• Tidak ada hasil yang ditemukan

Sosialisasi PP No.53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS mulai berlaku 6 Juni 2010

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Sosialisasi PP No.53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS mulai berlaku 6 Juni 2010"

Copied!
26
0
0

Teks penuh

(1)

Penjelasan PP No.53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS mulai berlaku 6 Juni 2010:    Amanat Pasal 30 UU No. 43 tahun 1999 tentang Perubahan atas UU No. 8 tahun 1974

-    tentang Pokok-pokok Kepegawaian:

      -    Maksud      :     Sebagai pedoman dalam menegakkan disiplin PNS

      -    Tujuan       :     Mewujudkan PNS yang handal, professional dan bermoral menuju “Good Governance”.

PP No. 53 th 2010 sebagai Pengganti PP No. 30 th 1980:

-    Kewajiban (Pasal 3)   :  17 jenis    -     Kewajiban (Pasal 2)    :   26 jenis

-    Larangan (Pasal 4)     :  15 jenis    -     Larangan (Pasal 3)     :   18 jenis

-   Tingkat dan Jenis Hukuman Disiplin Diperberat

-

-   Pejabat yang berwenang melakukan pemanggilan dan pemeriksaan (BAP) terhadap PNS yang di duga melakukan pelanggaran:

-   Atasan langsung PNS:

-   Dosen          :  Ketua Departemen

-   Tenaga Kependidikan  :  Kasi/KTU

page 1 / 26 Pemanggilan dan BAP:

-    Pejabat yang berwenang menghukum

      pejabat lain yang ditujukan olehnya

-     Dit. SDM

(2)

Pelaksanaan Disiplin:

page 2 / 26

(3)

Setiap ucapan, tulisan atau perbuatan PNS yang tidak mentaati kewajiban dan/atau melanggar larangan ketentuan disiplin

PNS, baik dilakukan di dalam maupun di luar jam kerja (Pasal 1 Ayat 3)

page 3 / 26

(4)

Kewajiban PNS a.l.:

page 4 / 26

(5)

·       Masuk kerja dan mentaati ketentuan jam kerja (Pasal 3 Angka 11):

page 5 / 26

(6)

Setiap PNS wajib datang, melaksanakan tugas, dan pulang sesuai ketentuan jam kerja serta tidak berada di tempat umum

bukan karena dinas.

page 6 / 26

(7)

Apabila berhalangan hadir wajib memberitahukan kepada pejabat yang berwenang.

page 7 / 26

(8)

Catatan:  Jumlah jam kerja   ±  40 jam/ minggu.

page 8 / 26

(9)

Pelanggran  terhadap masuk kerja dihitung secara kumulatif sampai akhir tahun berjalan (Januari - Desember  tahun yang

bersangkutan) (Pasal 14)

page 9 / 26

(10)

·       Keterlambatan masuk kerja dan/atau pulang cepat dihitung secara kumulatif dan dikonversi  7½ jam = 1 hari tidak

masuk kerja (Penjelasan Pasal 3 Angka 11)

page 10 / 26

(11)

Sanksi tidak masuk kerja tanpa alasan yang sah:

page 11 / 26

(12)

-     5 hari kerja          −−−→         teguran lisan (Pasal 8 Angka 9)

page 12 / 26

(13)

-     6 – 10 hari kerja         −−−→         Teguran tertulis

page 13 / 26

(14)

-     11 – 15 hari kerja         −−−→         Pernyataan tidak puas

page 14 / 26

(15)

-     16 – 20 hari kerja         −−−→         Penundaan KGB 1 tahun (Pasal 9 Angka 11)

page 15 / 26

(16)

-     21 – 25 hari kerja         −−−→         Penundaan Kenaikan Pangkat 1 tahun

page 16 / 26

(17)

-     26 – 30 hari kerja         −−−→         Penurunan Pangkat Setingkat Lebih rendah selama 1 tahun

page 17 / 26

(18)

-     31 – 35 hari kerja         −−−→         Penurunan Pangkat Setingkat Lebih Rendah selama 3 tahun

page 18 / 26

(19)

        (Pasal 10 Angka 9)

page 19 / 26

(20)

-     36 – 40 hari kerja         −−−→         Pemindahan dalam rangka Penurunan Jabatan setingkat

page 20 / 26

(21)

       lebih rendah bagi PNS Struktural/Fungsional

page 21 / 26

(22)

-     41 – 45 hari kerja         −−−→         Pembebasan dari Jabatan (Struktural/Fungsional)

page 22 / 26

(23)

-     46 hari kerja atau lebih         −−−→         Pemberhentian dengan HormatTidak Atas Permintaan

page 23 / 26

(24)

       Sendiri atau PTDH sebagai PNS

page 24 / 26

(25)

Mencapai sasaran kerja pegawai yang ditetapkan adalah rencana kerja dan target yang akan dicapai oleh seorang pegawai

yang disusun dan disepakati bersama atau pegawai dengan atasannya (Pasal 3 Angka 12)

page 25 / 26

(26)

Softcopy Sosialisasi PP No.53 tahun 2010 tentang Disiplin PNS mulai berlaku 6 Juni 2010 dalam bentuk pdf bisa di download

disini:  53_2010_peraturan_disiplin_pns.pdf

page 26 / 26

Referensi

Dokumen terkait

Adapun perbandingan Di dalam pembagian SHU pada kedua sistem tersebut adalah jumlah sisa hasil usaha yang di bagikan kepada tiap-tiap anggota yaitu pada sistem proporsional jumlah

7XMXDQ SHQHOLWLDQ LQL DGDODK XQWXN PHQJHWDKXL GDQ PHQJDQDOLVLV 3HUWDPD SHQJDUXK NHSXWXVDQ VWUXNWXUPRGDOWHUKDGDSWLQJNDWSURGXNWLYLWDVSHUXVDKDDQ.HGXDSHQJDUXKNHSXWXVDQVWUXNWXUPRGDO

Unsur inilah yang akan menyebabkan karya sastra (novel) hadir. Unsur intrinsik sebuah novel adalah unsur yang secara langsung membangun sebuah cerita.. Keterpaduan berbagai

merupakan layanan untuk rumah. Telkom sendiri juga menciptakan fasilititas WiFi Corner untuk masyarakat umum, dengan Wifi Corner juga Telkom memperkenalkan IndiHome,

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan maka dapat simpulkan bahwa Lembar Kerja Siswa (LKS) Berbasis Pendekatan Saintifik pada materi Sistem Pencernaan

Menimbang, bahwa Majelis Hakim Mahkamah Syar’iyah Sigli telah mempertimbangkan terhadap harta-harta sebagaimana tersebut dalam surat gugatan angka 8 point A.01

(Forssen & Laine & Tähtinen 2002, 83.) Tuulikki Kärkkäinen (2004) esittelee kasvatustieteen väitöskirjassaan sosiaalisen perimän käsitettä Gustav Jonssonin 3

Beberapa upaya telah dilakukan oleh kepala sekolah dalam rangka mengatasi kendala yang dihadapi pada pelaksanaan peningkatan kompetensi guru, di tiga lokasi