JURNAL“Mursalin Makruf”
| 1PENGELOLAAN KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ANAK USIA DINI DI BOLIYOHUTO RAYA
OLEH
MURSALIN MAKRUF
Nim. 131 409 080
Fakultas Ilmu Pendidikan Jurusan Manajemen Pendidikan
Anggota :
Pembimbing I Prof. Dr. H. Abd. Kadim Masaong, M.Pd
Pembimbing II Intan Abdul Razak, S.Ag. M.Pd
JURNAL“Mursalin Makruf”
| 2ABSTRAK
MURSALIN MAKRUF : “Pengelolaan Kurikulum Dan Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini di Boliyohuto Raya” Skripsi, Program Studi Administrasi Pendidikan, Jurusan Manajemen Pendidikan, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Gorontalo, 2013. Pembimbing I Prof. Dr. H. Abd. Kadim Masaong, M.Pd dan Pembimbing II Intan Abdul Razak, S.Ag. M.Pd.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengelolaan kurikulum dan pembelajaran pendidikan anak usia dini di boliyohuto raya yang berlokasi di 5 (lima) kecamatan yaitu, kec. Bilato, kec. Boliyohuto, kec. Mootilango, kec. Tolangohula, dan kec. Asparaga Kab. Gorontalo. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana perencanaan kurikulum dan pembelajaran pendidikan anak usia dini diboliyohuto raya, (2) bagaimana pelaksanaan kurikulum dan pembelajaran pendidikan anak usia dini diboliyohuto raya, (3) bagaimana evaluasi kurikulum dan pembalajaran pendidikan anak usia dini di boliyohuto raya. Teknik pengumpulan data meggunakan angket, wawancara dan dokumentasi. Dalam penelitian ini, peneliti menggunakan metode penelitian kuantitaf yang bersifat deskriptif. Sesuai hasil penelitian menunjukan bahwa perencanaan kurikulum dan pembelajaran pendidikan anak usia dini pada skor 89.13% yang berarti pada kategori sangat tinggi, pelaksanaan kurikulum dan pembelajaran pendidikan anak usia dini pada skor 83.80% yang berarti pada kategori tinggi, evaluasi kurikulum dan pembelajaran pendidikan anak usia dini pada skor 86.87% yang berari berada pada kategori sangat tinggi. Secara umum pengelolaan kurikulum dan pembelajaran pendidikan anak usia dini pada rekapitulasi skor para responden mencapai 86.6% yang berarti pada kategori sangat baik.Untuk itu disarankan: (1) kepala dinas cabang boliyohuto raya, agar kiranya dapat memperhatikan pengelolaan kurikulum dan pembelajaran pada sekolah atau lembaga, karena masih ada beberapa lembaga yang kekurangan sarana dan prasarana(fasilitas) yang menunjang proses pembelajaran. (2) Kepala sekolah/pengelola PAUD dapat memberikan informasi kepada pihak – pihak yang berkompoten, dalam dunia pendidikan terutama pada pengelolaan kurikulum dan pembelajaran pendidikan anak usia dini di Boliyohuto Raya, sehingga guru – guru mampu berkompotensi sesuai dengan kemampuannya. (3) kepada guru – guru PAUD yang ada di Boliyohuto Raya diharapkan dapat melanjutkan studi ke jenjang S1 atau S2 untuk meningkatkan mutu pendidikan. (4) Bagi peneliti sebagai pedoman dalam melaksanakan penelitian selanjutnya.
Kata Kunci : Kurikulum dan Pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini
JURNAL“Mursalin Makruf”
| 3PENDAHULUAN
UU No. 20 Tahun 2003 tentang sistem pendidikan di Indonesia sekarang terdiri dari Pendidikan Anak Usia Dini, pendidikan dasar, pendidikan menengah, dan Pendidikan Tinggi, yang keseluruhannya merupakan kesatuan yang sistematik.
Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) merupakan salah satu jenis kelembagaan pendidikan di Indonesia yang telah diatur dalam Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Dalam pasal 28 dari undang-undang tersebut diungkapkan bahwa pendidikan anak usia dini dapat dilaksanakan pada jalur pendidikan formal, non formal dan informal. Pendidikan anak usia dini pada jalur formal adalah lembaga Taman Kanak-kanak (TK). Lembaga PAUD pada jalur non formal mencakup Kelompok Bermain (KB), Taman Penitipan Anak (TPA) atau lembaga sejenis. Adapun lembaga PAUD informal merupakan kegiatan PAUD yang dilaksanakan oleh keluarga. Tujuan utama dari pendirian PAUD untuk membantu meletakkan dasar pengembangan sikap pengetahuan, keterampilan dan daya cipta yang diperlukan anak didik dalam menyesuaikan diri dengan lingkungannya agar siap memasuki pendidikan dasar dan untuk pertumbuhan dan perkembangan selanjutnya.
Untuk melaksanakan program tersebut di perlukan pedomen yang sangat kuat, yaitu berupa kurikulum. Dengan dikeluarkannya Peraturan Pemerintah nomor 17 tahun 2010 tentang pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan dan Peraturan Mentri Pendidikan Nasional nomor 58 tahun 2009 tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini, Direktorat Pembinaan TK dan SD perlu menjabarkan dalam bentuk Pedoman Pengembangan Program Pembelajaran/Kurikulum TK.
Menurut Asep Darjat, Berikut ini beberapa pengertian kurikulum menurut
parah ahli, yaitu : (a). Kurikulum adalah kelompok pengajaran yang sistematik atau
urutan subjek yang dipersyaratkan untuk lulus atau sertifikasi dalam pelajaran mayor,
misalnya kurikulum pelajaran sosial, kurikulum pendidikan fisika, (b). Kurikulum
adalah seluruh pengalaman siswa di bawah bimbingan guru , (c). Kurikulum adalah
sebagai sebuah perencanaan untuk memperbaiki seperangkat pembelajaran untuk
JURNAL“Mursalin Makruf”
| 4seseorang agar menjadi terdidik, (d). Kurikulum pada umumnya berisi pernyataan tujuan dan tujuan khusus, menunjukkan seleksi dan organisasi konten, mengimplikasikan dan meanifestasikan pola belajar mengajar tertentu, karena tujuan menuntut mereka atau karena organisasi konten mempersyaratkannya. Pada akhirnya, termasuk di dalamnya program evaluasi outcome, (e). Kurikulum sekolah adalah konten dan proses formal maupun non formal di mana pebelajar memperoleh pengetahuan dan pemahaman, perkembangan skil, perubahan tingkah laku, apresiasi, dan nilai-nilai di bawah bantuan sekolah, (f). Kurikulum adalah rekonstruksi dari pengetahuan dan pengalaman secara sistematik yang dikembangkan sekolah (atau perguruan tinggi), agar dapat pebelajar meningkatkan pengetahuan dan pengalamannnya, (g). Kurikulum dalam program pendidikan dibagi menjadi empat elemen yaitu program belajar, program pengalaman, program pelayanan, dan kurikulum tersembunyi, (h). Kurikulum mengandung konten (suject matter), pernyataan tujuan (terminal objective), urutan konten, pre-asesmen dari entri skil yang dipersyaratkan pada siswa ketika mulai belajar konten.
Berdasarkan beberapa definisi di atas, penulis menyimpulkan definisi kurikulum adalah sebagai berikut: Kurikulum adalah seperangkat perencanaan pengajaran yang sistematik yang berisi pernyataan tujuan, organisasi konten, organisasi pengalaman belajar, program pelayanan, pola belajar mengajar, dan program evaluasi agar pebelajaran dapat meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan perubahan tingkah laku.
Dalam mengelola pembelajaran, PAUD di Boliyohuto Raya memperhatikan aspek-aspek sebagai berikut:
1. Keterlibatan anak, dalam hal ini prinsip pembelajaran harus berpusat kepada aktivitas belajar anak.
2. Layanan program, yang disesuaikan dengan satuan pendidikan masing-masing,
yakni: a) Taman Penitipan Anak, dilaksanakan 3-5 hari dengan layanan minimal 6
jam atau dalam satu tahun 144-160 hari atau 32-34 minggu. b) Kelompok
JURNAL“Mursalin Makruf”
| 5Bermain (KB) dilaksanakan setiap hari atau minimal 3 kali seminggu dengan jumlah jam minimal 3 jam atau dalam satu tahun 144 hari atau 32-34 minggu. c) Satuan PAUD sejenis (SPS) minimal satu minggu sekali dengan jam layanan 2 jam. Kekuaran jam layanan pada SPS dilengkapi dengan program pengasuhan yang dilakukan orang tua sehingga jumlah layanan keseluruhan setara dengan 144 hari dalam satu tahun. d) Taman Kanak-Kanak (TK) dilaksanakan minimal 5 hari seminggu dengan jumlah layanan minimal 2,5 jam. Dalam satu tahuan 160 hari layanan atau 34 minggu.
3. Kegiatan insidental/semester/Tahunan antara lain meliputi: a) kunjungan luar, seperti kunjungan ke museum, mesjid, kantor pos, kantor polisi, dan lainnya. b) pengenalan pekerjaan, yakni mengenalkan profesi dengan mendatangkan atau mengunjungi narasumber yang relevan, seperti dokter, tukang pos, kepala desa, dan sebagainya. c) peringatan hari besar (PHB) yakin, dalam memperingati hari besar dapat dilakukan dengan mengadakan perlombaan, panggung seni, parade, dan lainnya. d) bakti sosial seperti melaksanakan kegiatan bersih-bersih lingkungan, mengunjungi panti asuhan, rumah jompo, dan lainnya. e) kegiatan bersama orang tua seperti, orang tua dapat juga menjadi narasumber, guru pendamping atau guru bantu. f) kesehatan misalnya dengan pemeriksaan kesehatan gigi dan pemeriksaan kesehatan umum. g) media audio visual seperti, dengan menggunakan media audio visiual dalam mengetengahkan tema atau materi pembelajaran.
Penelitian ini dilakukan untuk memperoleh beberapa tujuan sebagai berikut :
(1) untuk mengetahui perencanaan kurikulum dan pembelajaran pendidikan anak usia
di boliohutu raya. (2) untuk mengetahui pelaksanaan kurikulum dan pembelajaran
pendidikan anak usia di boliohutu raya. (3) untuk mengetahui evaluasi/penilaian
kurikulum dan pembelajaran pendidikan anak usia di boliohutu raya.
JURNAL“Mursalin Makruf”
| 62. METODE PENULISAN
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang bersifat deskriptif. Dalam penelitian ini mendeskripsikan tentang pengelolaan kurikulum dan pembelajaran pendidikan anak usia dini di Boliyohuto Raya. Variabel penelitan adalah segala sesuatu yang terbentuk apa saja yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, kemudian ditarik kesimpulannya (Sugiyono, 2007 : 2).
Dalam penelitian ini hanya mendeskripsikan 1 (satu) variable yaitu pengelolaan kurikulum dan pembelajaran pendidikan anak usia dini di Boliyohuto Raya dengan memperhatikan indikator sebagai berikut : 1) perencanaan, a.
perencanaan program/kegiatan b. merumuskan tujuan c. pengaturan jadwal kegitatan.
2) pelaksanaan, a. proses pelaksanaan pembelajaran. 3) evaluasi, a. membuat format penilaian b. melakukan penilaian terhadap hasil kegiatan.
Menurut Sugiyono (2011 : 117) bahwa “Populasi” adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas: obyek/subyek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpilannya.
Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga obyek dan benda-benda alam yang lain.
Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada obyek/subyek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh subyek atau obyek itu.
Bertitik tolak dari pendapat di atas maka yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah seluruh guru PAUD yang ada di Boliyohuto Raya dengan jumlah 167. Populasi ini meliputi keseluruhan karakteristik yang berhubungan dengan pengelolaan kurikulum dan pembelajaran Pendidikan Anak Usia Dini di Boliohuto Raya.
Sampel adalah bagian populasi yang menjadi objek suatu penelitian. Dalam rangka penetapan sampel, Arikunto (1984 : 104) mengemukakan bahwa apabila populasi lebih dari 100 orang maka yang menjadi sampel adalah sebanyak 10 s/d 15% atau 20 s/d 25%. Sedangkan apabila populasinya kurang dari 100 maka sampelnya adalah seluruh populasi. Atau lebih dari itu disesuaikan dengan kemempuan peneliti dari segi waktu, tenaga dan biaya.
Berdasarkan uraian di atas, penetapan sampel dalam penelitian ini sebesar
18% dari anggota populasi atau 18% / 100 x 167 = 30 orang. Penarikan sampel
dengan menggunakan acak atau tekni randam sampling, dengan menggunakan
JURNAL“Mursalin Makruf”
| 7metode proportional sampling atau penjarian sampel berimbang kemudian dilanjutkan dengan menggunakan undi.
Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : (1) Angket (2) Wawancara (3) Dokumentasi
Data yang terkumpul dalam penelitian ini dianalisis dengan menggunakan statistika deskripsi dengan tujuan untuk mengetahui gambaran umum dari data penelitian. Analisis data dalam penelitian ini mengikuti langkah sebagai berikut :
1. Menentukan frekuensi capaian responden untuk setiap butir angket dengan rumus sebagai berikut :
P
𝐹𝑛
x 100%
Keterangan :
P : Presentase
F : Frekwensi jawaban responden n : Bilangan tetap
100% : Bilangan tetap
2. Merekapitulasi hasil capaian setiap deskriptor untuk hasil perhituang deskriptor dapat dilakukan persentasi skor capaian responden dengan rumus sebagai berikut:
Pr
∑Sc∑Si
x100%
Ket : Pr = Presentasi
∑Sc = Skor capaian, yaitu total skor yang diperoleh seluruh reponden ∑Si = Skor tertinggi, yaitu jumlah skor maksimum yang biasa dicapai
(Purwanto, 1991:113)
Selanjutnya akan diklasifikasikan sebagai berikut :
Skor Persentasi Klasifikasi
85% - 100%
75% - 84%
55% - 74%
40% - 34%
39≥
Sangat tinggi Tinggi Cukup tinggi
Rendah
Sangat rendah
(Arikunto, 2010 : 107)
JURNAL“Mursalin Makruf”
| 8HASIL DAN PEMBAHASAN
Tabel 1:Rekapitulasi presentase skor indikator perencanaan kurikulum dan pembelajaran pendidikan anak usia dini
No Pernyataan Responden Skor Presentase
(%)
Kategori 1 Penyususnan rencana program
pembelajaran
139 92.66 Sangat tinggi 2 Menyusun program pembelajaran
berdasarkan RKM dan RKH
137 91.33 Sangat tinggi 3 Menyusun rencana program
pembelajaran berdasarkan analisis kemampuan peserta didik
129 68.00 Cukup tinggi
4 Menyampaikan rencana program pembelajaran sebelum mengajar
139 92.66 Sangat tinggi 5 Penyusunan program tujuan
pembelajaran
130 86.66 Sangat tinggi 6 Merumuskan tema pelajaran sesuai
dengan indikator pencapain tujuan pembelajaran
131 87.33 Sangat tinggi
7 Mendesain pembelajaran sesuai dengan tujuan pembelajaran
131 87.33 Sangat tinggi 8 Penyusunan jadwal kegiatan 132 88.00 Sangat tinggi 9 Mampu menyusun jadwal kegiatan sesuai
dengan kondisi daerah/kalender pendidikan
133 88.66 Sangat tinggi
10 Mampu mengatur waktu dalam rencana kegiatan mengguan dan rencana kegiatan harian
136 90.66 Sangat tinggi
Jumlah 1337 891.29
Sangat tinggi
Rata-rata 133.7 89.13
Sumber. Olahan Data Primer, 2013
JURNAL“Mursalin Makruf”
| 9Tabel 2:Rekapitulasi presentase skor indikator pelaksanaan kurikulum dan
pembelajaran pendidikan anak usia dini
No Pernyataan Responden Skor Presentase
(%)
Kategori 1 Memberikan apersepsi pada peserta didik
sebelum masuk pada kegiatan belajar mengajar
138 92.00 Sangat tinggi
2 Memberikan apersepsi sesuai dengan tema yang diajarkan
133 88.66 Sangat tinggi 3 Menyampaikan tema pelajaran 105 70.00 Cukup tinggi 4 Menguasai materi/bahan ajar 131 87.33 Sangat tinggi 5 Menjelaskan tema pelajaran yang mudah
dipahami oleh peserta didik
132 88.00 Sangat tinggi 6 Menjelaskan tema pelajaran pada peserta
didik menggunakan media/alat peraga
141 94.00 Sangat tinggi 7 Menjelaskan tema pelajaran sesuai
dengan rencana kegiatan mingguan dan rencana kegiatan harian
140 93.33 Sangat tinggi
8 Mampu menggunakan metode bervariasi dalam mengelola pembelajaran
72 47.00 Rendah
9 Menggunakan metode pembelajaran sesuai dengan tema yang diajarkan
133 88.66 Sangat tinggi 10 Menggunkan metode mengajar yang
bervariasi, yang mampu mengatur suasana peserta didik
132 88.00 Sangat tinggi
Jumlah 1257 837.98
Tinggi
Rata-rata 125.7 83.80
Sumber. Olahan Data Primer, 2013
JURNAL“Mursalin Makruf”
| 10Tabel 3:Rekapitulasi presentase skor indikator evaluasi kurikulum dan pembelajaran
pendidikan anak usia dini
No Pernyataan Responden Skor Presentase
(%)
Kategori 1 Mampu membuat format penilaian 129 86.00 Sangat tinggi 2 Mampu membuat rekap format bulanan
peranak
125 83.33 Tinggi
3 Mampu membuat observasi harian 129 86.00 Sangat tinggi 4 Mampu membuat format penilaian
mingguan
131 87.33 Sangat tinggi 5 Mampu membuat format penilaian
bulanan
127 84.66 Tinggi
6 Mampu membuat laporan perkembangan anak(deskripsi)
137 91.33 Sangat tinggi 7 Melaksanakan penilaian sesaui dengan
aspek perkembangan anak
135 90.00 Sangat tinggi 8 Memdeskripsikan kemampuan yang
dicapai oleh anak
129 86.00 Sangat tinggi 9 Melakukan penilaian sesuai dengan
capaian indikator
132 88.00 Sangat tinggi 10 Melakukan pelaporan hasil penilain 129 86.00 Sangat tinggi
Jumlah 1303 868.65
Sangat tinggi
Rata-rata 130.3 86.87
Sumber. Olahan Data Primer, 2013
Tabel 4:Rekapitulasi presentase skor tiap-tiap indikator
No Indikator Skor Presentase
(%)
Kategori
1 Perencanaan 133.7 89.13 Sangat tinggi
2 Pelaksanaan 125.7 83.80 Tinggi
3 Evaluasi 130.3 86.87 Sangat tinggi
Jumlah 389.7 259.8
Sangat tinggi
Rata-rata 129.9 86.6
Sumber. Olahan Data Primer, 2013