• Tidak ada hasil yang ditemukan

Start Free Trial. Start Free Trial. Start Free Trial. Start Free Trial

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Start Free Trial. Start Free Trial. Start Free Trial. Start Free Trial"

Copied!
33
0
0

Teks penuh

(1)

BAB I PENDAHULUAN BAB I PENDAHULUAN A.

A. Latar Latar Belakang Belakang Masalah...Masalah... ... ... 11 B.

B. Rumusan Rumusan Permasalahan...Permasalahan...1...1 C.

C. Tujuan Tujuan Dan Dan Kegunaan Kegunaan ... ... ... 22

BAB II HUKUM ACARA PIDANA BAB II HUKUM ACARA PIDANA A.

A. Sejarah Sejarah Singkat Singkat Hukum Hukum Acara Acara Pidana...Pidana... ... ... 33 B.

B. Pengertian Pengertian Hukum Hukum Acara Acara Pidana Pidana ... ... 44 C.

C. Fungsi, Fungsi, Tugas Tugas dan dan Tujuan Tujuan Hukum Hukum Acara Acara Pidana Pidana ... ... . . 44 D.

D. Asas-asas Asas-asas Hukum Hukum Acara Acara Pidana Pidana ... ... ... .. .. 55 E.

E. Ilmu-ilmu Ilmu-ilmu pembantu pembantu dalam dalam Hukum Hukum Acara Acara Pidana Pidana ... ... 66 F.

F. Orang-orang Orang-orang Yang Yang Terlibat Terlibat Dalam Dalam Hukum Hukum Acara Acara Pidana Pidana ... ... .. .. 66 G.

G. Proses Pemeriksaan Proses Pemeriksaan Sebelum Sebelum Sampai Sampai Pada Pada Pemeriksaan Pemeriksaan Disidang Disidang PengadilanPengadilan H.

H. Surat Surat Dakwaan Dakwaan ... ... ... 1414

BAB III PENUTUP BAB III PENUTUP A.

A. Kesimpulan...Kesimpulan... ... ... 1616 B.

B. Saran...Saran... ... 1616 Daftar pustaka

Daftar pustaka

(2)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(3)

KATA PENGANTAR KATA PENGANTAR

Pertama-tama saya ucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang karena rahmat dan Pertama-tama saya ucapkan puji dan syukur atas kehadirat Allah SWT yang karena rahmat dan hidayanya saya dapat menyelesaikan Makalah yang Berjudul Hukum Acara Pidana.

hidayanya saya dapat menyelesaikan Makalah yang Berjudul Hukum Acara Pidana.

Makalah ini disusun melalui berbagai sumber

Makalah ini disusun melalui berbagai sumber yang aktual dari beberapa media serta perturanyang aktual dari beberapa media serta perturan  perundang undangan yang tentunya menjadi subjek dalam pen

 perundang undangan yang tentunya menjadi subjek dalam pen yusunan makalah ini. Tujuanyusunan makalah ini. Tujuan  penulisan makalah ini ialah untuk memberikan pengertian kepada kita tentang tinjauan kondisi  penulisan makalah ini ialah untuk memberikan pengertian kepada kita tentang tinjauan kondisi

serta mengenal lebih dalam tentang aturan

serta mengenal lebih dalam tentang aturan yang secara jelas mengatur tentang mekanisme prosesyang secara jelas mengatur tentang mekanisme proses Hukum Acara Pidana. Karena dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, maka Hukum Acara Pidana. Karena dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan, maka segala masukan, kritik dan saran yang bertujuan membangun makalah ini sangat diharapkan dan segala masukan, kritik dan saran yang bertujuan membangun makalah ini sangat diharapkan dan diterima secara terbuka. Akhir kata, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai diterima secara terbuka. Akhir kata, kami mengucapkan banyak terima kasih kepada berbagai  pihak yang membantu dalam penyusunan makalah ini.

 pihak yang membantu dalam penyusunan makalah ini.

(4)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(5)

BAB I BAB I

PENDAHULUAN PENDAHULUAN A.

A. Latar Latar belakangbelakang  Negara

 Negara Republik Republik Indonesia Indonesia adalah adalah Negara Negara yang yang berdasarkan berdasarkan hukum hukum yang yang demokratis,demokratis,  berdasarkan

 berdasarkan pancasila pancasila dan dan UUD UUD 1945, 1945, bukan bukan berdasarkan berdasarkan atas atas kekuasaan kekuasaan semata-mata. semata-mata. MakaMaka dari itu, Indonesia membutuhkan yang namanya sebuah hukum yang hidup atau yang berjalan, dari itu, Indonesia membutuhkan yang namanya sebuah hukum yang hidup atau yang berjalan, dengan hukum itu diharapkan akan terbentuk suasana yang tentram dan teratur bagi kehidupan dengan hukum itu diharapkan akan terbentuk suasana yang tentram dan teratur bagi kehidupan masyarakan Indonesia. Tak lepas dari itu, hukum tersebut juga butuh ditegakkan, demi membela masyarakan Indonesia. Tak lepas dari itu, hukum tersebut juga butuh ditegakkan, demi membela dan melindungi hak-hak setiap warga Negara.

dan melindungi hak-hak setiap warga Negara.

Hukum Acara Pidana adalah keseluruhan aturan hukum yang mengatur bagaimana Negara Hukum Acara Pidana adalah keseluruhan aturan hukum yang mengatur bagaimana Negara dengan menggunakan alat-alatnya dapat mewujudkan wewenangnya untuk memidana atau dengan menggunakan alat-alatnya dapat mewujudkan wewenangnya untuk memidana atau membebaskan pidana.

membebaskan pidana.

Didalam KUHAP disamping mengatur ketentuan tentang cara proses pidana juga mengatur Didalam KUHAP disamping mengatur ketentuan tentang cara proses pidana juga mengatur tentang hak dan kewajiban seseorang yang terlibat proses pidana. Proses pidana yang dimaksud tentang hak dan kewajiban seseorang yang terlibat proses pidana. Proses pidana yang dimaksud adalah tahap pemeriksaan tersangka (interogasi) pada tingkat penyidikan.

adalah tahap pemeriksaan tersangka (interogasi) pada tingkat penyidikan.

Latar belakang yang melandasi munculnya KUHAP yaitu : Latar belakang yang melandasi munculnya KUHAP yaitu :

- HIR yang hanya mengatur tentang landraad dan raad van justitie - HIR yang hanya mengatur tentang landraad dan raad van justitie - UUD

- UUD

- Pengakuan HAM - Pengakuan HAM

- Jaminan bantuan hukum dan ganti rugi - Jaminan bantuan hukum dan ganti rugi

B.

B. Rumusan MasalahRumusan Masalah

Dalam perumusan makalah ini, penulis merumuskan beberapa kriteria yang akan dibahas dalam Dalam perumusan makalah ini, penulis merumuskan beberapa kriteria yang akan dibahas dalam

(6)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(7)

2.

2. Siapa-siapa sajakah Siapa-siapa sajakah Orang-orang Orang-orang yang yang terlibat terlibat dalam dalam Hukum Hukum Acara Acara Pidana Pidana ??

3.

3. Bentuk atau Bentuk atau proses proses beracara beracara dalam dalam perkara perkara pidana pidana ??

4.

4. Seperti apa Seperti apa surat surat dakwaan dakwaan ??

C.

C. Tujuan Tujuan dan dan KegunaanKegunaan

Adapun tujuan dan kegunaan dari makalah yang penulis buat ini yaitu : Adapun tujuan dan kegunaan dari makalah yang penulis buat ini yaitu : 1.

1. Untuk mengetahui apa sebenarnya tUntuk mengetahui apa sebenarnya tujuan dari adanya Hukum Acara ujuan dari adanya Hukum Acara Pidana dan hal-hal yangPidana dan hal-hal yang ada dalam pelaksanaan Hukum Acara Pidana.

ada dalam pelaksanaan Hukum Acara Pidana.

2.

2. Guna Guna menambah wawasan menambah wawasan dan dan pengetahuan bagi pengetahuan bagi para mpara mahasiswa ahasiswa mengenai prmengenai prosesoses  pembentukan suatu hukum pidana dengan mengetahui lebih dalam tentang

 pembentukan suatu hukum pidana dengan mengetahui lebih dalam tentang Hukum Acara Pidana,Hukum Acara Pidana, serta beberapa permasalahannya.

serta beberapa permasalahannya.

3. Dapat bermanfaat dan memberikan informasi dalam tentang Hukum Acara Pidana dan 3. Dapat bermanfaat dan memberikan informasi dalam tentang Hukum Acara Pidana dan  permasalannya.

 permasalannya.

(8)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(9)

BAB II BAB II

PEMBAHASAN PEMBAHASAN

A.

A. Sejarah Sejarah Singkat Singkat Hukum Hukum Acara Acara Pidana.Pidana.

1848 : Diberlakukan hukum IR (Irlands Reglement sataasblad no 16) untuk orang orang pribumi 1848 : Diberlakukan hukum IR (Irlands Reglement sataasblad no 16) untuk orang orang pribumi dan asia asing seperti Cina, Arab, dan lain-lain dan Regelement of strafvordering (hukum acara dan asia asing seperti Cina, Arab, dan lain-lain dan Regelement of strafvordering (hukum acara  pidana)

 pidana) dan dan reglement reglement of of the the burgelijke burgelijke recht recht vordering vordering (hukum (hukum acara acara perdata) perdata) untuk untuk bangsabangsa Eropa. Nama pengadilanya adalah Raad Van Justitie yang sekarang menjadi pengadilan tinggi.

Eropa. Nama pengadilanya adalah Raad Van Justitie yang sekarang menjadi pengadilan tinggi.

1941 : Di berlakukan HIR (Het Herzine Inlands Reglement) untuk orang-orang pribumi dan asia 1941 : Di berlakukan HIR (Het Herzine Inlands Reglement) untuk orang-orang pribumi dan asia asing seperti Cina, Arab, dan lain-lain.Nama pengadilanya adalah Landrad yang sekarang asing seperti Cina, Arab, dan lain-lain.Nama pengadilanya adalah Landrad yang sekarang menjadi pengadilan negri.

menjadi pengadilan negri.

1965 : awal proses pembuatan KUHAP. Draft belum sempurna.

1965 : awal proses pembuatan KUHAP. Draft belum sempurna.

1967 : dibentuk panitia intern dept. kehakiman.

1967 : dibentuk panitia intern dept. kehakiman.

1968 : seminar hukum II di Semarang. Membahas hukum pidana dan HAM.

1968 : seminar hukum II di Semarang. Membahas hukum pidana dan HAM.

1973 : Panitia intern Dept. kehakiman menyusun naskah Rancangan Undang-Undang Hukum 1973 : Panitia intern Dept. kehakiman menyusun naskah Rancangan Undang-Undang Hukum Acara Pidana (RUUHAP) namun mengalami jalan buntu.

Acara Pidana (RUUHAP) namun mengalami jalan buntu.

1974 : Menteri kehakiman yang sebelumnya adalah Prof. Oemar Seno Aji, diganti oleh Prof.

1974 : Menteri kehakiman yang sebelumnya adalah Prof. Oemar Seno Aji, diganti oleh Prof.

Mochtar Koesoemoatmaja. Beliau lebih mengintensifkan pembuatan RUUHAP, menyimpan Mochtar Koesoemoatmaja. Beliau lebih mengintensifkan pembuatan RUUHAP, menyimpan draft V (karena sebelumnya sudah terjadi perubahan draft sebanyak IV kali), dan menyerahkanya draft V (karena sebelumnya sudah terjadi perubahan draft sebanyak IV kali), dan menyerahkanya ke kabinet.

ke kabinet.

1979: RUUHAP diserahkan ke DPR-RI untuk mendapatkan persetujuan.

1979: RUUHAP diserahkan ke DPR-RI untuk mendapatkan persetujuan.

9-9-1981: RUUHAP disetujui sidang gabungan (SIGAB) komisi I da

9-9-1981: RUUHAP disetujui sidang gabungan (SIGAB) komisi I da n III DPR RI.n III DPR RI.

23-9-1981: RUUHAP disetujui oleh DPR-RI untuk disahkan oleh Presiden.

23-9-1981: RUUHAP disetujui oleh DPR-RI untuk disahkan oleh Presiden.

(10)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(11)

B.

B. Pengertian Hukum Pengertian Hukum Acara Acara PidanaPidana [1]Menurut Para Ahli Hukum

[1]Menurut Para Ahli Hukum Simon

Simon

Hukum acara pidana bertugas mengatur cara-cara negara dengan alat perlengkapanya Hukum acara pidana bertugas mengatur cara-cara negara dengan alat perlengkapanya mempergunakan wewenangnya untuk memidana dan menjatuhkan pidana.

mempergunakan wewenangnya untuk memidana dan menjatuhkan pidana.

Sudarto Sudarto

hukum acara pidana adalah aturan-aturan yang memberikan petunjuk apa yang harus dilakukan hukum acara pidana adalah aturan-aturan yang memberikan petunjuk apa yang harus dilakukan  pleh

 pleh pada pada penegak penegak hukum hukum dan dan pihak-pihak pihak-pihak lain lain yang yang terlibat terlibat didalamnya didalamnya apabila apabila adaada  persangkaan bahwa hukum pidana dilanggar.

 persangkaan bahwa hukum pidana dilanggar.

C.

C. Fungsi, Fungsi, Tugas Tugas dan dan Tujuan Tujuan Hukum Hukum Acara Acara PidanaPidana 1.

1. [2]Fungsi Hukum [2]Fungsi Hukum Acara Acara PidanaPidana

Fungsi hukum acara pidana adalah menegakkan/menjalankan hukum pidana. Hukum acara Fungsi hukum acara pidana adalah menegakkan/menjalankan hukum pidana. Hukum acara  pidana

 pidana beroprasi beroprasi sejak sejak adanya adanya sangkaan sangkaan tindak tindak pidana pidana walaupun walaupun tanpa tanpa adanya adanya permintaan permintaan daridari korban kecuali tindakan pidana yang ditentukan lain oleh UU.

korban kecuali tindakan pidana yang ditentukan lain oleh UU.

2.

2. Tugas Hukum Tugas Hukum Acara Acara PidanaPidana Tugas pokok hukum acara pidana:

Tugas pokok hukum acara pidana:

a.

a. Mencari Mencari kebenaran kebenaran materil.(kebenaran materil.(kebenaran selengkap-lengkapnya selengkap-lengkapnya dari dari suatu suatu perkara perkara pidanapidana dengan menerapkan ketetapan-ketetapan hukum acara pidana secara jujur, tepat dengan tujuan dengan menerapkan ketetapan-ketetapan hukum acara pidana secara jujur, tepat dengan tujuan untuk mencari siapa pelaku yang dapat didakwakan melanggar hukum pidana dan selanjutnya untuk mencari siapa pelaku yang dapat didakwakan melanggar hukum pidana dan selanjutnya minta pemeriksaan dan putusan pengadilan guna menentukan adakah bukti suatu tindak pidana minta pemeriksaan dan putusan pengadilan guna menentukan adakah bukti suatu tindak pidana telah dilakukan dan apakah pelakunya bisa dipersalahkan.

telah dilakukan dan apakah pelakunya bisa dipersalahkan.

 b.

 b. memeberikan putusan hakim.memeberikan putusan hakim.

c.

c. melaksanakan melaksanakan putusan putusan hakim.hakim.

Ruang lingkup acara pidana: tata cara peradilan termasuk pengkhususannya misal peradilan Ruang lingkup acara pidana: tata cara peradilan termasuk pengkhususannya misal peradilan anak, ekonomi, dan lain-lain.

anak, ekonomi, dan lain-lain.

(12)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(13)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

3.

3. Tujuan Hukum Tujuan Hukum Acara Acara PidanaPidana

Tujuan hukum pidana: mencari kebenaran materiil sekaligus perlindungan terhadap hak-hak Tujuan hukum pidana: mencari kebenaran materiil sekaligus perlindungan terhadap hak-hak asasi manusia.

asasi manusia.

D.

D. Asas-asas Asas-asas Hukum Hukum Acara Acara PidanaPidana 1.

1. semua semua orang orang diperlakukan diperlakukan sama sama didepan didepan hukum.hukum.

2.

2. penangkapan, penangkapan, penahanan, penahanan, penggeledahan, penggeledahan, dan dan penyitaan penyitaan hanya hanya dilakukan dilakukan berdasarkanberdasarkan  perintah tertulis dari pejabat berwenang dan dengan cara yang diatur UU.

 perintah tertulis dari pejabat berwenang dan dengan cara yang diatur UU.

3.

3. asas asas praduga praduga tak tak bersalahbersalah 4.

4. kepada kepada orang orang yang yang ditangkap, ditangkap, ditahan, ditahan, dituntut dituntut ataupun ataupun diadili diadili tanpa tanpa alasan alasan yangyang  berdasarkan

 berdasarkan UU UU dan dan atau atau kekeliruan kekeliruan mengenai mengenai orangnya orangnya atau atau hukum hukum yang yang ditetapkan ditetapkan wajibwajib diberi ganti rugi(hak seorang untuk mendapat pemenuhan atas tuntutannya yang berupa imbalan diberi ganti rugi(hak seorang untuk mendapat pemenuhan atas tuntutannya yang berupa imbalan sejumlah uang karena ditangkap, ditahan, dituntut ataupun diadili tanpa alasan yang berdasarkan sejumlah uang karena ditangkap, ditahan, dituntut ataupun diadili tanpa alasan yang berdasarkan undang-undang atau karena kekeliruan mengenai orangnya atau hukum yang diterapkan menurut undang-undang atau karena kekeliruan mengenai orangnya atau hukum yang diterapkan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini). dan rehabilitasi (hak seorang untuk mendapat cara yang diatur dalam undang-undang ini). dan rehabilitasi (hak seorang untuk mendapat  pemulihan

 pemulihan hanya hanya dalam dalam kemampuan, kemampuan, kedudukan kedudukan dan dan harkat harkat serta serta martabatnya martabatnya yang yang diberikandiberikan  pada

 pada tingkat tingkat penyidikan, penyidikan, penuntutan penuntutan atau atau peradilan peradilan karena karena ditangkap, ditangkap, ditahan, ditahan, dituntut dituntut ataupunataupun diadili tanpa alasan yang berdasarkan undang-undang atau karena kekeliruan mengenai orangnya diadili tanpa alasan yang berdasarkan undang-undang atau karena kekeliruan mengenai orangnya atau hukum yang diterapkan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini) singkat dan atau hukum yang diterapkan menurut cara yang diatur dalam undang-undang ini) singkat dan  para

 para pejabat pejabat penegak penegak hukum hukum yang yang dengan dengan sengaja sengaja atau atau karena karena kelalaiannya kelalaiannya menyebabkan menyebabkan asasasas hukum tersebut dilanggar, dituntut, dipidana dan atau dikenakan hukuman administrasi.

hukum tersebut dilanggar, dituntut, dipidana dan atau dikenakan hukuman administrasi.

5.

5. peradilan cepat, peradilan cepat, sederhana, sederhana, biaya biaya ringan, ringan, serta serta bebas, bebas, jujur, jujur, dan dan tidak tidak memihak.memihak.

6.

6. setiap orang setiap orang yang yang tengsangkut tengsangkut pidana pidana wajib wajib menerima menerima bantuan bantuan hukum.hukum.

(14)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(15)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

1.

1. Ilmu Ilmu logikalogika  berguna

 berguna untuk untuk membuat membuat hipotesa hipotesa yang yang dicocokan dicocokan dengan dengan fakta fakta yang yang ada ada sesudahnya sesudahnya sehinggasehingga akan membentuk konstruksi logis tentang ada atau tidak adanya TP.

akan membentuk konstruksi logis tentang ada atau tidak adanya TP.

2. Psikologi 2. Psikologi

ilmu yang mempelajari jiwa manusia yang sehat. Ilmu ini diperlukan karena setiap orang akan ilmu yang mempelajari jiwa manusia yang sehat. Ilmu ini diperlukan karena setiap orang akan mempunyai keadaan jiwa berbeda dengan manusia lain karena perbedaan lingkungan maupun mempunyai keadaan jiwa berbeda dengan manusia lain karena perbedaan lingkungan maupun yang lainnya

yang lainnya 3. psikiatri 3. psikiatri

ilmu yang mempelajari jiwa manusia yang sakit. Jika seseorang melakukan tindak pidana dalam ilmu yang mempelajari jiwa manusia yang sakit. Jika seseorang melakukan tindak pidana dalam keadaan sakit jiwa, maka dia tidak bisa dipidana.

keadaan sakit jiwa, maka dia tidak bisa dipidana.

4. kriminalistik 4. kriminalistik

mempelajari kejahatan sebagai teknik yang bisa dipelajari misalnya dengan menjelaskan mempelajari kejahatan sebagai teknik yang bisa dipelajari misalnya dengan menjelaskan  pertanyaan ”Dengan apa, dan bagaimana tindak pidana dilakukan

 pertanyaan ”Dengan apa, dan bagaimana tindak pidana dilakukan ”.”.

5. kriminologi 5. kriminologi

ilmu yang mempelajari kejahatan sebagai sebagai masalah manusiawi. Misalnya dengan ilmu yang mempelajari kejahatan sebagai sebagai masalah manusiawi. Misalnya dengan mengajukan pertanyaan “Mengapa, dan apa tujuan seseorang melakukan tindak pidana”.

mengajukan pertanyaan “Mengapa, dan apa tujuan seseorang melakukan tindak pidana”.

6.

6. hukum pidana/hukum hukum pidana/hukum materil materil tentang tentang pidanapidana

ilmu yang menjelaskan aturan-aturan tentang pidana, dan tidak mungkin ada hukum acara pidana ilmu yang menjelaskan aturan-aturan tentang pidana, dan tidak mungkin ada hukum acara pidana tanpa adanya hukum pidana.

tanpa adanya hukum pidana.

F.

F. Orang-orang Orang-orang Yang Yang Terlibat Terlibat Dalam Dalam Hukum Hukum Acara Acara PidanaPidana

(16)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(17)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Penyelidik: pejabat polisi negara republik Indonesia yang diberi wewenang menurut UU untuk Penyelidik: pejabat polisi negara republik Indonesia yang diberi wewenang menurut UU untuk melakukan penyelidikan.

melakukan penyelidikan.

Penyidik pembantu: pejabat kepolisian negara RI yang karena diberi wewenang tertentu dapat Penyidik pembantu: pejabat kepolisian negara RI yang karena diberi wewenang tertentu dapat melakukan tugas penyidikan

melakukan tugas penyidikan

Jaksa: pejabat yang diberi wewenang oleh undang-undang ini untuk bertindak sebagai penuntut Jaksa: pejabat yang diberi wewenang oleh undang-undang ini untuk bertindak sebagai penuntut umum serta melaksanakan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

umum serta melaksanakan putusan pengadilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap.

Hakim: pejabat pengadilan yang diberi wewenang oleh UU untuk mengadili.

Hakim: pejabat pengadilan yang diberi wewenang oleh UU untuk mengadili.

Advokat/kuasa hukum.

Advokat/kuasa hukum.

Pejabat aparat eksekusi: bertugas melaksanakan UU pelaksanaan pidana. Misalnya pejabat Lapas Pejabat aparat eksekusi: bertugas melaksanakan UU pelaksanaan pidana. Misalnya pejabat Lapas (lembaga pemasyarakatan).

(lembaga pemasyarakatan).

G.

G. Proses Proses Pemeriksaan Pemeriksaan Sebelum Sebelum Sampai Sampai Pada Pada Pemeriksaan Pemeriksaan Disidang Disidang PengadilanPengadilan

[3]Didalam pemeriksaan pendahuluan, sebelum sampai pada pemeriksaan disidang pengadilan, [3]Didalam pemeriksaan pendahuluan, sebelum sampai pada pemeriksaan disidang pengadilan, akan melalui beberapa proses sebagai berikut:

akan melalui beberapa proses sebagai berikut:

1.

1. Proses Penyelidikan Proses Penyelidikan dan dan Penyidikan.Penyidikan.

Menurut kuhp diartikan bahwa penyelidakan adalah serangkaian tindakan untuk mencari dan Menurut kuhp diartikan bahwa penyelidakan adalah serangkaian tindakan untuk mencari dan menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidanaguna menentukan dapat atau tidak menemukan suatu peristiwa yang diduga sebagai tindak pidanaguna menentukan dapat atau tidak nya dilakukannya penyelidikan(pasal 1 butir lima kuhap). Dengan demikian fungsi penelidikan nya dilakukannya penyelidikan(pasal 1 butir lima kuhap). Dengan demikian fungsi penelidikan dilaksanakan sebelum dilakukan penyidikan, yang bertugas untuk mengetahui dan menentukan dilaksanakan sebelum dilakukan penyidikan, yang bertugas untuk mengetahui dan menentukan  peristiwa

 peristiwa apa apa yang yang telah telah terjadi terjadi dan dan bertugas bertugas membuat membuat berita berita acara acara serta serta laporannya laporannya yangyang nantinya merupakan dasar permulaan penyidikan.

nantinya merupakan dasar permulaan penyidikan.

Sedangkan yang dimaksud dengan penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal Sedangkan yang dimaksud dengan penyidikan adalah serangkaian tindakan penyidik dalam hal

(18)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(19)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

d.

d. Dengan apa Dengan apa tindak tindak pidana pidana itu itu dilakukandilakukan e.

e. Bagaimana Bagaimana tindak tindak pidana pidana itu itu dilakukandilakukan f.

f. Mengapa Mengapa tindak tindak pidana pidana itu itu dilakukandilakukan g.

g. Siapa Siapa pembuatnyapembuatnya

2.

2. Petugas-Petugas Penyelidik Petugas-Petugas Penyelidik dan dan PenyidikPenyidik

Menurut pasal 4 penyidik adlah setiap pejabat polisi Negara republic Indonesia. Di dalam tugas Menurut pasal 4 penyidik adlah setiap pejabat polisi Negara republic Indonesia. Di dalam tugas  penyelidikan

 penyelidikan mereka mereka mempunyai mempunyai wewenang- wewenang- wewenangseperti wewenangseperti diatur diatur dalam dalam pasal pasal 55 KUHAPsebagai berikut:

KUHAPsebagai berikut:

a.

a. Menerima Menerima laporan laporan atau atau pengaduan pengaduan dari dari seseorang seseorang tending tending adanya adanya tindak tindak pidanapidana  b.

 b. Mencari keterangan dan barang buktiMencari keterangan dan barang bukti c.

c. Menyuruh Menyuruh berhenti berhenti seseorang seseorang yang yang dicurigai dicurigai dan dan menayakan menayakan serta serta memeriksa memeriksa tandatanda  pengenal diri

 pengenal diri d.

d. Mengadakan tindakan Mengadakan tindakan lain lain menurut menurut hokum hokum yang yang bertanggung bertanggung jawab.jawab.

Yang termasuk penyidik adalah Yang termasuk penyidik adalah a.

a. Pejabat Pejabat polisi polisi Negara Negara Republik Republik Indonesia Indonesia pejabat pejabat pegawai pegawai negeri negeri sipil sipil tertentu tertentu yang yang diberidiberi wewenang khusus oleh undang-undang.

wewenang khusus oleh undang-undang.

 b.

 b. Pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang.Pejabat pegawai negeri sipil tertentu yang diberi wewenang khusus oleh undang-undang.

(20)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(21)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

e.

e. Melakukan Melakukan pemeriksaan pemeriksaan dan dan peryitaan peryitaan suratsurat f.

f. Mengambil Mengambil sidik sidik jari jari dan dan memotret memotret seorangseorang g.

g. Memanggil Memanggil orang orang untuk untuk didengar didengar dan dan diperiksa diperiksa sebagai sebagai tersangka tersangka atau atau saksisaksi h.

h. Mendatangkan orang Mendatangkan orang ahli ahli yang yang diperlukan diperlukan dalm dalm hubungannya hubungannya dengan dengan pemeriksaanpemeriksaan i.

i. Mengadakan penghentian Mengadakan penghentian penyidikanpenyidikan  j.

 j. Mengadakan tindakan lain menurut hokum yang bertanggung jawab.(pasal 7 KUHAP)Mengadakan tindakan lain menurut hokum yang bertanggung jawab.(pasal 7 KUHAP) 3.

3. Pelaksanaan Penyelidikan Pelaksanaan Penyelidikan dan dan PenyidikanPenyidikan

Penyelidikan atua penyidikan merupakan tidakan pertama

Penyelidikan atua penyidikan merupakan tidakan pertama –  – tama yang dapat dan harus dilakukantama yang dapat dan harus dilakukan oleh penyelidik atau penyidik jika terjadi atau timbul persangkaan telah terjadi tindak pidana.

oleh penyelidik atau penyidik jika terjadi atau timbul persangkaan telah terjadi tindak pidana.

Apabila ada persangkaan telah dilakukan tindak kejhatan atau pelanggaran maka harus diusakan Apabila ada persangkaan telah dilakukan tindak kejhatan atau pelanggaran maka harus diusakan apakah hal tersebut sesuai dengan kenyataan, benarkah telah dilakukan tindak pidana dan jika ia apakah hal tersebut sesuai dengan kenyataan, benarkah telah dilakukan tindak pidana dan jika ia siapakah pembuatnya.

siapakah pembuatnya.

Persangkaan atau pengetahuan telah terjadi tindak pidana ini dapat diperoleh dari berbagai Persangkaan atau pengetahuan telah terjadi tindak pidana ini dapat diperoleh dari berbagai sumber yang dapt digolongkan sebagai berikut:

sumber yang dapt digolongkan sebagai berikut:

1.

1. Kedapatan tertangkap Kedapatan tertangkap tangan tangan (ontdekkeng (ontdekkeng op op heterdaad)heterdaad) Adapun yang dimaksud dengan tertangkap tangan adalah:

Adapun yang dimaksud dengan tertangkap tangan adalah:

a.

a. Tertangkapnya Tertangkapnya seorang seorang pada pada waktu waktu sedang sedang melakukan melakukan tindak tindak pidana, pidana, atauatau  b.

 b. Dengan segera sesudah beberap saat tindakan pidana itu Dengan segera sesudah beberap saat tindakan pidana itu dilakukan, ataudilakukan, atau c.

c. Sesaat Sesaat kemudian kemudian diserukan diserukan oleh oleh khalayak khalayak rami rami sebagai sebagai orang orang yang yang melakukannya, melakukannya, atauatau d.

d. Apabila Apabila sesat sesat kemudian kemudian padanya padanya ditemukan ditemukan benda benda diduga diduga keras keras telah telah dipergunakandipergunakan

(22)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(23)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

4.

4. Penangkapan dan Penangkapan dan PenahananPenahanan

Yang dimaksud dengan penangkapan adalah pengekangan sementara waktu kebebasan tersangka Yang dimaksud dengan penangkapan adalah pengekangan sementara waktu kebebasan tersangka apabila

apabila terdapat terdapat cukup cukup bukti bukti guna guna kepentingan kepentingan penyidikan. penyidikan. Sedangkan Sedangkan penahanan penahanan adalahadalah  penempatan

 penempatan tersangka tersangka atau atau terdakwa terdakwa ditempat ditempat tertentu tertentu oleh oleh penyidik penyidik atau atau penuntut penuntut umum umum atauatau hakim.(petranase. 2000. hlm:90)

hakim.(petranase. 2000. hlm:90)

Jadi, penangkapan dan penahanan adalah merupakan tindakan yang membatasi dan mengambil Jadi, penangkapan dan penahanan adalah merupakan tindakan yang membatasi dan mengambil kebebasan bergerak seseorang. Mengenai syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan kebebasan bergerak seseorang. Mengenai syarat-syarat yang harus dipenuhi untuk melakukan  penahanan terdapat dalam pasal 20 dan 21 ayat 1 dan a

 penahanan terdapat dalam pasal 20 dan 21 ayat 1 dan a yat (4).yat (4).

5.

5. Penangguhan dan Penangguhan dan PenahananPenahanan

Untuk menjaga supaya tersangka atau terdakwa yang ditahan tidak dirugiakn kepentingannya Untuk menjaga supaya tersangka atau terdakwa yang ditahan tidak dirugiakn kepentingannya karena tindakan penahanan itu yang mungkin akan berlangsung untuk beberapa waktu, diadakan karena tindakan penahanan itu yang mungkin akan berlangsung untuk beberapa waktu, diadakan kemungkinan untuk tersangka atau terdakwa mengajukan permohonan agar penahanannya kemungkinan untuk tersangka atau terdakwa mengajukan permohonan agar penahanannya ditangguhkan.. berbeda dengan ketentuan yang diatur dalam HIR yang menetapkan bahwa ditangguhkan.. berbeda dengan ketentuan yang diatur dalam HIR yang menetapkan bahwa  pejabat

 pejabat satu-satunya satu-satunya yang yang berwenang berwenang menangguhakan menangguhakan penahanan penahanan ialah ialah hakim, hakim, maka maka menurutmenurut KUHAP yang berhak menentukan apakah suatu penahanan perlu ditangguhakan atau tidak ialah KUHAP yang berhak menentukan apakah suatu penahanan perlu ditangguhakan atau tidak ialah  penyidik atau penuntut umum atau hakim sesuai dengan kewenangann

 penyidik atau penuntut umum atau hakim sesuai dengan kewenangann ya ya masing-masing.masing-masing.

6.

6. Penggeledahan Badan Penggeledahan Badan dan dan RumahRumah

(24)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(25)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

d.

d. Benda Benda yang yang khusus khusus di di buat buat atau atau diperuntukkan diperuntukkan melakukan melakukan tindak tindak pidanapidana e.

e. Benda Benda lain lain yang yang mempunyai mempunyai hubungan hubungan langsung langsung dengan dengan tindak tindak pidana.pidana.

8.

8. Pemeriksaan ditempat Pemeriksaan ditempat kejadiankejadian

Pemeriksaan ditempat kejadian pada umumnya dilakukan karena delik yang mengakibatkan Pemeriksaan ditempat kejadian pada umumnya dilakukan karena delik yang mengakibatkan kematian, kejahatan seksual, pencurian dan perampokan. Dalam hal terjadinya kematian dan kematian, kejahatan seksual, pencurian dan perampokan. Dalam hal terjadinya kematian dan kejahatan seksual, sering dipanggil dokter untuk mengadakan pemeriksaan ditempat kejadiaan kejahatan seksual, sering dipanggil dokter untuk mengadakan pemeriksaan ditempat kejadiaan diatur dalam pasal 7 KUHAP.

diatur dalam pasal 7 KUHAP.

9.

9. Pemeriksaan tersangkaPemeriksaan tersangka Sebelum penyidik

Sebelum penyidik melakukan melakukan pemeriksaan terhadap pemeriksaan terhadap seseorang yang seseorang yang dilakukan suatu dilakukan suatu tindaktindak  pidana,

 pidana, maka maka penyidik penyidik wajib wajib memberitahukan memberitahukan kepadanya kepadanya tentang tentang haknya haknya untuk untuk mendapatkanmendapatkan  bantuan

 bantuan hokum hokum atau atau bahwa bahwa ia ia dalam dalam perkara perkara itu itu wajib didampingi wajib didampingi penasehat penasehat hokum hokum (pasal 114(pasal 114 KUHAP)

KUHAP) 10.

10. Pemeriksaan Pemeriksaan saksi saksi dan ahlidan ahli Saksi

Saksi adalah adalah orang orang yang yang dapat dapat memberikan memberikan keterangan keterangan guna guna kepentingan penyidikan,kepentingan penyidikan,  penuntutan,

 penuntutan, dan dan peradialan peradialan tentang tentang suatu psuatu perkara pidana erkara pidana yang ia yang ia dengar dengar sendiri, ia sendiri, ia lihat sendirilihat sendiri dan ia alami sendiri.(Petranase. 2000.hal:117)

dan ia alami sendiri.(Petranase. 2000.hal:117)

(26)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(27)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

H.

H. Surat Surat DakwaanDakwaan

Surat dakwaan adalah rumusan tindak pidana sebagai dasar dan batas pemeriksaan dan Surat dakwaan adalah rumusan tindak pidana sebagai dasar dan batas pemeriksaan dan  penuntutan yang dikehendaki UU dalam sidang pengadilan.

 penuntutan yang dikehendaki UU dalam sidang pengadilan.

1.

1. Syarat-Syarat Dalam Syarat-Syarat Dalam Surat Surat DakwaanDakwaan a.

a. syarat syarat formilformil

Identitas lengkap terdakwa, seperti nama lengkap, tempat tanggal lahir, kebangsaan, tempat Identitas lengkap terdakwa, seperti nama lengkap, tempat tanggal lahir, kebangsaan, tempat tinggal, agama dan pekerjaan.

tinggal, agama dan pekerjaan.

 b.

 b. syarat materiilsyarat materiil

harus berisi uraian secar cermat jelas dan lengkap mengenai tindakan pidana yang didakwakan harus berisi uraian secar cermat jelas dan lengkap mengenai tindakan pidana yang didakwakan dengan menyebutkan waktu dan tempat tp itu dilakukan.

dengan menyebutkan waktu dan tempat tp itu dilakukan.

2.

2. Cara Cara Merumuskan Merumuskan Surat Surat DakwaanDakwaan

Cara merumuskan surat dakwaan: harus mengandung lukisan dari apa yang senyatanya terjadi Cara merumuskan surat dakwaan: harus mengandung lukisan dari apa yang senyatanya terjadi dan mengandung unsur yuridis dari dari tindak pidana yang dilakukan.

dan mengandung unsur yuridis dari dari tindak pidana yang dilakukan.

3.

3. Pembatalan Surat Pembatalan Surat DakwaanDakwaan

(28)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(29)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

a.

a. beberapa beberapa tindak tindak pidana pidana dilakukan dilakukan oleh oleh beberapa beberapa orang orang yang yang sama.sama.

 b.

 b. saling sangkut-paut antara satu tp dengan tp yang lain.saling sangkut-paut antara satu tp dengan tp yang lain.

c.

c. tidak tidak sangkut sangkut paut paut namun namun masih masih saling saling berhubungan berhubungan dan dan dianggap dianggap perlu perlu dalam dalam prosesproses  pemeriksaan.

 pemeriksaan.

Ketentuan sangkut paut:

Ketentuan sangkut paut:

>1 orang yang bekerjasama dalam waktu dan tempat yang sama maupun berbeda.

>1 orang yang bekerjasama dalam waktu dan tempat yang sama maupun berbeda.

 bermaksud

 bermaksud mendapatkan mendapatkan alat alat untuk untuk melakukan melakukan tindak tindak pidana pidana yang yang lain lain atau atau menghilngkan menghilngkan diridiri dari pemidanaan asas penuntutan:

dari pemidanaan asas penuntutan:

Legalitas: setiap TP harus dituntut.karena kepentingan umum. Oportunitas: pengecualian asas Legalitas: setiap TP harus dituntut.karena kepentingan umum. Oportunitas: pengecualian asas legalitas karena kepentingan umum. Perbedaan penghentian dan pengesampingan perkara.

legalitas karena kepentingan umum. Perbedaan penghentian dan pengesampingan perkara.

(30)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(31)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

BAB III BAB III

PENUTUP PENUTUP

A. Kesimpulan A. Kesimpulan

Hukum Acara Pidana adalah keseluruhan aturan hukum yang mengatur bagaimana Negara Hukum Acara Pidana adalah keseluruhan aturan hukum yang mengatur bagaimana Negara dengan menggunakan alat-alatnya dapat mewujudkan wewenangnya untuk memidana atau dengan menggunakan alat-alatnya dapat mewujudkan wewenangnya untuk memidana atau membebaskan pidana.

membebaskan pidana.

Proses beracara dalam acara pidana adalah sebuah pedoman untuk mengumpulkan data, Proses beracara dalam acara pidana adalah sebuah pedoman untuk mengumpulkan data,

mengolahnya, menganalisa serta mengkonstruksikannya. Proses beracara dalam hukum pidana mengolahnya, menganalisa serta mengkonstruksikannya. Proses beracara dalam hukum pidana mencakup tiga hal, yaitu sah tidaknya suatu penangkapan atau penahanan (Pasal & KUHAP), mencakup tiga hal, yaitu sah tidaknya suatu penangkapan atau penahanan (Pasal & KUHAP),

(32)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

(33)

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

Titles you can't find anywhere else

Try Scribd FREE for 30 days to access over 125 million titles without ads or interruptions!

Start Free Trial

Cancel Anytime.

DAFTAR PUSTAKA DAFTAR PUSTAKA

Hamzah, andi,1984. bunga rampai hukum pidana dan acara pidana.Jakarta: Ghalia Indonesia Hamzah, andi,1984. bunga rampai hukum pidana dan acara pidana.Jakarta: Ghalia Indonesia Hamzah, Andi. 1987. Pengantar Hukum Acara Pidana Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Hamzah, Andi. 1987. Pengantar Hukum Acara Pidana Indonesia. Jakarta: Ghalia Indonesia.

Petranse, Syarifudin H.Ap dan Sabuan Ansori. 2000. Hukum Acara Pidana. Indralaya:

Petranse, Syarifudin H.Ap dan Sabuan Ansori. 2000. Hukum Acara Pidana. Indralaya:

Universitas Sriwijaya.

Universitas Sriwijaya.

Referensi

Dokumen terkait

“Tujuan dari hukum acara pidana adalah untuk mencari dan mendapatkan atau setidak- tidaknya mendekati kebenaran materiil, ialah kebenaran yang selengkap- lengkapnya dari

Kebenaran materiil merukan kebeneran yang selengkap-lengkapnya atau setidaknya yang mendekati kebenaran dari suatu perkara pidana dengan menerapkan ketentuan hukum acara

Tujuan dari hukum acara pidana adalah untuk mencari dan mendapatkan atau setidak-tidaknya mendekati kebenaran materiil, ialah kebenaran yang selengkap-lengkapnya dari suatu

”Tujuan dari hukum acara pidana adalah untuk mencari dan mendapatkan atau setidak-tidaknya mendekati kebenaran materiil, ialah kebenaran yang selengkap-lengkapnya dari suatu

setidak-tidaknya mendekati kebenaran, adalah kebenaran selengkap-lengkapnya dari suatu perkara pidana dengan menerapkan ketentuan hukum pidana secara jujur dan tepat,

upaya mencari kejelasan dan kebenaran materiil yang selengkap-lengkapnya tentang suatu perbuatan atau tindak pidana yang telah terjadi. Dari jumlah perkara pidana yang

Tujuan dari hukum acara pidana adalah untuk mencari dan mendapatkan atau setidak-tidaknya mendekati kebenaran materiil, ialah kebenaran yang selengkap-lengkapnya dari suatu

Ketika seorang hakim sedang menangani perkara maka diharapkan dapat bertindak arif dan bijaksana demi untuk mendapatkan kebenaran materil yaitu kebenaran yang