STUDI SASTRA INTERDISIPLINER (Sebuah Pengantar)
Oleh Dr. Dra. Maria Matildis Banda, M.S.
Matrikulasi Program Magister (S2) Ilmu Linguistik
FAKULTAS ILMU BUDAYA UNIVERSITAS UDAYANA
2018
STUDI SASTRA INTERDISIPLINER (Sebuah Pengantar)
1Oleh Dr. Dra. Maria Matildis Banda, M.S.
I. Pendahuluan
Studi sastra interdisipliner menempatkan studi tentang karya sastra dalam hubungannya dengan disiplin ilmu lain. Di beberapa prodi FIB Unud studi ini dilakukan melalui analisis struktural pada langkah pertama dan dilanjutkan dengan analisis sastra dengan pendekatan ilmu-ilmu sosial terutama sosiologi (sastra), psikologi (sastra), dan semiotik. Studi sastra interdisipliner memiliki keuntungan utama yaitu studi sastra tidak mengasingkan diri dari disiplin ilmu lain, penelitian sastra sejajar dengan penelitian sosiologi, psikologi, dan semiotik serta aspek ekstrinsik karya sastra lainnya seperti filsafat, sejarah, pendidikan, dan kebudayaan.
Studi sastra meliputi bidang teori sastra, sejarah sastra, dan kritik sastra. Berikut ini akan dijelaskan berturut-turut gambaran umum tentang sastra interdisipliner dan beberapa teori dalam kritik sastra interdispliner.
II. Kritik Sastra dalam Studi Sastra Interdisiplner
Kritik sastra berhadapan dengan karya sastra (cerpen, novel, roman, puisi, drama, dan lain-lain), membahas karya sastra dengan penekanan pada keunggulannya. Mengikuti penjelasan Graham Hough (1966), Pradopo menyebutkan bahwa kritik sastra itu bukan hanya terbatas pada penyuntingan dan penetapan teks, interpretasi, dan pertimbangan nilai, tetapi meliputi masalah yang lebih luas tentang apakah kesusastraan, untuk apa, dan bagaimana hubungannya dengan masalah-masalah kemanusiaan yang lain. Karenanya studi sastra, khususnya kritik sastra, memiliki kegunaan antara lain untuk penerangan masyarakat pada umumnya yang menginginkan penerangan tentang karya sastra melalui
1