• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III PELAKSANAAN KERJA MAGANG"

Copied!
35
0
0

Teks penuh

(1)

15

BAB III

PELAKSANAAN KERJA MAGANG

3.1. Kedudukan dan Koordinasi

Dalam melakukan praktik kerja magang di PT. Sinar Mas Land, penulis dipandu oleh pembimbing lapangan dan Creative Lead dengan adanya alur kerja magang. Berikut merupakan penjelasan kedudukan dan koordinasi tim Marketing OneSmile selama kerja magang berlangsung:

1. Kedudukan

Praktik kerja magang dalam divisi marketing OneSmile, penulis berkedudukan sebagai graphic design intern di bawah pengawasan pembimbing lapangan seorang Marketing Lead dan Creative Lead. Dalam proses pengerjaan desain, hanya penulis yang bertanggung jawab untuk desain sosial media, sedangkan untuk media offline penulis bekerja sama dengan Creative Lead. Namun untuk desain secara keseluruhan penulis tetap melakukan asistensi kepada Creative Lead untuk bisa diajukan kepada Project Manager.

2. Koordinasi

Berikut merupakan alur koordinasi kerja magang dalam divisi Marketing OneSmile:

Gambar 2.12. Bagan Alur Koordinasi Divisi Marketing

R E V I S I

Project Manager

Marketing Lead Marketing Executive Graphic Design Intern

(2)

16 Untuk koordinasi, project brief diberikan Project Manager kepada Marketing Lead mengenai plan projek beberapa bulan ke depan. Brief biasanya disampaikan melalui meeting antar ketua divisi dan seluruh divisi. Tiap ketua divisi kemudian menyampaikan brief dan menjelaskan detail kepada anggotanya. Marketing Lead kemudian akan menyampaikan dan mengolah brief yang disampaikan Project Managet kepada Marketing Executive. Tugas tiap Marketing Executive berbeda, ada yg berperan dalam penyusunan konten dan copywriting, merangkai plan campaign, dan mengatur strategi bagaimana mempromosikan aplikasi OneSmile dengan baik. Seluruh anggota Marketing Executive akan mendiskusikan hasil kerja mereka kepada Marketing Lead terlebih dahulu sebelum menjadi creative brief dan diserahkan kepada desainer.

Seluruh hasil kerja tim OneSmile tertera pada Google Sheets, sehingga bisa didiskusikan secara bersama. Setelah selesai berdiskusi maka tim Marketing Executive menyampaikan brief kepada graphic design intern (penulis). Untuk konten sosial media menjadi tanggung jawab penuh penulis pengerjaannya. Setelah proses pengerjaan, penulis akan melakukan asistensi dan mendapatkan revisi dari Creative Lead maupun dari Marketing Lead. Selain sosial media adapula media digital lain dan media cetak yang penulis kerjakan. Untuk pengerjaan media tersebut dilakukan graphic design intern bersama dengan Creative Lead.

Setelah proses asistensi, hasil kerja akan disampaikan Marketing Lead atau Creative Lead kepada Project Manager, dan untuk sosial media akan disampaikan penulis kepada Marketing Executive untuk di-upload.

3.2. Tugas yang Dilakukan

Berikut merupakan tugas yang penulis lakukan selama melakukan praktik kerja magang selama berada di divisi Marketing OneSmile:

(3)

17

Tabel 3.1. Tabel Detail Pekerjaan Selama Praktik Kerja Magang

No. Minggu Proyek Keterangan

1 1 • Sosial media

• Media cetak

- Desain Standing Banner untuk Merchant

- Desain Flyer

- Desain IG Story Pesta Diskon per Merchant dan Story harian - Desain IG Feeds harian

2 2

• Sosial media • Media cetak • Video promo • Revisi harian

- Revisi harian dan logo Merchant - Desain spanduk

- Desain IG Story harian dan Buzzer

- Desain IG Feeds harian - Desain IG Highlights - Desain QR Code Standing

Banner

- Desain mograph sederhana untuk feeds

- Desain poster promosi - Edit video promo

(4)

18

3 3

• Sosial media • Video promo • Revisi harian

- Desain IG Story harian dan Buzzer

- Desain IG Feeds harian - Revisi harian dan video - Edit video promo - Desain IG Filter

4 4

• Sosial media • Revisi harian • Redesign brand

- Briefing perubahan visual brand dari OneSmile

- Pembahasan campaign selanjutnya

- Revisi harian

- Desain LED (mograph sederhana)

- Desain JPO (digital imaging) - Desain IG Filter (1 sudah

approve)

- Desain IG Story harian & Buzzer

- Desain IG Feeds harian - Redesain semua story Pesta

Diskon (karena perubahan citra keselurahan, tone warna, style, market)

5 5 • Sosial media

• Revisi harian • Desain LED

- Revisi keseluruhan feeds dan story untuk Maret

(5)

19 • Desain Banner in

Apps dan Website

- Desain IG Story harian & Buzzer

- Desain IG Feeds harian - Desain LED (melanjutkan dan

revisi)

- Desain Banner in Apps - Desain Banner Website Sinar

Mas Land

- Revisi harian dan website

6 6 • Sosial media • Revisi harian • Desain LED • Desain Voucher • Desain Poster • Desain Tripod Banner

- Desain IG Story harian dan Buzzer

- Desain IG Feeds harian dan Giveaway

- Desain voucher - Revisi harian

- Desain QR Code Poster - Desain Tripod Banner

7 7 • Sosial media • Revisi harian • Desain LED • Desain Voucher • Desain Poster • Desain Tripod Banner • Plan Campaign Egg Hunt dan sketsa City Guide Map

- Desain IG Story harian dan Buzzer

- Desain IG Feeds harian - Desain voucher

- Desain QR Code Poster - Desain Tripod Banner - Planning Egg hunt dan map

untuk campaign

(6)

20 guide map) dan gambaran kasar scan barcode

- Revisi harian, website, dan Buzzer 8 8 • Sosial media • Revisi harian • Desain Flyer • Desain Apps Feature • Desain Mograph • Desain Tripod Banner

- Desain city guide map - Ilustrasi apps feature - Desain IG Story harian dan

Buzzer

- Desain IG Feeds harian, Giveaway, dan BSD City - Revisi harian, flyer, dan apps

feature

- Desain mograph sederhana untuk story Buzzer

- Desain Tripod Banner

9 9 • Sosial media • Revisi harian • Desain Voucher • Desain QR Code Poster • Desain Tripod Banner - Desain voucher

- Desain QR Code Poster - Desain Tripod Banner - Desain IG Story harian - Desain IG Feeds harian - Revisi harian, flyer, poster

10 10 • Sosial media • Revisi harian • Desain Voucher • Desain Poster • Desain Tripod

- Desain IG Story harian - Desain IG Feeds harian - Desain IG Feeds OneSmile

(7)

21 Banner

• Desain Banner In Apps

untuk Sinar Mas - Desain voucher

- Desain QR Code Poster - Desain Tripod Banner - Desain Banner in Apps

11 11

• Sosial media • Revisi harian • Desain Voucher

apps dan cetak • Desain Poster • Desain Tripod

Banner

- Desain IG Story harian dan Giveaway

- Desain IG Feeds harian dan Giveaway

- Desain voucher apps dan cetak - Desain QR Code Poster - Desain Tripod Banner - Desain Banner in Apps - Revisi harian dan BSD City

12 12 • Sosial media (untuk bulan Mei) • Desain Voucher • Desain Poster • Desain Tripod Banner

- Desain IG Story harian - Desain IG Feeds harian - Desain voucher

- Desain QR Code Poster - Desain Tripod Banner

3.3. Uraian Pelaksanaan Kerja Magang

Selama melakukan praktik kerja magang, penulis mendapat tanggung jawab mengerjakan beberapa proyek desain, seperti desain media sosial, media digital seperti web dan homepage banner, video promosi, voucher in apps, LED, dan JPO, dan juga media cetak seperti poster, standing banner, flyer, voucher,

(8)

22 spanduk, dan city guide map. Dari beberapa media, terdapat media-media yang penulis kerjakan dari awal hingga akhir. Berikut merupakan uraian proses pengerjaan media selama pelaksanaan praktik magang di OneSmile.

3.3.1. Perancangan IG Feeds dan IG Story BSD City

Desain sosial media untuk OneSmile, khususnya Instagram, menjadi tanggung jawab penuh penulis, baik untuk desain feeds, story, maupun pembuatan filter. OneSmile memanfaatkan platform Instagram sebagai sarana mempromosikan dirinya karena dianggap sebagai platform paling baik. Namun selain OneSmile, untuk sosial media sendiri ada kalanya penulis mendapat tugas untuk merancang desain feeds ataupun story akun lain yang masih di bawah naungan Sinar Mas Land, seperti BSD City, promosi OneSmile di Pasar Intermoda, Pasar Modern, ataupun akun Sinar Mas sendiri.

1. Briefing

Gambar 2.13. Design Guide Lama OneSmile

OneSmile sempat mengalami perubahan brand guide pada awal Maret dikarenakan adanya pergeseran target market. Pasar OneSmile yang pada awalnya ditargetkan untuk remaja dengan color palette dan konsep desain yang berkesan pop dan fun, mengalami perubahan.

Fun and Pop

(9)

23

Gambar 2.14. Design Guide Baru OneSmile

Setelah pematangan target, untuk desain dari segi pengaplikasian warna pada media dan konsep berubah menjadi lebih clear, simple, dan dewasa. Hal ini dikarenakan target OneSmile diperluas menjadi remaja atas hingga orang tua.

Gambar 2.15. CIM untuk Akun Resmi

Perbedaan pengaplikasian desain pada akun OneSmile dengan akun resmi lainnya, seperti BSD City atau Sinar Mas Land, terletak pada penempatan CIM (Corporate Information Management) khusus dalam desainnya. Desain untuk beberapa akun resmi juga lebih less cartoonish, dan mengutamakan segi fotografi.

Clear and Simple

(10)

24 2. Referensi

Gambar 2.16. Referensi Halodoc dan Shopee

Untuk referensi desain OneSmile, penulis mengacu pada desain media sosial Halodoc dan Shopee sebagai dua perusahaan yang dianjurkan oleh Creative Lead. Halodoc memiliki konsep desain yang mengutamakan segi fotografi dengan konten hardselling dan pesan yang lebih clear. Desain jenis ini diharapkan dapat diaplikasikan pada media sosial OneSmile yang sifatnya formal dan mengutamakan konten fitur, agar pesannya dapat diterima dengan jelas oleh target. Sementara Shopee dengan desain yang lebih eksploratif diharapkan dapat dijadikan acuan untuk konten-konten non formal sehingga secara desain keseluruhan tidak monoton dan lebih bervariatif.

3. Komposisi Desain

Sebelum masuk ke tahap proses dalam mendesain, penulis merancang beberapa gambaran komposisi desain, baik untuk desain yang berisikan informasi formal atau membahas fitur aplikasi, komposisi untuk pesta diskon, dan komposisi untuk konten yang non formal dan tidak membahas

(11)

25 fitur aplikasi. Untuk jenis font sendiri, OneSmile menggunakan font Nunito Sans dengan komposisi merah jambu dan hitam. Beberapa konten lain juga dapat dikombinasikan dengan font yang berbeda menyesuaikan isi konten.

Gambar 2.17. Komposisi Feeds A

Untuk keseluruhan konten, pada dasarnya menjadikan tulisan grafis sebagai hirarki utama dalam desain dengan komposisi yang lebih besar. Penempatan objek gambar dalam konten formal dan fitur ditampilkan secara hard selling dan terletak di sekitar tulisan. Alignment yang digunakan biasanya rata kiri atau rata tengah. Untuk media sosial, OneSmile mengutamakan tone warna merah jambu dan putih sebagai warna utamanya. Untuk konten utama, biasanya lebih sering menggunakan tone warna putih agar pesan yang ada dapat terlihat lebih clear dan clean.

(12)

26 Konten media sosial yang non fitur atau membahas mengenai pesta diskon biasanya komposisi yang ada lebih tentatif. Komposisi objek gambar dapat lebih atau sama besar dengan komposisi tulisan. Secara desain biasanya dibuat lebih meriah dan menambahkan beberapa elemen. Untuk beberapa desain bisa menggunakan ilustrasi vector namun tetap dalam style dewasa. Untuk tone warna juga lebih kombinasi, antara merah jambu dan putih.

4. Proses Desain

Rata-rata dalam mendesain sosial media untuk OneSmile, penulis tidak membuat sketsa per feeds, hanya berandalkan pada komposisi desain yang telah dibuat dan berpandu pada komposisi tersebut. Dalam mendesain konten, penulis memanfaatkan foto dan objek gambar yang bersifat no copyright. Sumber dari foto dan objek berasal dari web unsplash.com dan freepik.com. Setelah mendapatkan objek kemudian melakukan tahap cropping dan sedikit editing menyesuaikan konsep dan benang merah. Penulis juga memanfaatkan fitur mockup untuk mendapatkan hasil foto yang diinginkan.

(13)

27 Untuk beberapa konten utama, tahapan awal dalam proses mendesain adalah mencari objek gambar yang mewakili isi konten. Gambar yang dicari biasanya bersifat literal sehingga isi pesan dapat ditangkap dengan mudah. Dalam mencari objek gambar yang sesuai, penulis juga memperhatikan ruang kosong pada gambar agar dalam menempatkan tulisan grafis tidak menabrak atau masih bisa terbaca audience. Konten seperti ini biasanya sangat mengacu pada referensi Halodoc yang sifatnya lebih clear.

Gambar 2.20. Proses 2 Desain Feeds

Beberapa objek gambar biasanya memiliki tone warna yang berbeda dengan OneSmile, sehingga memerlukan proses editing untuk menyesuaikan. Untuk objek gambar yang berisikan manusia, biasanya akan dilakukan cropping sehingga hanya sebagian tubuh yang terlihat, hal ini menyesuaikan peraturan dari OneSmile yang tidak mengizinkan dengan alasan copyright.

(14)

28

Gambar 2.21. Proses 3 Desain Feeds

Beberapa konten juga memerlukan mockup yang sesuai untuk memperjelas isi pesan dan mendapatkan desain akhir yang diinginkan. Mockup biasanya dipadukan dengan objek gambar lain sehingga perannya hanya sebagai pendukung, dan ada yang berperan menjadi objek utama dalam sebuah konten desain.

Gambar 2.22. Proses Desain Menu Favorit

Pada contoh konten “menu favorit”, tahapan desain sedikit berbeda. Penulis mencari objek makanan yang sesuai dengan konten, biasanya berasal dari merchant yang bekerja sama dengan OneSmile, kemudian melakukan proses cropping dan editing dan menatanya kembali dalam satu frame. Proses editing yang dilakukan biasanya berupa pengaturan warna dan pemberian shadow agar terlihat lebih menyatu dan lebih real. Penulis juga menambahkan bubble chat sebagai bagian dari revisi agar

(15)

29 lebih dinamis. Konten nonformal dan variatif ini biasanya mengacu pada referensi desain Shopee yang lebih meriah.

Gambar 2.23. Referensi Feeds Pecinta Makanan

Untuk konten non formal seperti “pecinta makanan”, penulis membutuhkan sketsa karena isi konten memerlukan aset ilustrasi di dalamnya. Dalam hal ini penulis membuat sketsa makanan dan tempat asal, menggunakan referensi dari objek asli, yang kemudian didigitalisasi ke dalam ilustrasi vector.

(16)

30

Gambar 2.25. Digitalisasi Feeds Pecinta Makanan

Awalnya penulis mencari objek yang sekiranya mudah untuk diilustrasikan namun juga dapat dengan mudah mewakili objek. Setelah itu penulis membuat sketsa kasar dari tiap objek dengan meminimalisir bentuk. Setelah tahap sketsa, penulis melanjutkan digitalisasi objek untuk tiap sketsa dengan gaya ilustrasi yang senada. Untuk font yang digunakan biasanya bisa divariasikan dengan tone warna lain seperti kuning agar tidak monton hanya merah jambu dan putih.

Gambar 2.26. Proses Desain Feeds Pesta Diskon

Proses ini juga berlaku untuk postingan “Pesta Diskon” dan beberapa konten lain. Untuk pesta diskon sendiri memiliki trademark wajib yakni menyantumkan judul “Pesta Diskon” yang menggunakan font dan warna berbeda. Aset telah disediakan Creative Lead sehingga hal ini mempermudah penulis dalam pengaplikasiannya.

(17)

31

Gambar 2.27. Aset Desain Feeds #OneSmileOneApps

Untuk beberapa konten lainnya juga telah disediakan aset-aset yang dapat digunakan, seperti pada contoh konten “#OneSmileOneApps”. Aset biasanya diambil dari website berbayar oleh Creative Lead dan diberikan kepada penulis untuk di layout sedemikian rupa. Penyediaan aset juga sering dikombinasikan dengan penggunaan mockup. Tahap akhir dalam proses desain untuk akun resmi BSD City adalah penambahan CIM pada posisi kiri atas dan menggeser logo OneSmile ke sebelah kanannya. Penempatan CIM ini bersifat wajib untuk akun-akun resmi dari Sinar Mas Land.

5. Hasil Akhir Desain

Berikut merupakan hasil akhir desain media sosial OneSmile yang diposting untuk akun resmi BSD City:

(18)

32

Gambar 2.28. Hasil Akhir OneSmile Feeds

Untuk Story sendiri biasanya hanya melakukan resize ukuran dan pengaturan layout yang lebih sesuai. Untuk desain dan konten sendiri mengikuti desain feeds:

(19)

33 3.3.2. Perancangan Banner in Apps

Perancangan Banner in Apps untuk OneSmile dibuat untuk beberapa fitur, penulis mendapatkan tugas untuk merancang fitur City Guide. Fitur ini bermanfaat untuk menyediakan tempat makan yang bisa dikunjungi user di Kawasan BSD. Banner akan ditampilkan pada aplikasi dan mempermudah user menemukan tempat makan yang diinginkan.

1. Briefing

Untuk Banner in Apps City Guide, penulis mendapatkan brief langsung dari Creative Lead. Desain diharapkan lebih meriah dan tidak harus menggunakan konsep clean dari OneSmile. Tujuan dari desain ini adalah menarik perhatian user sehingga tone dan font yang digunakan bebas dan dinamis, karena yang diutamakan adalah eye-catching.

2. Referensi

Gambar 2.30. Referensi Grab Petualang Rasa

Untuk referensi desain, penulis mengacu pada desain Grab Petualang yang sangat meriah dan menarik mata. Kesan yang diberikan ramai dan dinamis. Desain ini memanfaatkan objek makanan sebagai ketertarikan utamanya dan warna-warna yang mencolok.

(20)

34 3. Komposisi Desain

Gambar 2.31. Komposisi Banner in Apps

Desain dari banner in apps sendiri memiliki satu konsep yang senada. Objek makanan sebagai point of view dan diposisikan di tengah dibuat dengan komposisi yang lebih besar. Tulisan grafis diletakkan di atas makanan sebagai penjelas dari objek makanan. Objek-objek utama dipadukan dengan latar belakang yang blurry dan tidak mendominasi. Background juga dapat menggunakan lokasi perwakilan objek yang sifatnya tetap tidak terlalu ramai.

4. Proses Desain

Untuk mendesain banner in apps, penulis hanya menampilkan proses untuk dua desain sebagai perwakilan dari desain keseluruhannya.

(21)

35 Tahap awal mendesain adalah dengan mencari objek makanan dari merchant yang ada dan sesuai dengan judul dari banner. Pada contoh pertama adalah makanan-makanan khas Jepang yang ada di BSD. Untuk mendapatkan objek gambar, penulis dapat menelusuri internet atau mendapatkannya dari drive yang telah disediakan.

Gambar 2.33. Proses 2 Desain Banner Makanan Jepang

Setelah mendapatkan gambar dengan kualitas resolusi yang baik dan visual yang menarik, penulis melanjutkan tahap cropping dan editing seperti penambahan shadow dan asap makanan agar lebih realistis. Penulis memanfaatkan aplikasi Adobe Illustrator ataupun Adobe Photoshop selama mendesain. Selain objek makanan, penulis juga menyediakan objek lain seperti meja sebagai alas makanan dalam frame. Untuk font sendiri, tiap banner menggunakan jenis font yang berbeda menyesuaikan konteks. Untuk konten “Makanan Khas Jepang”, penulis menggunakan font Nuku Nuku karena visualnya yang selaras dengan Jepang dan menambah aksen Jepang dari banner.

(22)

36 Tahap terakhir dalam desain yang ada adalah penambahan background. Untuk konten “Makanan Khas Jepang”, penulis menggunakan background gunung Fuji yang menjadi ciri khas Jepang sendiri. Pada awalnya penulis memanfaatkan efek blurry agar objek dapat terlihat lebih jelas, namun setelah mengalami revisi maka background tidak diubah apapun. Penempatan objek berada ditengah background yang merupakan ruang kosong untuk dimanfaatkan. Setelah penambahan background dilanjutkan dengan penambahan tulisan grafis lainnya. Penambahan kalimat “klik disini” pada bagian kanan bawah banner agar user dapat menerima pesan lebih jelas.

Gambar 2.35. Proses 1 Desain Banner Makanan Cafe

Contoh lain seperti desain banner in apps untuk “Makanan di Cafe dan Resto Instagrammable”. Untuk konten ini penulis mencari objek kue dan kopi sebagai ciri khas dari sebuah cafe. Mengikuti tahapan yang sebelumnya, penulis pada awalnya menyiapkan berbagi gambar dengan resolusi yang baik.

(23)

37

Gambar 2.36. Proses 2 Desain Banner Makanan Cafe

Gambar yang sudah ada kemudian penulis edit dan crop untuk mendapatkan makanan dan objek lain yang diinginkan. Proses editing juga melalui tahapan perubahan tone warna, penambahan shadow, dan asap pada kopi. Untuk font penulis mengombinasikan font Ovsyanka dan Shellia sebagai font yang cocok untuk sebuah cafe.

Gambar 2.37. Proses 3 Desain Banner Makanan Cafe

Beberapa konten tidak memerlukan objek lain seperti meja sebagai alas, sebab penulis menggunakan background yang telah menyediakan meja di dalamnya. Untuk konten cafe sendiri, penulis memilih menggunakan background blurry dengan efek remang dan penggunaan bokeh pada gambarnya. Efek ini sangat sesuai dengan suasana cafe yang relax dan cozy, khususnya pada malam hari.

(24)

38 5. Hasil Akhir Desain

Berikut merupakan hasil akhir desain banner in apps untuk fitur City Guide pada aplikasi OneSmile:

Gambar 2.38. Hasil Akhir Desain Banner in Apps

Gambar 2.39. Desain Banner in Apps dalam Aplikasi

3.3.3. Perancangan Animasi untuk Video Promosi

Selain melalui aplikasi dan media sosial, OneSmile juga berinisiatif mempromosikan produknya melalui sebuah video pendek untuk promosi. Video dibuat oleh tim marketing dengan konsep mempromosikan kemudahan penggunaan OneSmile dalam mengakses informasi terkait tempat makan yang ada di BSD. Selain informasi, OneSmile juga bekerja sama dengan beberapa merchant menyediakan promo-promo dan voucher yang dapat digunakan untuk warga BSD.

(25)

39 Video ditayangkan pada media sosial OneSmile sendiri dan pada beberapa akun resmi lainnya.

1. Briefing

Pembuatan video promosi ini dilakukan pada awal sebelum adanya perubahan brand guide untuk OneSmile, sehingga konsep dan color palette yang digunakan masih menggunakan tone warna lama, yakni merah, kuning, dan putih. Penambahan animasi pada video promosi bertujuan untuk meningkatkan ketertarikan target yang pada awalnya dikhususkan untuk remaja awal. Animasi yang digunakan berupa ilustrasi kartun dan penambahan beberapa tulisan. Animasi juga dibuat untuk menyesuaikan video promosi OneSmile yang lalu, namun untuk promosi relaunch ini memanfaatkan talent dari tim marketing agar pesan yang disampaikan lebih mudah diterima. Konten dari video sendiri menampilkan keunggulan OneSmile dan penjelasan mengenai fitur.

2. Referensi

Gambar 2.40. Referensi Video OneSmile Lama

Untuk referensi desain, penulis mengacu pada desain video promosi OneSmile yang pernah dibuat. Video promosi yang lalu menggunakan jasa animator untuk membuat satu video full animasi dan menggunakan voice actor. Untuk membedakan dengan video promosi yang sekarang, tim marketing berinisiatif memadukan shoot adegan langsung dengan animasi untuk videonya.

(26)

40 3. Komposisi Desain

Gambar 2.41. Komposisi Video Promosi

Komposisi ilustrasi dalam video kecil dan jarang ditampilkan, karena point of view tetap pada talent yang beradegan dalam video. Ilustrasi hanya berperan sebagai pemanis dan ditampilkan pada adegan yang membutuhkan keterangan dan penjelasan tambahan.

4. Proses Desain

Gambar 2.42. Proses 1 Animasi Video Promosi

Sebelum membuat animasi untuk video promosi, penulis menandakan adegan mana yang memang membutuhkan animasi. Dikarenakan animasi yang penulis gunakan berupa ilustrasi dan beberapa transisi tulisan, maka tahap awal dalam mendesain adalah dengan membuat sketsa. Beberapa sketsa yang penulis buat adalah sketsa seorang perempuan, sketsa tangan memegang handphone, dan sketsa surat. Ketiga objek ini ditempatkan

(27)

41 pada adegan yang berbeda. Adapun beberapa animasi lain yang penulis tidak sebutkan karena bentuknya tidak sekompleks ketiga objek tersebut. Ilustrasi dan pergerakannya penulis buat menggunakan program Adobe Photoshop dan memanfaatkan fitur pembuatan GIF. Kemudian penulis kombinasikan sistem kerjanya dengan menggunakan Adobe Premiere untuk tahap editing dan transisi lainnya.

Gambar 2.43. Proses 2 Animasi Video Promosi

Untuk animasi sendiri, penulis menggunakan proses timeline per frame dalam Adobe Photoshop. Untuk setiap gerakan penulis ilustrasikan agar gerakan yang ada tampak lebih smooth. Pada contoh, penulis menggunakan tiga step gerakan lambaian tangan untuk si perempuan. Setelah membuat sketsa, penulis melanjutkan pada tahap digitalisasi untuk seluruh sketsa yang ada menggunakan color palette dari OneSmile.

Gambar 2.44. Proses 3 Animasi Video Promosi

Setelah tiap objek selesai dan telah disimpan dalam format .gif, penulis berpindah ke aplikasi Adobe Premiere untuk menempatkan tiap

(28)

42 animasi pada adegan yang diinginkan. Setelah memasukkan semua animasi, maka hasil akhir video telah jadi dibuat dengan paduan animasi. 5. Hasil Akhir Desain

Berikut merupakan beberapa potongan adegan hasil akhir animasi pada video promosi OneSmile:

Gambar 2.45. Potongan Adegan Animasi Video Promosi

(29)

43 3.3.4. Perancangan City Guide Map

Salah satu campaign yang dibuat oleh OneSmile adalah “EggHunt”, yang rencananya dilaksanakan pada bulan April hingga Mei. Egghunt merupakan campaign pengumpulan poin pada titik tertentu di Kawasan BSD untuk ditukarkan pada voucher makanan atau hadiah lainnya. Campaign ini pada awalnya diselenggarakan bersamaan dengan hari raya Paskah bulan April dan mempromosikan makanan pada merchant yang bekerja sama di bulan Mei. Desain yang ada sudah melalui tahap asistensi dan siap dilaksanakan, namun karena adanya kendala dalam budget dan awareness dari user yang kurang mendukung, maka campaign tidak berjalan.

1. Briefing

Untuk memudahkan campaign “Egghunt”, OneSmile memanfaatkan fitur City Guide Map dalam pelaksanaannya. Melalui fitur ini user dapat mengetahui lokasi mana saja yang bekerja sama dengan OneSmile, hal ini memudahkan user mencari titik penemuan poin. Sesuai dengan namanya, City Guide Map kemudian dibuat dalam bentuk map sederhana untuk menunjukkan peta lokasi BSD dengan lokasi-lokasi yang berkemungkinan menyediakan poin untuk dikumpulkan. Map dibuat dengan ukuran A4 dan konsep desain out of the box, berbeda dengan konsep dari OneSmile yang clean dan to the point. Untuk brief, penulis diminta untuk membuatkan map dalam bentuk ilustrasi yang di dalamnya terdapat peta, keterangan tempat, backpacker, dan ikon untuk tiap tempat. Map dibuat ilustratif karena khusus untuk campaign ini ditargetkan bagi anak muda yang suka hangout dan jalan-jalan.

(30)

44 2. Referensi

Gambar 2.47. Referensi Kokken Walk Map

Referensi desain City Guide Map mengacu pada map yang dibuat oleh Kokken Walk bagian dari Kokken, sebuah layanan perjanalan yang memberikan tips dan rekomendasi tempat bagi tamu yang telah melalui tahap kurasi. Kokken Walk dijadikan sebagai referensi karena ilustrasinya yang tidak terlalu kekanakan namun tetap memberikan kesan yang fun dan mampu menjelaskan dengan baik isi dari map melalui ilustrasinya. Ikon dari tiap tempat pada ilustrasinya juga penulis jadikan acuan untuk membuat City Guide Map.

3. Komposisi Desain

Gambar 2.48. Komposisi City Guide Map

Komposisi untuk desain map bagian dalam dan luar berbeda. Bagian dalam dari map memiliki komposisi yang full dengan gambar. Porsi ilustrasi lebih besar dibandingkan dengan keterangan dan judul map.

(31)

45 Ilustrasi peta berada di tengah, judul berada di posisi kanan atas, sementara keterangan tempat berada di sekeliling ilustrasi. Untuk bagian luar map, komposisi ilustrasi tetap menjadi dominan, namun porsinya mengelilingi judul map yang berada di tengah sebagai fokus utama. Tulisan OneSmile City Guide akan berada di bagian belakang, sementara OneSmile saja menjadi pembuka dari map yang dilipat.

4. Proses Desain

Gambar 2.49. Gambaran Kasar Peta BSD City

Dalam proses mendesain, penulis telah diberikan sketsa gambaran kasar dari peta BSD yang telah tim marketing buat untuk mengetahui titik mana saja yang akan diilustrasikan. Melalui peta kasar ini, penulis kemudian mencari objek-objek yang lebih menarik untuk dijadikan ikon tiap tempat pada map.

(32)

46 Penulis kemudian membuat sketsa dasar untuk map bagian luar dan bagian dalam. Penulis telah mempertimbangkan bagaimana antara gambar pada posisi kiri dan kanan map bagian luar menyatu pada saat map dilipat. Sketsa yang ada kemudian diasistensikan dengan tim marketing untuk mendapatkan persetujuan. Karena disetujui dan tidak adanya revisi yang dominan, maka tahapan dilanjutkan dengan proses digitalisasi.

Gambar 2.51. Digitalisasi City Guide Map

Proses digitalisasi dimulai dengan pembuatan outline untuk tiap ilustrasi dilanjutkan pewarnaan. Untuk color palette, penulis menggunakan warna-warna OneSmile dan sedikit warna tambahan agar lebih bervariatif. Style ilustrasi yang penulis gunakan berpandu pada Kokken Walk dan menggunakan sentuhan gaya penulis. Untuk bagian dalam map dibuat dengan latar belakang berwarna merah muda agar pesan di dalamnya mudah terbaca. Sementara untuk bagian luar map, setelah melalui revisi memiliki latar belakang bewarna merah jambu. Objek ilustrasi bagian luar map penulis hias dengan objek-objek yang berkaitan dengan travelling, seperti balon udara, teropong, pesawat kertas, dan awan.

(33)

47 5. Hasil Akhir Desain

Berikut merupakan hasil akhir dari City Guide Map untuk Egghunt campaign dari OneSmile:

Gambar 2.52. Hasil Akhir City Guide Map

3.3.5. Kendala yang Ditemukan

Selama proses pelaksanaan magang berlangsung, terdapat beberapa kendala yang penulis temukan dalam menyelesaikan tugas, diantaranya:

(34)

48 1. Terdapat beberapa tugas desain yang dikerjakan dengan tenggat waktu yang sangat cepat dengan tingkat mendesain yang cukup rumit, hal ini membuat penulis kesulitan dalam memanajemen waktu dan memberikan hasil maksimal.

2. Dikarenakan proses magang yang berlangsung WFH, waktu yang ada lebih tentatif dan tidak jelas, apalagi perusahaan tidak menganjurkan dan menghitung jam lembur, namun terkadang beberapa tugas diberikan di luar jam kerja yang membuat penulis diharuskan untuk lembur.

3. Praktik magang yang berlangsung WFH juga sangat mempengaruhi komunikasi antar kerja tim sehingga sering terjadi miskomunikasi yang membuat pekerjaan lebih terhambat karena konsep yang ditangkap berbeda.

4. Dikarenakan peluncuran aplikasi OneSmile adalah sesuatu yang baru maka pada awal kerja magang berlangsung sempat mengalami ketidakjelasan secara target market dan tujuan utama aplikasi. Hal ini kemudian menyebabkan terjadinya perubahan secara konsep desain keseluruhan di tengah bulan secara mendadak.

5. Penulis sempat diberikan beberapa jobdesk yang tidak sesuai dengan kedudukan, diantaranya sebagai sosial media copywriter, membuat konten untuk media sosial beserta kalimat grafisnya, dan menjadi animator untuk satu video full tanpa video mentahnya. Hal ini dikarenakan kurangnya pekerja untuk bidang desain sendiri karena hanya penulis dan Creative Lead saja.

3.3.6. Solusi Atas Kendala yang Ditemukan

Berdasarkan kendala yang penulis temukan selama pelaksanaan magang berlangsung, ada beberapa solusi yang penulis lakukan yaitu:

(35)

49 1. Penulis meminta keringanan dalam tenggat waktu pengumpulan tugas desain dan memaksimalkan pekerjaan dengan melakukan lembur dan melakukan asistensi secara berkala.

2. Penulis mencatat setiap jam kerja meskipun sampai malam sebagai laporan kedisiplinan dan mengusahakan sebisa mungkin untuk tidak melakukan lembur dan selesai sesuai dengan jam kerja berakhir.

3. Penulis berusaha memaksimalkan komunikasi melalui call dan zoom meeting agar penjelasan brief dapat diterima lebih jelas. Penulis juga memastikan maksud dari brief sebelum mengerjakannya sehingga tidak bekerja dua kali.

4. Penulis memaklumi ketidakmatangan konsep dan target aplikasi sebab aplikasi OneSmile benar-benar sesuatu yang fresh dan mungkin membutuhkan waktu yang lebih lama untuk lebih matang. Kejadian ini kemudian dijadikan proses pematangan sehingga kedepannya tidak terjadi hal yang serupa.

5. Untuk jobdesk sebagai copywriter tetap penulis lakukan karena penulis masih merasa mampu untuk mengerjakannya, hal ini juga penulis lakukan sebagai bagian dari tim marketing untuk membantu kelancaran tim. Namun untuk jobdesk animator penulis tolak karena jangka waktu yang diberikan hanya 1 minggu untuk 1 video full animasi. Penulis merasa tidak sanggup karena tidak memiliki base skill sebagai animator apalagi seorang diri, sehingga perusahaan meng-hire tim animator khusus untuk mengerjakannya.

Gambar

Gambar 2.12. Bagan Alur Koordinasi Divisi Marketing
Gambar 2.13. Design Guide Lama OneSmile
Gambar 2.16. Referensi Halodoc dan Shopee
Gambar 2.17. Komposisi Feeds A
+7

Referensi

Dokumen terkait

Enjo Kōsai adalah kegiatan atau praktek yang dilakukan oleh remaja putri yang dibayar oleh laki-laki tengah umur dengan menemani mereka berkencan ataupun sampai berhubungan

Contoh bahasa sehari-hari dari nilai penyebaran ini misalnya beberapa alat dikatakan memiliki kinerja yang baik jika beban kerjanya memiliki rentang yang besar, beberapa alat

Tentunya, tidak hanya mendesain, namun penulis juga mempelajari banyak hal dalam kerja magang ini, diantaranya adalah bagaimana cara mendesain iklan yang baik dan dapat

Media yang digunakan untuk mempublikasi konten media sosial/iklan terbit yaitu Instagram yang dimana penulis membuat konten media sosial baik untuk Feeds dan

Penulis mendapat briefing dari senior desain grafis untuk mengerjakan desain social media Instagram feeds untuk Orso berupa ilustrasi dimana 1 feeds desain yang

Ayub Prasetiyo, S.Sn., M.Sn.. Agus

h) Menu selanjutnya adalah Overview, dimana konfigurasi pada tahap sebelum-sebelumnya akan ditampilkan sebelum paket CMS Joomla di instalasi. Ada hal yang harus diperhatikan

Karena jika Turki diputuskan untuk menjadi anggota Uni Eropa, sementara kehidupan dalam negerinya masih belum layak untuk hal ini, maka kredibilitas Uni Eropa akan dipertanyakan