya alam.
Selanjutnya guru menjelaskan langkah-langkah pembelajaran Time Token. Siswa menyimak penjelasan yang disampaikan oleh guru dengan tenang.
Guru membagi siswa dalam 5 kelompok (tahap pertama), yang terdiri dari empat kelompok beranggotakan 4 siswa dan satu kelompok beranggotakan masing-masing 3 siswa. Selama pembagian kelompok, suasana berubah menjadi ricuh, karena siswa hendak berkelompok dengan teman dekatnya sendiri. Mengantisipasi hal tersebut, guru mengatur pembagian kelompok, dengan cara berhitung. Selanjutnya pada tahap 2, guru memberikan tugas yang harus didiskusikan di kelompok yaitu mendiskusikan tentang manfaat sumber daya alam bagi kehidupan manusia dan mengerjakan lembar kerja kelompok.
Guru melanjutkan pada tahap tiga Permainan Time Token (Kartu berbicara), guru membagikan kupon berbicara kepada setiap siswa masing-masing siswa mendapatkan 2 kupon berbicara dengan waktu ±30 detik per kupon pada tiap siswa. Setelah semua siswa menerima kupon berbicara , Guru menjelaskan cara menggunakan kupon tersebut. Kupon berbicara digunakan saat mengeluarkan pendapat pada saat berdiskusi kelompok. Setelah kuponnya habis digunakan, kuponnya tidak dapat digunakan lagi.
Setelah membagikan kupon berbicara, guru berkeliling kelas untuk melihat apakah siswa sudah menggunakan kupon tersebut atau belum. Guru membimbing setiap kelompok dalam berdiskusi mengerjakan LKS.
Selanjutnya, guru melanjutkan pada tahap 4 (mempresentasikan hasil diskusi). Guru meminta anggota perwakilan mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas. Siswa mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas dan siswa lainnya menyimak hasil diskusi temannya.
Pada tahap ke- lima (evaluasi), guru melakukan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang sudah diilakukan. Guru memberikan reward berupa hadiah dan pujian pada kelompok yang menggunakan kupon berbicara dengan benar ( habis semua dalam satu kelompok).
3) Akhir pertemuan
Sebelum mengakhiri pelajaran, guru bersama-sama siswa mengambil kesimpulan dan guru memberikan evaluasi individual berupa pekerjaan rumah (PR) kepada siswa. Setelah itu, guru menyampaikan rencana pembelajaran berikutnya “Anak- anak pada pertemuan selanjutnya kita akan mempelajari tentang hubungan sumber daya alam dengan teknologi yang digunakan” dan mengucapkan salam.
b. Pertemuan Kedua
Pelaksanaan tindakan pada siklus 2 pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 27 April 2016 pukul 09.45-10.45 WIB oleh ibu Purwanti selaku guru kolaborator dan guru kelas 4. Guru yang ditunjuk sebagai observer untuk mengamati kegiatan guru dan siswa adalah ibu Husnul Khotimah, S.Pd. Selaku guru kelas 6. Kegiatan pembelajaran terdiri dari tiga kegiatan yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan penutup.
1) Kegiatan Awal
Pada pertemuan pertama, guru mengawali kegiatan dengan memberikan salam, mengabsensi siswa, dan mengecek kerapian serta kelengkapan alat dan sumber belajar yang disiapkan oleh siswa. Agar siswa menjadi bersemangat
belajar, guru memberikan motivasi dengan memberikan yel- yel “ siapa yang semangat belajar tepuk tangan.
Setelah itu, guru memberikan apersepsi dalam bentuk pertanyaan yaitu “anak- anak siapakah yang suka makan ikan?”. Siswa serentak menjawab “ aku bu” dan ada juga yang mengancungkan tangannya. Agar suasana tidak menjadi ricuh, guru memilih beberapa anak menjawab pertanyaan apersepsi tersebut.
Selanjutnya guru menjelaskan tujuan dan kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan. Suasana kelas sangat tenang dan siswa mendengarkan penjelasan guru dengan baik. Siswa mendengarkan penjelasan guru.
2) Kegiatan Inti
Setelah menjelaskan tujuan pembelajaran, selanjutnya guru memberikan/ menyampaikan penjelasan materi yaitu tentang hubungan sumber daya alam dengan teknologi. Guru menampilkan powerpoint menggunakan LCD tentang hubungan sumber daya alam dengan teknologi yang digunakan seperti proses pembuatan kertas, prosese pembuatan kain, pengolahan sumber daya alam melalui cara tradisional dan cara modern, serta alat-alat/ mesin yang digunakan dalam pengolahan sumber daya alam.. Siswa dengn tenang mendengarkan penjelasan materi yang disampaikan guru.
Kemudian guru melakukan tanya jawab setelah menyampaikan materi “anak-anak coba kalian sebutkan 2 contoh penggunaan teknologi dalam pemanfaatan sumber daya alam?”. Siswa menjawab pertanyaan tersebut dengan mengacungkan tangan. Guru menanggapi berbagai jawaban dari siswa.
Selanjutnya guru menjelaskan langkah- langkah pembelajaran time token. Siswa mendengarkan penjelasan guru.
Guru membagi siswa dalam 5 kelompok (tahap pertama), yang terdiri dari empat kelompok beranggotakan 4 siswa dan satu kelompok beranggotakan masing-masing 3 siswa. Selama pembagian kelompok, suasana berubah menjadi ricuh, karena siswa hendak berkelompok dengan teman dekatnya sendiri. Mengantisipasi hal tersebut, guru mengatur pembagian kelompok, dengan cara berhitung. Selanjutnya pada tahap 2, guru memberikan tugas yang harus
didiskusikan di kelompok yaitu mendiskusikan tentang hubungan sumber daya alam dengan teknologi untuk mengerjakan soal pada LKS.
Guru melanjutkan pada tahap tiga Permainan Time Token (Kartu berbicara), guru membagikan kupon berbicara kepada setiap siswa masing-masing siswa mendapatkan 2 kupon berbicara dengan waktu ±30 detik per kupon pada tiap siswa. Setelah semua siswa menerima kupon berbicara , Guru menjelaskan cara menggunakan kupon tersebut. Kupon berbicara digunakan saat mengeluarkan pendapat pada saat berdiskusi kelompok. Setelah kuponnya habis digunakan, kuponnya tidk dapat digunakan lagi.
Setelah membagikan kupon berbicara, guru berkeliling kelas untuk melihat apakah siswa sudah menggunakan kupon tersebut atau belum. Guru membimbing setiap kelompok dalam berdiskusi mengerjakan LKS. Siswa berdiskusi menggunakan kupon berbicara yang dimiliki dengan mengeluarkan pendapat untuk menjawab soal pada LKS.
Selanjutnya, guru melanjutkan pada tahap empat yaitu mempresentasikan hasil diskusi. Guru meminta anggota perwakilan mempresentasikan hasil kerja kelompok di depan kelas. Siswa mempresentasikan hasil diskusinya ke depan kelas dan siswa lainnya menyimak hasil diskusi temannya walaupun masih ada siswa yang sibuk sendiri dan tidak memperhatikan temannya.
Pada tahap lima (evaluasi), guru melakukan evaluasi terhadap kegiatan pembelajaran yang sudah diilakukan. Guru memberikan reward berupa hadiah dan pujian pada kelompok yang menggunakan kupon berbicara dengan benar ( habis semua dalam satu kelompok).
3) Akhir pertemuan
Pada kegiatan penutup, guru bersama siswa membaca ringkasan materi yang ada di papan tulis. Setelah itu guru memberikan tindak lanjut berupa soal evaluasi. Siswa mengerjakan soal dengan baik sesuai dengan alokasi waktu. Setelah selesai mengerjakan, guru meminta siswa untuk mengumpulkan ke depan kelas. Guru mengakhiri pembelajaran dengan mengucapkan salam penutup.
4.1.1.3.3 Hasil Tindakan
Pada subbab ini, akan diuraikan tentang hasil tindakan pada Siklus 2. Hasil tindakan menguraikan hasil analisis data dari lembar observasi kegiatan guru dan kegiatan siswa sesuai dengan model pembelajaran Time Token serta hasil belajar siswa yang diperoleh dari nilai soal evaluasi yang diberikan pada pertemuan kedua.
a. Hasil Analisis Lembar Observasi 1) Pertemuan Pertama
Kegiatan observasi bertujuan untuk mengamati keterlaksanaan model pembelajaran Time Token. Pada pertemuan pertama, observasi dilakukan oleh teman sejawat dari ibu Purwanti. yaitu Ibu Husnul Khotimah, S.Pd. dengan mengisi lembar observasi kegiatan guru dan kegiatan siswa sesuai dengan model pembelajaran Time Token.
Hasil dari analisis lembar observasi terhadap kegiatan guru dan siswa sesuai dengan model pembelajaran Time Token secara rinci disajikan dalam Tabel 4.9 dan 4.10.
Tabel 4.9.
Hasil Observasi Kegiatan Guru Pada Siklus 2 NO Indikator Total Skor Nilai Kinerja Kriteria 1 Kegiatan Pendahuluan
2 Kegiatan Inti 91 94,74% Baik
Sekali 3 Kegiatan Penutup
Berdasarkan Tabel 4.9 hasil observasi kegiatan guru pada siswa. Keseluruhan yang diamati dari aktivitas guru ada 24 item dalam lembar observasi mengenai kegiatan/ aktivitas yang dilakukan guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Time Token. Setiap item di beri skor mulai dari skor terendah 0 hingga tertinggi 4.
Skor 0 merupakan skor yang tidak dilaksanakan sama sekali. Skor 1 merupakan skor yang dilaksana dalam kategori sangat kurang, skor 2 adalah skor
dalam kategori kurang. Sedangkan skor 3 masuk dalam kategori cukup baik dan skor 4 adalah skor yang masuk dalam kategori sangat baik.
Kinerja guru dalam menerapkan model Pembelajaran tipe Time Token pada siklus I pertemuan pertama dihitung dengan cara sebagai berikut:
Dengan kriteria nilai sebagai berikut: 90-100% = baik sekali
80 –89% = baik 70–79% = cukup baik >69% = kurang
Berdasarkan penghitungan hasil kinerja guru pada siklus I pertemuan pertama, maka kinerja guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe time token berada pada kategori baik dengan perolehan skor 91 dan persentase 94,74%. Dari 24 item terdapat 1 item yang tidak dilaksanakan sama sekali (skor 0), 1 item dilaksanakan yang masuk dalam kategori baik dan 22 item dilaksanakan masuk dalam kategori sangat baik (skor 4).
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa pembelajaran sudah berjalan dengan baik, guru telah melakukan pembelajaran sesuai dengan langkah-langkah pembelajaran yang tertulis dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). Namun, ada 1 kegiatan yang tidak dilaksanakan oleh guru yaitu guru lupa memeriksa kesiapan siswa dalam mengikuti pelajaran.
Berdasarkan hasil lembar observasi kegiatan guru, terdapat catatan yang dituliskan oleh observer yaitu pembelajaran sudah berlangsung dengan baik. Hal ini nampak dari semua butir pengamatan pada lembar observasi telah dilakukan oleh guru selama pembelajaran berlangsung.
Tabel 4.10
Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus 2 Pertemuan Pertama NO Indikator Total Skor Nilai Kinerja Kriteria 1 Kegiatan Pendahuluan
2 Kegiatan Inti 96 92,31% Baik
sekali 3 Kegiatan Penutup
Berdasarkan Tabel 4.10, dapat dianalisis dari keseluruhan 26 butir pengamatan, 24 butir pengamatan sudah dilaksanakan dengan kategori sangat baik (skor 4) terdapat 2 item yang tidak terlaksana sama sekali ( skor 0).
Hasil pengamatan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Time Token disajikan pada Tabel 4.10 diatas berada pada kategori baik sekali dengan perolehan skor 96 (92,31%) dari 26 item dengan skor maksimun 104.
Aktivitas siswa dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Time
Token pada siklus I pertemuan pertama dihitung dengan cara sebagai berikut:
Dengan kriteria nilai sebagai berikut: 90-100% = baik sekali
80 –89% = baik 70–79% = cukup baik >69% = kurang
Berdasarkan hasil lembar observasi kegiatan siswa, terdapat catatan yang dituliskan oleh observer yaitu pembelajaran sudah berlangsung dengan baik. Hal ini juga nampak dari semua butir pengamatan pada lembar observasi telah dilakukan oleh siswa selama pembelajaran berlangsung. Berdasarkan hasil observasi terdapat 2 item yang tidak dilakukan siswa yaitu siswa tidak bertanya kepada guru dan siswa tidak diperiksa kesiapan belajarannya oleh guru.
2) Pertemuan Kedua
Pada pertemuan kedua, observasi masih observasi dilakukan oleh teman sejawat dari ibu Purwanti. yaitu Ibu Husnul Khotimah, S.Pd. dengan mengisi lembar observasi kegiatan guru dan kegiatan siswa sesuai dengan model pembelajaran Time Token. Kegiatan observasi bertujuan untuk memeriksa keterlaksanaan model pembelajaran.
Hasil dari analisis lembar observasi terhadap kegiatan guru dan siswa sesuai dengan model pembelajaran Time Token secara rinci disajikan dalam Tabel 4.11 dan 4.12.
Tabel 4.11
Hasil Observasi Kegiatan Guru Siklus 2 Pertemuan kedua NO Indikator Total Skor Nilai Kinerja Kriteria 1 Kegiatan Pendahuluan
2 Kegiatan Inti 92 95,83% Sangat
Baik 3 Kegiatan Penutup
Berdasarkan Tabel 4.11 tentang hasil observasi kegiatan guru pertemuan kedua, dianalisis bahwa dari tiga indikator kegiatan pembelajaran terdapat satu kegiatan yang tidak terlaksana atau belum dilakukan oleh guru sesuai dengan langkah-langkah yang ada pada RPP. Dari keseluruhan 24 butir pengamatan, 23 butir pengamatan sudah dilaksanakan dengan kategori sangat baik (skor 4) terdapat 1 item yang tidak terlaksana sama sekali (skor 0).
Kinerja guru dalam menerapkan model Time Token pada siklus I pertemuan kedua dihitung dengan cara sebagai berikut:
Dengan kriteria nilai sebagai berikut: 90-100% = baik sekali
80 –89% = baik 70–79% = cukup baik >69% = kurang
Berdasarkan penghitungan hasil kinerja guru pada siklus 2 pertemuan kedua, maka kinerja guru dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe
time token berada pada kategori baik dengan perolehan skor 92 dari 96 skor
maksimun dan persentase 95,83%.
Hasil dari pengamatan kegiatan guru secara umum pembelajaran sudah terlaksana dengan sangat sesuai dengan model Time Token. Namun masih terdapat kegiatan guru yang tidak terlaksana sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) pada pertemuan kedua yaitu pada kegiatan pendahuluan guru tidak memmeriksa kehadiran siswa.
Tabel 4.12
Hasil Observasi Aktivitas Siswa Siklus 2 Pertemuan Kedua NO Indikator Total Skor Nilai Kinerja Kriteria 1 Kegiatan Pendahuluan
2 Kegiatan Inti 100 96,16% Baik
Sekali 3 Kegiatan Penutup
Berdasarkan Tabel 4.12, dianalisis dari keseluruhan 26 butir pengamatan, 25 butir pengamatan sudah dilaksanakan dengan kategori sangat baik (skor 4) terdapat 1 item yang tidak terlaksana sama sekali ( skor 0).
Aktivitas siswa yang diamati adalah aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Time Token. Aktivitas ini meliputi antusias, keberanian, ketekunan, kemampuan bekerjasama, menyimak, dan kemampuan menghargai rekan kelompoknya.
Hasil pengamatan aktivitas siswa dalam mengikuti pembelajaran dengan model pembelajaran kooperatif tipe Time Token disajikan pada Tabel 4.12 di atas berada pada kategori baik sekali dengan perolehan skor 100 (96,16%) dari 26 item dengan skor maksimun 104.
Aktivitas siswa dalam menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Time
Dengan kriteria nilai sebagai berikut: 90-100% = baik sekali
80 –89% = baik 70–79% = cukup baik >69% = kurang
Berdasarkan hasil lembar observasi kegiatan siswa, terdapat catatan yang dituliskan oleh observer yaitu pembelajaran sudah berlangsung dengan baik. Hal ini juga nampak dari semua butir pengamatan pada lembar observasi telah dilakukan oleh siswa selama pembelajaran berlangsung. Namun ada beberapa siswa yang masih bergurau dengan temannya saat bekerja kelompok. Sehingga suasana kelas cukup ramai/ribut saat bekerja kelompok.
b. Hasil Analisis Hasil Belajar Siswa
Hasil belajar siswa pada Siklus I diperoleh dari nilai soal evaluasi yang dikerjakan siswa pada pertemuan kedua. Soal evaluasi berbentuk pilihan ganda yang terdiri dari 20 butir soal. Nilai siswa diperoleh dengan menghitung skor yang diperoleh kemudian mengubahnya menjadi nilai akhir. Hasil dari analisis hasil belajar siswa secara rinci disajikan dalam Tabel 4.13.
Tabel 4.13
Distribusi Frekuensi Nilai Mata Pelajaran IPA Siklus 2
NO Interval Nilai Jumlah % Keterangan
1 50- 59 - - Belum tuntas 2 60- 69 1 5,26% Belum tuntas 3 70- 79 3 15,8% Tuntas 4 80- 89 9 47,36% Tuntas 5 90- 100 6 31,58% Tuntas Jumlah 19 100% Rata- rata 83.16 Nilai Tertinggi 100 Nilai Terendah 65
Berdasarkan Tabel 4.13 distribusi frekuensi nilai mata pelajaran IPA pada Siklus 2, maka dapat dikaji tentang rentang nilai, frekuensi, presentase dan juga perolehan nilai rata-rata, nilai tertinggi dan juga nilai terendah. Terdapat 1 siswa (5,26%) yang memperoleh nilai pada rentang 60-69, pada rentang 70-79 juga
diperoleh oleh 3 siswa (15,8%). Selanjutnya , terdapat 9 siswa (47,36%) yang memperoleh nilai pada rentang 80-89. Pada rentang nilai 90-100 diperoleh oleh 6 (31,58%) . Pada Siklus 2, nilai rata-rata yang diperoleh sebesar 83,16 dengan nilai tertinggi 100 dan nilai terendah 65.
Berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≥ 70) maka dapat dilakukan analisis untuk menentukan jumlah siswa yang tuntas dan belum tuntas. Analisis ketuntasan hasil belajar siswa pada Siklus 2 dapat disajikan dalam Tabel 4.14.
Tabel 4.14
Total Jumlah dan Presentase Ketuntasan Belajar Siklus 2
No Skor Ketuntasan Frekuensi Presentase Keterangan
1 ≥ 70 18 94,74% Tuntas 2 <70 1 5,26% Tidak Tuntas Jumlah 19 100% Rata- rata 83.42 Nilai Tertinggi 100 Nilai Terendah 70
Berdasarkan Tabel 4.14 analisis ketuntasan belajar Siklus 2, maka dapat dianalisis bahwa jumlah siswa yang tuntas adalah 18 siswa atau mencapai 94,74%. Sedangkan untuk siswa yang belum tuntas adalah 1 siswa atau mencapai 5,26%.
4.1.1.3.4 Refleksi Siklus II
Setelah dilakukannya kegiatan pembelajaran siklus 2 dari pertemuan pertama dan kedua, maka selanjutnya diadakan refleksi atas tindakan pembelajaran di siklus 2. Refleksi digunakan sebagai bahan perbaikan dengan membandingkan hasil tindakan selama proses pembelajaran dengan indikator aktivitas yang telah ditetapkan.
Kegiatan refleksi diadakan dalam bentuk diskusi yang dilakukan oleh peneliti, guru kolabolator, dan guru observer. Refleksi didasarkan atas temuan baik temuan observer maupun temuan guru selama proses pembelajaran dilaksanakan.
Berdasarkan hasil refleksi diketahui bahwa guru kolaborator sudah dapat menerapkan model pembelajaran Time Token dengan sangat baik. Hal ini nampak pada hasil observasi kegiatan guru dan siswa yang menunjukkan bahwa seluruh indikator pengamatan kegiatan pembelajaran sudah dilakukan selama proses pembelajaran.
Pada pertemuan pertama, berdasarkan catatan hasil observasi kegiatan siswa masih terdapat beberapa siswa yang sibuk sendiri dan bergurau saat diskusi kelompok. Namun pada pertemuan kedua, kekurangan tersebut sudah tidak nampak lagi dan pembelajaran sudah dapat terlaksana dengan sangat baik. Hal ini bisa terjadi karena setelah kegiatan pembelajaran pada pertemuan pertama selesai peneliti bersama guru dan observer melakukan diskusi untuk membahas kegiatan- kegaiatan apa saja yang belum dan sudah dilakukan guru dan siswa selama pembelajaran menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Time Token berlangsung. Hal ini bisa dilihat dari lembar observasi yang sudah diisi oleh observer. Sehingga kekurangan-kekurangan yang terjadi pada saat pembelajaran pertemuan pertama tidak akan terulang lagi dipertemuan selanjutnya yaitu di pertemuan kedua.
Melalui model pembelajaran Time Token, siswa dapat berperan aktif dalam pembelajaran. Siswa diberikan kesempatan untuk berbicara dan mengajarkan ketrampilan sosial, yang bertujuan untuk menghindari siswa mendominasi atau siswa diam sama sekali, dan menghendaki siswa saling membantu dalam kelompok kecil, dan lebih dicirikan pada penghargaan kooperatif dari pada individu.
Hasil evaluasi yang diperoleh siswa dengan Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM ≥ 70) maka diperoleh data sebanyak 18 siswa dengan presentase 94,74% tuntas dan 1 siswa dengan presentase 5,26% tidak tuntas. Berdasarkan indikator keberhasilan ketuntasan belajar yang telah ditentukan oleh peneliti yaitu 85%, maka dapat dinyatakan bahwa indikator keberhasilan telah tercapai karena presentase ketuntasan telah mencapai 94,74%.
Sedangkan untuk perolehan nilai rata-rata belajar secara klasikal mencapai 83,16. Jika dibandingkan dengan indikator keberhasilan berdasarkan nilai rata-rata belajar secara klasikal yang sudah ditentukan peneliti yaitu naik minimal 5 dari Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM ≥ 70), maka dapat dinyatakan bahwa indikator keberhasilan juga telah tercapai karena nilai rata-rata belajar telah naik lebih dari 5 dari Kriteria Ketuntasan Belajar (KKM ≥ 70).
Dapat disimpulkan bahwa permasalahan-permasalahan yang muncul pada siklus 1 dapat diselesaikan dengan baik melalui upaya yang direncanakan pada refleksi siklus 1 dan dilakukan pada Siklus 2. Hasil tindakan yang diperoleh pada Siklus 2 juga telah mencapai indikator keberhasilan yang telah ditentukan oleh peneliti.
4.2 Hasil Analisis Data
Pada bab analisis data, akan diuraikan tentang perbandingan hasil belajar dan ketuntasan hasil belajar siswa kelas 4 SD Negeri Candirejo 02 Tuntang, pada kondisi awal, siklus 1 dan Siklus 2. Melalui perbandingan belajar dan ketuntasan hasil belajar pada kondisi awal, siklus 1 dan Siklus 2, maka dapat diketahui perbedaan dan peningkatan yang ditemukan. Perbandingan ketuntasan belajar IPA ditunjukan pada Tabel 4.15.
Tabel 4.15
Perbandingan Ketuntasan Belajar IPA Siswa Kelas 4 SDN Candirejo 02 Tuntang
Kondisi Awal, Siklus 1 dan Siklus 2 No Ketuntasan
Belajar
Nilai Kondisi Awal Siklus 1 Siklus 2 Jumlah (%) Jumlah (%) Jumlah (%)
1. Tuntas ≥ 70 9 47,37% 12 63,16% 18 94,74% 2. Tidak Tuntas < 70 10 52,63% 7 36,84% 1 5,26% Jumlah 19 100% 19 100% 19 100% Nilai Rata-rata 70.53 77,10 83,42
Berdasarkan Tabel 4.15, dapat diketahui bahwa terdapat peningkatan hasil belajar dari kondisi awal, siklus 1 dan Siklus 2. Pada kondisi awal, siswa yang tuntas atau mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≥ 70) hanya berjumlah
9 siswa (47,63%), sementara siswa yang belum tuntas berjumlah 10 siswa (52,63%).
Setelah pelaksanaan tindakan pada siklus 1, nampak peningkatan jumlah siswa yang tuntas yaitu dengan jumlah 12 siswa (63,16%), sedangkan siswa yang belum tuntas berjumlah 7 siswa (36,84%). Berdasarkan hasil tindakan pada siklus 1, dapat diketahui bahwa ketuntasan belajar secara klasikal belum mencapai indikator keberhasilan yaitu mencapai 85% dari total keseluruhan siswa sehingga masih diperlukan perbaikan pada Siklus 2.
Setelah pelaksanaan tindakan pada Siklus 2, jumlah siswa yang tuntas mencapai 94,74% (18 siswa), sedangkan jumlah siswa yang belum tuntas berjumlah 1 siswa (5,26%). Berdasarkan hasil tindakan pada siklus 2, dapat diketahui bahwa ketuntasan belajar secara klasikal telah mencapai atau memenuhi indikator keberhasilan yang ditetapkan yaitu mencapai 80% dari total keseluruhan siswa.
Berdasarkan hasil tindakan dapat diketahui bahwa selain ketuntasan hasil belajar klasikal yang meningkat, nilai rata-rata hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan. Perbandingan nilai rata-rata hasil belajar IPA siswa kelas 4 SDN Candirejo 02 Tuntang , pada kondisi awal, siklus 1 dan Siklus 2 ditunjukan dalam Tabel 4.16 sebagai berikut:
Tabel 4.16
Perbandingan Nilai Rata-rata Hasil Belajar IPA Kondisi Awal, Siklus 1 dan Siklus 2
Hasil Tindakan Kondisi Awal Siklus 1 Siklus 2 Nilai Rata-rata Hasil
Belajar IPA 70,53
77,10 83,42
Berdasarkan Tabel 4.16 tentang perbandingan nilai rata-rata hasil belajar siswa, dapat diketahui terdapat peningkatan nilai rata-rata hasil belajar siswa pada kondisi awal, siklus 1 dan Siklus 2. Pada kondisi awal, nilai rata-rata hasil belajar siswa hanya mencapai 70,53. Setelah dilakukan tindakan pada siklus 1, nilai rata-rata hasil belajar siswa meningkat menjadi 77,10.
Setelah dilakukan tindakan pada siklus 2, diketahui bahwa hasil belajar IPA semakin mengalami peningkatan. Nilai rata-rata hasil belajar siswa pada Siklus 2 mencapai 83.42. Berdasarkan hasil refleksi siklus II dan data diatas serta indikator keberhasilan IPA telah tercapai 94,74% dari total jumlah siswa kelas 4 SDN Candirejo 02 Tuntang, maka penelitian tindakan kelas ini dihentikan sampai siklus II.
4.3 Pembahasan
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti di kelas 4 SD Negeri Candirejo 02 Tuntang, ditemukan beberapa permasalahan yang muncul pada pembelajaran IPA. Permasalahan yang ditemukan yaitu terkait model pembelajaran yang digunakan guru, selama ini guru hanya menggunakan model ceramah dan tanya jawab sehingga siswa pasif dalam pembelajaran dan siswa kurang tertarik mengikuti pembelajaran sehingga menimbulkan rasa bosan saat mengikuti pembelajaran.
Guru juga belum mengoptimalkan penggunaan media dalam pembelajaran sehingga siswa kurang dapat memahami materi yang dipelajari. Guru hanya menggunakan media berupa buku paket. Beberapa permasalahan tersebut berdampak pada hasil belajar siswa yang rendah.
Hasil dokumentasi awal menunjukkan hasil belajar siswa masih rendah yaitu kurang dari Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM ≥ 70). Data hasil belajar siswa yang diperoleh dari nilai Ulangan Akhir Semester (UAS) pada semester I tahun ajaran 2015/2016 menunjukkan bahwa dari keseluruhan jumlah siswa yaitu 19 siswa terdapat 10 siswa (52,63%) yang belum tuntas dan hanya 9 siswa (47,37%) yang tuntas.
Untuk mengatasi permasalahan yang telah dikemukakan maka diperlukan model pembelajaran dalam pembelajaran IPA. Menurut Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (2007), proses pembelajaran IPA ditekankan pada pemberian pengalaman langsung serta mendorong siswa untuk melakukan inkuiri atau
penemuan agar mendapat pemahaman yang mendalam serta mengembangkan kompetensi dalam memperlajari alam secara ilmiah.
Berdasarkan kondisi yang demikian, maka peneliti merasa diperlukan adanya tindakan perbaikan sebagai upaya untuk meningkatkan hasil belajar IPA dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe Time Token. Melalui penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Time Token diduga dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran IPA.
Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan masing-masing siklus terdiri dari dua pertemuan. Pelaksanaan tindakan pembelajaran dilakukan oleh Ibu Purwanti selaku guru kelas 4 dan sebagai guru kolaborator.
Pelaksanaan tindakan siklus 1 dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 6 April 2016. Sedangkan untuk pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 13 April 2016. Pelaksanaan tindakan dilakukan oleh Ibu Purwanti dan yang ditunjuk sebagai observer adalah Ibu Husnul Khotimah, S.Pd.
Dalam penerapan model pembelajaran Time Token ini, teori (Suprijono, 2009) yang menyatakan bahwa tipe pembelajaran Time Token bertujuan untuk menghindari siswa mendominasi atau siswa diam sama sekali, dan menghendaki siswa saling membantu dalam kelompok, terjadi di kelas. Teori ini terjadi di kelas disebabkan karena penggunaan kupon berbicara dalam model pembelajaran kooperatif tipe Time Token yang membuat semua siswa berkesempatan untuk berbicara. Melalui kupon berbicara siswa tidak mendominasi pembicaraan atau siswa diam sama sekali. Model pembelajaran ini menghindari siswa mendominasi atau siswa diam sama sekali karena pada kupon berbicara diberi batasan waktu setiap kuponnya. Siswa yang sudah habis menggunakan kuponnya tidak boleh berbicara lagi. Sebaliknya, siswa yang belum habis kupon berbicaranya harus menghabiskan kuponnya.
Pelaksanaan tindakan siklus 2 dilaksanakan dalam dua kali pertemuan. Pertemuan pertama dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 20 April 2016.
Sedangkan untuk pertemuan kedua dilaksanakan pada hari Rabu tanggal 27 April 2016. Pelaksanaan tindakan dilakukan oleh Ibu Purwanti dan yang ditunjuk sebagai observer adalah Ibu Husnul Khotimah, S.Pd.
Pelaksanaan siklus 2 merupakan upaya perbaikan dari pelaksanaan tindakan pada siklus 1. Upaya perbaikan tindakan dilakukan agar hasil tindakan pada siklus 2 ini dapat mencapai indikator keberhasilan. Selain itu, agar proses pembelajaran yang dirasa masih kurang pada siklus 1 dapat berjalan lebih baik pada siklus 2.
Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa dari 19 siswa kelas 4 SDN Candirejo 02 Tuntang siswa yang tuntas sebelum tindakan adalah 9 siswa dengan presentase 47.37%. Setelah diberikan tindakan pada siklus I terjadi peningkatan jumlah ketuntasan siswa menjadi 12 siswa (63,16%). Setelah diberikan tindakan pada siklus II, terjadi lagi peningkatan jumlah ketuntasan menjadi 18 siswa (94,74%). Siswa yang belum tuntas sebelum diberikan tindakan adalah 10 siswa (52,63%). Setelah diberikan tindakan pada siklus I, berkurang menjadi 7 siswa (36,84%). Setelah dilaksanakan lagi tindakan pada siklus II, menjadi 1 siswa (5,26). Siswa yang tidak tuntas pada siklus 2 dikarenakan siswa tersebut adalah siswa yang memiliki kebutuhan khusus. Siswa ini sangat lamban dalam belajar dan sering tidak memperhatikan guru saat mengajar serta sibuk sendiri saat mengikuti pelajaran. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan dari guru kelas 4 dan guru SDN Candirejo 02 Tuntang Siswa tersebut sudah beberapa kali tinggal kelas dalam kata lain tidak naik kelas.
Meskipun masih ada 1 siswa yang tidak tuntas dan presentase ketuntasan tidak mencapai 100% tetapi, berdasarkan indikator keberhasilan ketuntasan belajar yang telah ditentukan oleh peneliti yaitu 85%, maka dapat dinyatakan bahwa indikator keberhasilan telah tercapai karena presentase ketuntasan telah mencapai 94,74%.
Selain meningkatkan ketuntasan belajar, menerapkan model kooperatif tipe
Time Token dalam pembelajaran IPA materi sumber daya alam, juga