PRINSIP DAN PRAKTEK REASURANSI JIWA
In House Training – Nasional Re
Reasuransi Jiwa Konvensional dan Syariah Jakarta, 13 Mei 2016
Oleh : Faried Susanto, SE, AAAIJ, FSAI, AIIS, CRMP
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Pengertian Reasuransi
Reasuransi adalah :
Suatu
cara penanggung untuk mengurangi atau
memperkecil beban risiko yang diterima dengan
mengalihkan seluruh atau sebagian risiko kepada
pihak penanggung lain.
2 5/16/2016
• Ceding Company adalah perusahaan asuransi yang membutuhkan backup
reasuransi dan istilah lain untuk Ceding Company adalah :
‒ Penanggung
‒ Cedant
‒ Direct Writing Company
‒ Asuradur
‒ Insurer
‒ Direct Writer, dan
‒ Direct Insurer
• Perusahaan yang
menyediakan backup reasuransi disebut Reinsurer, dan biasa disebut juga dengan istilah :
‒ Penanggung ulang
‒ Reinsurance Company
‒ Reasuradur, dan
‒ Assuming Company
Istilah
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Fungsi Reasuransi
• Sebagai tempat untuk penyebaran risiko (sharing of risk)
• Meningkatkan kapasitas akseptasi penanggung
• Memberikan perlindungan kepada penanggung dari kerugian underwriting
• Sebagai pertukaran bisnis, menerima dan memberi salah satu pihak
• Perusahaan Reasuransi dapat berfungsi sbg
konsultan dan dapat memberikan bantuan teknis kepada perusahaan asuransi
5/16/2016 4
Transaksi Reasuransi
Ceding Company Reinsurer
Transfer Risiko
Bayar Premi Reasuransi Accept Risiko
Bayar Klaim
Bayar allowances (RI Com)
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
BATAS RETENSI
•
Batas retensi (retension limit)adalah sejumlah besaran risiko dari suatu perusahaan
asuransi dimana jumlah risiko tersebut dapat ditahan sendiri tanpa backup reasuransi
• Perusahaan asuransi akan
mereasuransikan jumlah risiko
asuransinya bila melebihi batas retensinya
5/16/2016 6
RECAPTURE
• Seiring dengan berkembangnya perusahaan, biasanya batas
retensi perusahaan asuransi pun ikut meningkat.
• Berdasarkan alasan ini,
kebanyakan perjanjian kerjasama reasuransi memperkenankan
adanya recapture yaitu
membolehkan ceding company mengambil kembali bagian yang di reasuransikan, dengan
persyaratan tertentu.
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
RETROCESSION
• Seperti yang dilakukan perusahaan asuransi perusahaan reasuransi juga mungkin
membutuhkan transfer risiko kepada perusahaan reasuransi lain dan transaksi ini dikenal dengan nama retrosesi.
• Perusahaan yang menerima sebagian risiko dari reinsurer disebut dengan retrosesioner
(retrocessionaire).
8 5/16/2016
RETROCESSION
• Contoh, suatu polis bernilai $1,000,000,- dan $100,000 dapat ditahan sendiri oleh ceding company (retensi). Sisanya
sebesar $900,000 dibackup oleh
reasuradur. Namun Reasuradur hanya memiliki batas retensi sebesar $500,000, sehingga masih ada risiko sebesar
$400,000 yang harus di backup
reasuradur lain (retrosesioner).
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Bagan Proses Reasuransi dan Retrosesi
Ceding
Company Reinsurer Retro
sesioner
Proses
Reasuransi Proses
Retrosesi
Note : Reinsurer dan Retrosesioner jumlahnya dapat lebih dari satu perusahaan
UP=1.000.000
100.000 500.000 400.000
900.000 400.000
5/16/2016 10
Bagan Proses Reasuransi dan Retrosesi
11
Ceding Company
Reinsurer
A Retro
sesioner 1
Proses Reasuransi
Proses Retrosesi
Reinsurer B
Reinsurer C
Retro sesioner 2
Retro sesioner 3 Reinsurer
D
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Prinsip Landasan
Kerjasama Reasuransi
1. Prinsip Itikad Baik
2. Prinsip Insurable Interest
3. Prinsip Ganti Rugi (Indemnitas) 4. Prinsip Subrogasi
5. Prinsip Kontribusi/Saling Menanggung 6. Prinsip Follow the Fortune
5/16/2016 12
Prinsip Landasan
Kerjasama Reasuransi
Insurable Interest :
Dalam Life Assurance Act 1774 (Gambling Act), menyatakan suatu larangan pembuatan/
penerbitan polis asuransi jiwa untuk orang atau orang-orang yang tidak mempunyai insurable interest, ini berarti bahwa dalam Asuransi Jiwa, Insurable Interest harus ada pada saat
sebelum polis atau asuransi di terbitkan.
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia 14
Prinsip Landasan
Kerjasama Reasuransi
Dalam suatu kontrak asuransi jiwa, Insurable
Interest biasanya dianggap ada apabila :1. Ahli waris (beneficiary) akan menderita kerugian secara ekonomis karena
meninggalnya Tertanggung;
2. Pihak2 yang terlibat dalam kontrak asuransi jiwa mempunyai suatu hubungan yang
dekat baik berupa hubungan darah atau pernikahan.
5/16/2016
Prinsip Landasan
Kerjasama Reasuransi
Seorang Underwriter harus dapat membuktikan
pemikiran logis dari suatu permohonan asuransi jiwa dengan cara menanyakan pertanyaan2 berikut :
- “Would the beneficiary suffer a loss if the insured died prematurely?”
- “Would the beneficiary be better off economically after the death of the insured?”
- “If the beneficiary will be better off economically after the insured’s death than before, the insurable interest is questionable, and until the presence of insurable interest is definitely established, no insurance should be issued”.
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia 16
Prinsip Landasan
Kerjasama Reasuransi
Insurable Interest : Pemohon Third-party Selain ketentuan Insurable Interest
sebelumnya, masih diperbolehkan untuk
seseorang memohon aplikasi asuransi untuk
“orang lain”. Calon Tertanggung harus
memberikan persetujuan atas diterbitkannya asuransi tersebut.
Tipe asuransi demikian dikenal dengan nama
“asuransi pihak ketiga” (third-party insurance)
5/16/2016
Prinsip Landasan
Kerjasama Reasuransi
Third-party : Business Relationship
Beberapa contoh insurable interest dalam business relationship :
- Suatu perusahaan memiliki insurable interest atas kehidupan staf kunci yang penting untuk keberlangsungan suksesnya bisnis.
- Partner (mitra bisnis) memiliki insurable interest atas partner lainnya
- Pemberi kredit (creditor) memiliki insurable
interest atas kehidupan peminjam (Debtor)
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
TREATY REASURANSI
• Automatic Treaty
• Facultative Treaty
• Facultative
Obligatory-Treaty
18 5/16/2016
Automatic Treaty
Automatic Treaty adalah :
perjanjian kerjasama dimana ceding
company mensesikan sebagian
bisnis asuransinya berdasarkan
kriteria tertentu kepada reinsurer
tanpa memerlukan persetujuan
underwriting dari reinsurer terlebih
dahulu.
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Automatic Treaty
Dengan kontrak automatic treaty, reinsurer setuju untuk hal-hal sbb :
• Menerima seluruh yang disampaikan oleh ceding company sampai jumlah tertentu yang ditetapkan sesuai
retensinya
• Mengikuti ceding company berkaitan dengan asumsi underwriting yang
ditetapkan ceding company untuk seluruh bisnis.
20 5/16/2016
Automatic Treaty
Automatic Binding Limit :
Suatu besaran jumlah risiko dimana
reinsurer akan wajib menerima jumlahrisiko tersebut tanpa bukti
pertanggungan (evidence of
insurability).Biasanya Automatic Binding Limit
dinyatakan dalam berapa kali batas
retensi ceding company.
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Automatic Treaty
(sering disebut dengan Treaty saja)
Misal, ceding company mempunyai batas retensi $100.000,-, dan mempunyai
automatic treaty dengan reinsurer untuk
menerima risiko sd $500.000, tanpa bukti pertanggungan, dan sejumlah $400.000 akan menjadi bagian reinsurer.
Hal semacam ini disebut dengan
automatic binding limit 4x batas retensi
ceding company.
22 5/16/2016
Automatic Treaty
(sering disebut dengan Treaty saja)
Contoh :
- Perusahaan Asuransi Jiwa ABC menjual polis asuransi individu sebesar $1,000,000 dan
perusahaan hanya mempunyai limit retensi sebesar $100,000.
- Perusahaan tersebut melakukan kerjasama
dengan 2 reasuradur dan melakukan bind atas reinsurer pertama sebesar $400,000 dan
kemudian melakukan bind kembali atas tambahan $500,000 dari reinsurer kedua.
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Contoh Ketentuan dalam Auto-Treaty
Di dalam sebuah perjanjian kerjasama automatic treaty terdapat ketentuan2 seperti sebagai berikut : 1. Maksimum Uang Pertanggungan Rp. 5 Milyar.
2. Usia masuk (entry age) maksimal 65 tahun 3. Persyaratan underwriting ditentukan sesuai
kesepakatan kedua belah pihak
4. Rate premi sesuai dengan rate premi sesuai kesepakatan kedua belah pihak
24 5/16/2016
Facultative Treaty
(sering disebut dengan Facultative saja)
Di dalam kontrak Facultative berlaku bahwa apabila suatu penawaran dilakukan oleh ceding company, di dalam kontrak tersebut membolehkan hal-hal
sebagai berikut :
• ceding company mempertimbangkan apakah akan meminta reinsurer untuk melakukan cover
risikonya,
• reinsurer dapat mempertimbangkan apakah
dapat ikut berpartisipasi dalam risiko tersebut, dan
• ceding company dapat mempertimbangkan untuk menerima keputusan reinsurer atas risiko yang ditawarkannya.
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Facultative Treaty
Reinsurer dapat mempertimbangkan untuk
menerima (accept) atau menolak (decline) risiko yang ditawarkan ceding company.
Tidak seperti pada automatic treaty, di dalam facultative treaty, reinsurer dapat melakukan hal berikut :
• Melakukan proses underwriting atas kasus per kasus
• Menetapkan klasifikasi risiko, dan
• Dapat melakukan keputusan berdasarkan
pedoman underwriting dan ketentuan tersendiri
5/16/2016 26
Facultative - Obligatory Treaty
Dengan kontrak Facultative Obligatory Treaty maka :
• Ceding Company boleh (tidak wajib) memberikan sesi kepada reinsurer, dan
• Reinsurer wajib menerima sesi
berdasarkan penilaian underwriting dari ceding company sd jumlah yang
disepakati dalam treaty, jika reinsurer
memiliki kapasitas.
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Facultative – Obligatory Treaty
• Di dalam kontrak Fac-Ob Treaty, apabila
reinsurer tidak memiliki kapasitas yangmemadai dan tidak dapat meng-accept risiko dari ceding company, maka reinsurer harus memberitahukan kepada ceding company segera.
• Jika reinsurer tidak menyampaikan
pemberitahuan dalam waktu yang ditentukan, maka reinsurer secara otomatis dianggap
menyetujui risiko yang ditawarkan ceding
company.5/16/2016 28
Type of Reinsurance
Proportional Non
Proportional
Quota Share
Surplus/
Excess of Retention
1. Excess QS
Excess of Loss:
1. Working XOL
2. Cat XOL
Stop Loss Aggregate XOL
Type of Reinsurance Coverage
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Type of Reinsurance Coverage
1. Proportional Reinsurance adalah :
jenis coverage reasuransi untuk jumlah tertentu dimana ceding company dan reinsurer sepakat untuk membagi premi dan klaim berdasarkan jumlah atau persentase tertentu.
Contoh, ceding company dan reinsurer sepakat bahwa reinsurer akan menerima bagian 60%
dari UP semua produk whole life sampai limit tertentu. Apabila sebuah polis dengan UP
$1.000.000 di reasuransikan, maka reinsurer akan mendapat bagian sebesar 60% x
$1.000.000 = $600.000
5/16/2016 30
Type of Reinsurance Coverage
2. Nonproportional Reinsurance adalah :
salah satu jenis coverage reasuransi yang dirancang untuk memproteksi ceding company terhadap
fluktuasi dalam hal pengalaman loss atau dari loss ratio yang tinggi yang berasal dari underwriting yang buruk dan bentuk-bentuk lain kesalahan pengelolaan.
Seperti contoh, reinsurer sepakat membayar seluruh klaim di atas jumlah Rp 50 juta yang diajukan
berdasarkan jenis coverage dan di dalam periode waktu tertentu.
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
PLAN-PLAN REASURANSI
• Yearly Renewable Term (YRT)
• Coinsurance
• Modified Coinsurance
Ketiga jenis plan di atas termasuk dalam jenis proportional
reinsurance
5/16/2016 32
Yearly Renewable Term (YRT)
• Yearly renewable term (YRT) adalah suatu jenis kontrak reasuransi proportional dimana ceding company membeli sejumlah cover asuransi yang sama dengan Net Amount at Risk (NAR) pada porsi yang direasuransikan dari sebuah polis untuk tarip premi jangka waktu tahunan.
• Net Amount at Risk (NAR) untuk polis asuransi jiwa adalah manfaat kematian dari suatu polis
dikurangi dengan nilai tunai atau cadangan premi nya.
NAR = Manfaat Kematian – Nilai
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Yearly Renewable Term (YRT)
Contoh Tabel Decreasing Net Amount at Risk
Year Date NAR
1 01/01/2013 2.908.000
2 01/01/2014 2.734.000
3 01/01/2015 2.550.000
4 01/01/2016 2.354.000
5 01/01/2017 2.147.000
6 01/01/2018 1.926.000
7 01/01/2019 1.725.000
8 01/01/2020 0
5/16/2016 34
Yearly Renewable Term (YRT)
Net Amount at Risk
UP
0 1 2 3 4 5 6 7 8
NAR = UP – Nilai Tunai/Cadangan Net Amount at Risk
(NAR)
Nilai Tunai/Cadangan
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Yearly Renewable Term (YRT)
Year Age Rate Premi YRT (%o)
NAR (Rp)
Premi (Rp.)
1 30 0.90 2.908.000 2.617,20
2 31 1.00 2.734.000 2.734,00
3 32 1.20 2.550.000 3.060,00
4 33 1.30 2.354.000 3.061,20
5 34 1.42 2.147.000 3.048,74
6 35 1.57 1.926.000 3.023,82
7 36 1.63 1.725.000 2.811,75
8 37 1.89 0 0,00
Contoh perhitungan premi reasuransi dengan metode YRT : Polis Endowment, x=30, n=8
5/16/2016 36
Coinsurance
Coinsurance adalah suatu jenis kontrak reasuransi proporsional dimana ceding company dan reinsurer membagi
kewajiban pertanggungan termasuk death benefit dan nonforfeiture value (nilai
tebus), dan kewajiban untuk membentuk
cadangan.
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Contoh, batas retensi ceding company
Rp.100.000, mengeluarkan polis senilai
Rp.250.000,- dan membeli backup reasuransi dalam bentuk coinsurance sebesar
Rp.150.000,- Maka sepanjang kontrak polisnya
reinsurer berhak menerima tiga per lima(150.000/250.000) dari gross premi dikurangi biaya2 ceding company.
Coinsurance
5/16/2016 38
Demikian juga, reinsurer mempunyai kewajiban untuk membayar 3/5 dari jumlah klaim, nilai tebus, dividen polis yang dibayarkan, dan bertanggung
jawab menjaga cadangan polis yang dibutuhkan.
Coinsurance
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Coinsurance
Year Premi Biaya Net Premi
Share Reinsurer
Premi Reins’r
Klaim Reinsurer
1 50000 10000 40000 3/5 24000 150000
2 50000 5000 45000 3/5 27000 150000
3 50000 5000 45000 3/5 27000 150000
4 50000 5000 45000 3/5 27000 150000
5 50000 5000 45000 3/5 27000 150000
UP : 250.000
Retensi : 100.000
Bagian Reinsurer : 150.000
CONTOH
40 5/16/2016
Modified Coinsurance
Modified Coinsurance (Modco) adalah suatu jenis kontrak
reasuransi proporsional yang
mengakomodasi kerugian pada metode coinsurance dari sisi
ceding company.
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Seperti pada coinsurance, dengan metode Modco, reinsurer
menerima sebagian dari porsi premi ceding company dan
sepakat untuk berkontribusi
secara proporsional pada seluruh manfaat polis.
Modified Coinsurance
42 5/16/2016
Modified Coinsurance
Pada akhir tahun, reinsurer mentransfer kembali ke ceding company sejumlah
yang sama dengan kenaikan cadangan
untuk porsi polis yang direasuransikan,
dikurangi bunga yang diperoleh ceding
company pada cadangan untuk porsi
tersebut.
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Modified Coinsurance
Keuntungan metode Modco adalah
• ceding company dapat melakukan control cadangan untuk tujuan investasi
perusahaan.
• metode Modco dapat membantu
perusahaan kecil memupuk asetnya lebih cepat daripada menggunakan metode
coinsurance biasa.
44 5/16/2016
Metode Proportional Reinsurance
Dalam kerjasama reasuransi biasanya selalu ditentukan metode untuk menetapkan jumlah pertanggungan yang di sesikan melalui
reasuransi proportional. Ada 2 metode yang sangat umum dipakai yaitu :
1. Quota Share
2. Surplus atau Excess of retention
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Metode Proportional Reinsurance
1. Metode Quota Share : adalah salah satu
metode penempatan sesi dari ceding
company kepada reinsurer dengan cara
menahan persentase tertentu dari risiko dan mensesikan persentase sisanya kepada satu atau lebih reinsurer.
Ada 2 bentuk quota share : a. Excess quota share;
b. First dollar quota share.
46 5/16/2016
Metode Proportional Reinsurance
a. Excess Quota Share : ceding company
menahan penuh batas retensi dan mensesikan risiko sisanya kepada 2 atau lebih reinsurer
berdasarkan persentase.
Contoh, suatu polis bernilai Rp. 500.000,-
ditahan oleh ceding company sesuai dengan
batas retensinya Rp. 200.000,-. Ada 2 reinsurer yang mendapat sesi sebesar Rp. 300.00,- ini.
Reinsurer A mendapat 40% (Rp. 120.000) dan
Reinsurer B 60% (Rp. 180.000).
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Metode Proportional Reinsurance
b.
First Dollar Quota Share : ceding company mensesikan persentase tertentu dari seluruh risiko kepada reinsurer, dimana ceding company mensesikan pertanggungannya dari jumlah rupiah pertama (first dollar).
48 5/16/2016
Metode Proportional Reinsurance
Contoh, ceding company menetapkan quota share dengan Reinsurer A dan
Reinsurer B. Ceding Company sepakat
untuk menahan 20% untuk setiap risiko,
Reinsurer A 35% dan Reinsurer B 45%.
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Metode Proportional Reinsurance
2. Metode Excess of Retention : ceding company mensesikan
jumlah tertentu dari pertanggungan yang melebihi batas retensinya.
50 5/16/2016
Contoh, Ceding Company mempunyai batas
retensi Rp.500.000,-. Ceding Company tersebut mempunyai dua kontrak treaty untuk perusahaan reasuransi yang berbeda, Reinsurer A dan
Reinsurer B.
• Reinsurer A sepakat untuk mengambil excess retensi sd Rp.2 juta, dan
• Reinsurer B dapat mengambil bagian excess retensi di atas Rp. 2 juta tetapi tidak melebihi Rp. 5 juta.
Metode Proportional
Reinsurance
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
• Apabila ceding company menjual polis
sebesar Rp. 3 juta, maka ceding company tersebut akan menahan risiko sebesar
Rp.500.000,-
• ReinsurerA mengambil bagian Rp. 2 juta
• Reinsurer B sisanya sebesar Rp. 500.000,- dan
Metode Proportional Reinsurance
52 5/16/2016
Jenis Plan Reasuransi yang Lain
• Nonproportional Reinsurance
• Pool Reinsurance
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Non Proportional Reinsurance
1.Excess of Loss
a.Working Excess of Loss
b.Catastrophical Excess of Loss 2.Stop Loss, dan
3.Aggregate Excess of Loss
54 5/16/2016
Non Proportional Reinsurance
1. Excess of Loss
• Yaitu jumlah jaminan kerugian yang menjadi beban penanggung ulang setelah underlying net retension, misalnya Rp. 250.000.000 in excess of Rp. 100.000.000
• Dalam hal terjadi kerugian sebesar Rp. 350.000.000, maka yang menjadi tanggung jawab reinsurer adalah Rp. 250.000.000
• Kemudian dalam hal terjadi kerugian adalah sebesar Rp. 100.000.000, maka reinsurer bebas dari tuntutan ganti kerugian.
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Non Proportional Reinsurance
• Namun, apabila terjadi kerugian adalah Rp. 400.000.000, maka reinsurer hanya membayar sebesar Rp. 250.000.000, dan penanggung kembali menanggung sisanya sebesar Rp. 50.000.000,-
sehingga penanggung menanggung total kerugian Rp. 150.000.000.
56 5/16/2016
Non Proportional Reinsurance
• Apabila penanggung ingin agar kelebihan kerugian yang melampaui batas jumlah
tanggung jawab tertinggi penanggung ulang juga dijamin oleh penanggung ulang, maka penanggung harus membeli jaminan
tambahan sampai dengan jumlah tertentu yang disebut second layer. Sementara
jaminan pertama tadi disebut first layer.
• Besar premi yang harus dibayar untuk
jaminan second layer ini biasanya lebih
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
58
Non Proportional Reinsurance
2.Stop Loss :
Adalah suatu kontrak non proportional yang memberi suatu jaminan kepada
penanggung atas kerugian yang melebihi jumlah kerugian yang diperjanjikan untuk jenis kelas bisnis tertentu. Tanggung
jawab penanggung ulang juga terbatas pada suatu limit tertentu.
5/16/2016
Limit tanggung jawab penanggung
dalam kontrak stop loss ini dinyatakan dalam tingkat loss ratio selama tahun tertentu, misalnya 80%. Demikian
juga limit tanggung jawab
penanggung dapat disepakati kedua pihak misalnya 50%.
Non Proportional Reinsurance
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia 60
Non Proportional Reinsurance
Jadi menurut kontrak tersebut, pihak
penanggung ulang tidak akan menanggung membayar ganti rugi sebelum limit loss ratio mencapai lebih dari 80%.
Jika misalnya terjadi loss ratio sampai
dengan 120%, maka penanggug ulang akan membayar ganti kerugian sebesar 40% untuk jenis kelas bisnis yang diperjanjikan.
5/16/2016
3.
Aggregate Excess of Loss
Dalam aggregate excess of loss prinsipnya memiliki cara kerja seperti pada stop loss ratio, tetapi limit jaminan kerugian yang ditanggung oleh penanggung ulang tidak dinyatakan dalam jumlah persentase loss ratio melainkan dalam sejumlah uang,
misalnya jaminan kerugiannya
Rp.1.000.000.000 yang melebihi (in excess of) Rp. 2.000.000.000,-
Non Proportional Reinsurance
Copyright © 2014
PT Reasuransi Nasional Indonesia
Non Proportional Reinsurance
Apabila penanggung mengalami kerugian hanya sampai dengan Rp. 2.000.000.000,- maka tidak ada kewajiban penanggung ulang untuk
membayar kewajibannya.
Apabila kerugian mencapai Rp. 3.000.000.000,- maka penanggung ulang wajib membayar
Rp. 1.000.000.000,-
62 5/16/2016