PERLINDUNGAN HUKUM BAGI SUAMI ISTERI DALAM PELAKSANAAN PERJANJIAN PERKAWINAN MENURUT HUKUM ISLAM
Teks penuh
Dokumen terkait
Isi dari perjanjian perkawinan itu sendiri jika dilihat dalam ketentuan KUHPerdata, hanya sebatas mengatur mengenai harta kekayaan, tetapi jika di dalam Undang
apabila isteri yang ditinggalkan tidak mempunyai anak dari perkawinan tersebut. maka harta peninggalan suami untuk isteri diserahkan kepada
Perjanjian Perkawinan Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Bahwa mulai saat perkawinan dilangsungkan demi hukum berlaku persatuan bulat antara harta kekayaan suami
Jadi dapat penulis simpulkan bahwa pengertian perjanjian perkawinan adalah perjanjian yang dibuat oleh calon suami isteri sebelum atau pada saat dilangsungkan
Dalam perjanjian perkawinan agar dapat mengikat bagi pihak ketiga maka perjanjian perkawinan tersebut harus disahkan oleh pegawai pencatatan perkawinan, hal ini sesuai
Pasal 119 telah jelas menyebutkan bahwa menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata dalam perkawinan secara otomatis terjadi persatuan bulat harta kekayaan seketika
KUHPerdata mengatur pengecualian terhadap ketentuan tentang persatuan bulat harta kekayaan perkawinan, yaitu bilamana terdapat hubungan sangat pribadi antara
Penelitian ini mengkaji ulang pengaturan hukum harta perkawinan di Indonesia dan mengungkapkan akibat hukum harta perkawinan jika terjadi kepailitan suami/istri tanpa adanya perjanjian