• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB I PENDAHULUAN. 1.1 Latar Belakang"

Copied!
24
0
0

Teks penuh

(1)

1

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Bahasa adalah salah satu ciri yang paling khas manusiawi yang membedakannya dengan makhluk-makhluk yang lain. Dengan bahasa manusia mampu mengemukakan dan sekaligus mengekspresikan pendapat, ide, gagasan dan emosinya. Tak ada manusia atau masyarakat di dunia ini mampu berkembang tanpa bahasa.

Hal yang paling mendasar mengenai bahasa adalah bahasa yang digunakan manusia sebagai alat komunikasi. Dengan bahasa inilah manusia beriteraksi dan bekerja sama, manusia tidak mungkin mampu bekerja sama tanpa bahasa. Bahasa itupun digunakan utuk berbagai keperluan di berbagai lapangan kehidupan. Karena manusia dalam kehidupannya cenderung berkelompok, tentunya masing-masing kelompok mempunyai macam-macam bahasa dan sekaligus variasi bahasa sesuai dengan fungsi sosial kemasyarakatannya.

Dimensi kemasyarakatan inilah yang memberikan makna kepada bahasa, dan sekarang ini semakin disadari oleh para ahli bahasa bahwa dimensi kemasyarakatan ini semakin menimbulkan ragam-ragam bahasa yang bukan hanya berfungsi sebagai petunjuk perbedaan golongan kemasyarakatan dan penuturnya, tetapi juga sebagai topik aturan-aturan dan modus penggunaan bahasa.

Variasi bahasa atau yang hidup di masyarakat dapat dikelompokkan menjadi empat bagian yaitu, dimensi variasi geografis, dimensi variasi sosiolongis, dimensi variasi fungionalis, dan dimensi variasi kronologis. Salah satu variasi sosiologis ialah variasi bahasa yang digunakan oleh para remaja yang di sebut bahasa prokem. Kalau kita perhatikan bahasa yang digunakan oleh kaum remaja dan mencoba memahaminya tidak jarang kita bingung, heran bahkan pusing karena kita tidak dapat mengerti apa yang dibicarakannya ataupun apa yang mereka tuliskan pada waktu mereka berkomunikasi sesama anggota kelompoknya.

(2)

2 Sebenarnya bahasa yang digunakan oleh kaum remaja tersebut bahasa sehari - hari yang digunakan oleh masyarakat umum, tetapi kosakata yang digunakan tersebut sudah dimodifikasi, misalnya hurufnya dibolak - balik atau kata - katanya cukup disingkat dan masih banyak cara mereka untuk memodifikasinya.

Dari bahasa yang digunakannya ini ada sejumlah kosakata yang dapat kita pahami tetapi ada juga sebagian kosakata yang tidak kita pahami, hal ini bias membinggungkan masyarakat yang sama sekali tidak mengetahui dan tidak memahami sedikit pun bahasa khas remaja ini, bahkan tidak jarang orang menggap bahwa remaja ini sedang bermain - main dan ada juga yang beranggapan bahwa bahasa tersebut dapat merusak bahasa Indonesia yang baik dan benar.

Bahasa remaja memang tidak pernah tetap, sesuai dengan remaja itu sendiri yang memang belum mapan. Perubahan tersebut tidak dapat diramalkan. Kalau kita tanyakan bahasa apa yang digunakan oleh remaja itu, mereka tentunya menjawab menurut versi masing - masing. Misalnya ia mengatakan bahwa bahasa yang ia gunakan adalah bahasa anak gaul, ada juga yang mengatakan bahasa rahasia. Bahasa alay yang biasa digunakan remaja zaman sekarang adalah sebagai salah satu ragam bahasa yang digunakan dikalangan remaja dan suatu bahasa yang sangat unik, khas sehingga sangat menarik untuk dicermati.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang tersebut, maka penulis merumuskan masalah sebagai berikut : 1.2.1. Apakah yang dimaksud dengan jargon, kata percakapan, slang, dan bahasa

prokem?

1.2.2. Bagaimanakah bentuk kosa kata jargon, kata percakapan, slang, dan bahasa prokem?

1.2.3. Kapankah jargon, kata percakapan, slang, dan prokem mulai berkembang?

(3)

3 1.3 Tujuan Penulisan

Tujuan penulisan ini adalah untuk :

1.3.1. Mengetahui pengertian dari jargon, kata percakapan, slang, dan bahasa prokem.

1.3.2. Memperkaya pengetahuan tentang kosa kata jargon, kata percakapan, slang, dan bahasa prokem.

1.3.3. Agar bisa menggunakan bahasa Indonesia sesuai dengan konteks.

1.4 Manfaat Penulisan

Manfaat penulisan ini adalah :

1.4.1. Manfaat praktis, penulisan ini diharapkan membina wawasan masyarakat dalam mengembangkan kemampuan menggunakan kata - kata agar dapat mewujudkan percakapan bahasa lisan yang akrab dan menarik.

1.4.2. Manfaat teoritis, hasil penulisan ini diharapakan dapat menjadi bahan kajian teoritis yang mendukung penelitian lebih lanjut dan bermanfaat ilmu

1.4.3. sosiolinguistik, khususnya ragam bahasa gaul dikalangan remaja.

1.4.4. Sebagai bahan bacaan bagi yang berminat mengetahui tentang jargon, kata percakapan, slang, dan bahasa prokem dikalangan masyarakat.

(4)

4

BAB II PEMBAHASAN

2.1. Pengertian dari Jargon, Kata Percakapan, Slang, dan Bahasa Prokem 2.1.1. Jargon

Jargon adalah kosa kata yang khas yang dipakai dalam kehidupan tertentu seperti yang dipakai oleh ahli bahasa, tukang kayu, montir mobil, guru matematika, dan sebagainya. Yang dipakai dan sering tidak dimengerti dan dipahami orang dalam bidang lain. Jargon dan argot memiliki kesamaan ada juga yang membuat perbedaan yang tidak penting, untuk lebih jelasnya kita simak batasan argot sebagi berikut.

Argot merupakan bahasa rahasia, atau bahasa khas pencuri. Dipakai juga untuk kosakata atau khusus dala perdagangan, profesi, atau kegiatan lain, dalam pengertian bahasa “rahasia” argot ini sinonim dengan jargon sedangkan cant sebagai senonim dengan argot. Kita melhat jargon, argot pada pokoknya mengacu pada bahasa yang khusus dalam kelompok sosial tertentu.Pada mulanya pembentukan bahasa slang, prokem, argot, jargon adalah berawal dari sebuah komunitas atau kelompok social tertentu yang berada di kelas atau golongan bawah (Alwasilah, 2006:29). Lambat laun oleh masyarakat akhirnya bahasa tersebut digunakan untuk komunikasi sehari-hari. Terdapat berbagai alasan kenapa masyarakat tersebut menggunakan bahasa-bahasa yang sulit dimengerti oleh kelompok atau golongan sosial lainnya. Alasan esensialnya adalah sebagai identitas sosial dan merahasiakan sesuatu dengan maksud orang lain atau kelompok luar tidak memahami.

(5)

5 2.1.2. Kata Percakapan

Menurut KBBI ( Kamus Besar Bahasa Indonesia ) percakapan merupakan pembicaraan; perundingan; perihal bercakap-cakap ( dipertentangkan dengan apa yang ditulis ); Istilah linguistik satuan interaksi bahasa antara dua pembicara atau lebih. Jadi kata percakapan adalah pembicaraan atau perundingan mengenai suatu permasalahan antara dua pembicaraan atau lebih.

2.1.3. Slang

Hampir semua orang, termasuk anda sering menggunakan slang dalam situasisituasi tertentu. Penggunaan slang adalah memperkenalkan kata-kata baru, jadi memperkaya kosa kata bahasa dengan mengkomunikasikan kata-kata lama dengan makna baru, tetapi sering dengan kata lama dengan arti sama sekali baru.

Kata-kata atau frase-frase slang seringkali ditemukan disesuaikan dengan gagasan dan kebiasaan baru yang tumbuh dalam masyarakat. Satu hal yang mencirikan informal syle adalah seringnya penggunaan slang. Hamper semua oarng, sering memakai slang dalam situasi-situasi tertentu. Suatu bentuk dalam pemakaian umum, dibuat dengan adaptasi yang popular dan pengluasan makna dari kata-kata yang ada dan menyusun kata-kata baru tanpa memperhatikan standar-standar skoalistik dan kaidah-kaidah linguistik dalam pembentukan kata-kata; pada umumnya terbatas pada kelompok - kelompok sosial atau kelompok usia ( Hartmann&stork 1972 : 210 dalam Chaedar ).

Slang adalah ragam bahasa tidak resmi dan tidak baku yang sifatnya musiman, dipakai kaum remaja tau kelompok tertentu untuk komunikasi intern dengan maksud agar yang bukan anggota kelompok tidak mengerti ( KBBI: 1991 ). Pengertian tersebut antara bahasa prokem dan slang memiliki kemiripan, sehingga penulis mengambil kesimpulan bahwa bahasa alay ( prokem ) adalah sama.

Slang di ciptakan oleh perubahan bentuk pesan linguistik tanpa mengubah isinya untuk maksud penyembunyian atau kejenakaan, jadi slang bukanlah jika kita berbicara yang seharusnya sebuah bahasa, melainkan hanya transformasi

(6)

6 parsial sebagian dari suatu bahasa menurut pola-pola tertentu. Contohnya, kata bahasa Indonesia mobil dapat di ubah wujudnya menjadi bo’il, bolim, demobs atau kosmob.

Menurut A. Chaer dan L. Agustina (2010: 67) yang dimaksud dengan slang adalah variasi sosial yang bersifat khusus dan rahasia. Artinya, variasi ini digunakan oleh kalangan tertentu yang sangat terbatas, dan tidak boleh diketahui oleh kalangan di luar kelompok itu. Oleh karena itu, kosakata yang digunakan dalam slang ini selalu berubah-ubah. Slang memang lebih merupakan bidang kosakata daripada bidang fonologi maupun gramatika. Slang ini bersifat temporal; dan lebih umum digunakan oleh para kaula muda, meski kaula tua pun ada pula yang menggunakannya. Karena slang ini bersifat kelompok dan rahasia, maka timbul kesan bahwa kesan bahwa slang ini adalah bahasa rahasinya para pencoleng dan penjahat; padahal sebenarnya tidakklah demikian. Faktor kerahasiaan ini menyebabkan pula kosakata yang digunakan dalam slang seringkali berubah. Dalam hal ini yang diebut bahasa prokem (lihat Rahardjo dan Chamber Loir 1988; juga Kawira 1990) dapat dikategorikan slang.

2.1.4. Bahasa Prokem

Menurut Eka Zul (2009), bahasa prokem adalah bahasa sandi yang dipakai dan hanya dimengerti kalangan remaja. Bahasa prokem digunakan sebagai sarana komunikasi di antara remaja selama kurun waktu tertentu. Sarana komunikasi ini diperlukan oleh kalangan remaja untuk menyampaikan informasi yang tidak boleh diketahui oleh kelompok usia lain terutama oleh kalangan orang tua. Bahasa prokem ini digunakan oleh kalangan remaja agar orang dari kelompok lain tidak mengetahui tentang apa yang sedang dibicarakanya. Bahasa prokem timbul dan berkembang sesuai dengan latar belakang social budaya pemakainya, hal ini merupakan perilaku kebahasaan yang bersifat universal.

(7)

7 2.2. Kosa Kata Jargon, Kata Percakapan, Slang, dan Bahasa Prokem

Bahasa gaul pada zaman sekarang sudah sangat bervariasi, seperti kata kepo ( selalu ingin tahu ), galau ( resah ), peres ( palsu, pura-pura ), woles ( santai ), rempong ( repot ), hoax ( berita palsu ), ciyus ( serius ), miapah ( demi apa ), cungguh ( sungguh ), enelan ( beneran ), puk - puk ( sebuah ucapan yang biasanya digunakan kepada orang lain yang sedang bersedih ), ababil ( ABG labil ), kamseupay ( kampungan sekali, udik, payah ), PHP ( pemberi harapan palsu ), unyu ( lucu ), wow ( sebuah ucapan untuk menyatakan kagum, tetapi bersifat menyindir ), dan sebagainya. Bahasa-bahasa ini sudah sangat populer digunakan oleh remaja sekarang, bahkan anak - anak kecil.

2.2.1. Jargon

Kita sering mendengar istilah Jargon, terutama pada media masa dengan menggunakan kata-kata asing dalam mengungkapkan sesuatu. A. Chaer dan L.

Agustina ( 2010 : 68 ) menjelaskan bahwa jargon adalah variasi sosial yang digunakan secara terbatas oleh kelompok-kelompok sosial tertentu. Ungkapan yang digunakan seringkali tidak dapat dipahami oleh masyarakat umum atau masyarakat di luar kelompoknya. Namun, ungkapan-ungkapan tersebut tidak bersifat rahasia.

Berdasarkan kamus besar bahasa Indonesia, jargon adalah kosakata khusus yang digunakan dibidang kehidupan (lingkungan) tertentu. Nuryadi (melalui Robins 1992: 62) mendifinisikan jargon adalah laras bahasa yang sengaja dipakai oleh kalangan tertentu tetapi tidak dipahami oleh kalangan di luar kalangan tersebut. Jargon biasanya berkenaan dengan kosa kata khusus yang digunakan dalam bidang kehidupan tertentu. Kadang istilah jargon membuat kita bingung, karena sebenarnya jargon merupakan jenis kata atau kalimat berbicara yang digunakan dalam kelompok orang-orang tertentu dalam bidang yang sama, yang mungkin tidak diketahui oleh orang lain.

(8)

8 Contoh jargon antara lain sebagai berikut.

1. Kelompok montir atau perbengkelan ada ungkapan–ungkapan seperti roda 2. Kelompok tukang batu dan bangunan ada ungkapan, seperti disipat, diekspos,

disiku dan ditimbang.

2.2.2. Kata Percakapan

Seorang laki-laki tampak sedang memperbaiki sepedanya di pinggir jalan raya.

Lalu sebuah mobil menghampirinya.

Dani : Hey Joe, Apa yang sedang kau lakukan?

Joe : Eh kamu Dan, ban sepedaku sepertinya bocor dan butuh ditambal.

Apakah Kamu tahu tempat di mana aku bisa menambal ban sepedaku?

Dani : Di sekitar sini jarang ada tempat tambal ban. Yang terdekat hanya ada di ujung jalan ini jaraknya sekitar 1 km.

Joe : Wah sepertinya itu lumayan jauh ya?

Dani : Ya cukup jauh, oleh karena itu musatahil bagimu untuk sampai di sana dengan mendorong sepeda itu.

Joe : Ah jangan khawatir, aku sudah terbiasa dengan itu.

Dani : Sudahlah mari naikkan sepedamu di mobilku. Aku akan mengantarkan mu ke sana.

Joe : Terimakasih Dan, Nasib baik aku bertemu kamu, kalau tidak aku pasti sudah menuntun sepeda ini.

Dani : Sepertinya hari ini aku ditakdirkan untuk menjadi penolongmu hhee.

Emangnya kamu hendak pergi kemana?

Joe : Aku hanya ingin berkeliling kota dengan sepedaku ini.

Dani : Aku bisa menebaknya, pasti hobimu adalah jalan-jalan, ya kan?

Joe : Tebakanmu hampir benar tapi masih salah. Hobiku adalah bersepeda mengelilingi tempat-tempat yang indah.

Dani : Hobimu bersepeda? Bukankah bersepeda itu melelahkan?

Joe : Tentu saja melelahkan tetapi ada perasaan bahagia di dalam hati yang

(9)

9 dapat mengalahkan rasa lelah itu. Perasaan ketika kamu mengayuhkan sepedamu ke tempat yang belum pernah kau kunjungi sebelumnya. Tidak hanya itu, bersepeda juga bisa membuat tubuh kita sehat.

Dani : Ternyata kau ini memiliki jiwa petualang, tapi bukankah akan lebih mudah dan cepat jika kamu menggendarai sepeda motor?

Joe : Pasti akan sangat cepat, tapi kau tidak akan menemukan sebuah kepuasan karena mengendarai sepeda motor tidak ada tantangannya. Bahkan bias menambah polusi udara yang telah terjadi saat ini.

Dani : Ada benarnya juga sih. Memang sulit beragumen tentang hobi seseorang. Akhirnya kita sudah sampai. Tunggu sebentar, aku akan memarkirkan mobilku.

Joe : Terimakasih banyak ya atas bantuannya.

Dani : Terimakasih kembali, kalau begitu aku akan melanjutkan perjalananku.

Semoga kau bisa kembali melanjutkan hobimu itu. Sampai ketemu lagi ya!

Joe : Baiklah, Sampai jumpa kembali!

(10)

10 2.2.3. Slang

2.2.4. Bahasa Prokem

Kosakata suatu bahasa senantiasa mencerminkan keadaan lingkungan, sikap hidup, serta alam pikiran para penuturnya. Sebagian besar kata berhubungan dengan keadaan sekitar dan kehidupan penuturnya sehari - hari.

Hal yang sangat berpengaruh terhadap bahasa prokem adalah kosakata yang dahulu muncul dalam bahasa preman yang lebih menjurus ke arah dunia hitam atau criminal, seperti dunia pencuri, pencopet, penodong, dan perampok. Boleh dikatakan bahwa kaum preman sama sekali tidak mau menghiraukan masalah- masalah dan hal-hal di luar lingkungan kehidupan mereka.

Sebagian besar kosakata yang digunakan bahasa preman menggambarkan orang – orang serta barang-barang sasaran, tempat, serta lingkungan sasaran, dan khalayak serta petugas keamanan yang justru menjadi penghambat dalam melaksanakan kegiatan mereka. Lain halnya dengan penggunaan bahasa prokem, para remaja menggunakan bahasa prokem dalam keaktifan sehari - hari yang lebih banyak berkaitan dengan kehidupan keluarga, keadaan sekolah atau perguruan tinggi, serta masalah kenakalan remaja.

Hal ini menunjukkan bahwa kosakata ahasa prokem mengacu padahal dan masalah sekitar rumah, pergaulan, pendidikan, dan kenakalan remaja. Hal ini menunjukkan bahwa kosakata bahasa prokem mengacu pada hal dan masalah disekitar rumah, pergaulan, pendidikan, dan kenakalan remaja yang terungkap dengan istilah kekerabatan kata ganti orang, masalah seks, narkotik dan obat-

Jangan lebay Jangan berlebihan

Dibikin cincay aja Dibuat mudah saja

Jutek banget sih Sombong sekali

Jayus deh Tidak lucu deh

Jangan plongo Jangan bingung / melamun

Jijay banget Menjijikkan sekali

Mau kemanong Mau kemana

(11)

11 obatan sejenis serta minuman keras. Hal ini sama sekali tidak berarti bahwa semua kosakata kaum preman sama sekali tidak digunakan para pemuda dan, remaja, tetapi fungsi suatu benda dalam suatu kelompok yang bentuknya juga dikenal anggota kelompok lain, tentulah berbeda. Mobil, rumah, arloji, televisi, dan sebagainya merupakan beberapa contoh kata yang dikenal dua kelompok.

Kelima benda pertama merupakan benda yang dinikmati sebagian besar remaja.

kata terakhir polisi, merupakan orang yang menegakkan hokum dan dapat menyebabkan siapa saja yang melanggar hokum masuk penjara sehingga pasti dihindari kaum remaja, tetapi juga dapat membantu mereka dalam mengatasi sejumlah kesulitan sesuai dengan kewajiban petugas kepolisian, yaitu melindungi dan memberi rasa aman kepada masyarakat.

Dari uraian diatas terlihat bahwa perbedaaan bahasa prokem dari bahasa preman terjadi karena penuturnya berbeda, fungsi dan tujuan pemakaiannya pun berbeda. Misalnya kaum preman melakukan tindakan kejahatan, para pemuda remaja suka bergembira dan bergaul dengan sesamanya dan lebih dikenal dengan bahasa kekerabatan. Selanjutnya pengertian “bahasa prokem” ini telah berubah atau lebih tepat dikatakan bergeser maknanya. Bahasa prokem ini tidak lagi disediakan dalam bentuk, rumus, atau kode bahasa, melainkan ditonjolkan sebagai bahasa atau kode sandi yang dipakai oleh kelompok tertentu, dalam hal ini pemuda, dan remaja. setiap kelompok dapat saja memberi interpretasi yang berbeda-beda menurut pengertian masingmasing, karena dapat ditemukan sejumlah variasi dalam pemakaian kalimat bahasa Indonesia. Inilah yang nerupakan salah satu ciri pembeda bahasa prokem kaum preman, pencetus dan pencipta bahasa ini, dengan bahasa prokem kaum remaja dan pemuda saat ini.

Kosa kata bahasa prokem ada berbagai jenis. Mulai dari berdasarkan jenis makna, fungsi penggunaan, berdasarkan asal bahasa, dan lain sebagainya.

Berikut adalah beberapa contoh kosa kata bahasa prokem.

(12)

12 1. Berdasarkan fungsi penggunaan

No. Jenis Fungsi Bentuk

1. Fungsi Emotif  Hahaha, dia hanya koya. Kita lihat aja besuk.

…menang kalah ga usah lah, kita mokal… percuma tak berguna.

 Asemai, dilewatin terus. Ok,ok,ok!

 A: thu Ndri, putri Solomu sok seksai, lengak - lengok.

Wkwkwk

B: hahaha, asemai. Buat kamu ajj deh, Nda. Wkwkwk

 Hari ini kupret banget ak mi, di kelas tidur, alhasil disuruh maju ngerjain soal.Huft….

2. Fungsi Konatif  cep loh, keburu ketinggalan. Ak duluan, mulai setengah tujuh e.

3. Fungsi Referensial

 A: MP terus berjalan, harus bener-bener diwaspadai.

B: hhhh, pengaruh MP bikin mum.

A: tenang, kita tetep yakin menang aja. Ok?

B: hahaha, tapi orang mana yang ga butuh uang?....

 A: Saip laksanakan mira?

B: Saip, Ndan, demi “HATI”!

A: yai, amanat Kota untuk ketua R19 Kecamatan e. hehehe….

4. Fungsi Putik  A: Saip laksanakan mira?

B: Saip, Ndan, demi “HATI”!

A: yai, amanat Kota untuk ketua R19 Kecamatan e. hehehe….

 A: … bukan hanya mira, tetapi menjadi lawa untuk malam pertama dan kedua harus tetap dilaksanakan.

B: saip, Ndan….

5. Fungsi Fatik  arep ming nyeng?

Ndri, nanti malam ron lho!

(13)

13 2. Berdasarkan jenis makna

No. Jenis Makna Kosa Kata Prokem

Asal Kata Makna

1. Denotasi bul

ndes ngop gombret uwek-uwek or

op nggerli munyukan

ik pod yipe roker

sop pir mum klam ming mon asemai ayui orai sijo rafofo ifo ofo nyesek pecelele

lawa oki laipitoipi seksai yai menye

Kebul ndesa ngopo gembrot guwek ora opo

pinggir kali munyuk

iki podo piye

randa keren

sopo pira mumet klambi minggat montor asem ayu ora siji rapopo iso opo sesek

pecinta cewek lemu-lemu Kalelawar Ok Laptop Seksi Iya Manja

asap yang keluar dari api desa/kampungan

kenapa gendut burung hantu tidak

apa

daerah pinggiran sungai garuk-garuk kepala seperti kebiasaan monyet

ini sama gimana

perempuan janda yang keren

siapa berapa pusing baju

kabur dari rumah sepeda motor umpatan cantik tidak satu

tidak apa-apa bisa

apa

sesak nafas

suka pada jenis perempuan yang gemuk

jenis binatang malam kata kesepakatan laptop

menarik perhatian iya

segala kebutuhan ingin terpenuhi

(14)

14 taker

saip roceboh tacin nyekampa ron lam sis lem cep makau

makidur lammat rika mp ceker kadim maklum posdim coker timus madesu cuka mami

mutu

mira umel-umel petiwu

tawur siap ceroboh cinta kampanye ronda lambat persis lemas cepat manusia tembakau mari kita tidur lampu mati cari muka money politik cewek keren kamu di mana makan belum posisi di mana cowok keren tipu muslihat masa depan suram cuma suka malam minggu muka tua

misi rahasia kumel penipu

berkelahi siap

tidak hati- hati perasaan sayang

usaha utuk menggaet masa berjaga malam

perlahan-lahan geraknya tepat, benar,mirip

tidak bertenaga bergerak cepat perokok berat

waktu untuk tidur lampu sedang padam berusaha mencari perhatian orang

bermain uang dalam hal politik

perempuan yang cantik dan menarik

kata tanya keberadaan kata tanya

kata tanya keberadaan laki-laki tampan dan menarik

tipu daya manusia masa depan yang akan suram

sebatas rasa suka hari sabtu malam

muka yang sudah kelihatan tua, padahal masih tergolong muda strategi yang bersifat rahasia

kumel, kucel orang pembohong

(15)

15

2. Konotasi Koe

nyeng ketengik kepompor mukiyo

ngah-ngoh pah-poh

nying cas cis nyawonan cimuk-cimuk tap tap mokal koya kupret hocimintici

kimcil sisawela

mendes

groh pede (PD)

lapendos

hamsyong

gondes

petewele

kae nyenggoh tengik pompor mukiyo

ngah-ngoh pah-poh

tanying cas cis nyawon cimuk-cimuk tap-tap mokal koya kupret hocimintici

kimcil sisawela

menthel desa

ngegroh pekok dewe

laki-laki penuh dosa hampa dan kosong gondrong

desa petewele

kata tunjuk “itu”

bego’

ketabrak dihajar

sebutan untuk orang yang selalu berpikir tidak masuk akal

seperti orang idiot orang yang kerjaannya melamun

jitak

hanya bisa ngomong saja bermain ayam hutan lucu dan imut bersiap ngegame malu

pembual

sial, tidak mujur cantik, menawan, mempesona gadis usia 17an

persis dengan yang sedang dibicarakan

perempuan desa yang genit

orang yang tidak jelas orang yang dianggap paling bodoh

laki-laki yang penuh dengan dosa

dalam keadaan yang sepi dan kosong

laki-laki desa yang mempunyai rambut panjang (gondrong) penipuan

(16)

16 3. Berdasarkan pembentukan secara morfologis

No. Proses Bentukan Kosa Kata Prokem Kata Asal

1. Abreviasi

a. Akronim dibentuk dari tiap suku awal/akhir tiap masing- masing kata

b. Penyingkatan

Makau makidur lapendos lammat gondes rika ceker kadim maklum posdim coker timus hamsyong madesu cuka mami mutu mira mendes nggirli raker pecelele pede (pd) mp

manusia tembakau mari kita tidur laki-laki penuh dosa lampu mati

gondrong desa cari muka cewek keren kamu dimana makan belum posisi dimana cowok keren tipu muslihat hampa dan kosong masa depan suram cuma suka

malam minggu muka tua misi rahasia menthel desa pinggir kali raker

pecinta cewe gemuk pekok dewe

Money politik

2. Afiksasi munyuk-an

nyesek cas-cisan nyawonan

munyuk sesek cas-cis nyawon

3. Reduplikasi ifo-ifo

wek-wek uwek-uwek cimuk-cimuk umel-umel tap-tap

Iso wek-wek guwek cimuk kumel tap-tap

4. Tidak teridentifikasi Ketengik

kepompor mukiyo

- - - -

(17)

17 ngah-ngoh

pah-poh nying mokal koya kupret hocimintici kimcil sisawela

- - - - - - - -

2.3. Perkembangan Jargon, Kata Percakapan, Slang, dan Bahasa Prokem 2.3.1. Jargon

Awalnya istilah-istilah dalam bahasa gaul itu untuk merahasiakan isi obrolan dalam komunitas tertentu. Tapi karena sering juga digunakan di luar komunitasnya, lama-lama istilah-istilah tersebut jadi bahasa sehari - hari. Kita pasti sering mendengar istilah - istilah gaul seperti cupu, jayus, atau jasjus, dan sebagainya. Bahkan mungkin kita sendiri sering menggunakannya dalam obrolan sehari - hari dengan teman - teman. Bahasa gaul tidak hanya muncul belakangan ini saja, tapi sudah muncul sejak awal 1970-an. Pada saat itu bahasa khas anak muda ini biasa disebut bahasa prokem. Kata yang paling sering digunakan hinga saat ini adalah kata “bencong”. Kata bencong sudah ada sejak awal 1970-an yang hampir bersamaan dengan bahasa prokem. Pada perkembangannya, konon para waria atau banci inilah yang paling rajin berkreasi menciptakan istilah - istilah baru yang kemudian memperkaya bahasa gaul.

Kosakata bahasa gaul yang berkembang belakangan ini sering tidak beraturan dan tidak memiliki rumus, sehingga perlu menghafal setiap kali muncul istilah baru. Misalnya untuk sebuah lawakan yang tidak lucu, kita biasa menyebutnya garing atau jayus. Ada juga yang menyebutnya jasjus. Kata tersebut menjadi kosaata baru dan digunakan hingga saat ini.

(18)

18 2.3.2. Kata Percakapan

Perkembangan bahasa pada anak remaja zaman sekarang sangat terlihat jelas. Pada umumnya, perkembangan bahasa remaja ini pun bersifat sementara, yaitu kata-kata yang digunakan cenderung mengalami perubahan. Hal ini terjadi karena setiap bahasa mengalami perkembangan sesuai zamannya. Selain itu, bahasa merupakan hasil kreativitas manusia sehingga wajar jika ada beberapa kata yang mengalami perubahan, bahkan penambahan.

Kata percakapan yang berkembang dari waktu ke waktu kini telah masuk ke lingkungan keluarga, bahkan lingkungan sekolah atau pendidikan. Hal ini terjadi karena banyak orang yang mengadopsi bahasa tersebut sebagai bahasa pergaulan yang digunakan dalam kehidupan sehari - hari. Bahkan, bahasa ini sengaja mereka gunakan di lingkungan rumah dan sekolah.

Perkembanganya tentu meresahkan orang tua karena mereka akan mengalami kesulitan dalam berkomunikasi dengan anaknya. Oleh karena itu, terkadang orangtua pun ‘ikut-ikutan’ dalam menggunakan bahasa gaul ini agar memudahkan mereka berkomunikasi dengan si anak. Akan tetapi, orang tua juga merasa cemas dengan bahasa-bahasa gaul semacam ini karena bahasa ini dianggap sebagai bahasa yang tidak sopan untuk digunakan sebagai bahasa percakapan sehari - hari, bahkan jika digunakan dalam lingkungan keluarga dan sekolah.

Bahasa dapat berkembang sesuai zamannya. Oleh karena itu, sebaiknya orangtua dan guru memerhatikan bahasa apa yang digunakan oleh anak zaman sekarang karena bagaimana pun bahasa dapat memengaruhi perilaku anak dalam hal kesopanan. Selain itu, penggunaan bahasa gaul sebaiknya digunakan sesuai dengan tingkat usianya dan siapa lawan bicaranya, serta dalam lingkungan yang seperti apa.

(19)

19 2.3.3. Slang

Awal kemunculan istilah dalam bahasa slang itu untuk merahasiakan isi obrolan dalam komunitas tertentu. Tapi karena sering juga digunakan di luar komunitasnya, lama - lama istilah tersebut jadi bahasa sehari - hari. Bahkan mungkin kita sendiri sering menggunakannya dalam obrolan sehari - hari dengan teman disekolah atau rumah. Guru bahasa Indonesia atau orang tua saja yang agak risih kalau kebetulan mereka mendengarnya.

Bahasa gaul rupanya tidak cuma menarik buat para penggunanya, tapi juga menarik untuk diseminarkan. Istilah - istilah gaul dicantumkan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia ( KBBI ) yang diterbitkan pada tahun 2008. Di samping itu, Pusat Bahasa Depdiknas pun akan mengeluarkan KBBI yang hanya memuat istilah - istilah baku. Dengan kata lain, pada tahun 2008 ada dua versi KBBI.

Salah satunya akan mencantumkan istilah - istilah gaul. Indikasinya teah terlihat dari beberapa bulan lalu lembaga ini pernah merilis tentang asal - usul istilah gaul.

Dari istilah nih ye, memble, kece, bo, nek, jayus, jaim, hingga gitu loh. Lembaga ini juga telah menemukan siapa yang menciptakan atau menggunakan hingga memopulerkan istilah - istilah tersebut. Ucapan yang terkenal ditahun 1980-an yang tepatnya bulan November 1985 pertama kali diucapkan oleh pelawak Diran kemudian dijadikan bahan lelucon oleh Euis Darliah,yaitu : Memble dan Kece 2.3.4. Bahasa Prokem

Tidak ada orang yang dapat menjelaskan secara tepat bagaimana wujud bahasa prokem pada waktu muncul pertama kali. Namun, menginagat bahwa nama bahasa ini disebut “bahasa prokem” , penulis mengambil kesimpulan bahwa bentuk olahan awal bahasa ini adalah penyisipan (-ok-) menjadi bahasa itu, yaitu dari kata “preman” kemudian disisipi (-ok-) menjadi ‘prokeman’, lalu mengalami gejala apokot dengan lenyapnya bunyi akhiran (-an) menjadi “prokem”. Kalau diperhatikan kosakata bahasa prokem sampai pertengahan dekade 80, tampaknya bahwa sebagian kata - katanya diolah dengan memberi sisipan (-ok-). Apakah cara ini saja yang digunakan pada awala timbulnya, tidaklah dapat dipastikan.

Namun, dari data yang tertulis dapat disimpulkan bahwa kosakata yang diolah

(20)

20 dengan cara ini merupakan salah satu rumus yang memegang peranan sangat penting, melihat besarnya kosakata seperti ini disekitar 30%. Disamping penyisipan (-ok-), kosakata bahasa prokempun banyak mengalami gejala metatesis (pembalikan urutan penulisan huruf). Gejala ini sudah dikenal lama sekali kira-kira sudah tampak sekitar 30 tahun yang lalu. Namun, yang perlu dicatat adalah pembalikan unsur-unsur kata yang diolah itu mempunyai beberapa bentuk berbeda. Beberapa perbedaan di antaranya masih dapat kita lihat dari kosakata yang tampak dari sejumlah data yang tertulis, misalnya kata ‘kibin’

(bikin), ‘depek’ (pendek), ‘ayam’ (maya), dan ‘baak’ (asbak). Para remaja pengguna bahasa prokem ini cenderung mencampuradukkan segala macam pola ke dalam bahasa prokem seolah-olah mau mengganggap bahwa segala macam bentuk yang tidak baku merupakan bahasa prokem. Kosa kata yang mengalami gejala efesinis dengan menyisipkan (-ok-) masih digunakan sampai kini, tetapi kalau diperhatikan bentuk-bentuk kata bahwa bentukan metatesis banyak sekali.

Setelah diteliti secara lebih cermat, ternyata kata yang diolah dengan bentuk ini bahkan lebih dari sepertiga jumlah kosakata bahasa prokem. Dari data ini tersirat bahwa mengolah kata bentuk metatesis.

(21)

21

BAB III PENUTUP

3.1 Simpulan

3.1.1. Pengertian dari Jargon, Kata Percakapan, Slang, dan Bahasa Prokem

Dari materi pembahasan diatas dapat disimpulkan bahwa jargon, kata percakapan, slang dan bahasa prokem merupakan bahasa gaul yang dimana sering digunakan dalam kehidupan sehari - hari. Walaupun demikian masing - masing memiliki fungsi yang berbeda, yang mana penggunaannya harus disesuaikan dengan kondisi atau situasi dimana kita berada dan dilingkungan mana kita menggunakan bahasa tersebut.

3.1.2. Bentuk Kosa Kata Jargon, Kata Percakapan, Slang, dan Bahasa Prokem

Dari materi diatas kita dapat mengetahui yang mana merupakan bentuk kosa kata dari jargon, kata percakapan, slang, dan bahasa prokem. Misalnya jargon merupakan variasi sosial yang digunakan secara terbatas oleh kelompok- kelompok sosial tertentu. Ungkapan yang digunakan seringkali tidak dapat dipahami oleh masyarakat umum atau masyarakat di luar kelompoknya. Namun, ungkapan-ungkapan tersebut tidak bersifat rahasia. Selanjutnya kata percakapan yang mana kata percakapan biasanya digunakan dalam bercakap-cakap mengenai suatu masalah yang dilakukan oleh dua orang atau lebih. Kemudian slang merupakan bahasa alay yang banyak digunakan dikalangan masyarakat terutama pada remaja , contohnya jangan lebay yang artinya jangan berlebihan dan bahasa ini sering sekali kita dengarkan. Yang terakhir yaitu prokem, berbeda dengan jargon ketika jargon merupakan variasi social yang digunakan secara terbatas oleh kelompok-kelompok social tertentu, prokem merupakan kosakata bahasa yang senantiasa mencerminkan keadaan lingkungan, sikap hidup, serta alam pikiran para penuturnya. Sebagian besar kata berhubungan dengan keadaan sekitar dan

(22)

22 kehidupan penuturnya sehari-hari. Hal yang sangat berpengaruh terhadap bahasa prokem adalah kosakata yang dahulu muncul dalam bahasa preman yang lebih menjurus ke arah dunia hitam atau kriminal, seperti dunia pencuri, pencopet, penodong, dan perampok.

3.1.3. Perkembangan Bahasa Jargon, Kata Percakapan, Slang, dan Prokem

Bahasa gaul sebenarnya sudah ada sejak 1970-an. Awalnya istilah-istilah dalam bahasa gaul itu untuk merahasiakan isi obrolan dalam komunitas tertentu.

Tapi karena sering juga digunakan di luar komunitasnya,lama-lama istilah-istilah tersebut jadi bahasa sehari-hari. Kosakata bahasa gaul yang berkembang belakangan ini sering enggak beraturan alias enggak ada rumusnya. Sehingga kita perlu menghafal setiap kali muncul istilah baru. Misalnya untuk sebuah lawakan yang enggak lucu, kita biasa menyebutnya garing atau jayus. Ada juga yang menyebutnya jasjus. Untuk sesuatu yang tidak biasa, misalnya cupu. Jayus dan cupu bisa dibilang kosakata baru.

3.2 Saran

3.2.1. Dengan membaca makalah ini dihapkan pegetahuan mahasiswa bertambah dan tidak hanya berpatokan di makalah ini saja tetapi lebih ingin mencari tahu infomasi yang lebih luas tentang penggunaaan bahasa gaul dalam konteks yang tepat.

3.2.2. Mastarakat dapat menggunakan bahasa alay sesuai dengan porsinya sehingga tidak melupakan bahasa ibu ( bahasa daerah masing - masing ).

3.2.3. Penulis lebih mengembangan krativitas dalam mengembangkan isi makalah.

(23)

23

DAFTAR PUSTAKA

Alwasilah, A. Chaedar. 1985. Sosiologi Bahasa. Bandung : Angkasa.

Alwi, H., dkk. 2003. “Tata Bahasa Baku Bahasa Indonesia”. Edisi Ketiga.

Jakarta : Balai Pustaka.

Ambarmizu. 2013. Penggunaan Bahasa. tersedia pada,

https://ambarmizu2013.wordpress.com/sosiolinguistik-penggunaan-bahasa/hari ( diakses 7 Oktober 2015 ).

Anwar, Khaidir. 1984. “Fungsi Dan Peranan Bahasa : Sebuah Pengantar”.

Yogyakarta : Gajah Mada University Press.

Anonim. 2008. Asal Usul Bahasa Gaul. Tersedia pada,

http://www.modifikasi.com/showthread.php/35320-Asal-Usul-Bahasa-GAUL ( diakses 7 Oktober 2015 ).

Bashiroh, Akhild. 2014. Bahasa Jargon, Slang, Argot, Prokem. Tersedia pada,

http://akhildzatuhimmah.blogspot.co.id/2014/11/bahasa-jargon-slang-argot-prokem.html ( Diakses 7 Oktober 2015 ).

Ismiyati. 2011.Bahasa Prokem di Kalangan Remaja Kotagede. Skripsi (tidak diterbitkan).

Yogyakarta: Unversitas Negeri Yogyakarta ( diakses tanggal 29 September 29015 ).

Kridalaksana, Harimurti.2008. “Kamus Linguistik Edisi Keempat”.

Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.

Meyke. 2013. “Penggunaan Kosa Kata Alay oleh Remaja pada Facebook di Kota Bengkulu”.

Tesis (tidak diterbitkan). Bengkulu : Universitas Bengkulu.

Mohhamad, Atqo. 2010. ”Perkembangan Bahasa Gaul di Indonesia”.

http:AqtoMuhammad.blogt.spot.com/2010/03. ( diakses 30 September 2015 ).

Ridosaurus.2015. “Bahasa Gaul ”,

http://id.wikipedia.org/wiki/BahasaProkemIndonesia/ ( diakses 30 september 2015 ).

(24)

24 Soeharso, Drs., dkk. 2008. “Kamus Bahasa Indonesia Lengkap”. Semarang : Widya Karya.

Sugono, D., dkk. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. Edisi Keempat.

Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Sulistyowati, Iin. 2001. ”Kajian Sosiolek Remaja pada Serial Nana dan Kawan - kawan oleh Cassy di Majalah Kawanku”. Skripsi ( tidak diterbitkan ). Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta.

Sumarsono, Prof. 2008. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Zaka, Isfatun. 2010. “Karakteristik Leksikon Bahasa Gaul dalam Facebook”.

Skripsi (tidak diterbitkan). Yogyakarta : Universitas Negeri Yogyakarta.

Referensi

Dokumen terkait

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Beralih Konsumen Dalam Menggunakan Kartu Se;uler (Studi Pada Pengguna Kartu Seluler Di Kota Malang) adalah hasil karya saya

ADLN – PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS AIRLANGGA... ADLN – PERPUSTAKAAN

Sebelum melakukan penelitian guru telah mempersiapkan pembelajaran terlebih dahulu seperti Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH), mempersiapkan alat dan

Manajer dapat mengakses 6 subsistem yang terdiri dari subsistem hak akses yang terdiri dari login dan mengubah password , subsistem mengelola produk yang hanya dapat

Browsing benar-benar diakui oleh pengguna jika dokumen yang ditemukan relevan, berbeda dengan searching mereka mencari informasi dari ingatan tentang informasi tersebut

algoritma kompresi LZW akan membentuk dictionary selama proses kompresinya belangsung kemudian setelah selesai maka dictionary tersebut tidak ikut disimpan dalam file yang

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tanaman yang berpotensi sebagai sumber pakan lebah madu di Kabupaten Karawang, serta untuk mengidentifikasi wilayah yang

Secara garis besar komponen-komponen pembelajaran memiliki banyak komponen, diantaranya ada tujuan pembelajaran sebagai titik tolak untuk mencapai suatu pembelajaran, guru