• Tidak ada hasil yang ditemukan

PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR SULAWESI UTARA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR SULAWESI UTARA"

Copied!
392
0
0

Teks penuh

(1)
(2)
(3)

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara 2020

Pengarah

Ardiles M.R. Mewoh Yessy Y. Momongan Lanny A. Ointu Salman Saelangi Meydi Y. Tinangon Pujiastuti

Bahan Penulisan: Nina A. Polii, Raymond F. Mamahit, Carles Worotitjan, Novry Ranti, Evans E.W. Tulungen, Rudy Lalonsang, Ferdynand L. Raintung, Lani L.A. Alou, Lidya N. Rantung

ISBN : 978-623-6183-17-5 Penulis dan Penyunting Maryadi

Verrianto Madjowa Agustinus Hari

Desain dan Tata Letak:

Cetakan I Maret 2021

Diterbitkan oleh

Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara Jln Diponegoro No. 25, Teling Atas.

Kecamatan Wenang, Kota Manado, Sulawesi Utara 95112

Hak Cipta Dilindungi undang-undang.

Dilarang memperbanyak buku ini dalam bentuk dan dengan cara apapun tanpa izin tertulis dari penerbit.

(4)

Pengantar Editor

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara 2020 telah dilaksanakan berdasarkan tahapan, program dan jadwal tahapan Pemilihan yang ditetapkan. Buku ini sebagai naskah yang berisi informasi mengenai rincian seluruh hasil kegiatan Pemilihan yang telah dijalankan KPU Provinsi Sulawesi Utara. Pemilihan ini sedianya berlangsung pada tanggal 23 September 2020, kemudian ditunda karena terjadi bencana nonalam Corona Virus Disease 2019 (COVID-19).

Penyakit COVID-19 pada tahun 2020 telah menyebar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia dan khususnya di Sulawesi Utara. Di tengah wabah yang menyebar di berbagai belahan dunia dan Indonesia Pemilihan dilaksanakan serentak pada tanggal 9 Desember 2020.

Tahapan penyelenggaraan Pemilihan ini berjalan dengan lancar, aman dan sukses di Provinsi Sulawesi Utara. Sebagai lembaga yang diberi amanah untuk menyelenggarakan Pemilihan, KPU Provinsi Sulawesi Utara bertekad kuat untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilihan hingga hasilnya dapat diterima oleh masyarakat.

Buku ini terbagi dalam 15 bab. Setiap bab berisi kegiatan- kegiatan yang telah dijalankan KPU Sulawesi Utara di setiap

(5)

tahapan, seperti menyusun keputusan yang terkait, sosialisasi, bimbingan teknis. Bagian yang lain berisi tentang pemantau pemilihan, perekrutan penyelenggara, pemutakhiran data pemilih, pencalonan, kampanye dan audit dana kampanye, serta distribusi logistik. Selanjutnya, pemungutan suara, penghitungan suara, rekapitulasi penghitungan suara, dan penetapan calon terpilih.

Sebagaimana diketahui, salah satu parameter Pemilihan yang demokratis adalah dengan adanya komponen pemilih yang semakin plural seiring dengan semakin kompleksnya Pemilihan. Buku tahapan Pemilihan ini menjadi salah satu sarana penting dalam pelaksanaan prinsip transparansi dan akuntabilitas karena setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggaraan Pemilihan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

KPU Provinsi Sulawesi Utara sebagai penyelenggara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020 menyusun buku ini sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban dan transparansi atas penyelenggaraan tahapan Pemilihan. Penyusunan buku ini sebagai bentuk pelaporan dan pertanggungjawaban kepada publik mengenai proses kegiatan dalam penyelenggaraan tahapan Pemilihan.

Selain itu, buku ini menjelaskan penyelenggaraan tahapan teknis yang telah dilaksanakan oleh KPU Provinsi Sulawesi Utara berdasarkan program dan jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020.

Buku ini sebagai kontribusi KPU Provinsi Sulawesi Utara dalam Penyelenggaraan Pemilihan Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam COVID-19 yang dapat dijadikan pelajaran bagi negara lain yang menyelenggarakan kegiatan serupa, serta Tata Kelola Pemilu di Indonesia.

Manado, Senin 5 April 2021 TIM EDITOR

(6)

Daftar Isi

BAB 1

PEMILIHAN DI MASA PANDEMI COVID-19 1

1.1. PEMILIHAN SERENTAK 1

1.2. PERENCANAAN PROGRAM DAN ANGGARAN 4 1.3. KOMPLEKSITAS DAN PENERAPAN 3M 9 1.4. DUA LAUT DAN SATU SAMUDERA 11 BAB 2

MENYUSUN PERATURAN 13

2.1. STRATEGI DAN PROSEDUR KEGIATAN

PENYUSUNAN KEPUTUSAN 16

2.2. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR

PENYUSUNAN KEPUTUSAN 18

2.3. DETAIL SOP 19

2.4. PARTISIPASI PUBLIK 25

2.5. RINCIAN PRODUK HUKUM KEPUTUSAN 33 2.6. INFORMASI DAN PUBLIKASI

PRODUK HUKUM 42

(7)

BAB 3

SOSIALISASI TAHAPAN PEMILIHAN 51 3.1. SOSIALISASI SEBELUM DAN MASA PANDEMI 51

3.2. FESTIVAL FILM PENDEK 59

3.3. FORUM PILKADA SEHAT 61

3.4. ALAT PERAGA SOSIALISASI 64 3.5. GERAKAN RELAWAN DEMOKRASI 70

3.6. TANTANGAN SOSIALISASI 74

BAB 4

MENGATASI MASALAH BIMBINGAN TEKNIS 79 4.1. PEMUNGUTAN DAN PENGHITUNGAN SUARA 79 4.2. MEMBEKALI PESERTA BIMBINGAN TEKNIS 84

4.3. SIMULASI 90

BAB 5

PEMANTAU PEMILIHAN 99

5.1. PENDAFTARAN PEMANTAU

DAN LEMBAGA SURVEI 99

5.2. PEMANTAU TERAKREDITASI 103

BAB 6

PEREKRUTAN PENYELENGGARA 109

6.1. PEREKRUTAN DENGAN PEDOMAN

PROTOKOL KESEHATAN 109

6.2. SELEKSI PENYELENGGARA AD-HOC 111 6.3. PEMBENTUKAN PENYELENGGARA AD-HOC 114

(8)

BAB 7

DARI RUMAH KE RUMAH 121

7.1. PENDATAAN PEMILIH DI MASA PANDEMI 123 7.2. MENYUSUN DAFTAR PEMILIH 127 7.4. MEMBERSIHKAN DATA PEMILIH GANDA 141 7.5. MENCERMATI SETIAP REKOMENDASI 146

7.6. DPT PILKADA 150

BAB 8

PENCALONAN 153

8.1. PERSYARATAN DUKUNGAN PASANGAN

CALON PERSEORANGAN 153

8.2. PENGUMUMAN PENDAFTARAN

PASANGAN CALON 159

8.3. PENDAFTARAN PASANGAN CALON 162 8.4. PENELITIAN DAN VERIFIKASI PERSYARATAN 166 8.5. PENETAPAN PASANGAN CALON 174 BAB 9

KAMPANYE DAN AUDIT DANA KAMPANYE 181

9.1. PELAKSANAAN KAMPANYE 181

9.2. IKLAN KAMPANYE PASANGAN CALON 194 9.3. MONITORING PELAKSANAAN KAMPANYE 195 9.4. LAPORAN AUDIT DANA KAMPANYE 197

9.5. PELAKSANAAN AUDIT 202

9.6. LAPORAN AWAL DANA KAMPANYE 205 9.7. PENERIMAAN SUMBANGAN DANA KAMPANYE 207 9.8. PENGADAAN KANTOR AKUNTAN PUBLIK 211

(9)

BAB 10

DISTRIBUSI LOGISTIK 231

10.1. PENGADAAN LOGISTIK 232

10.2. KETERSEDIAAN LOGISTIK YANG MEMADAI 240

10.3. KEGIATAN TAHAPAN 246

10.4. ANGGARAN PENGADAAN

DAN DISTRIBUSI LOGISTIK 249

10.5. SIKLUS PENGELOLAAN LOGISTIK 251 10. 6. KELOMPOK KERJA DAN KEGIATAN

TERKAIT LOGISTIK 253

10.7. PENGELOLAAN LOGISTIK 266

10.8. PENGADAAN LOGISTIK PEMILIHAN 267

10.9. DISTRIBUSI LOGISTIK 278

10.9.1. DISTRIBUSI KHUSUS TIGA

KABUPATEN KEPULAUAN 278

10.9.2. DISTRIBUSI DI DARATAN 279 10.9.3. DISTRIBUSI FORMULIR BERHOLOGRAM HASIL

REKAPITULASI DI TINGKAT TPS 283 10.9.4. FORMULIR REKAP TINGKAT KECAMATAN 286 10.9.5. DISTRIBUSI KOTAK UNTUK PANITIA

PEMILIHAN KECAMATAN 289

10.9.6. JUMLAH LOGISTIK YANG DI DISTRIBUSI

KE KPU KABUPATEN/KOTA 290

10.9.7. STRATEGI DAN INOVASI 306 10.9.8. PERMASALAHAN DAN SOLUSI 308

(10)

BAB 11

PEMUNGUTAN SUARA 313

11.1. PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN V 313 11.2. CARA KERJA PETUGAS KPPS 316

11.3. MENDIRIKAN TPS 319

11.4. SAAT PENCOBLOSAN 321

BAB 12

PENGHITUNGAN SUARA 325

12.1. PENGHITUNGAN SUARA 325

12.2 APLIKASI SIREKAP 329

BAB 13

REKAPITULASI PENGHITUNGAN SUARA 337 13.1. REKAPITULASI SECARA BERJENJANG 337 13.2. RAPAT KOORDINASI

PERSIAPAN REKAPITULASI 341

BAB 14

CALON TERPILIH 359

14.1. PENETAPAN PASANGAN CALON TERPILIH 359 14.2. PENGUSULAN PENGESAHAN PENGANGKATAN

PASANGAN CALON TERPILIH 367

BAB 15

MENGUKIR PRESTASI DI TENGAH PANDEMI 371

(11)

Daftar Tabel

TABEL 1. KEGIATAN WORKSHOP DESEMINANASI

DAN UJI PUBLIK PEDOMAN TEKNIS 33 TABEL 2. PERSYARATAN PEMANTAU 100 TABEL 3. PENETAPAN PEMANTAU PEMILIHAN

GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR

SULAWESI UTARA TAHUN 2020 103 TABEL 4. LEMBAGA SURVEI DAN JAJAK PENDAPAT 107

TABEL 5. LEMBAGA SURVEI 108

TABEL 6. REKAPITULASI JUMLAH KECAMATAN, DESA ATAU SEBUTAN LAIN/KELURAHAN,

SERTA PENDAFTAR PPK DAN PPS BERDASARKAN JENIS KELAMIN DI 15 KPU KABUPATEN/KOTA DI KPU PROVINSI SULAWESI UTARA 114 TABEL 7. REKAPITULASI DATA BADAN ADHOC

PROVINSI SULAWESI UTARA 116

TABEL 8. DP4 PILKADA 2020 125

TABEL 9. HASIL PEMUTAKHIRAN DP4 126

(12)

TABEL 10. KEGIATAN PEMUTAKHIRAN DATA PEMILIH 127 TABEL 11. PENETAPAN DPS TINGKAT PROVINSI 145

TABEL 12. DPT PILKADA 2020 152

TABEL 13. JADWAL TAHAPAN SYARAT DUKUNGAN

CALON PERSEORANGAN 156

TABEL 14. PASANGAN CALON GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR SULAWESI UTARA TAHUN 2020 YANG MENYAMPAIKAN LAPORAN PENERIMAAN DAN PENGELUARAN DANA KAMPANYE 210 TABEL 15. DAFTAR INVENTARIS MASALAH LAPORAN

DANA KAMPANYE 227

TABEL 16. KOMPOSISI ANGGARAN PENGADAAN DAN DISTRIBUSI LOGISTIK PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR

SULAWESI UTARA TAHUN 2020 250 TABEL 17. RINCIAN KEBUTUHAN SURAT SUARA 263 TABEL 18. REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH TETAP

UNTUK WILAYAH PROVINSI SULAWESI UTARA DALAM PEMILIHAN GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR SULAWESI UTARA TAHUN 2020 270 TABEL 19. JENIS LOGISTIK PENGADAAN KPU PROVINSI

SULAWESI UTARA MELALUI E-KATALOG 273 TABEL 20. JENIS LOGISTIK PENGADAAN KPU

KABUPATEN/KOTA PENYELENGGARA

MELALUI E-KATALOG 274

TABEL 21. RINCIAN PENGADAAN ALAT

KELENGKAPAN TPS 275

TABEL 22. JENIS LOGISTIK BERUPA FORMULIR DALAM PEMUNGUTAN DAN

PENGHITUNGAN SUARA 276

TABEL 23. JENIS ALAT PERLINDUNGAN DIRI 277

(13)

QR Code

Video pelaksanaan Pilkada 2020 Sulawesi Utara

TABEL 24. JUMLAH PENGADAAN DAN DISTRIBUSI

KOTAK SUARA 291

TABEL 25. JUMLAH PENGADAAN DAN DISTRIBUSI

BILIK SUARA 292

TABEL 26. JUMLAH PENGADAAN DAN

DISTRIBUSI TINTA 293

TABEL 27. JUMLAH PENGADAAN DAN

DISTRIBUSI TINTA 294

TABEL 28. JUMLAH PENGADAAN DAN

DISTRIBUSI SEGEL 301

TABEL 29. JUMLAH PENGADAAN DAN DISTRIBUSI

KABEL TIES 302

TABEL 30. JUMLAH PENGADAAN DAN DISTRIBUSI SURAT SUARA GUBERNUR DAN WAKIL

GUBERNUR SULAWESI UTARA TAHUN 2020 302 TABEL 31. JUMLAH PENGADAAN DAN DISTRIBUSI

FORMULIR C PLANO BERHOLOGRAM 303 TABEL 32. JUMLAH PENGADAAN DAN DISTRIBUSI

DAFTAR PASANGAN CALON GUBERNUR DAN WAKIL GUBERNUR SULAWESI UTARA

TAHUN 2020 304

TABEL 33. JUMLAH PENGADAAN DAN DISTRIBUSI

ALAT BANTU COBLOS TUNA NETRA 305 TABEL 34. JUMLAH PENGADAAN DAN DISTRIBUSI

BUKU PANDUAN KPPS 306

TABEL 35. PERMASALAHAN DAN SOLUSI 309

QR Code

Video pelaksanaan tahapan Pilkada 2020 Sulawesi Utara

(14)

Bab I

Pemilihan di Masa Pandemi COVID-19

1.1. PEMILIHAN SERENTAK

Penyakit Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) pada tahun 2020 telah menyebar di seluruh dunia, termasuk di Indonesia.

Penyebaran virus ini telah menyebabkan penundaan sejumlah tahapan pemilihan umum (Pemilu) di berbagai negara. Tak terkecuali di Indonesia yang sementara dalam tahapan pemilihan kepala daerah (Pilkada).

Di tengah wabah yang menyebar, Pilkada yang sedianya berlangsung pada 23 September 2020, ditunda karena terjadi bencana nonalam COVID-19. Namun, setelah melalui berbagai pertimbangan dan keputusan pada akhirnya Pilkada yang sempat ditunda, kemudian dilaksanakan serentak pada 9 Desember 2020.

Provinsi Sulawesi Utara termasuk salah satu yang sedang melaksanakan tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.

Tahapan penyelenggaraan Pemilihan ini berjalan dengan lancar, aman dan sukses.

Tentunya penyelenggaraan Pemilihan perlu didukung suatu lembaga yang kredibel. Untuk itu, lembaga penyelenggara Pemilihan harus mempunyai integritas yang tinggi, ketidakberpihakan kepada salah satu peserta Pemilihan, serta memahami tugas dan tanggung jawab sebagai penyelenggara Pemilihan dan menghormati hak-hak politik dari warga Negara.

BAB 1

Pemilihan di Masa

Pandemi COVID-19

(15)

Sebagai lembaga yang diberi amanah untuk menyelenggarakan Pemilihan, KPU Provinsi Sulawesi Utara bertekad kuat untuk menyukseskan penyelenggaraan Pemilihan hingga hasilnya dapat diterima oleh masyarakat. Wujud penting bagi penyelenggara agar tercapainya suksesnya Pemilihan ditunjukkan melalui ketaatan dalam pelaksanaan seluruh rangkaian tugas berdasarkan asas langsung, umum, bebas dan rahasia. Selain itu, memenuhi prinsip mandiri, jujur, adil, berkepastian hukum, tertib, kepentingan umum, terbuka, proporsional, profesional, akuntabel, efektif, efisien, dan aksesibilitas.

Seperti telah disampaikan sebelumnya, Pemilihan Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam COVID-19 ini mengakibatkan sebagian tahapan penyelenggaraan Pemilihan tidak dapat dilaksanakan secara normal. Seluruh tahapan, program, dan jadwal Pemilihan serentak lanjutan harus dilaksanakan sesuai dengan protokol kesehatan penanganan COVID-19.

Protokol kesehatan ditetapkan oleh KPU setelah berkoordinasi dengan Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) dan menteri yang menyelenggarakan urusan pemerintahan di bidang kesehatan.

Salah satu parameter Pemilihan yang demokratis adalah dengan adanya komponen pemilih yang semakin plural seiring dengan makin kompleksnya Pemilihan. Ini artinya pemilih adalah pendukung utama yang sangat penting dalam proses Pemilihan yang demokratis, sesuai dengan prinsip kedaulatan rakyat. Setiap pemilih dalam Pemilihan tidak akan terlepas dari latar belakang politis maupun sosiologis pada saat itu, sehingga hal ini sangat berpengaruh dalam menentukan pilihan mereka, dan inilah yang disebut perilaku pemilih.

Buku tahapan Pemilihan ini menjadi salah satu sarana penting dalam pelaksanaan prinsip transparansi dan akuntabilitas. Sebab setiap kegiatan dan hasil akhir dari kegiatan penyelenggaraan Pemilihan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat sebagai pemegang kedaulatan tertinggi.

(16)

Untuk itu, KPU Provinsi Sulawesi Utara sebagai penyelenggara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020 menyusun buku ini sebagai salah satu bentuk pertanggungjawaban dan transparansi atas penyelenggaraan Tahapan Pemilihan kepada Kementerian Dalam Negeri, KPU Republik Indonesia, Bawaslu RI, dan seluruh masyarakat di Indonesia, khususnya masyarakat Provinsi Sulawesi Utara. Adapun maksud penyusunan buku ini sebagai bentuk pelaporan dan pertanggungjawaban kepada publik mengenai proses kegiatan dalam penyelenggaraan Tahapan Pemilihan.

Pertama, Akuntabilitas. Berkaitan dengan akuntabilitas, buku ini sebagai bentuk pertanggungjawaban KPU Provinsi Sulawesi Utara dalam menjalankan tugas dan fungsi sebagai penyelenggara Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020.

Kedua, Manajemen. Membantu untuk mengevaluasi pelaksanaan kegiatan sehingga memudahkan fungsi perencanaan, pelaksanaan, serta pengendalian atas kegiatan Tahapan Pemilihan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020.

Ketiga, Transparansi. Menyampaikan informasi kepada semua pihak dan publik berdasarkan pertimbangan bahwa kegiatan tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020 bisa diketahui pelaksanaannya secara terbuka dan menyeluruh, serta ketaatan atas pelaksanaan peraturan perundang- undangan.

Selain itu, buku ini menjelaskan penyelenggaraan tahapan teknis yang telah dilaksanakan KPU Provinsi Sulawesi Utara berdasarkan program dan jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020.

Hal ini juga untuk mengevaluasi tahapan teknis yang telah dilaksanakan sehingga publik secara luas dapat mengetahui sejauh mana keberhasilan dan kinerja KPU Provinsi Sulawesi Utara dalam mengaktualisasikan setiap program dan kegiatan.

Sebagai bahan informasi bagi pihak-pihak terkait, juga sebagai

(17)

bahan evaluasi dan dokumentasi bagi penyelenggara yang nantinya dapat dijadikan bahan referensi pengambilan kebijakan untuk pelaksanaan tahapan, program dan jadwal pada Pemilihan selanjutnya.

Melalui penulisan buku ini diharapkan menjadi pegangan bagi penyelenggaran kepemiluan dari tingkat pusat hingga daerah yang paling bawah. Buku ini sebagai kontribusi KPU Provinsi Sulawesi Utara dalam Penyelenggaraan Pemilihan Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam COVID-19 yang dapat dijadikan pelajaran bagi negara lain yang menyelenggarakan kegiatan serupa, serta Tata Kelola Pemilu di Indonesia. Selama melaksanakan jadwal tahapan, selain protokol kesehatan, KPU Provinsi Sulawesi terus melakukan inovasi untuk memudahkan setiap tahapan.

Buku ini sebagai naskah yang berisi informasi mengenai rincian seluruh hasil rangkaian program/kegiatan Pemilihan yang sudah dilaksanakan berdasarkan tahapan, program dan jadwal tahapan Pemilihan yang ditetapkan.

1.2. PERENCANAAN PROGRAM DAN ANGGARAN

Dalam perencanaan program dan penyusunan anggaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur tahun 2020, KPU Provinsi Sulawesi Utara melakukan beberapa kali pembahasan secara internal maupun bersama-sama dengan DPRD Provinsi Sulawesi Utara dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara. Penyusunan usulan anggaran dan Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) ini berlangsung cukup panjang.

Pada tanggal 30 Oktober 2018 menghadiri undangan dari DPRD Provinsi Sulawesi Utara untuk pembahasan Anggaran Pemilihan Kepala Daerah yang akan dimasukkan dalam APBD Pemerintah Daerah Sulawesi Utara. Acara ini dihadiri oleh Komisioner Meidy Y. Tinangon dan Salman Saelangi. Rapat yang berlangsung di ruang rapat Komisi 1 DPRD Provinsi Sulawesi Utara ini KPU memasukkan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebesar Rp. 279.670.847.450.

Pada tanggal 20 Mei 2019, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Daerah mengundang

(18)

KPU Provinsi Sulawesi Utara dengan nomor surat 005/154/

Kesbangpolda/V-2019 tanggal 14 Mei 2019 bertempat di ruang rapat Kesbangpol untuk membahas draft usulan anggaran Pilkada 2020.

Rapat dihadiri oleh Ketua Ardiles Mewoh, Sekretaris Pujiastuti dan Pejabat Eselon III dan IV KPU Provinsi Sulawesi Utara. Kepala Badan Kesbangpol Prov. Sulut Meiki Onibala bersama pejabat terkait ditugaskan oleh Gubenur Sulawesi Utara untuk terlebih dahulu melakukan asistensi secara umum mengenai draft usulan anggaran Pilkada yang dimasukkan. Dalam rapat ini Kesbangpol menyarankan untuk lebih merasionalisasi anggaran dan disepakati untuk dibuat pertemuan lanjutan yang lebih rinci membahas anggaran ini.

Sebagai tindak lanjut pembahasan anggaran Pilkada dengan Kesbangpol pada tanggal 20 Mei 2019, maka KPU Provinsi Sulawesi Utara melalui nomor 14/PP.01.2-Und/71/Sek-Prov/V/2019 tanggal 20 Mei 2019 mengundang Kesbangpol untuk membahas Anggaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020 di Hotel Fourpoint pada 22 Mei 2019. Anggaran yang diusulkan tersebut dibahas bersama Kesbangpol yang hadir saat itu Johny Suak bersama Tim Kesbangpol. Dalam pembahasan ini Kesbangpol meminta untuk merinci semua pembelanjaan dan disesuaikan dengan standar biaya APBN serta memperhatikan juga sharing anggaran dengan kabupaten/kota yang akan menyelenggarakan Pemilihan Bupati dan Walikota.

Pada 26 Juni 2019 dengan nomor surat 220/PL.01.2-Und/71/

Prov/VI/2019 KPU Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan Rapat Penyusunan Anggaran Pemilihan Serentak Tahun 2020 bersama 7 (tujuh) KPU kabupaten/kota penyelenggara yaitu Kota Manado, Kota Tomohon, Kota Bitung, Kabupaten Minahasa Selatan, Kabupaten Minahasa Utara, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur dan Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan, bertempat di ruang Aula pertemuan KPU Provinsi Sulawesi Utara. Rapat ini juga dihadiri oleh Kesbangpol, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) dan Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara. Dalam rapat ini membahas draft anggaran Pilkada semua kabupaten/kota dan menyepakati anggaran bersama tahapan Pilkada 2020.

(19)

Kemudian pada 1 Juli 2019, KPU Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan rapat internal finalisasi anggaran Hibah Pemilihan Gubernur 2020, dihadiri oleh Komisioner, Sekretaris dan Pejabat Eselon III dan IV. Dalam rapat ini sudah tersusun anggaran secara terperinci sebesar Rp. 276.372.143.450.

Pada tanggal 23 Juli 2019 Ketua KPU Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan surat nomor 248/PP.01.2-SD/71/Prov/

VII/2019 yang ditujukan kepada Gubernur Sulawesi Utara perihal Penyampaian Usulan Anggaran pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Tahun 2020 dan bermohon untuk dilakukan pembahasan dengan Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Provinsi Sulawesi Utara.

Kepala BKAD Provinsi Sulawesi Utara melalui surat Nomor 900.05/BKAD/1372/2019 tanggal 14 Agustus 2019 mengundang KPU Provinsi Sulawesi Utara, Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara beserta Kesbangpol dan Biro Hukum Setda Provinsi Sulawesi Utara untuk membahas Anggaran Pilkada 2020. Rapat dihadiri oleh Ketua Ardiles Mewoh dan Sekretaris Pujiastuti. Dalam rapat disepakati untuk dibentuk tim kecil gabungan antara KPU, Bawaslu dan BKAD untuk mengasistensi anggaran pilkada 2020. Rencana anggaran biaya yang diusulkan saat itu sebesar Rp. 255.392.994.320.

Pada tanggal 3 September 2019 KPU Provinsi Sulawesi Utara melaksanakan kembali Rapat Pembahasan Anggaran Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur bertempat di Hotel Best Western Lagoon, dihadiri oleh pejabat di BKAD, Kesbangpol dan Inspektorat Daerah. Dalam rapat ini BKAD, Kesbangpol dan Inspektorat menyampaikan beberapa catatan tentang anggaran yang diusulkan.

BKAD melalui Kabid Aset menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi sudah menganggarkan hibah pemilihan untuk KPU sebesar Rp. 220 M.

BKAD Provinsi Sulawesi Utara pada 26 September 2019 melalui surat nomor 900.05/BKAD/2019 mengundang KPU Provinsi

(20)

Sulawesi Utara untuk membahas penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Dalam rapat yang dihadiri oleh Ketua Ardiles Mewoh, Anggota Lanny Ointu dan Pejabat Eselon III dan IV, membahas pasal per pasal dalam draft NPHD supaya sudah siap untuk dilakukan paraf koordinasi oleh Pemerinta Provinsi Sulawesi Utara.

Lalu pada 28 September 2019 Ketua KPU Provinsi Sulawesi Utara melalui surat nomor 301/KU.01-SD/71/Prov/IX/2019 menyampaikan batas akhir penandatanganan NPHD kepada Gubernur Sulawesi Utara, yang disampaikan langsung kepada Sekretaris Provinsi Sulawesi Utara.

Pada 5 Oktober 2019 BKAD menyampaikan draft NPHD yang sudah diparaf koordinasi dan dibubuhi meterai, tetapi dalam naskah NPHD pada Pasal 10 ditambahkan 1 ayat yang berbunyi “Apabila terjadi perubahan dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Sulawesi Utara Tahun Anggaran 2020 oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi maka akan dilakukan penyesuaian.”

Terhadap ayat ini KPU Provinsi Sulawesi Utara tidak menyetujui sehingga Ketua KPU Provinsi Sulawesu Utara belum menandatangani draft NPHD yang diajukan. KPU Provinsi Sulawesi Utara berpandangan klausul tersebut berpotensi pada pengurangan anggaran saat tahapan sedang berjalan.

Lalu, pada 6 Oktober 2019 atas undangan dari Kementerian Dalam Negeri, Ketua KPU Provinsi Sulawesi Utara menghadiri rapat koordinasi antara KPU dan Pemerintah Daerah yang belum melakukan penandatanganan NPHD. Dalam acara ini Ketua KPU Provinsi Sulawesi Utara menyampaikan laporan pembahasan dan pengusulan NPHD.

Pada 4 November 2019 Penandatanganan Hibah oleh Gubernur Sulawesi Utara dan Ketua KPU Provinsi Sulawesi Utara di Graha Gubernuran.

(21)

• Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah

• Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah

(22)

• Penandatanganan Naskah Perjanjian Hibah Daerah

1.3. KOMPLEKSITAS DAN PENERAPAN 3M

Pemilihan Serentak Lanjutan dalam kondisi bencana nonalam COVID-19, adalah yang pertama dilaksanakan sejak kemerdekaan Republik Indonesia hingga kini. Itu sebabnya, setelah tahapan Pemilihan yang ditunda dan dilanjutkan kembali di masa pandemi, kompleksitas permasalahan bermunculan dari pihak eksternal.

Apalagi, berdasarkan pengalaman Pemilu maupun Pemilihan yang telah berlangsung selama ini, baru kali ini Indonesia menyelenggarakan Pemilihan di tengah kondisi Pandemi COVID-19, sehingga pelaksanaan tahapan, program dan jadwal tahapan Pemilihan bukan hanya menjadi pelajaran penting bagi Indonesia umumnya dan lebih khusus KPU, namun juga dapat menjadi standar internasional dalam pelaksanaan kepemiluan.

Penyelenggaraan Pemilihan Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam COVID-19, memiliki kompleksitas tersendiri sepanjang tahapan yang dilaksanakan oleh KPU Provinsi Sulawesi Utara. Dinamika sosial dan politik yang bermunculan selama penyelenggaraan jadwal tahapan sangat tinggi. Dengan berpatokan

(23)

pada regulasi yang ada dan protokol kesehatan yang ketat, KPU Provinsi Sulawesi Utara dapat melaksanakan Pemilihan dengan lancar, aman dan sukses.

Aspek kesehatan dan keselamatan dilakukan terhadap seluruh tahapan sebagaimana diatur dalam Pasal 5 Peraturan Komisi Pemilihan Umum (PKPU) Nomor 6 Tahun 2020 dengan paling kurang memenuhi prosedur sebagai berikut:

1. Penerapan prinsip keselamatan dan kesehatan kerja;

2. Secara berkala dilakukan rapid test atau Real Time Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) terhadap anggota dan Sekretariat Jenderal KPU, serta anggota dan sekretariat KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, PPK, dan PPS dan/atau yang memiliki gejala atau riwayat kontak dengan orang terkonfirmasi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19);

3. Penggunaan alat pelindung diri berupa masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu bagi anggota dan Sekretariat Jenderal KPU, serta anggota dan sekretariat KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, PPK, dan PPS yang sedang bertugas;

4. Penggunaan alat pelindung diri berupa masker yang menutupi hidung dan mulut hingga dagu, sarung tangan sekali pakai, dan pelindung wajah (face shield)

5. Penyediaan sarana sanitasi yang memadai pada tempat dan/

atau perlengkapan yang digunakan untuk suatu kegiatan dalam pelaksanaan tahapan penyelenggaraan Pemilihan, berupa fasilitas cuci tangan dengan air mengalir dan sabun, disinfektan, dan/atau cairan antiseptik berbasis alkohol (handsanitizer);

6. Pengecekan kondisi suhu tubuh seluruh pihak yang terlibat sebelum suatu kegiatan dalam tahapan penyelenggaraan Pemilihan dimulai, dengan menggunakan alat yang tidak bersentuhan secara fisik, dengan ketentuan suhu tubuh paling tinggi 37,30 (tiga puluh tujuh koma tiga derajat) celcius;

7. Pengaturan menjaga jarak bagi seluruh pihak yang terlibat dalam setiap tahapan penyelenggaraan Pemilihan paling kurang 1 (satu) meter;

8. Pengaturan larangan berkerumun untuk setiap kegiatan dalam masing-masing tahapan penyelenggaraan Pemilihan;

(24)

9. Pembatasan jumlah peserta dan/atau personel yang ditugaskan pada setiap kegiatan dalam pelaksanaan tahapan penyelenggaraan Pemilihan yang mengharuskan adanya kehadiran fisik;

10. Pembersihan dan disinfeksi secara berkala terhadap ruangan dan peralatan yang sering disentuh; tidak menggunakan barang atau peralatan secara bersama;

11. Penapisan (screening) kesehatan orang yang akan masuk ke dalam ruangan kegiatan;

12. Sosialisasi, edukasi, promosi kesehatan dan penggunaan media informasi untuk memberikan pemahaman tentang pencegahan dan pengendalian penularan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19); dan

13. Pelibatan personel dari perangkat daerah yang menyelenggarakan urusan di bidang kesehatan atau tim dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di daerah masing-masing.

Sebagaimana diatur dalam Pasal 10 ayat (1) huruf b Undang- Undang menyebutkan bahwa jumlah anggota Komisi Pemilihan Umum Provinsi berjumlah 7 (tujuh) orang 5 (lima) orang. Untuk Komisi Pemilihan Umum Provinsi Provinsi Sulawesi Utara didasarkan pada kriteria jumlah penduduk, luas wilayah, dan jumlah wilayah administratif pemerintahan jumlah anggota sebanyak 5 (lima) orang.

Sesuai dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 8 Tahun 2019, Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi dibagi dalam 5 Divisi sesuai dengan jumlah Komisioner yang ada.

1.4. DUA LAUT DAN SATU SAMUDERA

Pemilihan Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam COVID-19, di akhir tahun 2020 memiliki banyak tantangan bagi KPU Provinsi Sulawesi Utara. Seperti diketahui, setiap akhir tahun umumnya adalah musim hujan dan gelombang laut yang tinggi di berbagai wilayah di Sulawesi Utara. Hal ini yang menjadikan prinsip kehati-hatian bukan hanya dalam menghadapi pandemi

(25)

COVID-19 yang sedang menyebar. Melainkan juga model sosialisasi, bimbingan teknis dan distribusi logistik di akhir tahun yang sangat diperhitungkan KPU Sulawesi Utara.

Sulawesi Utara dalam penyelenggaraan Pemilihan Serentak Lanjutan dalam Kondisi Bencana Nonalam COVID-19 berada di antara dua laut: Laut Maluku dan Laut Sulawesi, Teluk Tomini, serta berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik. Pulau-Pulau di bagian Utara Sulawesi juga langsung berbatasan dengan perairan negara tetangga, Filipina. Sementara di daratan Pulau Sulawesi, penduduk tinggal di pesisir dan pemukiman yang berbukit-bukit dan bergunung-gunung.

Sulawesi Utara memiliki puluhan gunung, termasuk gunung api yang aktif, dengan ketinggian di atas 1000 meter di atas permukaan laut. Gunung api ini tersebar di Minahasa dan pulau-pulau.

Pelaksanaan pemilihan serentak akhir tahun 2020 disesuaikan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat dan selalu memperhatikan kondisi gelombang laut dan cuaca lainnya. Seperti di tiga kabupaten kepulauan yakni Kepulauan Sangihe, Kepulauan Siau Tagulandang Biaro, dan Kepulauan Talaud.

Distribusi logistik seperti surat suara membutuhkan perlakuan khusus. Surat suara setelah selesai di percetakan didahulukan untuk daerah kepulauan. Dengan menggunakan pesawat terbang, distribusi ke pulau-pulau yang berpenghuni atau tempat Pemilih dilakukan dengan menggunakan angkutan laut. Distribusi ini dengan protokol kesehatan dan mempertimbangkan pengepakan yang aman dan tidak akan terkena percikan air laut, begitu pula dengan api. Posisi logistik ditempatkan di kamar yang ada di kapal yang digunakan untuk mengangkut berbagai logistik.

QR Code

Video pelaksanaan tahapan Pilkada 2020 Sulawesi Utara

(26)

Bab II

Menyusun Peraturan

Penyusunan produk hukum dalam hal ini keputusan penyelenggaraan pemilihan merupakan satah satu tugas dan kewajiban Divisi Hukum dan Pengawasan berdasarkan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 8 Tahun 2019 tentang Tata Kerja KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota yang mendapat dukungan administratif dari Sub Bagian Hukum yang salah satu fungsinya adalah fasilitasi prosedur penyusunan keputusan, produk hukum serta melakukan publikasi melalui JDIH. Ketentuan pasal 11 huruf b, huruf c dan huruf d Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang- undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Pemilihan Bupati dan Walikota menjadi Undang-undang sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-undang Nomor 6 Tahun 2020 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga atas Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Pemilihan Bupati dan Walikota menjadi Undang-undang, memberikan kewenangan delegatif kepada KPU Provinsi dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur untuk:

BAB 2 Menyusun Peraturan

(27)

1. merencanakan dan menetapkan jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur;

2. menyusun dan menetapkan tata kerja KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota, PPK, PPS, dan KPPS dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dengan memperhatikan pedoman dari KPU;

3. menyusun dan menetapkan pedoman teknis untuk setiap tahapan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang- undangan.

Tiga kewenangan penyusunan di atas dilaksanakan dengan menerbitkan surat keputusan. Selanjutnya, terkait dengan pedoman teknis, berdasarkan ketentuan Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2015 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Komisi Pemilihan Umum, menyebutkan bahwa Pedoman Teknis adalah naskah dinas pelaksanaan dari Peraturan KPU RI yang memuat acuan yang bersifat umum yang perlu dijabarkan ke dalam Petunjuk Teknis/

Petunjuk Pelaksanaan atau Prosedur Standar Operasional/Standard Operational Procedure. Lebih lanjut dijelaskan bahwa Pedoman Teknis ditetapkan dengan Keputusan. Pedoman Teknis merupakan lampiran keputusan yang merupakan satu kesatuan dari keputusan tentang penetapan Pedoman Teknis.

Dengan demikian sifat dari surat keputusan terkait tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020 terdiri atas: pertama, keputusan terkait dengan penetapan personel atau hasil akhir dari sebuah tahapan dan kedua, keputusan tentang pedoman teknis pelaksanaan tahapan.

Naskah dinas Keputusan menurut Undang-undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan disebut juga dengan Keputusan Administrasi Pemerintahan yang juga disebut Keputusan Tata Usaha Negara atau Keputusan Administrasi Negara yang selanjutnya disebut Keputusan adalah ketetapan tertulis yang

(28)

dikeluarkan oleh Badan dan/atau Pejabat Pemerintahan dalam penyelenggaraan pemerintahan. Sedangkan menurut Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2015 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Komisi Pemilihan Umum, Surat Keputusan adalah Naskah Dinas yang memuat kebijakan yang bersifat menetapkan. Materi muatan keputusan dapat berisi pelaksanaan dari Peraturan KPU RI serta mengikat KPU RI, KPU Provinsi/KIP Aceh, KPU/KIP Kabupaten/Kota, Sekretariat Jenderal KPU RI, Sekretariat KPU Provinsi/KIP Aceh, Sekretariat KPU/KIP Kabupaten/Kota, dan pihak lain.

Pengaturan lebih lanjut tentang kewenangan menyusun dan menetapkan Keputusan tentang Pedoman Teknis setiap tahapan penyelenggaraan Pemilihan diatur dalam ketentuan Pasal 22 ayat (1) huruf a dan huruf b Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Tata Kerja KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten Kota yang menyatakan bahwa dalam penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Komisi Pemilihan Umum Provinsi bertugas dan berwenang merencanakan dan menetapkan program dan anggaran serta jadwal penyelenggaraan Pemilihan.

Hal tersebut di atas, diatur juga dalam ketentuan Pasal 8 huruf a Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2019 Tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan / atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020 mengamanatkan KPU Provinsi untuk menyusun dan menetapkan Pedoman teknis tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur. Sementara itu, ketentuan ketentuan Pasal 4 ayat (1) huruf b dan ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2019 Tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan / atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020 menegaskan bahwa Penyusunan Peraturan merupakan bagian dari Tahapan Persiapan Pemilihan, dimana termasuk dalam tahapan ini adalah Penyusunan Keputusan Penyelenggaraan Pemilihan.

(29)

2.1. STRATEGI DAN PROSEDUR KEGIATAN PENYUSUNAN KEPUTUSAN

Terdapat beberapa prinsip yang menjadi landasan pelaksanaan kegiatan penyusunan produk hukum di lingkungan KPU Provinsi Sulawesi Utara, yaitu, prinsip partisipatif, prinsip profesionalitas, prinsip transparansi, prinsip keterbukaan, serta prinsip taat administrasi. Prinsip tersebut diimplementasikan dalam kegiatan penyusunan produk hukum tahapan, yang secara umum terdiri atas 2 mekanisme sesuai dengan kategori keputusan yang telah dijelaskan di atas, yaitu:

a. keputusan terkait dengan penetapan personil atau hasil akhir dari sebuah tahapan, dan

b. keputusan tentang pedoman teknis pelaksanaan tahapan.

Prinsip partisipatif diimplementasikan dengan mekanisme pelibatan stakeholder atau kelompok masyarakat dalam penyusunan keputusan. Prinsip profesional diimplementasikan dengan ketaatan pada prosedur serta peraturan perundang-undangan yang berlaku, prinsip transparansi informasi dilaksanakan dengan penyuluhan hukum dan pelayanan informasi/dokumentasi hukum. Sedangkan prinsip taat administrasi dilaksanakan dengan penerapan standar kode klasifikasi arsip, penyimpanan dokumen dan mekanisme penghapusan berdasar masa retensi arsip.

Adapun skema umum penyusunan keputusan tahapan pemilihan oleh KPU Provinsi Sulawesi Utara adalah sebagai berikut:

(30)

Implementasi prinsip partisipatif, profesionalitas, transparansi dan keterbukaan serta taat administrasi dalam mekanisme penyusunan keputusan

(31)

2.2. STANDAR OPERASIONAL PROSEDUR PENYUSUNAN KEPUTUSAN

Standar Operasional Prosedur (SOP) Penyusunan Keputusan yang menjadi landasan KPU Provinsi Sulawesi Utara Berdasarkan ketentuan sebagai berikut:

a) Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2015 tentang Tata Naskah Dinas KPU, KPU Provinsi/KIP Aceh dan KPU/KIP Kabupaten Kota;

b) Keputusan KPU Nomor: 1442/Kpt/Hk.03-Kpt/03/KPU/

XI/2019 tentang Pedoman Penyusunan Keputusan di Lingkungan Komisi Pemilihan Umum; dan

c) Keputusan KPU Nomor: 929/HK.03.1-Kpt/04/

KPU/V/2019 tentang Kode Klasifikasi Arsip Dan Pengkodean Naskah Dinas Di Lingkungan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, Komisi Pemilihan Umum Provinsi/

Komisi Independen Pemilihan Aceh, Dan Komisi Pemilihan Umum/Komisi Independen Pemilihan Kabupaten/Kota.

Pada tanggal 20 April 2020 Rapat Pleno KPU Sulawesi Utara telah menetapkan SOP Penyusunan Keputusan yang merupakan revisi dari SOP sebelumnya. SOP Penyusunan Produk Hukum Surat Keputusan (SK) di Lingkungan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara bertujuan untuk memberikan petunjuk tentang mekanisme dan prosedur penyusunan keputusan di lingkungan KPU Provinsi Sulawesi Utara.

Memperhatikan bentuk dan isi dari produk hukum surat keputusan, dabat diklasifikasi dua kategori produk hukum surat keputusan yaitu:

a. Kategori A: Produk Hukum Surat Keputusan untuk menetapkan personalia/Tim Pelaksana Kegiatan sebagai contoh SK Penetapan Kelompok Kerja/Panitia atau personil dengan tugas tertentu; dan

b. Kategori B: Produk Hukum Surat Keputusan untuk menetapkan naskah dinas lainnya, misalnya SK Penetapan Pedoman Teknis/Petunjuk Teknis/SOP.

(32)

Adapun ringkasan prosedur dari SOP tersebut adalah:

a. Penyusunan TOR/KAK dan draft awal SK oleh unit kerja penyusun;

b. Penyusunan Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang akan diatur dalam Pedoman Teknis/Petunjuk Teknis untuk SK Kategori B;

c. Verifikasi kelayakan dan kepatutan personil oleh Bagian/Sub Bagian yang membidangi perencanaan dan Sumber Daya Manusia (SDM) dan kesesuaian antara kegiatan, output dan SDM dalam Term of Refference (TOR)/Kerangka Acuan Kerja (KAK) untuk SK kategori A;

d. Proses review terhadap draft awal dan proses Legal Drafting lanjutan;

e. Proses Koordinasi/Partisipasi publik serta perumusan dalam isi naskah dinas Pedoman Teknis/Juknis/SOP untuk SK Kategori B;

f. Pengajuan kepada Rapat Pleno dan Pembahasan dan Penetapan Rapat Pleno;

g. Revisi dan finalisasi (otentifikasi, pengarsipan dan digitalisasi).

2.3. DETAIL SOP

SOP penyusunan surat keputusan kategori A (Penetapan Personil/Tim Pelaksana Kegiatan/Pokja, Panitia, Tim Teknis) sebagai berikut:

a) Deskripsi Prosedur:

1. Kabag pada Unit Kerja Pengusul:

1.1. Berkoordinasi dengan divisi terkait untuk menyusun:

a. Kerangka Acuan Kerja (KAK) yang menjelaskan proses pencapaian suatu keluaran (output) yang jelas dan terukur;

b. Draft usulan komposisi personalia TPK/Pokja/Panitia;

c. Draft awal rancangan keputusan menggunakan template SK;

(33)

1.2. Setelah draft sebagaimana angka 1 huruf a, huruf b dan huruf c selesai, kemudian diajukan kepada Kabag Perencanaan, Data dan SDM dengan nota dinas;

2. Kabag Perencanaan, Data dan SDM setelah menerima dokumen pada angka 1 huruf a, huruf b dan huruf c, melakukan kegiatan:

2.1. Melakukan verifikasi kesesuaian antara proses dan output dalam TOR/KAK;

2.2. Melakukan verifikasi kelayakan dan kepatutan personil anggota TPK/Panitia/Tim Kerja, termasuk memperhatikan aspek keadilan;

2.3. Apabila telah sesuai meneruskan nota dinas dan lampirannya kepada Unit Kerja Penyusun;

2.4. Apabila belum sesuai maka nota dinas dan dokumen lampirannya dikembalikan kepada Unit Kerja Pengusul lengkap dengan hasil verifikasi.

3. Kabag dan Kasubag pada Unit Kerja Penyusun

3.1. Kabag Unit Kerja Penyusun, mendisposisi usulan penyusunan keputusan kepada Kasubag Hukum;

3.2. Kasubag hukum Kasubag Hukum memberikan arahan kepada staf untuk mengumpulkan bahan, melakukan proses legal drafting dan/kajian;

3.3. Kabag HTH/Kasubag Hukum menyampaikan kembali rancangan Keputusan KPU Provinsi hasil legal drafting kepada Unit Kerja Pengusul melalui nota dinas yang memuat permohonan untuk pencermatan kembali substansi pengaturan dalam rancangan keputusan hasil legal drafting;

4. Kabag pada Unit Kerja Pengusul

4.1. Unit Kerja Pengusul melakukan pencermatan kembali dan mengirimkan hasil pencermatan kepada Unit Kerja Penyusun;

5. Kabag HTH:

5.1. Memberikan paraf dan menyampaikan rancangan keputusan kepada Kabag pada unit kerja Penyusun dan Sekretaris untuk dibubuhi paraf;

(34)

6. Sekretaris:

6.1. Membubuhi paraf dan menyerahkan kepada Anggota KPU Provinsi (divisi terkait) untuk dibahas dalam Rapat Pleno 7. Komisioner:

7.1. Melaksanakan Rapat Pleno membahas rancangan keputusan dengan kesimpulan:

a) Menetapkan rancangan keputusan menjadi keputusan;

b) Usulan perubahan/perbaikan substansi;

c) Pengagendaan koordinasi dengan Lembaga/instansi terkait; dan/atau

d) Kebijakan lain.

8. Unit Kerja Penyusun:

8.1. Melakukan perbaikan sesuai hasil pembahasan/ melakukan koordinasi dengan Lembaga lain dan menyampaikan kepada Rapat Pleno

9. Proses Paraf Koordinasi:

9.1. Paraf sekretariat pada Rancangan Akhir Keputusan:

a. Kabag pada Unit Kerja Penyusun, b. Kabag Unit Kerja Pengusul, c. Kabag pada Unit Kerja Terkait d. Sekretaris KPU Provinsi 9.2. Paraf anggota KPU Provinsi 10. Unit Kerja Kearsipan:

10.1. Memberikan nomor pada Keputusan KPU Provinsi dan menyampaikan kepada unit kerja Penyusun.

11. Unit Kerja Penyusun membuat Salinan SK dan ditandatangani Kabag HTH

12. Staf pada Sub Bagian Hukum mendistribusi Salinan SK dan menyampaikan Salinan SK kepada unit kerja kearsipan.

13. Naskah Keputusan Asli didigitalisasi dan disimpan oleh unit kerja penyusun.

(35)

b) Bagan Alir (Flowchart):

Bagan Alir (Flowchart) SOP Penyusunan Surat Keputusan Kategori A (Penetapan Personil/

Tim Pelaksana Kegiatan/Pokja, Panitia, Tim Teknis)

d. bahwa . . .

(36)

Adapun prosedur penyusunan Surat Keputusan yang bersifat pengaturan/kategori B (Pedoman Teknis, Petunjuk Pelaksanaan, SOP dan Pengaturan Lainnya)

a) Deskripsi Prosedur:

1. Kabag pada Unit Kerja Pengusul:

1.1. berkoordinasi dengan divisi terkait untuk menyusun:

a. Daftar Inventarisasi Masalah (DIM) yang perlu dilakukan pengaturan lebih lanjut melalui Pedoman Teknis, SOP dan naskah dinas pengaturan lainnya;

b. Draft awal rancangan keputusan menggunakan template SK dan sistematika naskah dinas dalam Peraturan KPU tentang Naskah Dinas;

1.2. Setelah draft sebagaimana angka 1 huruf a dan huruf b selesai, kemudian diajukan kepada unit kerja penyusun (Kabag Hukum);

2. Kabag dan Kasubag pada Unit Kerja Penyusun:

2.1. Kabag Unit Kerja Penyusun, mendisposisi usulan penyusunan keputusan kepada Kasubag Hukum/Pokja/Tim;

2.2. Kasubag Hukum memberikan arahan kepada staf untuk mengumpulkan bahan, melakukan proses legal drafting dan/kajian;

2.3. Kasubag Hukum atau Pokja melakukan proses legal drafting. Dalam hal dibutuhkan masukan stakeholder, dapat dilaksanakan workshop/deseminasi draft pedoman teknis;

2.4. Kabag HTH/Kasubag Hukum menyampaikan kembali rancangan Keputusan KPU Provinsi hasil legal drafting kepada Unit Kerja Pengusul melalui nota dinas yang memuat permohonan untuk pencermatan kembali substansi pengaturan

dalam rancangan keputusan hasil legal drafting;

3. Kabag pada Unit Kerja Pengusul

3.1. Unit Kerja Pengusul melakukan pencermatan kembali dan mengirimkan hasil pencermatan kepada Unit Kerja Penyusun;

(37)

4. Kabag HTH:

4.1. Memberikan paraf dan menyampaikan rancangan keputusan kepada Kabag pada unit kerja Penyusun dan Sekretaris untuk dibubuhi paraf;

5. Sekretaris:

5.1. Membubuhi paraf dan menyerahkan kepada Anggota KPU Provinsi (divisi terkait) untuk dibahas dalam Rapat Pleno 6. Komisioner:

6.1. Melaksanakan Rapat Pleno membahas rancangan keputusan dengan kesimpulan:

a) Menetapkan rancangan keputusan menjadi keputusan;

b) Usulan perubahan/perbaikan substansi;

c) Pengagendaan koordinasi dengan Lembaga/Instansi Terkait;

dan/atau d) Kebijakan lain.

7. Unit Kerja Penyusun:

7.1.Melakukan perbaikan sesuai hasil pembahasan/ melakukan koordinasi dengan Lembaga lain dan menyampaikan kepada Rapat Pleno

8. Proses Paraf Koordinasi:

8.1. Paraf sekretariat pada Rancangan Akhir Keputusan:

a. Kabag pada Unit Kerja Penyusun, b. Kabag Unit Kerja Pengusul, c. Kabag pada Unit Kerja Terkait d. Sekretaris KPU Provinsi 8.2. Paraf anggota KPU Provinsi 9. Unit Kerja Kearsipan:

9.1. Memberikan nomor pada Keputusan KPU Provinsi dan menyampaikan kepada unit kerja Penyusun.

10. Unit Kerja Penyusun membuat Salinan SK dan ditandatangani Kabag HTH

11. Staf pada Sub Bagian Hukum mendistribusi Salinan SK dan menyampaikan Salinan SK kepada unit kerja kearsipan

12. Naskah Keputusan Asli didigitalisasi dan disimpan oleh unit kerja penyusun.

(38)

b) Bagan Alir (Flowchart):

Bagan Alir (Flowchart) SOP Penyusunan Surat Keputusan Kategori B (Pedoman Teknis, Petunjuk Pelaksanaan, SOP dan Pengaturan Lainnya)

2.4. PARTISIPASI PUBLIK

Penyusunan rancangan keputusan KPU Provinsi Sulawesi Utara perlu dilaksanakan secara terencana, terorganisir dan sistematis mengikuti kaidah-kaidah hukum yang berlaku. Hal ini penting agar supaya produk hukum yang dihasilkan benar-benar merupakan produk hukum yang akuntabel dan komprehensif. Akuntabel artinya produk hukum tersebut dapat dipertanggungjawabkan dari

(39)

perspektif yuridis dan sosiologis. Komprehensif artinya produk hukum yang dihasilkan mampu memenuhi unsur regulasi yang baik.

Berdasarkan ketentuan Pasal 5 Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan, disebutkan bahwa dalam membentuk Peraturan Perundang- undangan harus dilakukan berdasarkan pada asas Pembentukan Peraturan Perundang-undangan yang baik, yang meliputi:

a. Kejelasan tujuan;

b. Kelembagaan atau pejabat pembentuk yang tepat;

c. Kesesuaian antara jenis, hierarki, dan materi muatan;

d. Dapat dilaksanakan;

e. Kedayagunaan dan kehasilgunaan;

f. Kejelasan rumusan; dan g. Keterbukaan.

Komisi Pemilihan Umum Provinsi dalam Penyelenggaraan Pemilihan Umum memiliki kewenangan menyusun Keputusan KPU Provinsi. Hal ini sebagaimana dijelaskan dalam ketentuan Undang- undang Nomor 7 Tahun 2019. Dalam penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur berdasarkan ketentuan Pasal 11 huruf d Undang-undang Pemilihan memberikan kewenangan delegatif kepada KPU Provinsi untuk menyusun dan menetapkan pedoman teknis untuk setiap tahapan penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Kewenangan tersebut di atas disusun dalam bentuk pedoman teknis, menurut Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2015 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Komisi Pemilihan Umum, Pedoman Teknis adalah Naskah Dinas pelaksanaan dari Peraturan KPU RI yang memuat acuan yang bersifat umum yang perlu dijabarkan ke dalam Petunjuk Teknis/Petunjuk Pelaksanaan atau Prosedur Standar Operasional/Standard Operational Procedure. Lebih lanjut dijelaskan bahwa Pedoman Teknis ditetapkan dengan Keputusan.

Pedoman Teknis merupakan Lampiran Keputusan yang merupakan satu kesatuan dari Keputusan tentang Pedoman Teknis.

(40)

Pengaturan lebih lanjut tentang kewenangan menyusun dan menetapkan Keputusan tentang Pedoman Teknis setiap tahapan penyelenggaraan Pemilihan diatur dalam ketentuan Pasal 22 ayat (1) huruf a dan huruf b Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Tata Kerja KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten Kota sebagaimana diubah terakhir dengan Peraturan KPU Nomor 21 Tahun 2020 yang menyatakan bahwa dalam penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Komisi Pemilihan Umum Provinsi bertugas dan berwenang merencanakan dan menetapkan program dan anggaran serta jadwal penyelenggaraan Pemilihan. Juga diatur dalam ketentuan Pasal 8 huruf a Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2019 Tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/

atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020 mengamanatkan KPU Provinsi untuk menyusun dan menetapkan Pedoman teknis tahapan, program dan jadwal penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur.

Selanjutnya, ketentuan Pasal 4 ayat (1) huruf b dan ayat (3) Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2019 Tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020 menegaskan bahwa Penyusunan Peraturan merupakan bagian dari Tahapan Persiapan Pemilihan, dimana termasuk dalam tahapan ini adalah Penyusunan Keputusan Penyelenggaraan Pemilihan.

Selain pengaturan tentang program dan kegiatan, KPU juga mengatur penganggaran kegiatan yang menjadi dasar penganggaran program/kegiatan tahapan penyusunan produk hukum dalam Renacana Kebutuhan Biaya Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2010. Pengaturan penganggaran kegiatan tersebut diatur dalam Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor: 1312/Hk.03.1-Kpt/01/KPU/VIII/2019, tentang Standar dan Petunjuk Teknis Penyusunan Anggaran Kebutuhan Barang / Jasa dan Honorarium Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan / atau Wali Kota dan Wakil

(41)

Wali Kota Tahun 2020. Dalam Keputusan tersebut diatur mengenai penganggaran untuk kegiatan Penyusunan Produk Hukum Keputusan.

Ketentuan-ketentuan di atas diimplementasikan lebih lanjut oleh KPU Provinsi Sulawesi Utara dalam Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara Nomor 138/PP.01.2- Kpt/71/Prov/X/2019 tentang Pedoman Teknis Tahapan, Program dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020, yang mengatur bahwa dalam pelaksanaan tahapan penyusunan produk hukum, KPU Provinsi Sulawesi Utara menetapkan rencana penyusunan produk hukum keputusan.

Untuk menghasilkan sebuah produk hukum yang baik, sebagaimana telah dikemukakan di awal, maka perlu memenuhi salah satu aspek yaitu keterbukaan/transparansi dalam pembentukan produk hukum. Keterbukaan atau transparansi memungkinkan publik atau pemangku kepentingan untuk turut berpartisipasi memberikan masukan agar supaya produk hukum yang dihasilkan bermanfaat dan dapat dilaksanakan, terisitimewa terpenuhinya kemanfaatan sebuah produk hukum bagi publik/masyarakat.

KPU Provinsi Sulawesi Utara melalui Pokja yang dibentuk, telah menyusun draft Produk Hukum Rancangan Keputusan Tentang Pedoman Teknis Tata Kerja KPU Provinsi Dan KPU Kabupaten/

Kota Serta Pembentukan Dan Tata Kerja Badan Ad hoc Pemilihan Gubernur Dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020. Disadari rancangan keputusan yang telah disusun, masih jauh dari sempurna dan karenanya perlu mendapatkan pembobotan melalui masukan dari para pihak.

Berdasarkan pertimbangan rasional sosiologis dan yuridis di atas maka Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara menetapkan melaksanakan kegiatan Workshop/Lokakarya dalam Rangka Deseminasi dan Uji Publik Produk Hukum Keputusan KPU Provinsi Sulawesi Utara dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2020.

(42)

Adapun dasar hukum secara lengkap dari kegiatan tersebut adalah:

1) Undang-Undang Nomor 43 Tahun 2009 tentang Kearsipan;

2) Undang-undang Nomor 12 Tahun 2011 tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan;

3) Undang-undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan;

4) Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Pemilihan Bupati dan Walikota menjadi Undang-undang sebagaimana telah beberapa kali diubah,

terakhir dengan Undang-undang Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua Undang-undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Pemilihan Bupati dan Walikota menjadi Undang-undang;

5) Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 Tentang Pemilihan Umum (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 182, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6109);

6) Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 6 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota sebagaimana telah diubah terakhir dengan Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 22 Tahun 2008 tentang Perubahan atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 06 Tahun 2008 tentang Susunan Organisasi dan Tata Kerja Sekretariat Jenderal Komisi Pemilihan Umum, Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Provinsi, dan Sekretariat Komisi Pemilihan Umum Kabupaten/Kota;

7) Peraturan KPU Nomor 17 Tahun 2015 tentang Tata Naskah Dinas di Lingkungan Komisi Pemilihan Umum;

8) Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 8 Tahun 2019 Tentang Tata Kerja KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten Kota;

(43)

9) Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2019 Tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan / atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020;

10) Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor: 529/Kpts/KPU/

Tahun 2014 tentang Pedoman Teknis Pembentukan dan Pertanggungjawaban Tim Pelaksana Kegiatan di Lingkungan KPU, KPU/KIP Provinsi Dan KPU/KIP Kabupaten/Kota;

11) Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 929/HK.03.1-Kpt/04/

KPU/V/2019 tentang Kode Klasifikasi Arsip dan Pengkodean Naskah Dinas di Lingkungan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia, Komisi Pemilihan Umum Provinsi/Komisi Independen Pemilihan Aceh, dan Komisi Pemilihan Umum/Komisi Independen Pemilihan Kabupaten/Kota;

12) Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor: 1312/Hk.03.1-Kpt/01/

KPU/VIII/2019, tentang Standar dan Petunjuk Teknis Penyusunan Anggaran Kebutuhan Barang/Jasa dan Honorarium Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan / atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020;

13) Keputusan Komisi Pemilihan Umum Nomor 1414/Hk.03.1- Kpt/01/KPU/XI/2019 tentang Pedoman Penyusunan Keputusan di Lingkungan KPU, KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota;

14) Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara Nomor : 6/PL.01.6-Kpt/71/Prov/I/2019 tentang Standar Operasional

Prosedur Penyusunan Produk Hukum Surat Keputusan di Lingkungan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara Tahun 2019;

15) Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara Nomor : 138/PP.01.2-Kpt/71/Prov/X/2019 tentang Pedoman Teknis Tahapan, Program dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020;

(44)

16) Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara Nomor : 141/PP.02.2-Kpt/71/Prov/XI/2019 tentang Rencana Penyusunan Produk Hukum Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020;

17) Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara Nomor : 142/PP.02.2-Kpt/71/Prov/XI/2019 tentang Penetapan Kelompok Kerja Penyusunan Produk Hukum dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020 Masa Kerja Bulan November 2019;

Kegiatan Workshop ini bertujuan untuk memenuhi asas transparansi/keterbukaan dan asas pratisipatif dalam penyusunan produk hukum dengan menghimpun masukan publik terhadap draft produk hukum yang akan menambah bobot atau kualitas dan kemanfaatan dari produk hukum yang dihasilkan.

Ruang lingkup Kegiatan mencakup 2 (dua) aspek, yaitu:

1. Pertemuan kajian dan analisis (study meeting), yang bertujuan memberikan pemahaman awal serta membangun penyamaan persepsi melaludi diskusi terhadap prinsip utama pembentukan produk hukum maupun materi muatan dari pedoman teknis yang dihasilkan.

2. Pertemuan permusan untuk merumuskan output (business meeting), dalam bentuk lokakarya/workshop dengan metode curah pendapat (brain storming) atau Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion) untuk menghimpun / menyusun masukan terhadap draft/rancangan keputusan yang telah disusun.

(45)

Kegiatan Workshop di Hotel Lion Plaza Manado

Hasil yang diharapkan melalui kegiatan ini adanya dokumen kertas kerja yang berisi rumusan sebagai masukan terhadap rancangan keputusan yang menjadi objek bahasan. Semua output tersebut dirangkum dalam 1 (satu) dokumen Laporan Kegiatan lengkap dengan lampirannya. Sehingga Indikator Kinerja Kegiatan (IKK) dalam kegiatan Workshop ini adalah: Adanya 1 (satu) set dokumen Laporan Kegiatan termasuk di dalamnya dokumen hasil rumusan workshop terkait masukan terhadap draft rancangan keputusan tentang pedoman teknis.

Dengan pelaksanaan workshop ini maka KPU Provinsi Sulawesi Utara sebagai penyelenggara kegiatan, mendapat masukan dari stakeholder sehingga memenuhi asas keterbukaan/transparansi dan partisipatif. Bagi stakeholder, dengan kegiatan ini mendapatkan manfaat berupa mendapatkan kesempatan berpartisipasi dalam Pemilihan secara khusus dalam penyusunan produk hukum. Bagi pemilih, kegiatan ini akan bermanfaat bagi terpenuhinya asas kepastian hukum serta pertanggungjawaban publik/akuntabilitas produk hukum yang menjadi acuan bagi masyarakat dalam berpartisipasi.

(46)

Kegiatan Workshop Dengan Stakeholder dalam Rangka Uji Publik Pedoman Teknis dilaksanakan sebanyak 5 (lima) kali dengan rincian sebagaimana tabel berikut:

Tabel 1. Kegiatan Workshop Deseminanasi dan Uji Publik Pedoman Teknis

No Nama Kegiatan Waktu Tempat

1. Workshop Uji Publik Pedoman teknis Tata Kerja dan Pembentukan Badan

Ad hoc 18-20 November 2019 Lion Hotel Manado

2. Workshop Uji Publik Pedoman teknis

Pemutahiran Data Pemilih 18-20 Desember 2019 Four Pint Hotel Manado

3. Workshop Uji Publik Pedoman teknis

Kampanye dan Dana Kampanye 18-20 Agustus 2020 Grand Kawanaua Convention Center Manado

4. Workshop Uji Publik Pedoman teknis

Pencalonan 15-17 Juli 2020 Hotel Four Point

Manado 5. Workshop Uji Publik Pedoman

Pengelolaan Logistik November 2020 Mercure Hotel Minahasa

2.5. RINCIAN PRODUK HUKUM KEPUTUSAN

Sejak terbitnya dimulainya tahapan Pemilihan dengan ditandai diundangkannya Peraturan Komisi Pemilihan Umum Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program dan Jadwal penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020, KPU Provinsi Sulawesi Utara telah menerbitkan sebanyak 43 (empat puluh tiga) keputusan dan sebanyak 61 (enam puluh satu) Berita Acara terkait tahapan pemilihan.

(47)

Produk hukum dalam bentuk keputusan sebagai berikut:

NO NOMOR SK PERIHAL TANGGAL

SURAT KEPUTUSAN 1 137/PP.01.2-Kpt/71/

Prov/X/2019

Pedoman Teknis Pencalonan Perseorangan Dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020

21 Oktober 2019

2 138/PP.01.2-Kpt/71/

Prov/X/2019

Pedoman Teknis , Tahapan, Program dan Jadwal Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020

23 Oktober 2019

3 139/PL.02.2-Kpt/71/

Prov/X/2019

Pedoman Teknis Pencalonan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil

Gubernur Tahun 2020 25 Oktober 2019

4 10/PP.02.2-Kpt/71/Prov/I/2020

Perubahan Atas Keputusan KPU Prov SULUT Nomor 166/PP.02.2-Kpt/71/

Prov/XII/2019 tentang Pedoman Teknis Tata Kerja KPU Provinsi, dan KPU Kabupaten/Kota serta Pembentukan dan Tata Kerja PPK, PPS dan KPPS

13 Januari 2020

5 34/PP.02.2-Kpt/71/Prov/II/2020

Perubahan Atas Keputusan KPU Provinsi Sulawesi Utara Nomor 139/

PP.02.2-Kpt/71/Prov/X/2019 tentang Pedoman Teknis Pencalonan Gubernur dan Wakil Gubernur Provinsi Sulawesi Utara 2020

15 Februari 2020

6 40/PP.02.2-Kpt/71/Prov/II/2020

Perubahan Kedua Atas Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi SulawesiUtara Nomor 166/PP.02.2- Kpt/71/Prov/XII/2019 tentang Pedoman Teknis Tata Kerja KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota Serta Pembentukan dan Tata Kerja Badan Adhock

24 Februri 2020

7 46/HK.03.1-Kpt/71/Prov/III/2020

Penetapan Pedoman Teknis Pemutakhiran Data Pemilih Tahapan

Pilkada 2020 03 Maret 2020

8 47/RT.01.1-Kpt/71/Sek-Prov/III/2020

Perubahan Ketiga Atas Keputusan KPU SULUT Nomor 166/PP.02.2-Kpt/71/

Prov/XII/2019 tentang Pedoman Teknis Tata Kerja

03 Maret 2020

9 50/PL.02-Kpt/71/Prov/III/2020

Penundaan Tahapan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur dalam

Rangka Pencegahan Covid-19 22 Maret 2020

10 68/PL.02-Kpt/71/Prov/VI/2020

Penetapan Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi

Utara Lanjutan Tahun 2020 15 Juni 2020

(48)

11 69/PP.01.2-Kpt/71/Prov/VI/2020

Perubahan kedua atas Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara Nomor 138/PP.01.2- Kpt/71/Prov/X/2019 tentang Pedoman Teknis Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020

15 Juni 2020

12 81/PP.02.2-Kpt/71/Prov/VI/2020

Perubahan Kedua atas Keputusan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara Nomor 139/PP.01.2- Kpt/71/Prov/X/2020 tentang Pedoman Teknis Pencalonan dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020

22 Juni 2020

13 90/HK.03.1-Kpt/71/Prov/VII/2020

Pembentukan Tim Penanganan Coronavirus Disease 2019 Di

Lingkungan Komisi Pemilihan Umum Provinsi Sulawesi Utara

06 Juli 2020

14 97/PP.01.2-Kpt/71/Prov/VII/2020

Program penyusunan produk hukum keputusan dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur sulawesi utara tahun 2020 untuk tahapan pemilihan tahun 2020

21 Juli 2020

15 100/HK.03.1-Kpt/71/Prov/VII/2020

Penetepan persyaratan pencalonan untuk partai politik atau gabungan partai politik dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur sulawesi utara tahun 2020

27 Juli 2020

16 101/PP.02.2-Kpt/71/Prov/VII/2020

Perubahan Keempat atas Keputusan KPU Provinsi Sulawesi Utara Nomor 166/PP.02.2- Kpt/71/Prov/XII/2019 tentang Pedoman Teknis Tata Kerja KPU Provinsi, KPU Kabupaten/Kota serta Pembentukan dan Tata Kerja PPK, PPS dan KPPS

28 Juli 2020

17 114/PL.02.2-Kpt/71/Prov/VIII/2020

Penetapan Rumah Sakit Pemerintah untuk Pemeriksaan Kesehatan Bakal Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020

12 Agustus 2020

18 119/HK.03.1-Kpt/71/Prov/VIII/2020

Pedoman Teknis Dana Dampanye Peserta Pemilihan Gubernur dan Wakil

Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020 24 Agustus 2020

19 120/HK.03.1-Kpt/71/Prov/VIII/2020

Pedoman Teknis Program Relawan Demokrasi Dalam Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020

24 Agustus 2020

Gambar

TABEL 1.  KEGIATAN WORKSHOP DESEMINANASI
Tabel 1. Kegiatan Workshop Deseminanasi dan  Uji Publik Pedoman Teknis
Tabel 2. Persyaratan Pemantau
Tabel 3. Penetapan Pemantau pemilihan Gubernur dan Wakil  Gubernur Sulawesi Utara Tahun 2020
+7

Referensi

Dokumen terkait

Pada identifikasi menggunakan spektrofotometer UV-Vis dengan menggunakan pereaksi geser, interpretasi perubahan panjang gelombang dari isolat 1 dengan penambahan NaOH

Dewasa ini kemajuan teknologi sangat luar biasa termasuk dalam bidang transportasi,baik kendaraan roda dua, roda empat bahkan roda tiga berkembang kearah yang lebih

Telah dilakukan penelitian tentang cadangan karbon tanah gambut pada lahan yang telah direklamasi yang terdiri dari lahan perkebunan kelapa sawit dan lahan

Ribonukleosida trifosfat yang telah ada yaitu ATP, GTP, STP, dan UTP akan terikat pada basa nitrogen yang sesuai dari rantai DNA. Dalam hal ini, ATP akan menem- pel pada basa

Meningkatkan pendapatan desa dan masyarakat desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa). ADD digunakan untuk membiayai kegiatan kapasitas pemerintahan desa, badan

Tabel 1,2,3 menunjukkan bahwa hasil pulasan MMP-9 pada undifferentiated karsinoma nasofaring tipe Regaud dan tipe Schmincke pada jumlah sel yang terwarnai, tampilan