PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pada pelaksanaan sebuah proyek konstruksi bangunan, tidak akan dapat dihindari munculnya sisa material konstruksi atau biasa disebut dengan Construction Waste.
Keberadaan sisa material konstruksi memberikan pengaruh negatif terhadap lingkungan sekitar proyek konstruksi. Sisa material konstruksi didefinisikan sebagai sesuatu yang sifatnya berlebih dari yang disyaratkan baik itu berupa hasil pekerjaan maupun material konstruksi yang tersisa atau tercecer atau rusak sehingga tidak dapat digunakan lagi sesuai fungsinya (J.R.Illingworth, 1998). Bahkan sisa material konstruksi yang dihasilkan pun berdampak pula pada pihak kontraktor sehingga mengalami kerugian dari material yang berlebih ataupun terbuang dan memerlukan biaya pengangkutan untuk mengeluarkan limbah tersebut dari lokasi proyek sehingga biaya total proyek membengkak.
Material yang sudah terpakai atau sisa material konstruksi saat ini belum menjadi perhatian yang serius oleh kontraktor, seharusnya sisa - sisa material tersebut dapat digunakan kembali untuk pekerjaan lainnya tanpa mengurangi spek material dan mutu yang telah di persyaratkan. Berdasarkan penelitian fransisca oktaviani tahun 2003 menjelaskan bahwa terjadinya peningkatan kinerja biaya proyek dalam meggunakan kembali limbah beton, limbah besi beton dan limbah kayu yang diolah menjadi cansteen, carstopper dan paving block, railing, pengaku panel precast, dan tempat sampah.
Dalam penelitian ini sisa - sisa material yang diizinkan untuk diteliti pada proyek Puri Orchard Apartment adalah sisa – sisa material pekerjaan struktur yaitu penggunaan material besi beton, sisa beton dan potongan – potongan bekisting. Untuk sisa – sisa material pekerjaan arsitektur dan mechanical electrical plumping tidak diizinkan oleh
perencana untuk diteliti dikarenakan pola serta ukuran material pekerjaan arsitektur dan mechanical electrical plumbing telah ditentukan sebelum pekerjaan dimulai, sedangkan sisa – sisa material pekerjaan arsitektur dan mechanical electrical plumbing tidak memiliki ukuran yang jelas serta tidak memiliki pola yang teratur.
Penggunaan sisa material pekerjaan struktur yang dipersyaratkan berdasarkan rencana kerja struktur, metoda pekerjaan dan Bill Of Quantity (BOQ) struktur pada proyek Puri Orchard Apartment yang akan diteliti adalah sebagai berikut :
1. Sisa besi beton digunakan untuk besi stek kolom praktis dan besi stek carstoper, hal ini tidak akan mengurangi mutu kolom praktis dan mutu stek carstopper karena besi beton yang digunakan untuk kolom praktis adalah besi beton M-6, besi beton yang digunakan untuk stek carstopper adalah besi D-10 polos, sedangkan sisa material besi yang akan digunakan adalah besi D-10 ulir.
2. Sisa beton dapat dihasilkan dari sisa test slump dan permintaan kebutuhan beton yang berlebih sehingga dapat digunakan dalam pembuatan precast kolom praktis, precast balok praktis dan precast carstopper. Penggunaan sisa material beton untuk item pekerjaan diatas tidak akan mengurangi mutu pekerjaan, berdasarkan rencana kerja menggunakan mutu beton K-175 diganti dengan mutu beton minimal beton dengan mutu K-300. Maka penggunaan beton sisa untuk item pekerjaan diatas tidak akan mengurangi mutu pekerjaan.
3. Potongan bekisting yang digunakan tidak akan berpengaruh langsung terhadap mutu pekerjaan struktur, karena potongan - potongan bekisting akan disusun secara teratur dan dipotong sehingga menjadi seperti kayu kaso yang akan digunakan kembali untuk pembuatan bekisting.
Berdasarkan rencana kerja struktur dan metode kerja yang telah disepakati pada proyek Puri Orchard Apartment yang terkait dengan pekerjaan pengecoran bored pile, kontraktor harus melebihkan pengecoran beton bored pile sepanjang 1,5 meter dari bottom pondasi raft dengan asumsi bahwa adukan beton yang naik melebihi bottom pondasi raft merupakan campuran beton dengan lumpur.
Penggunaan pondasi bored pile pada proyek Puri Orchard Apartment memiliki beberapa kendala apabila ditinjau dalam segi biaya, seperti potongan bored pile yang melebihi bottom raft seharusnya dapat digunakan kembali oleh kontraktor tanpa harus mengeluarkan biaya tambah untuk pembuangan sisa potongan tersebut. Sisa potongan bored pile dapat digunakan sebagai pengganti batako untuk pekerjaan pemasangan bekisting sisi tegak pondasi raft dan pile cap, sehingga biaya yang dikeluarkan kontraktor untuk membuang sisa potongan bored pile tersebut dan biaya yang dibutuhkan kontraktor untuk mendatangkan material batako dapat diminimalisir.
Proyek Puri Orchard Apartement terdiri dari Tower Orange Groove, Tower Cedar Heights dan Tower Magnolia Springs. Studi kasus peneliti pada penilitian ini dilaksanakan di Tower Orange Groove dikarenakan keterbatasan data – data yang dibutuhkan penulis saat membuat penilitian, saat melaksanakan penelitian data teknis yang dibutuhkan pada tower cedar heights dan tower magnolia springs belum selesai dibuat oleh pihak perencana.
Berdasarkan latar belakang permasalahan yang sudah dijabarkan di atas maka perlu adanya penelitian mengenai analisis penggunaan sisa material dan potongan bored pile pada proyek high rise building, dalam penelitian studi kasusnya di Proyek Pembangunan Apartemen Puri Orchard.
1.2. Identifikasi masalah
Berdasarkan latar belakang yang sudah dijabarkan di atas, dapat diidentifikasi beberapa masalah sebagai berikut :
1. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terjadi sisa material pekerjaan struktur pada Proyek Puri Orchard Apartment.
2. Sisa material pekerjaan struktur pada proyek Puri Orchard Apartment tidak dikelola dengan baik.
3. Sisa material pekerjaan struktur dan potongan bored pile yang tidak tertata rapi membuat site plan Proyek Puri Orchard Apartement menjadi kotor dan mengganggu aktivitas pekerjaan yang sedang berlangsung.
1.3. Perumusan Masalah
Berdasarkan identifikasi masalah di atas, penulis dapat merumuskan masalah yang dijadikan sebagai focus penelitian pembelajaran ini, yaitu sebagai berikut :
1. Faktor apa saja yang menimbulkan sisa material pada proyek Puri Orchard Apartment ?
2. Berapa perubahan biaya yang ditimbulkan dalam penggunaan sisa material dan potongan bored pile pada proyek high rise building?
3. Berapa persentase perubahan biaya yang ditimbulkan dalam penggunaan sisa material dan potongan bored pile apabila dibandingkan dengan menggunakan jenis material yang terdapat dalam Bill Off Quantity (BOQ)?
1.4. Maksud dan Tujuan Penelitian
Adapun maksud dari penelitian ini adalah untuk mengolah sisa material pekerjaan struktur dengan maksud dapat mengurangi biaya dalam menyelesaikan permasalahan sisa – sisa material di Proyek Puri Orchard Apartement.
Tujuan utama dari penelitian yang ingin dicapai berdasarkan latar belakang, permasalahan dan maksud di atas adalah:
1. Menganalisa faktor – faktor penyebab timbulnya sisa material pada proyek Puri Orchard Apartment.
2. Menganalisa terjadinya perubahan biaya akibat penggunaan sisa material dan potongan bored pile pada proyek high rise building.
3. Mendapatkan persentase perubahan biaya akibat penggunaan sisa material dan potongan bored pile pada proyek high rise building.
1.5. Batasan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang sudah dijabarkan di atas, serta mengingat keterbatasan waktu dan kemampuan maka untuk mengadakan penelitian secara keseluruhan tidak memungkinkan. Agar peneliti ini terfokus dalam penelitiannya, maka penulis membatasi:
1. Lokasi penelitian dilakukan di Proyek Apartment Puri Orchard, jalan lingkar luar barat, kavling 7, Cengkareng, Jakarta Barat.
2. Material yang akan dibahas adalah sisa material pekerjaan pembesian besi D-10 mm, sisa material pekerjaan beton, sisa material pekerjaan bekisting multiplek tebal 15 mm dan sisa potongan bored pile.
3. Pondasi yang digunakan pada proyek Puri Orchard Apartment tower orange groove adalah pondasi bored pile berjumlah 265 titik.
4. Sisa material yang timbul akan digunakan sebagai material : - Pembesian : Stek kolom praktis, besi stek carstoperr.
- Beton : Precast kolom praktis, precast balok praktis, precast canstin, precast carstoper.
- Bekisting : Didaur ulang menjadi kayu kaso.
5. Potongan bored pile digunakan untuk material pembuatan bekisting sisi tegak pondasi raft.
1.6. Manfaat Penelitian
Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat :
1. Dapat mengurangi limbah konstruksi yang akan memberikan pengaruh negative terhadap lingkungan yang berada di sekitar proyek .
2. Memberikan dampak positif terhadap biaya proyek dengan adanya analisa penggunaan sisa material dan potongan bored pile pada proyek high rise building, sehingga dapat membantu kontraktor dalam meminimalkan biaya dan permasalahan lingkungan proyek.
3. Menjadi acuan dalam pengambilan kesimpulan dan saran untuk analisis penggunaan sisa material dan potongan bored pile pada proyek high rise
building.
1.7. Sistematika Penulisan
Penulisan tugas akhir ini penulis susun dalam bab-bab sehingga pembaca bisa memahami isi dari laporan tugas akhir ini. Secara garis besar tugas akhir ini di susun sebagai berikut
BAB I. PENDAHULUAN
Bab ini berisikan tentang latar belakang, permasalahan, batasan masalah, tujuan penulisan, metode penulisan, manfaat penelitian dan sistematika penulisan perihal Tugas Akhir ini.
BAB II. TINJAUAN PUSTAKA
Bab ini menguraikan dasar-dasar teori dan hasil penelitian terdahulu yang berhubungan dengan penelitian.
BAB III. METODE PENELITIAN
Bab ini berisikan metode serta perhitungan yang digunakan dalam menganalisa penggunaan sisa material dan potongan bored pile pada proyek high rise building.
BAB IV. ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
Bab ini berisikan pengumpulan data dan analisis data pembahasan dari temuan penilitian yang didapat dari analisa penggunaan sisa material dan potongan bored pile pada proyek high rise building.
BAB V. PENUTUP
Bab ini berisikan kesimpulan dan saran dalam analisa penggunaan sisa material dan potongan bored pile pada proyek high rise building.