• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di PAUD Al-Anfall di Desa Ambara dengan fokus

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB III METODE PENELITIAN. Penelitian ini dilakukan di PAUD Al-Anfall di Desa Ambara dengan fokus"

Copied!
11
0
0

Teks penuh

(1)

39 3.1 Latar Penelitian

3.1.1 Tempat penelitian

Penelitian ini dilakukan di PAUD Al-Anfall di Desa Ambara dengan fokus penelitian adalah seluruh aspek yang berkaitan dengan partisiasi orang tua dalam penyelenggaraan program ”Kelompok Bermain” di PAUD Al-Anfal 1 Desa Ambara. Sedangkan yang menjadi subyek dalam penelitian ini adalah orang tua peserta didik serta orangtua yang memiliki anak dengan usia 3-6 tahun.

Penelitian ini menggambarkan minimnya partisipasi orang tua terhadap program Kelompok Bermain. Berdasarkan observasi awal di temukan bahwa minimnya partisipasi orang tua ditandai dengan: (1) Tidak seimbangnya jumlah anak partisipasi sekolah dengan jumlah anak yang terdaftar di Kelompok Bermain atau dari 57 jumlah anak usia dini di desa ini, tercatat hanya 21 anak yang ikut pada program PAUD yang tersebar di dua lembaga PAUD yang ada (Cacah Jiwa Desa Ambara tahun 2013). (2) Kurangnya kontribusi orang tua terhadap program Kelompok Bermain baik dalam bentuk pemikiran, tenaga, maupun dana. Kondisi ini nampak ketika ada kegiatan ekstrakorikuler anak di luar jam pelajaran, pendidik mengalami kesulitan dalam mempoeroleh dana. (3) Sulitnya pendidik untuk menjalin komuniksi dengan orang tua siswa ketika anak mengalami kesulitan dalam belajarnya karena yang menjaga anaknya hanya pengasuh, saudara atau orang lain yang tidak bertanggung jawab terhadap pendidikan anak.

Orang tua tidak pernah berkunjung ke PAUD dalam mengontrol kegitan belajar

(2)

anak (4) Kurangnya motivasi, kepedulian dan tanggung jawab orang tua dalam meningkatkan pengembangan potensi anak, seperti memberikan reword ketika anak berprestasi ataupun membangkitkan minat belajar ketika anak malas ke sekolah (Kelompk Bermain).

Faktor ekonomi serta rendahnya pendidikan orang tua yang ditandai pola pikir sederhana dan rendahnya kebutuhan informasi yang bermutu merupakan indikator penyebab minimnya partisipasi orang tua terhadap program Kelompok Bermain. Ataukah ada hal-hal lain yang berpengaruh pada rendahnya partisipasi orang tua terhadap Kelompok Bermain.

Adapun alasan pemilihan lokasi tersebut adalah : 1. Lokasi sangat mendukung

2. Banyaknya anak usia dini yang tidak dikutkan dalam program PAUD.

3. Banyaknya orang tua yang kawin usia muda, sehingga tidak begitu paham akan arti pendidikan anak usia dini.

3.1.2 Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan selama 3 bulan yaitu bulan September 2013 sampai bulan November 2013 yang dimulai sejak dari persiapan: (a) Pra Lapangan (dalam bentuk penyusunan rancangan penelitian, memilih lapangan penelitian, penyelesaian perizinan, (b) Pelaksanaan penelitian dalam bentuk pengumpulan data dan analisis data, dan (c) Penyusunan laporan penelitian dalam bentuk skripsi.

(3)

3.2 Pendekatan dan Jenis Penelitian

Adapun jenis penelitian yang digunakan adalah menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Yaitu prosedur penelitian yang menghasilkan data deskriptif berupa kata-kata tertulis atau lisan dari orang-orang dan prilaku yang diamati.

Pendekatan diarahkan pada orangtua siswa secara holistik atau utuh. Jadi dalam hal ini antara presepsi orangtua dan program kelompok bermain tidak disosialisasikan ke dalam variabel atau hipotesis tetapi dipandang sebagai bagian dari suatu keutuhan (Moleong, 2003: 14).

3.3 Kehadiran Peneliti

Pada penelitian kualitatif, peneliti adalah pengumpul data dalam penelitian.

Sehingganya, kehadiran peneliti sedapat mungkin tidak memberikan perubahan pada latar penelitian. Peneliti bertindak sebagai pengamat partisipan dalam penelitian, yang statusnya diketahui oleh subyek/informan.

Moleong (2001: 25) mengemukakan bahwa penelitian kualitatif berusaha berinteraksi dengan subyek penelitiannya secara alamiah, tidak menonjol dan dengan cara yang tidak memaksa. Diupayakan kehadiran peneliti menyebabkan tindakan dan cara para subyek penelitian menjadi berubah.

3.4 Data dan Sumber Data 3.4.1 Data

Data yang diperlukan dalam penelitian ini adalah aspek-aspek yang berkaitan dengan partisipasi orang tua terhadap program Kelompok Bermain di

(4)

desa Ambara yang mencakup focus penelitian meliputi: bentuk-bentuk partisipasi orang tua terhadap Program Kelompok Bermain.

3.4.2 Sumber Data

Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah berupa orang (informan) yang diwawancarai, sedangkan peristiwa, hal atau situasi dilakukan dengan observasi. Untuk memperoleh data yang akurat dalam penelitian ini, dirasa perlu menetapkan informan sebagai sumber data yaitu: (1) Pendidik/Tutor (2) orangtua siswa (3) pengelola, (4) Penilik PAUD.

3.5 Prosedur Pengumpulan Data

Untuk pengumpulan data dalam penelitian ini, peneliti menggunakan beberapa teknik sebagai berikut:

1. Observasi (Pengamatan)

Data yang diperoleh melalui observasi dimaksudkan untuk memperoleh data berupa deskripsi yang factual dari lapangan penelitian dan memiliki manfaat yang sangat mendukung terhadap suatu hasil penelitian. Hal yang peneliti observasi di lapangan adalah kegiatan pembelajaran di Kelompok Bermain, komunikasi orang tua dengan pendidik, partisipasi orang tua dalam program Kelompok Bermain.

Teknik obsevasi yang dilakukan dalam penelitian ini adalah observasi berperan pasif, artinya peneliti mendatangi peristiwanya, dan tidak berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Peneliti selalu berada dan bergabung diantara subjek, dan tidak berperan aktif dalam kegiatan tersebut. Dari hasil pengamatan yang dilakukan peneliti membuat catatan lapangan. Catatan lapangan disusun

(5)

berdasarkan apa yang dilihat, didengar, dialami, dan dipikirkan peneliti selama berlangsungnya pengumpulan data serta dilakukan refleksi data dan informasi.

Semua catatan lapangan dibuat dan mengacu pada prinsip: (a) Prinsip identifikasi bahasa, yaitu mengidentifikasi bentuk bahasa yang digunakan, (b) Prinsip Verbalisme, yaitu membuat ucapan atau perkataan sebagaimana yang diucapkan pelakunya, dan (c) prinsip konkrit, yaitu menggunakan bahasa konkrit, tidak hanya memberi nama pada suatu tindakan.

2. Wawancara

Wawancara adalah percakapan yang dilakukan dengan maksud tertentu, dimana pewawancara mengajukan pertanyaan tertentu dan yang diwawancarai memberikan jawaban atas pertanyaan itu. Menurut Nasution (1996: 73), bahwa

“Tujuan wawancara untuk mengetahui apa yang terkandung dalam pikiran orang

lain, yaitu hal-hal yang tidak dapat diketahui melalui observasi”.

Wawancara dilakukan untuk mengetahui dan mengkaji aspek yang menjadi focus dalam bahasan dan rumusan masalah, dan memungkinkan aspek- aspek yang belum dirumuskan. Dalam penelitian ini dilakukan dua bentuk wawancara, yaitu: (1) Wawancara terstruktur dengan menggunakan pedoman wawancara, dan (2) Wawancara bebas yakni wawancara dilakukan tanpa daftar pertanyaan. Hal ini dimaksudkan untuk menciptakan hubungan yang akrab dan harmonis, serta diharapkan dapat memberikan kebebasan dan ketentraman dalam membe-berkan permasalahan. Peneliti tidak menggunakan alat untuk merekam hasil wawancara, peneliti hanya menggunakan alat tulis untuk menulis bagian- bagian penting saja.

(6)

Wawancara dilakukan melalui teknik bola salju (snow ball), yakni peneliti datang pada salah seorang responden dan hasil wawancara dicatat dan direkam oleh peneliti, selanjutnya peneliti meminta kepada informan lain yang dapat memberi informasi tentang masalah yang sama.

3. Proses Pencatatan (Perekaman Data)

Untuk memudahkan dalam melakukan analisa data, penulis menggunakan prosedur sebagai berikut:

1 Pencatatan data dilakukan dalam format catatan lapangan (CL) yang dilaku- kan melalui tahap-tahap:

a. Pencatatan awal, yakni melakukan pencatatan selama pengamatan.

b. Perluasan yang merupakan bentuk catatan lapangan yang terdiri dari catatan deskriptif dan reflektif yang merupakan tanggapan pengamat perbaikan.

2 Membuat petunjuk tertentu (coding), yaitu:

1) CL = Catatan Lapangan 2) H = Halaman

3) O = Observasi 4) W = Wawancara

Disamping itu, dibuat kode-kode khusus dalam bentuk angka untuk membedakan berbagai macam jenis data yang diperoleh dari catatan lapangan, baik catatan lapangan wawancara maupun catatan lapangan poengamatan.

(7)

3. Memilih alat yang mudah digunakan dalam mengumpulkan data seperti:

notes, pensil/ballpoint, maupun alat pemotret untuk digunakan untuk mengambil gambar situasi.

3.6 Analisis Data

Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif, yaitu analisisnya di mulai dengan menelaah dan mengkaji seluruh data yang diperoleh dari berbagai sumber yang terkait. Menurut Moleong (1991: 288) secara umum proses analisis data mencakup: reduksi data, kategortisasi data, sintesiasi, dan diakhiri dengan menyusun hipotesis kerja.

1) Reduksi data.

Reduksi data yaitu proses pemilihan data kasar dan masih mentah yang berlangsung terus menerus selama penelitian berlangsung melalui tahapan pembuatan ringkasan, memberi kode, menelusuri tema, dan menyusun ringkasan.

Tahap reduksi data yang dilakukan peneliti adalah menelaah secara keseluruhan data yang dihimpun dari lapangan mengenai partisipasi orang tua terhadap Program Kelompok Bermain di PAUD Al-Anfal1 desa Ambara Kecamatan Bongomeme, kemudian memilah-milahnya ke dalam kategori tertentu.

Analisis data yang arul reduksi dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut, pertama-tama setiap selesai dilakukan berapa kali pengumpulan data, semua catatan lapangan dibaca, dipahami, dan lalu dibuat ringkasannya, ringkasan tersebut oleh selembar kertas yang berisi uraian singkat hasil penelaah terhadap semua catatan lapangan, pemfokusan dan penjawaban terhadap setiap rumusan masalah penelitian. Selanjutnya begitu data yang diperlukan telah selesai

(8)

dikumpulkan dan penulis telah meninggalkan lapangan penelitian semua catatan lapangan yang dibuat selama pengumpulan data dianalisis lebih lanjut secara lebih intensif, penganalisaan yang demikian dapat disebut dengan analisa setelah pengumpulan data.

2) Penyajian Data

Seperangkat hasil reduksi data kemudian diorganisasikan ke dalam bentuk matriks (display data) sehingga terlihat gambarannya secara lebih utuh. Penyajian data dilakukan dengan cara penyampaian informasi berdasarkan data yang dimiliki dan disusun secara runtut dan baik dalam bentuk naratif, sehingga mudah dipahami. Dalam tahap ini peneliti membuat rangkuman secara deskriptif dan sistematis sehingga tema sentral yaitu partisipasi orang tua terhadap Program Kelompok Bermain di PAUD Al-Anfal1 desa Ambara Kecamatan Bongomeme dapat diketahui dengan mudah. Disini peneliti membuat teks naratif yang mempunyai suatu kesatuan berdasarkan data yang ditemukan serta terseleksi dilapangan. Penyajian data yang dimaksud untuk menemukan pola-pola yang bermakna serta memberikan kemungkinan adanya penarikan kesimpulan dan pengambilan tindakan. Penyajian dalam penelitian ini juga dimaksudkan untuk menemukan suatu makna dari data-data yang telah diperoleh, kemudian disusun secara sistematis, dari bentuk informasi yang kompleks menjadi sederhana namun selektif. Penyajian data akan disajikan dalam bentuk naratif, sesuai dengan fokus penelitian.

(9)

3) Penarikan kesimpulan

Verifikasi data penelitian yaitu menarik simpulan berdasarkan data yang diperoleh dari berbagai sumber, kemudian peneliti mengambil simpulan yang bersifat sementara sambil mencari data pendukung atau menolak simpulan. Pada tahap ini, peneliti melakukan pengkajian tentang simpulan yang telah diambil dengan data pembanding teori tertentu. Pengujian ini dimaksudkan untuk melihat kebenaran hasil analisis yang melahirkan simpulan yang dapat dipercaya.

3.7 Pengecekan Keabsahan Data

Pengecekan keabsahan data merupakan konsep penting dalam jenis penelitian kualitatif. Adapun teknik yang digunakan peneliti untuk memperoleh hasil yang maksimal dalam pengecekan keabsahan data yaitu:

1. Memperpanjang kehadiran peneliti di lokasi penelitian sehingga dapat mengamati dengan teliti seluruh kegiatan dilokasi penelitian.

2. Observasi yang mendalam terhadap aspek-aspek yang terkait.

3. Trianggulasi mengecek keabsahan data yang sudah ada pada sumber atau responden lain dengan cara dan waktu yang lain.

4. Mencek keabsahan data yaitu, mengkonfirmasikan kembali yang pernah diwawancari terhadap keterangan-keterangan atau data yang telah diberikan pada waktu lalu.

Pada tahap mencek keabsahan data ini, kegiatan yang seyogyanya dilakukan oleh peneliltian adalah:

a. Merangkum hasil analisis data yang dibuat dlan bentuk laporan (draf).

(10)

b. Mengadakan serta memberikan laporan hasil analisis responden untuk dikaji kembali sesuai dengan data dan informasi yang diberikan.

c. Memperbaiki kembali mengenai kekeliruan hasil koreksi dari informan.

d. Hasil perbaikan tersebut dikonsultasikan kembali pada dosen pembimbing sampai akhirnya mendapat pengarahan.

3.8 Tahap-tahap Penelitian

Dalam penelitian ini ditempuh beberapa tahapan sebagai berikut:

1. Pra penelitian

Dalam tahapan ini dilakukan upaya persiapan-persiapan termasuk di dalamnya penelitian awal yang akan menentukan dapat tidaknya penelitian pada lokasi ini dilakukan, termasuk penyusunan proposal penelitian yang seluruhnya dilakukan dengan menggunakan pedoman penulisan yang berlaku.

Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan mencakup:

a. Mengkaji mengamati situasi dan kondisi dan keadaan nyata pada objek lapangan.

b. Mengkaji dan menganalisis permasalahan umum dan spesifik pada lingkungan objek penelitian.

c. Membaca dan mencari literature yang relevan dan menunjang masalah penelitian.

2. Penelitian

Tahapan penelitian sesungguhnya dilakukan setelah penelitian awal dan proposal penelitian dapat diterima untuk diajukan sebagai suatu karya penelitian.

Pada tahap ini kegiatan-kegiatan yang dilakukan mencakup:

(11)

a. Mengadakan wawancara sesuai dengan pertanyaan penelitian.

b. Mencatat dan memberikan informasi yang disampaikan responden dengan menggunakan alat bantu seperti buku catatan dan kamera digital.

c. Menganalisis dan menginterprestasi data hasil wawancara atau pengamatan d. Membuat catatan sementara hasil penelitian yang merupakan hasil penelitian

yang merupakan hasil konsultasi dengan dosen pembimbing.

3. Penulisan laporan hasil Penelitian

Tahapan akhir dalam penelitian ini adalah penulisan laporan penelitian yang keseluruhannya didasarkan pada sistimatikan penulisan karya ilmiah yang dikeluarkan resmi oleh Universitas Negeri Gorontalo

Referensi

Dokumen terkait

Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar dan keberanian

Simple Pay 0% untuk 3, 6 & 12 bulan Minimum transaksi Rp.1.000.000,- Berlaku di seluruh outlet ORISKIN Berlaku untuk PermataKartuKredit Berlaku hingga 31 Mei 2018 Moira Beauty

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan aplikasi web berbasis crowdfunding pada modul pemohon beasiswa yang berfokus pada proses pengajuan beasiswa yang

Penelitian pengembangan media maket Tulungagung’s Arts ini dilatar belakangi oleh permasalah yang ada di SDN 02 Ngranti pada kelas 4 yaitu proses pembelajaran yang hanya

 Dari dalam negeri, pasar masih menunggu hasil kepu- tusan Bank Indonesia mengenai kebijakan suku bunga Bank Indonesia 7day (Reverse) Repo Rate yang saat ini berada di

memenuhi syarat ketuntasan belajar klasikal yaitu 85 % dari jumlah siswa yang mencapai nilai minimal 75. 4) Masih ada 7 siswa (25%) yang tergolong masih sulit melakukan

Ketika pendidik akan memilih media yang akan digunakan di dalam pembelajaran ada dua bentuk pemilihan yang mungkin terjadi: Pertama, pemilihan tertutup, hal dilakukan

Verifikator PPK melakukan pengecekan dan penilaian terhadap keabsahan peserta Jamkesmas yang telah dilegalisasi oleh PT Askes dalam bentuk Surat Keabsahan Peserta (SKP). Peserta