Pada bab ini, akan dijelaskan mengenai sistem MRP II yang ada di PT Cahaya Angkasa Abadi serta proses perhitungan performansi yang meliputi performansi MPS, kapasitas, release realibility rencana produksi dan surat permintaan, penerimaan bahan baku, pengiriman barang jadi, dan schedulle shoppfloor,
4.1. Sistem MRP II di PT Cahaya Angkasa Abadi
PT Cahaya Angkasa Abadi mendapatkan order dari perusahaan grup A maupun dari grup B. Perusahaan-perusahaan grup A, rencana produksinya dibuat dalam mingguan. Perusahaan tersebut selalu menyerahkan rencana produksi untuk satu bulan ke depan kepada PT Cahaya Angkasa Abadi dan bila ada perubahan, paling lambat diberitahukan pada hari Sabtu, satu minggu sebelum rencana produksinya jatuh tempo. Setelah lewat hari Sabtu, perusahaan group A tidak bisa merubah pesanan. Untuk perusahaan grup B mereka memesan filamen dengan menyerahkan Purchase Order. Batas akhir pemesanan adalah hari Sabtu pada minggu sebelumnya.
Dari pesanan tersebut, PPIC PT Cahaya Angkasa Abadi akan menggabungkan dan memasukannya ke dalam rencana produksi. Rencana produksi di PT Cahaya Angkasa Abadi dibuat dalam mingguan. Rencana produksi dibuat untuk satu bulan ke depan. Setiap minggunya PPIC merevisi rencana produksi untuk minggu depan dan merevisi rencana produksi untuk bulan depan.
Apabila pada minggu tertentu ada rencana produksi yang melebihi kapasitas produksinya, PPIC akan mengalihkan produksi pada minggu-minggu sebelumnya yang masih belum penuh kapasitasnya. Apabila tidak bisa memenuhi permintaan maka PPIC memberitahukan PPIC perusahaan grup A untuk merubah rencana produksinya. Dalam pemenuhan permintaan, PT Cahaya Angkasa Abadi lebih memprioritaskan untuk memenuhi permintaan dari grup B.
Setelah PPIC membuat rencana produksi maka langkah berikutnya adalah membuat perencanaan kebutuhan materialnya. Pemesanan material dilakukan tiap tiga bulan dan pengirimannya dilakukan tiap bulan. Batas akhir pemesanan material adalah minggu terakhir pada bulan ketiga pada periode pemesanan sebelumnya. Material yang dipesan berupa tungsten dan molybdenum.
Material dipesan dari luar negeri seperti Taiwan, Belanda, Xia Men, Jepang, dan lain-lain.
PPIC menyerahkan rencana produksi kepada pihak produksi setiap hari Sabtu. Setelah mendapat rencana produksi ini pihak PPIC akan menentukan berapa jumlah kapasitas mesin yang dibutuhkan untuk memproduksi filamen tersebut dengan dibantu oleh pihak produksi setiap hari Selasa.
Penjadwalan mesin-mesin produksi dilakukan dengan mengoptimalkan seluruh mesin, misal : pada saat perhitungan dibutuhkan 12 mesin sedangkan jumlah mesin yang ada di lantai produksi berjumlah 14 mesin, maka jumlah mesin yang digunakan sebanyak 14 mesin. Jika pada perhitungan, untuk memproduksi filamen yang direncanakan dibutuhkan 0,9 bobin(satu gulung bahan baku filamen,tungsten atau molybdenum,1 bobin = 500 meter), maka produksi akan deselesaikan sebanyak 1 bobin. Karena jika hanya diselesaikan sebanyak 0,9 bobin, untuk produksi selanjutnya pada tipe yang sama harus menggunakan bahan baku sisanya sebanyak 0,1 bobin tersebut, hal ini akan membutuhkan waktu seting yang lama, tidak sebanding dengan waktu produksi untuk 0,1 bobin. Sedangkan seorang operator harus menangani 10 sampai 15 mesin, sehingga lebih menguntungkan jika langsung menghabiskan 1 bobin.
Bagian operator produksi akan menyerahkan laporan hasil produksinya perhari dalam bentuk kartu mesin kepada pihak produksi. Oleh pihak produksi, data ini akan diolah menjadi data rekap produksi perbulan. Dokumentasi rekap produksi akan diserahkan ke PPIC. Pengiriman barang jadi dilakukan setiap hari sesuai dengan permintaan pelanggan.
4.2. Perhitungan Performansi MRP II
Dalam sub bab ini akan dibahas mengenai cara menghitung performansi MRP II di PT Cahaya Angkasa Abadi. Hasil perhitungan ini nantinya akan
digunakan sebagai dasar dalam menganalisa sistem MRP II yang ada di PT Cahaya Angkasa Abadi.
4.2.1. Performansi MPS
Perhitungan performansi MPS ini menggunakan data rencana produksi (lihat lampiran 1-12), data rekap produksi tanpa cacat (lihat lampiran 13-24), data rekap produksi dengan cacat (lihat lampiran 27-38), data rencana produksi menurut jenis baik filamen maupun anchor (lihar lampiran 41-46), data rekap produksi menurut jenis baik filamen maupun anchor (lihat lampiran 47-52). Data- data yang diambil tersebut adalah data-data bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2003. Perhitungan performansi MPS ini terdapat disini ada 2 jenis yaitu menurut jumlah dan menurut jenis. Performansi MPS menurut jumlah ada dua macam yaitu dengan rekap produksi tanpa cacat dan rekap produksi dengan cacat.
Sedangkan performansi MPS menurut jenis dihitung berdasarkan banyaknya jenis yang direncanakan dan diproduksi.
Pada perhitungan performansi MPS ini produk filamen dan produk anchor dilakukan secara terpisah. Karena satuan dari produk jadi filamen dan anchor ini berbeda. Untuk produk filamen mengunakan satuan pieces (pcs), sedangkan untuk produk anchor dalam satuan bobin.
4.2.1.1. Performansi MPS menurut Jumlah dengan Rekap Produksi tanpa Cacat Sebelum perhitungan performansi MPS menurut jumlah dengan rekap produksi tanpa cacat ini, rencana produksi dan rekap produksi dijumlahkan per minggunya (lihat lampiran 25-26). Kemudian dilakukan perhitungan performansi MPS baik untuk produk filamen maupun untuk produk anchor (lihat lampiran 25- 26). Di bawah ini adalah contoh perhitungan untuk produk filamen pada minggu pertama :
Performansi MPS tanpa cacat = Rekap produksi / Rencana produksi = 2.841.540 / 1.005.000
= 2,83
Dari hasil perhitungan diperoleh performansi MPS sebesar 2,83, artinya jumlah barang aktual yang diproduksi tanpa cacat lebih banyak 2,83 kali daripada yang direncanakan.
Setelah didapatkan performansi MPS tiap minggunya, performansi tersebut dirata- rata, baik untuk produk filamen maupun anchor. Dari perhitungan itu maka didapatkan rata-rata performansi MPS produk filamen sebesar 1,41 dan rata-rata performansi MPS produk anchor sebesar 0,99.
Performansi MPS Filamen tanpa Cacat
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 Minggu ke-
Performansi
MPS performansi rata rata performansi
Gambar 4.1. Grafik Performansi MPS Filamen tanpa Cacat
Performansi MPS Anchor tanpa Cacat
0.9 0.92 0.94 0.96 0.98 1 1.02 1.04 1.06
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 Minggu ke-
Performansi
perf anchor avg
Gambar 4.2. Grafik Performansi MPS Anchor tanpa Cacat
Setelah dihitung rata-rata performansi MPS tanpa cacat untuk produk filamen maupun produk anchor, maka dibuat grafiknya seperti yang tampak di atas untuk mempermudah analisa.
4.2.1.2. Performansi MPS menurut Jumlah dengan Rekap Produksi dengan Cacat Sebelum perhitungan performansi MPS menurut jumlah dengan rekap produksi dengan cacat ini, rencana produksi dan rekap produksi dijumlahkan per minggunya (lihat lampiran 39-40). Kemudian dilakukan perhitungan performansi MPS baik untuk produk filamen maupun untuk produk anchor (lihat lampiran 39- 40). Di bawah ini adalah contoh perhitungan untuk produk filamen pada minggu pertama:
Performansi MPS dengan cacat = Rekap produksi / Rencana produksi = 3.316.285 / 1.005.000
= 3,3
Dari hasil perhitungan diperoleh performansi MPS sebesar 3,3, artinya jumlah barang aktual yang diproduksi dengan cacat lebih banyak 3,3 kali daripada yang direncanakan.
Setelah didapatkan performansi MPS tiap minggunya, performansi tersebut dirata- rata, baik untuk produk filamen maupun anchor. Dari perhitungan itu maka didapatkan rata-rata performansi MPS produk filamen sebesar 1,64 dan rata-rata performansi MPS produk anchor sebesar 1,17.
Performansi MPS Filamen dengan Cacat
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 Minggu ke-
Performansi
MPS performance rata rata
Gambar 4.3. Grafik Performansi MPS Filamen dengan Cacat
Performansi MPS Anchor dengan Cacat
1.05 1.1 1.15 1.2 1.25 1.3
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 27 Minggu ke-
Performansi
perf anchor avg anchor
Gambar 4.4. Grafik Performansi MPS Anchor dengan Cacat
Setelah dihitung rata-rata performansi MPS dengan cacat untuk produk filamen maupun produk anchor, maka dibuat grafiknya seperti yang tampak di atas untuk mempermudah analisa.
4.2.1.3. Performansi MPS menurut Jenis
Sebelum perhitungan performansi MPS menurut jenis, rencana jenis produksi dan rekap jenis produksi dijumlahkan per minggunya (lihat lampiran 53- 54). Kemudian dilakukan perhitungan performansi MPS baik untuk produk
filamen maupun untuk produk anchor (lihat lampiran 53-54). Di bawah ini adalah contoh perhitungan untuk produk filamen pada minggu pertama:
Performansi MPS menurut jenis = Rekap produksi / Rencana produksi = 21 / 11
= 1,9
Dari hasil perhitungan diperoleh performansi MPS menurut jenis sebesar 1,9, artinya jumlah jenis barang aktual yang diproduksi lebih banyak 1,9 kali daripada yang direncanakan.
Setelah didapatkan performansi MPS tiap minggunya, performansi tersebut dirata-rata, baik untuk produk filamen maupun anchor. Dari perhitungan itu maka didapatkan rata-rata performansi MPS produk filamen sebesar 1,49 dan rata-rata performansi MPS produk anchor sebesar 1.
Performansi MPS Filamen (jenis)
0 0.5 1 1.5 2 2.5
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 Minggu ke-
Performansi
performansi rata rata
Gambar 4.5. Grafik Performansi MPS Filamen menurut Jenis
Performansi MPS Anchor (Jenis)
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 Minggu ke-
Performansi
performansi rata rata
Gambar 4.6. Grafik Performansi MPS Anchor menurut Jenis
Setelah dihitung rata-rata performansi MPS menurut jenis untuk produk filamen maupun produk anchor, maka dibuat grafiknya seperti yang tampak di atas untuk mempermudah analisa.
4.2.2. Performansi Kapasitas
Sebelum perhitungan performansi kapasitas, capacity requires dan capacity produce dijumlahkan per minggunya (lihat lampiran 55-84). Kemudian dilakukan perhitungan performansi kapasitas baik untuk produk filamen maupun untuk produk anchor. Di bawah ini adalah contoh perhitungan untuk produk filamen pada minggu pertama:
Performansi kapasitas = capacity produce / capacity requires = 1.441.289,865 / 750.678,996
= 1,92
Dari hasil perhitungan diperoleh performansi kapasitas sebesar 1,92, artinya kapasitas yang digunakan untuk produksi lebih besar 1,92 kali daripada yang direncanakan.
Setelah didapatkan performansi kapasitas tiap minggunya, performansi tersebut dirata-rata, baik untuk produk filamen maupun produk anchor (lihat lampiran 81 dan 84). Dari perhitungan itu maka didapatkan rata-rata performansi kapasitas
untuk produk filamen sebesar 1,45 dan rata-rata performansi kapasitas untuk produk anchor sebesar 1,17.
Performansi Kapasitas Filamen
0 0.5 1 1.5 2 2.5
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 Minggu ke-
Performansi
performansi rata rata
Gambar 4.7. Grafik Performansi Kapasitas Filamen
Performansi Kapasitas Anchor
1.05 1.1 1.15 1.2 1.25 1.3
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 Minggu ke-
Performansi
performansi anchor rata rata anchor
Gambar 4.8. Grafik Performansi Kapasitas Anchor
Setelah dihitung rata-rata performansi kapasitas untuk produk filamen maupun produk anchor, maka dibuat grafiknya seperti yang tampak di atas untuk mempermudah analisa.
4.2.3. Performansi Release Reability
Perhitungan performansi release reability ini menggunakan data tanggal penyerahan rencana produksi (lihat lampiran 85), data tanggal penyerahan surat permintaan (lihat lampiran 86), batas penyerahan rencana produksi dan surat permintaan. Data-data yang diambil tersebut adalah data-data bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2003. Perhitungan performansi release reability ada dua macam yaitu release reability rencana produksi dan release reability surat permintaan. Performansi release reability rencana produksi ini mengukur ketepatan waktu penyerahan rencana produksi ke pihak produksi oleh PPIC.
Sedangkan Performansi release reability surat permintaan mengukur ketepatan waktu penyerahan surat ke pihak pembelian oleh PPIC.
4.2.3.1. Performansi Release Reability Rencana Produksi
Sebelum perhitungan performansi release reability rencana produksi, data tanggal penyerahan rencana produksi diolah terlebih dahulu. Apabila penyerahan rencana produksi tepat waktu atau sebelum waktunya maka performansi release reability -nya diberi nilai 1, tetapi bila penyerahan rencana produksi terlambat maka performansi release reability -nya diberi nilai 0 (lihat lampiran 85). Kemudian nilai performansi release reability -nya dirata-rata.
Performansi Release Reability Rencana Produksi
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 Minggu Ke
Performansi
Performansi rata rata
Gambar 4.9. Grafik Performansi Release Reability Rencana Produksi
Setelah dihitung rata-rata performansi release reability untuk rencana produksi, maka dibuat grafiknya seperti yang tampak di atas untuk mempermudah analisa.
4.2.3.2. Performansi Release Reability Surat Permintaan
Sebelum perhitungan performansi Release Reability surat permintaan, data tanggal penyerahan surat permintaan diolah terlebih dahulu. Apabila penyerahan surat permintaan tepat waktu atau sebelum waktunya maka performansi Release Reability -nya diberi nilai 1, tetapi bila penyerahan surat permintaan terlambat maka performansi Release Reability -nya diberi nilai 0 (lihat lampiran 86). Kemudian nilai performansi Release Reability –nya dirata-rata.
Performansi Release Reability Surat Permintaan
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2
Maret Juli Bulan
Performansi
performansi rata rata
Gambar 4.10. Grafik Performansi Release Reability Surat Permintaan Setelah dihitung rata-rata performansi release reability untuk surat permintaan, maka dibuat grafiknya seperti yang tampak di atas untuk mempermudah analisa.
4.2.4. Performansi Bahan Baku dari Pembelian
Perhitungan performansi bahan bakudari pembelian ini menggunakan data pemesanan bahan baku (lihat lampiran 87) dan data penerimaan bahan baku (lihat lampiran 88). Data-data yang diambil tersebut adalah data-data bulan Januari sampai dengan bulan Juni 2003. Sebelum melakukan perhitungan
performansi bahan bakudari pembelian, data penerimaan bahan baku dan data pemesanan bahan baku diolah dahulu. Apabila jumlah bahan baku yang diterima sesuai dengan yang dipesan maka diberi nilai 1, tetapi bila jumlah bahan baku yang diterima tidak sesuai dengan yang dipesan maka diberi nilai 0. Kemudian dihitung performansi bahan baku dari pembelian (lihat lampiran 89). Perhitungan performansi bahan baku dari pembelian bulan Januari :
Performansi bahan baku = jumlah yang dikirim / jumlah yang dipesan = 5 / 5
= 1
Dari hasil perhitungan diperoleh performansi bahan baku dari pembelian sebesar 1, artinya jumlah bahan baku yang dikirim selalu sesuai dengan yang dipesan.
Setelah dihitung performansi bahan baku dari pembelian tiap bulannya kemudian dirata-rata performansinya. Dari perhitungan itu maka didapatkan rata-rata performansi bahan baku dari pembelian adalah sebesar 1.
Performansi Bahan Baku dari Pembelian
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2
1 2 3 4 5 6
bulan ke
performansi
performansi rata-rata
Gambar 4.11. Grafik Performansi Bahan Baku dari Pembelian
Setelah dihitung rata-rata performansi bahan baku dari pembelian, maka dibuat grafiknya seperti yang tampak di atas untuk mempermudah analisa.
4.2.5. Performansi Shopfloor Control
Perhitungan performansi Shopfloor Control ini menggunakan data rencana produksi annealing (lihat lampiran 90-97), data rekap produksi annealing (lihat lampiran 98-101 dan tabel 103-108). Data-data yang diambil tersebut adalah data-data tanggal 16 juni 2003 sampai 21 Juni 2003.
Sebelum perhitungan performansi Shopfloor Control rencana produksi annealing dan rekap produksi annealing masing-masing dijumlahkan per harinya (lihat lampiran 102). Kemudian dilakukan perhitungan performansi Shopfloor Control per harinya. Di bawah ini adalah perhitungan performansi Shopfloor Control hari pertama:
Performansi Shopfloor Control = Parts completed / Parts scheduled = 1.526.903 / 1.755.000
= 0,87
Dari hasil perhitungan diperoleh performansi Shopfloor Control sebesar 0,87, artinya jumlah unit filamen yang diselesaikan pada suatu proses yang krusial tiap harinya yaitu pada proses annealing lebih kecil 0,87 kali daripada yang direncanakan.
Setelah didapatkan performansi Shopfloor Control tiap minggunya, performansi tersebut dirata-rata. Dari perhitungan itu maka didapatkan rata-rata performansi Shopfloor Control sebesar 0,85.
Grafik Performansi Shopfloor Control
0.8 0.81 0.82 0.83 0.84 0.85 0.86 0.87 0.88
16-06- 2003
17-06- 2003
18-06- 2003
19-06- 2003
20-06- 2003
21-06- 2003 Tanggal
Performansi
Performansi Average
Gambar 4.12. Grafik Performansi Shopfloor Control.
Setelah dihitung rata-rata performansi bahan baku dari pembelian, maka dibuat grafiknya seperti yang tampak di atas untuk mempermudah analisa.
4.2.6. Performansi Pengiriman Barang Jadi
Perhitungan performansi pengiriman barang jadi ini menggunakan data awal pengiriman barang jadi yang berisi data jumlah yang dijanjikan untuk dikirim, dan data jumlah yang tidak terkirim (lihat lampiran 109-114). Data-data yang diambil tersebut adalah data-data tanggal 7 Juli 2003 sampai dengan tanggal 16 Agustus 2003. Perhitungan performansi pengiriman barang jadi ini dibagi menjadi dua macam yaitu performansi pengiriman barang jadi grup A dan performansi pengiriman barang jadi grup B. Hal ini dilakukan untuk membuktikan bahwa grup B lebih diprioritaskan daripada grup A.
Oleh karena itu data-data tersebut diolah terlebih dahulu, data-data tersebut dipisahkan menurut grup A dan grup B dengan bantuan orang produksi PT Cahaya Angkasa Abadi (lihat lampiran 115 dan 119). Setelah itu data-data itu diolah lagi, untuk mencari data jumlah produk jadi yang dikirim. Data tersebut didapatkan dari jumlah yang dijanjikan dikirim dikurangi dengan jumlah yang tidak terkirim (lihat lampiran 117 dan 120). Yang dimaksudkan dengan jumlah yang tidak terkirim disini adalah jumlah pesanan yang tidak dapat dipenuhi.
Perhitungan jumlah produk jadi filamen TL 10 W yang dikirim untuk grup A pada periode 7 Juli 2003 sampai 12 Juli 2003
Jumlah produk jadi yang dikirim = Jumlah yang dijanjikan / Jumlah yang tidak terpenuhi
= 500.000 - 0 = 500.000
Dari hasil perhitungan diperoleh jumlah produk jadi filamen TL 10 W yang dikirim untuk grup A sebanyak 500.000, jumlah ini sesuai dengan jumlah yang dijanjikan untuk dikirim ke grup A. Artinya pada periode 7 Juli 2003 sampai 12 Juli 2003 ini perusahaan dapat memenuhi permintaan grup A sesuai dengan jumlah yang dijanjikan.
Selain itu perhitungan performansi pengiriman barang jadi produk filamen dan produk anchor dilakukan secara terpisah, karena satuan dari produk jadi filamen dan anchor ini berbeda. Untuk produk filamen menggunakan satuan pieces (pcs), sedangkan untuk produk anchor dalam satuan meter (m).
Dibawah ini merupakan perhitungan performansi pengiriman barang jadi filamen secara keseluruhan untuk periode pertama :
Performansi = Jumlah yang dikirim / Jumlah yang dijanjikan = 3.309.500 / 3.985.000
= 0,83
Dari hasil perhitungan diperoleh performansi pengiriman barang jadi produk filamen secara keseluruhan pada periode 7 Juli 2003 sampai 12 Juli 2003 sebesar 0,83, artinya jumlah filamen yang dikirim lebih kecil 0,83 kali dari yang telah dijanjikan.
Setelah didapatkan performansi pengiriman barang jadi tiap minggunya, performansi tersebut dirata-rata, baik untuk produk filamen maupun anchor. Dari perhitungan itu maka didapatkan rata-rata performansi pengiriman barang jadi produk filamen sebesar 0,82 dan rata-rata performansi pengiriman barang jadi produk anchor sebesar 0,83.
Grafik Performansi Pengiriman Barang Jadi Filamen
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1
1 2 3 4 5 6
periode
performansi
performansi filamen average
Gambar 4.13 Grafik Performansi Pengiriman Barang Jadi Filamen
Grafik Performansi Pengiriman Barang Jadi Anchor
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2
1 2 3 4 5 6
Periode
Performansi
performansi anchor rata-rata anchor
Gambar 4.14 Grafik Performansi Pengiriman Barang Jadi Anchor.
Setelah dihitung rata-rata performansi pengiriman barang jadi filamen dan performansi pengiriman barang jadi anchor, maka dibuat grafiknya seperti yang tampak di atas untuk mempermudah analisa.
4.2.6.1. Performansi Pengiriman Barang Jadi untuk Grup A.
Sebelum perhitungan performansi pengiriman barang jadi untuk grup A, jumlah barang jadi filamen dan anchor yang dijanjikan untuk dikirim ke grup A dan jumlah barang jadi filamen dan anchor yang dikirim untuk grup A masing-
masing dijumlahkan per minggunya (lihat lampiran 115-117). Kemudian dilakukan perhitungan performansi pengiriman barang jadi baik untuk produk filamen maupun untuk produk anchor (lihat lampiran 118). Di bawah ini adalah contoh perhitungan performansi pengiriman barang jadi produk filamen untuk grup A pada periode 7 Juli 2003 sampai 12 Juli 2003 :
Performansi = Jumlah yang dikirim / Jumlah yang dijanjikan = 2.819.500/ 3.495.000
= 0,81
Dari hasil perhitungan diperoleh performansi pengiriman barang jadi produk filamen untuk grup A pada periode 7 Juli 2003 sampai 12 Juli 2003 sebesar 0,81, artinya jumlah filamen yang dikirim untuk grup A lebih kecil 0,81 kali dari yang telah dijanjikan.
Setelah didapatkan performansi pengiriman barang jadi untuk grup A tiap minggunya, performansi tersebut dirata-rata, baik untuk produk filamen maupun anchor. Dari perhitungan itu maka didapatkan rata-rata performansi pengiriman barang jadi produk filamen sebesar 0,80 dan rata-rata performansi pengiriman barang jadi produk anchor sebesar 0,81.
Grafik Performansi Pengiriman Barang Jadi Filamen Grup A
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1
1 2 3 4 5 6
Periode
Performansi
performansi filamen rata-rata filamen
Gambar 4.15 Grafik Performansi Pengiriman Barang Jadi Filamen untuk Grup A
Grafik Performansi Pengiriman Barang Jadi Anchor Grup A
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2
1 2 3 4 5 6
Periode
Performansi
performansi anchor rata-rata anchor
Gambar 4.16 Grafik Performansi Pengiriman Barang Jadi Anchor untuk Grup A Setelah dihitung rata-rata performansi pengiriman barang jadi filamen untuk grup A dan performansi pengiriman barang jadi anchor untuk grup A, maka dibuat grafiknya seperti yang tampak di atas untuk mempermudah analisa.
4.2.6.2. Performansi Pengiriman Barang Jadi untuk Grup B.
Sebelum perhitungan performansi pengiriman barang jadi untuk grup B, jumlah barang jadi filamen dan anchor yang dijanjikan untuk dikirim ke grup B dan jumlah barang jadi filamen dan anchor yang dikirim untuk grup B masing- masing dijumlahkan per minggunya (lihat lampiran 119-120). Kemudian dilakukan perhitungan performansi pengiriman barang jadi baik untuk produk filamen maupun untuk produk anchor (lihat lampiran 121). Di bawah ini adalah contoh perhitungan performansi pengiriman barang jadi produk filamen untuk grup B pada periode 7 Juli 2003 sampai 12 Juli 2003 :
Performansi = Jumlah yang dikirim / Jumlah yang dijanjikan = 490.000 / 490.000
= 1
Dari hasil perhitungan diperoleh performansi pengiriman barang jadi produk filamen untuk grup B pada periode 7 Juli 2003 sampai 12 Juli 2003 sebesar 1, artinya jumlah filamen yang dikirim untuk grup B sesuai dengan yang dijanjikan.
Setelah didapatkan performansi pengiriman barang jadi untuk grup B tiap minggunya, performansi tersebut dirata-rata, baik untuk produk filamen maupun anchor. Dari perhitungan itu maka didapatkan rata-rata performansi pengiriman barang jadi produk filamen sebesar 1 dan rata-rata performansi pengiriman barang jadi produk anchor sebesar 1.
Performansi Pengiriman Filamen untuk Grup B
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2
1 2 3 4 5 6
Periode
Performansi
performansi filamen Average filamen
Gambar 4.17 Grafik Performansi Pengiriman Barang Jadi Filamen untuk Grup B
Performansi Pengiriman Anchor untuk Grup B
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2
1 2 3 4 5 6
Periode
Performansi
Performansi anchor Average ancor
Gambar 4.18 Grafik Performansi Pengiriman Barang Jadi Anchor untuk Grup B
Setelah dihitung rata-rata performansi pengiriman barang jadi filamen untuk grup B dan performansi pengiriman barang jadi anchor untuk grup B, maka dibuat grafiknya seperti yang tampak di atas untuk mempermudah analisa.
4.3. Utilitas
Utilitas yang dipakai disini adalah utilitas pada perencanaan produksi dan utilitas yang dipakai pada produksi aktualnya (lihat lampiran 122). Dari utilitas yang didapat itu masing-masing utilitas dirata-ratakan untuk mendapatkan rata-rata utilitasnya.
Grafik Utilitas Perencanaan Produksi
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 minggu ke-
Persen (%)
utilitas rata rata
Gambar 4.19 Grafik Utilitas Perencanaan Produksi
Grafik Utilitas Produksi Aktual
0 0.2 0.4 0.6 0.8 1 1.2
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 Minggu ke-
Persen (%)
utilitas
rata rata utilitas
Gambar 4.20 Grafik Utilitas Produksi Aktual
Selanjutnya data utilitas tersebut dibuat grafik performansinya untuk mempermudah melakukan analisa. Utilitas ini digunakan untuk menunjang analisa pada performansi MPS.
Untuk mengetahui berapa kali utilitas yang dipakai pada produksi aktualnya terhadap perencanaan utilitas.maka dilakukan perhitungan lebih lanjut.
Contoh perhitungan pada minggu ke-1 :
Performansi = Utilitas rekap produksi / Utilitas rencana produksi = 0,687774862 / 0,402023808
= 1,71
Dari hasil perhitungan diperoleh performansi utilitas sebesar 1,71, artinya utilitas yang digunakan untuk rekap produksi lebih besar 1,71 kali daripada utilitas yang diperlukan pada saat perencanaan produksi.
Setelah dilakukan perhitungan, maka dibuat rata-ratanya. Rata-rata performansinya sebesar 1,39
Grafik Performansi dari Utilitas
0 0.5 1 1.5 2
1 3 5 7 9 11 13 15 17 19 21 23 25 minggu ke-
Performansi
performansi rata-rata
Gambar 4.21 Grafik Performansi dari Utilitas
Setelah dihitung rata-rata performansi utilitasnya, maka dibuat grafiknya seperti yang tampak di atas untuk mempermudah analisa.