1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Perkembangan dunia usaha yang sangat pesat saat ini membuat laporan keuangan menjadi hal yang sangat penting dalam suatu perusahaan. Laporan keuangan merupakan catatan informasi keuangan suatu perusahaan dalam suatu periode tertentu. Dalam laporan keuangan dapat menggambarkan kondisi suatu perusahaan, sebagai bahan pengambilan keputusan baik bagi perusahaan, investor maupun pemerintah. Laporan keuangan juga dapat digunakan untuk menilai kinerja suatu perusahaan. Penilaian kinerja perusahaan bisa digunakan untuk menilai sejauh mana kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuannya, bahan evaluasi bagi perusahaan dan juga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan. Penilaian kinerja juga digunakan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mengelola sumber daya yang ada.
Penilaian kinerja sangatlah penting bagi suatu perusahaan. Salah satu tujuan dari suatu perusahaan yaitu untuk menghasilkan keuntungan bagi para pemegang saham. Dengan penilaian kinerja yang baik dapat menarik perhatian investor dan juga dapat membuat perusahaan dapat bertahan dan bisa bersaing dengan perusahaan lain. Investor akan memutuskan untuk berinvetasi atau tidak dilihat dari kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan dan juga performa dari suatu perusahaan.
Sektor energi merupakan salah satu sektor yang penting bagi suatu negara.
Sektor energi mencakup perusahaan yang menjual produk dan jasa terkait dengan ekstraksi energi yang mencakup energi tidak terbarukan sehingga pendapatan secara langsung dipengaruhi oleh harga komoditas energi dunia seperti perusahaan pertambangan minyak bumi, gas alam, batu bara dan perusahaan-perusahaan yang menyediakan jasa yang mendukung industri tersebut. Sektor energi juga mencakup perusahaan yang menjual produk dan jasa energi alternatif. Di Indonesia sendiri memiliki potensi sumber daya energi yang beragam, baik dari sumber fosil hingga non fosil. Energi merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Di Indonesia juga memiliki jumlah penduduk yang banyak.
2
Konsumsi energi di Indonesia semakin meningkat dan diprediksi peningkatan akan meningkat di masa depan. Hal ini bisa membuat invetor tertarik untuk berinevetasi di sektor energi.
Penilaian kinerja perusahaan biasanya dapat dilakukan dengan beberapa analisis dan umumnya menggunakan rasio keuangan seperti profitabilitas, solvabilitas dan likuiditas. Menurut Warsono (2003), dalam suatu analisis rasio keuangan harus digunakan dengan hati-hati karena memiliki keterbatasan.
Keterbatasan tersebut dapat dilihat dari penggunaan data nilai keuangan historis dan tanpa mempertimbangkan nilai pasar dari aset yang dimiliki sehingga data yang digunakan terkadang tidak mencerminkan nilai yang sebenarnya dan tidak memperhitungkan biaya atas penggunaan dana. Kelemahan dari analisis rasio keuangan tersebut bisa diatasi dengan dikembangkannya konsep pengukuran kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan metode nilai tambah (value added). Metode nilai tambah dapat digunakan untuk memudahkan dalam pengambilan keputusan dalam berinvestasi dan untuk meningkatkan kinerja bagi perusahaan. Metode nilai tambah dapat mengukur kinerja secara tepat berdasarkan kepentingan para pemegang saham atau investor. Metode nilai tambah (value added) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu economic value added (EVA), market value added (MVA) dan financial value added (FVA).
Menurut Brigham & Houston (2010), konsep economic value added (EVA) dan market value added (MVA) dikemukakan pertama kali oleh Bennet Stewart dan Joel Stern yang merupakan analis keuangan dari perusahaan Stern Stewart &
Company pada tahun 1993. Economic value added (EVA) merupakan nilai yang ditambahkan oleh manajemen kepada pemegang saham selama suatu periode tertentu. Economic value added (EVA) merupakan salah satu metode yang bisa menggambarkan kinerja keuangan dalam suatu perusahaan apakah perusahaan telah mampu menciptakan nilai tambah atau tidak. Jika nilai Economic value added (EVA) positif berarti mengindikasikan bahwa perusahaan tersebut berhasil menciptakan nilai tambah secara ekonomis dan perusahaan berhasil meningkatkan return di atas biaya modal (cost of capital). Konsep economic value added (EVA) dapat juga digunakan untuk melengkapi analisis rasio keuangan karena economic value added (EVA) dapat mengukur kinerja secara tepat dengan sepenuhnya
3
memperhatikan kepentingan investor. Dalam konsep ini juga dapat diketahui berapa sebenarnya biaya yang harus dikeluarkan sehubungan dengan penggunaan modal usaha dalam perusahaan.
Selain economic value added (EVA) dapat juga menggunakan konsep market value added (MVA) untuk mengetahui kinerja keuangan perusahaan.
Menurut Sartono (2001), tujuan utama perusahaan adalah memaksimalkan kemakmuran pemegang saham. Selain untuk memaksimalkan kemakmuran bagi pemegang saham juga bertujuan untuk memastikan sumber daya perusahaan dialokasikan secara efisien dan memberi manfaat ekonomi. Market value added (MVA) adalah memaksimalkan selisih antara market value of equity dengan jumlah yang ditanamkan pemegang saham ke dalam perusahaan. Dengan demikian, MVA ini dapat mengindikasikan keberhasilan suatu perusahaan dalam memaksimalkan kekayaan pemegang saham dengan alokasi-alokasi yang tepat. Menurut Brigham &
Houston (2012), market value added merupakan nilai pasar ekuitas dengan nilai buku yang disajikan dalam laporan neraca, nilai pasar dihitung dengan mengalikan antara harga saham dengan jumlah saham yang beredar. Jika MVA positif berarti manajer berhasil menciptakan nilai tambah bagi perusahaan sebaliknya jika MVA negatif maka manajer gagal menciptakan nilai tambah bagi perusahaan.
Selain economic value added (EVA) dan market value added (MVA) dapat juga menngunakan metode financial value added (FVA) untuk mengetahui kinerja keuangan suatu perusahaan. Menurut Iramani & Febrian (2005), financial value added (FVA) adalah metode baru dalam mengukur kinerja dan nilai tambah perusahaan. Metode ini mempertimbangkan kontribusi dari fixed assets dalam menghasilkan keuntungan bersih perusahaan.
Dalam penelitian Hefrizal & Laelisneni (2018) meneliti pada PT. Unilever Indonesia dari hasil penelitian tersebut dijelaskan Analisis kinerja keuangan menggunakan metode economic value added (EVA) menunjukkan perkembangan yang positif selama tiga tahun terakhir yakni EVA > 0 maka telah terjadi nilai tambah ekonomis dan kinerja keuangan perusahaan dapat dikatakan baik.
Dalam penelitian Iswandira et al., (2015), dalam penelitian ini menunjukan hasil penelitian bahwa economic value added (EVA) bernilai positif hal ini mengindikasikan bahwa perusahaan mampu menghasilkan nilai tambah bagi
4
pemegang saham. Dan untuk market value added (MVA) juga menunjukkan nilai yang positif. Hal ini menunjukan perusahaan mampu menambah nilai bagi pemegang saham. MVA positif mencerminkan bahwa pasar bereaksi positif terhadap perusahaan.
Dalam penelitian Fauziah (2012), dari penelitian ini menunjukkan bahwa perhitungan menggunakan metode economic value added (EVA) menunjukkan bahwa kinerja keuangan periode tersebut tidak mampu memenuhi harapan para pemegang saham atau EVA bernilai negative
Dalam penelitian Irawan & Manurung (2020), dari penelitian ini menunjukkan bahwa EVA tidak berhasil menciptakan nilai bagi invetor. Dan MVA pada tahun 2017 dan 2018 bernilai negative yang berarti manajemen tidak berhasil menciptakan nilai bagi pemegang saham. Sedangkan MVA pada tahun 2019, perusahaan mampu meningkatkan kekayaan bagi pemegang saham atau MVA positif
Dalam penelitian Sunardi (2018), dari penelitian ini dijelaskan nilai rata- rata economic value added (EVA) PT.Adhi Karya (Persero)Tbk, PT.Wijaya Karya (Persero) dan PT. Waskita Karya (Persero) pada tahun 2013-2017 adalah negative sedangkan Nilai rata-rata EVA pada PT. PP (Persero) Tbk tahun 2013-2017 adalah positif. Financial value added (FVA) Perusahaan PT.Adhi Karya (Persero) Tbk, pada tahun 2013-2017 adalah negative Sedangkan nilai rata-rata FVA pada PT. PP (Persero) Tbk, PT.Wijaya Karya (Persero), dan PT. Waskita Karya (Persero) tahun 2013-2017 adalan positif. Market value added (MVA) PT.Adhi Karya (Persero) Tbk, PT. PP (Persero) Tbk, PT.Wijaya Karya (Persero), dan PT. Waskita Karya (Persero) pada tahun 2013-2017 adalah negatif.
Dari latar belakang di atas, maka peniliti tertarik untuk meneliti kinerja keuangan perusahaan dengan menggunakan metode EVA, MVA dan FVA. Dari metode EVA, MVA dan FVA perusahaan dan para pemegang saham dapat mengetahui kondisi dan kinerja keuangan perusahaan tidak hanya dari rasio keuangan seperti profitabilitas, likuiditas dan solvabilitas tetapi juga dari aspek nilai perusahaan baik secara internal seperti metode EVA dan FVA dan secara eksternal dari metode MVA. Penelitian ini menggunakan objek yang berbeda dari penelitian terdahulu. Judul yang diangkat dalam penelitian ini yaitu “ANALISIS
5
ECONOMIC VALUE ADDED (EVA), MARKET VALUE ADDED (MVA)
DAN FINANCIAL VALUE ADDED (FVA) UNTUK MENILAI KINERJA KEUANGAN PADA PERUSAHAAN SEKTOR ENERGI YANG TERDAFTAR DI BEI TAHUN 2017-2019”.
1.2 Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah yang diajukan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana kinerja keuangan perusahaan sektor energi tahun 2017-2019 dengan metode economic value added?
2. Bagaimana kinerja keuangan perusahaan sektor energi tahun 2017-2019 dengan menggunakan metode market value added?
3. Bagaimana kinerja keuangan perusahaan sektor energi tahun 2017-2019 dengan menggunakan metode financial value added?
1.3 Tujuan Penelitian
Dari rumusan masalah di atas, tujuan yang ingin dicapai dalam penelitian ini adalah:
1. Untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan perusahaan dengan metode economic value added
2. Untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan perusahaan dengan metode market value added
3. Untuk mengetahui bagaimana kinerja keuangan perusahaan dengan metode financial value added
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat penelitian ini adalah sebagai berikut:
1. Bagi universitas: penelitian ini diharapkan untuk menambah wawasan dan sebagai bahan referensi di perpustakaan Universitas Internasional Semen Indonesia khususnya pada Fakultas Ekonomi dan Bisnis untuk penelitian selanjutnya dan agar disempurnakan karena keterbatasan peneliti
2. Bagi peneliti: penelitian ini diharapkan dapat menambah wawasan mengenai masalah yang diteliti dan meningkatkan cara berpikir peneliti
6
3. Bagi investor: penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam pengambilan invetasi dan untuk memberikan informasi kinerja keuangan perusahaan.
1.5 Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
Bab I: Pendahuluan
Bab ini menjelaskan mengenai latar belakang, rumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian dan sistematika penulisan
Bab II: Kajian Pustaka
Bab ini menjelaskan mengenai landasan teori, penelitian terdahulu dan kerangka pemikiran.
Bab III: Metode Penelitian
Bab ini menjelaskan mengenai metode penelitian, objek penelitian, populasi dan sampel, variable penelitian, metode pengumpulan data dan metode analisis data.
Bab IV: Pembahasan
Bab ini menjelaskan mengenai Deskripsi Objek Penelitian, Hasil Analisis Deskriptif, dan Pembahasan Data Hasil Penelitian
Bab V: Penutup
Bab ini menjelaskan mengenai kesimpulan dan saran