• Tidak ada hasil yang ditemukan

PRINSIP DAN PRAKTEK REASURANSI JIWA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "PRINSIP DAN PRAKTEK REASURANSI JIWA"

Copied!
63
0
0

Teks penuh

(1)

PRINSIP DAN PRAKTEK REASURANSI JIWA

In House Training – Nasional Re

Reasuransi Jiwa Konvensional dan Syariah Jakarta, 13 Mei 2016

Oleh : Faried Susanto, SE, AAAIJ, FSAI, AIIS, CRMP

(2)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Pengertian Reasuransi

Reasuransi adalah :

Suatu

cara penanggung untuk mengurangi atau

memperkecil beban risiko yang diterima dengan

mengalihkan seluruh atau sebagian risiko kepada

pihak penanggung lain.

2 5/16/2016

(3)

• Ceding Company adalah perusahaan asuransi yang membutuhkan backup

reasuransi dan istilah lain untuk Ceding Company adalah :

‒ Penanggung

‒ Cedant

‒ Direct Writing Company

‒ Asuradur

‒ Insurer

‒ Direct Writer, dan

‒ Direct Insurer

• Perusahaan yang

menyediakan backup reasuransi disebut Reinsurer, dan biasa disebut juga dengan istilah :

‒ Penanggung ulang

‒ Reinsurance Company

‒ Reasuradur, dan

‒ Assuming Company

Istilah

(4)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Fungsi Reasuransi

• Sebagai tempat untuk penyebaran risiko (sharing of risk)

• Meningkatkan kapasitas akseptasi penanggung

• Memberikan perlindungan kepada penanggung dari kerugian underwriting

• Sebagai pertukaran bisnis, menerima dan memberi salah satu pihak

• Perusahaan Reasuransi dapat berfungsi sbg

konsultan dan dapat memberikan bantuan teknis kepada perusahaan asuransi

5/16/2016 4

(5)

Transaksi Reasuransi

Ceding Company Reinsurer

Transfer Risiko

Bayar Premi Reasuransi Accept Risiko

Bayar Klaim

Bayar allowances (RI Com)

(6)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

BATAS RETENSI

Batas retensi (retension limit)

adalah sejumlah besaran risiko dari suatu perusahaan

asuransi dimana jumlah risiko tersebut dapat ditahan sendiri tanpa backup reasuransi

• Perusahaan asuransi akan

mereasuransikan jumlah risiko

asuransinya bila melebihi batas retensinya

5/16/2016 6

(7)

RECAPTURE

• Seiring dengan berkembangnya perusahaan, biasanya batas

retensi perusahaan asuransi pun ikut meningkat.

• Berdasarkan alasan ini,

kebanyakan perjanjian kerjasama reasuransi memperkenankan

adanya recapture yaitu

membolehkan ceding company mengambil kembali bagian yang di reasuransikan, dengan

persyaratan tertentu.

(8)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

RETROCESSION

• Seperti yang dilakukan perusahaan asuransi perusahaan reasuransi juga mungkin

membutuhkan transfer risiko kepada perusahaan reasuransi lain dan transaksi ini dikenal dengan nama retrosesi.

• Perusahaan yang menerima sebagian risiko dari reinsurer disebut dengan retrosesioner

(retrocessionaire).

8 5/16/2016

(9)

RETROCESSION

• Contoh, suatu polis bernilai $1,000,000,- dan $100,000 dapat ditahan sendiri oleh ceding company (retensi). Sisanya

sebesar $900,000 dibackup oleh

reasuradur. Namun Reasuradur hanya memiliki batas retensi sebesar $500,000, sehingga masih ada risiko sebesar

$400,000 yang harus di backup

reasuradur lain (retrosesioner).

(10)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Bagan Proses Reasuransi dan Retrosesi

Ceding

Company Reinsurer Retro

sesioner

Proses

Reasuransi Proses

Retrosesi

Note : Reinsurer dan Retrosesioner jumlahnya dapat lebih dari satu perusahaan

UP=1.000.000

100.000 500.000 400.000

900.000 400.000

5/16/2016 10

(11)

Bagan Proses Reasuransi dan Retrosesi

11

Ceding Company

Reinsurer

A Retro

sesioner 1

Proses Reasuransi

Proses Retrosesi

Reinsurer B

Reinsurer C

Retro sesioner 2

Retro sesioner 3 Reinsurer

D

(12)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Prinsip Landasan

Kerjasama Reasuransi

1. Prinsip Itikad Baik

2. Prinsip Insurable Interest

3. Prinsip Ganti Rugi (Indemnitas) 4. Prinsip Subrogasi

5. Prinsip Kontribusi/Saling Menanggung 6. Prinsip Follow the Fortune

5/16/2016 12

(13)

Prinsip Landasan

Kerjasama Reasuransi

Insurable Interest :

Dalam Life Assurance Act 1774 (Gambling Act), menyatakan suatu larangan pembuatan/

penerbitan polis asuransi jiwa untuk orang atau orang-orang yang tidak mempunyai insurable interest, ini berarti bahwa dalam Asuransi Jiwa, Insurable Interest harus ada pada saat

sebelum polis atau asuransi di terbitkan.

(14)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia 14

Prinsip Landasan

Kerjasama Reasuransi

Dalam suatu kontrak asuransi jiwa, Insurable

Interest biasanya dianggap ada apabila :

1. Ahli waris (beneficiary) akan menderita kerugian secara ekonomis karena

meninggalnya Tertanggung;

2. Pihak2 yang terlibat dalam kontrak asuransi jiwa mempunyai suatu hubungan yang

dekat baik berupa hubungan darah atau pernikahan.

5/16/2016

(15)

Prinsip Landasan

Kerjasama Reasuransi

Seorang Underwriter harus dapat membuktikan

pemikiran logis dari suatu permohonan asuransi jiwa dengan cara menanyakan pertanyaan2 berikut :

- “Would the beneficiary suffer a loss if the insured died prematurely?”

- “Would the beneficiary be better off economically after the death of the insured?”

- “If the beneficiary will be better off economically after the insured’s death than before, the insurable interest is questionable, and until the presence of insurable interest is definitely established, no insurance should be issued”.

(16)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia 16

Prinsip Landasan

Kerjasama Reasuransi

Insurable Interest : Pemohon Third-party Selain ketentuan Insurable Interest

sebelumnya, masih diperbolehkan untuk

seseorang memohon aplikasi asuransi untuk

“orang lain”. Calon Tertanggung harus

memberikan persetujuan atas diterbitkannya asuransi tersebut.

Tipe asuransi demikian dikenal dengan nama

“asuransi pihak ketiga” (third-party insurance)

5/16/2016

(17)

Prinsip Landasan

Kerjasama Reasuransi

Third-party : Business Relationship

Beberapa contoh insurable interest dalam business relationship :

- Suatu perusahaan memiliki insurable interest atas kehidupan staf kunci yang penting untuk keberlangsungan suksesnya bisnis.

- Partner (mitra bisnis) memiliki insurable interest atas partner lainnya

- Pemberi kredit (creditor) memiliki insurable

interest atas kehidupan peminjam (Debtor)

(18)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

TREATY REASURANSI

• Automatic Treaty

• Facultative Treaty

• Facultative

Obligatory-Treaty

18 5/16/2016

(19)

Automatic Treaty

Automatic Treaty adalah :

perjanjian kerjasama dimana ceding

company mensesikan sebagian

bisnis asuransinya berdasarkan

kriteria tertentu kepada reinsurer

tanpa memerlukan persetujuan

underwriting dari reinsurer terlebih

dahulu.

(20)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Automatic Treaty

Dengan kontrak automatic treaty, reinsurer setuju untuk hal-hal sbb :

• Menerima seluruh yang disampaikan oleh ceding company sampai jumlah tertentu yang ditetapkan sesuai

retensinya

• Mengikuti ceding company berkaitan dengan asumsi underwriting yang

ditetapkan ceding company untuk seluruh bisnis.

20 5/16/2016

(21)

Automatic Treaty

Automatic Binding Limit :

Suatu besaran jumlah risiko dimana

reinsurer akan wajib menerima jumlah

risiko tersebut tanpa bukti

pertanggungan (evidence of

insurability).

Biasanya Automatic Binding Limit

dinyatakan dalam berapa kali batas

retensi ceding company.

(22)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Automatic Treaty

(sering disebut dengan Treaty saja)

Misal, ceding company mempunyai batas retensi $100.000,-, dan mempunyai

automatic treaty dengan reinsurer untuk

menerima risiko sd $500.000, tanpa bukti pertanggungan, dan sejumlah $400.000 akan menjadi bagian reinsurer.

Hal semacam ini disebut dengan

automatic binding limit 4x batas retensi

ceding company.

22 5/16/2016

(23)

Automatic Treaty

(sering disebut dengan Treaty saja)

Contoh :

- Perusahaan Asuransi Jiwa ABC menjual polis asuransi individu sebesar $1,000,000 dan

perusahaan hanya mempunyai limit retensi sebesar $100,000.

- Perusahaan tersebut melakukan kerjasama

dengan 2 reasuradur dan melakukan bind atas reinsurer pertama sebesar $400,000 dan

kemudian melakukan bind kembali atas tambahan $500,000 dari reinsurer kedua.

(24)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Contoh Ketentuan dalam Auto-Treaty

Di dalam sebuah perjanjian kerjasama automatic treaty terdapat ketentuan2 seperti sebagai berikut : 1. Maksimum Uang Pertanggungan Rp. 5 Milyar.

2. Usia masuk (entry age) maksimal 65 tahun 3. Persyaratan underwriting ditentukan sesuai

kesepakatan kedua belah pihak

4. Rate premi sesuai dengan rate premi sesuai kesepakatan kedua belah pihak

24 5/16/2016

(25)

Facultative Treaty

(sering disebut dengan Facultative saja)

Di dalam kontrak Facultative berlaku bahwa apabila suatu penawaran dilakukan oleh ceding company, di dalam kontrak tersebut membolehkan hal-hal

sebagai berikut :

• ceding company mempertimbangkan apakah akan meminta reinsurer untuk melakukan cover

risikonya,

• reinsurer dapat mempertimbangkan apakah

dapat ikut berpartisipasi dalam risiko tersebut, dan

• ceding company dapat mempertimbangkan untuk menerima keputusan reinsurer atas risiko yang ditawarkannya.

(26)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Facultative Treaty

Reinsurer dapat mempertimbangkan untuk

menerima (accept) atau menolak (decline) risiko yang ditawarkan ceding company.

Tidak seperti pada automatic treaty, di dalam facultative treaty, reinsurer dapat melakukan hal berikut :

• Melakukan proses underwriting atas kasus per kasus

• Menetapkan klasifikasi risiko, dan

• Dapat melakukan keputusan berdasarkan

pedoman underwriting dan ketentuan tersendiri

5/16/2016 26

(27)

Facultative - Obligatory Treaty

Dengan kontrak Facultative Obligatory Treaty maka :

• Ceding Company boleh (tidak wajib) memberikan sesi kepada reinsurer, dan

• Reinsurer wajib menerima sesi

berdasarkan penilaian underwriting dari ceding company sd jumlah yang

disepakati dalam treaty, jika reinsurer

memiliki kapasitas.

(28)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Facultative – Obligatory Treaty

• Di dalam kontrak Fac-Ob Treaty, apabila

reinsurer tidak memiliki kapasitas yang

memadai dan tidak dapat meng-accept risiko dari ceding company, maka reinsurer harus memberitahukan kepada ceding company segera.

• Jika reinsurer tidak menyampaikan

pemberitahuan dalam waktu yang ditentukan, maka reinsurer secara otomatis dianggap

menyetujui risiko yang ditawarkan ceding

company.

5/16/2016 28

(29)

Type of Reinsurance

Proportional Non

Proportional

Quota Share

Surplus/

Excess of Retention

1. Excess QS

Excess of Loss:

1. Working XOL

2. Cat XOL

Stop Loss Aggregate XOL

Type of Reinsurance Coverage

(30)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Type of Reinsurance Coverage

1. Proportional Reinsurance adalah :

jenis coverage reasuransi untuk jumlah tertentu dimana ceding company dan reinsurer sepakat untuk membagi premi dan klaim berdasarkan jumlah atau persentase tertentu.

Contoh, ceding company dan reinsurer sepakat bahwa reinsurer akan menerima bagian 60%

dari UP semua produk whole life sampai limit tertentu. Apabila sebuah polis dengan UP

$1.000.000 di reasuransikan, maka reinsurer akan mendapat bagian sebesar 60% x

$1.000.000 = $600.000

5/16/2016 30

(31)

Type of Reinsurance Coverage

2. Nonproportional Reinsurance adalah :

salah satu jenis coverage reasuransi yang dirancang untuk memproteksi ceding company terhadap

fluktuasi dalam hal pengalaman loss atau dari loss ratio yang tinggi yang berasal dari underwriting yang buruk dan bentuk-bentuk lain kesalahan pengelolaan.

Seperti contoh, reinsurer sepakat membayar seluruh klaim di atas jumlah Rp 50 juta yang diajukan

berdasarkan jenis coverage dan di dalam periode waktu tertentu.

(32)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

PLAN-PLAN REASURANSI

• Yearly Renewable Term (YRT)

• Coinsurance

• Modified Coinsurance

Ketiga jenis plan di atas termasuk dalam jenis proportional

reinsurance

5/16/2016 32

(33)

Yearly Renewable Term (YRT)

• Yearly renewable term (YRT) adalah suatu jenis kontrak reasuransi proportional dimana ceding company membeli sejumlah cover asuransi yang sama dengan Net Amount at Risk (NAR) pada porsi yang direasuransikan dari sebuah polis untuk tarip premi jangka waktu tahunan.

• Net Amount at Risk (NAR) untuk polis asuransi jiwa adalah manfaat kematian dari suatu polis

dikurangi dengan nilai tunai atau cadangan premi nya.

NAR = Manfaat Kematian – Nilai

(34)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Yearly Renewable Term (YRT)

Contoh Tabel Decreasing Net Amount at Risk

Year Date NAR

1 01/01/2013 2.908.000

2 01/01/2014 2.734.000

3 01/01/2015 2.550.000

4 01/01/2016 2.354.000

5 01/01/2017 2.147.000

6 01/01/2018 1.926.000

7 01/01/2019 1.725.000

8 01/01/2020 0

5/16/2016 34

(35)

Yearly Renewable Term (YRT)

Net Amount at Risk

UP

0 1 2 3 4 5 6 7 8

NAR = UP – Nilai Tunai/Cadangan Net Amount at Risk

(NAR)

Nilai Tunai/Cadangan

(36)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Yearly Renewable Term (YRT)

Year Age Rate Premi YRT (%o)

NAR (Rp)

Premi (Rp.)

1 30 0.90 2.908.000 2.617,20

2 31 1.00 2.734.000 2.734,00

3 32 1.20 2.550.000 3.060,00

4 33 1.30 2.354.000 3.061,20

5 34 1.42 2.147.000 3.048,74

6 35 1.57 1.926.000 3.023,82

7 36 1.63 1.725.000 2.811,75

8 37 1.89 0 0,00

Contoh perhitungan premi reasuransi dengan metode YRT : Polis Endowment, x=30, n=8

5/16/2016 36

(37)

Coinsurance

Coinsurance adalah suatu jenis kontrak reasuransi proporsional dimana ceding company dan reinsurer membagi

kewajiban pertanggungan termasuk death benefit dan nonforfeiture value (nilai

tebus), dan kewajiban untuk membentuk

cadangan.

(38)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Contoh, batas retensi ceding company

Rp.100.000, mengeluarkan polis senilai

Rp.250.000,- dan membeli backup reasuransi dalam bentuk coinsurance sebesar

Rp.150.000,- Maka sepanjang kontrak polisnya

reinsurer berhak menerima tiga per lima

(150.000/250.000) dari gross premi dikurangi biaya2 ceding company.

Coinsurance

5/16/2016 38

(39)

Demikian juga, reinsurer mempunyai kewajiban untuk membayar 3/5 dari jumlah klaim, nilai tebus, dividen polis yang dibayarkan, dan bertanggung

jawab menjaga cadangan polis yang dibutuhkan.

Coinsurance

(40)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Coinsurance

Year Premi Biaya Net Premi

Share Reinsurer

Premi Reins’r

Klaim Reinsurer

1 50000 10000 40000 3/5 24000 150000

2 50000 5000 45000 3/5 27000 150000

3 50000 5000 45000 3/5 27000 150000

4 50000 5000 45000 3/5 27000 150000

5 50000 5000 45000 3/5 27000 150000

UP : 250.000

Retensi : 100.000

Bagian Reinsurer : 150.000

CONTOH

40 5/16/2016

(41)

Modified Coinsurance

Modified Coinsurance (Modco) adalah suatu jenis kontrak

reasuransi proporsional yang

mengakomodasi kerugian pada metode coinsurance dari sisi

ceding company.

(42)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Seperti pada coinsurance, dengan metode Modco, reinsurer

menerima sebagian dari porsi premi ceding company dan

sepakat untuk berkontribusi

secara proporsional pada seluruh manfaat polis.

Modified Coinsurance

42 5/16/2016

(43)

Modified Coinsurance

Pada akhir tahun, reinsurer mentransfer kembali ke ceding company sejumlah

yang sama dengan kenaikan cadangan

untuk porsi polis yang direasuransikan,

dikurangi bunga yang diperoleh ceding

company pada cadangan untuk porsi

tersebut.

(44)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Modified Coinsurance

Keuntungan metode Modco adalah

• ceding company dapat melakukan control cadangan untuk tujuan investasi

perusahaan.

• metode Modco dapat membantu

perusahaan kecil memupuk asetnya lebih cepat daripada menggunakan metode

coinsurance biasa.

44 5/16/2016

(45)

Metode Proportional Reinsurance

Dalam kerjasama reasuransi biasanya selalu ditentukan metode untuk menetapkan jumlah pertanggungan yang di sesikan melalui

reasuransi proportional. Ada 2 metode yang sangat umum dipakai yaitu :

1. Quota Share

2. Surplus atau Excess of retention

(46)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Metode Proportional Reinsurance

1. Metode Quota Share : adalah salah satu

metode penempatan sesi dari ceding

company kepada reinsurer dengan cara

menahan persentase tertentu dari risiko dan mensesikan persentase sisanya kepada satu atau lebih reinsurer.

Ada 2 bentuk quota share : a. Excess quota share;

b. First dollar quota share.

46 5/16/2016

(47)

Metode Proportional Reinsurance

a. Excess Quota Share : ceding company

menahan penuh batas retensi dan mensesikan risiko sisanya kepada 2 atau lebih reinsurer

berdasarkan persentase.

Contoh, suatu polis bernilai Rp. 500.000,-

ditahan oleh ceding company sesuai dengan

batas retensinya Rp. 200.000,-. Ada 2 reinsurer yang mendapat sesi sebesar Rp. 300.00,- ini.

Reinsurer A mendapat 40% (Rp. 120.000) dan

Reinsurer B 60% (Rp. 180.000).

(48)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Metode Proportional Reinsurance

b.

First Dollar Quota Share : ceding company mensesikan persentase tertentu dari seluruh risiko kepada reinsurer, dimana ceding company mensesikan pertanggungannya dari jumlah rupiah pertama (first dollar).

48 5/16/2016

(49)

Metode Proportional Reinsurance

Contoh, ceding company menetapkan quota share dengan Reinsurer A dan

Reinsurer B. Ceding Company sepakat

untuk menahan 20% untuk setiap risiko,

Reinsurer A 35% dan Reinsurer B 45%.

(50)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Metode Proportional Reinsurance

2. Metode Excess of Retention : ceding company mensesikan

jumlah tertentu dari pertanggungan yang melebihi batas retensinya.

50 5/16/2016

(51)

Contoh, Ceding Company mempunyai batas

retensi Rp.500.000,-. Ceding Company tersebut mempunyai dua kontrak treaty untuk perusahaan reasuransi yang berbeda, Reinsurer A dan

Reinsurer B.

Reinsurer A sepakat untuk mengambil excess retensi sd Rp.2 juta, dan

Reinsurer B dapat mengambil bagian excess retensi di atas Rp. 2 juta tetapi tidak melebihi Rp. 5 juta.

Metode Proportional

Reinsurance

(52)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Apabila ceding company menjual polis

sebesar Rp. 3 juta, maka ceding company tersebut akan menahan risiko sebesar

Rp.500.000,-

• ReinsurerA mengambil bagian Rp. 2 juta

• Reinsurer B sisanya sebesar Rp. 500.000,- dan

Metode Proportional Reinsurance

52 5/16/2016

(53)

Jenis Plan Reasuransi yang Lain

• Nonproportional Reinsurance

• Pool Reinsurance

(54)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Non Proportional Reinsurance

1.Excess of Loss

a.Working Excess of Loss

b.Catastrophical Excess of Loss 2.Stop Loss, dan

3.Aggregate Excess of Loss

54 5/16/2016

(55)

Non Proportional Reinsurance

1. Excess of Loss

• Yaitu jumlah jaminan kerugian yang menjadi beban penanggung ulang setelah underlying net retension, misalnya Rp. 250.000.000 in excess of Rp. 100.000.000

• Dalam hal terjadi kerugian sebesar Rp. 350.000.000, maka yang menjadi tanggung jawab reinsurer adalah Rp. 250.000.000

• Kemudian dalam hal terjadi kerugian adalah sebesar Rp. 100.000.000, maka reinsurer bebas dari tuntutan ganti kerugian.

(56)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Non Proportional Reinsurance

• Namun, apabila terjadi kerugian adalah Rp. 400.000.000, maka reinsurer hanya membayar sebesar Rp. 250.000.000, dan penanggung kembali menanggung sisanya sebesar Rp. 50.000.000,-

sehingga penanggung menanggung total kerugian Rp. 150.000.000.

56 5/16/2016

(57)

Non Proportional Reinsurance

• Apabila penanggung ingin agar kelebihan kerugian yang melampaui batas jumlah

tanggung jawab tertinggi penanggung ulang juga dijamin oleh penanggung ulang, maka penanggung harus membeli jaminan

tambahan sampai dengan jumlah tertentu yang disebut second layer. Sementara

jaminan pertama tadi disebut first layer.

• Besar premi yang harus dibayar untuk

jaminan second layer ini biasanya lebih

(58)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

58

Non Proportional Reinsurance

2.Stop Loss :

Adalah suatu kontrak non proportional yang memberi suatu jaminan kepada

penanggung atas kerugian yang melebihi jumlah kerugian yang diperjanjikan untuk jenis kelas bisnis tertentu. Tanggung

jawab penanggung ulang juga terbatas pada suatu limit tertentu.

5/16/2016

(59)

Limit tanggung jawab penanggung

dalam kontrak stop loss ini dinyatakan dalam tingkat loss ratio selama tahun tertentu, misalnya 80%. Demikian

juga limit tanggung jawab

penanggung dapat disepakati kedua pihak misalnya 50%.

Non Proportional Reinsurance

(60)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia 60

Non Proportional Reinsurance

Jadi menurut kontrak tersebut, pihak

penanggung ulang tidak akan menanggung membayar ganti rugi sebelum limit loss ratio mencapai lebih dari 80%.

Jika misalnya terjadi loss ratio sampai

dengan 120%, maka penanggug ulang akan membayar ganti kerugian sebesar 40% untuk jenis kelas bisnis yang diperjanjikan.

5/16/2016

(61)

3.

Aggregate Excess of Loss

Dalam aggregate excess of loss prinsipnya memiliki cara kerja seperti pada stop loss ratio, tetapi limit jaminan kerugian yang ditanggung oleh penanggung ulang tidak dinyatakan dalam jumlah persentase loss ratio melainkan dalam sejumlah uang,

misalnya jaminan kerugiannya

Rp.1.000.000.000 yang melebihi (in excess of) Rp. 2.000.000.000,-

Non Proportional Reinsurance

(62)

Copyright © 2014

PT Reasuransi Nasional Indonesia

Non Proportional Reinsurance

Apabila penanggung mengalami kerugian hanya sampai dengan Rp. 2.000.000.000,- maka tidak ada kewajiban penanggung ulang untuk

membayar kewajibannya.

Apabila kerugian mencapai Rp. 3.000.000.000,- maka penanggung ulang wajib membayar

Rp. 1.000.000.000,-

62 5/16/2016

(63)

Referensi

Dokumen terkait

Apabila selama masa asuransi tertanggung meninggal dunia, maka dibayarkan manfaat asuransi / uang pertanggungan

Dalam Bagian Kriteria Perencanaan ini akan dibicarakan mengenai ukuran gambar, tata letak gambar untuk berbagai bagian pekerjaan, simbol-simbol, tebal garis dan

Berdasarkan uraian di atas, maka dibutuhkan suatu suatu pembelajaran yang akan mampu meningkatkan kemampuan metakognisi dan penguasaan konsep, yaitu pembelajaran berbasis

(1) Dalam rangka pemadaman kebakaran sebagaimana dimaksud pada Pasal 20 ayat (1) huruf b, maka setiap Pemegang Izin Pemanfaatan Hutan, Pemegang Izin Penggunaan Kawasan Hutan,

Kalvari, Yayasan LCC Depok serta semua pihak yang tidak dapat disebutkan satu persatu atas pelayanan yang telah diberikan sejak sakit hingga dipanggil-Nya ke pangkuan Bapa

Sehingga pada akhir penelitian ini dapat diketahui besarnya kemampuan penggunaan Tanaman Enceng Gondok dalam menurunkan kadar kekeruhan dan TSS pada air  Selokan Mataram

Berdasarkan hasil perhitungan statistik menggunakan software SPSS V.16 mengenai pengaruh variabel Struktur Aktiva, Ukuran Perusahaan, dan Profitabilitas terhadap

Untuk sistem proteksi kebakaran yang sudah ada pada gedung kantor ini seperti penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) yang berbahan powder dan terpasang di setiap lantai serta