ABSTRAK
Pembangunan perkotaan yang semakin pesat, khususnya pada daerah kiara
condong kota bandung. Memiliki dampak yang membuat situasi menjadi padat,
polusi, panas, dan macet. Hal ini dapat memicu tingkat stress yang tinggi kepada
masyarakat.
Berkembangnya pembanguan di dalam kota, membuat pertumbuhan
penduduk dan taraf kehidupan kota meningkat menyebabkan kebutuhan fasilitas
yang lebih memadai. Dengan dibangunnya sarana fasilitas yang memadai,
diharapkan dapat mengurangi tingkat stress yang tinggi.
Dalam mengatasi masalah seperti ini, pemekaran wilayah yang baru, salah
satu fasilitas perkotaan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam pemenuhan
kebutuhan adalah pusat perbelanjaan dan perdagangan. Dengan dibangun nya
sarana pusat perbelanjaan khususnya pada kawasan ini, dapat memicu sebuah
rangkaian yang berhubungan. Menurut Harold Carter perkembangan sangat
berhubungan dengan kemudahan pencapaian, potensi lahan, dan dominasi kegiatan
komersial.
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI iii
DAFTAR GAMBAR iv
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang 1
1.2 Rumusan Masalah 1
1.3 Manfaat Perancangan 2
1.4 Sasaran 3
1.5 Ruang Lingkup Kajian 3
1.6 Sumber data 4
1.7 Sistematika Penyusunan 5
BAB II LANDASAN TEORI
2.1 Shopping Mall 6
2.2 Kebutuhan Shopping Mall 7
2.3 Water Garden 8
2.4 Warna dari Water Garden 9
2.5 Element dari Garden 9
2.5.1 Element Keras 9
2.5.2 Element Lunak 12
BAB III PENGENALAN TAPAK
3.1 Kriteria Pemilihan Lokasi 14
3.2 Tinjauan Umum 15
3.3 Tinjauan Lokasi 15
3.4 Analisa Tapak 17
3.5 Kebutuhan Ruang 20
BAB IV DESAIN DAN KONSEP PERANCANGAN DESAIN
4.1 Perancangan Desain Interior Lucky Square yang
dihubungkan dengan lingkungan sekitar 22
4.2 Perancangan Desain Interior yang Berkonsep Garden 22
4.3 Perancangan Desain interior Garden Pada Mall 5 Lantai 23
4.4 Perancangan Konsep Desain Interior Water Garden, pada
mall Lucky Square 24
4.5 Denah Khusus 29
4.6 Perancangan Desain Interior Garden dengan Furniture
sesuai dengan Konsep Water Garden 34
BAB V KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan 38
5.2 Saran 39
DAFTAR PUSTAKA
DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Maket Lucky Square 15
Gambar 3.2 Tapak Site LuckySquare 16
Gambar 3.3 Tapak Potongan LuckySquare 17
Gambar 3.4 Tapak Lokasi 17
Gambar 3.5 Foto Udara 17
Gambar 3.6 Perspective Entance 18
Gambar 3.7 Lokasi Kebisingan 19
Gambar 3.8 Maket Vegetasi 20
Gambar 4.1 Perspective Design Mall 23
Gambar 4.2 Potongan Lucky Square 24
Gambar 4.3 Hydrologic Cycle 25
Gambar 4.4 Denah Design Ground Floor 26
Gambar 4.5 Denah Design Lower Ground Floor 27
Gambar 4.6 Denah Design Upper Ground Floor 27
Gambar 4.7 Denah Design Floor 1 28
Gambar 4.8 Denah Design Floor 2 28
Gambar 4.9 Denah Design Khusus Floor 2 Food Court 29
Gambar 4.10 Potongan Denah Design Khusus Floor 2 Food Court 30
Gambar 4.11 Perspective Food Court 30
Gambar 4.12 Perspective Food Court 31
Gambar 4.13 Perspective Food Court 31
Gambar 4.14 Perspective Food Court 31
Gambar 4.15 Perspective Food Court 32
Gambar 4.16 Perspective Food Court 32
Gambar 4.17 Perspective Food Court 33
Gambar 4.18 Orthograpic Furniture Kios 34
Gambar 4.19 Detail Furniture Kios 34
Universitas Kristen Maranatha 2009 vii
Gambar 4.20 Orthograpic Furniture Leshean 35
Gambar 4.21 Detail Furniture Lesehan 35
Gambar 4.22 Orthograpic Interior Pilar 36
Gambar 4.23 Detail Interior Pilar 36
Gambar 4.24 Orhtographic Interior Fountain Bola 37
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pembangunan perkotaan yang semakin pesat, khususnya pada daerah
Kiara Condong kota bandung. Memiliki dampak yang membuat situasi
menjadi padat, polusi, panas, dan macet. Hal ini dapat memicu tingkat stress
yang tinggi kepada masyarakat.
Berkembangnya pembangunan di dalam kota, membuat pertumbuhan
penduduk dan taraf kehidupan kota meningkat menyebabkan kebutuhan
fasilitas yang lebih memadai. Dengan dibangunnya sarana fasilitas yang
memadai, diharapkan dapat mengurangi tingkat stress yang tinggi.
Dalam mengatasi masalah seperti ini, pemekaran wilayah yang baru,
salah satu fasilitas perkotaan yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat dalam
pemenuhan kebutuhan adalah pusat perbelanjaan dan perdagangan. Dengan
dibangunnya sarana pusat perbelanjaan khususnya pada kawasan ini, dapat
memicu sebuah rangkaian yang berhubungan. Menurut Harold Carter
perkembangan sangat berhubungan dengan kemudahan pencapaian, potensi
lahan, dan dominasi kegiatan komersial.
1.2 Rumusan Masalah
Adapun batasan masalah dalam proyek Tugas Akhir ini adalah
sebagai berikut:
1. Bagaimana perancangan desain interior dalam mall garden, yang
dihubungkan dengan lingkungan dan kawasan sekitar mall.
2. Bagaimana perancangan desain interior yang berkonsep garden yang
ingin diterapkan pada redesain lucky square.
3. Bagaimana perancangan desain interior garden diterapkan pada mall yang
memiliki 5 lantai yang bertingkat.
4. Bagaimana perancangan konsep desain interior water garden, yang
diterapkan pada denah mall Lucky Square.
5. Bagaimana perancangan desain interior garden yang memakai bentuk
furniture sesuai dengan konsep water garden.
1.3 Manfaat Perancangan
Penulisan laporan Tugas Akhir ini juga diharapkan dapat memberi
manfaat bagi :
- Jurusan Desain Interior
Laporan ini dapat dijadikan kemajuan dalam bidang design khususnya
pada interior berkarakter seperti gardening masa kini yang dihubungkan
dengan perkuliahan.
- Lucky square
Perancangan tugas akhir ini diharapkan untuk menjadi bahan
pertimbangan dalam mendesain mall yang nyaman dan dapat mengurangi
stress.
- Style garden
Laporan ini dapat menjadi acuan bagi desain garden architecture yang
masih berkembang khususnya di Indonesia.
- Penulis
Perancangan tugas akhir ini dapat melatih pola pikir dan kemandirian
penulis dalam proses perancangan serta memperluas dan menambah
pengetahuan, juga memperbaiki pemahaman terhadap decían terutama
desain interior bangunan mall.
- Pembaca
Perancangan tugas akhir ini diharapkan dapat memberikan masukan dan
tambahan ilmu serta pemahaman dan pengaplikasian desain mall.
1.4 Sasaran
Secara umum sasaran yang akan dibahas disini adalah tentang
pembuatan design interior redesain mall bergaya garden seutuhnya, baik dari
design furniture, lighting interior, serta pemakaian material bahan dan
pembuatan gambar kerja yang benar.
Oleh karena itu, Tugas Akhir diharapkan dapat memenuhi semua
sasaran-sasarannya, yaitu sebagai berikut :
- Bagaimana caranya untuk mendesign sebuah bangunan public.
- Bagaimana caranya membuat desain yang sesuai dengan mall.
- Bagaimana caranya membuat revisi sebuah design.
- Bagaimana caranya membuat element interior memiliki ciri khas mall
menengah namun masih memakai style garden.
- Bagaimana caranya membuat gambar kerja yang teratur dan baik.
1.5 Ruang Lingkup Kajian
1. Shopping mall atau shopping center adalah sebuah bangunan yang terdiri
berbagai macam toko yang dihubungkan dengan sebuah jalan besar (mall)
yang berfungsi juga sebagai area bebas tanpa gangguan kendaraan.
2. Desain dari sebuah shopping center, adalah universal atau disebut juga
sudah memiliki karakter. Hal ini diperlukan karena sebuah mall atau
shopping center harus memiliki citra secara langsung dalam sekali lihat.
3. Department store berarti menyimpan barang dalam jumlah banyak yang
saling terpisah menurut jenisnya dan dikelompokan ke dalam
bagian-bagian khusus.
4. Garden mall adalah pengertian dari mall yang dibuat dengan aplikasi
interior dengan kesan dan nuansa seperti layaknya sebuah taman. Dalam
perancangannya nya, akan menggunakan pola-pola landscape design
dalam interior mall.
5. Tujuan desainer adalah memberikan tampilan bahwa sebuah desain
interior adalah pekerjaan artis, sehingga setiap areal pandangan kita dalam
kehidupan nyata harus melihat interior seolah-olah harmonis,
berhubungan dengan skema warna yang sesuai, memiliki bentuk yang
sepadan, memiliki aspek pengulangan dan keseimbangan.
1.6 Sumber data
Adapun data yang diperoleh dalam pengerjaan laporan Tugas Akhir
ini, antara lain berupa data primer dan sekunder.
1. Studi lapangan, yaitu mengumpulkan informasi dari hasil survey
langsung ke lokasi dimana proyek perancangan interior tersebut
berada.
2. Wawancara, yaitu cara untuk mendapatkan dan atau mengumpulkan
informasi dan data penelitian dengan melakukan tanya jawab secara
langsung dengan pihak yang berkaitan.
3. Observasi, yaitu cara untuk mendapatkan dan atau mengumpulkan
informasi dan data dengan cara melakukan pengamatan berbagai hal
yang berhubungan dalam desain interior secara langsung terhadap
objek dengan fungsi yang sejenis.
4. Studi literature, yaitu cara untuk mendapatkan dan atau mengumpulkan
informasi dan data dengan cara melakukan analisa sumber data yang
diperoleh dari buku, majalah, artikel, dan media elektronik.
5. Pengolahan dan penganalisaan data, yaitu pemilihan,
pengklasifikasian, dan penganalisaan data yang sesuai dengan topik
bahasan.
6. Evaluasi, yaitu menganalisis perancangan interior mall ini dengan
penyesuain pada rumusan dan batasan masalah, tujuan, batasan dan
konsep yang telah ditentukan.
1.7 Sistematika Penyusunan
Laporan Tugas Akhir ini disusun berdasarkan sesuai dengan standar
yang bersifat umum sampai yang bersifat khusus. Sistematika yang disusun
adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Membahas latar belakang Tugas Akhir, rumusan masalah, batasan
masalah, tujuan, sasaran, ruang lingkup kajian, sumber data,
metode, dan sistematika penyusunan.
BAB II LANDASAN TEORI
Menuliskan tentang literatur, sejarah, dan klafisifikasi yang
berhubungan dengan mall dan analisa garden design.
BAB III DATA DAN ANALISA
Berisi deskripsi proyek, pengertian tampak, orientasi bangunan,
hubungan antar ruang, area lokasi, site analisis, sirkulasi, struktur
organisasi, sistem mall, dan kebutuhan ruang.
BAB IV KONSEP DAN DESAIN
Berisi tentang konsep organisasi, bentuk, material, warna, lighting,
furniture, utilitas, dan Desain Garden yang diterapkan pada
redesain mall lucky square.
BAB V PENUTUP
Menguraikan kesimpulan dari pembahasan sebelumnya dan
pengalaman yang didapat dalam pengerjaan tugas akhir. Serta
ucapan terimakasih kepada pihak yang bersangkutan.
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Perancangan desain interior pada sebuah mall merupakan suatu
rangkaian proses yang kompleks di mana melibatkan banyak aspek di
dalamnya. Di antaranya adalah mempertimbangkan bagaimana area mall
berada, yaitu dapat terbagi atas kelas bawah, kelas menengah, dan kelas atas.
Pada kasus Lucky Square mall merupakan area yang memiliki kelas
menengah – kebawah.
Perancangan desain interior yang dapat mengurangi tingkat stress
yang diakibatkan oleh kemacetan, dan tingkat polusi yang tinggi di kota
Bandung. Dengan menggunakan element desain gardening yang dapat
membuat perasaan menjadi tenang dan relaks.
Perancangan desain interior juga harus dapat disesuaikan dengan segi
pekerjaan dan kebiasaan dari masyarakat sekitar. Pada kasus Lucky Square
mall, yang terletak di jalan Kiaracondong, merupakan area yang sangat sibuk,
dan sangat padat. Yang memiliki dampak secara tidak langsung pada suhu
dan kondisi stress pada masyarakat.
Perancangan desain interior, harus disesuaikan dengan denah
arsitektural Lucky Square mall yang tidak dapat berubah dari tampak bagian
luar bangunan. Dan tetap memanfaatkan berbagai tangga darurat, area
pumbling, parkiran, ketinggian lantai, dan batas kenaikan tiap lantai
bangunan.
Perancangan desain interior dengan tema Garden Design, yang
mengambil desain konsep water garden. Dapat memberikan dampak yang
cukup sebagai area refreshing bagi pengunjung daerah kiara condong, dan
pengunjung di luar kiara condong.
Perancangan desain interior dengan konsep Water Garden yang
diterapkan pada 5 lantai mall lucky square dengan memakai pola Hydrologic
Cycle. Dari lantai atas yang berpola fountain lalu menuju ke pola sungai dan
terakhir danau. Diharapkan dapat memberikan nuansa garden yang berbeda
pada tiap lantai, namun masih dapat kesinambungan hubungan sirkulasi tiap
lantai.
Perancangan desain interior dan furniture berbentuk dan bergaya
taman, yaitu dari bentuk dan pemakaian bahan seperti layaknya sebuah taman
pada area outdoor. Diharapkan dapat memberikan nuansa garden pada area
interior, dan konsep pemakaian warna pada furniture dan interior adalah
Hijau, sebagai ciri khas lambang dari taman dan perawatan lingkungan, warna
Coklat, sebagai ciri khas lambang dari sinar matahari yang sampai ke bumi,
warna Abu, sebagai warna yang mencirikan sebuah kemurnian, keaslian,
campuran warna dari hitam dan putih, mengindikasikan sebuah kemurnian.
Sehingga dengan adanya sebuah konsep water garden pada Lucky
Square mall ini, dapat digunakan sebagai area refreshing pada daerah Kiara
Condong. Yang dapat dinikmati oleh anggota keluarga, ataupun dengan
teman. Dan mengutamakan area sebagai Refreshing area.
5.2 Saran
Dalam merancang interior mall, harus diperhatikan bahwa, sebuah
mall harus memiliki fasilitas yang public area. Artinya, tata ruang dalam mall
itu harus senantiasa menyediakan ruang yang mencukupi bagi ruang
pergerakan public, dan harus berkesan terbuka dan luas.
Dalam mendesain interior mall, harus dapat disesuaikan dengan
lingkungan sekitar yang membutuhkan mall dengan tema yang sesuai. Dalam
kasus kali ini desain interior diharuskan memiliki desain yang refresing.
Dalam mendesain interior, harus memiliki tema yang menjadi bagian
utama pada desain keseluruhan mall, dan memiliki desain yang memiliki
Universitas Kristen Maranatha 2009 40 perbedaan pada tiap lantai. Dengan tujuan mencapai konsep yang sesuai,
dengan bertujuan refreshing dan rekreasi.
Mendesain interior, harus dapat memperhatikan mechanical electrical,
secara keseluruhan bangunan, dan tetap memiliki desain yang tidak
mengganggu sirkulasi ME namun tetap memiliki tema dan konsep yang sama.
Mendesain interior, yang dapat dipertangungjawabkan dari segi
owner, yaitu sebuah desain yang dapat memikirkan penjualan kios kepada
tenant. Yang berarti sebuah desain harus dapat dibatasi dengan batasan kios
tenant yang akan laku terjual.
Hal terpenting yang harus diperhatikan dalam merancang interior
sebuah mall adalah bagaimana membuat para pengguna dapat merasa
memiliki dan bersatu dengan konsep garden itu sendiri. Hal ini berhubungan
dengan karakterisktik para pengguna yang tercermin pada interior nya. Harus
diperhatikan bahwa penggunjung mall adalah orang yang berbeda-beda, maka
DAFTAR PUSTAKA
Microsoft Encarta Reference Library 2005. 1993-2004 Microsoft Cooporation. All rights reserved.
International Council of Shopping Centers Shopping Center Definitions for the U.S. Information accurate as of 2004. Retrieved Feb 20, 2007.
Bernard J. Frieden & Lynne B. Sagalyn, Downtown, Inc.: How America Rebuilds Cities (Cambrigde, MA: MIT Press, 1989), 223.
University of San Diego webpage Retrieved June 1,2007
Howard, Theresa, “Big-box stores squeeze into Big Apple,” USA today, Oct 18, 2004.
Tony O’Donahue, The Tale of a City: Re-Engineering the Urban Environment (Toronto: Dumdum Press Ltd., 2005), 43.
Sullivan, Arthur; Steven M. Sheffrin (2003). Economics: Principles in action. Upper Saddle River, New Jersey 07458: Pearson Prentice Hall. Pp. 28. ISBN 0-13-0603085-3.
Shuenn- Der Yu “Hot and Noisy: Taiwan’s Night Market Culture” in The Minor Artas of Daily Life: Popular Culture in Taiwan David K. Jordan, Andrew D. Morris, and Marc L. Moskowitz, (eds.), 2004.
“illegal to be Homeless”. National Coalition for the Homeless. 2004. Http://www.nationalhomeless.org/publications/crimreport2004/introduction .html.
Garden history : philosophy and design, 2000 BC--2000 AD, Tom Turner Harold Nicolson and Vita Sackville-West – Garden design style.
Japan Lifestyles. (2008), Japanese Garden History, GNU Free Documentation, Scott-James, The Pleasure Garden.
Arifin, Hadi Susilo dan Nurhayati HS Arifin, 2005. Pemeliharaan Taman. Edisi Revisi. Penebar Swadaya, Jakarta.
Soeseno, Slamet 1995. Taman Indah Halaman Rumah. Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Sulistyantara, Bambang, 1992. Taman Rumah Tinggal. Penebar Swadaya, Jakarta.