• Tidak ada hasil yang ditemukan

Edward Chanda Cheria, PhD Agus Putri Hapsari, MSc

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Edward Chanda Cheria, PhD Agus Putri Hapsari, MSc"

Copied!
67
0
0

Teks penuh

(1)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

Edward Chanda Cheria, PhD

Agus Putri Hapsari, MSc

(2)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

Coming soon…!!!

(3)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

BAB 1

PENGENALAN COREL DRAW

1.1 Tujuan dan Manfaat Corel Draw

Software Corel Draw adalah salah satu software design yang dikeluarkan oleh Corel Corporation. Dimana software ini berbasiskan pada sistem vektor, dan biasanya di pakai dalam suatu pembuatan objek (making image). Jadi orientasi Corel Draw ini sebenarnya ditujukan dalam pembuatan suatu proses design yang menghasilkan sesuatu dari nol.

Misalnya dalam pembuatan logo, brosur, ilustrasi, dan lain-lain. Tetapi tidak tertutup kemungkinan software ini digunakan untuk melakukan pengeditan terhadap suatu objek / image (raster) yang ada, hanya saja pengeditan yang dapat dilakukan sangat terbatas dan tidak dapat semaksimal yang mungkin kita harapkan.

Tampilan Interface Corel Draw 10 :

Color Palette Standard

Tool

Toolbox

Bidang Kerja Pengaturan Jumlah dan

Susunan Halaman Bidang Kerja

Property Bar

(4)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Keterangan

Menu Sebagai pengatur file, dan semua pengeditan gambar secara global.

Standard Tool Icon-icon standard dalam suatu software (short cut).

Property Bar Berisi tentang property suatu objek, isi dari property bar ini akan selalu berubah-ubah sesuai dengan objek / tool yang sedang aktif.

Tools Box Merupakan icon-icon standard dalam penggambaran maupun pengeditan yang dapat di gunakan dalam corel draw.

Color Palette Berisi macam-macam warna yang dapat dipakai dalam penggambaran.

Pengaturan Halaman

Berupa tool untuk mengatur jumlah dan susunan halaman yang ada.

Bidang Kerja Merupakan daerah yang dapat di pakai untuk penggambaran dan pengeditan. Bidang kerja ini ditandai oleh gambar kotak, dan merupakan batas daerah yang dapat di print

(5)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

1.2 Memulai Pekerjaan Dengan Corel Draw

- Memulai lembar / file baru

Dari menu file pilih new. (Ctrl + N) - Mengatur bidang kerja

Untuk pengaturan ukuran, dan satuan dalam bidang kerja, kita dapat melakukannya pada property bar.

Nudge  berfungsi untuk mengatur besarnya pergeseran objek (move) dengan menggunakan keyboard (tanda atas,kiri, kanan, bawah) Offset  berfungsi untuk mengatur besarnya pergeseran objek duplikasi

(ctrl + D)

Untuk mengatur jenis ukuran kertas

yang dipakai

Keterangan ukuran kertas yang kita

tetapkan

Pengaturan posisi bidang

kerja

Satuan yang digunkan dalam

pekerjaan

Nudge

Offset

(6)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

1.3 Pengaturan Halaman pada Corel Draw

Pengaturan halaman pada bidang kerja dimaksudkan untuk mempermudah kita di dalam pekerjaan. Selain dari itu juga, jika kita mau menghasilkan / mem-publish-kan hasil kerja dalam corel menjadi suatu halaman web, jumlah lembar pada web / tampilan setiap halaman web ini ditentukan oleh setiap halaman yang ada pada bidang kerja.

Untuk menambah lembar kerja pada Corel Draw, dapat dilakukan pada bagian bawah bidang kerja, yaitu dengan menekan tanda +. Jika kita menekan tanda + pada bagian sebelah kiri, maka lembar kerja baru yang ditambahkan akan berada sebelum lembar kerja yang sedang aktif, sedangkan jika kita menekan tanda + pada sebelah kanan, maka lembar kerja yang baru akan ditambahkan pada setelah lembar kerja yang sedang aktif.

Pemberian nama pada setiap halaman lembar kerja dapat dilakukan dengan mengklik kanan halaman yang diinginkan dan pilih rename page.

Sedangkan untuk menghapus halaman lembar kerja yang ada dapat dilakukan dengan mengklik kanan halaman yang diinginkan dan pilih delete page.

(7)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

1.4 Alat Bantu Dalam Penggambaran di Corel Draw

Beberapa alat bantu yang ada dalam corel draw adalah :

a. ruler = berguna untuk menampilakan ukuran pada bidang kerja kita. Hal ini sangat berguna jika kita memerlukan tingkat presisi yang lebih tinggi.

b. guideline = berguna untuk memberikan tanda / batas pada bidang kerja kita. Untuk menampilkan guideline ini, terlebih dahulu kita harus mengeluarkan ruler.

Kemudian untuk menarik guideline, kita tinggal klik dan drag dari ruler tersebut ke arah bidang kerja kita. Untuk mengatur guideline lebih lanjut dapat kita lakukan dengan double klik pada salah satu guideline yang ada. Kemudian akan muncul window baru untuk mengatur guideline tersebut. Untuk membuang guideline kita hanya perlu memilih guideline dan menghapusnya dengan menekan tombol delete pada keyboard.

c. grid = berguna untuk menampilkan garis grid pada bidang kerja kita. Dimana grid ini berupa garis-garis vertical dan horizontal yang mempunyai jarak tertentu.

d. snap to guideline = berguna untuk membuat mouse kita atau objek kita mempunyai daya tarik pada guideline yang ada pada bidang kerja. Untuk mengaktifkan snap to guideline ini dapat kita lakukan melalui menu edit- snap to guideline, atau dengan icon pada property bar yang ada pada bagian sebelah kanan.

(8)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 e. snap to grid = berguna untuk membuat mouse kita atau objek kita mempunyai daya tarik pada grid yang ada pada bidang kerja kita. Untuk mengaktifkan snap to grid dapat kita lakukan melalui menu edit-snap to grid, atau dengan icon pada property bar yang ada pada bagian sebelah kanan.

f. snap to object = berguna untuk membuat mouse kita mempunyai daya tarik pada objek-objek yang ada pada bidang kerja. Dimana daya tarik tersebut berada pada sembilan titik acuan yang ada pada setiap objek, atau jika pada sebuah kurva terbuka, daya tarik itu ada pada titik-titik control yang ada. Untuk mengaktifkan snap to object dapat kita lakukan melalui menu edit- snap to object, atau dengan icon pada property bar yang ada pada bagian sebelah kanan.

Icon SNAP TO GRID pada property bar

Icon SNAP TO GUIDELINE pada property bar

Icon SNAP TO OBJECT pada property bar

(9)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

BAB 2

PENGGAMBARAN OBJEK

2.1 Objek Sederhana dan Transformasi Sederhana

Secara global semua pembuatan dan pengeditan objek dilakukan dengan menggunakan tool box. Adapun nama, bentuk dan fungsi dari setiap tool pada tool box secara sederhana dapat di lihat dari tabel di bawah ini :

Nama Tool Icon Tool Fungsi

Pick Tool Untuk memilih objek dan transfomasi sederhana

Shape Tool Untuk pengeditan objek-objek kurva (path)

Zoom Tool Merubah view dari bidang kerja

Freehand Tool Penggambaran garis dan kurva (path) Rectangle Tool Membuat persegi panjang

Ellipse Tool Membuat lingkaran dan ellipse Polygon Tool Membuat objek sisi banyak

Text Tool Membuat text

Transparency Tool

Membuat objek menjadi transparan / tembus pandang

Ouline Tool Mengatur garis pinggir objek Fill Tool Mengatur isi dari objek tertutup Interactive Fill

Tool

Pengeditan isi dari suatu objek secara interaktif

(10)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

• Objek Rectangular (F6)

Digunakan untuk membuat persegi, cara penggunaannya adalah dengan menempatkan satu titik, menariknya kearah diagonal dan tetapkan titik yang diinginkan dengan mengklik pada mouse.

Klik Drag + Shift = membuat titik awal menjadi titik pusat pembuatan objek

Klik Drag + Ctrl = membuat pesegi menjadi bujur sangkar

Untuk mengedit persegi yang telah kita buat, dapat dilakukan dengan cara interaktif maupun dengan cara merubahnya pada property bar. Tetapi untuk mengaktifkan property bar persegi, pertama-tama kita harus memilihnya terlebih dahulu objek tersebut dengan pick tool.

Standard box Roundness box

Mengatur posisi objek pada bidang kerja

Mengatur besaran objek (panjang dan

lebar dari objek)

Memutar objek dengan sudut tertentu

Mencerminkan objek secara horizontal

maupun vertikal

Untuk membuat persegi yang mempunyai sudut

yang melengkung

Gembok, untuk mengatur apakah pelengkungan sudut dilakaukan

secara sendiri atau bersamaan

(11)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Secara manual / interaktif, pengeditan persegi dapat kita lakukan antara lain dengan :

1. merubah ukuran  menarik tanda kotak hitam kecil yang ada pada objek terseleksi.

Klik Drag + Shift = merubah kearah yang

berlawanan secara

bersamaan.

Klik Drag + Ctrl = merubah objek dengan presisi tertentu, yaitu kelipatan besaran objek yang awal

Klik Drag + Alt = merubah perbandingan panjang dan lebar objek, hanya berlakuk pada bagian sudut objek.

2. memutar dan mendistorsikan objek klik sekali lagi pada objek terpilih, maka tanda yang muncul akan berbeda dengan tampilan pertama. Untuk memutar objek dilakukan pada setiap tanda di sudut objek. Atur rotasi yang diinginkan dengan klik dan drag ke arah yang kita inginkan. Untuk pusat perputaran, ditentukan oleh posisi titik yang berbentuk lingkaran. Sedangkan untuk mendistorsikan objek dilakukan dengan

mendekati tanda yang ada di tengah setiap sisi objek.

Klik Drag + Shift = memutar objek sambil merubah skala dari objek

Klik Drag + Ctrl = memutar maupun mendistorsikan objek dengan presisi sudut tertentu, yaitu kelipatan 15o

Klik Drag + Alt = memutar objek sambil mendistorsikan objek tersebut

(12)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 3. Merubah dari suatu tipe standard persegi ke tipe bentuk persegi yang mempunyai kelengkungan pada sudutnya (roundness box)

 yaitu dengan mendekati pointer pick tool pada tanda kotak kecil yang ada pada sudut-sudut persegi hingga berbentuk seperti shape tool, kemudian menariknya kedalam hingga kelengkungan yang diinginkan.

- kelengkungan maksimal hanya dapat dilakukan hingga setengah panjang sisi terpendek pada persegi. Dan kelengkungan ini akan secara otomatis berpengaruh pada keempat sisi persegi.

Tampilan icon pada property bar yang berguna untuk mengatur kelengkungan pada sisi sebuah segiempat (rectangular)

Tanda gembok dipakai untuk mengatur apakah akan dilakukan kelengkungan pada keempat sudut sekaligus, atau secara satu per satu

(13)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

• Objek Ellipse (F7)

Digunakan untuk membuat elipse maupun lingkaran, cara penggunaannya adalah dengan menempatkan satu titik, menariknya kearah diagonal dan tetapkan titik yang diinginkan dengan mengklik pada mouse.

Ada 3 macam tipe elipse maupun lingkaran yang dapat kita buat, yaitu :

1. elipse secara keseluruhan

2. pie, yaitu elipse tertutup yang terpotong dengan sudut tertentu

3. arc, yaitu elipse terbuka yang terpotong dengan sudut tertentu

Klik Drag + Shift = membuat titik awal menjadi titik pusat pembuatan objek

Klik Drag + Ctrl = membuat elipse menjadi lingkaran

Untuk mengedit elipse maupun lingkaran yang telah kita buat, dapat dilakukan dengan cara interaktif maupun dengan cara merubahnya pada property bar. Tetapi untuk mengaktifkan property bar persegi, pertama-tama kita harus memilihnya terlebih dahulu objek tersebut dengan pick tool.

Standard Ellipse Pie Arc

(14)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Secara manual / interaktif, pengeditan elipse atau lingkaran dapat kita lakukan antara lain dengan :

1. merubah ukuran  menarik tanda kotak hitam kecil yang ada pada objek

terseleksi.

Klik Drag + Shift = merubah kearah yang

berlawanan secara

bersamaan

Klik Drag + Ctrl = merubah objek dengan presisi tertentu, yaitu kelipatan besaran objek yang awal

Klik Drag + Alt = merubah perbandingan panjang dan lebar objek, hanya berlakuk pada bagian sudut objek.

2. memutar dan mendistorsikan objek klik sekali lagi pada objek terpilih, maka tanda yang muncul akan berbeda dengan tampilan pertama. Atur rotasi yang diinginkan dengan klik dan drag ke arah yang kita inginkan. Untuk pusat perputaran, ditentukan oleh posisi titik yang berbentuk lingkaran.

Mengatur posisi objek pada bidang kerja

Mengatur besaran objek (panjang dan

lebar dari objek)

Memutar objek dengan sudut tertentu

Merubah tipe ellipse yang diinginkan, baik standard, pie, atau arc

Untuk mengatur besarnya sudut awal dan akhir yang diinginkan dari sebuah

ellipse pie atau arc

Mengatur tebal outline / garis luar dari objek

(15)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Klik Drag + Shift = memutar objek sambil merubah skala dari

objek

Klik Drag + Ctrl = memutar maupun mendistorsikan objek dengan presisi sudut tertentu,

yaitu kelipatan 15o

Klik Drag + Alt = memutar objek sambil mendistorsikan objek tersebut

3. Merubah dari suatu tipe bentuk elipse / lingkaran ke tipe bentuk yang lain  yaitu dengan mendekati pointer pick tool pada tanda kotak kecil yang ada pada bagian atas elipse / lingkaran hingga berbentuk seperti shape tool, kemudian memutarnya ke arah yang diinginkan.

- Jika arah pointer terakhir diletakkan di dalam elipse / lingkaran, maka akan merubah objek tersebut menjadi tipe pie.

- Jika arah pointer terakhir diletakkan di luar elipse / lingkaran, maka akan merubah objek tersebut mejadi tipe arc.

(16)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

• Objek Polygon (Y)

Digunakan untuk membuat suatu objek dengan sisi n, cara penggunaannya adalah dengan menempatkan satu titik, menariknya kearah diagonal dan tetapkan titik yang diinginkan dengan mengklik pada mouse.

Ada 3 macam tipe elipse maupun lingkaran yang dapat kita buat, yaitu :

1. polygon standard dengan jumlah sisi tertentu

2. star, dimana poligon tersebut dibuat mendekati bentuk bintang

3. polygon as star, adalah polygon yang berbentuk bintang

Untuk pembuatan polygon, maupun star dapat langsung dipilih pada property box polygon, tetapi untuk pembuatan bentuk polygon as star, harus dipilih pada property tool yang ada pada icon. Untuk mengaktifkan property tool polygon ini dapat dilakukan dengan double klik pada icon polygon.

Polygon Standard Star Polygon as Star

(17)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Untuk mengedit polygon yang telah kita buat, dapat dilakukan dengan cara interaktif maupun dengan cara merubahnya pada property bar. Tetapi untuk mengaktifkan property bar persegi, pertama-tama kita harus memilihnya terlebih dahulu objek tersebut dengan pick tool.

Mengatur ketajaman sudut dari polygon

Mengatur jumlah sisi polygon Pilihan tipe polygon

yang ada

Tampilan Property Tool untuk Polygon

(18)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Secara manual / interaktif, pengeditan polygon dapat kita lakukan antara lain dengan :

1. merubah ukuran  menarik tanda kotak hitam kecil yang ada pada objek terseleksi.

Klik Drag + Shift = merubah kearah yang berlawanan secara bersamaan

Klik Drag + Ctrl = merubah objek dengan presisi tertentu, yaitu kelipatan besaran objek yang awal

Klik Drag + Alt = merubah perbandingan panjang dan lebar objek, hanya berlakuk pada bagian sudut objek.

2. memutar dan mendistorsikan objek klik sekali lagi pada objek terpilih, maka tanda yang muncul akan berbeda dengan tampilan pertama. Atur rotasi yang diinginkan dengan klik dan drag ke arah yang kita inginkan. Untuk pusat perputaran, ditentukan oleh posisi titik yang berbentuk lingkaran.

Klik Drag + Shift = memutar objek sambil merubah skala dari objek

Mengatur posisi objek pada bidang kerja

Mengatur besaran objek (panjang dan

lebar dari objek)

Memutar objek dengan sudut tertentu

Merubah tipe polygon yang diinginkan, baik standard atau star

Untuk mengatur besarnya sudut / ketajaman dari

suatu polygon / star

Mengatur tebal outline / garis luar dari objek

(19)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Klik Drag + Ctrl = memutar maupun mendistorsikan

objek dengan presisi sudut tertentu, yaitu kelipatan 15o

Klik Drag + Alt = memutar objek sambil mendistorsikan objek tersebut

3. Untuk merubah dari suatu polygon ke tipe polygon as star atau merubah ketajman sudut dari suatu polygon  yaitu dengan mendekati pointer pick tool pada tanda kotak kecil yang ada pada bagian tengah sisi polygon hingga berbentuk seperti shape tool, kemudian menariknya ke arah dalam maupun luar sesuai dengan bentuk dan ketajaman sudut yang kita inginkan.

• Spiral (A)

Digunakan untuk membuat suatu objek spiral, cara penggunaannya adalah dengan menempatkan satu titik, menariknya kearah diagonal dan tetapkan titik yang diinginkan dengan mengklik pada mouse. Ada 2 macam tipe spiral yang dapat kita buat, yaitu :

1. symmetrical spiral, yaitu spiral dimana antar garis mempunyai jarak yang sama.

2. logarithmic spiral, yaitu spiral dimana antar garis mempunyai jarak yang berbeda, atau mengalami perubahan secara teratur.

Symmetrical Spiral Logarithmic Spiral

(20)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Untuk pengaturan spiral dapat langsung dipilih pada property box spiral, atau dilakukan pada property tool yang ada pada icon.

Untuk mengaktifkan property tool spiral ini dapat dilakukan dengan double klik pada icon spiral.

Secara manual / interaktif, pengeditan spiral dapat kita lakukan antara lain dengan :

1. merubah ukuran  menarik tanda kotak hitam kecil yang ada pada objek terseleksi.

Klik Drag + Shift = merubah kearah yang berlawanan secara bersamaan

Klik Drag + Ctrl = merubah objek dengan presisi tertentu, yaitu kelipatan besaran objek yang

awal

Klik Drag + Alt = merubah perbandingan panjang dan lebar objek, hanya berlakuk pada bagian sudut objek.

Mengatur jumlah putaran spiral

Merubah tipe spiral yang diinginkan, baik symmetrical atau

logarithmic

Mengatur jarak perubahan pada logarithmic spiral

Pengaturan pada property box pada saat icon spiral dipilih, hanya dapat

dilakukan sebelum objek dibuat

(21)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 2. memutar dan mendistorsikan objek klik sekali lagi pada objek terpilih, maka tanda yang muncul akan berbeda dengan tampilan pertama. Atur rotasi yang diinginkan dengan klik dan drag ke arah yang kita inginkan. Untuk pusat perputaran, ditentukan oleh posisi titik yang berbentuk lingkaran.

Klik Drag + Shift = memutar objek sambil merubah skala dari objek

Klik Drag + Ctrl = memutar maupun mendistorsikan objek dengan presisi sudut tertentu, yaitu kelipatan 15o

Klik Drag + Alt = memutar objek sambil mendistorsikan objek tersebut

3. Untuk merubah bentuk symmetrical spiral dapat dilakaukan dengan cara  yaitu dengan mendekati pointer pick tool pada tanda kotak kecil yang ada pada spiral hingga berbentuk seperti shape tool, kemudian menariknya ke arah dalam maupun luar sesuai dengan bentuk yang kita inginkan.

Untuk logarithmic spiral hal tersebut tidak dapat dilakukan.

(22)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

• Graph Paper (D)

Secara sederhana, graph paper dapat diartikan sebagai suatu gabungan dari kotak-kotak. Cara pembuatannya adalah dengan menempatkan satu titik, menariknya kearah diagonal dan tetapkan titik yang diinginkan dengan mengklik pada mouse.

Untuk pengaturan graph paper dapat langsung dipilih pada property box graph paper, atau dilakukan pada property tool yang ada pada icon sebelum dilakukan pembuatan objek. Untuk mengaktifkan property tool spiral ini dapat dilakukan dengan double klik pada icon spiral.

(23)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Secara manual / interaktif, pengeditan graph paper dapat kita lakukan antara lain dengan :

1. merubah ukuran  menarik tanda kotak hitam kecil yang ada pada objek terseleksi.

Klik Drag + Shift = merubah kearah yang berlawanan secara bersamaan Klik Drag + Ctrl = merubah objek dengan presisi

tertentu, yaitu kelipatan besaran objek yang awal

Klik Drag + Alt = merubah perbandingan panjang dan lebar objek, hanya berlakuk pada bagian sudut objek.

2. memutar dan mendistorsikan objek klik sekali lagi pada objek terpilih, maka tanda yang muncul akan berbeda dengan tampilan pertama. Atur rotasi yang diinginkan dengan klik dan drag ke arah yang kita inginkan. Untuk pusat perputaran, ditentukan oleh posisi titik yang berbentuk lingkaran.

Pengaturan Dengan Properti Tool Graph Paper Mengatur jumlah kolom graph paper

Mengatur jumlah baris graph paper

(24)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Klik Drag + Shift = memutar objek sambil merubah skala dari

objek

Klik Drag + Ctrl = memutar maupun mendistorsikan objek dengan presisi sudut tertentu, yaitu kelipatan 15o

Klik Drag + Alt = memutar objek sambil mendistorsikan objek tersebut

3. Untuk memisahkan antar kotak-kotak yang ada, dapat dilakukan dengan memilih objek tersebut dan meng-ungroup objek tersebut. Atau dengan short cut dapat dilakukan dengan menekan ctrl + u (pada keyboard).

• Standard Shape Tool ( )

Berguna untuk membuat objek-objek dengan bentuk umum yang telah ada pada standard . Dan perubahan / transformasi objek dapat dilakukan dengan mudah, yaitu dengan klik + drag tanda berwarna merah yang ada pada objek.

(25)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

2.2 Pengeditan Objek Dengan Bantuan Tool Transformasi

Pengeditan objek dengan tool transformasi ini mungkin lebih memudahkan kita dalam bekerja. Karena kelebihan pertama yang dapat diberikan adalah adanya ketepatan / kepresisian dari perubahan yang kita inginkan. Selain itu juga, perubahan yang kita lakukan tersebut dapat dilakukan pada objek yang kita pilih, atau pada objek yang telah dibuat duplikasinya terlebih dahulu. Sehingga dengan demikian maka objek asli tetap seperti sedia kala / tidak mengalami perubahan apa pun juga.

Adapun perubahan yang dapat kita lakukan pada tool transformasi ini adalah antara lain :

1. Transformasi Move 2. Transformasi Rotate

3. Transformasi Scale dan Mirror 4. Transformasi Size

5. Transformasi Skew

Untuk mengeluarkan tool transformasi ini dapat dilakukan dari : menu Arrange – Transformation.

Tools transformasi ini nantinya akan muncul pada bagian sebelah kanan dari interface Corel Draw / sebelah kiri dari color pallete

(26)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Transformasi Move

Transformasi ini berguna untuk memindahkan objek dengan ukuran/

jarak tertentu. Selain perpindahan, tool ini dapat juga untuk menghasilkan duplikasi objek dengan jarak tertentu.

Dilakukan dengan memilih objek diasal, dan mengaktifkan tanda relatif pada sebelah sudut kiri atas, lalu lakukan transformasi move pada objek duplikasinya. Pilih kembali objek asli dan lakukan perubahan terhadap relatif yang diingikan, dan kembali lakukan pada objek duplikasinya. Lakukan terus hingga hasil yang kita inginkan.

Mengatur besarnya jarak yang diinginkan untuk transformasi ini

Transformasi dilakukan terhadap objek duplikasi Menentukan apakah

transformasi diperhitungkan dari

objek terpilih atau terhadap bidang kerja

Menentukan posisi relatif terhadap objek

terpilih

Transformasi dilakukan terhadap objek terpilih

(27)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Transformasi Rotate

Transformasi ini berguna untuk memutar suatu objek dengan titik center yang dapat kita tentukan terlebih dahulu.

Pilih objek asli, kemudian aktifkan relatif pada bagian tengah bawah, hal ini dimaksudkan untuk menentukan puast perputaran objek.

Mengatur besarnya sudut rotasi / derajat yang diinginkan

untuk transformasi ini

Transformasi dilakukan terhadap

objek duplikasi Menentukan titik

pusat perputaran dari objek

Menentukan posisi relatif terhadap objek

terpilih

Transformasi dilakukan terhadap objek

terpilih

(28)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Kemudian atur besar rotasi yang diiginkan, dan lakukan pada objek duplikasi.

Transformasi Scale dan Mirror

Transformasi ini berguna untuk merubah skala dari suatu objek, baik secara proposional maupun non-proposional. Selain itu juga objek yang ditransformasikan dapat juga diberikan efek cermin, sehingga terbalik dari bentuk aslinya.

Mengatur arah pencerminan objek, secara horizontal atau

secara vertikal

Transformasi dilakukan terhadap objek duplikasi Menentukan skala

transformasi baik secara proposional atau non-proposional

Menentukan posisi relatif terhadap

objek terpilih

Transformasi dilakukan terhadap objek terpilih

(29)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Pilih objek asli, kemudian atur besarnya skala yang diinginkan baik secara horizontal dan vertical. Kemudian lakukan perubahan pada objek duplikasi, dan dipindahkan ke samping dengan cara manual maupun dengan transformasi move. Lakukan kembali transformasi skala pada objek terakhir, dan move dan seterusnya hingga hasil yang diinginkan.

Pilih objek asli, dan kemudian aktifkan tanda mirror secara horizontal, tanpa merubah skala yang ada, karena hasil yang kita inginkan tidak mengalami perubahan ukuran. Sedangkan untuk posisi relatif tetap dibiarkan ditengah, kemudian lakukan transformasi pada objek duplikasi.

Transformasi Size

Transformasi ini berguna untuk merubah ukuran (panjang dan lebar) dari suatu objek. Jadi objek yang di transformasi dapat menjadi objek yang lebih presisi dan terukur dengan jelas.

(30)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Transformasi Skew

Transformasi ini berguna untuk mendistorsikan suatu objek dengan ukuran / derajat tertentu. Pendistorsian objek ini dapat dilakukan searah garis horisontal maupun vertikal.

Transformasi dilakukan terhadap

objek duplikasi Menentukan

besarnya objek, panjang dan

lebar

Menentukan posisi relatif terhadap objek

terpilih

Transformasi dilakukan terhadap

objek terpilih

(31)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Pilih objek asli, kemudian atur distorsi yang diiginkan baik secara horisontal maupun vertikal dengan derajat tertentu. Setelah besarnya derajat telah ditentukan, maka dapat dilakukan transformasi pada objek duplikasi.

Transformasi dilakukan terhadap

objek duplikasi Menentukan

besarnya distorsi objek secara

horizontal maupun vertikal

Menentukan posisi relatif terhadap objek

terpilih

Transformasi dilakukan terhadap

objek terpilih

(32)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

2.3 Pemberian warna pada objek

Yang akan di bahas disini adalah beberapa cara pemberian warna pada objek yang telah kita buat. Pemberian warna yang akan dibahas ini, hanya mencakup warna solid, dengan pengertian satu warna. Untuk pemberian warna pada objek secara lebih komplek, dan interaktif akan dibahas pada bab khusus yang terdapat di bab selanjutnya.

Secara garis besar objek terbagi atas 2 bagian, yaitu bagian : 1. outline / garis luar dari objek

2. fill / bagian dalam dari objek, ini hanya ada / dapat dilakukan pada objek-objek yang merupakan kurva tertutup.

Ada beberapa cara pemberian warna dalam corel draw :

a. pilih objek yang hendak kita beri warna, kemudian pilih warna yang ada pada color palette yang ada di bagian kanan aplikasi corel draw. Setelah menentukan warna yang diiginkan, klik kiri untuk memberikan warna fill objek, dan klik kanan untuk memberikan warna pada outline objek.

b. Pilih terlebih dahulu warna yang diinginkan pada color palette, kemudian klik + drag warna tersebut dengan tombol kiri mouse, arahkan pada objek yang akan diberikan warna. Ada dua pilihan yang dapat kita lakukan, yaitu jika untuk memberikan warna fill pada objek, maka arahkan pointer mouse pada bagian dalam objek. Sedangkan untuk memberikan warna outline pada objek arahkan pointer mouse pada bagian terluar objek / tepat pada garis terluar.

(33)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 c. Tanpa memilih objek, tekan tombol kiri maupun kanan pada mouse, maka akan muncul suatu window baru yang merupakan pengaturan warna untuk standard objek. Jika kita memilih dengan klik kiri maka untuk selanjutnya penggambaran objek akan langsung diberikan warna sesuai dengan apa yang kita telah pilih tadi. Sedangkan jika kita memilih warna dengan klik kanan, maka objek selanjutanya akan diberikan outline sesuai dengan warna yang telah kita pilih tadi.

Pemberian warna dengan cara pertama, klik kiri untuk fill, dan klik kanan untuk outline

Pemberian warna dengan cara kedua (b), yaitu mengambil warna dari objek lain dan klik + drag warna tersebut ke

objek yang hendak kita beri warna

(34)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Selain dari transformasi seperti yang di atas, masih ada lagi satu transformasi yang sama, tetapi dapat dilakukan secara interaktif. Sehingga setiap perubahan akan langsung terlihat, dan dapat kita manipulasi secara langsung.

Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan Free Transform Tool. Transformasi yang dapat dilakukan adalah rotate, reflection, scale, skew.

Tampilan yang akan muncul jika kita memilih warna denga cara ke-3.

Terdapat 3 pilihan yaitu graphic untuk setiap objek standard yang dibuat, artistic text untuk pembuatan text, dan paragraph text untuk text

paragraph.

(35)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

2.4 Copy, Duplicate, dan Clone

Ketiga cara diatas sebenarnya berguna untuk melakukan penggandaan terhadap objek yang ada. Namun setiap cara penggandaan tersebut mempunyai kelebihannya masing-masing.

Copy

Copy merupakan cara penggandaan objek yang paling sederhana. Adapun cara-cara menggandakan objek dengan copy ini antara lain adalah :

1. pilih objek yang ingin digandakan kemudian pilih dari menu edit – copy. Kemudian pilih menu edit – paste untuk mendapatkan hasil penggandaan. Atau jika dengan short cut keyboard dapat dilakukan ctrl + c untuk copy, kemudian crtl + v untuk paste / mendapatkan hasil penggandaan objek.

2. secara interaktif dapat dilakukan langsung dengan menggunakan tombol-tombol yang ada pada mouse. Caranya adalah dengan memilih objek yang ingin digandakan sambil terus ditekan tombol kiri pada mouse, kemudian klik tombol kanan pada mouse satu kali sampai terlihat icon kecil bertanda +, kemudian baru lepaskan tombol kiri pada mouse. Cara ini dapat dilakukan bersamaan dengan transformasi move maupun rotate.

(36)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Duplicate (ctrl + D)

Keuntugan dari duplicate adalah pada jarak yang dapat kita atur, selain itu juga duplicate ini dapat menyimpan perubahan / transformasi terakhir yang dilakukan setelah duplikasi. Sehingga sewaktu kita melakukan perintah duplicate kembali, maka hasil duplikasi yang didapatkan adalah duplikasi objek yang telah mengalami perubahan sesuai dengan perubahan terakhir. Adapun cara mengatur objek hasil duplicate adalah pada bagian property bar.

Ada pada property bar, berguna untuk mengatur pergeseran objek duplikat searah dengan sumbu x maupun sumbu y

(37)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Clone

Keuntungan dari clone adalah hasil objek hasil clone akan mengikuti perubahan yang dilakukan oleh objek aslinya. Jadi jika objek asli mengalami perubahan baik warna, ukuran maupun rotasi, maka secara otomatis hasil clone akan mengikuti perubahan tersebut.

Hal ini dapat dimanfaatkan jika kita memerlukan suatu bentuk yang simetris, kita dapat membuat setengah, meng-clone objek tersebut dan mendapatkan hasil yang simetris.

Tetapi selain dari kelebihannya itu, ada syarat yang harus di perhatikan agar hasil clone selalu mengikuti perubahan dari objek aslinya. Jangan pernah merubah property apapun dari objek hasil clone, karena sekali kita merubah property dari objek clone, maka objek clone ini dianggap telah berdiri sendiri, dan menjadi objek indipendent tanpa dibayangi oleh objek aslinya.

Cara clone adalah dengan memilih objek yang hendak diclone dan pilih dari menu edit – clone.

(38)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Contoh soal :

(39)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

BAB 3

Manipulasi Objek

3.1 Susunan objek / Arrange

Penyusunan objek ini berfungsi untuk mengatur objek dari urutan paling bawah sampai pada urutan bagian paling atas. Adapun susunan objek ini pertama kali tergantung dari urutan pembuatan objek. Jadi objek pertama yang dibuat akan menempati urutan paling bawah, dan seterusnya.

Hal seperti akan mempengaruhi objek mana yang akan terlihat / berada di bagian atas, jika ada beberapa objek yang saling menumpuk.

Untuk merubah urutan susunan objek, dapat kita lakukan lewat beberapa cara yang dapat diakses melalui menu arrange – order. Adapun keterangan dari setiap cara yang ada pada menu tersebut adalah :

(40)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 a. Bring to front (shift + pgup)  berguna untuk merubah urutan

objek menuju susunan objek yang paling atas.

b. Send to back (shift + pgdwn)  berguna untuk merubah urutan  objek menuju susunan objek yang paling bawah.

c. Forward one (ctrl + pgup)  berguna untuk merubah objek  terpilih menuju satu susunan diatasnya.

(41)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 d. Back one (ctrl + pgdwn)  berguna untuk merubah objek

terpilih menuju satu susunan dibawahnya.

e. In Front of  berguna untuk menentukan posisi objek terpilih diatas susunan objek yang menjadi tujuannya.

f. Behind  berguna untuk menentukan posisi objek terpilih  dibawah susunan objek yang menjadi tujuannya.

(42)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

3.2 Pengelompokan objek / Grouping Object

Untuk pengelompokan objek, berarti ada lebih dari satu objek yang kita pilih. Untuk melakukan pemilihan objek secara banyak (multi selecting), kita harus menekan tanda shift + klik pada objek yang ingin kita seleksi.

Setelah terdapat beberapa objek yang kita seleksi, maka selanjutnya baru kita bisa melakukan perintah group (ctrl + G), untuk melakukan pengelompokan objek. Keuntungan yang dapat kita dapatkan dari suatu grouping objects adalah bahwa kita tidak perlu lagi memilih setiap objek secara satu per satu, karena setiap pemilihan salah satu objek saja dari grouping objek, maka semua objek yang tergabung dalam satu kesatuan itu akan ikut terpilih juga.

Demikian juga jika kita mau melakukan transformasi terhadap objek group tersebut, maka transformasi tersebut akan berlaku untuk semua objek.

Untuk melakukan perubahan terhadap salah satu objek yang telah di group menjadi satu kesatuaan, kita tidak perlu memisahkannya terlebih dahulu. Tetapi kita dapat memilih salah satu objek tersebut dengan pick tool sambil menekan tombol alt pada keyboard.

Kemudian kita dapat memanipulasi objek tersebut seperti biasa, dan

Objek group yang di group lagi

Grouping 2 objek atau lebih

(43)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 objek tersebut setelah tidak kita pilih, tetap merupakan satu kesatuan group.

Sedangkan untuk memisahkan kembali objek yang telah di group, kita dapat melakukan perintah ungroup (ctrl +U). Jika suatu group objek, kita group lagi dengan objek lain, maka sewaktu kita hendak memisahkan kembali objek tersebut, ada dua pilihan ungroup yang dapat dilakukan.

Ungroup --> digunakan untuk memisahkan objek group sesuai dengan urutan group yang telah dilakukan

Ungroup all --> digunakan untuk memisahkan seluruh objek yang telah di group, walaupun sebelumnya telah dilakukan group objek secara berkali-kali.

Tanda objek group yang terseleksi.Berbeda dengan objek biasa yang

terpilih (tanda kotak), objek group yang terseleksi bertanda

lingkaran

ungroup

Ungroup all

(44)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

3.3 Pensejajaran objek / Align and Distribute

Pensejajaran ini berguna untuk mengatur antar 2 objek atau lebih.

Pensejajaran ini terbagi atas 2, yaitu :

a. Pensejajaran antar objek / Align

Hal ini berlaku untuk 2 objek atau lebih yang telah terpilih (bukan objek group). Untuk melakukan perintah align ini, dapat kita lakukan dengan cara manual lewat dialog box window, atau dengan short cut yang ada pada keyboard.

Adapun macam-macam align yang dapat kita lakukan :

1. Align Top (T) = mensejajarkan objek pada bagian atas objek, dimana objek terakhir yang dipilih menjadi patokan pensejajaran objek.

Tampilan icon align window dan pada property bar. Tampilan ini hanya akan muncul jika kita memilih dua atau lebih objek pada

(45)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 2. Align Center Horizontal (C) = mensejajarkan objek pada bagian tengah objek secara horizontal. Objek terakhir yang dipilih menjadi patokan dalam pensejajaran objek.

3. Align Bottom (B) = mensejajarkan objek pada bagian bawah objek, dimana objek terakhir yang dipilih menjadi patokan pensejajaran objek.

4. Align Left (L) = mensejajarkan objek pada bagian kiri objek, dimana objek terakhir yang dipilih menjadi patokan pensejajaran objek.

(46)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 5. Align Center Vertical (E) = mensejajarkan objek pada bagian tengah objek secara horizontal. Objek terakhir yang dipilih menjadi patokan dalam pensejajaran objek.

6. Align Right (R) = mensejajarkan objek pada bagian kanan objek, dimana objek terakhir yang dipilih menjadi patokan pensejajaran objek.

b. Pensejajaran jarak antar objek / Distribute

Hal ini berlaku untuk 3 objek atau lebih yang telah terpilih (bukan objek group). Untuk melakukan perintah distribute ini, kita hanya dapat lakukan dengan cara manual, yaitu lewat dialog box window distribute.

(47)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Adapun macam-macam distribute yang dapat kita lakukan :

1 Disribute Top = mensejajarkan jarak antar bagian atas objek, dimana objek terakhir yang dipilih menjadi patokan pensejajaran objek.

2 Distribute Center (horizontal) = mensejajarkan antar bagian tengah objek secara horisontal, dimana objek terakhir yang dipilih menjadi patokan pensejajaran objek.

3 Distribute Spacing (horizontal) = mensejajarkan jarak antar objek secara horisontal, jadi yang dihitung adalah jarak kosong antar

(48)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 objek. Dimana jarak yang dibagi adalah bagain objek terdepan dan terakhir / teratas dan terbawah.

4. Distribute Bottom = mensejajarkan antar bagian bawah objek, dimana objek terakhir yang dipilih menjadi patokan pensejajaran obj

ek.

5. Disribute Left = mensejajarkan jarak antar bagian kiri objek, dimana objek terakhir yang dipilih menjadi patokan pensejajaran objek.

(49)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 6. Distribute Center (vertical) = mensejajarkan antar bagian tengah objek secara vertikal, dimana objek terakhir yang dipilih menjadi patokan pensejajaran objek.

7. Distribute Spacing (vertical) = mensejajarkan jarak antar objek secara vertikal, jadi yang dihitung adalah jarak kosong antar objek.

Dimana jarak yang dibagi adalah bagain objek terdepan dan terakhir / teratas dan terbawah.

8. Distribute Right = mensejajarkan antar bagian bawah objek, dimana objek terakhir yang dipilih menjadi patokan pensejajaran objek.

(50)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

3.4 Editing antar objek (Weld, Trim, and Intersect)

Perintah-perintah ini berguna untuk melakukan perubahan terhadap suatu objek dengan bantuan objek lain. Untuk melakukan

perubahan ini, ada 2 cara yang dapat dilakukan, yaitu :

a. melalui icon yang ada pada bagian kanan property bar, dimana jika melakukan perubahan melalui icon ini, maka harus ada 2 objek atau lebih yang terpilih secara bersamaan. Dimana objek terakhir yang dipilih merupakan objek target.

b. melalui tool shaping yang ada pada bagian kanan bidang kerja.

Untuk menampilkan tool ini, kita dapat melakukannya lewat menu arrange – shaping. Adapun kelebihan yang dapat diperoleh jika kita melakukannya melalui tool ini, yaitu dengan adanya pilihan source objek dan target objek. Dimana jika kita menandai pilihan tersebut, maka objek yang ditandai tadi akan terlebih dahulu dibuat duplikasinya, baru dilakukan perubahan terhadap objek terpilih. Berbeda dengan menggunakan short cut, dalam penggunaan tool shaping ini, objek harus dipilih satu per satu.

(51)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 - Weld = berguna untuk menggabungkan 2 objek atau lebih menjadi satu kesatuan objek. Adapun warna hasil objek akan mengikuti warna objek target atau objek terakhir yang dipilih.

Weld

Trim

Intersect

Tampilan icon yang ada pada property bar. Ini merupakan short cut, dan

hanya akan muncul jika ada 2 objek atau lebih yang

terpilih.

Mengeluarkan tool window shaping pada interface Corel Draw.

Menu Arrange – Shaping.

(52)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 - Trim = berguna untuk mengurangi antara satu objek dengan objek yang lainnya. Hasil akhir yang akan dihasilkan tergantung sekali pada urutan pemilihan, atau pada target objek yang dipilih. Adapun warna hasil objek akan mengikuti objek target atau objek terakhir yang dipilih.

Objek 1 (source object) = kotak Objek 2 (target object) = lingkaran

Untuk hasil bagian atas

Objek 1 (source object) = kotak Objek 2 (target object) = lingkaran Untuk hasil bagian bawah

Objek 1 (source object) = lingkaran Objek 2 (target object) = kotak

(53)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 - Intersect = berguna untuk menghasilkan objek interseksi / perpotongan antara 2 atau lebih objek terpilih.

Warna hasil objek akan mengikuti objek target atau objek terakhir yang dipilih.

3.5 Penghapusan objek / Eraser

Berfungsi untuk menghapus objek, dimana dalam penghapusan suatu objek, dapat di atur besaran maupun bentuk dari penghapus.

- eraser thickness = berfungsi untuk mengatur besarnya penghapus yang hendak digunakan.

- auto reduce on eraser = berfungsi untuk memperhalus jumlah titik bila dilakukan penghapusan secara bebas.

- circle/square = berfungsi untuk merubah bentuk dari erase, antara lingkaran dan kotak.

Objek 1 (source object) = kotak Objek 2 (target object) = lingkaran

(54)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

3.6 Pemotongan objek / Knive

Berfungsi untuk memotong objek, baik itu merupakan objek standard maupun objek yang terbentuk dari path.

- leaves as one object = berfungsi untuk memotong objek, sehingga hasil potongan tersebut dapat berdiri sendiri sebagai suatu objek.

- auto close on cut = berfungsi untuk memotong objek, dimana hasil pemotongan objek tersebut, akan menghasilkan suatu objek tertutup.

Eraser thickness

Auto reduce on eraser

Circle / square

(55)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 Untuk mendapatkan potongan lurus, kita dapat melakukannya dengan klik + klik. Sedangkan untuk mendapatkan potongan bebas, kita harus melakukannya dengan klik + drag.

Suatu objek yang telah dilakukan operasi eraser ini, maka hasil objek tersebut secara otomatis akan menjadi suatu path / kurva. Jika kita hendak memisahkan objek yang telah “terpotong” oleh eraser ini, maka kita dapat melakukan dari menu arrange – separate.

Leaves as one object

Auto close on cut

Leaves as one object Auto close on cut

(56)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

3.7 Zooming

Berguna untuk memperbesar maupun memperkecil tampilan object.

Fasilitas ini akan sangat berguna dalam pekerjaan, terutama dalampengeditan suatu objek yang memerlukan detail yang baik.

Ada beberapa zoom yang ada dalam fasilitas corel draw ini, diantaranya adalah :

- zoom in (F2) = berguna untuk melakukan pembesaran pada bagian objek tertentu. Dapat dilakukan dengan mengaktifkan icon zoom tool dan klik kiri pada mouse. Atau kita dapat membuat suatu zoom window pada bagian tertentu yang hendak kita perbesar.

- zoom out (F3) = berguna untuk memperkecil gambar. Dapat dilakukan dengan klik kanan pada mouse jika kita aktif pada icon zoom tool.

- zoom 1:1 = berguna untuk menampilkan objek pada ukuran pixel sebenarnya.

- zoom in objek terpilih (shift = F2) = berguna untuk memperbesar pada objek terpilih saja. Hal ini dapat dilakukan dengan memilih icon yang terdapat pada property bar zoom.

- zoom out objek terpilih (F4) = berguna untuk menampilkan semua objek yang terdapat pada file tersebut.

- zoom pada bidang kerja (shift + F4) = berfungsi untuk memperlihatkan objek-objek yang hanya terdapat pada bidang kerja.

- zoom menurut lebar bidang kerja = berfungsi untuk menampilkan objek-objek sebesar ukuran lebar bidang kerja.

- zoom menurut tinggi bidang kerja = berfungsi untuk menampilkan objek-objek sebesar ukuran tinggi bidang kerja.

(57)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

Zoom Zoom In Zoom 1:1

Zoom objek terpilih

Zoom sepanjang

bidang kerja

Pan Zoom Out Zoom pada

bidang kerja

Zoom selebar bidang kerja

(58)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

BAB 4 KURVA / PATH

Merupakan suatu bentuk bebas yang dibuat dengan suatu garis bebas, dimana lebih dikenal dengan sebutan path / kurva. Adapun kurva yang dihasilkan nanti dapat berupa kurva terbuka maupun tertutup.

Untuk pembuatan kurva / path ini, dapat dilakukan dengan alat-alat yang telah disediakan, atau kita bisa mendapatkannya dari objek-objek standar yang telah kita pelajari sebelumnya. Dimna jika kita mengambil dari objek standar, maka objek tersebut harus kita rubah menjadi suatu path.

Cara merubah objek standar tadi menjadi suatu path adalah dengan melakukan perintah convert to curve (dari menu arrange – convert to curve), dengan short cut di keyboard ctrl + Q, maupun dengan menekan tanda icon yang muncul pada property bar. Sedangkan untuk mengedit suatu path / curve, kita harus menggunakan shape tool, dan icon-icon tambahan yang muncul pada property bar path.

Property bar untuk mengedit path / curve Icon convert to curve Convert

to curve melalui

menu arrange- convert to

curve

(59)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

4.1 Macam-macam path tool :

1. Freehand Tool

Digunakan untuk membuat suatu path bebas sesuai dengan gerakan mouse kita. Penggunaannya dengan klik dan drag mouse sesuai dengan keinginan.. Sambil menekan tombol shift dan memundurkan kembali gerakan mouse kita, maka garis yang telah kita buat sebelumnya akan terhapus kembali. Untuk garis bebas ini, maka hasil akhirnya akan dibuat kehalusan mengikuti settingan yang telah ditetapkan.

Untuk membuat garis lurus, maka yang harus kita lakukan adalah dengan menentukan titik awal dan titik akhir Untuk mendapatkan kepresisian dalam membuat garis lurus (sudut tertentu), maka dapat kita lakukan klik titik awal dan klik titik akhir sambil menekan tombol ctrl.

Jika kita telah selesai membuat suatu path, dan ingin melanjutkan kembali path kita, maka yang harus dilakukan pertama- tama adalah memilih path yang hendak kita sambung, kemudian dekatkan tanda mouse pada ujung yang hendak kita sambung sampai terlihat tanda seperti ini.

Klik pada titik tersebut dan lanjutkan penggambaran seperti biasa.

Klik dan Klik untuk mendapatkan garis lurus.

Klik dan Drag untuk mendapatkan garis bebas.

(60)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 2. Artistic Media Tool

Sesuai dengan namanya, maka tool ini berfungsi untuk membuat keindahan yang lebih bebas. Adapun macam-macam artistic tool ini adalah :

a. Preset artistic tool

Berfungsi untuk membuat suatu kurva tertutup dengan bentuk-bentuk standar yang telah disediakan dalam software corel. Adapun penggunaannya nanti disesuaikan dengan bentuk yang diiginkan dan kebutuhan.

Contoh gambar dengan preset artistic tool

(61)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 b. Brush artistic tool

Berguna untuk membuat objek artistic yang tetapi tetap

dianggap sebagai suatu path.

c. Sprayer artistic tool

Berguna untuk mengeluarkan bermacam-macam bentuk dalam sekali pembuatan. Untuk urutan dan model dapat kita atur lagi dari property bar yang telah disediakan.

Untuk membuat brush baru, kita dapat membuat terlebih dahulu bentuk yang diinginkan, kemudian pilih objek tersebut

dengan brush artistic tool dan simpan bentuk tersebut dengan menekan icon

disket pada bagian atas.

(62)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 d. Calligraphic artistic tool

Berguna untuk membuat path, seperti layaknya kita memakai pen caligrafi. Dimana untuk menentukan besar dan

Untuk pengeditan urutan sprayer

yang akan dikeluarkan, dapat

kita lakukan pada playlist sprayer.

Untuk memunculkan window ini, dapat dilakukan dengan

menekan icon playlist yang ada pada property bar

sprayer.

(63)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 derajat kemiringan dari path dapat kita lakukan pada property bar calligraphic tool.

e. Pressure artistic tool

Berfungsi hampir sama dengan freehand tool, namun pada pressure tool ini, objek dibuat kurva tertutup, dan mempunyai ketebalan yang dapat kita tentukan pada property bar pressure tool. Untuk memperbesar ketebalan dari path ini, kita dapat menekan tanda panah ke atas pada keyboard sambil terus menggambar bentuk yang kita inginkan. Sedangkan untuk memperkecil ketebalan path, kita dapat menekan tanda panah ke bawah pada keyboard.

Contoh pressure tool yang selalu mengalami perubahan ketebalan, dapat kita atar dengan menekan tanda panah ke atas maupun ke bawah pada keyboard.

(64)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 3. Dimension Tool

Berguna untuk memberikan keterangan ukuran pada gambar kita. Adapun macam-macam dimension tool yang ada adalah :

a. auto dimension tool = memberi ukuran secara vertical maupun horisontal

b. vertical dimension tool = memberi ukuran secara vertical c. horizontal dimension tool = memberi ukuran secara horizontal d. slanted dimension tool = memberi ukuran pada sisi miring e. callout tool = membuat garis untuk keterangan gambar

f. angular dimension tool = memberi ukuran sudut dari suatu objek

4. Connector Line

Berguna untuk membuat garis-garis penghubung, dapat digunakan pada penggambaran diagram.

(65)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002 5. Bezier tool

Berguna untuk pembuatan baik garis lurus maupun garis lengkung. Untuk pembuatan garis lurus, kita tentukan dengan titik awal, kemudian tentukan titik selanjutnya. Sedangkan untuk membuat garis lengkung yang harus kita lakukan adalah menentukan titik awal sambil ditarik (klik + drag) untuk mengeluarkan bezier yang berfungsi mengatur kelengkungan garis tersebut.

curve Line

(66)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

4.2 Pengeditan Path

Dalam pengeditan suatu path, kita harus menggunakan shape tool, dan pengeditan yang dilakukan haruslah melalui titik-titik yang ada pada path. Dalam pengeditan titik-titik, terutama dalam garis lengkung, kita akan dibantu oleh bezier, yaitu suatu “tangan” yang muncul untuk pengaturan kelengkungan suatu path. Jenis bezier pun nanti dapat dibedakan menjadi tiga macam, dan penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhannya.

Adapun icon-icon yang digunakan dalam pengeditan suatu path adalah :

1. add vertex  menambah titik kontrol pada path.

Cara-cara penambahan titik :

- klik pada garis yang hendak diberi titik baru hingga bertanda bintang (*), kemudian tekan icon add vertex.

- klik kanan pada garis yang hendak diberi titik baru, kemudian pilih add pada pilihan yang muncul

- double klik pada garis yang hendak diberi titik baru.

- untuk titik baru yang tepat diantara 2 titik lama, maka pertama kita harus memilih 2 titik lama terlebih dahulu, baru ditekan icon add vertex, atau tanda + pada keyboard.

1 3 5 7 9 11 13 15 17

2 4 6 8 10 12 14 16 18

(67)

BiNus Center Versi 1.0 Maret 2002

Referensi

Dokumen terkait

Menentukan kondisi operasi yang optimal (daya microwave , lama waktu ekstraksi, dan rasio antara bahan baku yang akan diekstrak dengan pelarut yang digunakan) dari

Bentuk proporsional modulasi delta-sigma merupakan kerapatan pulsa sehingga disebut juga PDM (Pulse Density Modulation), luaran pada proses delta-sigma akan

Dari berbagai data yang telah peneliti dapatkan di lapangan, selanjutnya peneliti menganalisis data tersebut untuk mengetahui efektifitas sistem asrama dalam membentuk

Selama proses GLS, peneliti melakukan pembelajaran dengan memberikan materi teknik pembelajaran menulis dan membaca kepada siswa, selanjutnya memberikan instrumen untuk

asetat, borneol, simen. Kina, damar, malam.. as. CI CINN NNAM AMOM OMI COR I CORTE TEX X..

Untuk dalem Yudaning- ratan yang tadinya sebagai bagian dari tiga buah dalem yang memanjang dari barat ke timur, hanya mempunyai satu seketeng yang memisahkan area publik dengan

Sistem distribusi ini berguna untuk menyalurkan tenaga listrik dari sumber daya listrik besar (Bulk Power Source) sampai ke konsumen. Jadi fungsi distribusi tenaga