• Tidak ada hasil yang ditemukan

RENCANA AKSI KEGIATAN TAHUN

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "RENCANA AKSI KEGIATAN TAHUN"

Copied!
60
0
0

Teks penuh

(1)

Balai Pelatihan Kesehatan Batam Jalan Marina City , Tanjung Uncang , Batu Aji Kota Batam Kepulauan Riau Telp. (0778) 381481 Fax. (0778) 381662

RENCANA AKSI KEGIATAN

TAHUN 2020 - 2024

(2)

Batam, Desember 2020 Kepala Balai Pelatihan Kesehatan Rencana Aksi Kegiatan Bapelkes Batam merupakan penjabaran Rencana Aksi Program Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2020-2024 dalam mendukung Rencana Strategis Kementerian Kesehatan 2020-2024 berdasarkan Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.

Diharapkan Rencana Aksi Kegiatan ini dapat dijadikan acuan bagi semua pihak terkait, baik yang terlibat langsung maupun tidak langsung dalam perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi kegiatan Pelatihan SDM Kesehatan.

Dengan mempertimbangkan perkembangan dan perubahan lingkungan strategis dalam pembangunan SDM kesehatan, perubahan struktur dan tata kelola organisasi serta perubahan kebijakan pelaksanaan pelatihan SDM Kesehatan di masa mendatang, maka Rencana Aksi Kegiatan Bapelkes Batam Tahun 2020-2024 ini dapat dilakukan perubahan dan penyempurnaan sesuai kebutuhan dan kepentingan organisasi.

yang telah mencurahkan rahmat karunia-Nya, sehingga penyusunan Rencana Aksi Kegiatan Balai Pelatihan Kesehatan Batam (Bapelkes Batam) Tahun 2020-2024 dapat terselesaikan.

Dalam proses penyusunannya, Rencana Aksi Kegiatan Bapelkes Batam ini telah melibatkan berbagai pihak, melalui koordinasi dan kerjasama yang baik.

P\

17

(3)

Kata Pengantar i

Daftar Isi ii

I Pendahuluan ……… 1

A. Latar Belakang ……….. 1

B. Sejarah ……….. 5

C. LandasaN Hukum ……… 7

D. Tujuan ……… 8

E. Nilai-Nilai ………. 8

II Arah Kebijakan ……….. 9

A. Arah Kebijakan Badan PPSDM Kesehatan/Kementerian Kesehatan ……….. 9

B. Arah Kebijakan Bapelkes Batam ……… 10

III Analisis Lingkungan Bisnis ……… 11

A. Faktor Eksternal ……… 11

B. Faktor Internal ………... 13

C. Analisis SWOT ……….. 14

D. Asumsi-asumsi ……….. 24

E. Isu Strategis ………... 25

IV Strategi Pengembangan Organisasi……… 28

A. Strategi Pengembangan ……….. 28

B. Sasaran strategis ……….. 30

C. Indikator Kinerja Sasaran ………. 30

D. Target Tahunan ………. 35

V Program Tahun 2020-2024 ……… 40

A. Proyeksi Kebutuhan SDM ……… 40

B. Proyeksi Kebutuhan Peralatan ……… 43

C. Proyeksi Kebutuhan Sarana dan Prasarana ……… 44

D. Proyeksi Kebutuhan Pengembangan Sub Sistem Pendukung ………. 44

E. Program tahunan ……….. 45

F. Anggaran Program/Kegiatan ………... 48

(4)
(5)

BAPELKES BATAM 1

I. PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG

Keberhasilan pembangunan kesehatan sangat dipengaruhi oleh mutu Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) yang berperan sebagai pemikir, perencana dan pelaksana pembangunan kesehatan. Salah satu kegiatan yang berperan terhadap pengembangan dan peningkatan mutu SDM kesehatan adalah melalui pendidikan dan pelatihan.

Selain itu, sejalan dengan upaya pemerintah dalam pembangunan kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat setinggi-tingginya dapat terwujud. Pembangunan kesehatan periode Tahun 2020-2024 adalah meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta dengan penekanan pada penguatan pelayanan kesehatan dasar (Primary Health Care) dan peningkatan upaya promotif dan preventif didukung oleh inovasi dan pemanfaatan teknologi. Program Indonesia sehat dilaksanakan dengan 3 pilar utama yaitu paradigma sehat, penguatan pelayanan kesehatan dan jaminan kesehatan kesehatan nasional. Strategi Nasional pembangunan kesehatan pada RJMN 2020 – 2024 adalah :

1. Peningkatan kesehatan ibu, anak KB, dan kesehatan reproduksi 2. Percepatan perbaikan gizi masyarakat

3. Peningkatan pengendalian penyakit

4. Pembudayaan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) 5. Penguatan Sistem Kesehatan, Pengawasan Obat dan Makanan

Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan pada pasal 21 menyatakan bahwa “Pemerintah mengatur perencanaan, pengadaan, pendayagunaan serta pembinaan dan pengawasan mutu SDM Kesehatan dalam rangka menyelenggarakan pelayanan kesehatan. Dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional (SKN), pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan diselenggarakan melalui empat upaya pokok yaitu Perencanaan SDM Kesehatan, pengadaan

(6)

BAPELKES BATAM 2

SDM Kesehatan, Pendayagunaan SDM Kesehatan dan Pembinaan dan pengawasan mutu SDM Kesehatan.

Data jumlah SDM Kesehatan per 31 Desember 2019 tercatat sebanyak 1.244.162 orang yang terdiri dari tenaga medis 107.007 orang, psikologi klinis 734 orang, keperawatan 376.136 orang, kebidanan 228.278 orang, kefarmasian 63.177 orang, kesehatan masyarakat 28.459 orang, Kesehatan Lingkungan 17.038 orang, gizi 24.905 orang, keterapian fisik 7.508 orang, keteknisian medis 28.303 orang, teknik biomedika 43.086 orang, tenaga kesehatan tradisional 327 orang, tenaga penunjang kesehatan 319.204 orang. Oleh sebab itu, Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan para pemangku kepentingan lainnya bersama-sama untuk menjaga mutu SDM Kesehatan tetap terjaga hingga mendorong upaya pemerintah dalam meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan masyarakat setinggi- tingginya.

Berdasarkan data Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan per 31 Desember 2018, terdapat 2.319 (23%) Puskesmas yang telah memiliki 9 (sembilan) jenis tenaga kesehatan sesuai standar dalam Permenkes Nomor 75 Tahun 2014. Puskesmas yang sama sekali tidak memiliki dokter adalah sebanyak 1.513 Puskesmas (15%), Puskesmas tidak memiliki Tenaga Dokter gigi (45,53%), 241 Puskesmas tidak memiliki tenaga perawat (2,4%), 342 Puskesmas tidak memiliki bidan (3,4%), 2952 Puskesmas tanpa tenaga kesehatan masyarakat (29,47%), 2696 Puskesmas tanpa tenaa kesehatan lingkungan (26,9%), 3507 Puskesmas tanpa tenaga ahli laboratorium medik-ATLM (35,01%), 2404 Puskesmas tanpa tenaga gizi (24%) dan 2292 Puskesmas tanpa tenaga kefarmasian (22,88%).

Berdasarkan gambaran situasi dan kondisi masalah kesehatan yang telah disebutkan diatas, masalah krusial yang dihadapi dalam pemenuhan SDM kesehatan adalah jumlah, sebaran dan kualitas tenaga kesehatan.

Oleh karena itu, pemenuhan SDM kesehatan dalam pembangunan kesehatan lima tahun mendatang menjadi tantangan tersendiri dalam

(7)

BAPELKES BATAM 3

mendukung keberhasilan pembangunan kesehatan. Sasaran yang ingin dicapai dalam RPJMN 2020-2024 adalah meningkatkan derajat kesehatan dan status gizi masyarakat melalui upaya kesehatan dan pemberdayaan masyarakat yang didukung dengan perlindungan finansial dan pemerataan pelayanan kesehatan.

Tantangan program pengembangan dan pemberdayaan SDM Kesehatan adalah perubahan paradigma sehat menjadi promotif-preventif, dimana sekarang masih didominasi oleh upaya kuratif dan rehabilitatif. Oleh sebab itu, dibutuhkan juga tenaga kesehatan masyarakat, sanitarian, gizi, dan penyuluh kesehatan yang bertugas melaksanakan upaya promotif- preventif.

Permasalahan di atas menjadi acuan dalam penetapan sasaran strategis Badan PPSDM Kesehatan 2020-2024 dalam mendukung tercapainya tujuan strategis Kementerian Kesehatan yaitu Puskesmas tanpa dokter sebesar 0%, terpenuhinya Puskesmas dengan jenis tenaga kesehatan sesuai standar sebesar 83%, terpenuhinya RSUD Kab/Kota yang memiliki dokter spesialis dasar dan spesialis lainnya sebesar 90%, serta tersedianya SDM Kesehatan yang ditingkatkan kompetensinya sebanyak 167.742 orang.

Peningkatan kompetensi dan profesionalisme SDM Kesehatan dapat dilakukan melalui pendidikan dan pelatihan.

Bapelkes Batam yang merupakan unit pelaksana teknis di bidang pelatihan kesehatan mempunyai tugas dalam menyiapkan SDM Kesehatan yang mempunyai kompetensi dan profesionalime dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya. Berdasarkan aspek strategis dan permasalahan diatas, maka sasaran strategis Bapelkes Batam sebagai penyelenggara pelatihan SDM Kesehatan adalah meningkatkan kompetensi SDM Kesehatan melalui pelatihan dengan indikator pencapaian sasaran jumlah SDM Kesehatan yang mendapatkan sertifikat pada pelatihan terakreditasi.

Terkait dengan perubahan susunan organisasi dan tata kerja di Kementerian Kesehatan sesuai dengan Permenkes No 64 Tahun 2015 maka tugas pokok dan fungsi Balai Pelatihan Kesehatan difokuskan pada pelaksanaan pelatihan sedangkan fungsi norma, standar, prosedur dan

(8)

BAPELKES BATAM 4

kriteria (NSPK) berada dibawah kewenangan Pusat Pelatihan SDMK termasuk dalam penyusunan modul dan kurikulum.

Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 39 Tahun 2018 Tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Pelatihan Kesehatan di Lingkungan Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan, kedudukan Balai Pelatihan Kesehatan Batam (Bapelkes Batam) merupakan unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan.

1. Tugas Pokok

Bapelkes Batam mempunyai tugas pokok yaitu melaksanakan pengelolaan pelatihan sumber daya manusia kesehatan.

2. Fungsi

Adapun dalam melaksanakan tugas pokoknya, Bapelkes Batam mempunyai fungsi sebagai berikut:

a. penyusunan rencana, program, dan anggaran;

b. pelaksanaan pelatihan sumber daya manusia kesehatan, pelatihan manajemen, dan pelatihan unggulan tertentu;

c. pelaksanaan pengembangan metode dan teknologi pelatihan sumber daya manusia kesehatan;

d. pelaksanaan penjaminan mutu penyelenggaraan pelatihan kesehatan;

e. pelaksanaan kerja sama di bidang pelatihan sumber daya manusia kesehatan;

f. pengelolaan sistem informasi pelatihan sumber daya manusia kesehatan;

g. pelaksanaan bimbingan teknis di bidang pelatihan sumber daya manusia kesehatan;

h. pemantauan, evaluasi, dan pelaporan di bidang pelatihan sumber daya manusia kesehatan; dan

i. pelaksanaan urusan ketatausahaan Balai Pelatihan Kesehatan.

(9)

BAPELKES BATAM 5

B. SEJARAH

Status organisasi Bapelkes Batam menjadi unit kerja eselon III, yang merupakan unit baru, diresmikan oleh Menteri Kesehatan RI pada tanggal 22 Juli 2010. Sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 947/MENKES/PER/VII/2010 tanggal 22 Juli 2010, sebagai unit pelaksana teknis di lingkungan Kementerian Kesehatan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK).

Bapelkes Batam mempunyai tugas pokok yaitu melaksanakan pelatihan di bidang kesehatan bagi SDM kesehatan dan masyarakat, pelayanan informasi ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan, dan pengembangan sumber daya kesehatan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Tupoksi Bapelkes Batam dalam melaksanakan pelatihan di bidang kesehatan bagi SDM Kesehatan dan masyarakat dipertegas dengan dideklarasikannya Bapelkes Batam sebagai Sentra Pelatihan Keperawatan oleh Kepala Badan PPSDM Kesehatan pada tanggal 1 Desember 2010. Sejak diterbitkannya Permenkes Nomor 1144/Menkes/PER/VII/2010 mulai awal Januari 2011 terdapat perubahan Tata Kerja dan Hirarki di Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Sumber Daya Manusia Kesehatan (BPPSDMK) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) nya. Sebelum Permenkes tersebut diterbitkan, UPT Balai Pelatihan yang berada di wilayah Provinsi Kepulauan Riau Kota Batam menginduk kepada Pusat Pendidikan dan Pelatihan Sumber Daya Manusia Kesehatan (Pusdiklat SDMK). Namun setelah Permenkes tersebut diterbitkan, yang membina UPT Balai Pelatihan tidak hanya Pusdiklat SDMK yang berubah menjadi Pusdiklat Aparatur namun juga Pusat Pendidikan dan Pelatihan Tenaga Kesehatan (Pusdiklat Nakes).

(10)

BAPELKES BATAM 6

Prioritas tugas pokok dan fungsi Bapelkes Batam yang sebagaimana tersebut di atas, maka pada tahun 2011 diprogramkan kegiatan pelatihan untuk SDM Kesehatan dan masyarakat dengan proporsi pelatihan teknis keperawatan lebih besar. Hal ini mendukung deklarasi dan sarana serta prasarana yang tersedia di Bapelkes Batam untuk melaksanakan pelatihan tersebut.

Terkait dengan perubahan SOTK sesuai Permenkes nomor 64 Tahun 2015 tentang Susunan Organisasi dan tata Kerja di lingkungan Kementerian Kesehatan, maka tugas pokok dan fungsi Balai Pelatihan Kesehatan difokuskan pada pelaksanaan pelatihan sedangkan fungsi penyusunan norma, standar, prosedur dan kriteria (NSPK), serta kurikulum dan modul berada dibawah kewenangan Pusat Pelatihan SDMK.

Permenkes nomor 39 Tahun 2018 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Pelatihan di Lingkungan Badan Pengembangan Sumber daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa Permenkes nomor Nomor 2361/Menkes/Per/XI/2011 tentang Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis di Bidang Pelatihan Kesehatan tidak berlaku.

(11)

BAPELKES BATAM 7

C. LANDASAN HUKUM

1. Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5063)

2. Undang-Undang Nomor 5 tahun 2014 tentang Aparatur sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5494)

3. Undang-Undang Nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2014 Nomor 298, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5607)

4. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang Manajemen Pegawai Negeri sipil (Lembaran Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 63, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6037)

5. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 64 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Kementerian Kesehatan (Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2015 Nomor 1508)

6. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 37 tahun 2018 tentang Klasifikasi Unit Pelaksana Teknis Bidang pelatihan Kesehatan di Lingkungan BPPSDM Kesehatan (Berita Negara republic Indonesia tahun 2018 Nomor 1124)

7. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 39 tahun 2018 Organisasi dan Tata Kerja Unit Pelaksana Teknis Bidang Pelatihan di Lingkungan Badan Pengembangan Sumber daya Manusia Kesehatan Kementerian Kesehatan Kesehatan (Berita Negara Republik Indonesia tahun 2018 Nomor 1124)

(12)

BAPELKES BATAM 8

D. TUJUAN

Bapelkes Batam mempunyai tujuan umum untuk melaksanakan pengelolaan pelatihan sumber daya manusia kesehatan yang bermutu dan terakreditasi sesuai dengan Standar Nasional.

Tujuan khusus adalah sebagai berikut : 1. Peningkatan kompetensi SDM Kesehatan

2. Peningkatan mutu penyelenggaraan pelatihan sesuai dengan standar nasional/ dan internasional

3. Peningkatan jejaring dalam penyelenggaraan pelatihan 4. Peningkatan kompetensi SDM Diklat

5. Peningkatan pendayagunaan sarana dan prasarana pelatihan 6. Peningkatan tata kelola pemerintahan yang baik.

E. NILAI-NILAI

a) ”Growth” artinya melakukan perbaikan terus menerus dan beradaptasi dengan perubahan yang terjadi. Bapelkes Batam terus melakukan inovasi sesuai dengan kebutuhan organisasi dan masyarakat.

b) ”Responsive” artinya melakukan respon cepat dalam rangka memberikan pelayanan kepada pelanggan.

c) ”Exellent” artinya memberikan yang terbaik kepada pelanggan, bahwa Bapelkes Batam berusaha secara terus menerus memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

d) ”Akuntable” artinya pelaksanaan kegiatan dapat dipertanggungjawabkan dan terukur sesuai tugas pokok dan fungsi organisasi dalam mencapai hasil/tujuan organisasi yang telah ditetapkan sebelumnya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

e) ”Transparant” artinya keterbukaan informasi dalam melakukan kegiatan pelatihan/ organisasi.

(13)

BAPELKES BATAM 9

II. ARAH KEBIJAKAN

A. Arah Kebijakan Badan PPSDM Kesehatan / Kementerian Kesehatan Untuk mendukung kebijakan nasional pembangunan Kesehatan, yakni meningkatkan pelayanan Kesehatan menuju cakupan kesehatan semesta dengan penguatan pelayanan kesehatan dasar (primary health care) dan mendorong peningkatan upaya-upaya promotif dan preventif, didukung oleh inovasi dan pemanfaatan teknologi, maka ditetapkan arah kebijakan Kementerian Kesehatan sebagai berikut :

1. Penguatan pelayanan kesehatan primer sebagai sebuah system yang mensinergikan FKTP pemerintah (Puskesmas dengan jaringannya), dan FKTP swasta (klinik swasta, dokter/dokter gigi/bidan Pratik mandiri).

2. Pelayanan kesehatan menggunakan pendekatan siklus hidup, mulai dari Ibu hamil, bayi, anak balita, anak usia sekolah, remaja, usia produktif, dan lansia dan intervensi secara kontinyu (promotive, preventif, kuratif, rehabilitative) dengan penekanan pada promotive dan preventif.

3. Penguatan pencegahan factor risiko, deteksi dini, dan aksi multisectoral (pembudayaan GERMAS), guna pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular.

4. Penguatan system kesehatan di semua level pemerintahan menjadi responsive dan Tangguh, guna mencapai cakupan kesehatan semesta (no one left behind)

5. Peningkatan sinergisme lintas sektor, pusat dan daerah, untuk menuju konvergensi dalam intervensi sasaran prioritas dan program prioritas, termasuk integrasi lintas program dengan pendekatan keluarga (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga).

(14)

BAPELKES BATAM 10

B. Arah Kebijakan Bapelkes Batam

Arah kebijakan Balai Pelatihan Kesehatan Batam adalah

1. Pelaksanaan Pelatihan Teknis Kesehatan, Fungsional Kesehatan Manajemen Kesehatan dan Manajemen Teknis Non Kesehatan yang bermutu dan terakreditasi sesuai dengan standar nasional.

2. Peningkatan koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan program dukungan manajemen pelaksanaan kegiatan di Balai Pelatihan Kesehatan Batam.

(15)

BAPELKES BATAM 11

III. ANALISIS LINGKUNGAN BISNIS

A. Faktor Eksternal (Peluang dan Ancaman) 1. Regulasi

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 36 tahun 2014 tentang Tenaga Kesehatan pasal 31 (2) mengamanatkan bahwa pelatihan diselenggarakan oleh institusi penyelenggaraan pelatihan yang terakreditasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

2. Segmen Pasar (Pengguna)

a. Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2019 Tentang Jenis dan Tarif PNBP

b. Tingginya potensi penyelenggaraan pelatihan dalam rangka syarat minimal kompetensi yang wajib dimiliki ASN (berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 tahun 2020 dimana setiap PNS wajib mengikuti pelatihan 20 JPL) dan 24 JPL untuk PPPK

c. Tingginya penggunaan fasilitas Bapelkes Batam baik itu untuk kegiatan pelatihan maupun non pelatihan oleh masyarakat umum/swasta/organisasi sosial maupun instansi pemerintah.

d. Adanya sumber dana dari pihak lain dalam pengembangan penyelenggaraan pelatihan bidang kesehatan

e. Terbatasnya instansi penyelenggara pelatihan di Provinsi Kepulauan Riau yang memiliki akreditasi dan fasilitas dalam menyelenggarakan pelatihan bagi ASN (Pengembangan SDM daerah terpencil, perbatasan dan kepulauan)

f. Adanya kesediaan institusi lain (pemerintah dan swasta) untuk kerja sama dalam melengkapi kebutuhan tenaga fasilitator (Telah ada kerjasama dan kemitraan dengan institusi pemerintah atau swasta dalam hal ketersediaan tenaga pengajar/fasilitator/instruktur untuk penyelenggaraan pelatihan)

(16)

BAPELKES BATAM 12

3. Kompetitor

a. Semakin banyaknya institusi diklat kesehatan sejenis di Kepulauan Riau khusus kebidanan dan keperawatan (swasta)

4. Supplier

a. Cepatnya perkembangan teknologi sarana dan prasarana dalam bidang pelayanan kesehatan

b. Kurangnya kemampuan peserta latih dalam menggunakan teknologi informasi pada saat proses pelaksanaan pelatihan dengan metode jarak jauh (online/daring)

5. Stakeholder Lain

a. Terbukanya peluang lembaga/instansi pelatihan non mandiri / swasta dalam penyelenggaraan pelatihan teknis bidang kesehatan yang terakreditasi.

b. Terbukanya organisasi profesi menyelenggarakan pengembangan kompetensi bagi anggotanya.

6. Produk Substitusi

a. Sesuai PerLAN Nomor 5 tahun 2018 tentang pengembangan kompetensi ASN melalui Coaching dan Mentoring

b. Peraturan tentang kebijakan pelatihan CPNS (pengarahan kebijakan pelatihan)

7. Faktor Lingkungan Eksternal Lainnya

a. Perubahan kebijakan pelatihan dasar CPNS dan Pelatihan Kepemimpinan oleh LAN

b. Adanya perkembangan lingkungan strategis dalam pembangunan kesehatan dan perubahan struktur dan tata kelola organisasi serta perubahan kebijakan pelaksanaan pelatihan.

(17)

BAPELKES BATAM 13

B. Faktor Internal (aspek layanan, aspek SDM, Keuangan, dll) 1. Aktivitas Utama

a. Adanya dukungan kebijakan pimpinan terhadap program pelatihan b. Adanya upaya peningkatan pelaksanaan pelatihan

c. Adanya dukungan anggaran dana dari pemerintah

d. Adanya komitmen pimpinan dalam mendukung pengembangan kompetensi ASN

e. Telah terakreditasinya Bapelkes Batam oleh Kemenkes

f. Adanya struktur organisasi dan deskripsi pekerjaan yang terstandar dan akuntabel untuk semua komponen SDM Bapelkes Batam

g. Terbatasnya SDM penyelenggara diklat h. Terbatasnya tenaga fungsional widyaiswara

i. Terbatasnya tenaga pelayanan penunjang pelatihan j. Kurangnya tenaga administrasi dalam bidang keuangan k. Belum optimalnya fungsi sistem pengendali internal

l. Kurangnya pengkajian terhadap semua kurikulum diklat bersama user/stakeholder profesi.

2. Aktivitas Pendukung

a. Telah terjalin kerja sama kemitraan dengan organisasi profesi dokter, apoteker, perawat dan bidan, 9 Rumah Sakit Daerah, 3 perguruan tinggi negeri, pemerintah daerah dan stakeholder lain dalam praktek kerja lapangan baik lokal maupun nasional

b. Pemanfaatan aset sebagai investasi

c. Memiliki 12 Laboratorium skill yang memadai Simulasi Teknis Medis, lab komputer, lab perilaku, dan fasilitas animal lab

d. Telah memiliki 1 bus, 1 mobil untuk PKL, dan 3 kendaraan operasional roda 4, 1 mobil ambulance guna menunjang kegiatan diklat

e. Memiliki auditorium yang mampu menampung 1000 orang f. Memiliki asrama yang mampu menampung 450 orang

g. Memiliki 2 ruang makan yang menampung lebih dari 250 orang

(18)

BAPELKES BATAM 14

h. Lokasi yang strategis dekat dengan objek wisata, pelabuhan internasional

i. Belum memiliki sarana hiburan yang relevan

j. Kurangnya kegiatan yang memanfaatkan fasilitas perpustakaan dan sarana olahraga

k. Belum maksimalnya pemanfaatan sistem informasi dan media sosial Bapelkes Batam.

C. Analisis SWOT

Tabel 3.1 : Analisis Strength (Kekuatan)

No. Uraian Faktor (a)

Sub Faktor Rating (c) (1 – 3)

Nilai (a x b x Uraian Nilai c)

(b) 1. Aspek

layanan

35 % 1. Adanya dukungan kebijakan pimpinan terhadap program pelatihan

0.2 2 0.14

2. Adanya upaya peningkatan

pelaksanaan pelatihan

0.2 3 0.21

3. Tersedianya media publikasi berupa website dan sosial media

0.2 2 0.14

4. Telah terjalin kerja sama kemitraan dengan organisasi profesi dokter, apoteker, perawat dan bidan, 9 Rumah Sakit

0.1 2 0.07

(19)

BAPELKES BATAM 15

No. Uraian Faktor (a)

Sub Faktor Rating (c) (1 – 3)

Nilai (a x b x Uraian Nilai c)

(b)

Daerah, 3

perguruan tinggi negeri, pemerintah

daerah dan

stakeholder lain dalam praktek kerja lapangan baik lokal maupun nasional.

2. Aspek Keuangan

25% 1. Adanya dukungan anggaran dana dari pemerintah

0.4 3 0.30

2. Adanya komitmen pimpinan dalam mendukung

realisasi anggaran

0.3 3 0.22

3. Potensi

pengembangan unit-unit usaha Bapelkes Batam

0.4 3 0.30

4. Pemanfaatan aset sebagai investasi

0.2 3 0.15

3. Aspek SDM dan

Organisasi

20% 1. Telah

terakreditasinya Bapelkes Batam oleh Kemenkes

0.2 2 0.08

2. Adanya struktur organisasi dan Job Deskripsi yang terstandar dan

0.2 3 0.12

(20)

BAPELKES BATAM 16

No. Uraian Faktor (a)

Sub Faktor Rating (c) (1 – 3)

Nilai (a x b x Uraian Nilai c)

(b) akuntabel untuk

semua komponen SDM Bapelkes Batam

4. Aspek Sarana dan Prasarana

20 % 1. Memiliki 12 Laboratorium Skill yang memadai Simulasi Teknis

Medis, lab

komputer, lab perilaku, dan animal lab

0.2 2 0.08

2. Telah memiliki 1

bus dan 3

kendaraan

operasional roda 4 serta 1 mobil ambulance guna menunjang kegiatan pelatihan

0.3 2 0.12

3. Memiliki auditorium

yang mampu

menampung 1000 orang

0.2 3 0.18

4. Memiliki asrama

yang mampu

menampung 450 orang

0.2 2 0.08

(21)

BAPELKES BATAM 17

No. Uraian Faktor (a)

Sub Faktor Rating (c) (1 – 3)

Nilai (a x b x Uraian Nilai c)

(b) 5. Memiliki 2 ruang

makan yang

menampung lebih dari 250 orang

0.1 2 0.04

Tabel 3.2 : Analisis Weaknesses (Kelemahan)

No. Uraian Faktor (a)

Sub Faktor Rating (c) (1 – 3)

Nilai (a x b x Uraian Nilai c)

(b) 1. Aspek

Layanan

35% 1. Kurangnya pengkajian

terhadap semua kurikulum pelatihan bersama

user/stakeholder profesi.

0.2 3 0.21

2. Aspek Keuangan

25% 1. Kurangnya jumlah tenaga administrasi dalam bidang keuangan

0.3 2 0.15

2. Belum berfungsinya Sistem Pengendali Internal

0.2

(22)

BAPELKES BATAM 18

Tabel 3.3 : Analisis Opportunity (Peluang)

No. Uraian Faktor (a)

Sub Faktor Rating (c) (1 – 3)

Nilai (a x b x Uraian Nilai c)

(b) 1. Aspek

Pelayanan

35 % 1. Dukungan kebijakan Badan PPSDMK Kemenkes tentang penyelenggaraan diklat.

0.3 3 0.31

2. Tingginya potensi penyelenggaraan

0.3 3 0.31 3. Aspek SDM

dan

Organisasi

20% 1. Terbatasnya SDM penyelenggara diklat

0.2 2 0.08

2. Terbatasnya tenaga fungsional

widyaiswara

0.3 3 0.18

3. Terbatasnya tenaga Pelayanan penunjang pelatihan

0.3 3 0.12

4. Aspek Sarana dan Prasarana

20% 1. Lokasi yang jauh dari pusat kota

0.2 3 0.08

2. Belum memiliki sarana hiburan yang relevan

0.1 2 0.04

3. Kurangnya kegiatan yang memanfaatkan fasilitas

perpustakaan dan sarana olahraga

0.1 2 0.04

(23)

BAPELKES BATAM 19

No. Uraian Faktor (a)

Sub Faktor Rating (c) (1 – 3)

Nilai (a x b x Uraian Nilai c)

(b) diklat

3. Tingginya animo masyarakat/ swasta dalam

menggunakan

fasilitas Bapelkes Batam

0.3 3 0.31

4. Adanya

kepercayaan dan kebutuhan dari aparatur, tenaga kesehatan dan masyarakat

terhadap Bapelkes Batam untuk menjadi Tempat pelatihan.

0.2 3 0.21

2. Aspek Keuangan

25 % 1. Potensi penerimaan sumber dana dari masyarakat

pengguna jasa

0.2 2 0.10

2. Dukungan kebijakan dari Kemenkes dalam meningkatkan layanan diklat melalui PK BLU sesuai PP No. 23 Tahun 2005

0.3 3 0.22

(24)

BAPELKES BATAM 20

No. Uraian Faktor (a)

Sub Faktor Rating (c) (1 – 3)

Nilai (a x b x Uraian Nilai c)

(b) 3. Adanya sumber

dana dari pihak lain atau sponsorship dalam

pengembangan

0.2 2 0.10

3. Aspek SDM dan

Organisasi

20 % 1. Pengembangan

SDM daerah

terpencil,

perbatasan dan kepulauan.

0.2 3 0.12

2. Adanya sertifikasi diklat yang mendorong

percepatan pemenuhan

kompetensi dan profesionalisme

0.2 2 0.08

3. Potensi adanya pengembangan kemitraan dalam penyelenggaraan diklat dengan lembaga diklat.

0.3 3 0.18

4. Potensi adanya pengembangan kemitraan dengan lembaga diklat dan institusi lain di luar

0.3 3 0.18

(25)

BAPELKES BATAM 21

No. Uraian Faktor (a)

Sub Faktor Rating (c) (1 – 3)

Nilai (a x b x Uraian Nilai c)

(b) negeri.

4. Aspek Sarana dan Prasarana

20 % 1. Pemanfaatan Asrama, Auditorium,

Laboratorium dan fasilitas lain oleh pihak ketiga

0.5 3 0.30

2. Adanya kesediaan institusi lain (pemerintah dan swasta) untuk kerja

sama dalam

melengkapi

kebutuhan tenaga fasilitator

0.5 3 0.30

Tabel 3.4 : Analisis Threats (Ancaman)

No Uraian Faktor (a)

Sub Faktor Rating (c) (1 – 3)

Nilai (a x b x Uraian Nilai c)

(b) 1. Aspek

Pelayanan

35 % 1. Semakin

banyaknya institusi diklat kesehatan

sejenis di

Kepulauan Riau khusus kebidanan dan keperawatan

0.4 3 0.42

(26)

BAPELKES BATAM 22

No Uraian Faktor (a)

Sub Faktor Rating (c) (1 – 3)

Nilai (a x b x Uraian Nilai c)

(b) 2. Aspek

Keuangan

25 % 1. Panjangnya birokrasi

penganggaran dan penggunaan

keuangan Bapelkes.

0.5 1 0.12

2. Dasar hukum penentuan tarif yang ada belum sepenuhnya mendukung tuntutan peningkatan layanan diklat.

0.5 3 0.37

3. Aspek SDM dan Organisasi

20 % 1. Masih rendahnya tingkat

pemberdayaan alumni diklat oleh Instansi Pengirim yang disebabkan regulasi dimasing – masing unit

0.6 3 0.36

2. Kemampuan

kelembagaan unit pelayanan belum ditingkatkan.

0.4 2 0.16

4. Aspek sarana dan Prasarana

20% 1. Tingginya tuntutan pasar terhadap kompetensi lulusan

0.6 3 0.36

(27)

BAPELKES BATAM 23

No Uraian Faktor (a)

Sub Faktor Rating (c) (1 – 3)

Nilai (a x b x Uraian Nilai c)

(b) diklat.

2. Cepatnya perkembangan tekhnologi sarana dalam bidang pelayanan

kesehatan

0.4 2 0.16

Tabel 3.5 : Rekapitulasi Perhitungan Hasil Analisis SWOT

No. Uraian Kekuatan

(Strength)

Kelemahan (Weakness)

Peluang (Opportunity)

Ancaman (Threats)

1. Aspek Pelayanan 0.56 0.21 1.14 0.42

2. Aspek Keuangan 0.97 0.35 0.42 0.49

3. Aspek SDM dan

Organisasi 0.20 0.44 0.56 0.52

4. Aspek Sarana

dan Prasarana 0.50 0.16 0.12 0.52

Jumlah 2.23 1.16 2.24 1.95

Sumbu X (S - W) = 2.23 - 1.16 = + 1.07 Sumbu Y (O - T) = 2.24 - 1.95 = + 0.29

(28)

BAPELKES BATAM 24

Gambar 3.1 : Matrik Posisi Organisasi Bapelkes Batam

D. Asumsi-Asumsi

1. Asumsi pengembangan layanan

a. Pada tahun 2020, Bapelkes Batam akan menganti sarana dan prasarana secara bertahap yang telah mengalami kerusakan berat terutama AC, LCD, Pompa air dan lain-lain yang berkaitan dengan operasional Bapelkes Batam. Juga melengkapi kebutuhan peralatan perkantoran dan kebutuhan pelatihan secara online atau daring.

b. Pada Tahun 2021, Bapelkes Batam mengajukan belanja modal untuk perencanaan Rehabilitasi Gedung Bapelkes Batam yang telah dinilai oleh Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman Provinsi Kepulauan Riau. Bapelkes Batam juga mengajukan kebutuhan peralatan dan fasilitas perkantoran/pelatihan baik

0, 2

5 0

,

5 0

, 75 0

, 5

0 ,

25 0 ,

75

KUADRAN I Tumbuh KUADRAN II

Stabil

KUADRAN IV Diversifikasi KUADRAN III

Bertahan

EKSTERNAL Peluang

Ancaman

(+

)

(+

)

(-) (-)

Kekuatan : 1.07 Peluang

: 0.29

1.11

(29)

BAPELKES BATAM 25

penggantian yang rusak maupun penambahan peralatan untuk mendukung pelatihan secara daring.

c. Pada Tahun 2022-2024, Bapelkes Batam akan melaksanakan belanja modal rehabilitasi gedung secara bertahap dimulai dari Gedung Aceh, Gedung Sumut, dan Gedung Riau serta pagar.

d. Pada Tahun 2022-2024, Bapelkes Batam berencana mengadakan pengadaan Belanja Modal Peralatan Kantor dan Pelatihan seiring dengan kebutuhan ruangan baru dengan melakukan renovasi/rehabilitasi gedung.

2. Asumsi volume layanan

a. Pada tahun 2019 Bapelkes Batam telah menjalin kerja sama dengan beberapa instansi pemerintah maupun lembaga pendidikan bidang kesehatan.

b. Pada tahun 2020-2024 kerja sama tersebut terus di tingkatkan sehingga terjadi penambahan yang signifikan berupa kerja sama baik pelatihan teknis/manajemen/teknis non kesehatan/fungsional, peningkatan keterampilan maupun praktek kerja lapangan mahasiswa bidang kesehatan

3. Asumsi Tarif

Tarif pelatihan dan pemanfaatan sarana dan prasarana pelatihan mengacu pada PP No.64 tahun 2019 tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak yang berlaku pada Kementerian Kesehatan.

E. Isu Strategis

Berdasarkan hasil analisis SWOT diatas, maka posisi Bapelkes Batam berada pada kuadran I yakni Tumbuh. Oleh sebab itu, strategi Bapelkes Batam kedepan adalah menggunakan kesempatan sebaik-baiknya, mencoba mengantisipasi dan menanggulangi ancaman sebagai peluang dengan memanfaatkan potensi/sumber daya yang ada serta mengurang kelemahan secara bertahap. Sasaran strategis Bapelkes Batam adalah

(30)

BAPELKES BATAM 26

peningkatan pengelolaan pelatihan SDM Kesehatan untuk mencapai sasaran strategis program Badan PPSDM Kesehatan melalui peningkatan kualitas pelayanan yang diberikan kepada pemangku kepentingan/stakeholder

Isu Strategi Bapelkes Batam adalah sebagai berikut :

1. Peningkatan mutu penyelenggaraan pelatihan SDM Kesehatan dan masyarakat, melalui : pengembangan media pelatihan, proses pelaksanaan pelatihan dan pengendalian mutu pelatihan serta monitoring dan evalusi pelatihan.

2. Peningkatan tata kelola pemerintahan yan baik, melalui

a. Pengembangan SDM sesuai kebutuhan, melalui pemetaan kebutuhan SDM kesehatan, Tenaga pelatih ditingkatkan kuantitasnya dengan cara pengangkatan pegawai baru, peningkatan kualitas melalui tugas belajar/izin belajar ke jenjang yang lebih tinggi serta mengikutsertakan SDM dalam pelatihan, benchmarking, workshop atau short course

b. Pemantapan keterlibatan Satuan Kepatuhan Internal (SKI) mulai dari perencanaan sampai dengan evaluasi

c. Kepatuhan terhadap ketentuan perundang-undangan

3. Peningkatan Pelayanan Penunjang Pelatihan, melalui pelayanan akomodasi, konsumsi, komunikasi dan informasi serta pelayanan penunjang pelatihan yang lain seperti ibadah, hiburan dan olah raga bagi peserta pelatihan / pelanggan.

4. Pengembangan dan peningkatan pelatihan bersumber dana PNBP.

Peningkatan potensi yang dimiliki Bapelkes Batam memungkinkan untuk dikembangkan / ditingkatkan pemanfaatan fasilitas serta peningkatan pelatihan bersumber dana PNBP.

5. Pemanfaatan teknologi informasi, melalui pengembangan Learning Management System (LMS), penyusunan e modul pelatihan dan penggunaan media social.

(31)

BAPELKES BATAM 27

Peningkatan Kualitas Pelayanan

Kepuasan Pemangku Kepentingan

Perubahan Paradigma

Pelayanan Sarana &

prasarana Organisasi &

SDM Keuangan

Peningkatan mutu penyelanggaraa

n pelatihan

Peningkatan pelayanan penunjang pelatihan Pengembangan

SDM sesuai kebutuhan Peningkatan

sistem pengelolaan

keuangan

Peningkatan pengembangan

pelatihan

Ketersediaan dan memadai Peningkatan

kualitas, etos &

budaya kerja Laporan

keuangan reliabel

Peningkatan pengendalian mutu pelatihan

Standardisasi dan optimalisasi Produktivitas

dan profesionalisme Efisiensi,

akuntabel dan transparan

Total Quality Management

Kepuasan Pemangku Kepentingan

(32)

BAPELKES BATAM 28

IV. STRATEGI PENGEMBANGAN ORGANISASI

A. Strategi Pengembangan

Adapun strategi yang dikembangkan dalam pencapaian tujuan dan sasaran Balai Pelatihan Kesehatan Batam adalah :

1. Meningkatkan mutu penyelenggaraan pelatihan

Peningkatan mutu penyelenggaraan pelatihan ini berkaitan dengan evaluasi penyelenggaraan pelatihan yaitu adanya peningkatan kompetensi SDM Kesehatan dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya.ini dilakukan dengan cara, sebagai berikut :

a. Meningkatkan koordinasi penyelenggaran pelatihan dengan para pemangku kepentingan dalam pelaksanaan kegiatan pelatihan di Bapelkes Batam.

b. Berkoordinasi dengan Puslat dalam pengembangan instrument penilaian yang berstandar nasional/internasional untuk penyelenggaraan pelatihan yang optimal.

c. Pengembangan penguasaaan dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi kesehatan dengan pemanfaatan laboratorium simulasi secara optimal.

d. Pengembangan dan penguatan sistem informasi dalam penyelenggaraan pelatihan yang efektif dan efisien guna melaksanakan pelatihan yang tepat guna dan tepat sasaran.

2. Peningkatan pengembangan pelatihan

Dalam rangka melaksanakan pengembangan diklat kesehatan, Bapelkes Batam berkoordinasi dengan Puslat SDM Kesehatan dalam mengembangkan kegiatan analisis kebutuhan pelatihan yang dilaksanakan untuk mengidentifikasi pelatihan yang dibutuhkan.Selain itu, berkoordinasi dengan Puslat dalam hal penyusunan dan pengembangan kurikulum dan modul yang sesuai dengan kompetensi yang diharapkan serta pengembangan metodologi dan teknologi

(33)

BAPELKES BATAM 29

pelatihan terutama pelatihan unggulan yakni bidang keperawatan, penata anestesi, terapis gigi dan mulut, health tourism.

3. Meningkatkan Pengendalian dan Mutu Pelatihan

Dalam rangka meningkatkan upaya pengendalian dan mutu pelatihan, Bapelkes Batam mengembangkan mekanisme akreditasi dan sertifikasi baik untuk pelatihan maupun untuk institusi pelatihan.Selain itu, pada setiap pelatihan dilaksanakan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pelatihan dan berkoordinasi dengan Puslat SDM Kesehatan dalam mengevaluasi mutu lulusan dengan melaksanakan kegiatan evaluasi pasca pelatihan.

4. Peningkatan kapasitas institusi pelatihan

Peningkatan kapasitas institusi pelatihan ini dilakukan dengan cara diperolehnya Akreditasi Institusi dari Kementerian Kesehatan sesuai dengan Kepmenkes No. 725 Tahun 2003. Upaya lain yang dilakukan dalam peningkatan kapasitas institusi pelatihan adalah sebagai berikut : a. Meningkatkan kerja sama dengan institusi pendidikan kesehatan dan

organisasi profesi.

b. Pengembangan jejaring dan kemitraan dengan daerah mitra para pemangku kepentingan lainnya

c. Optimalisasi sarana dan prasarana laboratorium keterampilan.

d. Penyusunan standard dan pedoman penyelenggaraan pelatihan e. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas

f. Peningkatan advokasi dan capacity building bagi stake holder guna peningkatan dukungan dan pengembangan SDM Kesehatan dan masyarakat terutama di daerah mitra Bapelkes Batam.

g. Optimalisasi pengelolaan keuangan, barang milik negara, dan kepegawaian.

h. Optimalisasi sarana dan prasarana teknologi informasi

(34)

BAPELKES BATAM 30

Bapelkes Batam dalam penyelenggaraan pelatihan bidang kesehatan didukung dengan sarana dan prasarana teknologi modern dengan mengoptimalkan penggunaan teknologi informasi, yaitu :

 Meningkatkan upaya promosi dalam rangka optimalisasi penggunaan sarana dan prasarana dengan fasilitas digital, web, maupun dalam bentuk buku atau brosur profil lembaga.

 Melaksanakan pemeliharaan bangunan, peralatan dan mesin secara berkala untuk menjaga fungsi dan usia penggunaan.

B. Sasaran Strategis

Berpedoman pada RAP Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Manusia Kesehatan Tahun 2020-2024 maka salah satu tujuan strategis yaitu Meningkatnya pemenuhan SDM Kesehatan dan Kompetensi sesuai standar. Salah satu sasaran strategis Badan PPSDM Kesehatan yang akan dicapai dalam pelaksanaan program selama 5 (lima) tahun yaitu

“Tersedianya SDM Kesehatan yang ditingkatkan kompetensinya sebanyak 167.742 orang”.

C. Indikator Kinerja Sasaran

Keputusan Kepala Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan RI Nomor HK.02.03/I/637/2020 tanggal 23 Januari 2020 tentang Indikator Kinerja Utama Unit Pelaksana Teknis Kementerian Kesehatan di Lingkungan Badan PPSDM Kesehatan sebagai berikut :

Tabel 4.1 : Indikator Kinerja Utama Bapelkes Batam Indikator

Kinerja

Definisi Operasional

Formula Perhitungan Jumlah Sumber Daya

Manusia (SDM) Kesehatan yang mendapat sertifikat pada pelatihan terakreditasi

Jumlah sertifikat yang diterbitkan untuk peserta pelatihan SDM Kesehatan yang telah mengikuti pelatihan terakreditasi

Menghitung / kompilasi jumlah sertifikat yang diterbitkan untuk peserta pelatihan SDM Kesehatan yang telah mengikuti pelatihan terakreditasi

(35)

BAPELKES BATAM 31

Indikator Kinerja

Definisi Operasional

Formula Perhitungan Jumlah Sumber Daya

Manusia (SDM) yang mendapat sertifikat pada pelatihan terakreditasi yang bersumber dari PNBP

Jumlah sertifikat yang diterbitkan untuk peserta pelatihan SDM yang telah mengikuti pelatihan terakreditasi yang bersumber dari PNBP

Menghitung / kompilasi jumlah sertifikat yang diterbitkan untuk peserta pelatihan SDM yang telah mengikuti pelatihan terakreditasi yang bersumber dari PNBP Persentase peserta

pelatihan (Latsar dan Kepemimpinan) dengan nilai akhir ≥ 80,1

Perbandingan peserta pelatihan (latsar dan kepemimpinan) yang memperoleh nilai akhir ≥ 80,1 dengan total peserta pelatihan

latsar dan

kepemimpinan

Menghitung /

membandingkan jumlah pelatihan (latsar dan kepemimpinan) yang memperoleh nilai akhir ≥ 80,1 dengan total peserta pelatihan latsar dan kepemimpinan

Persentase peserta pelatihan teknis dan fungsional dengan kualifikasi

memuaskan

Perbandingan peserta pelatihan teknis dan fungsional yang memperoleh

kualifikasi

memuaskan dengan total peserta pelatihan

Menghitung /

membandingkan jumlah peserta pelatihan teknis dan fungsional yang memperoleh kualifikasi memuaskan dengan total peserta pelatihan teknis dan fungsional

Persentase

widyaiswara yang judul karya tulisnya dipublikasikan

Perbandingan

widyaiswara yang membuat karya tulis telah dipublikasikan dengan total widyaiswara

Menghitung /

membandingkan Jumlah widyaiswara yang membuat karya tulis telah dipublikasikan di Media Informasi baik cetak (ISBN)

(36)

BAPELKES BATAM 32

Indikator Kinerja

Definisi Operasional

Formula Perhitungan

maupun online dengan total widyaiswara

Persentase

widyaiswara yang melakukan kajian proses pembelajaran

Perbandingan

widyaiswara yang melakukan kajian proses pembelajaran / jumlah total widyaiswara

Menghitung /

membandingkan Jumlah widyaiswara yang melakukan kajian proses pembelajaran dengan jumlah total widyaiswara Jumlah Modul E-

Learning yang disusun

Jumlah Modul per mata Pelatihan yang disusun oleh masing- masing Balai dengan menggunakan metode e-Learning

Menghitung Jumlah Modul per mata Pelatihan yang disusun oleh masing-masing Balai dengan menggunakan metode e-Learning

Tabel 4.2 : Indikator Kinerja Kegiatan Bapelkes Batam Tahun 2020-2024 Indikator

Kinerja

Definisi Operasional

Formula Perhitungan Jumlah dokumen

perencanaan program dan anggaran

Dokumen rencana program dan anggaran Bapelkes Batam berupa RKA KL, RKT dan RAK

Menghitung dokumen perencanaan dan anggaran dalam satu tahun

(37)

BAPELKES BATAM 33

Indikator Kinerja

Definisi Operasional

Formula Perhitungan Jumlah Dokumen

Akreditasi Institusi Penyelenggaraan Pelatihan Bidang Kesehatan dan Manajemen

Bapelkes Batam sebagai lembaga pelatihan yang terakreditasi baik oleh Kementerian

Kesehatan maupun Lembaga

Administrasii Negara

Menghitung jumlah dokumen terkait kegiatan akreditasi institusi pelatihan bidang kesehatan dan manajemen.

Persentase pelatihan yang terakreditasi

Pelatihan teknis, fungsional,

manajemen dan non teknis kesehatan yang terakreditasi

Menghitung persentase semua pelatihan teknis, fungsional, manajemen dan non teknis kesehatan yang terakreditasi oleh Puslat SDM Kesehatan dan LAN dalam satu tahun

Jumlah Perjanjian Kerjasama (PKS) Pelatihan Sumber Daya Manusia

Perjanjian Kerja Sama (PKS) pelatihan antara Bapelkes Batam dengan Pemerintah Daerah, Rumah Sakit, Institusi pendidikan kesehatan, Instansi lainnya serta Organisasi Profesi Kesehatan.

Menghitung jumlah PKS pelatihan dalam satu tahun

Jumlah layanan Sistem Informasi Pelatihan Bidang Kesehatan

Layanan/kegiatan pengelolaan web, LMS dan media sosial

Menghitung dokumen layanan kegiatan sistem informasi pelatihan selama satu tahun

Persentase Perbandingan jumlah Membandingkan jumlah

(38)

BAPELKES BATAM 34

Indikator Kinerja

Definisi Operasional

Formula Perhitungan pengampuan

pelatihan dari mitra kerja Bapelkes Batam

pelatihan yang kurikulum dan modulnya tersedia di SIAKPEL yang difasilitasi

pengampuannya dengan total jumlah pengajuan

pengampuan ke Bapelkes Batam

semua pelatihan yang dilakukan mitra kerja dan diampu dengan total semua pelatihan yang dimintakan pengampuan ke Bapelkes Batam selama satu tahun

Jumlah dokumen pemantauan, evaluasi dan pelaporan pelatihan SDM Kesehatan

Dokumen monitoring dan evaluasi baik bulanan, triwulan dan tahunan,

Menghitung jumlah dokumen monev dalam satu tahun

Jumlah dokumen keuangan dan BMN,

Dokumen Keuangan dan BMN dalam bentuk Laporan keuangan dan BMN baik laporan bulanan, triwulan. Semester dan tahunan

Menghitung jumlah dokumen keuangan dan BMN dalam satu tahun .

Jumlah dokumen kepegawaian

Dokumen

Kepegawaian dalam bentuk Analis Beban Kerja, Kenaikan Pangkat, Kenaikan Gaji Berkala, pengembangan

kompetensi,

Menghitung jumlah dokumen kepegawaian dalam satu tahun

(39)

BAPELKES BATAM 35

Indikator Kinerja

Definisi Operasional

Formula Perhitungan Jumlah layanan

rumah tangga dan umum

Kegiatan ketatausahaan

meliputi pemeliharaan sarana dan prasarana, operasional kantor dan sarana penunjang pelatihan lainnya.

Menghitung kegiatan pemeliharaan sarpras, operasional perkantoran dan sarana penunjang pelatihan lainnya

D. Target Tahunan

Penyusunan rencana target jangka menengah Bapelkes Batam merupakan rundown target kinerja jangka menengah Badan PPSDM Kesehatan Tahun 2020-2024 yakni sebagai berikut :

Tabel 4.3 : Target Kinerja Indikator Kinerja Utama Balai Pelatihan Kesehatan Batam Tahun 2020-2024

Sasaran Program /

Kegiatan

Indikator Kinerja

Target

2020 2021 2022 2023 2024

Tercapainya pelaksanaan pelatihan yang

bermutu / Pelatihan Sumber Daya Manusia Kesehatan

Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan yang mendapat sertifikat pada pelatihan terakreditasi

814 Orang

2.000 Orang

2.000 Orang

2.000 Orang

2.000 Orang

Jumlah Sumber Daya Manusia (SDM) yang mendapat sertifikat pada pelatihan terakreditasi yang bersumber dari PNBP

160 Orang

305 Orang

116 Orang

120 Orang

120 Orang

Persentase peserta 75% 80% 80% 80% 80%

(40)

BAPELKES BATAM 36

Sasaran Program /

Kegiatan

Indikator Kinerja

Target

2020 2021 2022 2023 2024

pelatihan (latsar dan atau kepemimpinan) dengan nilai akhir ≥ 80,01

Persentase peserta pelatihan teknis dan fungsional dengan kualifikasi memuaskan

75% 75% 75% 80% 80%

Persentase

widyaiswara yang karya tulis ilmiahnya dipublikasikan

50% 50% 50% 50% 50%

Persentasi

widyaiswara yang melakukan kajian proses pembelajaran

100% 100% 100% 100% 100%

Jumlah Modul E- Learning yang disusun

1 Modul

1 Modul

1 Modul

1 Modul

1 Modul

Rencana target capaian kinerja Bapelkes Batam Tahun 2020-2024 disusun berdasarkan pagu anggaran yang dialokasikan oleh Eselon I dan program pelatihan strategis yang mendukung Program Penurunan Angka Kematian Ibu, Bayi dan Prevalensi Stunting pada balita yang telah ditentukan Pusat Pelatihan SDM Kesehatan (Puslat) dan pelatihan- pelatihan unggulan Bapelkes Batam.

Mengacu pada surat edaran Bersama (SEB) Kementerian Keuangan dan Bapenas Nomor S-122/MK.2/2020 dan B-517/M.PPN/D.8/PP.04.03/05/

2020 hal Pedoman Redesain Sistem Perencanaan dan Penganggaran

(41)

BAPELKES BATAM 37

(RSPP), dimulai tahun 2021 Bapelkes Batam akan memiliki 2 (dua) Program dengan sasaran dan Indikator yang akan dicapai sebagai berikut :

1. Program Pendidikan dan Pelatihan Vokasi

Sasaran program ini adalah meningkatnya pemenuhan SDM Kesehatan sesuai standar. Indikator pencapaian sasaran adalah jumlah SDM Kesehatan yang ditingkatkan kompetensinya sebanyak 167.742.

2. Program Dukungan Manajemen

Sasaran program dukungan manajemen pada Badan PPSDM Kesehatan adalah meningkatnya koordinasi pelaksanaan tugas, pembinaan dan pemberian dukungan manajemen Kemeneterian Kesehatan. Untuk mencapai sasaran hasil maka dilakukan 2 kegiatan yakni Kegiatan Dukungan Manajemen dan pelaksanaan program dan Kegiatan Tata Kelola SDM.

Tabel 4.4 : Target Kinerja Indikator Kinerja Kegiatan Balai Pelatihan Kesehatan Batam Tahun 2020-2024

Sasaran Program /

Kegiatan

Indikator Kinerja Kegiatan

Target

2020 2021 2022 2023 2024

Tercapainya pelaksanaan pelatihan yang

bermutu / Pelatihan Sumber Daya Manusia Kesehatan

Jumlah dokumen perencanaan program dan anggaran

2 Dok 1 Dok 2 Dok 1 Dok 2 Dok

Jumlah Dokumen Akreditasi institusi

penyelenggaraan

2 Dok 2 Dok 2 Dok 2 Dok 2 Dok

(42)

BAPELKES BATAM 38

Sasaran Program /

Kegiatan

Indikator Kinerja Kegiatan

Target

2020 2021 2022 2023 2024

Bidang

Kesehatan dan Manajemen Persentase pelatihan yang terakreditasi

100% 100% 100% 100% 100%

Jumlah Perjanjian Kerjasama Pelatihan

Sumber Daya Manusia

2 4 4 5 5

Jumlah layanan Sistem

Informasi Pelatihan Bidang Kesehatan

1 Layanan

1 Layanan

1 Layanan

1 Layanan

1 Layanan

Persentase pengampuan pelatihan dari mitra kerja Bapelkes Batam

100 % 100 % 100 % 100 % 100 %

Jumlah dokumen monitoring, evaluasi dan pelaporan

pelatihan SDM

4 Dok 4 Dok 4 Dok 4 Dok 4 Dok

(43)

BAPELKES BATAM 39

Sasaran Program /

Kegiatan

Indikator Kinerja Kegiatan

Target

2020 2021 2022 2023 2024

Kesehatan Jumlah dokumen

keuangan dan BMN,

4 Dok 4 Dok 4 Dok 4 Dok 4 Dok

Jumlah dokumen kepegawaian

1 Dok 1 Dok 1 Dok 1 Dok 1 Dok

Jumlah layanan rumah tangga dan umum

1 Dok 1 Dok 1 Dok 1 Dok 1 Dok

(44)

BAPELKES BATAM 40

V. PROGRAM TAHUN 2020-2024

A. Proyeksi Kebutuhan SDM

Pada tahun 2020, Bapelkes Batam memiliki Pegawai Negeri Sipil sebanyak 38 orang yang terdiri dari 5 orang pejabat struktural, 4 orang widyaiswara, 1 orang Arsiparis, 1 orang Pustakawan dan 27 orang staf.

Selain itu juga dibantu oleh 40 orang Pegawai Pemerintah Non Pegawai Negeri (PPNPN). Berdasarkan tingkat pendidikan, rekapitulasi PNS di Bapelkes Batam sebagai berikut :

Tabel 5.1 : Jumlah Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Pendidikan

No Pendidikan Jumlah Persentase (%)

1 D III 5 13.16

2 D IV 0 0.00

3 S 1 16 42.10

4 S 2 17 44.74

Total 38 100.00

Diagram 5.1 : Rekapitulasi Pegawai Negeri Sipil berdasarkan Pendidikan

DIII 13%

DIV 0%

S1 42%

S2 45%

Jumlah Pegawai

DIII DIV S1 S2

(45)

BAPELKES BATAM 41

Dari segi jumlah SDM, maka Bapelkes Batam masih kekurangan PNS terutama untuk jabatan fungsional widyaiswara yang masih berjumlah 4 orang. Pada umumnya PNS masih dalam jabatan fungsional umum yakni analis data dan informasi, perencana, analis kepegawaian, widyaiswara (JFU), administrasi kesehatan, Bendahara, penata laporan keuangan, verifikator keuangan, penata BMN.

Pada tahun 2020, terdapat 1 orang pegawai yang pensiun dan 1 orang yang mutasi keluar, dan menerima 5 orang mutasi masuk Bapelkes Batam mengalami kenaikan jumlah PNS sebanyak 1 orang menjadi 38 orang pegawai, . Rekapitulasi PNS dari tahun 2017-2020 di Bapelkes Batam adalah sebagai berikut :

Tabel 5.2 : Rekapitulasi PNS berdasarkan pendidikan dari tahun 2017-2020

No Pendidikan Jumlah

2017 2018 2019 2020

1 D III 5 5 4 5

2 D IV 1 1 1 0

3 S1 17 16 16 16

4 S2 15 16 16 17

TOTAL 38 38 37 38

(46)

BAPELKES BATAM 42

Diagram 5.2 : Rekapitulasi PNS berdasarkan pendidikan tahun 2020- 2024

Kebutuhan widyaiswara di Bapelkes Batam sejumlah 15 orang belum dapat terpenuhi. Hal ini dikarenakan sedikitnya peminat dari instansi luar untuk menjadi widyaiswara di Bapelkes Batam, dan jumlah PNS yang S2 bidang kesehatan juga masih terbatas. Pada tahun 2021 Bapelkes Batam menerima CPNS untuk menjadi widyaiswara ahli pertama sebanyak 2 orang, 1 orang analis keuangan dan 1 orang pranata komputer. Kebutuhan PNS di lingkungan Bapelkes Batam adalah sebagai berikut :

No Nama Jabatan Usul

Kebutuhan

Unit Kerja Penempatan

1 Analis Diklat 6 Orang Seksi Diklat

2 Pranata Hubungan Masyarakat

Ahli Pertama 1 Orang Sub Bagian Tata

Usaha 3 Pengelola Pengadaan Barang/

Jasa Ahli Pertama 3 Orang Sub Bagian Tata Usaha 4 Analis Kepegawaian Ahli pertama 1 Orang Sub Bagian Tata

Usaha 5 Widyaiswara ahli Pertama 4 Orang Sub Bagian Tata

5 5

4 5

1 1 1

0

17 16 16 16

15 16 16 17

0 5 10 15 20

2017 2018 2019 2020

Rekapitulasi PNS berdasarkan pendidikan tahun 2020-2024

DIII DIV S1 S2

(47)

BAPELKES BATAM 43

No Nama Jabatan Usul

Kebutuhan

Unit Kerja Penempatan

Usaha 6 Pranata Komputer Pelaksana 2 Orang Sub Bagian Tata

Usaha

7 Pengelola BMN 2 Orang Sub Bagian Tata

Usaha 8 Pengelola laboratorium 2 Orang Sub Bagian Tata

Usaha 9 Pengelola Penyelenggaraan

diklat 6 Orang Seksi diklat

Dalam menjalankan tugas dan fungsinya, Bapelkes Batam dengan jumlah PNS yang terbatas dan ketidakpastian mendapatkan alokasi formasi rekrutmen CPNS dan PPPK, maka membutuhkan SDM lainnya untuk membantu pelaksanaan tugas dan fungsi Bapelkes Batam. Kebutuhan PPNPN dan SDM lainnya disesuaikan dengan analisa beban kerja dan peta jabatan yang disetujui oleh Menteri Kesehatan RI, dengan mempertimbangkan banyaknya pelatihan yang akan diselenggarakan, target dan waktu penyelenggaraan pelatihan, serta ketentuan dan perundangan yang berlaku.

B. Proyeksi Kebutuhan Peralatan

Peralatan penunjang pelatihan di Bapelkes Batam terus diperbaharui sesuai dengan kebutuhan diklat, metodelogi pelatihan/pembelajaran dan perkembangan teknologi media pelatihan serta menyesuaikan dengan usulan belanja dari masing-masing seksi/sub bagian. Perencanaan kebutuhan peralatan tahun 2020-2024 adalah sebagai berikut :

1. Pada tahun 2020, Bapelkes Batam mengadakan peralatan untuk kebutuhan kantor yakni PC Komputer, Laptop, UPS, Printer, Scanner, Mesin Laminating. Peralatan kantor seperti CCTV, NVR, acces Point, pompa air dan pompa hidrolik, rak buku, lemari arsip, kursi belajar dan

(48)

BAPELKES BATAM 44

lain-lain. Kebutuhan peralatan di kelas seperti LCD, Web Camera, serta kebutuhan keselamatan kerja seperti baju pemadam kebakaran dan lemari tempat penyimpanan. Juga pada tahun 2020 merencanakan pembelian mobil latih yang akan digunakan untuk kegiatan pratik lapangan/ observasi lapangan dengan kapasitas 12 orang penumpang.

2. Pada tahun 2021, Kebutuhan peralatan kantor dan kebutuhan sarana peralatan yang telah rusak (sebagai pengganti) dan kebutuhan sarana diklat.

3. Pada tahun 2022, merencanakan pengadaaan laptop untuk pegawai, web camera, kubikel / meja kerja, penggantian AC cashette/split dan 1 unit mobil latih.

4. Pada tahun 2023, melakukan penggantian sarana berupa AC split/cashette, furniture di asrama dan kantor, dan sarana prasarana pendukung diklat terutama penggantian LCD di kelas yang telah habis masa penggunaannya. Digitalisasi penyelenggaraan pelatihan akan didukung dengan adanya pengadaan perangkat keras dan lunak penunjang pelatihan.

(49)

BAPELKES BATAM 45

C. Proyeksi Kebutuhan Sarana dan Prasarana

1. Pada tahun 2021, Bapelkes Batam merencanakan kebutuhan untuk perencanaan rehabilitasi gedung/bangunan.

2. Pada tahun 2022, Bapelkes Batam merencanakan Rehabilitasi Gedung Bapelkes Batam, rehabilitasi Gedung lebih difokuskan pada kegiatan memperkuat pondasi atau struktur bangunan Bapelkes Batam mengingat Gedung Bapelkes Batam berdiri dilahan yang dulunya adalah tanah rawa dan bangunan berdiri di atas hasil pematangan/pemadatan lahan. Selain itu, rehabilitasi dilakukan untuk memperkuat dan menambah volume pagar (tinggi) dan desemenisasi sebagian tanah di area Bapelkes Batam yang masih dalam kondisi basah/tanah rawa untuk dijadikan kolam, hal ini dilakukan untuk mencegah penurunan tanah. Perombakan ruangan beserta jaringan diperlukan guna menyesesuaikan kebutuhan Bapelkes Batam dalam memenuhi tantangan penyelenggaraan pelatihan ke depannya.

3. Pada tahun 2023, melanjutkan kegiatan rehabilitasi Gedung dan bangunan yakni menambah sarana prasarana olahraga, gudang penyimpanan, dan peningkatan mutu ruang server IT.

4. Pada Tahun 2024, kegiatan rehabilitasi yang dilakukan adalah rehabilitasi jalan setapak, jalan aspal dan mengaspal jalan yang belum diaspal.

D. Proyeksi Kebutuhan Pengembangan Sub Sistem Pendukung

Berdasarkan Permenkes No 37 Tahun 2018 Tentang Klasifikasi Unit Pelaksana Teknis Bidang pelatihan di Lingkungan Badan PPSDM Kesehatan Kementerian Kesehatan pada BAB II pada pasal 5 ayat 1 menyatakan bahwa Unsur utama pengembangan metode dan teknologi pelatihan sebagaimana dimaksud dalam pasal 3 ayat (1) huruf b terdiri atas sub unsur :

a. Jumlah Analisis Kebutuhan Pelatihan

b. Jumlah kurikulum dan/atau modul pelatihan yang dihasilkan c. Jumlah laboratorium lapangan yang dikembangkan

Gambar

Tabel 3.1 : Analisis Strength (Kekuatan)
Tabel 3.2 : Analisis Weaknesses (Kelemahan)
Tabel 3.3 : Analisis Opportunity (Peluang)
Tabel 3.4 :  Analisis Threats (Ancaman)
+7

Referensi

Dokumen terkait

Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil dalam menjalankan tugas dan fungsinya di bidang pelayanan publik tentu tidak terlepas dari berbagai permasalahan yang dihadapi baik

Perubahan Rencana Strategis (Renstra) Dinas Perhubungan Tahun 2014- 2019 memuat Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, Kebijakan, Program dan Kegiatan Pembangunan sesuai

Mempertimbangkan perubahan lingkungan strategis dalam pelaksanaan pembangunan nasional dan pembangunan pertanian sejak tahun 2010 sampai tahun 2014, diperlukan

'enderita diabetes memiliki daya tahan tubuh yang sangat rendah, sehingga luka akibat kecelakaan dapat menyebabkan sirkulasi darah pada tubuh semakin tersumbat,

Hasil penelitian ini sejalan dengan temuan dalam penelitian yang dilakukan oleh Charalambous, Giannakopoulou, Bozas, & Paikousis(2015) yang bertujuan untuk menguji efektivitas

a) Kecerdasan (inteligensi), adalah kemampuan belajar disertai dengan kecakapan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan yang dihadapinya. Jadi inteligensi sebenarnya bukan hanya

Hal ini sesuai dengan hasil penelitian yang dilakukan oleh Sri Utami (2012) dengan judul penelitian Kontribusi Antara Kemampuan Manajerial Kepala Sekolah, Etos

Tingkat kemurnian hasil sintesis dapat dilihat dari analisis SEM-EDX terhadapat permukaan sampel pada area tertentu seperti diperlihatkan pada Tabel 1.. Ketika