BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA DAN TEORI
2.1 Tinjauan Umum
Digital Technology Office and Research Center merupakan bangunan kantor dan pusat penelitian di bidang teknologi digital yang berada di BSD City.
Bangunan ini bertujuan untuk mengangkat potensi BSD City dalam bidang perekonomian dan pendidikan untuk menghadapi isu revolusi industri 4.0.
2.1.1 Digital Technology
Digital Technology atau teknologi digital merupakan teknologi yang tidak lagi menggunakan tenaga manusia. Digitalisasi merupakan sistem pengoperasian otomatis yang menggunakan komputer. Sistem ini telah banyak merubah kehidupan manusia terutama pada saat revolusi 4.0. Segalanya menjadi terkoneksi dan terintegrasi satu sama lainnya (Aji, 2016).
2.1.2 Office
Secara etimologi, kantor berasal dari kata office dalam bahasa Inggris yang berarti sebagai kewajiban, tugas, fungsi, jabatan, markas, atau ruang dimana seorang pengusaha beserta staffnya menjalankan aktivitas kerja. Secara terminologi, kantor adalah setiap tempat yang biasa dipakai untuk melakukan pekerjaan tatausaha, dengan nama tempat apapun. Berdasarkan pengertian tersebut, apapun nama tempatnya, jika tempat tersebut melakukan pekerjaan tata usaha, maka tempat tersebut dapat dikategorikan sebagai kantor (Siregar, 2017).
Sedangkan menurut Mills, kantor adalah tempat diselenggarakannya kegiatan tata usaha di mana terdapat ketergantungan sistem antara orang, teknologi, dan prosedur untuk menangani data dan informasi mulai dari menerima, mengumpulkan, mengolah, menyimpan, sampai menyalurkannya (Ida, 2008).
Menurut Mills, fungsi kantor adalah sebagai berikut:
1. Menerima informasi
2. Merekam dan meyimpan data-data serta informasi 3. Merekam dan meyimpan data-data serta informasi 4. Mengatur informasi
5. Memberi informasi 6. Melindungi aset
2.1.3 Research Center
Research center merupakan pusat penelitian yang berfungsi sebagai wadah bagi para peneliti dalam melakukan penelitian dan pengembangan mengenai objek tertentu. Menurut Smith (1981), penelitian harus dilakukan dan dilaporkan sehingga argumen yang diteliti dapat diperiksa. Riset harus diseminasikan atau disosialisasikan dalam bentuk jurnal, presentasi, dan sebagainya dengan deskripsi yang detail mengenai metode yang dilakukan (Morgan, Gliner, & Harmon, 1999).
Penelitian yang dilakukan pada Research Center memiliki beberapa fungsi, yaitu:
1. Meningkatkan ilmu pengetahuan mengenai disiplin ilmu tertentu.
2. Menciptakan sebuah metode untuk menilai sebuah fenomena.
3. Menjelaskan fenomena yang relevan dan hubungan satu dengan yang lainnya.
4. Mencari bukti terhadap fenomena tertentu.
2.2 Tinjauan Arsitektural 2.2.1 Standar Ukuran
Kajian arsitektural yang dilakukan adalah mengenai standar ukuran bagi objek perancangan Office and Research Center. Data yang didapat menjadi acuan dalam menentukan luasan yang dibutuhkan untuk beraktivitas dalam suatu ruangan secara nyaman.
2.2.1.1 Kantor dan Ruang Kerja Penelitian
Kantor dan ruang kerja penelitian memiliki aturan untuk besaran ruang dan
furniture untuk dapat digunakan dengan nyaman. Ukuran standar ini digunakan
penulis dalam menentukan besaran ruang minimal bagi unit kantor dan ruang kerja penelitian pada objek perancangan. Kedua fungsi ini menggunakan komputer sebagai media untuk melakukan pekerjaan.
Gambar 2. 1 Dimensi Standar Ruang Kerja
(Sumber: Data Arsitek jilid 3 hal. 346)
Gambar 2. 2 Dimensi Furniture Ruang Kerja
(Sumber: Data Arsitek jilid 3 hal. 349)
Gambar 2. 3 Standar Kenyamanan Saat Bekerja dengan Komputer
(Sumber: Data Arsitek jilid 3 hal. 351)
2.2.1.2 Ruang Pameran
Pada fungsi edukasi, terdapat ruang pameran yang bersifat sementara dan permanen. Objek yang akan dipamerankan adalah benda-benda dari hasil penelitian yang dilakukan di research center. Ukuran dari ruang pameran harus memiliki standar yang baik sehingga pengunjung dapat melihat pameran dengan nyaman.
Gambar 2. 4 Dimensi Ruang Pameran
(Sumber: Data Arsitek jilid 3)
2.2.1.3 Perpustakaan
Pada fungsi lifestyle hub dan edukasi, terdapat perpustakaan yang menjadi sarana untuk membaca bagi para pekerja kantor maupun para peneliti. Selain itu, perpustakaan ini juga dapat diakses oleh pendatang fungsi edukasi yang berasal dari sekolah maupun perguruan tinggi. Ketinggian rak buku menyesuaikan dengan umur penggunanya. Berikut adalah beberapa aturan mengenai ketinggian rak buku untuk orang dewasa, pelajar, dan anak – anak:
Gambar 2. 5 Dimensi Rak Buku Perpustakaan
(Sumber: Data Arsitek jilid 2 hal. 3)
2.2.1.4 Ruang Seminar
Pada fungsi edukasi, terdapat ruang multifungsi yang dapat berfungsi juga sebagai ruang untuk melakukan seminar atau presentasi mengenai hasil dari penelitian kepada masyarakat umum atau pengunjung yang berasal dari sekolah maupun perguruan tinggi. Berikut adalah variasi susunan bangku yang dapat digunakan dalam ruang seminar:
Gambar 2. 6 Layout Denah Ruang Seminar
(Sumber: Data Arsitek jilid 1 hal. 269)
2.2.1.5 Musholla
Pada fungsi lifestyle hub dan edukasi, terdapat musholla yang dapat
digunakan oleh seluruh pelaku kegiatan. Musholla ini bersifat publik karena dapat
diakses oleh siapapun yang datang untuk menunjungi bangunan ini. Ukuran bagian
tubuh saat beribadah perlu diperhatikan untuk dapat menentukan luasan dan
kapasitas orang yang dapat beribadah dalam musholla dengan nyaman dan khusyu.
Gambar 2. 7 Dimensi Orang Beribadah
(Sumber: Data Arsitek jilid 3 hal. 585)
2.2.1.6 Tangga
Tangga memiliki bentuk yang beragam. Bentuk tangga yang dipilih dapat disesuaikan dengan lahan yang tersedia pada bangunan. Berikut jenis-jenis bentuk tangga yang dapat digunakan dalam perancangan:
Gambar 2. 8 Layout Bentuk Tangga
(Sumber: Data Arsitek jilid 3 hal. 192)
2.2.1.7 Lift
Lift biasa digunakan pada bangunan kantor dan pusat penelitian. Lift dapat
berfungsi bagi para penyandang disabilitas sehingga tetap dapat dengan mudah
mengakses setiap lokasi pada bangunan. Ukuran lift harus disesuaikan dengan
ukuran standar untuk dapat digunakan dengan nyaman.
Gambar 2. 9 Dimensi Lift
(Sumber: Data Arsitek jilid 3 hal. 197)
2.2.1.8 Tempat Parkir
Salah satu dari fungsi penunjang adalah tempat parkir mobil dan motor.
Ukuran dari tempat parkir mobil harus menyesuaikan dari ukuran kendaraan yang akan parkir. Sebelum menentukan jumlah parkiran yang dapat disediakan pada bangunan, penulis harus mengetahui ukuran yang diperlukan oleh setiap kendaraan.
Berikut ukuran yang diperlukan untuk kendaraan mobil dan motor:
Gambar 2. 10 Dimensi Mobil
(Sumber: Data Arsitek jilid 3 hal. 437)
Bentuk dari tempat parkir memiliki beberapa macam variasi. Bentuk dari tempat parkir dapat menyesuaikan kebutuhan dan luas lahan yang tersedia pada site maupun bangunan yang akan dirancang.
Gambar 2. 11 Layout Tempat Parkir Mobil
(Sumber: Data Arsitek jilid 3 hal. 437)
2.2.2 Green Building
2.2.2.1 Pengertian Green Building
Menurut Samari, green building berfungsi sebagai dasar pengembangan
konstruksi yang berkelanjutan. Bangunan hijau diklaim sebagai bangunan yang
memenuhi standar dengan cara mengurangi dampak buruk terhadap lingkungan
sekitarnya. Selain itu, bangunan harus menjaga dan meningkatkan kesehatan
penggunanya (Abualrejal, Udin, & Mohtar, 2017).
2.2.2.2 Aplikasi Green Building pada Bangunan
Green Building Council Indonesia (GBCI) membuat sistem rating yang dapat mengukur apakah suatu bangunan sudah dapat dikatakan sebagai bangunan hijau. Menurut GBCI, terdapat enam poin greenship criteria, yaitu:
1. Appropriate Site Development (Tepat Guna Lahan)
2. Energy Efficiency & Refrigerant/ EER (Efisiensi Energi & Refrigeran) 3. Water Conservation (Konservasi Air)
4. Material Resources & Cycle (Sumber & Siklus Material)
5. Indoor Air Health & Comfort (Kualitas Udara & Kenyamanan Udara) 6. Building & Environtment Management (Manajemen Lingkungan
Bangunan)
Keenam aspek tersebut memiliki aspek turunan yang lebih mendalam, seperti contohnya adalah penggunaan transportasi publik dan sepeda yang merupakan turunan dari poin appropriate site development. Semakin banyak kriteria yang dipenuhi pada suatu bangunan, maka bangunan tersebut dapat dikatakan semakin “hijau” (GBCI, 2012). Kriteria greenship dapat dilihat pada lampiran.
2.3 Tinjauan Empiris
2.3.1 Preseden Office: The New Bund World Trade Center 2.3.2.1 General information
Architect: Benoy Area: 140.000 m
2Year: 2017
Category: Office Building, Market
Desain dari The New Bund World Trade Center merupakan desain lanjutan
dari Lujiazui Qiantan Business District. Pada bangunan ini sistem pejalan kaki
perkotaan multi-layer & keterikatan ruang dimaksimalkan untuk menghasilkan
sebelah barat. Sesuai dengan tujuan menciptakan hub gaya hidup yang baru dan dinamis untuk kota ini, World Trade Center dirancang sebagai tujuan bisnis berkelanjutan yang menampilkan tata ruang ramah pejalan kaki yang menggabungkan banyak ruang hijau.
Gambar 2. 12 Fasilitas The New Bund World Trade Center
(Sumber: Gambar diolah oleh penulis, 2020)
2.3.2.2 Konsep
Bangunan ini menyediakan desain dengan banyak ruang terbuka, pedestrian
yang layak, penanaman tumbuhan hijau, dan juga menyediakan retail untuk
menciptakan sarana rekreasi untuk pekerja kantor, pengunjung dan penduduk di
dekatnya. Terdapat plaza terbuka untuk memberikan ruang terbuka publik yang
luas dan berbagai area untuk bersantai selama istirahat makan siang dan setelah
bekerja.
Gambar 2. 13 Plaza Terbuka Pada Bangunan The New Bund World Trade Center
(Sumber: https://www.archdaily.com/888485/the‐new‐bund‐world‐trade‐center‐phase‐i‐in‐
shanghai‐benoy)
2.3.2.3 Program Ruang dan Sirkulasi
Sirkulasi berpola cluster dimana terbagi dalam zonasi yang memiliki dua fungsi berbeda, dimana sisi barat untuk kantor dan sisi timur untuk area perbelanjaan atau lifestyle hub. Terdapat dua jenis pintu masuk, yaitu main entrance dan side entrance. Side entrance berfungsi untuk para pekerja yang ingin langsung memasuki area kantor tanpa melewati area lifestyle terlebih dahulu.
Sirkulasi pada area plaza merupakan linier dan menghubungkan antar massa.
Gambar 2. 14 Program Ruang dan Sirkulasi Bangunan The New Bund World Trade Center
2.3.2.4 Tatanan Massa
Tatanan massa bangunan merupakan cluster dengan bentukan persegi yang disusun secara interlocking. orientasi bangunan menghadap ke arah utara dan selatan. Terdapat perbedaan ketinggian pada fungsi bangunan kantor dan lifestyle hub. Office cenderung didesain sebagai bangunan vertikal, sedangkan lifestyle hub didesain sebagai bangunan horizontal (tidak tinggi).
Gambar 2. 15 Tatanan Massa Bangunan The New Bund World Trade Center
(Sumber: Gambar diolah oleh penulis, 2020)
2.3.2 Preseden Research Center: King Abdullah Petroleum Studies and Research Centre
2.3.2.1 General information
Architect: Zaha Hadid Architect Area: 70.000 m
2Year: 2017
Category: Research Center
KAPSARC (King Abdullah Petroleum Studies and Research Centre) adalah
institusi penelitian non-profit yang berkontribusi pada penghematan energi
bangunan. Research Center ini bekerja sama dengan berbagai organisasi dan
pemerintah dalam mengatasi permasalahan energi serta bertujuan untuk
membagikan pengetahuan tersebut bagi masyarakat. KAPSARC juga dinobatkan
sebagai Gedung ‘terpintar’ Arab Saudi dalam program Honeywell Smart Building Awards terutama untuk kelestarian lingkungan.
Gambar 2. 16 Fasilitas Pada Bangunan King Abdullah Petroleum Studies and Research Centre
(Sumber: Gambar diolah oleh penulis, 2020)
2.3.2.2 Konsep
KAPSARC merepresentasikan arsitektur kontemporer dengan desain trend dan teknologi yang digunakan pada bangunannya. KAPSARC memiliki style dan bentuk yang unik serta memiliki nilai yang kuat pada bentuk dan geometri bangunannya. Bangunan ini didesain dengan pendekatan konsep analogi berupa
“cell of life”. Bentuknya merepresentasikan sel daun, molekul benzena, sarang
madu, dan molekul air. Bangunan ini juga didesain dengan konsep simbol dengan
adanya menara pada bagian tengah yang melambangkan hubungan dengan surga.
Gambar 2. 17 Konsep Bangunan King Abdullah Petroleum Studies and Research Centre (Sumber: https://archello.com/project/king‐abdullah‐petroleum‐studie‐and‐research‐centre)
2.3.2.3 Program Ruang dan Sirkulasi
KAPSARC seluas 70.000 m2 menggabungkan lima bangunan: Pusat Pengetahuan Energi; Pusat Komputer Energi; Pusat Konferensi dengan ruang pameran dan auditorium 300 kursi; Perpustakaan Penelitian dengan arsip untuk 100.000 volume; dan Musholla. Mengistimewakan pejalan kaki, setiap bagian bangunan diakses melalui area public pada bagian tengah yang berfungsi sebagai tempat bertemu dan penghubung antar bangunan. Sirkulasi KAPSARC dibuat dengan lebih dinamis menyesuaikan dengan massa dari bangunan.
Gambar 2. 18 Program Ruang dan Tatanan Massa Bangunan King Abdullah Petroleum
Studies and Research Centre (Sumber: Gambar diolah oleh penulis, 2020)
2.3.2.4 Tatanan Massa
KAPSARC memiliki bentuk modular berupa persegi enam yang merupakan pengembangan dari analogi “cell of life”. Bentuk heksagonal memiliki konektivitas yang lebih baik dibandingkan dengan bentuk modul dengan empat sisi.
Penambahan modul dapat dilakukan dengan menambah grid sarang madu untuk ekspansi di masa yang akan datang. Bukaan pada fasad bangunan diatur menyesuaikan dengan arah bangunan dan orientasi terhadap matahari serta arah angin. Bentuk atap juga dioptimalkan untuk dapat menangkap angin sehingga dapat mengalir pada bagian tengah bangunan.
Gambar 2. 19 Tatanan Massa Bangunan King Abdullah Petroleum Studies and Research
Centre
(Sumber: https://www.archdaily.com/882341/king‐abdullah‐petroleum‐studies‐and‐research‐
centre‐zaha‐hadid‐architects?ad_source=search&ad_medium=search_result_all)
Perbandingan Preseden Office dan Research Center adalah sebagai berikut:
Tabel 2. 1 Kesimpulan Preseden
(Sumber: Tabel diolah oleh penulis, 2020)
2.3.3 Preseden Konsep: Samsung Office 2.3.3.1 General information
Architect: Zaha Hadid Architect Area: 70.000 m
2Year: 2017
Category: Research Center
Kantor Samsung memiliki penekanan desain yang sesuai dengan kebutuhan
para pekerja pada saat ini. Desainnya bertujuan untuk meningkatkan produktivitas
dengan cara menyeimbangkankehidupan bekerja dengan lifestyle para pekerjanya.
Massa bangunan dibuat untuk saling terkoneksi secara horizontal maupun vertikal sehingga menciptakan kolaborasi yang baik akan penggunanya. Sirkulasi bangunan dibuat melingkar untuk memudahkan pencapaian dari satu lokasi ke lokasi lainnya.
Selain penekanan terhadap "work-life balance”, terdapat fungsi public courtyard yang mendorong adanya interaksi.
Gambar 2. 20 Fasilitas pada Bangunan Samsung Office
(Sumber: Gambar diolah oleh penulis, 2020)
2.3.3.2 Aplikasi Konsep “Collaboration”
Preseden ini diambil karena sesuai dengan konsep “Collaboration” yang
diaplikasikan pada empat aspek, yaitu massing, circulation, program, dan space
criteria. Secara massa bangunan, Kantor Samsung memiliki massa dan ruangan
yang saling terhubung. Pengolahan massa yang saling terhubung berhubungan
dengan penataan sirkulasi bangunan, yaitu concentrated circulation. Bangunan ini
juga memiliki communal spaces pada lantai dasar dan informal workspace sehingga
menunjang lifestyle para pekerjanya. Poin yang terakhir adalah bangunan ini
memiliki ruang kerja yang terbuka atau open workspace sehingga seluruh pekerja
dapat terkoneksi dan berkolaborasi dengan baik.
Gambar 2. 21 Penerapan Konsep "Collaboration" pada Bangunan Samsung Office
(Sumber: Gambar diolah oleh penulis, 2020)