40 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Hasil Penelitian
1. Tahap Analisis Kebutuhan (Analysis)
Pada tahap analisis kebutuhan dilakukan dua langkah yakni wawancara dan analisis kebutuhan. Tujuan dari tahap analisis kebutuhan ini adalah untuk mengetahui kondisi pembelajaran fisika SMA, dan untuk mengumpulkan informasi mengenai kebutuhan pembelajaran fisika di dalam kelas. Adapun penelitian pengembangan modul pembelajaran elektronik menggunakan software Sigil telah dilakukan oleh Anggri Sekar (2016) dan Muzanip Alperi (2019) dengan dengan keduanya memiliki hasil tujuan penelitian yang positif. Kedua penelitian tersebut menyatakan bahwa modul pembelajaran elektronik yang dikembangkan menggunakan software Sigil termasuk dalam kategori sangat layak, dapat digunakan dalam proses pembelajaran, dan dapat mengembangkan sifat kemandirian siswa.
Tahap-tahap analisis kebutuhan yang dilakukan adalah sebagai berikut:
a. Tahap Wawancaara
Tahap wawancara dilakukan untuk mengetahui kondisi pelaksanaan pembeajaran fiiska di tiap-tiap sekolah. Wawancara dilakukan kepada guru dan siswa.
1) Wawancara Guru
Pada tahap ini, dilakukan wawancara terhadap tiga orang guru fisika, dengan rincian yakni satu orang guru fisika dari SMAN 1 Surakarta, satu orang guru fisika dari SMAN 1 Kartasura, dan satu orang guru dari SMAN 8 Surakarta. Wawancara dilaksanakan secara tatap muka di sekolah dan rumah guru masing-masing. Wawancara dilaksanakan pada tanggal 25 – 26 Januari 2021. Data hasil wawancara guru dapat dilihat pada Lampiran 2.
commit to user
Dalam pelaksanaannya, peneliti menanyakan enam buah pertanyaan terbuka (open-ended question) kepada masing-masing guru, sehingga guru memiliki ruang untuk memberi penjelasan lebih rinci terkait kondisi pembelajaran di sekolah masing-masing.
Melalui wawancara yang telah dilakukan, didapatkan hasil sebagai berikut:
a) Guru telah memanfaatkan komputer atau smartphone dalam proses pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa ketiga sekolah tujuan penelitian telah melek teknologi dengan memanfaatkan gadget dalam proses pembelajaran sehari-hari.
b) Guru telah memanfaatkan internet untuk mencari sumber belajar.
Selain memanfaatkan gadget, guru di sekolah tujuan penelitian juga telah memanfaatkan kemajuan teknologi dengan menggunakan internet untuk mencari referensi pembelajaran.
Dari kedua pertanyaan yang telah dipaparkan, sekolah tujuan penelitian dinilai telah siap untuk penggunaan modul pembelajaran elektronik dalam proses pembelajaran.
c) Modul elektronik dinilai mampu menjadi pendamping dalam pelakasanaan pembelajaran fisika. Modul elektronik dapat menjadi salah satu solusi menjembatani guru dan siswa dalam proses pembelajaran jarak jauh, di mana tidak diperlukan adanya tatap muka antara guru dengan murid. Guru fisika kelas XI SMAN 8 Surakarta menambahkan bahwa modul pembelajaran yang akan digunakan haruslah dipilih dengan selektif, terlebih terkait dengan konsep fisika dan aplikasi matematisnya.
d) Penggunaan gambar, video, animasi, maupun simulasi komputer dalam pembelajaran fisika sangatlah penting untuk memberikan penjelasan dari konsep fisika yang ditanamkan pada siswa.
Selain itu, kesalahan penafsiran juga dapat dihindari dengan commit to user
bantuan penggunaan gambar, video, animasi, maupun simulasi komputer yang tepat dan sesuai dengan konsep fisika.
e) Modul pembelajaran elektronik haruslah dilengkapi dengan aktivitas yang membantu siswa dalam memahami konsep fisika.
Diantaranya adalah gambar penjelas, soal-soal beserta pembahasan yang sesuai dengan indikator pembelajaran, kegiatan diskusi, problem solving serta contoh aplikasi konsep yang diajarkan dalam kehidupan sehari-hari, pre-test, serta praktek mandiri. Penggunaan kalimat sapaan, kalimat puujian, informasi alokasi waktu belajar juga dibutuhkan dalam modul pembelajaran elektronik fisika.
f) Tahap evaluasi perlu ditayangkan pada setiap sub materi, kemudian di akhir bab juga perlu ditambahkan soal evaluasi untuk mengetahui ketercapaian siswa dalam memahami konsep fisika yang sedang dipelajari.
2) Wawancara Siswa
Tahap wawancara siswa dilaksanakan untuk mengetahui secara garis besar kondisi pembelajaran fisika di kelas masing-masing.
Wawancara dilakukan kepada tiga orang siswa dari sekolah tujuan penelitian, dengan masing-masing satu orang siswa dari tiap sekolah.
Wawancara dilaksanakan pada tanggal 27 Januari 2021 menggunakan angket yang disebarkan secara online melalui pesan WhatsApp. Data hasil wawancara siswa dapat dilihat pada Lampiran 3.
Pada pembelajaran fisika di kelas, siswa sudah memanfaatkan internet guna mencari sumber belajar tambahan dalam belajar. Akan tetapi siswa tetap menggunakan buku teks sebagai sumber belajar utama. Terdapat pandangan yang berbeda terkait buku teks yang mereka gunakan. Di SMAN 1 Surakarta dan SMAN 1 Kartasura,
commit to user
siswa merasa buku teks yang digunakan sudah cukup baik menjelaskan materi ajar, namun siswa di SMAN 8 Surakarta menyatakan bahwa siswa sering kesulitan memahami rumusan matematis yang dijabarkan dalam buku teks yang mereka gunakan, sehingga memerlukan penjelasan dari guru fisika siswa.
Sebagai pendamping buku teks yang mereka gunakan, siswa menyambut baik digunakannya modul pembelajaran elektronik dalam pembelajaran fisika. Siswa menginginkan adanya gambar, video, dan animasi yang menarik dengan hadirnya modul pembelajaran elektronik. Menurut siswa, dalam modul pembelajaran juga perlu ditayangkan latihan soal dan soal-soal evaluasi guna menguji kemampuan siswa setelah belajar.
b. Tahap Analisis Kebutuhan
Setelah mengetahui kondisi pembelajaran fisika di sekolah tujuan penelitian, selanjutnya dilakukan analisis kebutuhan. Analisis kebutuhan dilakukan juga kepada guru dan siswa.
1) Analisis Kebutuhan Guru
Analisis kebutuhan guru dilakukan dengan memberikan kuisioner kepada guru untuk kemudian diberi opsi jawaban “Ya” dan “Tidak”.
Tahapan ini dilaksanakan secara tatap muka pada tanggal 25-26 Januari 2021. Responden dari analisis kebutuhan guru adalah tiga orang guru fisika dari tiga sekolah berbeda, yakni SMAN 1 Surakarta, SMAN 1 Kartasura, dan SMAN 8 Surakarta. Data hasil analisis kebutuhan guru dapat dilihat pada Lampiran 4.
Dalam proses pembelajaran fisika di sekolah, guru menggunakan buku teks sebagai sumber belajar dalam menjelaskan konsep fisika.
Buku yang digunakan tidak hanya satu, sehingga apabila terdapat kekurangan dalam satu buku makan buku yang lain dapat melengkapi. Penggunaan media pembelajaran di kelas juga sudah
commit to user
dioptimalkan oleh guru. Media pembelajaran yang digunakan berupa video, dan presentasi power point. Sejalan dengan penggunaan media pembelajaran, internet juga sudah dimanfaatkan oleh guu dalam menjelaskan konsep fisika. Siswa biasa diarahkan untuk mencari video pembelajaran di YouTube dan contoh soal di Fisika Study Center untuk pendalaman materi.
Terdapat perbedaan pada penggunaan modul pembelajaran di dalam proses pembelajaran. di SMAN 8 Surakarta, pembelajaran memanfaatkan buku teks dan video pembelajaran sehingga tidak menggunakan modul pembelajaran. Sedangkan di SMAN 1 Surakarta dan SMAN 1 Kartasura, modul pembelajaran sudah digunakan untuk mendampingi proses belajar siswa. Akan tetapi, dalam proses pembelajaran di masa mendatang, ketiga guru setuju untuk menggunakan modul pembelajaran, terlebih di tengah berkembangnya sistem pembelajaran jarak jauh.
Selama menjadi guru fisika, guru pernah membuat modul pembelajaran cetak, dan memiliki ketertarikan pada modul pembelajaran elektronik, khususnya pada pelajaran fisika. Hal ini ditunjukkan dengan kesepahaman ketiganya untuk memvisualisasikan konsep fisika dalam bentuk gambar, video, animasi, maupun simulasi komputer. Selain itu, ketiga guru juga tertarik untuk menggunakan modul pembelajaran elektronik meskipun belum pernah menggunakan sebelumnya.
2) Analsisis Kebutuhan Siswa
Tahap analisis kebutuhan siswa dilaksanakan secara online dengan cara mengisi angket dalam google form yang berisi kuisioner analisis kebutuhan siswa. Pengisian angket dilaksanakan pada tanggal 28 – 29 Januari 2021 dengan jumlah siswa 30 orang. Dari tiap-tiap sekolah tujuan penelitian diambil data dari 10 orang siswa
commit to user
untuk analisis kebutuhan. Data hasil analisis kebutuhan siswa dapat dilihat pada Lampiran 5.
Sumber belajar siswa dalam mempelajari fisika adalah buku teks, dan siswa merasa konsep fisika yang dijelaskan di dalam buku teks cukup jelas bila dengan pendampingan guru. Dalam menyampaikan konsep fisika, siswa menyatakan bahwa guru mereka telah menggunakan media pembelajarn seperti video ataupun presentasi menggunakan power point.
Bersasarkan data yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa dalam proses pembelajaran fisika, siswa di ketiga sekolah telah mengikuti perkembangan zaman. Hal ini ditunjukkan dengan aktivitas belajar siswa yang memanfaatkan internet untuk mencari sumber belajar tambahan. Oleh karena siswa telah terbiasa menggunakan internet, siswa menyetujui penggunaan gambar, video, animasi, dan simulasi komputer sebagai sarana untuk memvisualisasikan konsep fisika dalam proses pembelajaran. Siswa menyatakan tertarik dengan penggunaan modul pembelajaran elektronik pada materi fisika, dan hanya tiga orang siswa yang menyatakan tidak setuju dengan penayangan latihan soal di dalam modul pembelajaran elektronik.
2. Tahap Perancangan (Design)
Proses penyusunan modul pembelajaran elektronik dibagi menjadi dua bagian, yakni penyusunan desain modul pembelajaran elektronik dan penyusunan materi modul pembelajaran elektronik.
a) Tahap Persiapan
Pada tahap persiapan, dilakukan penyusunan modul pembelajaran elektronik, dilakukan penyusunan peta konsep dan peta kompetensi.
Setelah peta konsep dan peta kompetensi tersusun, dilakukan penyusunan materi ajar yakni Keseimbangan dan Dinamika Rotasi.
commit to user
b) Tahap Pembuatan
Dalam proses pembuatan modul pembelajaran elektronik yang sesuai dengan perkembangan intelektual siswa, dibutuhkan perangkat lunak (software) untuk proses pengembangan modul. Software utama untuk mengembangkan modul pembelajaran elektronik yang sedang dikembangkan adalah Sea Digital Learning (Sigil). Sigil digunakan utamanya untuk menyunting dan menyesuaikan format modul pembelajaran sesuai dengan kebutuhan. Dalam penyusunannya, digunakan berbagai software penunjang untuk meningkatkan kualitas modul pembelajaran elektronik, di antaranya:
1) Pembuatan Konten Video dalam Modul Pembelajaran Elektronik Menggunakan Aplikasi Adobe Premiere CS 6,
2) Pembuatan Cover Modul Pembelajaran Elektronik Menggunakan Aplikasi Canva,
3) Penyusunan Materi Pembelajaran Keseimbangan dan Dinamika Rotasi Menggunakan Aplikasi Microsoft Word 2010,
4) Penyusuanan Modul Pembelajaran Elektronik Keseimbangan dan Dinamika Rotasi dengan Aplikasi Sigil,
5) Membuka Modul Elektronik dengan Format e-pub di Aplikasi Readium.
c) Tahap Penyelesaian
Pada tahap penyelesaian, dilakukan validasi dan penilaian modul pembelajaran elektrnoik yang telah tersusun. Modul pembelajaran elektronik yang dikembangkan memiliki substansi sebagai berikut:
1) Materi yang dijelaskan dalam modul pembelajaran elektronik adalah Keseimbangan dan Dinamika Rotasi. Dalam silabus fisika SMA tahun 2016 edisi revisi, materi Keseimbangan dan Dinamika Rotasi diberikan kepada siswa di kelas XI semester gasal. Materi pembelajaran yang disampaikan adalah
commit to user
(a) Momen Gaya, (b) Momen Inersia,
(c) Keseimbangan Benda Tegar, (d) Titik Berat, dan
(e) Hukum Kekekalan Momentum Sudut pada Gerak Rotasi.
2) Latar tayangan yang digunakan dalam penyusunan modul pembelajaran elektronik adalah pendekatan saintifik. Pendekatan saintifik memiliki lima tahapan pembelajaran (5M) yakni mengamati, menanya, mengumpulkan informasi, mengolah informasi, dan mengomunikasi. Kelima tahapan ini kemudian dituangkan dalam kegiatan dalam modul pembelajaran elektronik yang dikembangkan, yakni:
(a) Kegiatan Mengamati
Pada kegiatan mengamati, siswa akan diberikan tayangan video fenomena alam yang berkaitan dengan materi ajar.
(b) Kegiatan Menanya
Setelah mengamati video fenomena alam yang berkaitan dengan materi ajar, siswa diberi ruang untuk memberikan pertanyaan terkait dengan fenomena yang ditayangkan. Untuk memberikan stimulus, di dalam modul pembelajaran elektronik juga diberikan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan video fenomena alam.
(c) Kegiatan Mengumpulkan informasi
Pada kegiatan mengumpulkan informasi, siswa akan berdiskusi untuk mengisi lembar diskusi siswa yang bertujuan untuk merumuskan konsep dari materi ajar.
commit to user
(d) Kegiatan Mengolah Informasi
Setelah melakukan diskusi, siswa akan diminta untuk menyusun kesimpulan dari informasi-informasi yang telah mereka dapatkan.
(e) Kegiatan Mengomunikasi
Siswa akan diminta untuk menyampaikan hasil diskusi mereka di depan kelas.
3) Modul pembelajaran elektronik memuat substansi yang mendukung proses pembelajaran, diantaranya:
(a) Peta Konsep
Peta konsep berisi uraian materi dan sub-sub materi yang akan dipelajari oleh siswa dalam modul pembelajaran elektronik. Di dalamnya dijelaskan kaitan antara materi dan sub-sub materi yang akan dipelajari. Peta konsep materi Keseimbangan dan Dinamika Rotasi dapat dilihat pada Lampiran 6.
(b) Peta Kompetensi
Peta kompetensi menjelaskan indikator-indikator yang harus dicapai oleh siswa pada saat mempelajari sub-sub materi ajar.
Peta kompetensi disajikan dalam bentuk bagan dan dapat dilihat pada Lampiran 7.
(c) Indikator Pembelajaran
Indikator pembelajaran berisi poin-poin indikator yang menjadi acuan bagi siswa dalam mempelajari materi dalam modul pembelajaran elektronik.
(d) Video Pembelajaran
Untuk menayangkan fenomena alam yang terjadi berkaitan dengan materi yang dipelajari, digunan video-video pembelajaran dengan kualitas yang baik.
commit to user
(e) Lembar Diskusi Siswa,
Modul pembelajaran elektronik dikembangkan menggunakan pendekatan saintifik, sehingga terdapat lembar diskusi siswa yang bertujuan untuk melibatkan siswa dalam proses perumusan konsep. Dalam tahapan pendekatan saintifik, lembar diskusi siswa adalah salah satu bentuk kegiatan mengumpulkan informasi.
(f) Rangkuman Materi Ajar,
Rangkuman materi Keseimbangan dan Dinamika Rotasi disusun berdasrakan silabus fisika SMA dan mengacu pada buku-buku pembelajaran fisika. Rangkuman materi dapat dilihat pada Lampiran 8.
(g) Latihan Soal,
Latihan soal pada tiap indikator pembelajaran diberikan agar siswa mengerti fungsi aplikatif konsep fisika yang mereka pelajari.
(h) Evaluasi,
Terdapat soal-soal evaluasi untuk mengetahui pencapaian siswa setelah mempelajari materi. Soal evaluasi disusun sesuai dengan indikator pembelajaran yang telah disampaikan.
(i) Pembahasan Lembar Diskusi Siswa dan Soal Evaluasi
Terdapat pembahasan lembar diskusi dan soal evaluasi di dalam modul pembelajaran yang dappat diakses oleh siswa untuk mengtahui sejauh mana kemampuan mereka dalam proses pembelajaran.
commit to user
3. Tahap Pengembangan (Development) 1. Data Validasi
Validasi dilaksanakan guna mengetahui kelayakan dari modul pembelajaran elektronik yang telah dikembangkan. Terdapat tiga kelompok subjek yang memberikan validasi modul pembelajaran elektronik, yakni ahli, reviewer, dan teman-teman mahasiswa. Hasil validasi yang diperoleh kemudian dijumlahkan dan dikelompokkan dalam kategori yang dijelaskan dalam Tabel 3.9.
a. Validasi Ahli
Validasi ahli modul pembelajaran elektronik dilakukan oleh dua orang dosen Pendidikan Fisika Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNS. Validasi dari ahli digunakan untuk menentukan kelayakan modul pembelajaran elektronik untuk diujicobakan di lapangan. Proses validasi ahli dilakukan pada tanggal 1 Februari 2021 dan 3 Februari 2021 secara daring. Data hasil validasi ahli dapat dilihat pada Lampiran 9.
Nilai yang diberikan oleh Ahli I adalah 151 dengan kategori sangat baik, dan Ahli II memberikan nilai 155 yang juga dalam kategori sangat baik. Dari kedua nilai tersebut didapatkan nilai rerata sebesar 153, sehingga modul pembelajaran elektronik yang dikembangkan oleh peneliti termasuk dalam kategori sangat baik.
1) Penilaian Modul dari Aspek Materi
Penilaian modul elektronik dari aspek materi mengacu pada kriteria penilaian modul dalam Tabel 3.6. Pada penilaian aspek materi, ahli memberikan nilai masing-masing 77 dengan kategori sangat baik dan 79 dengan kategori sangat baik. Nilai rerata aspek materi dari modul pembelajaran elektronik adalah 88, sehingga termasuk dalam kategori sangat baik.
commit to user
2) Penilaian Modul dari Aspek Tampilan Media
Penilaian modul elektronik dari aspek tampilan media mengacu pada kriteria penilaian modul dalam Tabel 3.7. Ahli I memberikan nilai 35 dengan kategori sangat baik, dan Ahli II memberikan nilai 34 dengan kategori sangat baik. Dari kedua nilai tersebut didapatkan nilai rerata 34,5, sehingga modul pembelajaran elektronik termasuk dalam kategori sangat baik.
3) Penilaian Modul dari Aspek Bahasa
Penilaian modul elektronik dari aspek bahasa mengacu pada kriteria penilaian modul dalam Tabel 3.8. Dari asepk bahasa, Ahli I memberikan nilai 39 dengan kategori sangat baik, dan Ahli II memberikan nilai 42 dengan kategori sangat baik. Nilai rerata penilaian modul dari aspek bahasa adalah 40,5, sehingga modul pembelajaran elektronik termasuk dalam kategori sangat baik.
b. Validasi Reviewer
Proses validasi reviewer dilakukan kepada guru mata pelajaran fisika dari masing-masing sekolah tujuan penelitian. Validasi reviewer dilaksanakan pada tangga 25 – 29 Januari 2021 secara tatap muka di sekolah masing-masing, yakni SMAN 1 Surakarta, SMAN 1 Kartasura, dan SMAN 8 Surakarta. Data hasil validasi reviewer dapat dilihat pada Lampiran 10.
Guru I memberikan nilai 157 dengan kategori sangat baik, Guru II memberikan nilai 151 dengan kategori sangat baik, dan Guru III memberikan niali 170 dengan kategori sangat baik. Dari ketiga penilaian yang diberikan oleh guru, didapatkan nilai 159 sehingga modul pembelajaran elektronik yang dikembangakan termasuk dalam kategori sanggat baik.
commit to user
Penilaian modul pembelajaran elektronik oleh reviewer berdasarkan tiga aspek, yakni aspek materi, tampilan media, dan bahasa adalah sebagai berikut:
1) Penilaian Modul dari Aspek Materi
Penilaian modul pembelajaran elektronik berdasarkan aspek materi mengacu pada Tabel 3.6. Pada aspek materi, Guru I memberikan nilai 82 dengan kategori sangat baik, Guru II memberikan nilai 78 dengan kategori sangat baik, dan Guru III memberikan nilai 85 dengan kategori sangat baik. Ketiga nilai tersebut kemudian memiliki rerata 82 sehingga aspek materi modul pemebelajaran elektronik yang dikembangan termasuk dalam kategori sangat baik.
2) Penilaian Modul dari Aspek Tampilan Media
Penilaian modul pembelajaran elektronik aspek tampilan media mengacu pada Tabel 3.7. Untuk aspek tamilan media, Guru I memberikan nilai 37 dengan kategori sangat baik, Guru II memberikan nilai 36 dengan kategori sangat baik, dan Guru III memberikan nilai nilai 43 dengan kategori sangat baik. Dari ketiga penilaian tersebut didapatkan rerata sebesar 39, sehingga tampilan media dalam modul pembelajaran elektronik yang dikembangkan termasuk dalam kategori sangat baik.
3) Penilaian Modul dari Aspek Bahasa
Penilaian aspek bahasa pada modul pembelajaran elektronik dilakukan dengan mengacu pada Tabel 3.8. Pada aspek bahasa, Guru I memberikan nilai 38 dengan kategori sangat baik, Guru II memberikan nilai 37 dengan kategori sangat baik, dan Guru III memberikan nilai 42 dengan kategori sangat baik. Berdasarkan penilaian tersebut, didapatkan nilai rerata sebesar 39 sehingga modul pembelajaran elektronik termasuk kategori sangat baik.
commit to user
c. Validasi Mahasiswa
Validasi modul pembelajaran elektronik oleh mahasiswa sebagai teman sejawat dilakukan dengan memberikan angket validasi kepada 10 orang mahasiswa. Proses validasi dilaksanakan pada tanggal 25 januari 2021 – 3 Februari 2021. Hasil validasi yang diperoleh lalu dijumlahkan dan dikategorikan berdasarkan Tabel 3.14. Data hasil validasi mahasiswa dapat dilihat pada Lampiran 11.
Data hasil penilaian mahasiswa dianalisis dengan mengacu pada kriteria penilaian pada Tabel 3.9. Rangkuman penilaian total beserta distribusi frekuensi dijelaskan dalam Tabel 4.1.
Tabel 4.1. Rangkuman Data Hasil Penilaian Mahasiswa Aspek Skor Kriteria Frekuensi
Materi 88 Sangat Baik 10
Tampilan Media 40 Sangat Baik 10
Bahasa 44 Sangat Baik 10
Total 172 Sangat Baik 10
Berdasarkan data hasil penilaian mahasiswa terhadap modul pembelajaran elektronik, didapatkan nilai rerata 172, sehingga modul berada dalam kategori sangat baik.
Penilaian yang dilakukan oleh mahasiswa dibedakan dalam tiga aspek, yakni aspek materi, tampilan media, dan aspek bahasa.
1) Penilaian Modul dari Aspek Materi
Analisis data hasil penilaian mahasiswa terhadap modul pembelajaran elektronik pada aspek materi mengacu pada kriteria penilaian dalam Tabel 3.6. Rangkuman penilaian modul pembelajaran elektronik dari aspek materi disajikan pada Tabel 4.1.
Berdasarkan data yang didapatkan, diperoleh nilai rerata penilaian modul pembelajaran pada aspek materi adalah 88,
commit to user
sehingga modul pembelajaran elektronik termasuk dalam kategori sangat baik.
2) Penilaian Modul dari Aspek Tampilan Media
Analisis data hasil penilaian mahasiswa terhadap modul pembelajaran elektronik pada aspek tampilan media mengacu pada kriteria penilaian dalam Tabel 3.7. Rangkuman penilaian modul pembelajaran elektronik dari aspek tampilan media disajikan pada Tabel 4.1.
Berdasarkan data hasil penilaian mahasiswa terhadap modul pembelajaran elektronik, didapatkan nilai rerata 40 sehingga modul pembelajaran elektronik termasuk dalam kategori sangat baik.
3) Penilaian Modul dari Aspek Bahasa
Analisis data hasil penilaian mahasiswa modul pembelajaran elektronik pada aspek bahasa mengacu pada kriteria penilaian dalam Tabel 3.8. Rangkuman data hasil penilaian mahasiswa terhadap modul pembelajaran elektronik pada aspek bahasa ditunjukkan pada Tabel 4.1.
Berdasarkan data yang diperoleh, didapatkan nilai rerata hasil penilaian mahasiswa terhadap modul pembelajaran elektronik dari aspek bahasa sebesar 44. Dari nilai rerata tersebut, modul pembelajaran dinilai oleh siswa termasuk dalam kategori sangat baik.
2. Data Uji Coba
a. Uji Coba Satu-satu (One to one)
Tahap uji coba satu-satu (one to one) dilakukan kepada tiga orang siswa dari sekolah tujuan penelitian, yakni masing-masing satu orang siswa dari SMAN 1 Surakarta, SMAN 1 Kartasura, dan SMAN 8 Surakarta. Uji coba dilaksanakan pada tanggal 29 Januari 2021 secara
commit to user
daring. Data hasil uji coba satu-satu (one to one) dapat dilihat pada Lampiran 12.
Data penilaian uji coba satu-satu (one to one) dianalisis dengan mengacu pada kriteria penilaian dalam Tabel 3.10. Rangkuman data hasil uji coba satu-satu (one to one) ditunjukkan pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2. Rangkuman Data Hasil Uji Coba Satu-satu (One to one)
Jawaban Frekuensi
Ya 62
Tidak 10
Berdasarkan data di atas, didapatkan presentase jawaban “Ya”
pada uji coba satu-satu (one to one) sebesar 86,1%. Nilai rerata tersebut menunjukkan bahwa siswa menilai modul pembelajaran elektronik dalam kategori sangat baik.
b. Uji Coba Kelompok Kecil
Tahap uji coba kelompok kecil dilakukan dengan memberikan angket penilaian kepada sembilan orang siswa sekolah tujuan penelitian, yakni tiga orang siswa dari SMAN 1 Surakarta, tiga orang siswa dari SMAN 1 Kartasura, dan tiga orang siswa dari SMAN 8 Surakarta. Uji coba kelompok kecil dilaksanakan pada tanggal 1 – 3 Februari 2021 secara daring. Data hasil uji coba kelompok kecil dapat dilihat pada Lampiran 13.
Data penilaian uji coba kelompok keci dianalisis dengan mengacu pada kriteria penilaian pada Tabel 3.10. Rangkuman data hasil uji coba kelompok kecil ditunjukkan pada Tabel 4.3.
Tabel 4.3. Rangkuman Data Hasil Uji Coba Kelompok Kecil
Jawaban Frekuensi
Ya 216
Tidak 0
commit to user
Berdasarkan data di atas, diperoleh presentase jawaban “Ya” pada uji coba kelompok kecil sebesar 100%, sehingga modul pembelajaran elektronik termasuk dalam kategori sangat baik.
c. Uji Coba Lapangan
Uji coba lapangan dilakukan dengan membagikan angket penilaian modul pembelajaran elektronik pada 83 siswa di SMA, yakni masing-masing 28 orang siswa SMAN 1 Surakarta, 30 orang siswa SMAN 1 Kartasura, dan 25 orang siswa SMAN 8 Surakarta.
Tahap uji coba lapangan dilaksanakan pada tanggal 3 – 6 Februari 2021. Data hasil uji coba lapangan dapat dilihat pada Lampiran 14.
Analisis data hasil uji coba lapangan mengacu pada kriteria penilaian dalam Tabel 3.10. Rangkuman data hasil uji coba lapangan ditunjukkan pada Tabel 4.4.
Tabel 4.4. Rangkuman Data Hasil Uji Coba Lapangan
Jawaban Frekuensi
Ya 1817
Tidak 175
Berdasarkan data hasil penilaian modul pembelajaran elektronik pada uji coba lapangan yang telah dilakukan, didapatkan presentase jawaban “Ya” sebesar 91,2% sehingga modul pembelajaran elektronik dinilai berada dalam kategori sangat baik.
B. Pembahasan
Untuk mengembangkan modul pembelajaran elektronik, dilakukan penilaian oleh ahli, reviewer, dan siswa dalam uji coba satu-satu (one to one), uji coba kelompok kecil, serta uji coba lapangan. Data hasil penilaian secara kuantitatif telah dijelaskan pada pembahasan data validasi. Pada pembahasan penelitian akan dijelaskan analisis data hasil penilaian secara kualitatif.
commit to user
Pada tiap tahapan penilaian modul pembelajaran elektronik, selain didapatkan data kuantitatif berbentuk penilaian, terdapat saran dan komentar yang diberikan untuk perbaikan modul pembelajaran elektronik. Saran dan komentar yang diberikan kemudian menjadi acuan untuk tahap perbaikan atau revisi modul pembelajaran elektronik. Tahap revisi dilakukan sebanyak empat kali. Revisi pertama dilakukan berdasarkan saran dan komentar yang diberikan oleh guru sebagai reviewer. Revisi kedua dilakukan berdasarkan saran dan komentar yang diberikan oleh sisiwa dalam tahap uji coba satu-satu (one to one).
Revisi ketiga dilakukan berdasarkan saran dan komentar yang diberikan oleh siswa dalam tahap uji coba kelompok kecil, dan revisi keempat dilakukan berdasarkan saran dan komenar yang diberikan oleh siswa dalam tahap uji coba lapangan.
1. Revisi I
Revisi pertama dilakukan dengan mengacu pada saran dan komentar yang diberika oleh guru ketika memberikan penilaian modul pembelajaran elektronik sebagai reviewer. Terdapat tiga orang guru yang terlibat dalam penilaian modul pembelajaran elektronik yang dikembangkan, masing- masing satu orang dari SMAN 1 Surakrta, SMAN 1 Kartasura, dan SMAN 8 Surakarta. Berdasarkan data yang telah dianalisis, modul pembelajaran elektronik dinilai sangat baik oleh ketiga reviewer.
Dalam lembar validasi modul pembelajaran elektronik, guru SMAN 1 Kartasura dan SMAN 8 Surakarta menyarankan untuk penggunaan modul pembelajaran elektronik yang dikembangkan sebaiknya digunakan dengan pendampingan guru, karena terdapat beberapa kegiatan yang tidak sesuai dengan perkembangan intelektual siswa, khususnya pada bagian perumusan konsep fisika dan rumusan matematis. Kemudian guru juga menyaranka untuk memperbesar ukuran font dalam modul pembelajaran elektronik.
Berdasarkan saran dan komentar yang diberikan, di dalam panduan penggunaan modul pembelajaran elektronik ditambahkan keterangan untuk
commit to user
saran penggunaan, yakni dengan didampingi oleh guru mata pelajaran masing-masing. Ukuran font dalam modul pembelajaran telah disesuaikan dan dapat diatur kembali menggunakan menu setting dalam aplikasi e-pub reader, baik Readium maupun Lithium.
2. Revisi II
Revisi kedua dilakukan berdasarkan saran yang diberikan oleh siswa pada saat tahap uji coba satu-satu (one to one). Tahap uji coba satu-satu (one to one) melibatkan tiga orang siswa, yakni masing-masing seorang siswa dari SMAN 1 Surakarta, SMAN 1 Kartasura, dan SMAN 8 Surakarta. Dari data hasil penilaian yang telah dianalisis, modul pembelajaran elektronik dinilai termasuk dalam kategori sangat baik.
Saran yang diberikan oleh siswa terkait dengan aspek materi. Siswa menyarankan agar pada penyampaian materi, disertakan gambar sebagai visualisasi dari konsep fisika yang diajarkan.
Berdasarkan saran tersebut, telah ditambahkan gambar pada penjelasan materi ajar yang memerlukan visualisasi.
3. Revisi III
Revisi tahap ketiga dilakukan berdasarkan saran dan komentar siswa pada saat tahap uji coba kelompok kecil. Uji coba kelompok kecil melibatkan Sembilan orang siswa, yakni masing-masing tiga orang siswa dari SMAN 1 Surakrta, SMAN 1 Kartasura, dan SMAN 8 Surakarta.
Berdasarkan analisis data hasil penilaian, siswa menilai modul pembelajaran elektronik dalam kategori sangat baik.
Siswa memberikan saran agar bahasa yang digunakan di dalam modul pembelajaran elektronik disederhanakan sehingga mampu dipahami oleh siswa.
Berdasarkan saran tersebut, dalam kegiatan diskusi siswa diberikan analogi dari istilah-istilah fisika yang baru mereka dapatkan pada saat mempelajari materi Keseimbangan dan Dinamika Rotasi.
commit to user
4. Revisi IV
Revisi tahap keempat dilakukan berdasarkan saran dan komentar yang diberikan oleh siswa pada tahap uji coba lapangan. Pada tahap ini, terdapat 83 siswa yang dilibatkan, dengan masing-masing 28 orang siswa SMAN 1 Surakarta, 30 orang siswa SMAN 1 Kartasura, dan 25 orang siswa SMAN 8 Surakarta. Berdasarkan data yang telah dianalisis, modul pembelajaran dinilai termasuk dalam kategori sangat baik.
Rata-rata siswa memberikan saran dan komentar terhadap tampilan modul pembelajaran elektronik. Siswa memberikan saran pada penulisan peta konsep yang kurang terlihat, penambahan soal latihan, dan gambar sebagai visualisasi konsep fisika agar modul pembelajaran elektronik tidak monoton tulisan saja.
Berdasarkan saran yang diberikan oleh siswa, peta konsep yang dimuat dalam modul pembelajaran telah diperbaiki, kemudian telah terdapat soal-soal latihan untuk meningkatkan pemahaman siswa terhadap materi ajar, dan telah terdapat gambar dan video yang berfungsi untuk menjelaskan konsep Keseimbangan dan Dinamika Rotasi.
C. Kajian Produk Akhir dan Pembahasan
Pada penelitian pengembangan ini, dihasilkan sebuah modul pembelajaran elektronik berbasis saintifik pada materi Keseimbangan dan Dinamika Rotasi menggunakan software Sigil. Modul pembelajaran elektronik dikembangkan berdasarkan wawancara dan analisis kebutuhan yang dilakukan kepada guru dan siswa di tiga sekolah menengah atas (SMA), yakni SMAN 1 Surakarta, SMAN 1 Kartasura, dan SMAN 8 Surakarta. Di dalam modul pembelajaran elektronik, ditampilkan (1) judul modul; (2) daftar isi; (3) kompetensi inti; (4) peta konsep dan peta kompetensi; (5) kegiatan pembelajaran; (6) materi pembelajaran; (7) evaluasi. Modul pembelajaran elektronik fisika materi Keseimbangan dan Dinamika Rotasi terdiri dari lima sub materi yang dilengkapi video
commit to user
pembelajaran, dengan ukuran font 12, warna dasar latar putih, dan memiliki kapasitas sebesar 178 Mb.
Modul pembelajaran elektronik yang dikembangkan dapat diakses menggunakan perangkat komputer maupun smartphone. Pada perangkat komputer, modul pembelajaran elektronik dapat diakses menggunakan ekstensi Readium dari Google Chrome. Pada smartphone, modul pembelajaran dapat diakses menggunakan aplikasi e-pub reader seperti Lithium. Penggunaan smartphone untuk mengakses modul pembelajaran elektronik lebih disarankan karena tampilan modul pembelajaran elektronik lebih tertata dan rapi menggunakan mode scroll.
Dari hasil validasi yang dilakukan kepada ahli, reviewer, dan mahasiswa, serta penilaian dari siswa didapatkan hasil penilaian sangat baik. Berdasarkan hasil validasi ahli, didapatkan nilai rerata 153 sehingga modul pembelajaran elektronik termasuk dalam kategori sangat baik. Dari data hasil validasi reviewer yakni tiga orang guru fisika dari masing-masing sekolah, didapatkan nilai rerata 159 sehingga modul termasuk dalam kategori sangat baik. Validasi mahasiswa melibatkan sepuluh orang mahasiswa yang memberikan penilaian dengan nilai rerata 172 yang membuat modul termasuk dalam kategori sangat baik.
Selanjutnya, dari tiga orang siswa pada tahap uji coba satu-satu (one to one) memperoleh presentase 86,1% sehingga modul termasuk dalam kategori sangat baik. Pada tahap uji coba kelompok kecil yang melibatkan sembilan orang siswa, presentase yang didapat sebesar 100% sehingga modul termasuk dalam kategori sangat baik. Pada tahap uji coba lapangan dengan 83 sampel, nilai presentasae yang didapat adalah 91,2% sehingga modul tergolong sangat baik. Pada proses validasi dan penilaian modul pembelajaran elektronik didapatkan saran dan komentar yang digunakan sebagai acuan pada tahap revisi modul pembelajaran elektronik.
Penelitian pengembangan modul pembelajaran elektronik menggunakan software Sigil telah dilakukan oleh Anggri Sekar pada tahun 2016 dan Muzanip
commit to user
Alperi pada tahun 2019. Sekar mengembangkan modul pembelajaran elektronik menggunakan software Sigil sebagai media pembelajaran pada mata kuliah Cookies and Candys. Oleh Alperi, modul pembelajaran elektronik yang dikembangkan dengan software Sigil digunakan untuk menganalisis kemandirian belajar siswa Sekolah Menengah Pertama (SMP). Kedua penelitian tersebut menyatakan bahwa modul pembelajaran elektronik yang dikembangkan menggunakan software Sigil termasuk dalam kategori sangat layak, dapat digunakan dalam proses pembelajaran, dan dapat mengembangkan sifat kemandirian siswa.
Hasil penelitian pengembangan modul pembelajaran elektronik fisika berbasis saintifik menggunakan software Sigil pada materi Keseimbangan dan Dinamika Rotasi sejalan dengan penelitian Anggri dan Alperi, yakni pada penelitian Sekar dengan hasil sangat layak untuk digunakan sebagai media pembelajaran dan Alperi yang menyatakan bahwa modul pembelajaran yang dikembangkan mampu meningkatkan kemandirian siswa. Pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Sekar dan Alperi, modul pembelajaran elektrnonik yang dikembangkan masih terdapat berbagai kekurangan yang dapat dikembangkan.
Ditinjau dari aspek materi, kedua modul pembelajaran elektronik yang dikembangkan hanya berisi rangkuman materi ajar sebagai pengganti buku teks yang digunakan dalam pembelajaran. Pada modul pembelajaran elektronik yang peneliti kembangkan, digunakan pendekatan saintifik dalam proses pembelajaran. Hal ini mendorong siswa untuk turut berperan aktif dalam merumuskan konsep materi fisika yang mereka pelajari, khususnya pada materi Keseimbangan dan Dinamika Rotasi. Di dalam modul pembelajaran elektronik, terdapat kegiatan apersepsi yang bertujuan agar siswa memiliki pemahaman yang sama mengenai materi prasyarat, kemudian dilanjutkan dengan kegiatan 5M dalam pendekatan saintifik, yakni mengamati video pembelajaran yang berkaitan dengan fenomena alam, menanya, mengumpulkan informasi melalui lembar diskusi siswa, mengolah informasi, dan mengomunikasikan.
commit to user
Ditinjau dari aspek tampilan media, modul pembelajaran elektronik yang dikembangkan sebelumnya belum dilengkapi dengan fasilitas penunjang yang merupakan pengembangan dari Sigil, seperti tidak adanya kotak-kotak isian yang dapat digunakan oleh siswa untuk menyimpan sementara jawaban mereka di modul pembelajaran. Selain itu, Sekar dan Alperi memaparkan bahwa diperlukan perangkat komputer untuk mengakses modul pembelajaran elektronik yang dikembangkan menggunakan Sigil, pada penelitian kali ini, akses modul pembelajaran elektronik yang dikembangkan dapat menggunakan perangkat komputer maupun smartphone, sehingga memberikan akses yang lebih mudah bagi siswa untuk mempelajari materi fisika.
Berdasarkan hasil penelitian, serta diperkuat dengan hasil penelitian Sekar dan Alperi yang telah diuraikan di atas, modul pembelajaran elektronik berbasis saintifik yang dikembangkan dengan software Sigil pada materi Keseimbangan dan Dinamika Rotasi dapat digunakan sebagai media pembelajaran secara tatap muka maupun pembelajaran jarak jauh. Selain itu, modul pembelajaran elektronik juga dapat digunakan secara mandiri. Pada pembelajaran tatap muka, guru dapat mendistribusikan modul pembelajaran elektronik menggunakan flashdisk sehingga siswa dapat mengakses modul dari perangkat masing-masing.
Pada pembelajaran jarak jauh, modul pembelajaran elektronik dapat ditampilkan dalam presentasi video maupun video conference pada saat kelas berlangsung, atau dapat didistribusikan melalui folder Google Drive yang kemudian diunduh oleh masing-masing siswa sehingga dapat digunakan juga dalam pembelajaran mandiri. Pada saat menggunakan modul pembelajaran elektronik ini, siswa akan diarahkan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran yang telah disusun sedemikian rupa sehingga siswa dapat menyimpulkan konsep materi Keseimbangan dan Dinamika Rotasi.
commit to user