• Tidak ada hasil yang ditemukan

Oleh. Drs. Zaenal Abidin, M.Pd

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2022

Membagikan "Oleh. Drs. Zaenal Abidin, M.Pd"

Copied!
92
0
0

Teks penuh

(1)Oleh. Drs. Zaenal Abidin, M.Pd.

(2)

(3)

(4)

(5)

(6)

(7)

(8)

(9)

(10)

(11) PENDEKATAN PSIKO ANALISIS Sigmund Freud 1. Pandangannya thd. Hakekat Manusia :  Setiap aktifitas manusia didorong oleh nafsu sexual  Sikap dan perilaku manusia terbentuk oleh lingkungan semenjak kecil  Pengalaman lalu ( waktu kecil ) sangat mempengaruhi masa kini  Masa internalisasi adalah dimulai anak umur antara 5 tahun atau 6 tahun.

(12) 2. Pandangan Thd Struktur Kepribadian Manusia tersusun dari 3 Unsur Kepribadain : a. ID Potensi dasar, perilaku dasar manusia Perilaku rendah, nafsu hewaniah Kebutuhan / keinginan intintif beologis Fungsinya : memenuhi Keinginan/ kebutuhan. b. EGO Pandangan Yang Bersifat Rasional Pertimbangan Yang Realistis, logis Fungsinya menjembatani antara ID dg. Super Ego.

(13) c. SUPER EGO  Nilai Nilai Moral, adat, budaya, Hukum, Agama,Hati Nurani, Qolbu  Fungsimya : Pengarah, pengatur/pengendali/ kontrol Kebenaran Yang Hakiki.

(14) 3. Pandangan Thd Perilaku Maladaptif Seseorang mengalami perilaku menyimpang lebih disebabkan oleh : a. kurang/ tidak berfungsinya ID,EGO DAN SUPER EGO b. tidak ada keseimbangan fungsi dari ketiganya c. Kadang sudah terbentuk semenjak kecil.

(15) 4. TUJUAN KONSELINGNYA a. menempatkan EGO pada posisi yang realistis/ logis b. mnjd.kan EGO sbg. mediator antara ID dg. S.Ego c.memperkuat EGO, pertimbangan rasional, logis d. mengseimbangkan fungsi dan kerjasama ketiganya ID, EGO dan SUPER EGO. e. menghindarkan konflik dalam diri klien f. menghilangkan impulse impulse dalam diri klien.

(16) 5. TAHAPAN KONSELINGNYA. a. Pembukaan Konselor berupaya mengidentifikasi dan merekam dinamika konflik yang terjadi dan segala faktor faktornya b. Pengembangan Transferensi Konselor mengembangkan seluruh perasaan yang sedang ditumpahkan klien kepada konselor dan melakukan interpretasi thd. Gejala gejala yang ada c. Asosiasi Bebas Klien diberikan kebebasan untuk mengemukakan semua fikiran dan perasaannya yang sedang terganggu atas dasar ketidak sadarannya, dan konselor membantu klien untuk menyadari semua itu .

(17) d. Analisis Resistensi.  Maksudnya konselor menganalisa. terhadap mekanisme pertahanan diri / perlawanan klien terhadap pandangan konselor serta membantu klien mengenali alasan alasan kenapa klien melakukan hal yang maladaptif  Konselor mengfasilitasi klien untuk menyadari sepenuhnya bahwa apa yang dilakukan itu salah dan berupaya untuk diperbaiki..

(18)  TEKNIK RATIONAL EMOTIVE THERAPY oleh : albert ellis 1. pandanga thd.. Hakekat Manusia a. Manusia adalah makhluk yang nmemiliki kelemahan dan kekurangan, namun memiliki kemauan berusaha mengatasi tantangan sesuai kemampuannya b. Manusia mudah merusak dirinya dengan cara memperdalam kesedihan akibat tidak mampu mengatasi permasalahannya, dan ia selalu bersumber dari keluluhan perasaannya.

(19) c. Ada dua unsur penting dlm diri kilen yaitu memiliki kekuatan pikiran dan perasaan keduanya saling mempengaruhi dan membentuk sikap dan perilaku d. Pada hakekatnya manusia memiliki pola fikir Rasinal dan Irrasional e. Manusia sebenarnya memiliki kemampuan luar biasa untuk mengubah persepsi, kognisi serta sikap dan perilakunya kearah yang realistis.

(20) Pandangan Thd Struktur Kepribadian Klien Dalam memandangi manusia ada 3 teori ala Albert Ellis :. A. = Antecendent event : keadaan, peristiwa, kejadian, bencana, yang dialami= menimpa individu / klien B. = Believe System : Cara individu / klien memandang peristiwa, bencana yang menimpa dirinya ( bisa dikacai secara rational ataupun irrational ) C. = Emotional Consquence : reaksi emosi individu terhadap peristiwa, kejadian yang terjadi / dialami oleh diri individu ( bisa positif, rational atau negatif, irrational ).

(21) Jadi sebenarnya sikap atau perilaku seseorang adalah akibat konsekuensi emosi ( spt ; senang, gembira, atau sedih, stress, marah, jengkel, frustrasi ) = C Sikap negatif atau positif tersebut bukan akibat langsung dari adanya peristiwa yang menimpa diri individu = A . Melainkan lebih disebabkan oleh cara pandang ( believe System ) individu tersebut= B.

(22) 3. PANDANGAN THD PERILAKU MALADAPTIF Ada 11 faktor Penyebab dari diri Klien : a. Persepsi diri bahwa semua orang harus mencintai dan. b. c.. d.. e.. menyayangi dirinya Anggapan diri yang terlalu kuat bahwa setiap keinginan dan tujuan hidupnya wajib terpenuhi Persepsi diri bahwa setiap orang yang berbuat salah harus dikutuki, diberi sanksi , dicap orang yang akan berbuat salah terus tak akan berubah Persepsi diri yang kuat bahwa segala sesuatu yang terjadi pada diri maupun orang lain harus sesuai dengan keinginannya Individu yang apabila melihat orang lain mendapatkan keuntungan, kebahagiaan, ia merasa tidak nyaman, merasa tersaingi dsb..

(23) f. Seseorang yang selalu memikirkan sesuatu yang dianggap merugikan, membahayakan, secara terus menerus g. Seseorang yang membiasakan diri lari dari kenyataan pahit, tanggungjawab h. Seseorang yang hidupnya selalu menggantungkan, berlindung diri pada orang lain i. Persepsi diri bahwa masa lalu tidak akan bisa merubah masa depan ( orang yang sudah jatuh merasa dirinya tidak akan bisa bangkit lagi ).

(24) j. Seseorang yang selalu pusing dan bingung terhadap masalah yang menimpa orang lain ( suka intervensi ) k. Seseorang yang bepersepsi kuat bahwa setiap persoalan dirinya mesti segera tuntas, dapat diatasi secara memuaskan. Dari 11 faktor internal tersebut, menurut Ellis dapat menyebabkan munculnya permasalahan seseorang /. Dan semua itu adalah diskripsi yang dapat mewujutkan sikap dan perilaku negatif, irrational bagi klien.

(25) TUJUAN KONSELINGNYA 1. Memberi penyadaran diri klien tentang perilakunya yang salah 2. Memberikan penyadaran bahwa perilakunya yang salah tersebut adalah akibat believe systemnya yang salah ( irrational ) 3. Melawan believe system irrational menuju rational believe system LANGKAH LANGKAH KONSELINGNYA 1. Konselor berusaha mendorong, meyakinkan, dan mengendalikan klien untuk melepaskan keyakinan irrational menuju berfikir rational. 2. Konselor menyadarkan klien bahwa selama dia mengandalkan pola fikir irrational ( mengandalkan perasaan, maka masalah tidak akan selesai..

(26) 3. Konselor mendorong klien untuk mengikis habis pola pikirnya , gagasan gagasan yang irrational dalam menghadapi masalahnya 4. Konselor mengembangkan pola pikir klien kearah pandangan yang realistis, logis dengan cara membombardir ide ide klein yang tidak logis tersebut. TEKNIK KONSELINGNYA 1. Teknik Pengajaran 2. Teknik konfrontatif 3. Teknik Persuasif 4. Teknik Pemberian Tugas 5. Teknik Modelling 6. Teknik Imitatif 7. Teknik Reinforcement.

(27) Ada Tiga Kunci Dlm Pelak. Konseling RET 1. Cognitive Counseling Konselor merancang bagaimana cara melakukan Pengubahan persepsinya yang tidak logis menuju menemukan kesadaran tuk berfikir lebih rasional 1. Emotive Counseling Mendorong klien untuk mengolah area emosinya, sistem nilai dasar klien yang selama inin salah , dg sadar berusaha memperbaikinya menuju kesadaran yang rasional 1. Behavioral Counseling Klien di arahkan untuk mengembangkan pola pikir dan perilakunya sesuai dengan perubahan rational believenya kearah pola pikir, sikap dan perilaku yang baru, yang positif.

(28) TRANSACTIONAL ANALYSIS – Eric Burn 1. I AM OKEY - YOU ARE OKEY 2. I AM OKEY – YOU ARE NOT OKEY. 3. I AM NOT OKEY – YOU ARE OKEY 4. I AM NOT OKEY - YOU ARE NOT OKEY.

(29) I. Teknik Konseling Individu 1.. Teknik Konseling : Tata Cara Pelayanan Konseling Pengertian Konseling. : adalah upaya membantu Mengentaskan masalah Klien melalui wawancara langsung dan Profesional.

(30) 2. TUJUAN KONSELING. Tujuan Utama : MEMANDIRIKAN KLIEN. . KLIEN YG MANDIRI, MAKSUDNYA. a. Mengenali diri dan lingkungan. b. Menerima diri dan Lingkungan c. Mampu mengambil Keputusan sendiri d. Mampu Mengarahkan diri e. Mampu Mengaktualisasikan diri ( Prayitno ).

(31) Tujuan Khusus: a. Mengfasilitasi klien untuk merubah sikap dan perilaku b. Meningkatkan ketrampilan Klien dlm menghadapi masa depan c. membelajarkan klien untuk trapil dalam mengambil keputusan d. Membangun klien terampil melakukan hubungan antar pribadi e. Membantu klien mengembangkan potensinya ( Antoni Yeo ).

(32) TUJUAN ( menurut Andi Mappeare ). a. Terwujutnya Kesehatan Mental : Memiliki integrasi diri, penyesuaian diri, tanggungjawab dsb b. Keefektifan Pribadi :. 1. Mampu Menyelaraskan antara potensi dg. cita citanya, 2. mampu mengenal, merumuskan dan memecahkan masalahnya, 3. Konsisten dlm menjalani Peran Hidupnya 4. Memiliki Daya Kreatifitas, Kontrol diri.

(33) c. Kemampuan Membuat Keputusan Memiliki Kemampuan Mempertimbangkan antara manfaat dan madharatnya dalam Memutuskan berbagai Persoalan Hidupnya d. Kemampuan Merubah Sikap Dan Perilaku Mampu Merespon Terhadap Setiap Persoalan diri menuju perubahan sikap dan perilaku yang baru dan positif.

(34) SASARAN KERJA LAYANAN KONSELING 1. Persoalan Terkait dengan Aspek pendidikan  Motivasi belajar yang rendah, pilihan jurusan atau program.     .  . studinya tidak sesuai dengan harapannya Prestasi yang diperolehnya terlalu mengecewakannya Sikap dan perilaku belajar tidak baik dan tidak jelas, cak acakan Kesukaran dalam mengatur waktu belajar Hubungan dengan guru atau dosen kurang harmonis Peraturan sekolah terlalu longgar atau terlalu ketat sehingga mempengaruhi ketenagan belajarnya, bahan materi ajar yang terlalu sulit dipahami Bahan materi ajar terlalu banyak dan menjemukan.

(35)  bahan materi ajar yang terlalu sulit dipahami  Bahan materi ajar terlalu banyak dan menjemukan  Merasa rendah diri menghadapi teman teman yang dianggap memiliki kelebihan disbanding dirinya  Sulit berkomunikasi dengan teman temannya  Menarik diri dari kehidupan social teman teman di sekitarnya  Merasa diri paling hebat dari teman teman sekelasnya  Terlalu sensitif, emosional, cemburu, selalu iri hati tanpa dasar.

(36) Persoalan terkait dg Pasangan / pranikah  muncul sikap proteksi yang berlebihan dari antara. satu dengan yang lainnya, kecemburuan yang berelebihan, miskomunikasi, ketidak setiaaan, belum memiliki kesiapan mental maupun materil, Munculnya rasa emosionalitas yang berlebihan, adanya kepribadian yang ambruk diantara keduannya, kurang adanya niat menuju rekonsiliasi antara keduanya, saling merasa bersalah, adanya kasus pertengkaran terkait masalah percintaannya, beda persepsi”.

(37)  Persoalan Terkait Dg Perkawinan  Persoalan yang biasa menggoyahkan perkawinan. sebuah rumah tangga antara lain adalah :  Adanya harapan perkawinan yang kurang realistis  Kurang pengertian antara satu dengan yang lainnya  Kehilangan keyakinan dan kemantapan dalam membangun keluarga secara langgeng  Tidak ada kepuasan dalam keluarga antara satu dengan yang lainnya  Munculnya kurang kesetiaan atara satu dengan yang lainnya.

(38)  Persoalan terkait Dg keluarga  Keluarga kurang menjaga emosionalitasnya  Adanya saling tidak menghargai satu dengan anggota. lainnya  Tidak adanya komitment diantara anggota keluarga terhadap aturan keluarga yang dibangun  Saling mementingkan kepentingannya sendiri sendiri diantara anggota keluarga  Sering mengalami perbedaaan persepsi, pemikiran yang dipertajam tanpa adanya kompromi  Kurang adanya keseimbangan dalam pemikiran, sikap dan langkah dalam menegakkan keluarga.

(39)  Jarang dapat berkomunikasi secara intensif antara satu. dengan anggota lainnya dalam keluarga, karena kesibukan masing masing  Anak anak susah diatur, sering menentang dan beda pandangan dengan orang tua  Adanya hubungan yang renggang antar sang anak dengan orang tua  Sering terjadi permusuhan, pertengkaran antar ayah dengan ibu, antara anak dengan orang tua  Kurang adanya toleransi diantara anggota keluarga  Sering munculnya tindakan kekerasan dalam keluarg.

(40)  Persoalan Terkait Dg Pasien ( Klinikal konseling )  Pasien Mengalami bimbang dan ragu tuk berobat  Pasien Mengalami rasa Takut Mengahadapi operasi  Pasien Mengalami Stress.  Pasien Merasa Bosan dan Jenuh menghadapi      . Penyakitnya Pasien Frustrasi Karena Penyakitnya Tak Kunjung Sembuh Pasien merasa takut Masa depan Krn Harus Amputasi Pasien Yang Sedih, akibat Anak yg dilahirkan cacad Pasien Yg Stress Akibat Anak Yg Dilahirkan meninggal Pasien Susah Tidur Karena memikirkan berbagai hal Pasien Merasa Sepi, terbuang dari keluaga, nggak ada yg jenguk.

(41)  Pasien Merasa Sepi, terbuang dari keluaga, nggak ada yg jenguk.  Pasien yg merasa takut kalau pasangannya / keluarga menolak/ minta cerai/ putus pacar krn cacad  Pasien Merasa Sepi, terbuang dari keluaga, nggak ada yg jenguk  Pasien yg merasa takut kalau pasangannya / keluarga menolak/ minta cerai/ putus pacar krn cacad.

(42) MASALAH TERKAIT KEHIDUPAN REMAJA a. Bidang Keimanan kepada than Yang Maha Esa Kurang Mengerti, meresapi dan menghayati keimanannya kepada Allah sebagai Tuhannya Tidak melaksanakan ibadah secara benarSulit bersyukur atas segala kenikmatan hidup yang diterima dari Tuhan  tidak mampu berlaku tabah, sabar dalam meniti kehidupan.

(43) b. Bidang Akhlak  Kuang bisa Menegakkan dan menjunjung tinggi harkat, martabat Tidak Berlaku jujur Selalu menang sendiri Indisipliner Suka melanggar norma akhlak.

(44) c. Kondisi Emosi  kurang belajar menata hati, emosi disaat menghadapi kegagalan, kekecewaan  Tidak bisa memanage suasana emosi disaat melakukan interaksi social  Tidak mampu menata suasana emosi disaat mengahadapi setiap ancaman  sulit Belajar mandiri melepas ketergantungan dari orang tua.

(45) d. Kematangan Intelektual Sulit berfikir kritis Sulit membuat keputusan yang tepat dengan berbagai pertimbangan  Kesulitan mengkomunikasikan ilmunya dengan orang lain  suka meminta hak dan tapi melalaikan kewajibannya secara proporsional Kesulitan memecahkan persolan dengan bermusyawarah.

(46) Pengembangan Sosial  kurang Berpartisipasi dalam aktifitas social di lingkungannya  Kesulitan Menjalin persahabatan dengan teman teman sebayanya  Sulit Menaburkan rasa saling menyayangi sesame  Masih sulit Saling menghargai antara sesame  kurang mampu Saling member rasa aman dengan sesame Belajar suka menolong kesulitan orang lain. e..

(47) f. Berperan sebagai laki laki atau wanita.  Kesulitan mencari identitas sebagai lelaki. atau wanita  kurang mampu mengarahkan karir sesuai jenisnya  Belum mampu berperan sebagai laki laki atau wanita yang bertanggungjawab di masyarakatnya.

(48) g. Penerimaan diri dan pengembanganya  Kurang mampu menerima keadaan pisiknya secara utuh  kurang mampu menerima kemampuan/ potensi yang dimilikinya  Kurang Menyadari sifat dan sikapnya serta mengembangkan secara positif  Tidak mampu Menerima kelemahan dan berusaha mengantisipasinya.

(49) h. Masalah terkait dengan teman sebaya, di sekolah/ kampus Adanya rasa bermusuhan dengan teman Kesulitan menghindari pengaruh negative dari kelompoknya Pertentangan pendapat dengan teman sekelompoknya Kurang mampu bergaul dengan teman lawan jenisnya Kurang diakui oleh teman teman temannya Putus cinta dengan pacarnya Kesulitan mencari patner atau pacar yang sesuai idealitasnya” ( WS. Winkel, 2004, Hal. 47 ).

(50) i.Kemandirian dlm bidang ekonomi a. Kesulitan mengatur keuangan yang dimiliki b. Suka hidup berfoy foya, hura hura c. Malas bekerja keras mencari penghasilan d Malas bekerja ,tapi ingin semua keinginannya terpenuhi e. Kesulitan mengatur waktu antara belajar dan bekerja j. Persiapan karir a. Malas mencari informasi sekolah lanjutan yang sesuai dengan potensi akademiknya b. Malas mencari informasi kursus life skill c. Acuh tak acuh terhadap masa depan.

(51) k. Kematangan hubungan dengan teman sebaya 1. Kurang memiliki sikap terbuka dan bekerja sama. dengan kelompoknya 2. Kesulitan membangun hubungan antar inter pribadi dari anggota kelompoknya 3. Kurang bisa berperan dalam kelompoknya 4. Kurang memiliki Rasa saling memiliki antar anggota kelompok 5 Belum memiliki Rasa tanggangjawab bersama ( Mamat Supriatna,2011, hal. 55-56 ).

(52) PERMASALAHAN TERKAIT DG AKADEMIK. Perosalan pribadi di sekolah KESULITAN PSIKOLOGIS. a. Merasa tidak betah dlm kelas saat belajar b. Memiliki musuh dlm kelas c. kurang memiliki sikap tegas karena ada d. e.. f. g.. pacar dikelas yg sama Tidak menyukai guru nya Memiliki kebiasaan berkelai di sekolah Kebiasaan membolos dari kelas Kebiasaan melanggar tatib sekolah.

(53) KESULITAN PSIKOLOGIS :. 1.Keterlambatan akademik 2. Ketercepatan dalam belajar 3. Motivasi belajar sangat rendah 4. Memiliki sikap dan kebiasaan belajar yang buruk 5. Memiliki sikap mental yang emosional 6. Kesulitan berkomunikasi dalam belajar 7. Tidak memiliki program dan target dlm jangka pendek, menengah, panjang (cita cita/masa depan ).

(54) PERSOALAN TERKAIT DG KESEHATAN Problem kesehatan pisik: a. Pola makan tdk sehat b. Gaya hidup tidak sehat Problem Kesehatan mental : a. Tak punya kepedulian atas kesehatan dirinya b. Gaya hidup mewah tapi malas bekerja c. Kecemasan. Ketakutan menghadapi masa depan yg tak pasti.

(55) PERSOALAN KLIEN TRAUMATIS LAYANAN KONSELING MEMBANTU MENGATASI INDIVIDU YG MENGALAMI GANGGUAN TRAUMATIK. a. Trauma terhadap pengalaman diperkosa b. Trauma menikah karena akibat terjadi kekerasan c. Trauma atas percobaan pembunuhan d. Trauma atas pengalaman akibat kecelakaan berat e. Trauma akibat pengalaman melahirkan dlm kondisi sulit f. Trauma dengan air laut akibat pernah tenggelam dan terdampar di tepi laut lain g. Trauma penipuan akibat sering ditipu ( no 1-6 menurut Farid Masyhudi,2012 : 240-243 ).

(56) PERSOALAN DISABILITAS Layanan konseling yg ditujukan untuk membantu mengatasi berbagai permasalahan yg dihadapi penyandang cacat dan korban kekerasan / penganiayaan : a. Rasa tak percaya diri b. Merasa tersingkirkan dari masyarakat c. Trauma akibat penganiayaan/ kekerasan d. Memiliki rasa dendam kusumat atas penganiayaan pd dirinya.

(57) PERSOALAN PELAKU PENYIMPANGAN SEXUAL Layanan konseling yg tetuju membantu persoalan yg dihadapi individu yg memiliki perilaku sexual menyimpang ( Perilaku gey, lesbian, biseksual, transgender : a. Kehidupannya dikucilkan massyarakat b. Dianggap sampah masyarakat c. Kelainan mental d. Masalah kesehatan e. Masalah masa depan hari tua f. Masalah anak.

(58) PERSOALAN GERONTOLOGI ( LANSIA ) LAYANAN KONSELING YG DITUJUKAN UNTUKMEMBANTU MENGATASI BERBAGAI PERSOALAN YG DIHADAPI PARA LANSIA TERUTAMA YG MENAJDI PENGHUNI PANTI :. a. Lansia yg diterlantarkan oleh keluarganya b. Lansia yg menderita kerinduan yg dalam terhadap. keluarganya tp keluarganya sudah tak menganggapnya lagi c. Lansia yg sudah kehilangan semua keluarganya ( tak punya sispa siapa ) d. Lansia yg merasa hidupnya tak berguna lagi e. Lansia yg kehilangan arah hidupnya.

(59) Jadi secara umum masalah klien bisa terkait dg: 1. Masalah Kehidupan di sekolah 2. Masalah Pertumbuhan dan Perkembangan pribadi 3. Masalah Kesehatan pisik dan mental 4. Masalah kehidupan seksual 5. Masalah Pemanfaatan Waktu Luang 6. Masalah norma, agama, adat, budaya 7. Masalah Perilaku/ Akhlak 8. Masalah Kesempatan Belajar / Studi Lanjut 9. Masalah Kehidupan disekitarnya 10. Masalah hubungan dg Keluarga 11. Masalah Pertemanan, Hubungan muda mudi 12. Masalah lapangan kerja ( karir kerja) dll..

(60) PROSES KONSELING INDIVIDUAL 1. Membangun hubungan a. Membangun hubungan awal b. Membangun Kepercayaan 2. Diagnosis a. Identifikasi masalah b. Mendalami dan mengungkapfaktor faktor Penyebab Masalah c. Menganalisis dan menentukan Faktor utama d. Mmencarikan alternatif.

(61) 3. PROGNOSIS a. DAFTAR ALTERNATIF YG SUDAH DISEPAKATI b. KAPAN DAN DIMANA DILAKSANAKAN c. PENENTUAN ALOKASI WAKTU d.TEKNIK EVALUASI YG DIPAKAI 4. TREATMENT ( PERLAKUAN ). a. PEMBUATAN KONTRAK OLEH KLIEN b. MENDORONG KLIEN UNTUK SUNGGUH2. MELAK. c. PENYADARAN THD KLIEN BETAPA PENTINGNYA MELAKUKAN SESUAI KONTRAK d. MELAKUKAN PENGAWASAN/ EVALUASI PROSES.

(62) 5. EVALUASI Evaluasi Proses : Memantau dan menilai pelaksanaan lancar atau ada kendala dan langsung pemecahannya dilapangan Evaluasi Hasil : Diskripsi pencapaian perkembangan masalah setelah klien melaksanakan alternatif 6.Terminalisasi/ Tindaklanjut Pada tahap ini bila hasil nya terdiskripsi sudah sesuai dg target ( permasalahan selesai atau beban mental sudah hilang akibat permasalahannya, maka konseling segera diakhiri. Namun bila evaluasi hasil masih belum mencapai pada hilangnya beban mental klien, maka perlu segera ditindaklanjuti dg program alternatif baru..

(63) AGAR PEMECAHAN MASALAH BISA EFEKTIF KONSELOR PERLU MENGGUNAKAN : 1. Pendekatan harus terpusat pada masalah prioritas Walau klien itu memiliki permasalahan yang banyak tugas konselor adalah menangani satu fokus masalah 2. Pendekatan singkat Kalau satu masalah klien dah terselesaikan, konseling segera diakhiri. Tanpa terlalu jauh keluar dari fokus 3. Pendekatan harus inovatif Konselor harus belajar kreatif dan menemukan berbagai strategi intervensi dalam menerapkan pendekatan demi untuk bisa melakukan pengubahan 2 klien 4. Pendekatan yang dipakai fokus untuk mengarahkan klien agar bisa memberikan informasi yang jelas dan akurat. 5. Pendekatan yang diterapkan mesti sistimatis Cara mendalami,menggiring pertanyaan dan jawaban ,serta informasi mesti runtut dan runtun dan terarah.

(64) 6. Pendekatan mesti terfokus pada pribadi klien Fokus upaya konselor menemukan kekuatan kekuatan diri klien yang tersimpan, dimasa lampaunya. Guna mendiskripsikan kekuatan pada diri klien, yg bisa dipakai untuk mendukung peenyelesaian masalahnya 7. Pendekatan yang diterapkan harus terukur Maksudnya bahwa konselor mesti bisa mengukur bahwa pendekatan yang diterapkan bisa mendukung penyelesaian masalah klien atau tidak. Dapat dipakai untuk intervensi efektif atau tidak..

(65) KARAKTERISTIK KONSELING. 1. Sebagai Kegiatan Bantuan Profesional 2. Upaya Pengubahan Sikap Dan Perilaku 3. Kajian Kondisi Lingkungan Kehidupan Klien 4. Layanan Bagi Individu Yg. Butuh 5. Adanya Proses wawancara Konseling 6. Konselor Melakukan 3 M, Empati, Simpati 7. Menjaga kerahasiaan Konseling 8. Konselor Sebagai Pribadi Yang Utuh ( Singgih , hal. 28- 77 ).

(66) TIPE TIPE KONSELING 1. KONSELING KRISIS Konseling mengahadapi klien dalam kondisi krisis : mau bunuh diri, Kehamilan yg tak dikehendaki, PHK, Kehilangan Jabatan, Kecanduan obat bius, Terkena hukuman Berat, Konversi Agama 2. KONSELING FASILITATIF Konseling yg Mengfasilitasi masalah masalah : pemilhan jurusan, mata kuliah pilihan, perencanaan karir, Hubungan dg Keluarga, Masalah dg. Teman , identifikasi potensi dsb..

(67) 3. KONSELING PREVENTIF Konseling Mencegah Kecemasan Yg Akan Datang : Pergaulan Bebas, Hubungan Seksual, Menyajikan Informasi Informasi Demi Mengantisipasi Masa Depan 4. Konseling Developmental Membantu Pertumbuhan dan Perkembangan Klien Menuju Masa depan Yg Selaras Dg Potensinya Andi Mappeare.

(68) BERBAGAI KETRAMPILAN KONSELOR. A. KOMUNIKASI VERBAL : 1. Tanggapan Verbal : a. Paraphrase b. Reflecting Feeling c. Interpretation d. Summarization e. Open and Closed Questions 2. Kualitas Verbal : a Pengaturan Tinggi rendahnya Suara b. Runtun dan runtut c. Suara lemah Lembut d. Suara Jelas dan Tegas.

(69) 3. Alur Verbal : a. Melakukan 3 M, Empati dan Simpati b. Menyesuaikan dg topik Pembicaraan c. Mengarahkan Wawancara Konseling d. Menelaah arah Pimbicaran. B. KETRAMPILAN NON VERBAL Menghadapi Klien Secara Sejajar b. Sikap Tubuh Tegap, arah kedepan c. Mempertahankan kontak mata d. Bersikap Rilek dan mengamati sikap dan perilaku klien e. Sentuhan Yg Profesional f. Ketrampilan Intervensi, integrasi a.. Antoni Yeo ). (.

(70) 1. Hal Hal Yg Harus Dihindarkan Dlm Proses Konseling 2. Acuh Tak Acuh 3. Terlalu Bersemangat 4. Tak terarah karena mau mengerti semuanya 5. Terlalu Aktif daripada Klien 6. Bersikap Menghakimi 7. Tergesa gesa Mengemukakan Patokan Patokan Dasar 8. Membuat Janji Janji 9. Terlalu Mmemberikan Kepastian 10. Terlalu Melakukan Konfrontatif ( Antoni Yeo ).

(71) DISKRIPSI DLM PROSES KONSELING ( WAWANACARA KONSELING) SECARA PRAKTIS 1. IDENTIFIKASI MASALAH 2. DIAGNOSIS : a. Pendalaman dan Pengungkapan faktor faktor. b. Analisa faktor fakktor Penyebab masalah dan. penentuan fakktor penyebab utama 3. Pemberian Solusi.

(72) GADIS MERASA TRAUMA Identifikasi : Setelah didalami terungkap bahwa inti permasalahannya adalah “Trauma untuk menikah”. Faktor Faktor Penyebab : Setelah didalami terungkap bahwa faktor penyebabnya : a. Saat mendampingi kakaknya yang mau melahirkan anak pertama tampak meronta ronta saat mau melahirakannya b. Klien melihat kakaknya mengalami pendarahan hebat c. Setelah melahirkan kakaknya mengalami pingsan.

(73) Analisis Faktor : Setelah dianalisa secara mendalam terhadap faktor fakktor Penyebab masalah ternyata faktor utamanya adalah “ klien melihat kakaknya sangat menderita dan sampai pingsan” Solusi : a. Tidak semua orang ( termasuk anda) yang menikah akan melahirkan dan bernasib seperti kakakmu ( pengubahan persepsi ). b. Menikah adalah sunnah nabi, barang siapa yg tdkmengikuti sunnah nabi tdk termasuk ( pendekatan agama ) c. Orang yang tidak menikah nanti dimasa tuanya tidak mempunyai sandaran hidup ( suami, anak ).

(74) 4. Menikahlah selagi masih muda, masih masa PUS ( pasangan usia subur ( sehingga akan terjaga kesehatan kehamilan dan kelancaran dalam melahirkan ) ( pendekatan sisi ilmu kesehatan ) 5. Bila takut melahirkan secara normal, untuk menghindari wawas wawas seperi kakaknya, biss melahirkan melalui bedah sesar oleh para ahlinya.( pendekatan ilmu kesehatan ahli bedah ) 6. Jauhkan semua sak wasangka walau terhadap dirinya ( krn su’udhon itu berdosa ( justru malah bisa menimpa pada diri sendiri ) ( pendekatan agama ).

(75) II. LAYANAN KONMSELING KELOMPOK  PENGERTIAN. Adalah suatu kegiatan layanan konseling dalam rangka membantu pemecahan masalah pribadi ( anggota kelompok ) melalu dinamika kelompok.  TUJUAN Membantu Mengentaskan masalah pribadi setiap anggota melalui dinamika kelompok  FUNGSI Fungsi utamanya adalah “ Pengentasan masalah”.

(76) KARAKTERISTIK LYN KELOMPOK. 1. Penciptaan Suasana yg nyaman. 2. Penciptaan Saling memberi rasa Aman 3. Kepemimpinan Bergilir 4. Kesamaan Tujuan 5. Flexibilitas 6. Musawarah Mufakat. 7. Penciptaan Kesadaran kelompok 8. Evaluasi Berkesinambungan.

(77) MAKA DIBUTUHKAN PEMIMPIN KELOMPOK YG MEMILIKI KARAKTER  POSITIVE SOCIAL PERCEPTION  ABILITY IN ABSTRACT THINGKING  EMOTION AL STABILITY. Dan dilengkapi dg perangkat ketrampilan pribadi berupa: 1. Memberikan spirit kepada seluruh anggota 2. Kemapuan Melakukan 3 M 3. Menodorng anggota tuk mengekspresikan ide idenya 4. Menyatukan ide ide, arah dan tujuan kelompok 5. Kemampuan Mengklarifikasi dan Klasifikasi ideide 6. Merangkum Hasil dr berbagai alternatif masukan.

(78) MANFAAT LAYANAN KONSELING KELOMPOK 1. 2.. 3. 4.. 5.. 6. 7.. MENCIPTAKAN SUASANA KEAKRABAN ANTAR ANGGOTA SALING MELIBATKAN DIRI DG MENGORBANKAN SEGENAP PIKIRAN DAN PERASAAN ADANYA KEBERSAMAAN DLM MENCAPAI TUJUAN MENUMBUHKAN TINGKAT DISIPLIN YG POSITIF. MUNCULNYA RASA SALING MEMENUHI KEBUTUHAN PSIKOLOGIS MEREKA : SALING MENGASIHI, MENGHORMATI, MEMBERI RASA AMAN, TENGGANG RASA DSB. MENGHARGAI, MENERIMA KEPERBEDAAN MENUMBUHKEMBANGKAN SENSE OF BELONGINGNESS, RESPONSIBILITY, GATHERNESS, INTEGRATION AMONG OF THEM.

(79) PROSEDUR KONSELING KELOMPOK TAHAP I : PEMBENTUKAN. Tema : Pengenalan, Pelibatan diri, dan Perasaan ingroup semua anggota Peran Pemimpin Kelompok : 1. Berpenampilan utuh, terbuka dan tegas 2. Penuh semangat, hangat, tulus , partisipatif, simpatik dan empatik 3. Menjadi tauladanProsedur Konseling Kelompok.

(80) KEGIATAN PEMIMPIN PADA TAHAP INI. 1. MENGUNGKAPKAN PENGERTIAN DAN TUJUAN 2.. 3. 4. 5.. KONSELING KELOMPOK MENJELASKAN TATA CARA PELAKSANAAN KONSELONG KELOMPOK MENJELASKAN ASAS ASAS UTAMA YG MESTI DITERAPKAN DLM LAYANAN SALING MENGENALKAN DIRI MASING MASING ANGGOTA KELOMPOK BILA PERLU MENERAPKAN PERMAINAN SEBAGAI SARANA PENGAKRABAN.

(81) TUJUAN YG PERLU DISAMPAIKAN KEPADA ANGGOTA. 1. Setiap anggota diharapkan dapat memehami pengertian dan tujuan kegiat6an konseling kelompok 2. Tumbuhnya suasana kelompok yg harmonis 3. Tumbuhnya minat anggota tuk berpatisipasi di dlm 4. Tumbuh saling Mengenali diri, Menerima, percaya, dan saling membantu 5. Tumbuh Kembangnya suasana bebas dan. Terbuka 6. Dimulainya Pembahasan Tentang Tingkahlaku dan Perasaan Kelompok.

(82) KARAKTERISTIK KEPRIBADIAN KONSELOR 1. MEMILIKI IDENTITAS 2. MENGHARGAI DIRI DAN ORANG LAIN 3. MENGENAL KEKUATAN DAN KELEMAHAN DIRI SERTA ORANG LAIN 4. TERBUKA AKAN PERUBAHAN 5. MEMPERLUAS KESADARAN DIRI DAN ORANG LAIN 6. MEMILIKI TOLERANSI 7. MENGEMBANGKAN GAYA KONSELINGNYA 8. BISA MEMAHAMI DUNIA KLIENNYA 9. MEMILIKI PILIHAN PILIHAN YG BEORIENTASI MASA DEPAN 10. MEMILIKI MINAT YG TULUS ATAS KESEJAHTERAAN ORANG LAIN 11. MENGABDI PADA PROFESINYA 12. MENGAHARGAI BERBAGAI PENGARUH KEBUDAYAAN (G. COREY ).

(83) TAHAP II : PERALIHAN Tema : jembatan antara tahap I dan Tahap III Peran Pemimpin Kelompok : 1. Menerima suasana yg ada secara sabar dan Terbuka 2. Tidak menerapkan cara cara yang kaku, kekuasaan 3. Mendorong dibahasnya suasana perasaan yg sedang berlangsung 4. Selalu membuka diri, penuh simpati dan empati 5. Tetap menjadi tauladan yg Baik.

(84) KEGIATAN PIMPINAN KELOMPOK  MENJELASKAN KEGIATAN YG AKAN DITEMPUH PADA. TAHAP III  MENGAMATI DAN MENAWARKAN KESIAPAN MEREKA UNTUK MEMASUKI TAHAP III ( KEGIATAN INTI )  MEMBAHAS SUASANA YG SEDANG TERJADI  KALAU PERLU DIADAKAN PEMBAHASAN SEJENAK TENTANG TENTANG KEGIATAN PADA TAHAP AWAL TADI, SEMBARI SAMBIL MENUNGGU KESIAPAN ANGGOTA.

(85) TUJUAN PADA TAHAP II INI  Terbebasnya anggota dari perasaan engan, ragu, malu. atau saling tak percaya untuk mengikuti tahap kegiatan inti  Semakin terciptanya kemantpan solidaritas kelompok dan kebersamaan  Semakin meningkatkan minat dan partisipasi dalam kegiatan kelompok berikutnya.

(86) TAHAP III : KEGIATAN INTI Tema : Kegiatan Pencapaian Tujuan :Peran Pimimpin : 1. Sebagai Pengatur Lalu Lintas Pembahasan, yg sabar dan terbuka 2. Aktif Mengendalikan dan Mengarahkan Kegiatan 3. Tapi tidak banyak bicara/ menguasai medan 4. Memberikan penguatan dan dorongan kepada Seluruh anggota dan penuh rasa empati.

(87) KEGIATAN YG HARUS DILAKUKAN Masing Masing Anggota secara bebas mengemukakan Permasalahannya 2. Menetapkan Prioritas Masalah Yg Akan Dibahas terlebih dulu 3. Setiap anggota dapat membahas masalah secara lebih dalam dan tuntas 4. Kalau Perlu diadakan Kegiatan Selingan ( guna menetralisir keadaan ) 1..

(88) TUJUAN PADA TAHAP INI 1. Terungkapnya secara bebas masalah yg sedang dipikirkan ataupun yg sedang dirasakan oleh anggota 2. Ternahasnya setiap masalah secara mendalam dan tuntas 3. Terwujutnya Partisipasi aktif dari seluruh anggota kelompok dan penuh kedinamisan dalam pembahasan, baik yg berupa sikap dan perilaku, pemikiran maupun perasaan sangat berkembang bebas secara melegakan.

(89) TAHAP IV : PENGAKHIRAN TEMA : PENILAIAN DAN TINDAKLANJUT Peran Pimpinan Kelompok : 1. Tetap Mengusahakan suasana. hangat, bebas. dan terbuka 2. Memberikan Pernyataan dan Mengucapkan terima Kasih atas peran serta seluruh anggota 3. Memberikan Semangat kepada anggota untuk mengikuti kegiatan seterusnya 4. Penuh Persahabatan dan empati.

(90) KEGIATAN PADA TAHAP IV. 1. Pemimpin Kelompok mengemukakan. bahwa kegiatan segera akan diakhiri 2. Pemimpin kelompok dan anggota Mengemukakan kesan atas hasil kegiatan 3. Membahas Kegiatan lanjutan 4. Mengemukakan Pesan dan harapan.

(91) TUJUAN TAHAP IV. 1. Terungkapnya kesan kesan anggota ttg pelaksanaan kegiatan konseling kelompok. 2. Treungkapnya hasil hasil ( data )yg dikemukakan secara mendalam 3. Terumuskannya alternatif pemecahan atas. masalah peranggota 4. Terumuskannya rencana Kegiatan Lebih lanjut 5. Tetap menjaga hubungan yg sudah dibangun secara penuh persahabatan walaupun kegiatan diakhiri.

(92) KODE ETIK BK MNRT APA, AACD MENJAGA KERAHASIAAN 2. MEMAHAMI KETERBATASAN DIRI 3. HINDARKAN PERTANYAAN TERLALU DALAM TAPI TAK RELEVAN 4. PERLAKLUKAN KLIEN SEBAGAIMANA KITA INGIN DIPERLAKUKAN 5. SELALU INGAT BAHWA SETIAP KLIEN MEMILIKI PERBEDAAN 1..

(93)

Referensi

Dokumen terkait

Kementrian Pariwisata diharapkan menyiapkan bahan penyusunan rencana dan program, pemantauan, dan evaluasi dalam bentuk suatu penilaian pengembangan pemasaran pariwisata

“Meskipun  selama  ini  saya  aktif  memanfaatkan  internet  dan  blog,  akan  tetapi  terkadang  saya  masih  merasa  kesulitan  dalam  hal  pengelolaan, 

Rekomendasi standar iluminasi merupakan acu- an dalam mendesain pencahayaan ruang. Re- komendasi pada ruang kerja yang dikeluarkan oleh beberapa Negara di antaranya:

Untuk mengetahui dan mengkaji upaya hukum yang dapat dilakukan oleh konsumen dalam hal pihak Lembaga bimbingan belajar Ganesha Operation Kebumen tidak bersedia

Karena itu perlu dicari alternatif apa yang harus dilakukan dalam implementasi kebijakan wajib belajar pendidikan dasar sembilan tahun di Propinsi DKI Jakarta agar dapat

Buatlah segitiga sebarang dengan 3 unsur yang diketahui, agar kalian dapat menentukan satu unsur lain yang belum diketahui pada segitiga tersebut dengan menggunakan

Direktur Jenderal Pajak berwenang melakukan pemeriksaan untuk menguji kepatuhan pemenuhan kewajiban perpajakan dalam rangka melaksanakan ketentuan peraturan

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi perusahaan dalam merumuskan aktivitas marketing public relations selanjutnya agar PT Bank Negara Indonesia dapat