• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II DASAR TEORI. kaca lebih. serat optik. Kecepatan. transmisi. Gambar

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB II DASAR TEORI. kaca lebih. serat optik. Kecepatan. transmisi. Gambar"

Copied!
25
0
0

Teks penuh

(1)

2.1. Kab Sera dari kaca a dapat dig tempat lai Kabel ini dalam sera indeks bia Kecepatan sebagai sa

bel Serat O at optik ad atau plastik gunakan un

in. Sumber i berdiame at optik tida as dari uda n transmisi aluran komu

ptik (Fiber dalah salur yang sang ntuk mentra

r cahaya ya ter lebih k ak keluar k ara, karena serat optik unikasi.

Gambar

7

BA DASAR

r Optic)

ran transmis gat halus da

ansmisikan ang diguna kurang 120 karena indek laser mem k sangat tin

r 2.1 Struktu

AB II R TEORI

si atau seje an lebih kec

sinyal cah akan biasan

0 mikrome ks bias dari mpunyai spe

nggi sehingg

ur Fiber Op

enis kabel cil dari sehe haya dari s nya adalah eter. Cahay i kaca lebih ectrum yang ga sangat b

ptic

l yang te elai rambut suatu tempa

laser atau ya yang ad h besar dar g sangat se bagus digun

erbuat t, dan at ke LED.

da di ripada empit.

nakan

(2)

8

Secara umum struktur serat optik terdiri dari 3 bagian, yaitu : 1. Inti (core)

Terbuat dari bahan silica (SiO2) atau plastik dan merupakan tempat merambatnya cahaya. Diameternya berkisar antara 8 micron sampai 62,5 micron.

2. Selubung(cladding)

Terbuat dari bahan yang sama dengan inti, tapi memiliki indeks bias yang lebih kecil agar cahaya tetap berada pada inti fiber optic.

3. Jaket(coating)

Jaket berfungsi sebagai pelindung mekanis yang melindungi fiber optic dari kotoran, goresan, dan kerusakan lainnya.

2.2 Jenis Serat Optik 1. Serat optik single mode

Serat optik jenis ini (Lihat Gambar 2.2) memiliki diameter inti yang

sangat kecil antara 8–10 micron sehingga cahaya hanya dapat merambat

melalui satu mode saja, seperti yang ditunjukkan oleh Gambar 2.2. Biasanya

digunakan untuk transmisi jarak jauh dengan kecepatan tinggi dan memiliki

loss yang lebih kecil dari pada multimode fiber optic.

(3)

Ser dib tin pen

2.

cah seb did kec tin dis Se den

rat optik bandingkan ngkat akura

nerimanya.

Serat Optik Serat o haya dapat buah pulsa distribusikan cepatan yan nggi akan

spersion da rat optik je ngan kecep

Gambar 2

single m dengan mo asi yang

k multimode optik jenis i merambat a cahaya

n hampir k ng berbeda

sampai te an mengakib

enis ini bia atan rendah

9 2.2 Fiber Op

mode memi ode lainnya

tinggi da

e

ini memilik melalui ber melalui f ke seluruh a, sehingga erlebih dah

batkan puls asanya digu h, karena me

ptik Single M

iliki band a, dimana se alam mentr

ki diameter ragam mod fiber optic mode dim a mode den hulu. Feno sa yang dik unakan unt emiliki loss

Mode

dwidth yan erat optik in

ransmisikan

inti 50–80 de (lintasan/p c multimod mana setiap

ngan kecep omena ini kirim menga tuk transmi

yang besar

ng lebih ni juga mem n impuls

micron seh /path). Pada de, daya

mode mem atan yang

disebut m alami peleb isi jarak pe r.

besar miliki pada

ingga a saat pulsa miliki lebih modal baran.

endek

(4)

Ser 1. S

(n1 ada bia ind

rat optik mu Step index m

Serat 1) yang sera

anya selisih as cladding deks (∆) dan

Gambar

ultimode da multimode

optik step agam di sel h yang cuku

(n2).Perbe n secara sist

………

Gam

10 2.3 Serat O

apat dibagi 2

index mult uruh bagian up besar ant daan indeks tematis dap

………

mbar 2.4 Step

Optik multim

2 yaitu

timode mem n inti. Keser

tara index b s bias inilah at dihitung

………

p Index Mu mode

miliki nilai ragaman in bias inti (n1 h yang dise

menggunak

………

ltimode

indeks bia ni mengakib 1) dengan in

but dengan kan persama

…………..

as inti atkan ndeks n beda aan :

.(2.1)

(5)

2.

ber dan

2.3 Jeni Jarin sebagai m transmisi informasi.

yaitu activ 1.

sepe coup seba

mem

Granded in Jenis i rangsur–ang n akan mem

is – Jenis J ngan serat o media pengh serat optik . Dalam jar ve star, linea

Topologi B Seperti top erti coaxial, pler yang te agai median Setiap coup mbutuhkann

ndex multim ini (lihat Ga gsur menge mbentuk mo

Gamba

aringan Se optik merup hantarnya. J k sehingga ringan serat

ar bus dan t Bus

pologi bus topologi b erhubung da nya.

pler itu ter nya. Couple

11 ode ambar 2.5) ecil ketika j ode parabola

ar 2.5 Grand

erat Optik pakan suatu

Jaringan se a dapat dig

optik terda topologi rin

pada jarin bus pada jar

alam suatu

rhubung lan er pada top

memiliki in jaraknya sem a.

ded index m

u jaringan y erat optik te

gunakan un apat berbag ng.

ngan komu ringan serat saluran line

ngsung deng pologi ini d

nti dengan i makin jauh

multimode

yang menjad erdiri dari b ntuk aliran gai pilihan t

unikasi den t optik terdi ear dengan k

gan termina dapat berup

indeks bias h dari sumb

dikan serat berbagai el n berbagai

topologi jar

ngan media iri dari beb kabel serat

al-terminal pa coupler

yang u inti

optik lemen jenis ingan

a lain berapa

optik

yang

aktif

(6)

mau topo

2.

titik coup rout digu berfu term Jalur

t

upun pasif.

ologi star, to

Gam Topologi S Pada topol

utama ya pler yang b ting pada ja unakan ada fungsi untuk minal yang te penghubun erminal

Dibanding opologi ini m

mbar 2.6 To Star

ogi star, se ang disebut bisa aktif aringan dap alah couple

k membagi erhubung.

g

12 gkan deng memiliki ni

opologi Bus

tiap termin t sentral. P

maupun pa pat diatur o er pasif, m

sinyal opt Jalur Op

Termin

gan jenis t ilai rugi-rug

s Jaringan S

al pada jari Pada dasarn

asif. Pada oleh sentra maka dibutu

tik yang ma ptik

nal

topologi la gi daya yang

erat Optik

ingan terhub nya sentral

coupler ak al. Sedangk uhkan powe

asuk dan k Co

ainnya, teru g paling bes

bung pada ini merup ktif, semua an apabila er splitter eluar dari s oupler

utama sar.

suatu

pakan

jalur

yang

yang

setiap

(7)

Co 3.

tingk Dala dua

oupler Gam

Topologi R

Gam

Topologi kat kehanda am topologi arah sehing

mbar 2.7 To

Ring

mbar 2.8 To

ring memi alan yang l i ring, conto gga keadaan Jalu

Te

13 Jalur Opti opologi Star

pologi Ring

iliki beber lebih baik d oh ring SDH n jaringan l ur Optik

erminal

ik

r Jaringan S

g Jaringan S

rapa keung dibandingka H atau SON lebih aman

Coup

Ter Serat Optik

Serat Optik

ggulan dian an dengan t NET, dapat sehubungan pler

rminal

ntaranya a topologi lai digunakan n dengan ad

adalah nnya.

kabel

danya

(8)

salur optik bany

2.4 Car Pene didasarkan seperti pa lapisan uta dengan in seberkas s sudut kriti kecil dari bias yang serat optik untuk mem

ran cadang k yang akti yak.

ra Kerja Se emuan serat n pada huku

da kaca yan ama yaitu l ndeks bias n sinar masuk

is dan sinar udara men lebih besa k menuju u mantulkan k

G

gan. Topolo f, namun di

erat Optik t optik seba um Snellius ng terbuat lapisan inti n2 yang le k pada suatu r itu datang nuju inti fib ar maka sel ujung yang kembali cah

Gambar 2.9

14 ogi ini juga

ilain sisi jum

agai media t s untuk pera

dari kuartz dengan ind ebih kecil d u ujung serat g dari mediu ber optic (k

luruh sinar satu. Disin haya kembal

9 Refleksi di

a dapat me mlah serat o

transmisi pa ambatan cah

kualitas tin deks bias n1 dari n1. Me t optik (med um yang m kuartz murn akan mera ni cladding

li ke core.

i dalam sera

enghemat p optik yang d

ada suatu sis haya pada m nggi dan di 1 dan dilapi enurut huku dia yang tra

empunyai i ni) yang me ambat sepan (lihat gamb

at optik

enggunaan dibutuhkan

stem komun media transp

ibentuk dar isi oleh clad um Snellius ansparan) de indeks bias empunyai in

njang inti ( bar 2.9) ber

serat lebih

nikasi paran ri dua

dding

s jika

engan

lebih

ndeks

(core)

rguna

(9)

15

Cahaya pada serat optik merambat melalui core dengan secara terus- menerus memantul dari cladding, prinsip ini dikenal dengan total internal reflection yaitu ketika dua material yang mempunyai dua indeks bias yang berbeda dimana n1>n2 maka total internal reflection akan terjadi apabila sudut datang (qi) pada material dengan indeks n1 lebih besar dibanding sudut kritis (qc).

Cladding tidak menyerap cahaya apapun dari core, gelombang cahaya dapat merambat pada jarak yang sangat jauh. Tapi bagaimanapun juga, beberapa sinyal cahaya menurun di dalam fiber, karena ketidakmurnian kaca. Besarnya penurunan sinyal bergantung pada kemurnian kaca dan panjang gelombang cahaya yang ditransmisikan (Contoh, 850 nm = 60 to 75 persen/km, 1300 nm = 50 to 60 persen/km, 1550 nm = lebih besar dari 50 persen/km).

2.5 Rugi-rugi Serat Optik

Ada beberapa komponen yang menjadi bahan pertimbangan dalam

mendisain suatu jaringan. Salah satunya adalah rugi-rugi transmisi serat optik

(attenuation). Rugi-rugi transmisi ini adalah salah satu karakteristik yang penting

dari serat optik. Rugi-rugi ini menghasilkan penurunan dari daya cahaya dan juga

penurunan bandwidht dari sistem, transmisi informasi yang dibawa, efisiensi, dan

kapasitas sistem secara keseluruhan. Hal ini dapat disebabkan oleh kondisi serat

optik tersebut ataupun karena gangguan ataupun tambahan pada jaringan serat

optik tersebut. Selain itu, rugi-rugi pada suatu saluran transmisi yang

mempergunakan serat optik juga didapat dari pemasangan komponen-komponen

pendukung yang dibutuhkan dalam suatu jaringan seperti konektor, splice,

(10)

16

ataupun komponen lain yang disambungkan pada saluran transmisi. Rugi-rugi pada serat optik merupakan pelemahan power dari cahaya yang ditransmisikan mulai dari pemancar sampai jarak tertentu. Misalkan pada suatu transmisi serat optik disalurkan cahaya dengan power P(0) dari pemancar, maka pada jarak l km, sinyal tersebut akan mengalami degradasi atau penurunan power menjadi P(l).

Pelemahan sinyal atau rugi-rugi ini dinyatakan dengan satuan dB/km dan dilambangkan dengan α.

Perumusannya secara sistematis dapat menggunakan Persamaan (2.2) berikut ini,

log (dB/Km) ... (2.2)

2.5.1 Rugi-rugi Absorpsi (Penyerapan)

Rugi-rugi ini analog dengan disipasi daya pada kabel tembaga, dimana serat optik menyerap cahaya dan mengubahnya menjadi panas.

Untuk mengatasinya digunakan kaca yang benar-benar murni yang diperkirakan kemurniannya sampai 99,9999%. Namun rugi-rugi absorpsi antara 1 dan 1000 dB/km tetap saja lumayan besar. Ada tiga faktor yang turut menimbulkan rugi absorpsi pada serat optik yaitu absorpsi ultraviolet, absorpsi infra merah, dan absorpsi resonansi ion.

• Absorpsi ultraviolet, disebabkan oleh elektron valensi dari bahan

silika. Cahaya mengionisasi elektron valensi tersebut menjadi

(11)

17

konduktor. Ionisasi tersebut sama saja dengan rugi cahaya total dan tentu saja menimbulkan rugi-rugi transmisi pada serat optik.

• Absorpsi infra merah, adalah hasil dari penyerapan photon-photon cahaya oleh atom-atom molekul inti kaca. Ini menyebabkan photon bergetar secara acak dan menyebabkan panas.

• Absorpsi resonansi ion, disebabkan oleh ion-ion OH- pada bahan penyusunnya. Ion OH- ini terdapat pada molekul air yang terperangkap pada kaca saat proses pembuatannya. Absorpsi ion juga dapat disebabkan oleh molekul besi, tembaga, dan khromium.

Berikut adalah perumusan loss-loss diatas menggunakan Persamaan (2.3) dan (2.4) berikut ini,

. . 10 . ... (2.3)

7.81 10 . ... (2.4)

α uv adalah Ultraviolet loss (dB/km), X adalah Mole fraction,

Α air adalah Infrared loss (dB/km),

λ adalah Panjang gelombang sinar pembawa

(12)

18 2.5.2 Rugi-Rugi Pada Inti dan Cladding

Struktur serat optik terdiri dari 3 komponen yaitu inti, cladding, dan pembungkus. Masing-masing bagian serat optik ini terbentuk dari berbagai macam material yang berbeda. Meskipun inti maupun cladding memiliki bahan penyusun dasar yang sama, namun inti memiliki indeks bias yang lebih besar dari cladding dengan adanya bahan aditif yang ditambahkan dalam material penyusun inti. Akan tetapi secara alami, material-material penyusun inti maupun cladding memiliki dampak terhadap transmisi sinyal dalam serat optik. Mengingat bahan-bahan penyusun kedua bagian ini memiliki karakteristik tersendiri, maka baik inti maupun cladding juga memiliki komponen pelemahan sinyal. Pelemahan sinyal atau rugi-rugi pada inti dan cladding adalah berbeda, hal ini disebabkan karena berbedanya bahan penyusun inti dan cladding itu sendiri.

2.5.3 Rugi-Rugi Pada Konektor dan Splice

Suatu saluran transmisi serat optik pasti akan tersambung dengan

komponen-komponen lainnya. Komponen tersebut antara lain adalah

konektor antar serat optik, konektor serat optik dengan komponen lain

seperti sumber cahaya, atau penerima. Konektor dalam sambungan serat

optik bersifat tidak permanen sehingga dapat dibongkar apabila sudah tidak

memenuhi kebutuhan. Splice pada dasarnya merupakan penyambung antar

serat optik, namun sifat sambungan yang mempergunakan splice adalah

permanen. Selain konektor dan splice juga ada komponen lain yang

(13)

19

mungkin ditemui dalam sambungan serat optik, yaitu repaired splice yang merupakan splice yang diperbaiki dari splice sebelumnya yang mengalami kerusakan atau gangguan lain. Konektor dan splice keduanya memiliki kontribusi terhadap rugi-rugi pada transmisi sinyal optik pada serat. Sinyal yang berpropagasi dan melalui komponen-kompnen ini akan mengalami penurunan daya. Pemilihan konektor yang tidak tepat dapat mengakibatkan pemakaian amplifier yang sangat banyak, hal inilah yang mengakibatkan biaya bertambah. Secara umum, rugi-rugi akibat penambahan konektor atau splice diantara dua buah serat optik disebut insertion loss.

Selain insertion loss diatas, masih ada beberapa rugi-rugi lain yang disebabkan oleh penyambungan dua buah serat optik terutama pada dua buah serat optik dengan karakteristik yang berbeda. Rugi-rugi yang dapat terjadi dalam penyambungan tersebut diantaranya adalah:

a) rugi-rugi akibat ketidaksinkronan NA,

b) rugi-rugi akibat ketidaksinkronan ukuran inti/cladding.

Ketidaksinkronan NA dapat menyebabkan pelemahan sinyal jika NA dari serat optik yang mentransmisikan sinyal lebih besar dari NA serat optik yang menerimanya (NAt>NAr). Secara matematis rugi-rugi akibat ketidaksikronan NA ini dapat dihitung dengan menggunakan Persamaan (2.5) berikut ini.

Loss NA = -10 log 10 (NA r /NA t ) 2 ... (2.5)

Ukuran inti dan cladding yang berbeda juga menyebabkan hilangnya

sebagian daya dari sinyal yang ditransmisikan. Ketika ukuran inti serat optik

(14)

20

yang mentransmisikan (diat) lebih besar dari diameter inti yang menerima (diar), maka terjadi rugi-rugi. Perumusannya dapat menggunakan Persamaan (2.6) berikut ini.

Loss inti = -10 log 10 (dia r /dia t ) 2 ... (2.6) Faktor lainnya yang turut memberikan sumbangan rugi-rugi pada suatu transmisi serat optik adalah fresnel reflection. Fresnel reflection ini merupakan fenomena yang terjadi akibat penggunaan konektor dalam menyambung dua buah serat optik. Pada umumnya, saat instalasi, dua kabel yang dihubungkan oleh konektor tersebut tidak dihubungkan secara langsung namun diberi sedikit jarak. Jarak antar dua serat optik ini memberikan rongga udara diantaranya. Hal ini menyebabkan meskipun kedua serat optik memiliki indeks bias yang sama tetap akan ada daya yang dipantulkan kembali kearah kabel pengirim karena ada beda indeks antara inti dari serat optik dengan udara.

2.5.4 Hamburan

Rugi-rugi ini berasal dari variasi mikroskopik pada kepadatan material. Pada dasarnya, serat optik terbentuk dari beberapa molekul.

Keberadaan molekul pada serat optik ini memiliki kepadatan molekul yang

lebih padat pada suatu daerah dibanding dengan daerah lainnya. Adanya

perbedaan ini menimbulkan variasi indeks bias pada serat optik dalam jarak

tertentu yang relatif kecil dibandingkan dengan panjang gelombang. Variasi

indeks bias ini menyebabkan hamburan Rayleigh dari cahaya tersebut.

(15)

21

Hamburan Rayleigh ini berbanding terbalik dengan λ 4 sehingga nilai rugi- rugi hamburan akan berkurang seiring dengan pertambahan panjang gelombang. Fungsi rugi-rugi hamburan secara matematis perumusannya dapat menggunakan Persamaan berikut ini.

1 ... (2.7)

α scat adalah Rugi-rugi hamburan (dB/Km),

Kb adalah Konstanta Boltzman, T f adalah Titik Beku,

Β T adalah Isothermal compressibility dari material, n adalah indeks bias

2.5.5 Pembengkokan

Pada saat pemasangan serat optik pada suatu saluran transmisi akan ada beberapa kondisi yang akan mengubah keadaan fisik dari serat optik tersebut. Misalnya adalah kondisi lapangan/daerah yang berkelok-kelok dan mengharuskan kabel dipasang dengan pembelokan. Selain itu, tekanan secara fisis dari lingkungan maupun kesalahan instalasi juga akan berpengaruh dalam mengubah kondisi fisik serat optik. Perubahan fisik ini biasa disebut bending dan terdiri dari dua jenis sebagai berikut.

1. Pembengkokan makro

Pembengkokan makro (lihat Gambar 2.10) adalah

pembengkokan kabel optik dengan radius pembengkokan yang

(16)

mempen dalam i lebih be hilang te

2. Pe Pe kabel ya seperti didalam sama se berpropa

ngaruhi ba inti. Adany esar dari rad erutama dal

Gambar 2.

embengkoka embengkoka ang tidak se

tekanan da m kabel optik

eperti haln agasi akan h

22 anyaknya p ya pembeng dius inti sera lam pemben

10 Rugi-rug

an mikro an mikro (li empurna ak ari luar, ata

k tersebut. A nya pemben

hilang pada

pelemahan gkokan den

at optik men ngkokan ser

gi pembeng

ihat Gamba ibat berbag aupun ketid Adanya peru ngkokan m a saat berpro

sinyal yan ngan radius

ngakibatkan rat optic

gkokan mak

ar 2.11) bera gai pengaruh daksempurn ubahan radi mikro dima

opagasi.

ng berprop s pembengk n sebagian s

kro

asal dari kea h dari luar k naan bentuk ius inti bera ana sinyal

pagasi kokan sinyal

adaan kabel, k inti akibat

yang

(17)

2.5.6

terja fiber Rug mas misa misa

Ga

6 Couplin Pada ka adi pada tig r, sambung gi-rugi samb alah peny alignment), alignment.

ambar 2.11

ng losses

abel serat o ga tipe sam

gan fiber-to bungan leb yambungan longitud

Ga

23 Pembengko

optik, coupl mbungan opt o-fiber, da bih sering d

yang bi dinal misa

ambar 2.12

okan mikro

ling losses tik, yaitu: s an sambung

disebabkan isa terjadi alignment,

Coupling L

pada serat

(lihat Gam sambungan gan fiber-t

pada salah i pada s

dan (s

Losses

optic

mbar 2.12) light sourc to-photodete h satu mas saluran (la sudut) an

dapat ce-to- ector.

salah-

ateral

ngular

(18)

24

Kesemua jenis misalignment ini memiliki prinsip yang sama, yaitu inti dari serat optik pengirim dengan serat optik penerima tidak bertemu dengan keadaan yang sempurna. Hal ini menunjukkan bahwa rugi-rugi daya yang diakibatkan oleh misalignment bukan karena perbedaan karakteristik serat optik, namun lebih mengacu kepada kesalahan mekanis yang sangat mungkin terjadi pada instalasi serat optik dalam suatu saluran transmisi.

Masing-masing misalignment memiliki parameter yang berbeda-beda sehingga perhitungan rugirugi pada setiap misalignment juga berbeda-beda.

2.6 Analisis Power Budget

Dalam suatu sistem komunikasi serat optik, kita tidak akan lepas dari

perhatian anggaran daya (power budget). Sistem komunikasi optik berjalan baik

dan lancar apabila tidak kekurangan anggaran daya (power budget) dan anggaran

waktu bangkit (Rise Time Budget). Sebelum kita membahas anggaran daya lebih

lanjut, akan terlebih dahulu dipaparkan mengenai anggaran waktu bangkit atau

Rise Time Budget (RTB). RTB bertujuan untuk menjamin agar sistem transmisi

dapat menyediakan bandwidth (BW) yang mencukupi pada bit rate yang

diinginkan. RTB berkaitan erat dengan limitasi atau batasan dispersi suatu sinyal

yang dilewatkan pada serat optik, dan tentunya berpengaruh pada kapasitas kanal

yang diinginkan dari sistem optik. Anggaran daya merupakan suatu hal yang

sangat menentukan apakah suatu sistem komunikasi optik bisa berjalan dengan

baik atau tidak. Karena anggaran daya menjamin agar penerima dapat menerima

(19)

25

daya optik sinyal yang diperlukan untuk mendapatkan Bit Error Rate (BER) yang diinginkan.

Perhitungan dan analisis power budget merupakan salah satu metode untuk mengetahui perfomansi suatu jaringan. Hal ini dikarenakan metode ini bisa digunakan untuk melihat kelayakan jaringan untuk mengirimkan sinyal dari pengirirm sampai ke penerima atau dari Optical Termination Box (OTB) sampai ke Optical Termination Box (OTB) di sisi lawan. Tujuan dilakukannya perhitungan power budget adalah untuk menentukan apakah komponen dan parameter disain yang dipilih dapat menghasilkan daya sinyal di penerima sesuai dengan tuntutan persyaratan perfomansi yang diinginkan.

Disain suatu sistem dapat memenuhi persyaratan apabila System Gain (Gs) lebih besar atau sama dengan total rugi-rugi. Daya yang diterima lebih kecil dari daya saturasi yang dapat mengakibatkan distorsi di penerima. Disain link transmisi optik ditentukan oleh bit rate informasi yang ditransmisikan, panjang link total dan BER yang diinginkan. Bit rate dan panjang link total menentukan karakteristik serat optik, tipe sumber optik (pengirim) dan tipe detector optic (penerima) yang dipergunakan. Dengan mengetahui ketiga komponen tersebut, power budget dapat dihitung sehingga dapat diperoleh jarak transmisi maksimum antara pengirim dan penerima.

Secara sederhan perumusannya dapat menggunakan Persamaan (2.8) berikut ini.

System Gain (Gs) = Pt –MRP (dB) ... (2.8)

(20)

26

Total rugi-rugi (loss) dapat dihitung menggunakan Persamaan (2.9) berikut ini.

Lo (Total rugi-rugi) = D.Lf + Nc.Lc + Ns.Ls + Lps (dB) ... (2.9) Total rugi-rugi juga dapat dihitung menggunakan Persamaan (2.10) berikut ini.

Lo = Pt – MRP – M (dB) ... (2.10) Sedangkan untuk menghitung Margin (M), Perumusannya dapat menggunakan Persamaan (2.11) berikut ini.

M = (Pt-MRP)-Lo (dBm) ... (2.11) Sehingga dengan mempergunakan persamaan (2.14) berikut, dapat diperoleh jarak transmisi maksimum dari pengirim ke penerima,

Lo (Total rugi-rugi) = D.Lf + Nc.Lc + Ns.Ls + Lps (dB) ... (2.12) Lo = Pt – MRP – M (dB) ... (2.13)

Perumusannya dapat menggunakan Persamaan berikut ini.

. . ... (2.14)

Average Loss dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (2.15) berikut ini.

... (2.15)

Average Splice dapat dihitung dengan menggunakan persamaan (2.16) berikut ini.

... (2.16)

(21)

Ke

2.7 Alat 2.7.1 Opti

eterangan : Pt ada MRP ada Gs ada Lf ada Lc ada Ls ada Lps ada Lo ada D ada Nc ada Ns ada M ada

t Ukur ical Time D

Gambar 2

alah Daya Su alah Daya te alah System alah Redama alah Redama alah Redama alah Redama alah Total R alah Jarak an alah Jumlah alah Jumlah alah Margin

Domain Refl

2.13 Optica

27 umber optic erima minim Gain (dB), an Serat/km an Konektor an Splice to an Passive S Rugi-rugi (dB

ntara pengir Konektor Splice yaitu selisi

flectometer

l Time Dom

c yang dikop mum yang d

m (dB/Km), r (dB), otal (dB),

Splitter (dB B)

rim ke pene

h antara Gs

(OTDR)

main Reflect

pel ke salur diperlukan (d

).

erima (Km)

s dan Lo (dB

tometer (OT

ran (dBm), dBm),

Bm)

TDR)

(22)

OT digunakan yang telah dalam hal hanya bisa dapat men muncul p tampilan.

OT diijinkan terjadi pad ketidakter fabrikasi.) penyambu

TDR (Optic n untuk me h dipasang d

l panjang g a mengukur nganalisis se pada setiap

TDR juga akibat radi da saat inst raturan pada ), paramete ungan dapat

cal Time Do engukur dan dan berjalan gelombang

r total redam etiap dari ja

titik, serta

dapat me ius bending talasi) atau a bidang ba er di atas t diantisipas

Gamba

28 omain Refle n mengetes n hanya dap

multimode man dari fib arak akan in a dapat me

maintenan g baik mac

micro bend atas yang id s dapat di si redaman y

ar 2.14 Tam

ectometer) st dari serat pat di ukur

atau singl ber optic ya nsertion los enampilkan

nce akan r cro bending ding (redam dealnya ada iukur oleh yang terlalu

mpilan OTD

adalah sebu t optik. Seb dan ditest o e mode. Po ang tengah ss, reflectio n informasi

redaman m g (redaman man geomet alah datar t h OTDR s u tinggi.

DR

uah sistem buah serat oleh OTDR

owermeter berjalan. O n, dan loss ini pada

maksimum n geometri

tri akibat ad terjadi pada sehingga d

yang optik , baik biasa OTDR yang layer

yang

yang

danya

a saat

dalam

(23)

29

Beberapa hal yang dapat dikur dengan mempergunakan alat OTDR antara lain panjang fiber optic, dimana ujung dari pengukuran ditunjukkan di end of fiber, selain itu jenis redaman yang disebabkan oleh konektor, splice dan bending ditunjukkan dalam event yang berbeda, selain itu OTDR juga menunjukkan besar redaman yang disebabkan oleh konektor, slope, bending ataupun splice.

Dalam mempergunakan Peralatan OTDR ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak terjadi kesalahan, antara lain konektor dan fiber optic yang kita gunakan harus kita pastikan bersih agar mendapatkan hasil yang maksimal.

Beberapa istilah pada alat ukur OTDR yang perlu diketahui dalam pengukuran yaitu :

1. Dead Zone

Daerah pada serat optik di mana perubahan daya terjadi tidak secara linier, dan hal ini tidak dapat dianalisis. Panjang dead zone ini biasanya untuk serat optik yang ada dipasaran adalah 25m. Pada OTDR grafiknya akan terlihat seperti lonjakan daya sesaat pada awal serat optik.

2. Dynamic Range

Panjang (jangkauan) maksimum yang dapat ditampilkan oleh OTDR pada sumbu horizontal.

3. Even zone

Daerah di mana dua kejadian akan terdeteksi sebagai satu kejadian 4. End of fiber

Merupakan ujung dari fiber optic.

(24)

2.7.2 BER BER dari suatu transmitte

2.8 Satu Jika satuan dia yang men absolut ad 1. dBm

Level sistem

R Test R Test meru

jaringan ak er harus sam

G uan Penguk

kita lihat atas menggu nyatakan le da yang rela : menyataka

l tegangan p m optik, mis

upakan suat kses, diman mpai di rece

Gambar 2.1 kuran Powe

persamaan unakan dec evel daya a tif. Untuk s an level day

pada satuan salnya sumb

30 tu alat yang na sinyal ya iver dengan

15 Alat Uku er Budget

diatas, ten cibel (dB).

atau tegang satuan absol ya terhadap ...

n ini umum ber optik da

g digunakan ang berupa b n baik.

ur BER teste

ntunya kita dB (decibe gan yang d lut adalah:

referensi da ...

digunakan an penerima

n untuk men bit-bit yang

er SDH

harus tahu l) merupak dilogaritmak

aya 1 miliw ...

pada komp optik.

ngetahui ku g dikirimkan

u bahwa sa kan satuan r kan. Ada s

watt.

... ( ponen-komp

ualitas n dari

atuan- relatif satuan

(2.17)

ponen

(25)

31

2. dBW : menyatakan level daya terhadap referensi daya 1 watt.

... (2.18)

3. Satuan-satuan lainnya seperti : dBv, dBm, dBmc,

Hubungan antara satuan mutlak yang satu dengan yang lainnya adalah:

0 dBm = -30 dBW = 1 mwatt

Satuan-satuan tersebut diatas adalah satuan absolut yang memiliki tingkat

tersendiri. Sementara itu ada satuan relatif yaitu dB dan Neper.

Referensi

Dokumen terkait

Langkah risk aversion yang salah satunya tercermin dari pertumbuhan kredit yang sebagian besar masih didominasi oleh kredit konsumsi, akan bermuara pada

"emberantasan dengan $ara ini dikenal sebagai kegiatan 2 7 yaitu menguras dan menyikat bak mandi, bak ;, menutup tempat penampungan air, mengubur, menyingkirkan

kelengkapan pengungkapan laporan keuangan pada perusahaan Property & Real Estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia 3)Apakah Debt to asset ratio berpengaruh

Abstrak—Wisata, rekreasi, dan hiburan telah mejadi hal penting dalam kehidupan masyarakat modern. Seiring berkembangnya jaman, padatnya aktivitas, dan tingkat stress yang

Mem!uat kesimpulan tahapan pem!uatan produk multimedia interakti$ !er!asis halaman Men'kom$nikasikan 6asil pem!uatan produk multimedia interakti$ !er!asis halaman T$'as

permukaan kulit, (3) Massage yang bertujuan untuk memelihara fisiologi otot dan memberikan efek rileksasi, (4) Mirror exercise yang bertujuan untuk meningkatkan kekuatan

Botol timbang beserta isinya dan tutup botol timbang diletakkan ke dalam oven vakum pada suhu 70°C selama 6 jam dengan vakum dipertahankan sekitar 25 mmHg..

Pada Gambar 2 dapat dijelaskan bahwa hanya sebagian saja dari tegangan output PMG dalam rentang kecepatan angin yang dapat digunakan sebagai tegangan input PLS